cover
Contact Name
Eka Indra Setyawan
Contact Email
ekaindrasetyawan@unud.ac.id
Phone
+6281364892853
Journal Mail Official
indrasetyawan@ymail.com
Editorial Address
Department of Pharmacy Udayana University
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi (WSNF)
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : 29861772     DOI : https://doi.org/10.24843/WSNF.2022.v01.i01
Workshop dan Seminar Nasional Farmasi (WSNF) adalah sebuah kegiatan bertaraf nasional yang menyelenggarakan kegiatan workshop dan seminar kefarmasian untuk mengembangkan intelektualitas, softskill, wawasan, dan pengalaman peserta. Program ini merupakan program kerja Himpunan Mahasiswa Prodi Farmasi (HIMAFARMA) Prodi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana. Kegiatan ini juga didukung dengan adanya seminar prosiding yang memungkinkan peserta untuk mempublikasikan penelitiannya yang orisinal, kreatif, dan inovatif dalam bidang kefarmasian dan kesehatan ke masyarakat.
Articles 95 Documents
Review: Aktivitas Antioksidan Buah Naga dengan Metode DPPH serta Potensinya Sebagai Tabir Surya Ni Made Udayani Dwi Yadnya; Anak Agung Gede Rai Yadnya Putra
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 1 (2022): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2022
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2022.v01.i01.p43

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang dapat melawan radikal bebas di dalam tubuh. Antioksidan membantu mencegah penyakit kronis dan degeneratif. Tujuan dari artikel review ini untuk mengumpulkan informasi tentang tanaman dengan aktivitas antioksidan yang berasal dari suku Cactaceae. Metode yang digunakan untuk menyusun artikel review ini adalah berupa literature review yang diperoleh melalui jurnal atau artikel nasional dan internasional. Dari hasil penelusuran didapatkan 8 penelitian menggunakan kulit sebagai sampel, 6 penelitian menggunakan pulp sebagai sampel, dan penelitian lainnya menggunakan buah, biji, dan daun sebagai sampel yang diukur aktivitas antioksidannya menggunakan metode DPPH. Studi aktivitas antioksidan terutama ditemukan pada spesies Hylocereus polyrhizus ditemukan dalam 8 studi dan Hylocereus undatus ditemukan dalam 5 studi, dan etanol adalah pelarut universal, sehingga pelarut utama yang digunakan adalah etanol. Buah naga diketahui memiliki sifat tabir surya, dan Hylocereus polyrhizuz, Hylocereus costaricensis, dan Hylocereus undatus telah ditemukan memiliki sifat tabir surya. Hal ini karena senyawa fenolik dalam buah berperan penting dalam melawan radikal bebas dan dapat melindungi Anda dari sinar UV pada kulit.
Potensi Galangin Pada Rimpang Lengkuas sebagai Anti-Photoaging dengan Metode Molecular Docking Ketut Yuantarisa Kartika Putri; Ni Putu Linda Laksmiani
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 1 (2022): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2022
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2022.v01.i01.p44

Abstract

Photoaging adalah penuaan pada kulit yang disebabkan oleh paparan sinar ultraviolet. Indonesia merupakan negara tropis yang mendapatkan paparan sinar matahari sepanjang tahun. Kondisi tersebut mengakibatkan masyarakatnya rentan untuk mengalami photoaging. Degradasi kulit disebabkan oleh protein MMP-1 (matrix metalloproteinase-1), sehingga untuk mengatasi photoaging diperlukan agen penghambat MMP-1. Salah satu penghambat MMP-1 yang digunakan secara luas di masyarakat adalah vitamin C. Rimpang lengkuas diketahui sebagai bahan alami yang memiliki aktivitas antioksidan dengan galangin sebagai biomarkernya. Galangin telah dilaporkan secara in vitro dan in vivo mampu meningkatkan ekspresi faktor pertumbuhan fibroblast dan prokolagen. Penelitian ini bertujuan untuk mendukung pembuktian potensi senyawa galangin sebagai anti-photoaging melalui molecular docking terhadap MMP-1dengan vitamin C sebagai kontrol positif. Tahapan yang dilakukan yaitu preparasi dan optimasi senyawa uji menggunakan Hyperchem 8, dan preparasi protein menggunakan Chimera 1.11.1. Validasi dan docking dilakukan menggunakan aplikasi AutoDockTools 1.5.6 dengan program Autodock4 dan Autogrid4. Metode molecular docking yang dilakukan dinyatakan telah valid apabila nilai RMSD yang diperoleh kurang dari 2 Å. Hasil pengujian molecular docking menunjukkan galangin memiliki afinitas terhadap MMP-1 dengan nilai energi ikatan yang negatif yakni -7,92 kkal/mol. Nilai tersebut lebih negatif jika dibandingkan dengan kontrol positif agen anti-photoaging yaitu vitamin C yang memiliki energi ikatan -5,47 kkal/mol terhadap MMP-1. Model interaksi yang dapat divisualisasikan dari ikatan galangin dengan protein target adalah ikatan hidrogen. Berdasarkan hasil docking, diketahui bahwa galangin memiliki potensi sebagai anti-photoaging dengan mekanisme penghambatan MMP-1 dan dapat dianjurkan untuk dikembangkan.
Potensi Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava) terhadap Penghambatan Staphylococcus aureus Penyebab Ketombe sebagai Bahan Aktif Sampo I Made Hary Purnawan
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 1 (2022): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2022
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2022.v01.i01.p45

Abstract

Ketombe merupakan pengelupasan kulit kepala secara berlebihan, berbentuk seperti sisik-sisik disertai dengan adanya kotoran berlemak, rambut rontok, serta rasa gatal. Masalah ketombe dipicu salah satunya oleh keberadaan bakteri Staphylococcus aureus. Salah satu bagian tanaman yang memiliki aktivitas penghambat bakteri penyebab ketombe adalah daun jambu biji (Psidium guajava) yang mengandung senyawa tanin, triterpenoid, saponin, dan flavonoid sebagai antibakteri. Penulisan ini bertujuan mengetahui potensi dari ekstrak daun jambu biji dalam menghambat bakteri penyebab ketombe, khususnya Staphylococcus aureus berdasarkan kajian beberapa literatur untuk dapat dimanfaatkan sebagai bahan aktif formulasi sampo antiketombe dari bahan alami yang aman digunakan. Metode penulisan dilakukan dalam bentuk kajian literatur (literature review) menggunakan penelusuran jurnal secara online dari platform Google Scholar dan PubMed dengan berbagai kata kunci serta dari literatur ilmiah lainnya yang dipublikasi dalam rentang 5 tahun terakhir. Berdasarkan kajian literatur yang telah dilakukan, ekstrak daun jambu biji banyak mengandung senyawa bioaktif yang berperan dalam menghambat bakteri penyebab ketombe, termasuk salah satunya Staphylococcus aureus serta pengujian menunjukkan aktivitas antibakteri yang dapat dilihat dari pembentukan zona hambat, yakni daerah jernih di sekitar sumuran dengan ekstrak daun jambu biji yang diteliti. Oleh karena itu, ekstrak daun jambu biji berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan aktif formulasi sampo antiketombe.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Kemangi sebagai Hand Sanitizer Ramah Lingkungan Ni Putu Eva Citra Darmaputri
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 1 (2022): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2022
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2022.v01.i01.p46

Abstract

Prilaku hidup bersih dan sehat dengan slogan “back to nature” sedang menjadi populer di kalangan masyarakat global. Salah satu cara paling efektif untuk menjaga kebersihan dilingkungan luar adalah dengan menggunakan hand sanitizer. Kebanyakan hand sanitizer yang kini beredar luas di masyarakat menggunakan alkohol sebagai antibakteri, namun penggunaan alkohol kurang aman untuk kesehatan. Salah satu alternatif pengganti alkohol dengan fungsi sebagai antibakteri adalah daun kemangi. Dauh kemangi mempunyai kandungan minyak atsiri yang berpotensi sebagai bahan aktif antibakteri. Pemanfaatan obat tradisional dari bahan alam (obat herbal) terus mengalami peningkatan pada tahun 2014. Dalam penyusunan review ini, berdasarkan pada studi literatur dari publikasi ilmiah yang menggunakan jurnal internasional dan nasional. Metode yang digunakan dalam pencarian data adalah dengan database Google scholar, Pubmed, dan Connected papers (2017-2022) untuk mendapatkan artikel yang relevan dengan judul tulisan dan diterbitkan menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Hasil dari studi literatur menunjukan bahwa daun kemangi memiliki aktivitas antibakteri dan dapat digunakan sebagai alternatif bahan aktif pada sediaan antiseptik hand sanitizer yang dapat diaplikasikan untuk menjaga kebersihan tangan.
Potensi Limbah Kulit Kopi (Coffea sp.) sebagai Bahan Baku pada Produk Kosmetik Anti-Aging I Gusti Ayu Rosa Mirah Firdayeni; Pande Made Nova Armita Sari
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 1 (2022): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2022
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2022.v01.i01.p47

Abstract

Indonesia merupakan salah satu produsen kopi terbesar di dunia, sehingga limbah yang dihasilkan dari proses produksi kopi juga akan banyak. Salah satu limbah hasil produksi kopi adalah kulit kopi. Review ini bertujuan untuk menemukan potensi limbah kulit kopi (Coffee sp.) sebagai produk kosmetik anti-aging dengan cara melihat aktivitas antioksidan yang dimilikinya. Dalam penyusunan artikel ini, metode yang digunakan adalah literatur review. Penyusunan dilakukan dengan mengumpulkan artikel-artikel yang terkait, kemudian diseleksi. Setelah didapatkan artikel yang memenuhi kriteria inklusi, kemudian artikel- artikel tersebut dipelajari dan data-data yang menggambarkan aktivitas antioksidan dari kulit kopi dapat dikombinasikan sehingga dapat diketahui potensi kulit kopi sebagai produk kosmetik anti-aging. Berdasarkan hasil yang didapatkan, kulit kopi memiliki kandungan fenolik dan aktivitas antioksidan sangat kuat (nilai IC50 < 50 ppm). Untuk meningkatkan aktivitas antioksidannya, kulit kopi dapat disangrai terlebih dahulu pada suhu optimum 150OC selama 25 menit. Kemudian, sampel diekstraksi dengan metode water bath selama 1 jam pada suhu 60oC menggunakan pelarut etanol:air (1:1), selanjutnya sampel dapat difraksinasi dengan pelarut polar. Untuk meningkatkan %inhibisi sampel, maka konsentrasi ekstrak atau fraksinasi yang digunakan harus ditingkatkan. Berdasarkan hasil yang didapatkan, limbah kulit kopi berpotensi sebagai bahan baku pada produk kosmetik anti-aging dengan optimasi pada proses preparasi sampelnya untuk mengoptimalkan aktivitas antioksidannya. Dengan ditemukannya potensi pada limbah kulit kopi sebagai bahan baku pada produk kosmetik anti-aging, maka selanjutnya dapat dibuatkan penelitian mengenai formulasi serta evaluasinya pada produk kosmetik anti-aging dengan bahan baku limbah kulit kopi.
Review : Studi Formulasi dan Evaluasi Lulur Ampas Kopi Robusta Putu Elsabella Putri Utami; Putu Sanna Yustiantara
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 1 (2022): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2022
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2022.v01.i01.p48

Abstract

Kopi robusta merupakan salah satu produk kopi yang dibudidayakan dan dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia selain kopi arabika. Kopi juga telah dimanfaatkan menjadi berbagai produk kosmetik salah satunya lulur atau scrub. Tujuan review artikel ini adalah untuk mengetahui formulasi terbaik dan evaluasi lulur ampas kopi robusta. Metode penelitian dilakukan dengan mengumpulkan jurnal nasional maupun internasional dalam tentang 5 tahun terakhir. Didapatkan 2 jurnal utama dan 3 jurnal pendukung. Formulasi lulur ampas kopi robusta dengan ampas kopi sebanyak 15%, asam stearat 7,5 gram, trietanolamin 1 gram, cetyl alcohol 0,5 gram, propilen glikol 2,5 gram, gliserin 2,5 gram, metil paraben 0,3 gram, dan propil paraben 0,05 gram memberikan hasil terbaik. Uji evaluasi formula diantaranya uji organoleptis, uji tipe emulsi, uji pH, uji homogenitas, uji daya sebar, uji daya lekat, uji iritasi, dan uji efektifitas sediaan lulur. Data formulasi dan metode evaluasi lulur ampas kopi robusta hasil review dapat menjadi pertimbangan dalam formulasinya sehingga kesalahan yang mungkin dapat terjadi dalam proses tersebut dapat dihindari.
Potensi Ekstrak Daun Kersen (Muntingia Calabura L.) Sebagai Bahan Aktif Formulasi Masker Peel-Off Antioksidan I Made Saka Palguna; Putu Sanna Yustiantara
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 1 (2022): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2022
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2022.v01.i01.p49

Abstract

Kulit menjadi lapisan pelindung terluar tubuh dari paparan polusi lingkungan, khususnya kulit wajah yang terpapar langsung oleh sinar ultraviolet (UV). Paparan radikal bebas dari lingkungan memicu pembentukan radikal bebas yang disebut juga reactive oxygen spesies (ROS), sehingga diperlukan senyawa antioksidan yakni senyawa yang mampu memutus reaksi rantai oksidatif yang diakibatkan radikal bebas dengan mekanisme menyumbangkan elektronnya kepada molekul radikal bebas. Salah satu bahan alami yang dapat digunakan sebagai antioksidan yaitu daun kersen. Daun kersen dibuat dalam sediaan masker peel-off karena mudah dibersihkan, dapat dengan mudah untuk diangkat maupun dilepaskan seperti membran elastis serta mampu membuat otot wajah lebih rileks, menyegarkan, melembabkan kulit wajah, dan melembutkan kulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi daun kersen sebagai bahan aktif dalam pembuatan masker peel-off yang dapat digunakan sebagai antioksidan yang lebih aman untuk kulit karena berbahan dasar alami. Adapun metode yanag digunakan yaitu dengan studi Pustaka yang diperoleh secara online melalui Google Scholar dan Pubmed yang dipublikasi pada rentang tahun 2017- 2022. Hasil yang diperoleh yaitu daun kersen berpotensi digunakan sebagai bahan aktif masker peel-off dikarenakan daun kersen memiliki senyawa aktif fenolik, tannin dan flavon menjadi senyawa utama yang berperan sebagai antioksidan. Simpulan yang diperoleh yaitu ekstrak daun kersen berpotensi sebagai bahan aktif dalam pembuatan masker peel-off karena kandungan metabolit sekundernya merupakan antioksidan kuat. Dengan demikian diharapkan kedepannya ekstrak daun kersen diharapkan dapat berpotensi sebagai antioksidan dalam sediaan masker peel-off.
Potensi Daun Kelor (Moringa oleifera) Sebagai Antibakteri Pada Sediaan Gel Untuk Mengatasi Jerawat I Gede Ngurah Aldiantara Merta; Putu Sanna Yustiantara
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 1 (2022): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2022
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2022.v01.i01.p50

Abstract

Jerawat merupakan salah satu permasalahan kulit wajah yang paling sering terjadi terutama dikalangan remaja, jerawat umumnya disebabkan karena adanya infeksi bakteri. Pengobatan dengan bahan alami seperti tanaman adalah alternatif yang lebih aman karena berbahan dasar alami. Salah satu bahan alami yang dapat dimanfaatkan untuk antibakteri untuk mengatasi jerawat yang dibebkankan bakteri yaitu daun kelor. Daun kelor dapat dibuat dalam sediaan gel karena memiliki keuntungan lebih sejuk, serta cepat menguap sehingga dapat membantu jerawat cepat mengering. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui potensi potensi daun kelor yang dapat digunakan sebagai gel antibakteri untuk mengatasi jerawat yang lebih aman untuk kulit karena berbahan dasar alami. Adapun metode yanag digunakan yaitu dengan studi Pustaka yang diperoleh secara online melalui Google Scholar dan Pubmed yang dipublikasi pada rentang tahun 2017-2022. Hasil yang diperoleh yaitu daun kelor berpotensi digunakan sebagai gel anti jerawat dikarenakan daun kelor memiliki senyawa aktif yang mampu menghambat produksi metabolit toksin serta dapat menghambat asam lemak pada bakteri penyebab jerawat. Simpulan yang diperoleh yaitu ekstrak daun kelor berpotensi sebagai gel anti jerawat karena mampu menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes, karena memiliki kandungan kuersetin yang berperan sebagai antibakteri. Dengan demikian, diharapkan kedepannya ekstrak daun kelor dapat berpotensi sebagai antibakteri penyebab jerawat pada sediaan gel antijerawat.
Review : Potensi Ekstrak Kopi Robusta dengan Metode Pengeringan Freeze Drying dalam Formulasi Masker Gel Peel-Off Gusti Ayu Dian Ratna Dewi; Eka Indra Setyawan
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 1 (2022): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2022
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2022.v01.i01.p51

Abstract

Penuaan kulit merupakan salah satu permasalahan yang sering dijumpai di masyarakat. Sehingga diperlukan suatu agen anti photoaging yang dapat mengurangi atau menghambat proses degeneratif tersebut. Salah satu bahan alam yang berpotensi sebagai agen photoaging yaitu kopi robusta. Kopi robusta mengandung senyawa asam klorgenat yang berfungsi untuk mencegah stres oksidatif. Dilakukan studi literatur terkait metode ekstraksi, pengeringan, dan formulasi ekstrak kopi robusta sebagai agen photoaging dalam bentuk masker gel peel off. Digunakan 2 jurnal utama sebagai pertimbangan formulasi terbaik masker gel peel off. Metode ekstraksi yang paling baik untuk kopi robusta adalah maserasi dengan pelarut etanol 96%. Metode pengeringan yang direkomendasikan untuk ekstrak kopi robusta adalah freeze drying. Formulasi masker gel peel off ekstrak kopi robusta dengan jumlah ekstrak 2%b/b, polivinil alkohol 12%b/b, HPMC 2%b/b, gliserin 6%b/b, Trietanolamin 2%b/b, dan metil paraben 0,2%b/b memberikan hasil yang lebih baik. Evaluasi yang dapat dilakukan untuk sediaan masker peel off diantaranya uji organoleptis, uji viskositas, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji waktu pengeringan masker, dan uji iritasi. Data yang telah dikumpulkan ini dapat menjadi acuan formulator untuk memformulasikan masker gel peel off ekstrak kopi robusta sehingga kesalahan formulasi dapat dihindari.
Potensi Serum Liposom Ekstrak Biji Kopi Arabika (Coffea arabica L.) Sebagai Antioksidan Diah Mawarni Fitriari; Eka Indra Setyawan
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 1 (2022): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2022
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2022.v01.i01.p35

Abstract

Kopi arabika mengandung kafein, polisakarida, trigliserida, asam klorogenat, dan asam lemak linoleate. Kandungan dari asam linoleate memiliki sekitar 40-45% yang berfungsi untuk melembabkan kulit dan meremajakan kulit. Ekstrak biji kopi arabika (Coffea arabica L.) diketahui memiliki aktivitas antioksidan. Kemampuan antioksidan pada biji kopi arabika tersebut dapat berpotensi sebagai kosmetika yaitu serum liposom. Artikel ulasan ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia dan mengetahui potensi sediaan serum liposom. Metode penulisan artikel ini dilakukan dengan beberapa studi literatur dari jurnal nasional maupun jurnal internasional. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji kopi arabika (Coffea arabica L.) memiliki aktivitas antioksidan karena polifenolnya. Polifenol bersifat sebagai antioksidan, sehingga dapat meredam radikal bebas. Bagian tanaman kopi yang dilaporkan memiliki aktivitas antioksidan adalah biji yang diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut metanol. Pada uji skrining fitokimia menunjukkan hasil bahwa ekstrak biji kopi arabika (Coffea arabica L.) mengandung golongan senyawa flavonoid, tannin, saponin, alkaloid, dan steroida. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa aktivitas antioksidan pada ekstrak biji kopi arabika (Coffea arabica L.) memiliki perbedaan. Ekstrak biji kopi arabika (Coffea arabica L.) kategori sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 12,427 ppm, 27,915 ppm. IC50 kategori sangat kuat jika nilai kurang dari 50 ppm, kuat jika memiliki nilai sebesar 50-100 ppm, kategori sedang sebesar 100-150 ppm, dan kategori lemah sebesar 151-200 ppm. Dengan demikian, ekstrak biji kopi arabika (Coffea arabica L.) dapat berpotensi sebagai antioksidan pada sediaan serum liposom.

Page 5 of 10 | Total Record : 95