cover
Contact Name
Eka Indra Setyawan
Contact Email
ekaindrasetyawan@unud.ac.id
Phone
+6281364892853
Journal Mail Official
indrasetyawan@ymail.com
Editorial Address
Department of Pharmacy Udayana University
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi (WSNF)
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : 29861772     DOI : https://doi.org/10.24843/WSNF.2022.v01.i01
Workshop dan Seminar Nasional Farmasi (WSNF) adalah sebuah kegiatan bertaraf nasional yang menyelenggarakan kegiatan workshop dan seminar kefarmasian untuk mengembangkan intelektualitas, softskill, wawasan, dan pengalaman peserta. Program ini merupakan program kerja Himpunan Mahasiswa Prodi Farmasi (HIMAFARMA) Prodi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana. Kegiatan ini juga didukung dengan adanya seminar prosiding yang memungkinkan peserta untuk mempublikasikan penelitiannya yang orisinal, kreatif, dan inovatif dalam bidang kefarmasian dan kesehatan ke masyarakat.
Articles 100 Documents
Review: SNEDDS Gel Kombinasi Ekstrak Daun Pegagan dan Daun Sirih Merah Sebagai Agen Penyembuh Luka Ni Putu Intan Satya Dewi; Sagung Chandra Yowani
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 1 (2022): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2022
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2022.v01.i01.p32

Abstract

Luka adalah keadaan terjadi putusnya jaringan tubuh yang menyebabkan fungsi tubuh terganggu dalam melakukan aktivitas. Luka apabila tidak diobati sesuai dengan pengobatan yang benar, maka rentan menyebabkan waktu penyembuhan luka menjadi lama. Ekstrak daun pegagan dan ekstrak daun sirih merah adalah kombinasi bahan aktif yang berpotensi dikembangkan dengan tujuan agar efektivitas penyembuhan luka meningkat, karena mengandung berbagai konstituen yang memiliki indikasi untuk mempercepat proses penyembuhan luka serta antibakteri. Namun, marker utama dari kedua zat aktif ini memiliki kelarutan yang buruk. Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) adalah suatu sistem penghantaran obat yang stabil sehingga sistem ini mampu membuat kelarutan dan bioavailabilitas zat aktif menjadi meningkat. Kecilnya ukuran partikel zat aktif akan meningkatkan luas permukaan kontak antara zat aktif dan pelarut, maka hal ini akan menyebabkan absorpsi, laju disolusi, serta kelarutan zat aktif meningkat. SNEDDS dibuat dengan mengkombinasikan ekstrak daun pegagan dan daun sirih merah sebagai bahan aktif dengan surfaktan dan ko-surfaktan dengan perbandingan 1: 6: 3 (1 mL capryol 90 (fase minyak), 6-mL tween 20 (surfaktan), dan 3-mL PEG 400 (ko-surfaktan)) lalu diformulasikan ke dalam sediaan gel dengan penggunaan karbopol sebagai gelling agent. Tujuan penelitian ini adalah untuk menambah wawasan serta memperbaharui pengetahuan masyarakat terkait kandungan kimia daun pegagan dan daun sirih merah sebagai agen terapi penyembuhan luka, beserta teknologi pembuatan SNEDDS-gel guna memperoleh hasil terbaik. Produksi agen terapi penyembuh luka berbahan dasar kombinasi kedua ekstrak ini dengan bentuk sediaan SNEDDS-gel berpsotensi dikembangkan menjadi produk herbal fungsional yaitu sebagai agen penyembuhan luka.
Review: Studi Kandungan Fitokimia dan Aktivitas Antibakteri Nagasari (Mesua ferrea) yang Berpotensi Digunakan sebagai Toner Wajah Ni Made Marisa Kumala Sari
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 1 (2022): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2022
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2022.v01.i01.p33

Abstract

Pemanfaatan sumber daya lokal merupakan langkah yang tepat untuk dapat membantu kehidupan dibandingkan dengan obat dari bahan sintetik. Pemanfaatan sumber daya lokal yang dapat digunakan salah satunya adalah untuk produk kecantikan. Produk kecantikan yang dibuat dapat berupa produk untuk perawatan wajah antibakteri. Salah satu tanaman yang diduga memiliki potensi sebagai antibakteri adalah nagasari. Nagasari atau yang dikenal dengan nama latin Mesua ferrea L termasuk dalam famili Calophyllaceae, asli Sri Lanka dan juga tersebar luas di Utara wilayah timur india. Di negara-negara Asia dan secara tradisional digunakan oleh masyarakat setempat untuk pengobatan berbagai penyakit termasuk asma, batuk, dispepsia, demam, gatal, mual dan penyakit ginjal. Artikel ulasan ini bertujuan merangkum penelitian terbaru tentang kandungan fitokimia nagasari dan aktivitas antibakterinya. Metode penulisan artikel ini adalah studi kepustakaan dari nasional dan jurnal internasional dengan menggunakan kata kunci antibakteri, fitokimia, Mesua ferrea, nagasari, toner. Pencarian berdasarkan kata kunci tersebut mendapatkan 28 artikel yang sesuai dengan kriteria inkulsi. Bagian tanaman nagasari yang dilaporkan memiliki aktivitas antibakteri adalah kulit batang, batang, daun, biji, dan bunga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nagasari dapat menghambat pertumbuhan bakteri yang ada di wajah, yaitu Staphylococcus aureus dengan nilai MIC sebesar 31,25 mg/mL bagian batang, bagian daun sebesar 2,5 mg/mL, dan bagian bunga sebesar 6,25 mg/mL, serta Staphylococcus epidermidis dengan nilai MIC sebesar 7,8 mg/mL pada bagian bunga. Berdasarkan hasil studi literatur, didapatkan bahwa beberapa kandungan fitokimia yang ada dalam nagasari memiliki peran sebagai aktivitas antibakteri yang berpotensi dijadikan sebagai produk kecantikan salah satunya adalah toner wajah.
Review Artikel: Aktivitas Antioksidan Formulasi Sediaan Krim dari Berbagai Tanaman Komang Tri Wahyu Widiantari; Pande Made Nova Armita Sari
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 1 (2022): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2022
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2022.v01.i01.p34

Abstract

Sediaan krim adalah salah satu sediaan farmasi yang memiliki tekstur setengah padat yang dialamnya mengandung bahan obat yang terdispersi serta terlarut pada bahan pelarut yang sesuai. Paparan sinar UV pada kulit mampu menyebabkan hiperpigmentasi, dehidrasi, peradangan, kerusakan kolagen, munculnya garis-garis halus, bitnik-bintik coklat dan kerutan yang mampu memicu timbulnya tanda-tanda penuaan dini. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka diperlukan senyawa antioksidan yang mampu mencegah efek negatif yang ditimbulkan radikal bebas pada kulit. Literatur review ini dilakukan dengan tujuan untuk merangkum serta memberikan informasi kepada pembaca mengenai potensi bahan alami dari berbagai tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan dalam sediaan formula krim. Metode yang digunakan dalam penelitian literature review article berupa pencarian data base melalui Google Scholar (2017-2022). Berdasarkan hasil pencarian melalui Google Scholar didapatkan 30 buah jurnal, dengan lebih dari 30 tanaman yang mempunyai aktivitas antioksidan dengan membandingkan nilai IC50 yang diperoleh. Dari berbagai jenis tanaman pada berbagai formulasi sediaan krim yang mempunyai aktivitas antioksidan yang tergolong sangat kuat (memiliki nilai IC50 < 50 ppm) pada sediaan krim yaitu daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) yang mempunyai nilai IC50 sebesar 0,118 ppm dengan konsentrasi ekstrak daun belimbing wuluh yang digunakan pada sediaan krim sebesar 7%.
Potensi Teh Herbal Herba Suruhan sebagai Anti- Hipertensi Melalui Aktivitas Penghambatan Angiotensin-Converting Enzyme (ACE) Ni Made Wuni Anamaptani
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 1 (2022): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2022
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2022.v01.i01.p36

Abstract

Prevalensi penderita hipertensi pada tahun 2018 di Indonesia mencapai 34,1% dan terus meningkat setiap tahunnya. Hipertensi ditandai dengan pembacaan tekanan darah sistolik yang melebihi nilai 140 mmHg dan tekanan darah diastolik melebihi nilai 90 mmHg. Penggunaan obat herbal sebagai pengobatan pendukung ataupun alternatif banyak diminati oleh masyarakat karena memiliki kelebihan dibandingkan obat sintetis konvensional yaitu lebih murah, aman, dan efek samping yang ditimbulkan lebih sedikit, sehingga aman digunakan dalam jangka waktu yang panjang. Herba suruhan atau Peperomia pellucida (L.) Kunth adalah salah satu tumbuhan yang diketahui memiliki aktivitas antihipertensi melalui penghambatan angiotensin converting enzyme (ACE). Tujuan dilakukannya review ini yaitu memperbaharui pengetahuan masyarakat terkait kandungan kimia dan manfaat herba suruhan untuk menurunkan tekanan darah, serta mengetahui metode pembuatan teh herbal dari herba suruhan yang mudah dan cepat, sehingga dapat dibuat secara mandiri dirumah. Data aktivitas herba suruhan sebagai antihipertensi didapatkan dengan penelusuran artikel-artikel dalam rentang waktu lima tahun terakhir melalui Google Schoolar. Beberapa keyword yang digunakan dalam pencarian artikel yaitu aktivitas Peperomia pellucida (L.) Kunth dan teh herbal Peperomia pellucida (L.) Kunth. Berbagai penelitian menunjukkan herba suruhan memiliki berbagai kandungan senyawa kimia, salah satunya adalah flavonoid yang memiliki aktivitas penghambatan angiotensin converting enzyme (ACE). Teh herbal dapat dibuat dengan menyeduh herba suruhan yang telah dikeringkan dengan air panas, kemudian air seduhannya diminum. Berdasarkan data penelitian yang telah ada, maka teh herbal dari herba suruhan memiliki potensi sebagai antihipertensi dan dapat digunakan sebagai pengobatan alternatif atau pendukung.
Potensi Niosom Ekstrak Green Coffee Beans sebagai Serum Wajah Antioksidan I Made Wahyu Surya Permana; Ni Made Widi Astuti
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 1 (2022): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2022
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2022.v01.i01.p37

Abstract

Paparan sinar UV berlebih pada kulit menyebabkan kerusakan foto-oksidatif melalui penghasilan reactive oxygen species dalam bentuk oksigen singlet, radikal superoksida dan radikal peroksida yang memicu sunburn, penuaan dini, fotodermatosis, psoriasis, dermatitis atopik, penurunan produksi kolagen dan kanker kulit. Sehingga diperlukan senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan untuk melindungi kulit dari stress oksidatif. Green coffee beans atau kopi hijau merupakan biji kopi yang tidak mengalami proses pemanasan. Green coffee beans mengandung asam klorogenat dan asam kafeat yang memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi. Antioksidan merupakan senyawa yang mudah teroksidasi, sehingga diperlukan inovasi dalam penghantarannya sebagai sediaan topikal. Nanoantioksidan menjadi salah satu pendekatan yang dilakukan untuk meningkatkan stabilitas dan pengiriman senyawa antioksidan secara topikal. Tujuan artikel ini untuk mengetahui potensi niosom sebagai sistem pembawa zat aktif green coffee beans dalam bentuk serum wajah. Metode yang digunakan untuk menyusun artikel ini adalah literature review. Hasil yang diperoleh yaitu ekstrak green coffee beans memiliki efek penghambatan yang tinggi terhadap radikal bebas bila dibandingkan dengan coffee roasting. Hal tersebut dikarenakan asam klorogenat mengalami degradasi selama proses pemanasan. Sistem pembawa niosom mampu menjaga stablitas dan meningkatan aktivitas antioksidan dari senyawa fenolik seperti asam klorogenat dan asam kafeat. Sehingga sistem pembawa niosom yang mengandung ekstrak green coffee beans berpotensi sebagai serum wajah antioksidan.
Aktivitas Farmakologi Jamur Endofit Tanaman Suku Zingiberaceae Sebagai Kandidat Produk Kosmetik Hijau Caresya Insani Bangga Nabila; Ni Putu Ariantari
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 1 (2022): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2022
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2022.v01.i01.p38

Abstract

Kosmetik hijau adalah kosmetik yang terbuat dari bahan alami, tanpa pewarna atau pengawet buatan, dan lebih ramah lingkungan. Konsumen yang sadar kesehatan akan memilih produk kosmetik hijau karena tidak mengandung bahan yang dapat membahayakan tubuh. Mikroorganisme yang berpotensi untuk dijadikan bahan kosmetik hijau adalah jamur endofit. Jamur endofit adalah mikroorganisme yang hidup di dalam jaringan tanaman, seperti bunga, akar, daun, batang, hingga biji. Jamur endofit tidak membahayakan atau merugikan tanaman inangnya. Jamur endofit merupakan sumber potensial senyawa metabolit. Kajian ini disusun berdasarkan studi literatur jurnal nasional dan internasional menggunakan basis data Google Scholar, Science Direct, dan PubMed yang kemudian dipilah sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Jamur endofit dari tanaman suku Zingiberaceae seperti Zingiber officinale, Kaempferia galanga, Curcuma longa, dan Curcuma xanthorrhiza menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap strain bakteri Staphylococcus aureus. Diameter zona hambat jamur endofit tanaman tersebut berada pada rentang 8-32 mm. Selain itu, pada jamur endofit dari tanaman suku Zingiberaceae juga terdapat aktivitas antioksidan. Berbagai hasil studi tersebut menunjukkan jamur endofit dari tanaman rimpang berpeluang dikembangkan lebih lanjut sebagai bahan baku produk kosmetik, khususnya untuk produk anti jerawat dan juga anti-aging. Penelitian lebih lanjut untuk menemukan senyawa bioaktif dari jamur endofit tanaman suku Zingiberaceae perlu dilakukan untuk ekplorasi mikroorganisme dalam sebagai sumber bahan baku produk kosmetik hijau.
Skrining Senyawa Aloesin Pada Lidah Buaya (Aloe vera (L.) Burm.f.) sebagai Antikanker Prostat Secara In Silico Ni Luh Putu Cintya Pramesti; Ni Putu Linda Laksmiani
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 1 (2022): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2022
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2022.v01.i01.p39

Abstract

Kanker prostat merupakan tumor ganas yang menempati urutan kelima jumlah penderita terbanyak pada pria di Indonesial. Salah satu penyebab terjadinya kanker prostat yaitu adanya ekspresi berlebih dari reseptor androgen yang meregulasi poliferasi sel kanker prostat pada kelenjar prostat. Tumbuhan lidah buaya (Aloe vera (L.) Burm.f.) diduga memiliki aktivitas sebagai antikanker. Salah satu senyawa yang terdapat di dalam tumbuhan lidah buaya dalam jumlah besar adalah aloesin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi senyawa aloesin dari lidah buaya sebagai antikanker prostat terhadap reseptor androgen menggunakan metode molecular docking secara in silico. Pengujian dilakukan dalam beberapa tahapan meliputi penyiapan database struktur 3D senyawa aloesin (CID: 160190) serta reseptor androgen (PDB ID: 3b67), preparasi serta optimasi aloesin menggunakan Hyperchem 8, preparasi reseptor androgen menggunakan Chimera 1.11.1, validasi metode molecular docking dan docking senyawa aloesin dilakukan dengan menggunakan aplikasi AutoDockTools 1.5.6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode molecular docking menunjukkan hasil validasi yang valid karena nilai RMSD yang dihasilkan sebesar 0,62 Å (≤ 2 Å). Hasil docking menunjukkan nilai energi ikatan native ligand dengan reseptor androgen adalah sebesar -9,11 kkal/mol sedangkan nilai energi ikatan senyawa aloesin dengan reseptor androgen sebagai protein target adalah sebesar -10,68 kkal/mol. Hasil tersebut menunjukkan bahwa senyawa aloesin yang terkandung dalam tumbuhan lidah buaya memiliki afinitas sebagai inhibitor lebih kuat dan stabil terhadap protein target yaitu reseptor androgen dibandingkan dengan native ligandnya dengan nilai energi ikatan yang lebih negatif, sehingga diketahui bahwa senyawa aloesin memiliki potensi sebagai antikanker prostat secara in silico melalui penghambatan reseptor androgen.
Potensi Antijerawat Ekstrak Daun Paku Sarang Burung (Asplenium nidus L.) dalam Formulasi Nanoemulgel A. A. Sagung Indah Candra Putri; Putu Sanna Yustiantara
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 1 (2022): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2022
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2022.v01.i01.p40

Abstract

Kulit merupakan organ yang berfungsi melindungi tubuh manusia dari pengaruh lingkungan. Jerawat atau Acne vulgaris merupakan kelainan kulit kronis yang melibatkan folikel rambut dan kelenjar sebaseus. Salah satu penyebab jerawat adalah kolonisasi bakteri yang dapat diatasi dengan pemberian antibiotik. Paku sarang burung (Asplenium nidus) merupakan salah satu tanaman yang memiliki kandungan flavonoid yang tinggi, sebagian besar gliciridin-7-O-hexoside dan quercetin-7-O-rutinoside yang dapat digunakan sebagai antibakteri, antioksidan, dan anti kanker. Kuersetin adalah senyawa yang bersifat polar namun sukar larut dalam pelarut air sehingga untuk meningkatkan penetrasi zat aktif ke dalam kulit diperlukan suatu sistem formulasi nanocarrier yakni nanoemulgel. Nanoemulgel adalah nanoemulsi yang diinkoporasikan ke dalam basis hidrogel dimana nanoemulgel dapat menyempurnakan keterbatasan nanoemulsi yang memiliki viskositas yang rendah. Kajian ini bertujuan untuk memperbaharui pengetahuan terkini masyarakat terkait dengan alternatif pengobatan berbasis bahan alam beserta teknologi formulasi untuk meningkatkan penetrasi dan efektivitas antijerawat paku sarang burung (Asplenium nidus). Kajian ini diperoleh melalui pencarian data penelitian baik dari jurnal nasional dan internasional serta buku secara daring. Berbagai penelitian menunjukkan kandungan fitokimia, aktivitas antibakteri, dan teknologi formulasi nanoemulgel ekstrak paku sarang burung (Asplenium nidus) guna menghasilkan formulasi dengan efektivitas dan penetrasi tinggi. Formulasi nanoemulgel ekstrak paku sarang burung (Asplenium nidus) berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk herbal sebagai alternatif pengobatan jerawat.
Potensi Ekstrak Kulit Buah Manggis dalam Sediaan Salep sebagai Pengobatan Topikal terhadap Bakteri Penyebab Bisul I Kadek Avryo Artanugraha; Eka Indra Setiawan; Ni Putu Dinda Mirayanti
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 1 (2022): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2022
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2022.v01.i01.p41

Abstract

Penyakit kulit salah satunya yaitu infeksi kulit dapat terjadi dikarenakan luka kecil atau goresan pada kulit, bila banyak bakteri pada permukaan kulit seperti Staphylococcus aureus dapat mengakibatkan infeksi pada folikel rambut dan kelenjar keringat, bisul dan infeksi pada luka. Salah satunya dapat berupa bisul pada jaringan atau permukaan kulit dengan tanda khas yaitu inflamasi, nekrosis, dan pembentukan abses. Pengobatan infeksi kulit biasanya diobati dengan antibiotik. Namun, resistensi bakteri yang meluas terhadap obat yang ada telah mendorong ekstraksi agen antibakteri baru dari bahan alami, yaitu kulit manggis, yang diketahui mengandung bahan aktif maupun sifat antibakteri seperti flavonoid, xanton, tanin, terpenoid dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan kulit manggis dan potensinya sebagai agen topikal dalam pengobatan bakteri penyebab bisul. Metode penulisan artikel ini adalah dengan melakukan penelitian terhadap dokumen-dokumen dari jurnal dalam dan luar negeri dalam kurun waktu lima tahun terakhir dan buku-buku di bidang kefarmasian. Didapatkan hasil bahwa ekstrak kulit buah manggis berpotensi digunakan sebagai pengobatan topikal dalam menangani bakteri penyebab bisul dikarenakan dalam kulit buah manggis mengandung senyawa α-mangostin, xanthone, dan flavonoid yang memiliki aktivitas antibakteri dengan cara aktif dalam melawan Vancomycin resistant Enterococci (VRE) dan Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Kesimpulan yang didapat bahwa ekstrak kulit buah manggis berpotensi sebagai sediaan topikal dalam menangani bisul karena memiliki aktivitas antibakteri.
Studi Potensi Senyawa Hidrangenol dan Asam Hidrangeat dari Daun Hydrangea macrophylla sebagai Bahan Utama Aktif Khasiat Jamu Antidiabetes Ayu Pradnya Paramita
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 1 (2022): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2022
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2022.v01.i01.p42

Abstract

Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit metabolik yang menyebabkan tingginya angka mortalitas di dunia dan di Indonesia secara khususnya. Terapi farmakologi yang dilakukan untuk penyakit diabetes mellitus selama ini umumnya menggunakan obat-obatan antidiabetes oral seperti metformin dan obat-obatan antidiabetes injeksi seperti insulin. Namun seiring berkembangnya konsep back to nature, banyak penelitian yang dilakukan untuk mengetahui aktivitas antidiabetes pada senyawa bahan alam salah satunya pada tanaman kembang bokor (Hydrangea macrophylla). Artikel ini ditujukan mengetahui aktivitas antidiabetik senyawa hidrangenol (hydrangenol) dan asam hidrangeat (hydrangeic acid) dari daun Hydrangea macrophylla sebagai bahan aktif utama khasiat produk jamu antidiabetes. Pemaparan mengenai potensi daun Hydrangea macrophylla sebagai bahan utama aktif khasiat jamu antidiabetes disusun dengan menggunakan metode review artikel. Hasil menunjukkan bahwa senyawa hidrangenol dan asam hidrangeat memiliki aktivitas antidiabetes dengan mekanisme peningkatan absorpsi 2-deoksiglukosa ke dalam sel, peningkatan translokasi GLUT4 ke dalam membran plasma, dan peningkatan pelepasan hormon adiponektin yang bertanggung jawab atas terjadinya resistensi insulin yang terjadi terutama pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Kombinasi antara hidrangenol dan asam hidrangeat menjadikan daun Hydrangea macrophylla memiliki potensi yang besar sebagai bahan aktif utama khasiat (BAUK) produk jamu antidiabetes. Selain itu, dengan adanya phyllodulcin pada daun Hydrangea macrophylla juga menjadi keuntungan dari segi rasa jamu antidiabetes. Rasa manis yang berasal dari senyawa phyllodulcin dapat dijadikan solusi produk jamu antidiabetes tanpa penambahan gula berlebih sehingga tidak mengurangi khasiat dari bahan aktif utama.

Page 4 of 10 | Total Record : 100