cover
Contact Name
Indra Setiawan
Contact Email
mbcie.official@gmail.com
Phone
+628111619944
Journal Mail Official
mbcie.official@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Meruya Selatan No. 1 Kembangan Jakarta Barat
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering
ISSN : -     EISSN : 29884284     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering merupakan salah satu kajian yang membahas segala aspek ilmu bidang Teknik Industri. Seminar ini diselenggarakan oleh Program Studi Magister Teknik Industri Universitas Mercu Buana Jakarta. Seminar Nasional yang unik ini menyediakan forum bagi akademisi, peneliti dan praktisi dari berbagai industri untuk bertukar pikiran dan pengalaman serta berbagi perkembangan terkini di bidang teknik industri. Seminar ini telah membahas banyak hal terkait bidang Teknik Industri seperti Management Operation, Quality Engineering, Manufacturing System, Value Engineering, Optimization, Automation Industry, Strategic Management, Production Planning, Risk Management, Service Engineering, Simulation of Industrial System dan topik lainnya.
Articles 169 Documents
Analisis Kegagalan Sistem Preventive Maintenance Alat BTT 413 Dengan Menggunakan Metode FMEA Dan FTA Pada Perusahaan Pelayanan Pesawat Di Bandara Soekarno-Hatta Hakim, Ryan Hidayat Vieri
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 3 (2021): RESEARCH DEVELOPMENT BASED ON LITERATURE REVIEW
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perusahaan Pelayanan Pesawat di Bandara Soekarno Hatta pada Departemen Maintenance dan Engineering mengalami penurunan kinerja alat Baggage Towing Tractor pada nomor inventory 413. Pada unit BTT 413 mengalami 20 total kerusakan pada periode Januari sampai juni 2022. Oleh karena itu peneliti mencoba untuk memperbaiki kinerja alat dengan pendekatan Fault Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA). Penggunaan pareto menghasilkan 13 data jenis kerusakan salah satunya, yaitu tidak bisa start dengan bobot sebesar 30%, disk caliper pecah dengan bobot sebesar 10%, dan head lamp mati dengan bobot sebesar 10%. Dengan metode FMEA diketahui hasil RPN dengan nilai tertinggi sebagai prioritas perbaikan, yaitu tidak bisa start dengan nilai RPN 381, flange starter patah dengan nilai RPN 344, dan leaf spring patah dengan nilai RPN 236. Pada analisis FTA didapatkan akar penyebab kerusakan seperti elemen aki rusak, operator tidak melakukan daily check, mekanik tidak melakukan perawatan sesuai check sheet, dan lain sebagainya. Kemudian didapatkan usulan perbaikan untuk meningkatkan keoptimalan pada alat, yaitu melakukan training kepada operator, dan memastikan mekanik melakukan perawatan sesuai check sheet dan manual book.
Analisis Pengendalian Kualitas Pengelasan Pada Body Dump Truck Dengan Metode DMAIC Pratama, Pasca Fitri; Yuliarty, Popy
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 6 (2024): DOWNSTREAMING RESEARCH AND ENTREPRENEURSHIP IN THE DIGITAL ERA: CHALLENGING AND OPPORT
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/MBCIE.2024.029

Abstract

Semakin berkembangnya zaman, perusahaan dituntut untuk mempertahankan pangsa pasarnya, salah satunya adalah dengan mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk. Sebuah perusahaan karoseri di Tangerang yang memproduksi Body Dump Truck juga dituntut untuk melakukan pengendalian kualitas tersebut untuk dapat bersaing ditengah banyaknya industri karoseri. Dalam proses pembuatan produk tersebut, terdapat hambatan yaitu temuan-temuan defect pengelasan oleh Welding Inspector. Temuan defect pengelasan ini terjadi pada produk utamanya yaitu Body Dump Truck. Pada periode enam bulan produksi diketahui terdapat beberapa jenis defect yang paling umum menjadi temuan, yaitu porosity, undercut, spatter, crack dan slag inclusion. Perusahaan memberikan batas maksimal defect pengelasan adalah sebesar 0,3%. Dengan menggunakan pareto,diketahui jumlah tertinggi defect pengelasan yaitu porosity. Dari defect terbesar yang diketahui, pada penelitian ini difokuskan dalam mengidentifikasi dan memberikan usulan perbaikannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Six Sigma dan DMAIC. Dari penggunaan metode Six Sigma dan DMAIC tersebut dapat diketahui rencana atau usulan perbaikan. Usulan perbaikan diterapkan dengan pembuatan dan penerapan standar. Dari perbaikan tersebut didapatkan hasil penurunan defect porosity dan juga diikuti oleh meningkatnya nilai sigma dari 4.18 sigma menjadi 4.48 sigma.
Analisis Pengendalian Kualitas Limbah Cair Pabrik Susu Dengan Metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA) Bintara, Dhaha Yudha; Amrina, Uly
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 3 (2021): RESEARCH DEVELOPMENT BASED ON LITERATURE REVIEW
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengolahan limbah cair merupakan proses yang sangat penting untuk menjaga kelestarian lingkungan. Salah satu bentuk kualitas yang belum optimal adalah belum terkendalinya kadar Chemical Oxygen Demand (COD) pada industri susu, hal ini ditunjukkan dengan nilai kadar COD yang melebihi standar perusahaan sedangkan COD merupakan parameter kritis dalam mengetahui kualitas air bersih hasil pengolahan limbah pabrik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah pengolahan limbah cair terkendali, kemudian menganalisis faktor-faktor penyebab nilai COD di luar standar, memberikan usulan perbaikan dan mengetahui penurunan nilai COD dari hasil perbaikan. Pengambilan data dilakukan dengan melakukan pengujian secara langsung pada parameter COD. Selain itu, dilakukan brainstorming untuk membuat diagram fishbone dan FMEA sehingga didapatkan akar permasalahan yaitu kandungan limbah yang ekstrim dengan RPN sebesar 450. Oleh karena itu diperlukan adanya perbaikan dengan menggunakan konsep 5Why Analysis yang kemudian didapatkan usulan membuat suatu kondisi / area untuk menetralisir atau mengurangi konsentrasi limbah keluaran produksi dengan melakukan pengecekan dan netralisasi suhu dan pH di Bak Tampungan sebelum dilakukan pengolahan pertama di pre-treatment, dan membuat jadwal pencucian mesin.
Mengevaluasi Dampak Lingkungan Proses Destruksi Basah dan Destruksi Kering Dalam Kimia Analitik Menggunakan Metode Life Cycle Assessment Mayanti, Malinda; Herlianti, Rosi; Lukito, Tito
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 6 (2024): DOWNSTREAMING RESEARCH AND ENTREPRENEURSHIP IN THE DIGITAL ERA: CHALLENGING AND OPPORT
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/MBCIE.2024.019

Abstract

Isu lingkungan hidup menjadi hal yang sering dibicarakan di kancah global. Laboratorium menjadi sumber penghasil limbah B3 karena labolatorium umumnya menggunakan bahan-bahan kimia yang berbahaya jika dibuang langsung ke lingkungan. Selama beberapa tahun terakhir, kimia “hijau” telah dikembangkan pada praktik berkelanjutan di laboratorium dan industri untuk membatasi penggunaan energi, pelarut, dan bahan habis pakai. Beberapa alat penilaian “kehijauan” telah dikembangkan dalam beberapa tahun terakhir, namun tidak memberikan perkiraan kuantitatif mengenai dampak lingkungan dari kimia analitik. Penilaian siklus hidup atau  Life  Cycle  Assessment dapat melengkapi alat-alat ini karena merupakan metodologi holistik untuk menilai dampak lingkungan dari berbagai tahapan metode analitik, khususnya langkah preparasi sampel. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan prosedur pengujian destruksi basah atau destruksi kering yang menghasilkan dampak lingkungan lebih kecil secara keseluruhan menggunakan aplikasi simaPro 9.6.0.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur pengujian destruksi kering menimbulkan dampak yang lebih kecil dibandingkan prosedur pengujian destruksi basah di seluruh kategori dimana nilai persentasi dampak kerusakan pada kesehatan manusia sebesar 47%, kualitas ekosistem sebesar 48% dan sumber daya sebesar 49%. Berdasarkan nilai dampak kerusakan global warming potential, prosedur pengujian destruksi basah sebesar 7,54, hasil ini lebih besar dibandingkan dengan nilai prosedur pengujian destruksi kering sebesar 5,77.
Analisis Peningkatan Produktivitas Dengan Menggunakan Metode OMAX di Perusahaan Manufaktur Industri Perekat Suryani, Melisa; Triana, Novera Elisa
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 4 (2022): RENEWABLE ENERGY TOWARD SUSTAINABILITY OF SUPPLY CHAINS IN THE I4.0 ERA
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/MBCIE.2022.027

Abstract

Perusahaan industri perekat dimana tempat penulis melakukan penelitian Tugas Akhir memiliki masalah produk yang tidak memenuhi target, yaitu produk lem paper atau adhesive paper. Perusahaan memiliki target 1200 ton/tahun sementara perusahaan hanya dapat memproduksi 1.145,493 ton pada tahun 2019. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui indikator produktivitas, untuk mengetahui rasio terendah dan memberikan usulan strategi perbaikan. Penelitian ini menggunakan metode Objective Matrix dengan penentuan bobot masing-masing rasio menggunakan AHP, dan menentukan usulan perbaikan menggunakan Fault Tree Analysis. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan metode Objective Matrix diketahui bahwa rasio 5 memiliki nilai terendah diantara nilai rasio yang lain. Maka dilakukan usulan perbaikan pada rasio 5.
Analisis Mencegah Potensi Bahaya Dengan Metode Hiradc di Unit Operation & Maintenance MPS 3 PT APS Nando, M. Eggy Zulmi Zulmi; Farida, Farida
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 2 (2020): ARAH PENGEMBANGAN RISET ENGINEERING DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aviation company PT Angkasa Pura Solusi has a business unit of Operation & Maintenance work with activities to carry out generator maintenance, Ground Tank maintenance, Crane & Lift maintenance, transformer maintenance, etc., where each job has a high potential hazard at PT APS. Potential hazards can occur due to the working environment conditions and understanding of K3 workers is still lacking. Therefore, it is necessary to carry out risk management to identify hazards and control them using the HIRADC (Hazard Identification Risk Assessment and Determining Control) method. The results showed that there were 4 highest potential hazard risks in each MPS 3 Operation & Maintenance job, including electrocution, pinching, falling from a height and fire, where the potential hazards must be carried out risk control by inspecting equipment when going to work, using complete PPE, using full body hardness when working at height, team Safety Operation & Maintenance MPS 3 updates JSA and HIRADC, adds deficient SOPs and installs safety instructions at each work site
Analisis Pemilihan Vendor Untuk Mendukung Overhaul Auxilary Power Unit (APU) Dengan Metode AHP Di Perusahaan Perawatan Pesawat Albarty, Hanifa Fathiya; Torik, Torik
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 2 (2020): ARAH PENGEMBANGAN RISET ENGINEERING DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Business competition especially in the field of aircraft maintenance, price and time are the main points. In addition, capability will be an added value to attract consumers and absorb the market. Those with limited capability, usually must work with vendors to fulfill the part repair process. The company experienced a lot of delays in Turn Around Time (TAT) for the GTCP 131-9B Auzilary Power Unit (APU) project in 2019. The main problem that occurred was that APU part repaired at vendor delays, thus hampering maintenance process. To avoid the same problem, company will evaluate vendor selection to support maintain TAT on APU maintenance process. Currently, the company does not yet have an objective assessment for selecting vendors. The AHP method was chosen to solve the multi- criteria problem of selecting the best vendor according to the required criteria. In the hierarchical structure, company has five main criteria for evaluating four alternative vendors. With AHP method, it was found that the price and lead time criteria are the main priorities with a weight of 0.391 and 0.300. In addition, the best alternatives obtained vendor B with 0.443 score.
Peningkatan Nilai OEE Pada Proses Electro Deposition (ED) Dengan Metoda PDCA Pada Proses Painting di Perusahaan Kendaraan Bermotor Roda Empat Setiawan, Setiawan; Setiawan, Indra
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 6 (2024): DOWNSTREAMING RESEARCH AND ENTREPRENEURSHIP IN THE DIGITAL ERA: CHALLENGING AND OPPORT
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/MBCIE.2024.042

Abstract

Overall Equipment Effectiveness (OEE) adalah alat ukur kunci dalam evaluasi efisiensi proses produksi yang meliputi ketersediaan, performa, dan kualitas mesin atau peralatan. Studi kasus ini mengkaji penurunan signifikan pada nilai OEE dalam proses painting di industri kendaraan roda empat akibat breakdown mesin yang cukup lama di proses paint. Dengan menggunakan metoda PDCA, sistematika masalah dimulai dari mengidentifikasi akar masalah dengan menggunakan pareto diagram, menemukan akar masalah dengan diagram tulang ikan, melakukan perbaikan langsung di lapangan dan membuat standarisasi serta rencana perbaikan berikutnya. Perbaikan ini berhasil meningkatkan nilai OEE dari 82% menjadi 85% dengan menurunkan waktu breakdown sehingga didapat OEE yang sesuai dengan target yang ditetapkan perusahaan atau standar ideal perusahaan global. Studi kasus ini menunjukkan keberhasilan dalam mengurangi downtime mesin yang berdampak kepada meningkatnya efektifitas pengunaan equipment pada proses paint dan memberikan efisiensi dari ketersediaan waktu pada proses paint secara khusus dan efisiensi perusahaan secara keseluruhan
Pencegahan Keadaan Darurat Industri Kimia Studi Kasus PT.XYZ Mukti, Anggoro Daru; W. Panjaitan, M.M Lanny; Lukas, Lukas
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 6 (2024): DOWNSTREAMING RESEARCH AND ENTREPRENEURSHIP IN THE DIGITAL ERA: CHALLENGING AND OPPORT
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/MBCIE.2024.010

Abstract

Di dalam kegiatannya proses produksinya di Industri kimia disertai dampak positif dan negatif. Dampak positif dari industri kimia ini ini adalah dapat meningkatkan nilai ekonomi nasional serta menambah lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Dan dampak negatif nya adalah dampak keselamatan dan kesehatan kerja bagi pekerja dan lingkungan dan bahaya lainnya dari proses produksinya. Sebagai contoh risiko-risiko seperti ledakan, kebakaran dan risiko bahaya lainnya. Untuk mencegah kedaan darurat tersebut sesuai regulasi Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2019 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Keadaan Darurat Bahan Kimia Dalam Kegaiatan Industri Kimia. Maka PT. XYZ perlu dilakukan penilaian risiko dan kajian pencegahan dan penanggulangan keadaan darurat bahan kimia di PT. XYZ. Menggunakan Metode event tree analysis (ETA) pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis probabilitas kejadian kebakaran dari initiating Event. Hasil dari ETA kemudian dilanjutkan dengan perhitungan penilaian risiko untuk menghitung besaran risiko yang akan timbul.kriteria penilaian risiko menggunakan kriteria probability (kemungkinan) dan severity (keparahan) untuk matrik risiko yang digunakan oleh PT. XYZ menggunakan matrik 4x4 untuk worst case scenario 1 dengan nilai 2.5 x 10-1 menjadi 5 x 10-6 . Dan untuk worst case scenario 2 dengan nilai : 2.5 x 10-1 menjadi 5 x 10-6 .perlu secara rutin dilakukan preventive maintenance terhadap perlatan tanggap darurat yang ada dan selalu melakukan simulasi tanggap darurat untuk scenario terburuk yang kemungkinan terjadi di PT.XYZ.
Analisis Beban Kerja Dalam Menentukan Jumlah Tenaga Kerja Optimal di Departemen Quality Control PT NPI Dengan Metode Full Time Equivalent Rahmi, Fionalita; Suhada, Resa Taruna
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 6 (2024): DOWNSTREAMING RESEARCH AND ENTREPRENEURSHIP IN THE DIGITAL ERA: CHALLENGING AND OPPORT
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/MBCIE.2024.034

Abstract

Sumber Daya Manusia (SDM) adalah salah satu bagian terpenting dalam perusahaan, karena merupakan penggerak utama untuk mencapai tujuan perusahaan. Sumber daya manusia dapat menjadi masalah sebuah perusahaan dalam mencapai tujuannya dikarenakan banyaknya sumber daya manusia yang memiliki beban kerja tinggi hingga mempengaruhi kinerjanya sendiri. Oleh karena itu perusahaan memerlukan adanya perhitungan beban kerja untuk mengetahui beban kerja yang diterima oleh karyawannya. Metode yang digunakan pada perhitungan beban kerja ini adalah Full Time Equivalent (FTE) yang bertujuan untuk menghitung beban kerja yang selama ini diterima oleh karyawan dan kategori beban kerja yang diterima tersebut. Hasil dari penelitian ini yaitu pada posisi Supervisor, Staff, Analis Bahan Awal, Analis Produk Jadi, Analisa Stabilita, IPC Pengolahan, IPC Kemas, Helper masuk kedalam kategori Normal dimana nilai beban kerja berada pada range 1-1.28. Analis Mikro, Analis Bahan Kemas dan Petugas Sampling masuk pada kategori overload dimana nilai beban kerja lebih dari 1.28. Batasan dari penelitian ini yaitu tidak adanya perhitungan biaya, penelitian hanya di departemen QC dan saat penelitian diasumsikan bahwa tidak ada penambahan karyawan.