cover
Contact Name
Ratno Susanto
Contact Email
krepaabdimas@gmail.com
Phone
+62881026447491
Journal Mail Official
ratnosusanto142@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.warunayama.org/index.php/krepa/about/editorialTeam
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Published by CV. SW Anugerah
ISSN : 29883059     EISSN : 29883059     DOI : -
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Kreativitas Pada Abdimas Jurnal Pengabdian Masyarakat terbit empat Kali setahun yaitu Januari, April, Juli, Oktober yang membahas praktik dan proses pengabdian masyarakat. Musyawarah: Jurnal Pengabdian Masyarakat menyediakan forum bagi akademisi dan praktisi untuk mengeksplorasi masalah dan merefleksikan praktik yang berkaitan dengan layanan pengabdian masyarakat. Kreativitas Pada Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat adalah jurnal daring yang didedikasikan untuk publikasi artikel pengabdian masyarakat berkualitas tinggi yang berfokus pada implementasi layanan pengabdian kepada masyarakat
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 525 Documents
UPAYA SEKOLAH DASAR DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA SD DALAM HAL AKSI PEDULI LINGKUNGAN Jonex Osorio Suares William
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 1 No. 7 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8765/kpa.v1i7.491

Abstract

isu tentang permasalahan lingkungan hidup menjadi topik yang sering diperbincangkan di era globalisasi ini. Perilaku manusia dalam berinteraksi dengan lingkungan menjadi salah satu penyebab utama munculnya permasalahan lingkungan. Metode penelitian yang penulis gunakan dalam penyusunan review jurnal ini yaitu metode kuantitatif. Penulis mengumpulkan data dari rujukan artikel serta jurnal yang tersedia di website terpercaya. Data yang diambil yaitu kutipan dari kurang lebih 10 artikel serta jurnal yang diakses dari Google Scholar. Upaya Sekolah Dasar dalam mengembangkan karakter Siswa SD dalam hal aksi peduli lingkungan yakni dengan membuat program Adiwiyata berbasis partisipatif dengan melibatkan peran serta seluruh warga sekolah, orangtua siswa, masyarakat terkait pembelajaran lingkungan hidup. Program Adiwiyata berbasis partisipatif tidak hanya bertujuan untuk menjadikan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan saja, tetapi juga bertujuan untuk menumbuhkan nilai-nilai karakter pada diri siswa. Nilai-nilai karakter dapat dikembangkan melalui kegiatan pada program Adiwiyata berbasis partisipatif. Adapun nilai karakter yang tumbuh pada diri siswa Sekolah Dasar, yaitu gotong royong, peduli lingkungan, mandiri, kreatif, disiplin, nasionalis, religius, dan tanggung jawab.
MENINGKATKAN KESADARAN PELAJAR SMP NEGERI 34 MEDAN TERHADAP BAHAYA PERGAULAN BEBAS MELALUI PENDIDIKAN KARAKTER Muhammad Revi Sahbani; Fajar Utama Ritonga
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 1 No. 7 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8765/kpa.v1i7.492

Abstract

Di era sekarang, permasalahan utama yang harus diperhatikan adalah maraknya pergaulan bebas di kalangan pelajar. Hal ini didukung dengan minimnya kesadaran pelajar terhadap bahaya pergaulan bebas. Adapun penyebab dari minimnya kesadaran pelajar ialah sedikitnya pendidikan karakter yang diterima oleh pelajar di lingkungannya. Maka dari itu, untuk mengatasi permasalahan pergaulan bebas di kalangan pelajar dengan cara memberikan pendidikan karakter sejak dini. Praktikan sebagai pekerja sosial berusaha untuk mengatasi permasalahan pergaulan bebas di kalangan pelajar. Adapun cara pekerja sosial ialah membuat program meningkatkan kesadaran pelajar SMP Negeri 34 Medan melalui pendidikan karakter dengan menggunakan metode intervensi casework. Metode tersebut dilakukan melalui enam (6) tahap yaitu tahap engagement, tahap assessment, tahap perencanaan, tahap implentasi, tahap evaluasi, dan tahap terminasi. Setelah melaksanakan program, praktikan berhasil membuat pelajar tersadar bahaya akan pergaulan bebas dengan karakter yang kuat.
KETERAMPILAN NARAPIDANA YANG TERABAIKAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN Agung Maulana Slamet; Padmono Wibowo
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 1 No. 7 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8765/kpa.v1i7.494

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki keterampilan narapidana yang terabaikan di lembaga pemasyarakatan. Melalui pendekatan kualitatif menggunakan tinjauan literatur yang komprehensif, penelitian ini menganalisis isu-isu yang muncul dalam program pelatihan keterampilan di lembaga pemasyarakatan dan merekomendasikan langkah-langkah untuk meningkatkan implementasinya. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa program pelatihan keterampilan di lembaga pemasyarakatan masih memiliki tantangan dalam hal fokus, desain, dan implementasi yang mempengaruhi efektivitas program tersebut. Beberapa isu yang diidentifikasi termasuk kurangnya fokus pada pengembangan keterampilan kerja, kekurangan pelatihan keterampilan kehidupan sehari-hari, ketidaksesuaian program dengan kebutuhan individu, serta keterbatasan fasilitas dan sumber daya pelatihan. Oleh karena itu, rekomendasi yang diajukan adalah memperkuat kerjasama antara lembaga pemasyarakatan, pemerintah, dan sektor swasta, menyesuaikan program pelatihan dengan kebutuhan narapidana, menyediakan pelatihan keterampilan kehidupan sehari-hari, meningkatkan fasilitas dan sumber daya pelatihan, serta memberikan dukungan pascapembebasan kepada narapidana. Diharapkan bahwa implementasi rekomendasi ini akan meningkatkan efektivitas program pelatihan keterampilan narapidana di lembaga pemasyarakatan, membantu narapidana untuk sukses setelah pembebasan, dan berpotensi mengurangi tingkat kriminalitas.
STRATEGI PEMBINAAN KEROHANIAN ISLAM DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN MELALUI PROGRAM ONE DAY ONE AYAT Dima Aulia Adiba; Padmono Wibowo
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 1 No. 7 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8765/kpa.v1i7.501

Abstract

Pembinaan kerohanian dalam Lembaga Pemasyarakatan memerlukan alternatif program guna meningkatkan motivasi dari warga binaan pemasyarakatan. Kondisi warga binaan pemasyarakatan yang memerlukan bimbingan kerohanian guna mengembalikan hidup, kehidupan, dan penghidupannya. Salah satu program yang dapat dicanangkan pada pembinaan kerohanian khususnya agama Islam yaitu program One Day One Ayat (ODOA). Program ini merupakan program hafalan satu hari satu ayat diantaranya dapat berupa penghafalan ayat Al-Quran, doa harian maupun hadist yang disertai reward dan punishment. Tujuan program ini yaitu meningkatnya motivasi dari warga binaan pemasyarakatan dalam melaksanakan program pembinaan kerohanian. Penelitian ini dibuat dengan metode kualitatif deskriptif dan teknik pengumpulan data yang dipergunakan yaitu studi kepustakaan.
OPTIMALISASI PEMBINAAN KEMANDIRIAN NARAPIDANA: KUNCI SUKSES DALAM TERCAPAINYA TUJUAN PEMASYARAKATAN DAN REINTEGRASI SOSIAL Winner Nur Amalia; Padmono Wibowo
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 1 No. 7 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8765/kpa.v1i7.503

Abstract

Pemasyarakatan mempunyai tujuan untuk membentuk warga binaan pemasyarakatan agar menjadi manusia seutuhnya, menyadari kesalahan, memperbaiki diri dan tidak mengulangi tindakan pidana sehinga masyarakat dapat menerima mereka kembali. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Dirjenpas adalah merumuskan program pembinaan kemandirian narapidana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembinaan kemandirian dalam menjamin tujuan pemasyarakatan agar dapat diterima Kembali oleh Masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan belum optimalnya pembinaan kemandirian untuk tercapainya tujuan pemasyarakatan, seperti masih adanya stigma negative dari Masyarakat sehingga menghambat dalam mencari pekerjaan. Langkah yang paling utama adalah menjalin relasi dengan Masyarakat terlebih dahulu. Selain itu Masyarakat juga perlu diberikan penyuluhan atau sosialisasi. Upaya tersebut agar narapidana dapat bereintegrasi di tengah masyarakat, sehingga mereka dapat dengan mudah mendapat pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan ekonominya.
KUALITAS BIMBINGAN DALAM MEMPENGARUHI TINGKAT RESIDIVISME KLIEN PEMASYARAKATAN Nabilah Novianti; Ali Muhammad
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 1 No. 7 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8765/kpa.v1i7.504

Abstract

Residivisme merupakan salah satu masalah utama dalam sistem pemasyarakatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kualitas bimbingan terhadap tingkat residivisme klien pemasyarakatan. Kajian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Berdasarkan hasil kajian literatur, ditemukan bahwa kualitas bimbingan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat residivisme klien pemasyarakatan. Penelitian-penelitian yang dikaji menunjukkan bahwa klien pemasyarakatan yang mendapatkan bimbingan yang berkualitas memiliki risiko residivisme yang lebih rendah dibandingkan klien pemasyarakatan yang tidak mendapatkan bimbingan atau mendapatkan bimbingan yang tidak berkualitas. Pengaruh kualitas bimbingan terhadap tingkat residivisme dapat dijelaskan melalui beberapa faktor, yaitu: Pemahaman diri: Bimbingan yang berkualitas dapat membantu klien pemasyarakatan untuk memahami penyebab tindak pidana yang dilakukannya. Pemahaman diri yang baik dapat mendorong klien pemasyarakatan untuk merubah perilakunya agar tidak mengulangi tindak pidana tersebut. Keterampilan sosial: Bimbingan yang berkualitas dapat membantu klien pemasyarakatan untuk mengembangkan keterampilan sosial yang diperlukan untuk hidup di masyarakat. Keterampilan sosial yang baik dapat membantu klien pemasyarakatan untuk menghindari konflik dan menyelesaikan masalah secara konstruktif. Motivasi: Bimbingan yang berkualitas dapat membantu klien pemasyarakatan untuk termotivasi untuk berubah. Motivasi yang tinggi dapat mendorong klien pemasyarakatan untuk mengikuti program pembinaan dan menerapkan keterampilan yang telah diperolehnya. Dengan meningkatkan kualitas bimbingan yang diberikan kepada klien pemasyarakatan, diharapkan dapat menurunkan tingkat residivisme dan meningkatkan keberhasilan klien pemasyarakatan dalam menjalani kehidupan di masyarakat.
EFEKTIVITAS PEMBINAAN KEPRIBADIAN NARAPIDANA SEBAGAI UPAYA DALAM MENCEGAH PENGULANGAN TINDAK PIDANA Sakira Fauziah; Padmono Wibowo
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 1 No. 7 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8765/kpa.v1i7.507

Abstract

Pengulangan tindak pidana oleh residivis merupakan sebuah realita kejahatan yang terjadi di lingkungan masyarakat dan cukup meresahkan. Para penjahat ini biasanya mengulangi kejahatan yang sama, meskipun dia sudah pernah dijatuhi hukuman pidana. Penanggulangan kejahatan residivis dilakukan dalam serangkaian sistem yang disebut dengan sistem peradilan pidana atau criminal justice system yang merupakan sarana dalam menanggulangi kejahatan. Banyak hal yang melatarbelakangi terjadinya residivis atau pengulangan tindak pidana, salah satunya yaitu pembinaan yang diberikan kepada narapidana di dalam Lembaga Pemasyarakatan. Terdapat dua program pembinaan yang diberikan kepada narapidana di dalam Lapas, yaitu program pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian. Program pembinaan kepribadian yang merupakan program yang berfokus pada pembinaan karakter narapidana, sedangkan program pembinaan kemandirian adalah program pelatihan intelektual dan kerja narapidana. Dengan diberikannya pembinaan yang efektf kepada narapidana diharapkan dapat mencegah terjadinya pengulangan tindak pidana. Tujuan dibuatnya makalah ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pembinaan narapidana dalam rangka mencegah pengulangan tindak pidana. Program pembinaan kepribadian yang diberikan kepada narapidana ini telah memberikan efek jera kepada narapidana dan membuat narapidana menyadari akan kesalahannya sehingga tidak akan mengulangi tindak pidananya kembali.
IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBINAAN KEMANDIRIAN BAGI NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN Sarlan Alberto Marani; Padmono Wibowo
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 1 No. 7 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8765/kpa.v1i7.509

Abstract

Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pembinaan kemandirian dilaksanakan dan diterapkan di Lembaga pemasyarakatan. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan atau literature review adalah proses menyusun, mengevaluasi, dan mensintesis literatur atau penelitian yang telah ada dalam bidang tertentu. Pendekatan ini digunakan untuk memahami perkembangan terkini, pemahaman, serta tren dalam penelitian yang relevan dengan topik tertentu, seperti karya tulis ilmiah yang termuat dalam jurnal-jurnal, skripsi, peraturan-peraturan yang relevan dengan pokok bahasan,dll. Hasil dari analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa terdapat berbagai hambatan dan kendala dalam implementasi pembinaan kemandirian bagi narapidana seperti kurangnya sarana dan prasarana kegiatan kerja, kurangnya anggaran, kurangnya pelatihan kerja, kurangnya ketertarikan dan kemauan narapidana dalam mengikuti kegiatan pembinaan dan kurangnya profesionalitas petugas. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa implementasi pembinaan kemandirian bagi narapidana di Lembaga pemasyarakatan belum terlaksana secara optimal. Hal itu dapat terjadi karena dampak dari berbagai hambatan dan kendala yang terjadi dilapangan sehingga diperlukan metode terbaik untuk dapat mengatasi hal tersebut secara bijaksana.
MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK BANGSA MELALUI KEGIATAN KESENIAN: STUDI KASUS IMPLEMENTASI PROGRAM SENI DI SEKOLAH DASAR NEGERI 066651 MEDAN Albany Listian Hadi
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 1 No. 7 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8765/kpa.v1i7.542

Abstract

Kreativitas merupakan kualitas penting yang harus dikembangkan pada anak-anak agar mereka menjadi individu yang inovatif dan berdaya saing tinggi di masa depan. Kegiatan kesenian telah diakui sebagai sarana yang efektif dalam meningkatkan kreativitas anak-anak. Tujuan jurnal ini adalah untuk mengeksplorasi implementasi program seni di Sekolah Dasar Negeri 066651 Medan dan menganalisis dampaknya terhadap peningkatan kreativitas anak bangsa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program seni di Sekolah Dasar Negeri 066651 Medan telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kreativitas anak-anak. Program seni menyediakan ruang yang aman dan mendukung bagi siswa untuk bereksplorasi, menciptakan, dan berekspresi melalui berbagai bentuk seni. Program ini juga mendorong kolaborasi, pemecahan masalah, dan pemikiran kritis di antara siswa, sehingga memperkaya proses belajar mereka. Mereka menjadi lebih berani, percaya diri, dan mampu berpikir secara kreatif dalam menghadapi tantangan sehari-hari. Guru seni juga berperan penting dalam membimbing dan mendorong siswa untuk mengembangkan bakat dan minat seni mereka. Jurnal ini menyimpulkan bahwa kegiatan kesenian di Sekolah Dasar Negeri 066651 Medan memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kreativitas anak bangsa. Oleh karena itu, disarankan agar lembaga pendidikan dan pemangku kepentingan lainnya memperhatikan pentingnya memasukkan kegiatan kesenian ke dalam kurikulum pendidikan untuk menciptakan generasi yang lebih kreatif dan inovatif.
PENYULUHAN PROGRAM BALANCE WALK SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEIMBANGAN TUBUH LANSIA DI PANTI USIA LANJUT AISYIYAH SURAKARTA Dwi Rosella Komalasari; Sabina Afifatuzzahra; Annisa Khusnul Khotimah; Hanabilla Rawdhatul Jannah; Nafisa Destriana Putri; Fitri Kurniasari; Arif Pristianto
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 1 No. 8 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8765/kpa.v1i8.545

Abstract

Keseimbangan adalah salah satu aspek kritis dalam kehidupan sehari-hari manusia yang mencakup kemampuan tubuh untuk mempertahankan pusat gravitasi dan equilibrium baik secara statis atau dinamis saat ditempatkan dalam berbagai posisi (Swandari et al, 2016). Penurunan keseimbangan pada lansia terjadi karena faktor usia, kelemahan otot ekstremitas bawah, nyeri atau kekakuan pada sendi dan yang lainnya. Pengaplikasian balance walk exercise menjadi salah satu alternatif latihan yang dapat digunakan guna peningkatan keseimbangan pada lansia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan agar lansia di Panti Usia Lanjut Aisyiyah Surakarta mengetahui beberapa aspek penting terkait balance walk, termasuk faktor-faktor yang memengaruhi keseimbangan, teknik dan latihan untuk meningkatkan keseimbangan, aplikasi klinis dan praktis, serta implikasi balance walk. Penggunaan media edukasi berupa poster yang didalamnya terdapat gambar serta tata cara melakukan balance walk exercise serta simulasi gerakan latihan akan lebih mempermudah lansia untuk memahami apa yang kami sampaikan. Metode yang digunakan dengan melakukan pre test dan post test pemeriksaan keseimbangan, yaitu Time Up and Go Test. Setelah terlaksananya kegiatan penyuluhan dan simulasi balance walk exercise didapatkan hasil yang baik, dilihat dari hasil selisih pre test dan post test pemeriksaan keseimbangan dan juga respon serta antusia dari lansia saat mengikuti kegiatan ini. Pengaplikasian program latihan ini dapat digunakan sebagai program jangka panjang di panti usia lanjut aisyiyah surakarta sehingga selaras dengan tujuan utama dari program kegiatan ini.

Page 7 of 53 | Total Record : 525


Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 4 No. 12 (2025): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 4 No. 11 (2025): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 4 No. 10 (2025): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 5 No. 3 (2025): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 5 No. 2 (2025): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 5 No. 1 (2025): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 4 No. 9 (2025): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 4 No. 8 (2025): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 4 No. 7 (2025): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 4 No. 6 (2025): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 4 No. 5 (2025): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 4 No. 4 (2025): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 4 No. 3 (2025): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 4 No. 2 (2025): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 3 No. 12 (2024): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 3 No. 11 (2024): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 3 No. 10 (2024): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 2 No. 12 (2024): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 2 No. 11 (2024): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 2 No. 10 (2024): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 4 No. 1 (2024): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 3 No. 9 (2024): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 3 No. 8 (2024): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 3 No. 7 (2024): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 3 No. 6 (2024): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 3 No. 5 (2024): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 3 No. 4 (2024): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 3 No. 3 (2024): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 3 No. 2 (2024): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 3 No. 1 (2024): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 2 No. 9 (2024): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 2 No. 8 (2024): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 2 No. 7 (2024): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 2 No. 6 (2024): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 2 No. 5 (2024): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 2 No. 4 (2024): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 2 No. 3 (2024): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 1 No. 12 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 1 No. 11 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 1 No. 10 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 2 No. 2 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 2 No. 1 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 1 No. 9 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 1 No. 8 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 1 No. 7 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 1 No. 6 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krep Vol. 1 No. 5 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 1 No. 4 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 1 No. 3 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 1 No. 2 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 1 No. 1 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) More Issue