cover
Contact Name
Dian Kartika Sari
Contact Email
diankartikasari1989@gmail.com
Phone
+628568589020
Journal Mail Official
batikmu21@gmail.com
Editorial Address
LPPM UMPP, Gedung Rektorat UMPP Jl. Raya Pekajangan No 1A, Kecamatan Kedungwuni, Kabupateh Pekalongan, Kode Pos 51173
Location
Kab. pekalongan,
Jawa tengah
INDONESIA
Batik-Mu : Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27766888     DOI : 10.48144
Core Subject : Health, Science,
Jurnal ini memuat artikel pengabdian masyarakat bidang kesehatan meliputi keperawatan, kebidanan, farmasi, fisioterapi, kesehatan masyarakat dan kesehatan lainnya. Artikel-artikel yang dipublikasikan adalah hasil ulasan ilmiah yang baru. Artikel yang dimuat dijurnal batikmu merupakan artikel yang telah melalui proses review, keputusan diterima atau tidak merupakan hak redaksi.
Articles 96 Documents
The Pemanfaatan Jahe Merah Untuk Pencegahan dan Penatalaksanaan Kolesterol Tinggi dan Asam Urat di Dusun Kauman, Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul: Utilization of Red Ginger for the Prevention and Management of High Cholesterol and Uric Acid Levels in Kauman Hamlet, Gilangharjo Village, Pandak District, Bantul Regency Woro Supadmi; Muhammad Ridwan; Arini Salsabila; Ananda Ayu Chandra; Ilham Sasena
Batik-MU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Batikmu
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v6i1.2423

Abstract

High cholesterol and gout are prevalent health problems in the community and may lead to serious complications if not properly managed. This community engagement program aimed to enhance public knowledge and understanding of the use of red ginger (Zingiber officinale var. rubrum) as a supportive approach for the prevention and management of cholesterol and gout. The program was conducted in Kauman Hamlet, Gilangharjo Village, Pandak Subdistrict, Bantul Regency, employing health education sessions, dissemination of educational materials, and practical demonstrations of red ginger processing, with evaluation based on a pre-test and post-test design involving 38 participants. The results demonstrated a substantial improvement in participants’ knowledge, as indicated by an increase in the mean percentage of correct responses from 66.4% prior to the intervention to 90.5% following the intervention. These findings suggest that community-based education integrating local resources is effective in improving public understanding of cholesterol and gout prevention and management and in promoting healthy lifestyle practices.
Pemberdayaan Komunitas Pelari Melalui Wirausaha Produk Minuman Isotonik Alami Sehat Berbasis Bahan Lokal: Community Empowerment of Running Communities Through Entrepreneurship of Healthy Natural Isotonic Beverages Based on Local Ingredients Alpan Habibi; Eni Nuraeni; Eka Mardiana Afrilia; Putra Pratama; Khaerul Amri; Azizah Al Ashri Nainar; Daffa Ramzi Ramadhan; Mutiara Mardhotillah
Batik-MU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Batikmu
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v6i1.2427

Abstract

Komunitas lari memiliki kebutuhan tinggi terhadap asupan cairan dan elektrolit untuk mendukung performa dan menjaga kesehatan. Namun, minuman isotonik komersial umumnya mengandung pemanis buatan dan bahan tambahan yang berpotensi berdampak negatif jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan komunitas lari melalui pengembangan kewirausahaan berbasis produksi minuman isotonik alami dari bahan lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui enam tahapan utama, yaitu analisis kebutuhan, pelaksanaan pelatihan, pendampingan usaha, pembuatan branding, evaluasi, dan keberlanjutan program dengan melibatkan 30 anggota komunitas Freeletics Tangerang. Kegiatan meliputi edukasi mengenai kebutuhan hidrasi dan elektrolit serta kewirausahaan, pelatihan pembuatan minuman isotonik berbahan air kelapa, madu, dan buah-buahan, serta pendampingan dalam pengemasan, penentuan harga, dan pemasaran digital sederhana. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta, dengan skor rata-rata meningkat dari 46 menjadi 92. Seluruh peserta (100%) mengalami peningkatan keterampilan dalam memproduksi minuman isotonik alami yang sehat dan aman. Selain itu, kelompok peserta berhasil mengembangkan merek produk sebagai bagian dari luaran program. Program ini berpotensi meningkatkan kemandirian ekonomi komunitas sekaligus mendorong gaya hidup sehat melalui pemanfaatan bahan lokal. Kata kunci: Komunitas lari, Minuman isotonik, Pengabdian masyarakat Abstract Running communities have a high demand for fluid and electrolyte intake to support physical performance and maintain health. However, commercially available isotonic beverages often contain artificial sweeteners and additives that may have negative long-term health effects. This community service program aimed to empower a running community through entrepreneurship development based on the production of natural isotonic beverages using local ingredients. The program employed a participatory approach consisting of six main stages: needs assessment, training implementation, business mentoring, branding development, evaluation, and program sustainability, involving 30 members of the Freeletics Tangerang running community. Activities included education on hydration and electrolyte needs as well as entrepreneurship, hands-on training in producing natural isotonic beverages using coconut water, honey, and fruits, and mentoring on packaging, pricing, and simple digital marketing strategies. The results showed a significant improvement in participants’ knowledge, with the average score increasing from 46 to 92. All participants (100%) demonstrated improved skills in producing safe and healthy natural isotonic beverages. In addition, participant groups successfully developed a product brand as a program output. This program has the potential to enhance community economic independence while promoting a healthy lifestyle through the utilization of local resources. Keywords: Running Community, Isotonic Drink, Empowerment
PENDAMPINGAN IBU HAMIL DAN SUAMI DALAM PENGENALAN TANDA-TANDA KECEMASAN SERTA PERSIAPAN PERAWATAN BAYI BARU LAHIR UNTUK OPTIMALISASI 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN (HPK) Yuninda Loviana Ersianti; Lidia Aditama Putri; Winda Nur Musfiroh Agustin
Batik-MU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Batikmu
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v6i1.2434

Abstract

The first 1,000 days of life is a critical period that determines the quality of child health, growth, and development; therefore, maternal readiness to care for a newborn should be prepared during pregnancy. Anxiety during pregnancy and limited family support may reduce maternal preparedness for newborn care. This community service program aimed to improve the knowledge of pregnant women and their husbands regarding signs of anxiety and preparation for newborn care to optimize the first 1,000 days of life. The program employed an educational and participatory mentoring approach involving 26 pregnant women in the second and third trimesters and their husbands in Belimbing Sari Village, Sooko District, Mojokerto, from March to April 2026. Activities included pretest assessment, health education sessions, interactive discussions, direct assistance, and post-test evaluation. The results showed that the mean knowledge score increased from 34.6 in the pretest to 90.38 in the post-test. The proportion of respondents with good knowledge also increased from 15.4% to 88.5%. Wilcoxon signed-rank test demonstrated a statistically significant difference before and after the intervention (p=0.000; p<0.05). This program was effective in improving maternal knowledge and readiness for newborn care. Similar educational programs should be implemented continuously with family involvement to support maternal and infant health outcomes.
PEER GROUP BASED HEALTH PROMOTION: MENGUATKAN PENGETAHUAN GIZI DAN KESEHATAN REPRODUKSI UNTUK KEPUTUSAN SEHAT PADA REMAJA Nadia Taqiyya; Dewi Kartika Sari; Faizah Oktaviani
Batik-MU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Batikmu
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v6i1.2448

Abstract

Remaja rentan terhadap risiko kesehatan terkait gizi dan reproduksi karena literasi kesehatan yang terbatas. Pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk memperkuat pengetahuan remaja melalui pendekatan kelompok sebaya. Kegiatan dilaksanakan pada 44 siswi kelas IX SMP Islam Roudlotul Huda, meliputi penyuluhan gizi seimbang, edukasi kesehatan reproduksi, dan sesi praktik teman peduli. Evaluasi dilakukan melalui pre-post test dan observasi proses belajar. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai prinsip gizi seimbang, kesadaran kesehatan reproduksi, dan kemampuan memberikan dukungan teman sebaya. Disarankan kegiatan lanjutan memperluas sampel peserta dan meninjau media edukasi agar pengetahuan lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
OPTIMALISASI PERAN SUAMI MELALUI EDUKASI DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MATERNAL Pipit Sri Estuning Rahayu; Gama Dwi Fitrianawati; Elies Meilinawati
Batik-MU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Batikmu
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v6i1.2452

Abstract

Kesehatan ibu berfungsi sebagai metrik penting untuk mengevaluasi keadaan kesehatan masyarakat secara keseluruhan, yang dibentuk tidak hanya oleh layanan kesehatan tetapi juga oleh dukungan keluarga, terutama dari pasangan. Keterlibatan suami dalam memfasilitasi kesehatan ibu selama tahap kehamilan, persalinan, dan periode postpartum tetap tidak optimal karena berbagai hambatan sosial dan budaya, serta kekurangan pengetahuan terkait. Inisiatif pengabdian masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan keterlibatan suami melalui intervensi pendidikan yang bertujuan untuk memperkuat hasil kesehatan ibu. Metodologi yang digunakan melibatkan pemberian edukasi kepada pasangan yang sudah menikah melalui program penyuluhan terstruktur yang menekankan pentingnya dukungan emosional dan fisik, bersama dengan partisipasi dalam proses pengambilan keputusan terkait kesehatan. Temuan dari kegiatan menunjukkan peningkatan penting dalam pengetahuan dan pemahaman suami mengenai peran pendukung mereka dalam kesehatan ibu, akibatnya mengarah pada peningkatan kesiapan untuk tantangan yang terkait dengan kehamilan dan persalinan. Selain itu, edukasi juga mendorong partisipasi aktif suami dalam perawatan kesehatan ibu. Kesimpulannya, edukasi yang didasarkan pada pendekatan berbasis pasangan terbukti efektif dalam memperkuat peran suami, sehingga berkontribusi positif pada peningkatan kesejahteraan ibu.
Pemberdayaan Perempuan Dalam Keluarga Melalui Pelatihan Pembuatan Softener Pakaian Sebagai Upaya Peningkatan Kemandirian Ekonomi Di Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan St Rahmatullah; Wulan Agustin Ningrum; Yulian Wahyu Permadi; Princess Humayra Mahfuzh; Nugrahing Anindya Puspa
Batik-MU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Batikmu
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v6i1.2441

Abstract

Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, memiliki potensi pengembangan usaha rumah tangga, namun sebagian perempuan masih menghadapi keterbatasan keterampilan produktif yang bernilai ekonomi. Softener pakaian merupakan produk kebutuhan rumah tangga dengan tingkat penggunaan tinggi, bahan baku mudah diperoleh, serta memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai usaha rumahan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perempuan dalam pembuatan softener pakaian yang aman, efektif, dan bernilai ekonomis sebagai upaya pemberdayaan ekonomi keluarga. Metode yang digunakan berupa pendekatan partisipatif melalui penyuluhan, praktik langsung (learning by doing), serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Praktik meliputi pengenalan alat dan bahan, pemilihan bahan yang aman, proses pencampuran, pengadukan hingga homogen, penambahan pewangi, dan pengemasan produk. Hasil kegiatan pada 68 peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan nilai rata-rata pretest sebesar 70,87 ± 14,02 meningkat menjadi 95,70 ± 9,04 pada posttest (p<0,05). Selain itu, peserta mampu memproduksi softener secara mandiri dan memahami peluang pengembangannya sebagai usaha rumah tangga. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dan berpotensi mendukung kemandirian ekonomi keluarga secara berkelanjutan

Page 10 of 10 | Total Record : 96