cover
Contact Name
Fathul Qorib
Contact Email
fathul.indonesia@gmail.com
Phone
+6285354769970
Journal Mail Official
jise.journal@lenvari.org
Editorial Address
Perum Pesona Mutiara, Karangwidoro, Dau, Kabupaten Malang 65151
Location
Kab. malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Indonesian Society Empowerment
ISSN : 29878160     EISSN : 29877288     DOI : https://doi.org/10.61105/jise.v1i1
Journal of Indonesian Society Empowerment (JISE) adalah sebuah wadah menerbitkan dan menyebarluaskan gagasan dan penelitian di bidang pengabdian masyarakat, pekerjaan sosial, dan aktivitas pemberdayaan komunitas dan kemasyarakatan. Jurnal ini bertujuan untuk berkontribusi dalam pemahaman teoretis, membentuk kebijakan publik, dan melihat praktik aktivitas sosial. Kami menerima publikasi dosen, mahasiswa, peneliti, praktisi, profesional, dan pengabdi dengan fokus Community Empowerment; Social Access; Community Service; Education for Sustainable Development; Service to the Community; Training, Marketing, Technological Accuracy, and Design; Outskirt Areas and Undeveloped Areas; dan Education for Sustainable Development;
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2025): December" : 5 Documents clear
Simple Engineering-Based Cardboard Game Media to Support Contextual Learning at Al-Ya'lu Elementary School, Malang. Maulana, Jibril; Riyanto, Obaja Eden Sentosa; Sasongko, Muhammad Ilman Nur; Andrianto, Sis Nanda Kus; Lubis, Didin Zakariya
Journal of Indonesian Society Empowerment Vol. 3 No. 2 (2025): December
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jise.v3i2.264

Abstract

Educational games have been widely recognized as effective instructional tools that enhance students’ motivation and engagement in learning. This community engagement program aims to strengthen contextual learning for fourth- and fifth-grade students at SD Unggulan Al-Ya’lu through the development and implementation of simple engineering-based cardboard game media. The initiative addresses the school’s demand for practical and engaging teaching aids that connect abstract scientific concepts—such as force, motion, and simple mechanisms—with real-world phenomena. A problem-solving approach was employed, consisting of four key phases: preparation, program socialization, counseling, and hands-on training. During the implementation, students were guided to design and construct low-cost educational games made from recycled cardboard, including hydraulic claw machines and simple vending machines. The impact of the program was evaluated through pre-test and post-test assessments to measure students’ conceptual understanding. The results indicated a significant improvement in comprehension scores, increasing from an average of 64.36 to 87.05. This outcome reflects enhanced cognitive skills and a deeper understanding of basic mechanical concepts. Furthermore, the activity fostered collaboration, creativity, and active participation. These findings demonstrate that simple, low-cost engineering projects can serve as effective contextual learning media and provide sustainable pedagogical strategies for elementary education. Permainan edukatif telah terbukti dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan motivasi dan keterlibatan peserta didik. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pembelajaran kontekstual bagi siswa kelas IV dan V di SD Unggulan Al-Ya’lu melalui pengembangan dan penerapan media permainan kardus berbasis rekayasa sederhana. Inisiatif ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan sekolah terhadap media pembelajaran yang praktis dan menarik guna menjembatani konsep-konsep sains dasar—seperti gaya, gerak, dan mekanisme sederhana—dengan fenomena nyata di lingkungan sekitar. Pendekatan pemecahan masalah digunakan melalui empat tahapan utama, yaitu persiapan, sosialisasi program, penyuluhan, dan pelatihan praktik. Dalam pelaksanaannya, siswa dilatih untuk merancang dan membuat permainan edukatif berbiaya rendah dari kardus bekas, seperti mesin capit hidrolik dan mesin penjual sederhana. Dampak kegiatan dievaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman konsep siswa. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dari skor rata-rata 64,36 menjadi 87,05, yang mencerminkan peningkatan kemampuan kognitif dan pemahaman terhadap konsep mekanika dasar. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong kolaborasi, kreativitas, serta partisipasi aktif siswa. Temuan ini menegaskan bahwa proyek rekayasa sederhana berbiaya rendah dapat menjadi media pembelajaran kontekstual yang efektif serta mendukung strategi pedagogis berkelanjutan di pendidikan dasar.
Urgensi Pelatihan Branding Bagi UMKM dalam Pemasaran Melalui Media Sosial: Studi Kasus di Desa Sentol, Pademawu, Pamekasan Safira, Ulfa; Fauzuna, Hafidlatul
Journal of Indonesian Society Empowerment Vol. 3 No. 2 (2025): December
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jise.v3i2.299

Abstract

Branding in UMKM is the most influential thing in product marketing on social media platforms. However, this becomes a problem for UMKM actors in Sentol Village, because overall UMKM owners in Sentol Village do not know about the application of branding and the digital world such as E-Commerce. This causes UMKM product sales in Sentol Village to only focus on traditional markets. The scope of this study is the actualization of product branding to UMKM in Sentol Village to be more significant in terms of sales. The purpose of this study is to understand the problems regarding branding on the application of UMKM products, introducing branding techniques to UMKM in Sentol Village. This research method uses a qualitative method with an observation approach and documentation techniques, the observation approach is used to observe the behavior of UMKM in Sentol Village that are being experienced while the documentation technique is useful for strengthening data directly through photos. The results of this study are the limited access of UMKM in Sentol Village regarding branding, the level of knowledge of UMKM in Sentol Village regarding the digital world and the impact of this branding as an actualization for increasing product sales in UMKM in Sentol Village. Thus, the author's findings in the implementation of Community Service which took place in Sentol Village, Pamekasan Regency, showed a lack of understanding from UMKM actors regarding product branding and digitalization of UMKM that would be traded, so that this Community Service using seminar and training methods was very important for the progress of UMKM in Sentol Village. Branding dalam UMKM merupakan hal yang paling berpengaruh di pemasaran produk pada platform media sosial. Namun hal ini menjadi sebuah permasalahan bagi pelaku UMKM di Desa Sentol, sebab secara keseluruhan pemilik UMKM di Desa Sentol tidak mengetahui mengenai penerapan branding dan dunia digital seperti E-Commerce. Hal ini menyebabkan penjualan produk UMKM di Desa Sentol hanya fokus terhadap pasar tradisional. Cakupan dalam penelitian ini berupa aktualisasi branding produk kepada UMKM Desa Sentol agar lebih signifikan dalam aspek penjualan. Tujuan penelitian ini untuk memahami permasalahan mengenai branding terhadap penerapan produk UMKM, memperkenalkan teknik branding kepada UMKM di Desa Sentol. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan observasi dan teknik dokumentasi, pendekatan observasi digunakan untuk mengamati perilaku UMKM Desa Sentol yang sedang dialami sedangkan teknik dokumentasi berguna penguatan data secara langsung melalui foto. Hasil dari penelitian ini berupa keterbatasan akses UMKM di Desa Sentol mengenai branding, tingkat pengetahuan UMKM Desa Sentol terhadap dunia digital dan Dampak adanya branding ini menjadi aktualisasi bagi peningkatan penjualan produk di UMKM Desa Sentol. Dengan demikian temuan penulis pada pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat yang bertempat di Desa Sentol Kabupaten Pamekasan terdapat kekurangan pemahaman dari pelaku UMKM mengenai branding produk dan digitalisasi terhadap UMKM yang akan diperjual belikan sehingga Pengabdian Kepada Masyarakat ini menggunakan metode seminar dan pelatihan sangat penting bagi kemajuan UMKM Desa Sentol.
Pelatihan Public Speaking dalam Peningkatan Kapasitas bagi Penasihat Anak terkait Pemenuhan Hak Anak di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur Mustafa, Intan
Journal of Indonesian Society Empowerment Vol. 3 No. 2 (2025): December
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jise.v3i2.311

Abstract

The fulfillment of children's rights is a shared responsibility that requires active participation from various stakeholders, including child advisors who interact directly with children in diverse contexts. Effective communication skills, particularly in public speaking, are essential for child advisors to convey information, build trust, and advocate for children's rights effectively. This program aimed to enhance the capacity of child advisors through a comprehensive and practical public speaking training. Organized by Yayasan FREN, the training served as a contribution to strengthening the role of child advisors across different sectors. The methods used included lectures, simulations, hands-on practice, and performance evaluations. Results showed that 95% of participants found the training highly beneficial, with many expressing hopes that similar trainings be conducted regularly, both in their respective schools and at the district level. Additionally, there was a significant improvement in participants’ self-confidence, public speaking techniques, and understanding of the importance of effective communication in advocating for children's rights. Therefore, this training not only enhanced technical skills but also reinforced the role of child advisors as agents of change in the protection and fulfillment of children's rights. Pemenuhan hak anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan peran aktif dari berbagai pihak, termasuk penasihat anak yang berinteraksi langsung dengan anak-anak dalam berbagai konteks. Kemampuan komunikasi yang efektif, khususnya dalam bentuk public speaking, menjadi keterampilan penting bagi penasihat anak untuk menyampaikan informasi, membangun kepercayaan, dan memperjuangkan hak-hak anak secara optimal. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penasihat anak melalui pelatihan public speaking yang dirancang secara komprehensif dan aplikatif. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Yayasan FREN sebagai bentuk kontribusi dalam penguatan peran penasihat anak di berbagai lini. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi, simulasi, praktik langsung, dan evaluasi performa peserta. Hasil kegiatan menunjukkan 95% menyatakan pelatihan sangat bermanfaat, dan banyak di antara mereka menyampaikan harapan agar pelatihan seperti ini dilanjutkan secara berkala, baik di sekolah masing-masing maupun dalam skala kabupaten. Selain itu, terdapat peningkatan signifikan dalam kepercayaan diri, teknik berbicara di depan umum, serta pemahaman peserta terhadap pentingnya komunikasi efektif dalam advokasi pemenuhan hak anak. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat peran penasihat anak sebagai agen perubahan dalam perlindungan dan pemenuhan hak anak.
Penyuluhan dan Edukasi Pencegahan Cyberbullying bagi Generasi Z di MTs Muhammadiyah 02 Pekanbaru, Provinsi Riau Mairita, Desy; Nurbaiti, Nurbaiti; Haris, Aidil; Sayopi, Abdurrahman; Nurwalidaini, Nurwalidaini; Sumaiyah, Sumaiyah
Journal of Indonesian Society Empowerment Vol. 3 No. 2 (2025): December
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jise.v3i2.318

Abstract

This community service program aims to provide education on the responsible use of social media, often referred to as smart social media, and to increase students’ awareness of the risks and consequences of cyberbullying. The program targeted Generation Z, specifically 500 students from MTs Muhammadiyah 02 Pekanbaru who are in early adolescence, a developmental stage that is highly vulnerable to peer influence and digital interactions. The activities were carried out using a participatory educational approach through material presentations, discussions, question-and-answer sessions, and reflective dialogue. The socialization focused on the forms, impacts, and dangers of cyberbullying, as well as ethical principles aligned with Islamic values to help students distinguish appropriate and inappropriate behavior in digital spaces. The reflection results indicated that several students had experienced cyberbullying, while others normalized such behavior due to limited understanding of its harmful effects. After the program, students demonstrated improved comprehension regarding the dangers of cyberbullying and expressed a commitment to being more cautious in their digital communication, including choosing words carefully and behaving more responsibly on social media. These findings highlight the importance of digital literacy education and anti-cyberbullying initiatives in fostering a safe, ethical, and empathetic digital culture among adolescents. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai penggunaan media sosial secara bijak (smart social media) serta meningkatkan pemahaman siswa mengenai dampak dan risiko cyberbullying. Sasaran kegiatan adalah Generasi Z, yaitu siswa MTs Muhammadiyah 02 Pekanbaru berjumlah 500 orang yang berada pada rentang usia remaja, sebuah fase perkembangan yang masih rentan terhadap pengaruh lingkungan pergaulan dan interaksi digital. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan pendidikan partisipatif yang melibatkan sesi pemaparan materi, diskusi, tanya jawab, dan refleksi bersama. Sosialisasi difokuskan pada bahaya cyberbullying, bentuk-bentuk perundungan digital, serta prinsip etika komunikasi sesuai nilai-nilai Islam agar siswa mampu membedakan perilaku yang diperbolehkan dan dilarang di ruang digital. Hasil refleksi menunjukkan bahwa sejumlah siswa pernah menjadi korban cyberbullying, sementara sebagian lainnya belum memahami dampak serius dari tindakan tersebut sehingga cenderung menormalisasikannya. Setelah kegiatan berlangsung, siswa menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai konsekuensi cyberbullying dan berkomitmen untuk lebih berhati-hati dalam berinteraksi di media sosial, termasuk menjaga bahasa tulis, menghindari perilaku merendahkan, serta menggunakan media digital secara lebih bertanggung jawab. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi dan sosialisasi mengenai literasi digital dan anti‐cyberbullying sangat penting bagi remaja dalam membangun budaya komunikasi yang sehat dan beretika.
Penguatan Identitas Lokal melalui Dokumentasi UMKM Sagu Aren oleh Generasi Z di Desa Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur Wajihuddin, Wajihuddin; Rozi, Romdhi Fatkhur
Journal of Indonesian Society Empowerment Vol. 3 No. 2 (2025): December
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jise.v3i2.325

Abstract

Strengthening local identity is a crucial effort to maintain the sustainability of cultural values and economic potential of a village. This community service research aims to document sago palm MSME products as a representation of the local identity of Bangsalsari Village, with the active involvement of Generation Z. The methods used are a participatory approach through digital documentation training, interviews with MSME actors, and the publication of creative content based on social media. The results of the activity show that the documentation of sago palm products not only strengthens local branding but also increases marketing appeal with visual narratives that are attractive and easily accessible to the wider community. Generation Z, with their digital native skills, are able to utilize photography, videography, and social media technology to expand the reach of promotion while instilling a sense of pride in local potential. Furthermore, the collaboration between MSME players and the younger generation creates synergy that drives the development of the creative economy in the village. This program has a significant impact, not only on increasing the economic value of MSMEs, but also on strengthening the cultural identity of the Bangsalsari community. In the future, digital documentation carried out by the younger generation has the potential to become a model for sustainable empowerment based on local wisdom. Penguatan identitas lokal adalah upaya krusial untuk menjaga keberlanjutan nilai budaya dan potensi ekonomi suatu desa. Penelitian pengabdian ini bertujuan mendokumentasikan produk UMKM sagu aren sebagai representasi identitas lokal Desa Bangsalsari, dengan melibatkan peran aktif Generasi Z. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui pelatihan dokumentasi digital, wawancara dengan pelaku UMKM, serta publikasi konten kreatif berbasis media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dokumentasi produk sagu aren tidak hanya memperkuat branding lokal, tetapi juga meningkatkan daya tarik pemasaran dengan narasi visual yang menarik dan mudah diakses oleh masyarakat luas. Generasi Z, dengan kemampuan digital native yang dimilikinya, mampu memanfaatkan teknologi fotografi, videografi, dan media sosial untuk memperluas jangkauan promosi sekaligus menanamkan rasa bangga terhadap potensi lokal. Lebih jauh lagi, kolaborasi antara pelaku UMKM dan generasi muda menciptakan sinergi yang mendorong pengembangan ekonomi kreatif di desa. Program ini memberikan dampak signifikan, tidak hanya pada peningkatan nilai ekonomi UMKM, tetapi juga pada penguatan identitas kultural masyarakat Bangsalsari. Di masa depan, dokumentasi digital yang dilakukan oleh generasi muda berpotensi menjadi model pemberdayaan berbasis kearifan lokal yang berkelanjutan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5