cover
Contact Name
Hasan Syahrizal
Contact Email
jurnalihsan@gmail.com
Phone
+6282352818690
Journal Mail Official
jurnalihsan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sederhana Lorong Lambang Sari No.959, RT 001 RW. 006, Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 30259150     EISSN : 29871298     DOI : https://doi.org/10.61104/ihsan.v1i2
Fokus dan Ruang Lingkup Ihsan: Jurnal Pendidikan Islam menerima naskah asli yang tidak diterbitkan dalam bahasa Indonesia atau Inggris, berdasarkan penelitian dari metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif, campuran, atau metodologi apa pun yang terkait dengan pendidikan
Articles 479 Documents
Teologi Rasional Nurcholish Madjid Sebagai Basis Pembaruan Pemikiran Keagamaan Di Indonesia Said Romadhon
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i2.3341

Abstract

Pembaruan pemikiran Islam di Indonesia terus berkembang seiring dengan modernitas, globalisasi, dan meningkatnya kompleksitas persoalan keagamaan. Menguatnya kecenderungan keberagamaan yang tekstual, eksklusif, dan kurang adaptif menunjukkan perlunya kerangka teologis yang lebih rasional, kontekstual, dan inklusif. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep teologi rasional Nurcholish Madjid serta relevansinya dalam pembaruan pemikiran keagamaan di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kepustakaan, penelitian ini menelusuri karya-karya primer Nurcholish Madjid dan berbagai literatur akademik yang membahas kontribusi intelektualnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teologi rasional Cak Nur menempatkan akal sebagai instrumen utama dalam memahami esensi ajaran Islam. Pendekatan ini mendorong pembebasan dari literalisme sempit, keyakinan fatalistik, dan sakralisasi berlebihan terhadap aspek profan. Temuan juga menunjukkan bahwa teologi rasional memperkuat nilai etika, humanisme, dan prinsip tauhid sebagai dasar keterbukaan serta kemajuan sosial. Selain itu, rasionalitas menjadi fondasi pembaruan Islam melalui ijtihad, penafsiran kontekstual, dan keterlibatan kritis terhadap tantangan modern. Dalam konteks Indonesia, pemikiran Cak Nur berkontribusi besar terhadap penguatan pendidikan Islam, moderasi beragama, dan wacana Islam inklusif. Kesimpulannya, teologi rasional menawarkan paradigma konstruktif untuk mengembangkan pemikiran Islam progresif yang relevan dengan dinamika sosial kontemporer.
Efektivitas Sistem Penguatan (Reinforcement) dalam Pembelajaran Nahwu Sharaf pada Mahasiswa di Ma’had al-Jāmi‘ah IAI DDI Mangkoso Inarwati; Muhdin; Dika Tripitasari
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i2.3811

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, implementasi, respons mahasiswa, serta dampak sistem penguatan (reinforcement) dalam pembelajaran Nahwu–Sharaf di Ma’had al-Jāmi‘ah IAI DDI Mangkoso. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap mahasiswa yang mengikuti pembelajaran Nahwu–Sharaf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penguatan belum diterapkan secara optimal dan konsisten, karena sebagian besar reinforcement hanya muncul pada saat evaluasi atau ketika mahasiswa menjawab dengan benar. Penguatan yang diberikan juga masih didominasi penguatan verbal berupa koreksi atau penegasan jawaban, sementara bentuk apresiasi lain seperti reward akademik, umpan balik reflektif, dan penguatan berkelanjutan masih jarang dilakukan. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya motivasi, rasa percaya diri, serta keberanian mahasiswa dalam menerapkan kaidah Nahwu–Sharaf. Namun, ketika reinforcement diberikan secara rutin, mahasiswa menunjukkan peningkatan pemahaman, keberanian mencoba, serta pembiasaan mengulang materi dan menerapkan kaidah dalam kegiatan belajar. Dengan demikian, sistem penguatan terbukti memiliki peran penting dalam meningkatkan penguasaan dan pembiasaan Nahwu–Sharaf, sehingga perlu diterapkan secara lebih terencana, sistematis, dan berkelanjutan dalam proses pembelajaran di Ma’had al-Jāmi‘ah.
Makna keadilan Dalam Q.S al- Baqarah (2): 178 Studi perbandingan Hermeneutika Fazlur Rahman dan Fondasionalisme Normatif al- Ghazali M. Ilham Firmansyah; Achmad Mudzakkir Yusuf
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i2.4431

Abstract

Keadilan menjadi pijakan utama dalam ajaran Islam, salah satunya tampak dalam QS. Al Baqarah ayat 178 yang mengatur prinsip qishās dan alternatif maaf atau diyat. Ayat ini menegaskan kesetaraan hukum dan pembatasan pembalasan untuk mencegah ketidakadilan. Penelitian ini membandingkan dua pendekatan pemikiran besar dalam memahami makna keadilan tersebut: hermeneutika kontekstual Fazlur Rahman dan fondasionalisme normatif Al  Ghazali. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan analisis kualitatif komparatif. Pertama, dijelaskan prinsip hermeneutika gerakan ganda Rahman yang menelaah konteks historis dan kemudian menggeneralisasi prinsip universal untuk relevansi masa kini, termasuk fleksibilitas penerapan qishās, penekanan pada maaf dan diyat, serta rasionalisasi hukum. Kedua, diuraikan fondasionalisme Al Ghazali melalui kerangka maqāṣid al‑syarī‘ah, khususnya prinsip menjaga jiwa sebagai dasar hukum qishās, serta hierarki darūriyyāt, ḥājiyyāt, dan taḥsīniyyāt yang menegaskan landasan normatif dan spiritual Hasil analisis menunjukkan bahwa Rahman menekankan kontekstualisasi dan adaptasi untuk menciptakan keadilan yang relevan dengan dinamika modern, sementara Al Ghazali menegaskan kepedulian pada tujuan dasar syariat yang tetap kokoh sebagai pijakan moral dan hukum. Perbandingan ini memberikan gambaran keragaman interpretasi keadilan dalam Islam dan implikasinya bagi pengembangan pemikiran hukum serta praktik sosial kontemporer.
Pendidikan Inklusif sebagai Wujud Keadilan Sosial dalam Pendidikan Islam Juna, Altia; Nurhasanah, Siti; Puspika Sari, Herlini
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i2.5238

Abstract

Pendidikan inklusif merupakan pendekatan pendidikan yang menekankan kesetaraan akses belajar bagi seluruh peserta didik tanpa diskriminasi. Dalam konteks pendidikan Islam, konsep ini berkaitan erat dengan nilai keadilan sosial yang menempatkan setiap manusia pada kedudukan yang setara serta menghargai keberagaman sebagai bagian dari sunnatullah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendidikan inklusif sebagai wujud keadilan sosial dalam perspektif pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui kajian berbagai literatur ilmiah, artikel jurnal, dan sumber akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan inklusif memiliki landasan yang kuat dalam ajaran Islam yang menekankan nilai kesetaraan, keadilan, dan penghargaan terhadap martabat manusia. Implementasi pendidikan inklusif dalam lembaga pendidikan Islam dapat dilakukan melalui pengembangan kurikulum yang adaptif, penggunaan metode pembelajaran yang variatif, serta penciptaan lingkungan belajar yang ramah bagi seluruh peserta didik. Namun demikian, penerapannya masih menghadapi beberapa tantangan seperti keterbatasan sarana prasarana, kompetensi guru, serta pemahaman masyarakat tentang pendidikan inklusif. Oleh karena itu, pendidikan inklusif dapat menjadi upaya strategis dalam mewujudkan keadilan sosial dalam sistem pendidikan Islam.
Penguatan Karakter Islami melalui Pembelajaran PAI Berbasis Teknologi Digital Ivanda, Salsa Bila; Azwa, Nurul; Sari, Herlini Puspika
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i2.5288

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah memberikan dampak signifikan terhadap dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Perubahan ini menuntut adanya integrasi antara pemanfaatan teknologi digital dengan upaya penguatan nilai-nilai karakter Islami pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pembelajaran PAI berbasis teknologi digital dalam memperkuat karakter Islami, mengidentifikasi strategi yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran, serta menganalisis berbagai tantangan dan solusi dalam implementasinya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur (library research), yang bersumber dari jurnal ilmiah, buku, serta publikasi akademik yang relevan dengan pembelajaran PAI, pendidikan karakter, dan pemanfaatan teknologi digital dalam pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi digital dapat dimanfaatkan sebagai sarana yang efektif dalam mendukung internalisasi nilai-nilai karakter Islami melalui berbagai media pembelajaran, seperti video edukatif, platform pembelajaran daring, dan aplikasi interaktif. Strategi penguatan karakter Islami dapat dilakukan melalui integrasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran digital, keteladanan guru dalam etika bermedia, penguatan literasi digital berbasis nilai Islami, serta kerja sama antara sekolah dan orang tua. Namun demikian, implementasi pembelajaran PAI berbasis teknologi digital masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain rendahnya literasi digital, potensi distraksi dari penggunaan media digital, serta keterbatasan infrastruktur teknologi di sebagian lembaga pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kompetensi digital guru, penguatan pengawasan dalam penggunaan teknologi, serta kolaborasi berbagai pihak agar pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran PAI dapat berjalan secara optimal dalam membentuk karakter Islami peserta didik di era digital.
Transformasi Manajemen Pembimbingan di SD: Kolaborasi Guru, Orang tua, danTeknologi Fikratul Aulia; Siti Khamim; Dini Munawarroh
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.3432

Abstract

Manajemen pembimbingan yang efektif di Sekolah Dasar (SD) sangat krusial untuk memastikan perkembangan holistik siswa. Tantangan kontemporer menuntut adanya pergeseran paradigma, dari pendekatan konvensional menuju sistem yang lebih terintegrasi dan kolaboratif. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dan menguraikan model transformasi manajemen pembimbingan di tingkat SD melalui sinergi aktif antara guru, orang tua, dan pemanfaatan teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan analisis konsep terhadap model-model pembimbingan terpadu. Fokus utama adalah mengidentifikasi peran masing-masing pemangku kepentingan dan integrasi alat teknologi dalam kerangka kerja manajemen pembimbingan yang baru. Hasilnya menunjukkan bahwa transformasi manajemen pembimbingan menempatkan kolaborasi sebagai inti.Guru berperan sebagai fasilitator dan koordinator utama, orang tua sebagai mitra aktif dalam pengawasan dan dukungan pembelajaran di rumah, sementara teknologi (seperti platform komunikasi digital, aplikasi monitoring, dan sistem informasi sekolah) berfungsi sebagai katalis dan penghubung. Model ini menghasilkan manajemen pembimbingan yang lebih adaptif, personal, dan efisien, yang tidak hanya meningkatkan efektivitas intervensi tetapi juga memperkuat ekosistem pendidikan yang suportif.
Strategi Pedagogis Guru PAI dalam Penguatan Integritas Akademik Siswa Pada Penugasan di Era Kecerdasan Artificial Zahroul Firdausy; Barikatul Hikmah; Eka Wulandari; Surawan Surawan
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.5115

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia pendidikan memberikan kemudahan bagi siswa dalam mengakses informasi dan menyelesaikan berbagai tugas pembelajaran. Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan baru terkait dengan integritas akademik, khususnya dalam praktik kejujuran siswa dalam menyelesaikan penugasan. Dalam konteks ini, guru memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran etis serta membimbing siswa agar mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pedagogis guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam memperkuat integritas akademik siswa pada penugasan di era kecerdasan artifisial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilakukan di MA Raudhatul Jannah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan guru PAI, serta dokumentasi proses pembelajaran dan penugasan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan integritas akademik dilakukan melalui beberapa strategi pedagogis, antara lain penanaman nilai kejujuran dalam pembelajaran, pemberian pemahaman mengenai etika penggunaan teknologi, pengembangan desain penugasan yang menekankan refleksi dan orisinalitas siswa, serta pendampingan dan pengawasan dalam proses pengerjaan tugas. Strategi tersebut berkontribusi dalam membangun kesadaran siswa untuk menjaga kejujuran akademik sekaligus menggunakan teknologi secara etis dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan integritas akademik di era AI tidak hanya bergantung pada regulasi institusi pendidikan, tetapi juga pada strategi pedagogis guru dalam menanamkan nilai-nilai moral dan etika kepada siswa.
Pemanfaatan Virtual Reality (VR) dalam Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Materi Isra Mi’raj untuk Meningkatkan Minat dan Pemahaman Siswa Madrasah Ibtidaiyah Nabila Orin Nisa; Naili Nur Eliza; Lailani Lili Islami; Minhatir Rohmah; Nadya Komahnesi; Rohalinda Meyliana
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.5380

Abstract

Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di Madrasah Ibtidaiyah masih menghadapi berbagai permasalahan, terutama rendahnya minat belajar siswa serta kesulitan dalam memahami materi yang bersifat abstrak seperti peristiwa Isra Mi’raj. Karakteristik peserta didik yang didominasi oleh Generasi Z menuntut adanya inovasi pembelajaran berbasis teknologi digital yang interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan Virtual Reality (VR) sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan minat dan pemahaman siswa pada materi Isra Mi’raj. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) melalui analisis berbagai jurnal, buku, dan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan VR mampu menghadirkan visualisasi konkret terhadap materi abstrak, meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar siswa, serta memperkuat retensi pemahaman melalui pengalaman belajar yang imersif. Dengan demikian, Virtual Reality menjadi alternatif media pembelajaran inovatif yang relevan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran SKI di era digital.
Analisis Konsep dan Karakteristik Tauhid dalam Islam sebagai Landasan Keimanan dan Pedoman Hidup Umat Muslim Husen Firdaus; Wahyu Hidayat; Sendi; Mahfizul Amal; Muhammad Farhan
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.5440

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan karakteristik tauhid dalam Islam serta perannya sebagai landasan keimanan dan pedoman hidup umat Muslim. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena melemahnya pemahaman tauhid di kalangan umat Islam kontemporer yang ditandai dengan munculnya praktik sinkretisme, kultus individu, serta pemisahan antara nilai agama dan kehidupan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka (library research), yang bersumber dari Al-Qur’an, hadis, kitab tafsir, serta literatur klasik dan kontemporer yang relevan dengan tema tauhid. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis isi dan deskriptif-analitik guna memperoleh pemahaman yang komprehensif terhadap konsep tauhid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tauhid merupakan inti ajaran Islam yang mencakup tiga dimensi utama, yaitu tauhid rububiyyah, uluhiyyah, dan asma’ wa sifat, yang saling melengkapi dalam membentuk akidah yang utuh. Tauhid juga memiliki karakteristik utama berupa kemurnian ibadah kepada Allah, penolakan terhadap segala bentuk kesyirikan, serta sifatnya yang menyeluruh dalam seluruh aspek kehidupan manusia. Selain itu, tauhid berperan sebagai fondasi keimanan yang menentukan validitas seluruh amal, sekaligus menjadi pedoman dalam menjalankan ibadah, membentuk akhlak, dan membangun kehidupan sosial yang adil dan harmonis. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa tauhid bukan hanya konsep teologis, tetapi juga prinsip fundamental yang mengintegrasikan seluruh dimensi kehidupan seorang Muslim. Penguatan pemahaman tauhid yang benar menjadi sangat penting dalam menghadapi tantangan modernitas agar umat Islam tetap memiliki landasan spiritual dan moral yang kokoh.
Penerapan Nilai-Nilai Akhlak Dalam Kitab Tanbihul Ghafilin Untuk Mencegah Bullying Di MAS Tarbiyah Islamiyah Hamparan Perak Ramdan Haffiz; Khairuddin Lubis; Ahmad Ridwan
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i2.5460

Abstract

Akhlak merupakan suatu hambatan atau pun kondisi dimana siswa seringkali melakukan tindakan melenceng atau juga melakukan bullying. Masalah bullying atau perundungan sering terjadi di sekolah, masalah ini merupakan masalah penting yang perlu mendapatkan perhatian yang serius di kalangan para pendidik. Dikatakan demikian, karena bullying yang dialami peserta didik di sekolah akan membawa dampak negatif, baik terhadap diri sendiri, maupun terhadap lingkungannya. Berdasarkan observasi yang dilakukan di MAS Tarbiyah Islamiyah Hamparan Perak, pihak sekolah mengadakan kegiatan dakwah mingguan khususnya mengkaji kitab Tanbihul Ghafilin untuk mencegah terjadinya bullying di MAS Tarbiyah Islamiyah Hamparan Perak. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui upaya pihak sekolah dalam mengatasi tindakan perundungan atau bullying di sekolah dengan cara mengkaji kitab Tanbihul Ghafilin pada siswa MAS Tarbiyah Islamiyah Hamparan Perak. Dengan menggunakan metode peneletian teknik kualitatif. Menggunakan teknik pencarian data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil wawancara yang peneliti lakukan terhadap beberapa subjek seperti PKM III dan kepala sekolah. Upaya yang dilakukan pihak sekolah dalam mengatasi tindakan bullying adalah dengan mengadakan dakwah mingguan yang mengkaji kitab Tanbihul Ghafilin.