cover
Contact Name
Hasan Syahrizal
Contact Email
jurnalihsan@gmail.com
Phone
+6282352818690
Journal Mail Official
jurnalihsan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sederhana Lorong Lambang Sari No.959, RT 001 RW. 006, Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 30259150     EISSN : 29871298     DOI : https://doi.org/10.61104/ihsan.v1i2
Fokus dan Ruang Lingkup Ihsan: Jurnal Pendidikan Islam menerima naskah asli yang tidak diterbitkan dalam bahasa Indonesia atau Inggris, berdasarkan penelitian dari metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif, campuran, atau metodologi apa pun yang terkait dengan pendidikan
Articles 280 Documents
Tahapan Perkembangan Remaja: Perspektif Psikologis dan Implikasi Pendidikan Endah Tri Wisudahningsih; M,Havid Aminudin; Ivan Ramadhani
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i4.2448

Abstract

Permasalahan utama dalam penelitian ini meliputi ciri-ciri perkembangan remaja, tahapan perkembangan berdasarkan usia, faktor-faktor yang memengaruhi perubahan tersebut, serta implikasinya terhadap pendidikan dan interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik perkembangan remaja serta faktor-faktor yang memengaruhi proses tersebut pada berbagai tahapnya. Pendekatan yang digunakan adalah studi literatur dengan metode kualitatif, melalui pengumpulan dan analisis sumber-sumber ilmiah seperti jurnal, buku, dan artikel relevan. Hasil utama menunjukkan bahwa perkembangan remaja terbagi menjadi tiga tahapan utama: pra-pubertas, pubertas, dan adolesen, masing-masing dengan ciri fisik dan psikologis yang berbeda, serta adanya pengaruh faktor internal dan eksternal yang cukup besar terhadap proses tersebut. Selain itu, penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman komprehensif terhadap proses perkembangan ini agar dapat merancang strategi pendidikan dan pembinaan karakter yang lebih efektif sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik usia remaja. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam mendukung perkembangan optimal remaja sebagai dasar pembentukan generasi dewasa yang berkualitas
Pendekatan Ilmiah untuk Memahami Tingkah Laku Endah Tri Wisudaningsih; Indi Iklilah Nafisah; Jannah, Ina'ul
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i4.2487

Abstract

Masalah utama dalam mempelajari tingkah laku manusia terletak pada kompleksitas faktor yang memengaruhinya, mulai dari aspek biologis, psikologis, lingkungan sosial, budaya, hingga pengalaman individu. Kompleksitas ini dapat memunculkan perilaku maladaptif seperti rendahnya motivasi belajar, agresivitas, dan perilaku menyimpang yang berdampak pada perkembangan pribadi dan sosial. Karena itu, diperlukan pendekatan ilmiah yang mampu menjelaskan perilaku secara objektif dan mendalam. Penelitian ini bertujuan menguraikan cara ilmiah dalam mempelajari perilaku manusia serta mengevaluasi kelebihan dan keterbatasan setiap metode. Dengan menggunakan metode studi pustaka kualitatif, data diperoleh dari buku, jurnal, dan artikel ilmiah, lalu dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa observasi efektif menggambarkan perilaku nyata, eksperimen mampu menguji hubungan sebab-akibat melalui kontrol variabel, dan metode klinis memberikan pemahaman mendalam terhadap kasus individu. Kombinasi ketiganya memberikan gambaran komprehensif untuk memahami perilaku manusia dan meningkatkan strategipembelajaran serta intervensi sosial.
Komunikasi Konflik dan Resolusi di Lembaga Pendidikan Islam Abdul Wahid; M. Naqdzan Desmaniar; M. Fahrizal Basri
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i1.2614

Abstract

Penelitian ini mengkaji komunikasi konflik dalam lembaga pendidikan Islam sebagai fenomena yang tidak hanya berfungsi secara manajerial, tetapi juga sarat dengan dimensi etika dan spiritual berbasis nilai-nilai Islam. Fokus kajian diarahkan pada peran komunikasi sebagai faktor pemicu sekaligus instrumen strategis dalam proses resolusi konflik yang melibatkan relasi antara pimpinan, pendidik, peserta didik, serta pemangku kepentingan kelembagaan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui analisis teoritis terhadap literatur ilmiah yang relevan dalam lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa konflik dalam lembaga pendidikan Islam umumnya muncul akibat perbedaan persepsi, gaya komunikasi, latar belakang, dan kepentingan, yang termanifestasi dalam komunikasi interpersonal, intragroup, intergroup, hingga intraorganisasi. Integrasi prinsip resolusi konflik Islam seperti negosiasi, tabayyun, musyawarah, tahkim, dan islah dengan teori manajemen konflik modern terbukti mampu mengarahkan konflik ke arah konstruktif. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa penguatan kepemimpinan berbasis nilai Islam dan penerapan prinsip komunikasi efektif REACH menjadi fondasi utama dalam membangun budaya organisasi yang harmonis, produktif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan Islam
Pengaruh Pembelajaran Fiqh Ibadah terhadap Implementasi Karakter Religius Peserta Didik Kelas IX di Sekolah Menengah Pertama Nur Shania; Luthfiyah; Luthfia Rosidin; Nur Laila Ana
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i1.2859

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran Fiqh Ibadah terhadap implementasi karakter religius peserta didik kelas IX di SMP/MTs. Metode penelitian menggunakan mixed method dengan desain explanatory sequential, diawali dengan pengumpulan data kuantitatif melalui angket dan dilanjutkan dengan wawancara serta observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter religius peserta didik berada pada kategori cukup hingga baik, yang tercermin dari kedisiplinan dalam beribadah, sikap sopan, jujur, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun demikian, konsistensi dalam ibadah sunnah serta internalisasi nilai religius dalam konteks sosial masih perlu ditingkatkan. Pembelajaran Fiqh Ibadah yang menekankan pada pemahaman, praktik, dan refleksi nilai-nilai ibadah berpengaruh positif terhadap penguatan karakter religius peserta didik. Dengan demikian, pembelajaran Fiqh Ibadah berperan penting sebagai sarana dalam membentuk kesadaran spiritual dan kepribadian Islami secara menyeluruh
Kajian Perspektif Ian G. Barbour Mengenai Hubungan Sains Dan Agama: Model Konflik, Independensi, Dialog, Dan Integrasi Serta Implikasinya di Era Modern Solihah, Ade; Fahsa Rohaliana, Ismu; Rahmasari, Anisa; Prayogi, Arditya
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i1.2892

Abstract

Relasi antara sains dan agama pada era modern menuntut suatu kerangka konseptual yang tidak hanya mampu menjelaskan perbedaan epistemologis keduanya, tetapi juga membuka ruang harmonisasi nilai ilmiah dan spiritual dalam pengembangan pengetahuan dan pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara sistematis model hubungan sains dan agama menurut perspektif Ian G. Barbour yang meliputi konflik, independensi, dialog, dan integrasi, serta menelaah relevansinya dalam konteks pemikiran dan praktik keilmuan kontemporer. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-analitis berbasis kajian pustaka dengan menelaah karya-karya utama Barbour dan literatur akademik terkait guna mengidentifikasi karakteristik, asumsi epistemologis, serta implikasi normatif dari masing-masing model. Hasil kajian menunjukkan bahwa model dialog dan integrasi memiliki potensi paling konstruktif dalam menjembatani ketegangan antara rasionalitas ilmiah dan nilai-nilai keagamaan, karena keduanya mendorong keterbukaan, kolaborasi intelektual, dan penguatan dimensi etis dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan paradigma pendidikan dan wacana akademik yang bersifat holistik, kontekstual, dan berorientasi pada keseimbangan antara kemajuan sains dan pembentukan nilai spiritual dalam kehidupan modern
Analisis Penanaman Nilai Toleransi Antar Siswa Berbeda Agama Pada Pembelajaran PAI di SMPN 18 Semarang Ainurrifda Sakinatullatifah; Amaliya Fajriyyatin
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i1.3095

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dan efektivitas penanaman nilai toleransi antarumat beragama melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Negeri 18 Semarang, dengan fokus pada peran guru, praktik pembelajaran, serta respons siswa dalam konteks keberagaman. Menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus  dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, penelitian ini menemukan bahwa penanaman toleransi dilakukan secara terintegrasi melalui tiga ranah: (1) pembelajaran PAI di kelas yang mengacu pada Kurikulum Merdeka dan profil Pelajar Pancasila, dengan materi yang secara eksplisit mengangkat moderasi beragama serta penguatan nilai kearifan lokal; (2) kegiatan kokurikuler kolaboratif seperti penyembelihan dan pengolahan ayam oleh siswa Muslim dan Kristen yang memungkinkan siswa melakukan toleransi secara nyata sesuai prinsip keyakinan masing-masing; serta (3) partisipasi aktif dalam OSIS inklusif, di mana siswa lintas agama terlibat setara dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan, termasuk pembagian takjil di bulan Ramadan. Temuan lain menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki respons kognitif terbuka, afektif positif (nyaman, aman, diakui), dan perilaku inklusif, bahkan mampu membedakan antara keyakinan pribadi dan etika sosial publik, Faktor pendukung utama meliputi kompetensi guru berbasis pelatihan moderasi beragama, dukungan kepala sekolah, serta keterlibatan orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PAI di sekolah umum berpotensi menjadi wahana strategis pembinaan moderasi beragama dan karakter Pancasila, asalkan dilaksanakan secara kontekstual, partisipatif, dan berbasis pengalaman nyata.
Rekonsiliasi Sains Islam: Konsep, Prinsip dan Implementasi Humanisasi Ilmu Nur Shania; Arditya Prayogi; Lutfiyah; Minkhatul Maula
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i1.3184

Abstract

Krisis sains modern yang cenderung sekuler dan reduksionistik memunculkan kebutuhan mendesak untuk menghadirkan kembali dimensi etika, spiritual, dan kemanusiaan dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui rekonsiliasi sains dan Islam. Penelitian ini bertujuan menguraikan konsep, prinsip, dan implementasi humanisasi ilmu sebagai kerangka integratif dalam membangun epistemologi Islam yang memadukan wahyu, akal, dan pengalaman empiris. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap pemikiran Al-Attas, Nasr, Al-Faruqi, Al-Jabiri, dan Guessoum. Hasil kajian menunjukkan bahwa humanisasi ilmu berakar pada prinsip tauhid, kemaslahatan manusia, dan integrasi ilmu agama serta sains modern tanpa dikotomi, yang terejawantah dalam integrasi kurikulum, penguatan unity of sciences, serta pembelajaran dialogis yang membentuk insan kamil. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa humanisasi ilmu bukan sekadar wacana konseptual, melainkan strategi epistemologis dan pedagogis untuk membangun tradisi keilmuan Islam yang relevan, bermakna, dan berorientasi pada kemaslahatan umat manusia di era kontemporer.
Hermeneutika Hadis Zakat Profesi: Analisis Kritik Sanad dan Implementasi UPZ Baznas Telkom Purwantoro, Johni
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i1.4008

Abstract

Transformasi struktur ekonomi global dari basis agraris menuju masyarakat industri dan jasa telah melahirkan bentuk kekayaan baru yang tidak terekam secara eksplisit dalam teks-teks klasik Islam. Fenomena zakat profesi menjadi titik perdebatan teologis antara kaum tekstualis yang menolak karena ketiadaan dalil verbal, dengan kaum kontekstualis yang menerimanya sebagai keniscayaan keadilan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pembacaan ulang terhadap hadis-hadis zakat menggunakan pisau analisis hermeneutika Double Movement Fazlur Rahman dan Fiqh al-Waqi' Yusuf al-Qardhawi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik kritik sanad (naqd al-sanad) untuk membedah validitas perawi hadis zakat madu dan pengecualian zakat aset, serta studi kasus implementatif pada Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas Telkom Group. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara sanad, hadis yang menjadi sandaran qiyas zakat profesi memiliki perbincangan (maqal) pada perawi seperti Shadaqah bin Abdullah dan Makhul. Namun, melalui rekonstruksi hermeneutik, ditemukan bahwa ratio legis zakat adalah pada produktivitas harta, bukan jenis fisiknya. Implementasi di UPZ Telkom membuktikan bahwa pelembagaan zakat profesi melalui sistem payroll dan program pemberdayaan mampu mentransformasi teologi teks menjadi solusi pengentasan kemiskinan yang efektif.
Hadis Tujuh Kurma Ajwa dalam Perspektif Ilmu Hadis dan Sains Kontemporer Setiyowati, Heni
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i1.4010

Abstract

Hadis tentang anjuran mengonsumsi tujuh butir kurma Ajwa pada pagi hari sering dipahami secara populer sebagai sarana untuk menghilangkan racun dan menangkal sihir. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hadis tersebut secara akademik dengan menempatkannya dalam kerangka ilmu hadis dan dialog kritis dengan temuan sains kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitik terhadap sumber hadis primer, khususnya riwayat al-Bukhārī dan Muslim, serta literatur ilmiah modern mengenai kandungan bioaktif kurma Ajwa. Hasil kajian menunjukkan bahwa hadis tujuh kurma Ajwa berstatus sahih (muttafaq 'alaih) dan mengandung lafaz lam yaḍurruhu yang bermakna "tidak membahayakan", bukan pernyataan eksplisit tentang proses penetralan racun secara fisik. Sementara itu, temuan ilmiah modern mengindikasikan bahwa kurma Ajwa memiliki potensi protektif terhadap stres oksidatif dan inflamasi pada kondisi tertentu. Penelitian ini menegaskan bahwa relasi hadis dan sains bersifat dialogis dan komplementer dengan tetap menjaga batas epistemologis masing-masing disiplin
Pendekatan Teologi Dalam Memahami Hadist Nabi Allah Turun di Sepertiga Malam Rozianie, Jihan Fitri; Dadah, Dadah
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i1.4023

Abstract

Hadis tentang “Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir” merupakan salah satu hadis sifat yang kerap menimbulkan perdebatan teologis. Secara tekstual, hadis ini mengandung lafaz yang berpotensi menimbulkan pemahaman antropomorfis apabila dipahami secara literal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji status hadis tersebut dari sisi sanad dan matan, serta menganalisis pendekatan teologis para ulama dalam memahaminya agar tidak terjebak pada tasybīh maupun ta‘ṭīl. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap sumber-sumber hadis dan karya ulama klasik. Hasil kajian menunjukkan bahwa hadis ini berstatus sahih secara sanad dan diterima secara ijma‘ oleh ahli hadis. Secara teologis, ulama Ahl al-Sunnah menempuh dua pendekatan utama, yaitu tafwīḍ dan ta’wīl, yang keduanya bertujuan menjaga prinsip tanzīh dan kemurnian tauhid. Hadis ini tidak menunjukkan perpindahan fisik Allah, melainkan mengandung pesan spiritual tentang kedekatan rahmat dan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya pada waktu yang penuh keberkahan.