cover
Contact Name
Hasan Syahrizal
Contact Email
jurnalihsan@gmail.com
Phone
+6282352818690
Journal Mail Official
jurnalihsan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sederhana Lorong Lambang Sari No.959, RT 001 RW. 006, Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 30259150     EISSN : 29871298     DOI : https://doi.org/10.61104/ihsan.v1i2
Fokus dan Ruang Lingkup Ihsan: Jurnal Pendidikan Islam menerima naskah asli yang tidak diterbitkan dalam bahasa Indonesia atau Inggris, berdasarkan penelitian dari metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif, campuran, atau metodologi apa pun yang terkait dengan pendidikan
Articles 280 Documents
Pengelolaan Konflik, Pembiayaan, Kurikulum Sebagai Upaya Meningkatkan Manajemen Madrasah Muhammad Raafi; Sri Anita; Suzan Kurniawan; Dedy Saputra Waruwu
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i1.4028

Abstract

Madrasah sebagai institusi pendidikan Islam dihadapkan pada dinamika internal dan eksternal yang menuntut penguatan manajemen secara menyeluruh, terutama dalam aspek pengelolaan konflik, pembiayaan, dan kurikulum yang sering menjadi titik krusial mutu kelembagaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana sinergi pengelolaan konflik, manajemen pembiayaan, dan manajemen kurikulum dapat menjadi strategi peningkatan manajemen madrasah. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah berbagai literatur ilmiah, buku, dan jurnal yang relevan dengan tema pengelolaan konflik, pembiayaan pendidikan, dan kurikulum madrasah. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelolaan konflik yang efektif menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, manajemen pembiayaan yang transparan dan akuntabel menjamin keberlangsungan program pendidikan, serta kurikulum yang terencana dan adaptif memastikan tercapainya kompetensi peserta didik secara seimbang antara ilmu agama dan umum. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa integrasi ketiga aspek tersebut menjadi fondasi strategis dalam membangun madrasah yang bermutu, berdaya saing, dan berkelanjutan
Ketangguhan Psikospiritual Anak Sekolah Dasar dalam Bayang Migrasi: Perbandingan antara Anak Migran dan Non-Migran Sifa'ul Af'idah; Khoiriyah
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i1.4289

Abstract

Migrasi keluarga di Indonesia memiliki dampak psikologis dan spiritual yang kompleks terhadap anak usia sekolah dasar, terutama dalam konteks pendidikan Islam. Pemisahan fisik dan emosional dari orang tua menimbulkan tekanan emosional, yang mendorong anak untuk menyeimbangkan kebutuhan pribadi dengan harapan spiritual yang penting bagi perkembangan moral mereka. Dalam Islam, resiliensi bukan hanya kemampuan untuk menghadapi kesulitan, tetapi juga merupakan manifestasi iman, di mana ujian dipandang sebagai bagian dari tazkiyah an-nafs (penyucian jiwa). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji resiliensi psikospiritual pada anak migran dan non-migran serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Pendekatan mixed-methods eksplanatori berurutan digunakan dalam studi ini. Lima puluh peserta (25 anak migran dan 25 anak non-migran) mengisi Children’s Psychospiritual Resilience Scale (CPRS), yang menunjukkan validitas dan reliabilitas yang baik (α > 0,70). Hasil kuantitatif menunjukkan bahwa anak migran memiliki ketahanan spiritual yang lebih tinggi (M = 4,53), sementara anak non-migran menunjukkan kemandirian akademik yang lebih besar (M = 4,35). Temuan kualitatif menyoroti pentingnya dukungan keluarga, hubungan positif antara guru dan murid, serta internalisasi nilai-nilai Islam dalam membangun resiliensi. Pendidikan Islam berperan sebagai lingkungan pendukung yang memperkuat iman, keseimbangan emosi, dan keterampilan sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa lingkungan pendidikan Islam dapat menjadi sistem pendukung utama dalam memperkuat resiliensi anak dalam konteks migrasi
Karakteristik Dasar Pesantren dan Madrasah sebagai Lembaga Pendidikan Islam: Studi Komparatif Perspektif Historis-Sosiologis Syahroni Saputra, Muhammad Nizar; Faridi, Faridi
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i1.4359

Abstract

Pesantren dipahami sebagai lembaga tradisional berbasis asrama yang berakar pada tradisi kitab kuning dan kepemimpinan karismatik kiai, sementara madrasah muncul sebagai respons modern terhadap keterbatasan pesantren dan hegemoni sekolah kolonial melalui integrasi ilmu agama dan umum dalam sistem formal. Penelitian bertujuan untuk mengkaji secara historis‑sosiologis karakter dasar pesantren dan madrasah sebagai dua pilar utama pendidikan Islam di Indonesia, dengan menyoroti perbedaan latar historis, struktur kelembagaan, dan peran sosial keduanya. Penelitian menggunakan studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis isi terhadap literatur mutakhir dan dokumen kebijakan pendidikan Islam. Temuan menunjukkan bahwa pesantren bergerak menuju manajemen yang lebih profesional tanpa kehilangan fungsi pembentukan karakter, sedangkan madrasah semakin menguat sebagai institusi formal yang diakui negara namun terus berupaya menginternalisasikan nilai karakter Islam di tengah tuntutan modernitas, sehingga keduanya saling melengkapi dalam ekosistem pendidikan Islam Indonesia
Penerapan Tata Tertib Sekolah Terhadap Disiplin Seragam Dan Kehadiran Siswa di SMP Annur : Tinjauan Perspektif Hukum Pendidikan Dan Psikologi Anak Agung Muhamad Bisri; Ifan Afandy; Ahmad Syarifuddin; Wahyu Divangga Tirta
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i1.4407

Abstract

Penerapan tata tertib sekolah dalam konteks pendidikan berbasis pesantren menuntut pendekatan yang tidak hanya berlandaskan legitimasi hukum, tetapi juga sensitif terhadap perkembangan psikologis peserta didik dalam membangun disiplin yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan tata tertib sekolah terhadap disiplin seragam dan kehadiran siswa di SMP Annur ditinjau dari perspektif hukum pendidikan dan psikologi anak. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumentasi untuk mengidentifikasi bentuk pelanggaran, pola penegakan aturan, serta respons peserta didik. Hasil kajian menunjukkan bahwa tata tertib sekolah telah memiliki dasar legal-formal yang jelas dan bersifat edukatif, namun pelaksanaannya belum sepenuhnya konsisten, sehingga pelanggaran seragam dan perilaku bolos masih dipengaruhi oleh latar belakang kehidupan santri, perbedaan pola pembinaan pendidik, dan pengaruh teman sebaya. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi prinsip kepastian hukum dengan pendekatan persuasif dan dialogis berbasis psikologi anak, serta penguatan sinergi antara sekolah dan pesantren, guna membentuk budaya disiplin siswa yang manusiawi, konsisten, dan berkelanjutan.
Keadilan sebagai Poros Daulat: Studi Komparatif Pemikiran Politik Al-Ghazali dan Penerapannya di Kesultanan Melayu Masrokan; Rizal Akbar, Muhammad
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i1.4613

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep keadilan sebagai pondasi legitimasi kekuasaan dalam filsafat politik Melayu Islam. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka dan analisis teks, penelitian ini melakukan telaah komparatif antara pemikiran politik Al-Ghazali dalam kitab At Tibrul Masbuk fi Nasihatil Muluk dengan implementasi konsep daulat dalam sejarah pemerintahan Kesultanan Melayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masuknya pemikiran Islam telah mentransformasi konsep daulat dari otoritas sacral magis menjadi otoritas etis legal yang berbasis pada syariat. Keadilan diposisikan sebagai poros atau sumbu yang menyeimbangkan antara kontrak sosial (wa’ad) dan tanggung jawab eskatologis penguasa. Temuan penelitian menegaskan bahwa dalam tradisi Melayu Islam, keberlangsungan kedaulatan seorang Sultan bergantung sepenuhnya pada penegakan keadilan, hilangnya keadilan tidak hanya melunturkan kewibawaan penguasa, tetapi juga melegitimasi terjadinya konflik sosial atau derhaka. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman mengenai demokrasi etis dalam sejarah politik di Nusantara.
KH. Muhammad Daud Arif Pendidik yang Emansipatif dan Tokoh Moderasi Beragama di Indonesia M. Syahran Jailani; Kustaniah Amin; M. Arsyad Helmi
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i1.4648

Abstract

Penelitian ini mengkaji jejak pemikiran dan kontribusi pendidikan K.H. Muhammad Daud Arif sebagai pendidik emansipatif dan tokoh moderasi beragama dalam perkembangan pendidikan Islam di Provinsi Jambi, Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis landasan biografis, gagasan pendidikan, serta praktik kelembagaan yang dirintis oleh K.H. Muhammad Daud Arif, khususnya melalui pendirian dan pengembangan Madrasah Hidayatul Islamiyah sebagai model pendidikan Islam yang inklusif dan modern. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain biografi dan sejarah, melalui kajian dokumen, penelusuran arsip, serta wawancara mendalam untuk menelaah keterkaitan antara warisan intelektual tokoh dan konteks sosial budaya yang melingkupinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa K.H. Muhammad Daud Arif tidak hanya berperan dalam transmisi keilmuan Islam klasik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kesetaraan gender, moderasi beragama, dan toleransi sosial dalam praktik pendidikan, sehingga memperkuat peran madrasah sebagai institusi transformatif dalam masyarakat yang majemuk. Implikasi penelitian ini menegaskan relevansi model pendidikan yang dikembangkan sebagai rujukan konseptual dan praktis bagi penguatan lembaga pendidikan Islam yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter serta harmoni sosial di Indonesia kontemporer
Pengaruh Media Gamifikasi Zep Quiz Berbasis Digital Terhadap Minat Belajar Siswa Di SMA Manbail Huda Jenu Alfiatin Ni’mah; Qomariyatul Ilmiyah; Karara Dwi Krisnaeni; Imam Supriyadi
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i1.4908

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media gamifikasi Zep Quiz berbasis digital terhadap peningkatan minat belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMA Manbail Huda Jenu. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya minat belajar siswa yang ditunjukkan oleh kurangnya partisipasi aktif, perhatian yang tidak konsisten, serta minimnya antusiasme selama proses pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang mampu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, menyenangkan, dan mendorong keterlibatan siswa secara optimal melalui pemanfaatan teknologi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental jenis One Group Pretest–Posttest. Subjek penelitian terdiri dari 12 siswa kelas X. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket minat belajar yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan (pretest dan posttest), serta didukung oleh observasi selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui uji normalitas sebagai prasyarat analisis, dan dilanjutkan dengan uji Paired Sample t-test menggunakan bantuan program SPSS versi 21. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor minat belajar siswa dari 60,58 pada saat pretest menjadi 76,17 pada posttest, dengan selisih peningkatan sebesar 15,59 poin. Hasil uji Paired Sample t-test memperoleh nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara skor sebelum dan sesudah perlakuan. Dengan demikian, penggunaan media gamifikasi Zep Quiz berbasis digital terbukti memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan minat belajar siswa pada mata pelajaran PAI.
Strategi Guru Pesantren Dalam Membangun Emotional Bonding Dengan Santri: Kajian Fenomenologi Berdasarkan Disiplin Positif Di Lingkungan Pesantren Soraya, Cindy; Sri Mulyani
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i1.4928

Abstract

Ada beberapa masalah psikologis santri yang mungkin dipicu oleh tingkat disiplin tinggi dan dorongan untuk beradaptasi, contoh seperti santri yang cenderung introvert dan belum terbiasa jauh dari orang tua, mengalami penurunan motivasi dalam belajar, mengalami tekanan, kesepian atau masalah psikologis lainnya, sehingga berpotensi untuk kabur atau lebih ekstrimnya lagi bisa melukai diri sendiri. Hal tersebut dikarenakan dukungan psikososial dan konseling yang kurang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi yang digunakan guru pesantren dalam membangun emotional bonding dengan santri berdasarkan kajian fenomenologi disiplin positif di lingkungan pesantren, hal ini dilakukan karena disiplin positif menjadi pendekatan pertama yang perlu diterapkan sebelum menerapkan aturan-aturan pendisiplinan dan konsekuensi lainnya, sehingga guru bisa membangun pola pikir yang terbuka dan empatik menghadapi santri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka sebagai pendekatan utama dalam menggali pemahaman konseptual dan teoritis terhadap fenomena yang diteliti, langkah awal adalah mengidentifikasi dan memilih sumber pustaka yang relevan dengan topik penelitian, analisis dan sintesis dilakukan untuk menggali temuan, konsep, teori, dan penarikan kesimpulan secara objektif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa emotional bonding (pendekatan emosional) dengan santri merupakan proses penting dalam membangun hubungan kuat dan saling percaya antara guru pesantren dan santri, sehingga meningkatkan efektivitas pembinaan karakter dan disiplin, melalui teknik; 1.) koneksi sebelum koreksi, 2.) menyapa secara rutin, 3.) menyediakan waktu khusus untuk berinteraksi, 4.) validasi perasaan, dan 5.) mendengarkan secara aktif. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa, pendekatan ini tidak hanya menciptakan lingkungan belajar yang hangat dan mendukung, tetapi juga membantu santri merasa dihargai, aman, dan dipedulikan, sehingga mereka lebih terbuka dan termotivasi untuk berkembang secara emosional dan spiritual.
Islam Dan Tradisi Petik Laut: Integrasi Nilai Pendidikan Agama Islam Dalam Budaya Lokal Pesisir Sugeng Hidayat
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i2.3373

Abstract

Penelitian ini membahas Tradisi Petik Laut, sebuah praktik budaya masyarakat pesisir yang telah berakulturasi dengan ajaran Islam, dengan fokus pada integrasi nilai-nilai pendidikan agama Islam (PAI) dan mekanisme internalisasinya. Melalui kajian kepustakaan kualitatif, kajian ini menemukan bahwa tradisi tersebut mengandung nilai-nilai fundamental PAI, seperti syukur, tauhid, dan solidaritas sosial (ukhuwah). Nilai-nilai ini terinternalisasi melalui akulturasi adaptif, peran tokoh agama, serta pembelajaran berbasis pengalaman. Kontribusi utama penelitian ini adalah menempatkan Petik Laut sebagai media pendidikan Islam nonformal berbasis kearifan lokal, sekaligus memberikan kerangka konseptual mengenai hubungan agama dan budaya pesisir yang relevan untuk pengembangan PAI yang kontekstual.
Pendekatan Pembiasaan dalam Pendidikan Sholat Anak Usia Dini Menurut Perspektif Al-Qur'an dan Hadist Irisya Nuruliyah; Irsyad Alfath; Sutrisno
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i2.3399

Abstract

Pendidikan Islam bagi anak dapat diajarkan pada sejak dini. Pada masa ini, anak sangat sensitif terhadap apapun yang mereka lihat dan mereka dapatkan, termasuk melihat kebiasaan orang tuanya ketika sholat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pendekatan pembiasaan dalam pendidikan sholat bagi anak usia dini berdasarkan perspektif Al-Qur’an dan Hadis. Kajian dilakukan melalui metode literature review terhadap berbagai sumber ilmiah, baik klasik maupun kontemporer, dalam kurun waktu 2020–2025. Fokus utama penelitian ini adalah pada pemahaman teologis dan pedagogis tentang pentingnya pembiasaan sholat sejak usia dini, strategi implementasi di lembaga PAUD, serta keterpaduannya dengan teori perkembangan anak. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembiasaan sholat merupakan strategi pendidikan efektif dalam menanamkan nilai spiritual, disiplin, dan karakter religius anak usia dini. Landasan normatif pembiasaan ini termuat dalam QS. An-Nisā’ [4]:103 yang menegaskan pentingnya penegakan sholat tepat waktu, serta hadis riwayat Abu Dawud yang memerintahkan orang tua untuk mengajarkan sholat kepada anak sejak usia tujuh tahun. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembiasaan sholat pada anak usia dini perlu dikembangkan melalui pendekatan holistik yang mengintegrasikan nilai agama, psikologi perkembangan, dan keterlibatan keluarga.