cover
Contact Name
Arifin Hidayat
Contact Email
arifin@uinsyahada.ac.id
Phone
+6281228269512
Journal Mail Official
jurnalhikmah@uinsyahada.ac.id
Editorial Address
http://jurnal.iain-padangsidimpuan.ac.id/index.php/Hik/about/editorialTeam
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
HIKMAH: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam
ISSN : 2085113     EISSN : 24069485     DOI : https://doi.org/10.24952/hik.v16i2
Core Subject : Social,
Jurnal Hikmah terbit 2 kali setahun ini diterbitkan oleh Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi IAIN Padangsidimpuan pada tahun 2007 dalam bentuk edisi cetak dan online. Tim redaksi menerima tulisan ilmiah baik merupakan hasil pemikiran konseptual maupun hasil penelitian yang berkaitan dengan kajian dakwah dan komunikasi Islam yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Tim penyunting berhak untuk melakukan revisi terhadap tulisan yang masuk ke meja redaksi untuk keseragaman format tanpa mengubah isi dan maksud tulisan. Alamat redaksi Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Jl. H.T. Rizal Nurdin Km. 4,5 Sihitang Padangsidimpuan Telp. 0634 - 22080.
Articles 199 Documents
Kebijakan Dakwah Al-Makmun di Dinasti Bani Abbasiyah: Masa Keemasan Klasik Riyadi, Agus
Hikmah Vol 18, No 1 (2024): JURNAL ILMU DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/hik.v18i1.8473

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah prototype mengenai kebijakan pemerintah Al-Makmun terkait dakwah dan dampaknya terhadap kemajuan dakwah melalui analisis kategori dengan metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini menyelidiki latar belakang kehidupan sosial, budaya, politik, dan peradaban pada masa pemerintahan Al-Makmun. Dalam penelitian ini, dilakukan pendekatan sejarah dengan memanfaatkan sumber data tertulis dari penelitian perpustakaan, yang kemudian dianalisis secara kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan beberapa kebijakan pemerintah Al-Makmun tentang dakwah yang dapat diklasifikasikan ke dalam bidang politik, ekonomi, budaya, dan pendidikan. Selain itu, kontribusinya terhadap kemajuan dakwah meliputi kemajuan ilmu pengetahuan dengan didirikannya Bayt al Hikmah sebagai pusat penerjemahan dan penelitian yang menjadi akademi besar, pengembangan dakwah melalui diskusi, perkembangan pemikiran Islam, dan pandangan yang menghargai ilmu pengetahuan. Al-Makmun juga memberikan kebebasan berpikir bagi rakyatnya dalam beragama dan memperoleh haknya dalam berbagai bidang seperti aqidah, ibadah, filsafat, dan ilmu pengetahuan. Semua ini telah berkontribusi positif terhadap kemajuan dakwah pada masa pemerintahan Al-Makmun.
PARADOKS PENOKOHAN DALAM SASTRA DAKWAH WALISONGO: PALGUNADI SEBAGAI ANTITESA SISI GELAP ARJUNA DAN SIMBOLISME TERHADAP KONSEP TAWAZUN Hidayatullah, Ahmad
Hikmah Vol 17, No 2 (2023): JURNAL ILMU DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/hik.v17i2.5802

Abstract

Wayang as a complex work of art in which there is Da'wah nuanced literature, does have a peculiarity in its composition, both in terms of character development and storyline. This was done to adjust the wayang, which was mostly adopted from the Hindu epic Ramayana-Mahabharata to suit Islamic values. One of them is by including a paradox that is full of balance values (tawazun) in the characterization of Arjuna (Palguna)-Bambang Ekalaya (Palgunadi). Using a type of qualitative research that is library research with a structuralism analysis approach, this article tries to explore how the paradox of characterizations is carried out in da'wah literature, in this case the construction of the Palgunadi story as an antithesis to Arjuna's dark side and its symbolism to the concept of tawazun. The results of this study can be found that there are three aspects of balance that are found from the symbolization of the Arjuna-Palgunadi paradox, including; First, balance in life; Second, the balance of opportunities in seeking knowledge; Third, balance in looking at social status.
Tantangan Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama di Era Teknologi Informasi: Formulasi Materi di Youtube Wali, Ahmad Mutawalli Nasution; Zen, Muhamad Zen
Hikmah Vol 17, No 2 (2023): JURNAL ILMU DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/hik.v17i2.8100

Abstract

Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama memiliki banyak kader yang menyampaikan materi dakwahnya melalui youtube. Hari ini Pengurus Besar Pengurus Dakwah Nahdlatul Ulama harus mengikuti perkembangan zaman di era teknologi dan informasi, karena seluruh kalangan baik dari pemuda sampai orangtua menggunakan youtube. Alangkah baiknya da'i bisa berkolaborasi dalam mendorong dakwah di media sosial seperti youtube. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif yaitu data yang dikumpulkan berupa kata-kata atau gambar. Dalam penelitian ini penulis mendeskripsikan suatu objek atau fenomena yang didapat. Dengan teknik pengumpulan data secara Etnografi Onlineyang dilakukan dengan meneliti data-data online di media pemberitaan online, media sosial, dan situs-situs lainnya. Adapun hasil penelitian ini bahwa tantangan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama pada era teknologi dan informasi mengalami kendala pada media sosial di youtube. Para kader dari Nahdlatul Ulama masih kurang dalam mensyiarkan dakwah islam di youtube mengakibatkan ustadz-ustadz salafi lebih unggul dalam mensyiarkan dakwah islam terlihat dari followers dan jumlah video yang di upload di youtube. Adapun strategi yang bisa dikerjakan dalam menghadapi tantangan, (1) Dengan memproduksi konten-konten dakwah yang bermanfaat dan menunjukkan Islam yang damai. (2) Konten harus menarik.(3) Kesesuaian dakwah dengan situasi dan kondisi yang sedang terjadi. (4) Harus ada dai atau juru dakwah yang berstandar di ormas. (5) Istiqomah dalam mensyiarkan dakwah Islam menurut ajaran Ahlussunnah Wal Jama'ah .
Media Sosial Instagram Sebagai Sarana Dakwah Di Kalangan Mahasiswa Febriyani, Siti Aisyah Artina; Rizki, Juni Wati Sri; Siregar, Nurfitriani M.
Hikmah Vol 18, No 1 (2024): JURNAL ILMU DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/hik.v18i1.10693

Abstract

AbstractThis research was made with the aim of seeing what kind of use of social media instagram as a means of da'wah and what are the reasons for students of the Islamic Communication and Broadcasting Study Program, class of 2020-2021, Faculty of Da'wah and Science.Islamic Communication and Broadcasting Study Program class of 2020-2021 Faculty of Da'wah and Science Communication State Islamic University Sheikh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan. The method used used in this study is descriptive qualitative using a phenomenological approach.  analysis used in this research is the Uses and Gratifications theory. Gratifications theory. The results of this study show that students use Instagram as a means of da'wah. In the process of using Instagram as a means of da'wah, it can be in the form of stories with captions containing preaching messages, reposting preaching messages through instastory, and uploading photos or videos with captions that contain preaching messages. The underlying reason for students. Students of the Islamic Communication and Broadcasting Study Program use Instagram social media as a means of da'wah is that Instagram displays interesting features, a fairly wide range, and a wide range of social media, features, a fairly wide range, and Instagram is not bound by time is not bound by time. Keywords: Means of Da’wah, Students,Social Media, Instagram AbstrakPenelitian ini dibuat dengan tujuan untuk melihat seperti apa penggunaan media sosial instagram dijadikan sebagai sarana dakwah dan apa saja alasan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran islam angkatan 2020-2021 Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Pisau analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Uses and  Gratifications. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa  menggunakan Instagram sebagai sarana dakwah. Dalam proses penggunaannya Instagram sebagai sarana dakwah dapat berupa story dengan caption yang memuat pesan dakwah, merepost pesan dakwah melalui instastory, dan menggungah foto atau video dengan caption yang memuat pesan dakwah. Alasan yang mendasari Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam menggunakan media sosial Instagram sebagai sarana dakwah ialah Instagram menampilkan fitur yang menarik, jangkaun yang cukup luas, dan Instagram tidak terikat oleh waktu. Kata kunci: Sarana Dakwah, Mahasiswa, Media Sosial, Instagram
Interaksi Simbolik Tuan Guru Dalam Menarik Minat Jamaah Majelis Taklim Mengikuti Pengajian Al-Yusufiyah Hasibuan, Jelita; Harahap, Khoiruddin; Rafiq, Mohd; Fikri, Sholeh
Hikmah Vol 18, No 1 (2024): JURNAL ILMU DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/hik.v18i1.10999

Abstract

Pengajian Al-Yusufiyah merupakan pengajian yang memiliki jamaah majelis taklim yang cukup banyak dibandingkan dengan pengajian lain yang ada di Tapanuli Selatan, awalnya jamaah pengajian hanya ada 100 jamaah saja sekarang sudah mencapai 7000 jamaah yang terdaftar sebagai jamaah majelis taklim Al-Yusufiyah. Pengajian ini dilaksanakan setiap hari Sabtu setiap Minggunya Pukul 07.00 WIB s/d 08.30 WIB. Jamaah pengajian terdapat 2 tipe ada jamaah yang terdaftar sebagai jamaah majelis taklim dan ada yang tidak yang hanya datang untuk mendengarkan ceramah tuan guru saja. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Tehnik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian diperoleh bahwa simbol yang digunakan oleh tuan guru menarik minat jamaah majelis taklim yaitu dengan bahasa yang lemah lembut, santun dan tidak menyinggung perasaan jamaah, simbol pakaian, simbol penampilan dan simbol gelar, tuan guru berpenampilan yang sederhana dan gelar tuan Nalomok dan tuan Naborkat. Interaksi simbolik tuan guru dalam menarik minat jamaah majelis taklim untuk mengikuti pengajian Al-Yusufiyah di Huta Holbung Kecamatan Angkola Muaratais Kabupaten Tapanuli Selatan yaitu interaksi simbolik melalui identitas diri, konsep diri, interaksi sosial, dan dunia sosial. Tuan guru berhasil dalam menerapkan interaksi simbolik tersebut dan mendapatkan hasil yang maksimal dengan bukti semakin banyaknya jamaah majelis taklim yang terdaftar sebagai jamaah majelis taklim. Kata kunci : Interaksi simbolik, Tuan Guru, Al-Yusufiyah
Perkembangan Musik Sebagai Media Dakwah bagi Generasi Zillenial Hafidah, Hamdah
Hikmah Vol 17, No 2 (2023): JURNAL ILMU DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/hik.v17i2.7849

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan musik sebagai media dakwah di Indonesia dan bagaimana pengaruhnya terhadap generasi Zillenial saat ini. Generasi zillenial merupakan tonggak utama sebagai penerus bangsa yang tidak dapat dipungkiri bahwa dalam 10-15 tahun mendatang generasi ini akan menjadi pemegang kekuasaan sehingga nilai-nilai Islam harus ditanamkan sejak dini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yang berorientasi pada pemahaman konstruktivisme dan interpretif dengan pendekatan kualitatif. Musik di Indonesia dari dulu sampai sekarang masih eksis dan populer, musik merupakan salah satu media yang efektif digunakan sebagai sarana dakwah. Seorang Da’i harus mampu mengikuti perkembangan zaman sehingga dakwah saat ini tidak hanya harus dilakukan di majelis,Kata kunci: Media, Musik, ZillenialAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan musik sebagai media dakwah di Indonesia dan bagaimana pegaruhnya terhadap generasi Zillenial di masa kini. Generasi zillenial merupakan tonggak utama sebagai penerus bangsa yang tidak bisa dipungkiri lagi 10-15 tahun kedepan generasi ini akan menjadi pemegang kekuasaan sehingga harus ditanamkan nilai nilai keislaman sejak dini. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode yang berorientasi pada paham konstruktivisme dan interpretatif dengan pendekatan kualitatif. Musik di Indonesia dari dulu hingga saat ini masih terus eksis dan popular, musik merupakan salah satu media yang efektif yang digunakan sebagai sarana dakwah. Seorang da’i harus bisa mengikuti perkembangan zaman sehingga saat ini dakwah tidak melulu harus dilaksanan di majelis, tapi dakwah juga bisa dilaksanakan dengan berbagai metode dan media agar relevan dengan perkembangan zaman sehingga nilai nilai keislaman dapat tertanamkan sejak dini.Kata Kunci:Media, Musik, Zillenial
Dakwah Tauhid Syaikh Abdurrahman Siddik terhadap Perdukunan di Bangka Andini, Mutiara
Hikmah Vol 17, No 2 (2023): JURNAL ILMU DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/hik.v17i2.8335

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui dakwah tauhid yang dilakukan Syaikh Abdurrahman Siddik terhadap praktik perdukunan di Pulau Bangka. Penekanan pada artikel ini merupakan pendekatan dakwah yang di pakai Syaikh dalam menyebarkan pemahaman tauhid yang sahih dan menghilangkan praktik perdukunan bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam di Pulau Bangka. Metode penelitian pada artikel ini adalah studi kepustakaan. Kemudian, dianalisis menggunakan fenomenologi yang terjadi di lapangan dan dikaitkan dengan teori yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Syaikh Abdurrahman Siddik menggunakan pendekatan yang komprehensif dalam dakwahnya terhadap perdukunan di Bangka. Syaikh mengajarkan unsur utama dalam ajaran Islam yaitu aqidah, syari’ah, dan akhlak yang berlandaskan pada dalil-dalil Al-Qur’an dan hadis untuk menyampaikan pesan-pesan tauhid yang kuat kepada masyarakat setempat. Selain itu, beliau juga memberikan pemahaman yang mendalam tentang konsep tauhid kepada para pengikutnya melalui ‘ngaji duduk’. Dalam upaya praktik menghapus perdukunan, Syaikh Abdurrahman Siddik menyadari pentingnya pendekatan persuasif dan penyadaran yang bertahap.
Analisis Isu Perempuan Dalam Konten Dakwah Akun Tiktok Kadam Sidik dani, Rahma; nasrullah, nasrullah
Hikmah Vol 18, No 1 (2024): JURNAL ILMU DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/hik.v18i1.10091

Abstract

This study is interesting to study because the issues raised by Kadam Sidik are about various issues about women. This research uses a qualitative approach. Qualitative research is research that aims to understand what events are experienced by research actors such as behavior, perceptions, and motivation by describing in written form in a natural context using various methods. The object studied in this research is the content of Kadam sidik which discusses women's issues in general or women's issues due to various phenomena that have occurred recently. Related to what women's issues Kadam discusses and what is the da'wah message of Kadam sidik content related to these women's issues? The results of this study are that some of the content related to women's issues speaks a lot about how a woman should be respected in all aspects. Like in the household as a wife and mother and in general. Women should also not always be blamed for the problem of sexual harassment and rape, but even so, women who wear the hijab should try to perfect their hijab according to Sharia law. Kadam also conveyed a message to men to always reduce and control their lusts, not like animals that have no control over themselves. Men should also not feel that they are the most powerful so that they can control their lusts.
Optimalisasi Media Sosial TikTok sebagai Dakwah Digital di Era Milenial pada Akun Ustadz Syam Chairunnisa, Mutiara Rizqa; Viruliana, Fajrina Margareth
Hikmah Vol 18, No 1 (2024): JURNAL ILMU DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/hik.v18i1.6121

Abstract

AbstrakMedia sosial memegang peranan penting sebagai sarana penyebaran informasi secara lebih luas. Pada penelitian ini ingin melihat bagaimana mengoptimalkan penggunaan media sosial Tiktok bagi seorang content maker seperti Ustad Syam yang menggunakan akunnya untuk keperluan dakwah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Posisi penelitian ini memberikan penjelasan tentang maraknya media penyampaian dakwah seperti media sosial dan bagaimana seorang content creator mengoptimalkan akunnya untuk menyebarluaskan informasi yang diberikannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fitur-fitur yang ditawarkan oleh aplikasi Tiktok sangat membantu dan memudahkan para content creator dalam berproduksi. Kemudian dengan banyaknya pengguna aplikasi Tiktok, memudahkan para content creator untuk mendapatkan banyak respon.Kata Kunci: Dakwah Digital Ustad Syam Tiktok AbstrakMedia sosial di zaman sekarang sangat berperan penting sebagai sarana penyebaran informasi yang lebih luas. Dalam penelitian ini ingin melihat bagaimana optimalisasi dalam penggunaan media sosial Tiktok bagi seorang pembuat konten seperti ustad Syam yang menggunakan akunnya untuk kepentingan dakwah. Metode yang digunakan adalah kualitatif yang bersifat deskriptif. Posisi penelitian ini memberikan penjelasan tentang bertambahnya media menghasilkan dakwah seperti media sosial dan bagaimana seorang pembuat konten mengoptimalkan akunnya untuk menyebarkan informasi yang mereka berikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fitur-fitur yang ditawarkan oleh aplikasi Tiktok sangat membantu dan memudahkan pembuat konten untuk berproduksi. Kemudian dengan banyaknya pengguna aplikasi Tiktok menambah kemudahan bagi pembuat konten untuk mendapat respon yang banyak.Kata Kunci : Dakwah Digital, Tiktok Ustad Syam
Fenomena Sosial Anak Punk di Kota Padangsidimpuan Amran, Ali
Hikmah Vol 17, No 2 (2023): JURNAL ILMU DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/hik.v17i2.10698

Abstract

AbstractThe social phenomenon of the Padangsidimpuan City punk community is an important fact to discuss, related to the existence and social behavior of the punk community in everyday interactions. It is hoped that the results of the study can contribute to the development of science in particular, as well as society in general regarding the behavior of punk children's community life. The results of the study show that the social fact of the existence of a community of punk children in Padangsidimpuan City is a real thing and exists in society. They have distinctive clothing characteristics, their activities are filled with gatherings and busking and do not have a fixed place so they are closer to wild children. However, they also carried out positive activities, namely volunteering for natural disasters in the city of Padangsidimpuan, one of which was the flash flood disaster that hit the city of Padangsidimpuan. The social behavior of punk children in Padangsidimpuan City is in fact a group of teenagers who dress in unusual ways. Then gather in the market center of Padangsidimpuan City and always play musical instruments made by themselves while singing in front of the evening snack visitors.AbstrakFenomena sosial komunitas anak punk Kota Padangsidimpuan suatu fakta yang penting dibahas, terkait dengan eksistensi dan perilaku sosial komunitas anak punk dalam pergaulan sehari-hari. hasil kajian diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan pada khususnya, maupun pada masyarakat pada umumnya mengenai perilaku kehidupan komunitas anak punk. Hasil kajian diketahui bahwa fakta sosial keberadaan komuntas anak punk di Kota Padangsidimpuan merupakan hal yang nyata dan eksis di dalam masyarakat. Mereka memiliki ciri pakaian yang khas, kegiatan mereka isi dengan kumpul-kumpul dan mengamen dan tidak memiliki tempat yang tetap sehingga lebih dekat kepada anak yang liar. Namun mereka juga melakukan kegiatan yang positif yakni ikut menjadi relawan dalam bencana alam di dalam kota Padangsidimpuan, salah satunya bencana banjir bandang yang menimpa kota Padangsidimpuan. Perilaku sosial anak punk yang ada di Kota Padangsidimpuan pada kenyataannya adalah kumpulan anak remaja yang berpakaian secara tidak biasa modelnya. Kemudian berkumpul di pusat pasar Kota Padangsidimpuan dan selalu memainkan alat musik yang dibuat sendiri sambil bernyanyi di depan pengunjung jajanan malam hari.