cover
Contact Name
Ria Buana
Contact Email
Jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Phone
+628129657508
Journal Mail Official
jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Ebers Papyrus
ISSN : 08548862     EISSN : 27981630     DOI : https://doi.org/10.24912/ep.vxxxx.xxxxx
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ebers Papyrus adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Ebers Papyrus berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli, studi kasus dan tinjauan pustaka. Konten Ebers Papyrus meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 251 Documents
PENGARUH BERDIRI LAMA SAAT BEKERJA DENGAN KEJADIAN VARISES VENA TUNGKAI BAWAH PADA JURU MASAK Arianti, Vera; Novendy, Novendy
Ebers Papyrus Vol. 28 No. 1 (2022): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v28i1.19425

Abstract

Menurut data Badan Pusat Statistik Republik Indonesia pada tahun 2020, hampir 8,8 juta penduduk diatas usia 15 tahun bekerja di sektor penyediaan akomodasi, makanan dan minuman. Juru masak merupakan bagian dari sektor tersebut. Juru masak memiliki kecenderungan untuk berdiri selama bekerja. Sikap kerja dengan berdiri yang terlalu sering dan lama memiliki risiko menyebabkan timbulnya varises vena pada tungkai bawah. Namun hubungan berdiri lama dengan kejadian varises vena tungkai bawah masih belum diketahui dengan jelas, maka dengan itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan tersebut. Desain penelitian yang digunakan adalah studi potong lintang. Responden dalam penelitian ini adalah juru masak di Jabodetabek yang diambil secara purposive nonrandom sampling. Total sebanyak 134 responden berpartisipasi dalam penelitian ini. Sebanyak 59 (44%) responden memiliki durasi berdiri lebih dari 8 jam per hari. Selain itu terdapat sebanyak 20 (14.9%) responden memiliki varises vena tungkai bawah Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara lama berdiri dengan kejadian varises vena tungkai bawah (p value = 0.007) dan nilai PRR = 3.7. Dapat disimpulkan bahwa lama berdiri lebih dari 8 jam per hari selama memasak berisiko menimbulkan penyakit varises vena tungkai bawah. Maka dengan itu diperlukan tindakan selanjutnya sebagai upaya dalam mencegah timbulnya varisess vena tungkai bawah pada juru masak.
PEMENUHAN KETENTUAN GULA TAMBAHAN DAN PERSENTASI GULA TERHADAP KALORI PADA MPASI KOMERSIAL SESUAI PERATURAN BPOM Satyanegara, William Gilbert; Pambudi, Wiyarni
Ebers Papyrus Vol. 28 No. 1 (2022): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v28i1.19426

Abstract

Membatasi gula tambahan menjadi salah satu cara untuk hidup sehat. WHO merekomendasikan konsumsi gula tambahan pada anak <10% dari total energi dari karbohidrat. Metode penelitian menggunakan deskriptif pada produk yang beredar di Jakarta Selatan tahun 2019-2020. Variabel dari penelitian ini adalah kesesuaian produk dengan aturan mengenai gula tambahan dan persentase gula terhadap kalori. Berdasarkan data dari BPOM, peneliti mengikutsertakan 65 responden, yang terdiri dari 40 produk bubuk dan 25 produk biskuit. Dari hasil penelitian mengenai kesesuaian gula tambahan, produk MP-ASI bentuk biskuit yang sesuai sebanyak 8 (12,3%) produk dan yang tidak sesuai sebanyak 17 (26,2%) produk. Untuk produk bubuk yang sesuai sebanyak 31 (47,7%) produk, dan yang tidak sesuai sebanyak 9 (13,8%) produk. Dalam hal kesesuaian persentase gula terhadap kalori, MP-ASI bentuk biskuit yang sesuai aturan sebanyak 3 (0,05%) produk dan MP-ASI bentuk bubuk sebanyak 19 (29,2%) produk. Produk MP-ASI komersial bentuk biskuit yang tidak memenuhi sebanyak 22 (33%) produk dan produk bentuk bubuk sebanyak 21 (32,3%) produk. Dari hasil penetilian, dapat disimpulkan bahwa masih terdapat produk MP-ASI komersial yang belum memenuhi peraturan mengenai gula tambahan dan persentase gula terhadap kalori
Pengaruh Kualitas Tidur Terhadap Sleep Paralysis Pada Mahasiswai Di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Caroline Dedy Mareta; Susy Olivia Lontoh
Ebers Papyrus Vol. 28 No. 2 (2022): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v28i2.20648

Abstract

Mahasiswa kedokteran tidak lepas dari stress dalam kegiatan belajarnya. Salah satu dampak negatif dari stress adalah kurang tidur yang diakibatkan oleh gangguan tidur. Pada mahasiswa kedokteran penyebab utama dari sleep paralysis adalah kurang tidur.  Tujuan penelitian ini untuk mengetauhi apakah terdapat hubungan antara kualitas tidur terhadap kejadian sleep paralysis pada Mahasiswa/i di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara tahun angkatan 2020-2021 sebanyak 124 responden diantaranya diperoleh  36 orang laki-laki dan 88 orang perempuan. Penelitian ini menekankan kepada metode analitik observasional dengan desain cross-sectional (potong lintang). Pengambilan data ini untuk kualitas tidur menggunakan kuisioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan untuk pengambilan data kuisioner sleep paralysis menggunakan kuesioner yang diambil dari penelitian sebelumnya/rujukan penelitian sebelumnya. Hasil penelitian ini mahasiswa/i dengan kualitas tidur buruk menempati posisi dengan jumlah tertinggi sebanyak  99 (79,8%) responden, diikuti oleh mahasiswa/i dengan kualitas tidur baik sebanyak 25 (20,2%) responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari mahasiswa/i yang termasuk mengalami kejadian sleep paralysis menempati posisi dengan jumlah tertinggi yaitu sebanyak  95 (81,9%) responden, diikuti oleh mahasiswa/i yang tidak pernah mengalami kejadian sleep paralysis yaitu sebanyak 8 (100,0%) responden. Dari hasil diperoleh data yang didapatkan dilakukan analisis antara kualitas tidur dengan sleep paralysis menggunakan Chi-square Test dengan p-value = 0,000. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa terhadapat hubungan yang bermakna secara statistik antara kualitas tidur terhadap sleep paralysis.    
Hubungan Kebiasaan Berolahraga Dengan Tingkat Stres Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2020-2021 Ignasius Ivan Chandra; Susy Olivia Lontoh
Ebers Papyrus Vol. 28 No. 2 (2022): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v28i2.20652

Abstract

Seiring dengan meningkatnya kasus kejadian COVID-19 di Indonesia, pemerintah menetapkan kebijakan physical distancing. PJJ memilki dampak negatif yaitu dapat menimbulkan stres pada mahasiswa. Ada beberapa cara untuk meredakan stres diantaranya: Kognitif, emosi, perilaku, dan fisik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara kebiasaan berolahraga dengan tingkat stres pada mahasiswa. Metode penelitian ini adalah data cross sectional menggunakan analisis chi square dengan pengukuran tingkat stres menggunakan kuesioner Perceived Stres Scale 10 dan pengukuran kebiasaan olahraga dengan menggunakan Kuesioner Baecke. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa 31 orang (53%) mahasiswa/i tidak melakukan olahraga secara rutin dan 27 orang (47%) telah melakukan olahraga secara rutin. Mahasiswa/i mengalami tingkat stres sedang/berat 41 orang (71%) dan yang mengalami stres rendah jumlahnya 17 orang (29%). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan berolahraga dan tingkat stres pada mahasiswa/i Universitas Tarumanagara angkatan 2020-2021 selama masa PJJ (pembelajaran jarak jauh). Kata Kunci: Kebiasaan Berolahraga, Tingkat Stres, COVID-19, Perceived Stres Scale, Baecke Quitionnaire.
Hubungan Tingkat Stres Dengan Hasil Belajar Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2017 Melinda Ayu Helmahani; Anastasia Ratnawati Biromo
Ebers Papyrus Vol. 28 No. 2 (2022): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v28i2.20653

Abstract

Stres merupakan hal yang tidak asing lagi di pendidikan kedokteran. Stres yang tidak mampu dikendalikan oleh mahasiswa dapat memberikan dampak negatif yang dapat menyebabkan penurunan hasil belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan hasil belajar pada mahasiswa fakultas kedokteran. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen PSS (Perceived Stress Scale) untuk menilai tingkat stres dan data IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) untuk melihat hasil belajar.Hasil: Pada penelitian ini didapatkan sebagian besar responden (52,5%) mengalami stress berat dan memiliki hasil belajar yang baik (55%). Hasil uji statistik mendapatkan ada hubungan yang bermakna antara tingkat stres dengan hasil belajar mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2017 dengan nilai p=0,024 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat stres dengan hasil belajar mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2017.
Gambaran Tingkat Stres Pada Pekerja Domisili Jabodetabek Selama Pandemi Covid-19 Yonathan Julian Haryanto; Susy Olivia Lontoh
Ebers Papyrus Vol. 28 No. 2 (2022): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v28i2.20656

Abstract

Pandemi Covid-19 membatasi seseorang untuk melakukan aktivitas keseharian sehingga menimbulkan efek negatif pada tingkat stres seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat stres pada pekerja di domisili jabodetabek selama pandemi Covid-19, penelitian ini merupakan penelitian berjenis deskriptif observasional dengan teknik pengambilan sampel non-random sampling yang berjumlah 248 responden. Pengambilan data dalam penelitian ini ialah dengan media google form berisikan kuesioner DASS-42 (Depression Anxiety and Stress Scale 42). Hasil penelitian menunjukan bahwa lebih banyak responden tidak mengalami stres dibandingkan dengan yang mengalami stres selama pandemi covid-19. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa responden dapat melakukan berbagai kegiatan untuk mengurangi rasa stres selama pandemi covid-19.
Hubungan Durasi Duduk dengan Kejadian Low Back Pain Pada Pegawai Badan Pusat Statistik Provinsi Bali Ni Made Savita Medha Sumantra; Novendy
Ebers Papyrus Vol. 28 No. 2 (2022): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v28i2.20725

Abstract

Pegawai dalam kehidupan sehari-harinya ketika bekerja terutama pada perkantoran berada dalam posisi yang serupa dalam kurun waktu yang lama tanpa disertai istirahat dan didukung oleh intensitas yang tinggi ketika bekerja. Kurangnya pengetahuan mengenai posisi yang benar, cara pencegahan, lingkungan kerja yang tidak sesuai, terbatasnya ruang gerak saat bekerja, serta didukung oleh faktor seperti semakin bertambahnya usia dan jangka waktu bekerja yang cukup lama dan tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan gangguan musculoskeletal pada pegawai, salah satunya adalah low back pain. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan durasi duduk yang lama dengan kejadian low back pain pada pegawai Badan Pusat Statistik Provinsi Bali sehingga dapat ditemukan solusi terkait permasalahan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain potong lintang. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan pengisian kuesioner oleh responden. Nyeri punggung bawah diukur menggunakan kuesioner Roland Morris Disability Questionnaire (RMDQ). Total jumlah responden pada penelitian ini yaitu 59 orang yang terdiri dari 35 orang berjenis kelamin laki-laki dan 24 orang perempuan dengan rentang usia responden mulai dari 20 sampai 49 tahun. Pada penelitian ini, durasi duduk dibagi menjadi >8 jam/hari yang terdiri dari 7 responden (11,9 %) dan <8 jam/hari yang terdiri dari 52 responden (88,1%). Hasil penelitian didapatkan responden yang mengalami LBP sebanyak 4 orang (6,8%), dan yang tidak mengalami LBP sebanyak 55 orang (93,2%). Uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara durasi duduk terhadap kejadian low back pain pada pegawai BPS provinsi Bali dengan nilai p-value =0,595 (p-value >0,05).
Hubungan Stres Dengan Status Gizi Pada Mahasiswa Universitas Tarumanagara Meisye Novitasari; Meilani Kumala
Ebers Papyrus Vol. 28 No. 2 (2022): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v28i2.20886

Abstract

Latar Belakang: Stres merupakan kondisi yang disebabkan ketika seseorang mengalami perbedaan antara situasi yang diinginkan dengan keadaan biologis, psikologis atau sistem sosial individu. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara stres dengan status gizi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain potong lintang. Data responden mengenai status gizi diperoleh melalui pengukuran antropometri meliputi tinggi badan, berat badan, indeks massa tubuh dan untuk stress didapatkan menggunakan Skor kuesioner DASS 42. Uji analisis data menggunakan uji statistik chi-square. Hasil: Penelitian ini menunjukkan sebesar 53% responden tidak mengalami stres dan sebanyak 47% responden mengalami stres. Sebagian besar responden (55,5%) mempunyai status gizi kurang dan gizi lebih serta obesitas. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara stres dengan status gizi (p-valu= 0.185 PRR =0.8). Kesimpulan: Penelitian yang dilakukan belum dapat menunjukkan hubungan antara stres dengan status gizi, namun risiko kelompok stres mempunyai 0.8 kali dari risiko yang tidak stres untuk mengalami status gizi tidak normal.
Pengaruh Tingkat Pendidikan Dan Pengetahuan COVID-19 Terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Masyarakat Jakarta Tahta Rajesa Bihi Jaya Putra Negara; Dr. dr. Mochamat Helmi, MSc, Sp.An, KIC, FISQua, MARS, FRSPH
Ebers Papyrus Vol. 28 No. 2 (2022): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v28i2.20924

Abstract

Coronavirus disease 2019 (COVID-19) merupakan pandemi yang sudah berlangsung selama lebih dari satu tahun terakhir, dan mengenai semua negara di dunia tanpa terkecuali. Dalam penanganan pandemi ini, beberapa negara berhasil mengendalikan kasus COVID-19 dengan baik seperti negara-negara maju, namun masih banyak negara yang kewalahan dalam pencegahan dan pengobatannya, contohnya negara-negara berkembang. Penularan COVID-19 dapat dikendalikan dengan praktik perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang baik. Banyak studi menyatakan bahwa tingkat pendidikan masyarakat berkorelasi dengan pengetahuan tentang COVID-19 dan PHBS masyarakatnya, yang berhubungan dengan berhasilnya pengendalian COVID-19. Studi ini bertujuan untuk menemukan korelasi antara ketiga variabel tersebut. Studi ini merupakan studi deskriptif analitik dengan desain potong lintang, yang diadakan secara daring pada warga kota Jakarta selama bulan Januari 2021, dan didapatkan 57 orang subjek. Data primer penelitian ini adalah hasil pengisian kuesioner daring yang meliputi tingkat, pendidikan, pengetahuan dan PHBS berdasarkan pelaporan subjek. Hasil penelitian ini mendapatkan adanya korelasi yang bermakna antara tingkat pengetahuan tentang COVID-19 dan PHBS para responden (p<0,05), namun tidak menemukan korelasi yang bermakna antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan COVID-19, dan tingkat pendidikan dengan PHBS para responden (nilai p keduanya>0,05). Perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan skala yang lebih besar dan skala pengetahuan yang objektif, dan diselenggarakannya edukasi tentang COVID-19 dan pencegahannya dengan PHBS bagi masyarakat.Kata-kata kunci: COVID-19, tingkat pendidikan, PHBS, pengetahuan COVID-19
Efek Penggunaan Gawai Terhadap Kemampuan Berbahasa Pada Anak Usia 1 – 5 Tahun Di Posyandu Mawar Kecamatan Ciledug Pada Januari 2020 Lisa Setio; Fransiska Farah
Ebers Papyrus Vol. 28 No. 2 (2022): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v28i2.20972

Abstract

Gawai adalah perangkat elektronik yang sudah banyak digunakan oleh anak - anak, hingga sering kali dapat menjadi masalah, misalnya anak yang diberi gawai mengalami kesulitan dalam berbicara / berkomunikasi. Sedangkan kemampuan berbahasa merupakan salah satu indikator penting dalam perkembangan anak. Terdapat faktor – faktor yang dapat mempengaruhi kemampuan berbahasa anak, seperti durasi penggunaan gawai, gizi, polah asuh orang tua, stimulasi, psikologi, dan sosial ekonomi. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui efek penggunaan gawai terhadap kemampuan berbahasa balita di Posyandu Mawar Kelurahan Parung Serab Kecamatan Ciledug Kota Tangerang Banten. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dan cara pengambilan datanya dengan wawancara singkat, KPSP dan Kuesioner tambahan. Data diolah dan dianalisis dengan uji Spearman. Setelah mendapatkan data dengan total responden sebanyak 24 anak, laki – laki sebanyak 11 anak dan perempuan sebanyak 13 anak. Kemudian didapatkan juga durasi penggunaan gawai kurang dari sama dengan 1 jam adalah 15 anak dan yang lebih dari 1 jam sebanyak 8 anak. Untuk kemampuan berbahasa didapatkan yang tidak sesuai dengan usia sebanyak 0 anak dan yang sesuai dengan usia sebanyak 24 anak. Setelah data dianalisis didapatkan nilai p < 0,0001 artinya kekuatan hubung antara kedua variabel sangat lemah. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan gawai di Posyandu Mawar tidak terdapat gangguan berbahasa.