cover
Contact Name
Ria Buana
Contact Email
Jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Phone
+628129657508
Journal Mail Official
jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Ebers Papyrus
ISSN : 08548862     EISSN : 27981630     DOI : https://doi.org/10.24912/ep.vxxxx.xxxxx
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ebers Papyrus adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Ebers Papyrus berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli, studi kasus dan tinjauan pustaka. Konten Ebers Papyrus meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 251 Documents
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG BPJS KESEHATAN DENGAN STATUS KEPESERTAAN BPJS KESEHATAN DI PUSKESMAS JIPUT Sampurno, Dana Profit; Atzmardina, Zita
Ebers Papyrus Vol. 28 No. 1 (2022): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v28i1.19415

Abstract

BPJS Kesehatan adalah badan publik yang menyelenggarakan program Jaminan Kesehatan. Badan ini bertujuan untuk mewujudkan terselenggaranya pemberian jaminan terpenuhinya kebutuhan dasar hidup yang layak. Mulai tanggal 1 Januari 2019 setiap Warga Negara Indonesia diwajibkan untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan. Kepesertaan dari BPJS Kesehatan dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya dipengaruhi oleh faktor pengetahuan. Tujuan dari penelitian ini adalah ditingkatkannya pengetahuan sehingga kepesertaan BPJS Kesehatan juga meningkat. Penelitian ini adalah studi deskriptif menggunakan metode crosssectional, subjek penelitian ini terdiri dari 113 responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang berisi pertanyaan tentang BPJS Kesehatan dan untuk analisis bivariatnya menggunakan metode Chi Square. Dalam penelitian ini diperoleh 58,4% responden merupakan peserta BPJS Kesehatan dan 55,8% responden memiliki tingkat pengetahuan cukup. Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan masyarakat tentang BPJS Kesehatan dengan status kepesertaan BPJS Kesehatan.
HUBUNGAN PROKRASTINASI DENGAN STRES PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA Hidayanti, Dwi; Chris, Arlends
Ebers Papyrus Vol. 28 No. 1 (2022): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v28i1.19416

Abstract

Mahasiswa tidak terlepas dari aktivitas belajar dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh dosen dengan jangka waktu yang sudah ditentukan. Ketika menghadapi aktivitas tersebut mahasiswa seringkali menunda, mengabaikan dan memilih melakukan aktivitas lainnya, maka perilaku tersebut dinamakan prokrastinasi. Hal ini dapat mengakibatkan mahasiswa mengalami stres. Stres adalah perasaan tertekan yang dialami seseorang pada situasi tertentu dan dapat menganggu kesehatan fisik atau psikologisnya. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan desain cross sectional pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Subyek penelitian adalah 63 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara yang sedang menjalankan blok muskuloskletal pada bulan Maret 2020. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yaitu kuesioner Procrastination Assesment Scale-Student (PASS) dan Depression Anxiety Stress Scale (DASS 42). Hasil analisis Chi-square didapatkan p value (0,011) menunjukkan hasil yang signifikan antara prokrastinasi dengan stres. Hasilnya, pada tingkat prokrastinasi kategori ringan adalah 10 responden (15,9%), tingkat prokrastinasi kategori sedang adalah 44 responden (69,8%), dan tingkat prokrastinasi kategori tinggi adalah 9 responden (14,3%). Hasil tingkat stres kategori normal adalah 9 responden (14,3%), tingkat stres kategori ringan adalah 25 responden (39,7%) tingkat stres kategori sedang adalah 21 responden  (33,3%), dan tingkat stres kategori berat adalah 8 responden (12,7%). Kesimpulan pada penelitian ini prokrastinasi dapat mempengaruhi stres pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara (p-value 0,011).
PROPORSI KELAINAN STRUKTUR TULANG BELAKANG PENDERITA NYERI PUNGGUNG PADA RADIOGRAFI KONVENSIONAL Evalyn, Elsa; Friska, Inge; Jeffrey, Jeffrey
Ebers Papyrus Vol. 28 No. 1 (2022): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v28i1.19417

Abstract

Nyeri punggung sangat sering dikeluhkan oleh banyak orang dan disebabkan oleh berbagai etiologi, termasuk kelainan struktur tulang belakang. Tujuan penelitian ini adalah penulis ingin mengetahui kelainan tulang belakang apa saja yang dapat ditemukan pada penderita nyeri punggung di Rumah Sakit Royal Taruma dalam pemeriksaan radiografi konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan desain cross sectional yang dilakukan terhadap 65 orang subjek di Rumah Sakit Royal Taruma, Jakarta Barat  pada bulan Januari - Juni 2020. Data diperoleh melalui rekam medis pasien nyeri punggung dan penilaian adanya kelainan struktur tulang belakang pada radiografi konvensional menggunakan metode Cobb untuk mengukur kurvatura dan sistem grade untuk spondilolistesis. Hasil dari penelitian ini didapatkan presentase gambaran kelainan struktur tulang belakang yang ditemukan dari total 65 orang subjek adalah gambaran skoliosis sebanyak 17 (26,15%) orang, gambaran spondilolistesis sebanyak enam (9,23%) orang, gambaran hiperlordosis sebanyak satu (1,54%) orang, dan gambaran kifosis sebanyak satu (1,54%) orang. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih banyak dan menggunakan modalitas radiologi yang lebih canggih seperti MRI.
TINGKAT KEPUASAN PASIEN SKABIES TERHADAP PENGGUNAAN KRIM PERMETRIN 5% DI KLINIK INDRA PERIODE JANUARI-JUNI 2021 Sardjono, Kimberly; Tan, Sukmawati Tansil
Ebers Papyrus Vol. 28 No. 1 (2022): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v28i1.19418

Abstract

Skabies adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Diketahui penyakit kulit menular ini berada pada urutan ketiga dari 12 penyakit kulit tersering di Indonesia. Dari seluruh pilihan pengobatan topikal skabies, krim permetrin 5% merupakan obat paling efektif untuk menyembuhkan skabies. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh proporsi kepuasan penderita skabies yang menggunakan krim permetrin 5% di Klinik Indra dan juga untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menerapkan metode survei dengan jenis penelitian studi potong lintang. Terdapat 97 sampel yang dibutuhkan pada penelitian ini yang diambil berdasarkan teknik simple random sampling. Hasil penelitian yang didapatkan pada penelitian ini adalah:  tingkat kepuasan pasien skabies yang menggunakan krim permetrin 5% sebagai pengobatannya terhadap variabel 5P (price, product, promotion, place, people) menunjukkan kategori puas sampai sangat puas. Proporsi kepuasan pasien yang menggunakan krim permetrin 5% dengan urutan kepuasan paling rendah hingga paling tinggi secara berurutan adalah variabel promotion dengan proporsi 75,3% (puas), variabel price dengan proporsi 81,4% (sangat puas), variabel place dengan proporsi 93,2% (sangat puas), variabel product dengan proporsi 95,7% (sangat puas), dan variabel people dengan proporsi 97,3% (sangat puas). Dari hasil penelitian, semua tingkat kepuasan variabel 5P tergolong dalam kategori puas sampai sangat puas sehingga variabel 5P tersebut bukanlah faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kepuasan penggunaan krim permetrin 5% di Klinik Indra
HUBUNGAN FREKUENSI KONSUMSI, ASUPAN ENERGI, LEMAK, GULA, DAN GARAM DALAM FAST FOOD DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA SISWA/I SMP X YOGYAKARTA Kartolo, Marendra Shinery; Santoso, Alexander Halim
Ebers Papyrus Vol. 28 No. 1 (2022): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v28i1.19419

Abstract

Latar belakang : Obesitas didefinisikan sebagai akumulasi lemak abnormal atau berlebih yang dapat memberi risiko kesehatan. Berdasarkan data organisasi Kesehatan dunia, WHO, prevalensi obesitas pada anak dan remaja di dunia tahun 2016  mencapai 18% populasi dewasa. Dibandingkan tahun 1975, tercatat peningkatan prevalensi obesitas 4.5 kali lipat. Data Riskesdas menunjukan bahwa prevalensi obesitas sentral pada usia ?15 tahun sebesar 31% pada tahun 2018, didapatkan peningkatan dibanding 2013 (26,6%). Penelitian bertujuan untuk melihat hubungan antara frekuensi konsumsi, asupan energi, lemak, gula dan garam dalam fast food dengan kejadian obesitas pada siswa/i kelas 1 di SMP X di Yogyakarta. Metode : Penelitian analitik metode cross-sectional, Sampel dipilih dengan metode consecutive sampling. Subjek penelitian ini berjumlah 184 subjek. Metode pengukuran yang akan digunakan adalah mengukur IMT siswa/i  berdasarkan Indeks Massa Tubuh WHO Asia-Pasifik. Pengumpulan data konsumsi fast food, asupan energi, lemak, gula dan garam akan menggunakan kuesioner FFQ yang akan diberikan kepada para informan dan melakukan pengukuran secara daring terhadap berat badan dan tinggi badan. Hasil : Analisis chi-square dan fisher exact didapatkan hubungan bermakna antara asupan lemak, gula, dan garam dengan kejadian obesitas (p=0,00;0,00;0,021), dan tidak didapatkan hubungan bermakna antara asupan energi dan frekuensi konsumsi fast food dengan kejadian obesitas (p=0,069;0,701). Kesimpulan : Tidak didapatkan hubungan yang bermakna secara statistic antara frekuensi konsumsi fast food kurang dari 3 kali seminggu dan asupan energi dalam fast food dengan obesitas dan didapatkan hubungan yang bermakna secara statistic antara asupan lemak, asupan gula dan asupan natrium dalam fast food dengan obesitas (p=0,00; 0,00; 0,021)
HUBUNGAN ANTARA DURASI MENGEMUDI TERHADAP KELELAHAN AWAK MOBIL TANGKI BBM PT. PERTAMINA TANJUNG GEREM MERAK BANTEN Mufadhdhal, Raihan Adham; Tirtasari, Silviana; Wahyuni, Octavia Dwi
Ebers Papyrus Vol. 28 No. 1 (2022): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v28i1.19420

Abstract

Lamanya durasi mengemudi akan menyebabkan kelelahan dan menjadi faktor resiko utama dari kecelakaan lalu lintas. Regulasi tersebut sudah diatur dalam UU no.22 Tahun 2009 bahwa durasi mengemudi maksimal 8 jam per hari. Hasil studi sebelumnya, didapatkan durasi mengemudi >8 jam dan rata-rata mencapai 11-12 jam, 68 awak mobil tangki (AMT) sebanyak 47 orang (69,1%) mengalami kelelahan tingkat sedang. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara durasi mengemudi terhadap kelelahan pada awak mobil tangki (AMT) BBM PT. Pertamina (Persero) Tanjung Gerem Merak Banten. Studi ini bersifat analitik dengan desain cross sectional. Sample dalam studi ini adalah 151 awak mobil tangki I (sopir) yang bekerja di Terminal Bahan Bakar di Tanjung Gerem Merak Banten yang diambil menggunakan quota population sampling. Tingkat kelelahan dinilai menggunakan kuesioner subjective self rating test dan data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil studi menunjukkan bahwa proporsi AMT Terminal BBM PT. Pertamina (Persero) Tanjung Gerem Merak Banten mengalami kelelahan sebesar 65,6%, para AMT Terminal BBM PT. Pertamina (Persero) Tanjung Gerem Merak Banten mayoritas bekerja >8 jam (79,5%), dan terdapat hubungan yang bermakna antara durasi mengemudi terhadap kelelahan pada AMT BBM PT. Pertamina (Persero) Tanjung Gerem Merak Banten dengan nilai p = 0,001 (p<0,05) dan pada asosiasi epidemiologis didapatkan PR 2,58 (1,47-4,52), artinya orang yang bekerja >8 jam memiliki resiko kelelahan 2,58 kali lebih besar dibandingkan yang bekerja ?8 jam.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) TERHADAP FLAT FOOT PADA MAHASISWA UNIVERSITAS TARUMANAGARA Adiputra, Rana; Wahyuni, Octavia Dwi
Ebers Papyrus Vol. 28 No. 1 (2022): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v28i1.19421

Abstract

Flat foot (Pes planus, latin) yang dikenal sebagai "kaki datar" adalah kelainan bentuk kaki yang relatif umum terjadi. Secara khusus, ini mengacu pada hilangnya lengkung longitudinal medial kaki sehingga sisi medial telapak kaki hampir atau sampai menyentuh tanah. Flat foot dapat menyebabkan efek samping seperti ketidak stabilan pada kaki sebagai penyangga tubuh dan akhirnya berpengaruh pada gerakan berjalan normal yang menimbulkan rasa kelelahan, nyeri, dan keterbatasan gerak. Obesitas merupakan salah satu faktor risiko terjadinya flat foot. Berat badan berlebih menyebabkan tekanan yang lebih besar pada kaki sebagai penumpu tubuh ketika berdiri dan mengakibatkan arkus longitudinal medialis kaki menjadi makin rendah (flat foot). Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh IMT terhadap kejadian flat foot pada mahasiswa Universitas Tarumanagara. Desain penelitian ini yang dilakukan adalah analitic, dengan metode crossectional dan teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 114 mahasiswa yang dilakukan di Universitas Tarumanagara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna pada Indeks Massa Tubuh (IMT) terhadap Flat foot dengan nilai p = 0,0001 (p<0,05) dan didapatkan PRR 23.116, artinya semakin berlebihnya berat badan memiliki resiko flat foot 23,116 lebih besar dibandingkan berat badan normal atau kurang.
HUBUNGAN KESEPIAN TERHADAP TERJADINYA INTERNET ADDICTION PADA MAHASISWA KEDOKTERAN ANGKATAN 2018 UNIVERSITAS TARUMANAGARA JAKARTA BARAT Yuliavita, Shelvy; Chris, Arlends
Ebers Papyrus Vol. 28 No. 1 (2022): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v28i1.19422

Abstract

Kesepian merupakan sebuah perasaan dimana seseorang tidak merasakan kepuasan dalam hubungan sosialnya yang disertai dengan gejala tekanan psikologis terkait dengan perasaan kehilangan, dan perasaan tidak puas ketika tidak mendapatkan apa yang diharapkan dalam suatu hubungan. Intensitas pelajaran dan kesibukan di fakultas kedokteran menyulitkan mahasiswa untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial sehingga mendorong mereka untuk menjadi internet addiction sebagai cara mengatasi kesepian yang dialaminya. Survei nasional 2019 pada remaja di Indonesia terdapat (9,6%) yang selalu merasa kesepian dalam satu tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara kesepian terhadap terjadinya internet addiction pada mahasiswa kedokteran. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik obeservasional dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode non-random sampling teknik consecutive sampling yang dilakukan dengan pengisian kuesioner UCLA-Loneliness scale untuk menilai kesepian  dan Internet Addiction Test (IAT) untuk menilai internet addiction. Responden merupakan mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2018 sebanyak 154 orang. Data yang diperoleh, terdapat 102(66,2%) responden kesepian tinggi dan 97(63%) responden positif internet addiction. Hasil analisis Chi-square menunjukkan hasil yang signifikan (P=0,001). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara kesepian terhadap terjadinya kejadian internet addiction pada mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2018.
HUBUNGAN TINGKAT DEPRESI DENGAN KEKUATAN GENGGAMAN TANGAN PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA Indrika, Stephanie Natasha; Chris, Arlends
Ebers Papyrus Vol. 28 No. 1 (2022): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v28i1.19423

Abstract

Depresi merupakan gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati, kesedihan terus menerus, kehilangan motivasi dan semangat serta ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari selama 2 minggu. Depresi dapat menyebabkan penurunan fungsi fisik yang berpotensi mengubah komposisi tubuh dan metabolisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat depresi dengan kekuatan genggaman tangan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan 176 responden. Data tingkat depresi didapatkan dengan cara responden mengisi kuesioner Hamilton Rating Scale for Depression (HRSD) dan kekuatan genggaman tangan diukur menggunakan alat Camry Electronic Hand Dynamometer model EH101. Data yang diperoleh akan diuji analisis menggunakan uji chi-square. Hasil dari uji analisis didapatkan p value = 0,003 dan prevalence ratio sebesar 1,4. Dari hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat depresi dengan kekuatan genggaman tangan dan variabel tersebut merupakan faktor resiko.
GAMBARAN KUALITAS TIDUR DAN TEKANAN DARAH MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA Lontoh, Susy Olivia; Gunawan, Marco
Ebers Papyrus Vol. 28 No. 1 (2022): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v28i1.19424

Abstract

Deprivasi tidur sebagai faktor risiko peningkatan tekanan darah  dan perkembangan hipertensi. Mahasiswa kedokteran termasuk kelompok yang rentan terhadap kurang tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola tidur serta hubungan pola tidur dengan tekanan darah. Desain penelitian adalah analitik cross sectional.  Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-random sampling. Jumlah responden penelitian adalah 72 mahasiswa. Kriteria inklusi penelitian adalah mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2013 dan angkatan 2014. Penelitian dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara pada bulan Juni sampai Juli 2016 bertempat di kampus I Universitas Tarumanagara Jakarta yang mencakup wawancara menggunakan kuesioner dan pemeriksaan meliputi pengukuran tekanan darah sistolik dan diastolik. Hasil penelitian rentang usia responden penelitian  antara 19-28 tahun, distribusi jenis kelamin, laki-laki sebanyak 34 orang (42,5%) dan perempuan sebanyak 46 orang (57,5). Hasil tekanan darah di dapatkan yang mengalami hipotensi sebanyak 16 orang (20%), normal sebanyak 60 orang (75%) dan prehipertensi sebanyak 4 orang (5%). Distribusi kualitas tidur yang baik didapatkan sebanyak 7 orang (8,8%) dan kualitas tidur yang buruk didapatkan 73 orang (91,3%). Berdasarkan hasil analisis uji statistik, diperoleh p=0,731 atau p >0,05 yang berarti bahwa tidak ada hubungan antara kualitas tidur dengan tekanan darah. Kesimpulan penelitian sebagian besar kualitas tidur mahasiswa kedokteran Angkatan 2013 dan 2014 buruk dan tidak terdapat adanya hubungan antara kualitas tidur dengan tekanan darah pada mahasiswa universitas tarumanagara angkatan 2013 dan angkatan 2014.