cover
Contact Name
Ria Buana
Contact Email
Jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Phone
+628129657508
Journal Mail Official
jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Ebers Papyrus
ISSN : 08548862     EISSN : 27981630     DOI : https://doi.org/10.24912/ep.vxxxx.xxxxx
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ebers Papyrus adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Ebers Papyrus berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli, studi kasus dan tinjauan pustaka. Konten Ebers Papyrus meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 251 Documents
HUBUNGAN ANTARA ADIKSI INTERNET DENGAN INSOMNIA PADA MAHASISWA UNIVERSITAS TARUMANAGARA YANG BUKAN FAKULTAS KEDOKTERAN SELAMA PEMBELAJARAN JARAK JAUH (PJJ) DI ERA COVID-19 Ningrum, Leny Sulistia; Wati, Djung Lilya
Ebers Papyrus Vol. 27 No. 2 (2021): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v27i2.16122

Abstract

Latar Belakang: Kecanduan internet secara umum dikenal sebagai “kecanduan teknologi”. Kecanduan internet dicirikan oleh keasyikan yang berlebihan atau tidak terkontrol dengan baik, kompulsi atau perilaku terkait penggunaan komputer dan akses internet yang dapat menyebabkan gangguan atau kesusahan. Di masa pandemi COVID-19 yang mengharuskan adanya pembatasan sosial, banyak siswa yang harus melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Keharusan penggunaan internet dengan durasi yang lebih lama untuk pembelajaran online selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) dilakukan di era covid-19 yang mungkin tidak disadari yang dapat mengakibatkan kecanduan internet pada siswa. Banyak masalah yang dapat ditimbulkan oleh seseorang yang kecanduan internet, salah satunya adalah kurang tidur sehingga menyebabkan gangguan tidur.Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan kecanduan internet dengan kejadian insomnia pada mahasiswa non fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara era Covid-19 selama pembelajaran jarak jauh (PJJ).Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan cross sectional test dengan melakukan penilaian kecanduan internet menggunakan kuesioner IAT (Internet Addiction Test) dan penilaian insomnia menggunakan ISI (Insomnia Saverity Index), sampel diambil secara consecutive sampling, kemudian uji chi-square dilakukan. Dari 168 responden mahasiswa ditemukan 84,5% responden mengalami kecanduan internet dan 15,5% tidak mengalami kecanduan internet. Ditemukan 70,2% responden mahasiswa mengalami insomnia dan 29,8% tidak mengalami insomnia.Hasil: Berdasarkan uji statistik didapatkan nilai p-value 0,001 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kecanduan internet dengan kejadian insomnia pada mahasiswa Universitas Tarumanagara yang bukan fakultas kedokteran.
HUBUNGAN ANTARA DURASI KETUBAN PECAH DINI PADA IBU BERSALIN DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR DI RS SUMBER WARAS, JAKARTA BARAT Shafira, Ellyta; Dewi, Andriana Kumala
Ebers Papyrus Vol. 27 No. 2 (2021): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v27i2.16123

Abstract

Ketuban pecah dini (KPD) adalah pecahnya selaput ketuban sebelum persalinan. KPD merupakan salah satu persoalan penting karena sangat berpengaruh pada kehamilan dan persalinan. Semakin Panjang durasi ketuban pecah, semakin besar resiko terjadinya infeksi pada rahim. Salah satu komplikasi KPD yang dapat terjadi adalah Asfiksia pada bayi baru lahir. Asfiksia adalah suatu kondisi ketika bayi baru lahir tidak dapat bernafas secara spontan dan teratur. Menurut data WHO, asfiksia sebagai penyebab tertinggi kedua kematian neonatus di seluruh dunia (23,9%). Penelitian ini bertujuan untuk menemuka hubungan durasi ketuban pecah dini pada ibu bersalin dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di Rumah Sakit Sumber Waras Jakarta Barat. Metodologi penelitian ini ini adalah penelitian analitik dengan desain cross-sectional yang dilakukan di Rumah Sakit Sumber Waras Jakarta Barat pada rekam medis ibu bersalin bulan Januari – Desember 2020. Sampel akan diambil secara non probability consecutive non random sampling. Data univariat akan disajikan dalam bentuk tabel (persentase, nilai mean dan standar deviasi). Data bivariat akan ditampilkan dalam bentuk tabel 2x2 dan dianalisis dengan uji statistik chi-square. Hasil penelitian ini didapatkan jumlah sampel sebanyak 76 sampel ibu bersalin dengan KPD. Sebanyak 4 sampel ibu dengan KPD < 8 jam bayi lahir dengan asfiksia ringan dan terdapat 3 sampel ibu dengan KPD ? 8 jam bayi yang lahir dengan asfiksia ringan. Tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara durasi ketuban pecah dini pada ibu bersalin dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir p value 1,0 (p value < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan yang bermakna antara durasi ketuban pecah dini dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir.
HUBUNGAN ANTARA POSISI DALAM BEKERJA DENGAN LOW BACK PAIN PADA PEKERJA PABRIK Sanjaya, Juliana; Lumbantobing, Lamhot Asnir
Ebers Papyrus Vol. 27 No. 2 (2021): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v27i2.16124

Abstract

Nyeri Punggung Bawah merupakan masalah kesehatan yang paling sering menjadi penyebab keterbatasan aktivitas seseorang. Banyak faktor yang mempengaruhi nyeri punggung bawah, salah satunya adalah posisi bekerja yang tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian nyeri punggung bawah pada pekerja pada Pabrik X dan apakah ada hubungannya dengan posisi bekerja para pekerja di Pabrik X. Penelitian analitik korelatif tak berpasangan dengan pendekatan cross sectional ini dilakukan di Pabrik Bolu X di Magelang pada bulan Februari 2021 – April 2021. Penelitian ini menggunakan instrumen lembar skrining REBA (Rapid Entire Body Assessment) untuk menilai posisi bekerja dan lembar kuesioner ODI (Oswestry Dissability Index) untuk menilai nyeri punggung bawah. Pada penelitian ini didapatkan 50 responden, yang mayoritas adalah perempuan (94%), dengan mayoritas indeks massa tubuh adalah normal (98%), dan rata-rata usia 44,22 tahun. Responden dengan posisi bekerja risiko rendah didapatkan sebanyak 14% sedangkan responden dengan posisi bekerja risiko sedang sebanyak 82%. Responden dengan gangguan nyeri punggung bawah yang minimal disability ditemukan sebanyak 36%, sedangkan yang moderate disability sebanyak 64%. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan skor posisi bekerja yang paling rendah adalah 3 dan skor posisi bekerja yang paling tinggi adalah 8. Skor nyeri punggung bawah yang paling rendah adalah 12 dan skor nyeri punggung bawah yang paling tinggi adalah 28. Hasil uji korelasi (Spearman) didapatkan p value <0.001 (p value <0.05) antara posisi dan nyeri punggung bawah dan nilai koefisien korelasi didapatkan 0.532. Kesimpulan dari peneltian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara posisi bekerja dengan nyeri punggung bawah, serta terdapat arah korelasi positif dengan kekuatan korelasi sedang antara kedua hal tersebut.
HUBUNGAN DURASI BERKENDARA DENGAN KEJADIAN GEJALA LOW BACK PAIN PADA PENGEMUDI OJEK ONLINE Sylvano, Laurencia; Novendy, Novendy
Ebers Papyrus Vol. 27 No. 2 (2021): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v27i2.16125

Abstract

Transportasi memiliki peranan penting dalam aktivitas sehari-hari manusia. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah motor yang ada di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup besar dibandingkan jenis kendaraan lain dalam beberapa tahun belakangan ini. Dengan berkembangnya teknologi di era globalisasi, terdapat inovasi yang memudahkan manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan menciptakan peluang kerja baru. Salah satunya adalah ojek online. Dengan tingginya penggunaan ojek online penyedia jasa dalam hal ini pengemudi ojek seringkali menghabiskan waktu yang cukup lama mengendarai sepeda motor. Lamanya durasi berkendara sepeda motor oleh para pengemudi ojek online dapat menyebabkan faktor resiko beberapa penyakit. Salah satunya adalah low back pain (LBP). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan timbulnya kejadian low back pain pada pengemudi ojek online sehingga dapat dilakukan pencegahan akan kejadian tersebut. Penelitian ini menggunakan metode analitik-observasional dengan pendekatan cross-sectional. Metode pengambilan data dilakukan dengan melakukan pengisian kuisioner. Total jumlah responden pada penelitian ini adalah 188 responden, dengan 168 orang responden berjenis kelamin laki-laki dan 20 orang perempuan. Pada penelitian durasi berkendara dibagi menjadi >10 jam dengan jumlah responden 97(51,3%) orang dan ?10 jam dengan jumlah responden 91(48,1%)orang. Dari penelitian didapatkan 124 responden mengalami gejala low back pain dan 64 responden tidak mengalaminya. Berdasarkan analisis bivariat, didapatkan P- value adalah 0.006 dan PR adalah 1.343, sehingga dinyatakan terdapat hubungan yang bermakna antara durasi bekendara dengan gejala low back pain pada driver ojek online.
HUBUNGAN GLUKOSA DARAH TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA PASCA OPERASI DI RUMAH SAKIT SUMBER WARAS DI JAKARTA Riana, Amalia; Jeffrey, Jeffrey
Ebers Papyrus Vol. 27 No. 2 (2021): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v27i2.16126

Abstract

Operasi adalah perawatan invasif pada bagian tubuh yang akan dirawat, dibuka, atau diperlihatkan yang biasanya dilakukan melalui sayatan. Setelah dilakukan tindakan tertentu, operasi akan diakhiri dengan penutupan dan penjahitan luka. Aktivitas bakterisidal leukosit berkurang pada penderita Diabetes Mellitus dengan kontrol glukosa yang buruk sehingga dapat menimbulkan komplikasi terkait penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan glukosa darah terhadap proses penyembuhan luka pasca operasi di Rumah Sakit Sumber Waras Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik observasional. Data yang digunakan berupa data yang dikumpulkan dari rekam medis yaitu; usia, jenis kelamin, gula darah, proses penyembuhan luka pasca operasi dan tahun. Data dianalisa menggunakan analisis univariat untuk memberikan gambaran deskritif mengenai sebaran frekuensi, rerata dan media dari data yang diperoleh. Analisis bivariat untuk mengetahui adanya hubungan antara glukosa darah dengan penyembuhan luka pasca operasi. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi Square. Berdasarkan data rekam medis pasien yang telah menjalani operasi di dapatkan sebanyak 66 responden. Usia responden berkisar antara 25-60 tahun dengan rata-rata usia 55 tahun. Responden terbanyak berjenis kelamin perempuan sebanyak 39 orang (59%). Distribusi kadar gula darah responden terbanyak adalah kadar glukosa darah abnormal yaitu sebanyak 38 orang dengan presentase 57%. Berdasarkan hasil bivariat dengan analisis Chi-square, diketahui nilai p-value adalah sebesar 0,048<0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan pada glukosa darah terhadap proses penyembuhan luka pasca operasi.
HUBUNGAN KONTRASEPSI HORMONAL SUNTIK DENGAN KEPUTIHAN PADA AKSEPTOR KB DI KLINIK X KECAMATAN CISAUK Afianti, Saskia Rizki; Budiarso, Linda S
Ebers Papyrus Vol. 27 No. 2 (2021): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v27i2.16127

Abstract

Kontrasepsi hormonal salah satu metode kontrasepsi untuk mencegah terjadinya kehamilan dengan menggunakan hormon. Kontrasepsi suntik merupakan salah satu jenis kontrasepsi hormonal. Kontrasepsi hormonal dalam pencegahan kehamilan menunjukan reliabelitas yang cukup baik, disamping itu terdapat pula efek samping dari kontrasepsi hormonal seperti penambahan berat badan, menstruasi tidak teratur dan keputihan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kontrasepsi hormonal jenis suntik dengan kejadian keputihan pada akseptor KB di Klinik X Kecamatan Cisauk Kabupaten Tangerang. Desai studi ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-random sampling dengan jenis consecutive sampling. Besar sampel adalah 94 akseptor KB di Klinik X. Hasil uji Fischer Exact diperoleh nilai (p value=0.129). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara pemakaian kontrasepsi hormonal jenis suntik dengan kejadian keputihan pada akseptor KB di Klinik X Kecamatan Cisauk Kabupaten Tangerang.
KORELASI SCREEN TIME TERHADAP PERKEMBANGAN BERBAHASA ANAK USIA 2-5 TAHUN Purwanto, Nadya Putri; Kunta Adjie, Eko Kristanto
Ebers Papyrus Vol. 27 No. 2 (2021): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v27i2.16129

Abstract

Penggunaan screen time pada anak usia dini saat ini sangat tinggi. Paparan screen time jangka panjang dapat memengaruhi perkembangan berbahasa anak. Kemampuan berbahasa ekspresif dan reseptif membuat anak mampu mengekspresikan keinginan, ide, dan perasaannya karena bicara merupakan salah satu kemampuan dasar yang penting dalam perkembangan anak usia dini. Gangguan berbahasa selalu dikaitkan dengan lamanya screen time. Di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo pada tahun 2017 dari 84 anak, 37 diantaranya (41% perempuan dan 59% laki-laki) mengalami keterlambatan berbahasa dengan rata-rata screen time adalah 4 jam per hari. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya korelasi antara screen time terhadap perkembangan berbahasa anak usia 2-5 tahun di KB-TK St. Theresia, Menteng, Jakarta Pusat. Penelitian ini bersifat analitik potong lintang dengan pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Subjek penelitian adalah 65 anak usia 2-5 tahun di KB-TK St. Theresia, Menteng, Jakarta Pusat. Pengumpulan data dengan kuisioner online dan KPSP. Hasil penelitian menunjukkan 41 orang (63,1 %) memiliki screen time lebih dari 2 jam per hari dan 24 orang (36,9 %) memiliki screen time kurang dari 2 jam per hari. Terdapat 34 orang (52,3 %) perkembangan berbahasanya sesuai menurut KPSP dan 31 orang (47,7 %) yang perkembangan berbahasanya terlambat. Hasil uji Chi-square didapatkan tidak ada korelasi antara screen time dan perkembangan berbahasa anak (p = 0,818). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ditemukan korelasi antara screen time dan perkembangan berbahasa anak usia 2-5 tahun di KB-TK St. Theresia, Menteng, Jakarta Pusat.
PENGARUH FREKUENSI DAN ASUPAN KALORI SARAPAN TERHADAP PREVALENSI DEPRESI PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA ANGKATAN 2019 Auriol, Blasius Hugo; Biromo, Anastasia Ratnawati
Ebers Papyrus Vol. 27 No. 2 (2021): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v27i2.16130

Abstract

Sarapan merupakan kebiasaan yang banyak dimiliki setiap orang. Sarapan yang dipengaruhi oleh frekuensi dan asupan kalori memiliki banyak manfaat bagi kesehatan seseorang. Salah satunya adalah kesehatan mental, khususnya depresi. Salah satu populasi masyarakat yang rentan terkena depresi adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran, yang pada umumnya memiliki beban dan tuntutan akademik yang berat. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara frekuensi dan asupan kalori sarapan dengan prevalensi depresi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional yang melibatkan 91 orang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2019. Frekuensi dan asupan kalori pada sarapan dinilai menggunakan kuesioner pola sarapan selama 2 minggu kebelakang. Prevalensi depresi dinilai menggunakan instrumen kuesioner Zung Self Rating Depression Scale (ZSDS). Pengolahan data dilakukan menggunakan metode Chi-square dengan interval kepercayaan 95% (? = 0,05) dan dengan nilai p sebesar 0,000005 dan 0,00034. Pada penelitian ini terdapat hubungan yang bermakna antara frekuensi dan asupan kalori sarapan terhadap prevalensi depresi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2019.
PROFIL STATUS GIZI, MASSA LEMAK, DAN MASSA BEBAS LEMAK PADA LANJUT USIA DI PANTI WERDHA SS Gunadi, Angelica; Kumala, Meilani
Ebers Papyrus Vol. 27 No. 2 (2021): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v27i2.16132

Abstract

Prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM) di Indonesia masih tinggi. Pengukuran status gizi dapat dilakukan untuk mengetahui faktor risiko PTM. Pada lansia untuk mengetahui status gizi dilakukan pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) dan juga pengukuran massa lemak dan massa bebas lemak tubuh. Tujuan pada penelitian ini untuk melihat sebaran status gizi, massa lemak, dan massa bebas lemak pada lanjut usia di Panti Werdha Salam Sejahtera sehingga dapat dilakukan tindakan lebih lanjut untuk mencegah Penyakit Tidak Menular. Metode pada penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan disain cross-sectional, menggunakan pengukuran berat badan dan tinggi badan untuk mengetahui status gizi berdasarkan IMT dan pengukuran Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) untuk mengetahui massa lemak dan massa bebas lemak pada lansia. Hasil penelitian terhadap 41 subjek didapatkan status gizi berdasarkan IMT sebagian besar lansia obesitas sejumlah 16 (39,0%) subjek, status gizi berlebih sejumlah 12 (29,26,0%) subjek, status gizi normal sejumlah 9 (21,95%) subjek dan status gizi kurang sejumlah 4 (9,75%) subjek. Massa lemak obesitas sejumlah 24 (58,5%) subjek, massa lemak berlebih sejumlah 10 (24,39%) subjek dan massa lemak normal sejumlah 7 (17,0%) subjek. Kesimpulan pada penelitian ini didapatkan bahwa lansia di Panti Werdha Salam Sejahtera mempunyai status gizi berdasarkan IMT dan massa lemak yang berlebih.
KONDILOMATA AKUMINATA PADA PASIEN HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS DITERAPI LARUTAN ASAM TRIKLOROASETAT 80% DAN TABLET SIMETIDIN Darmawan, Hari; Devi, Mutia; Purwoko, Izazi Hari
Ebers Papyrus Vol. 27 No. 2 (2021): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondilomata akuminata (KA) adalah salah satu penyakit proliferatif epitel disebabkan human papilloma virus (HPV). Infeksi human immunodeficiency virus (HIV) dapat mempengaruhi patogenesis penyakit terkait HPV. Lesi KA pada pasien HIV biasa lebih besar, multipel, refrakter terhadap pengobatan konvensional, dan sering rekuren. Terapi kombinasi digunakan untuk mempercepat klirens lesi secara total. Laki-laki, 32 tahun, datang dengan keluhan papul verukosa multipel sewarna kulit di perianal sejak 2 bulan lalu. Lesi di perianal menunjukkan fenomena acetowhitening. Pemeriksaan serologik menunjukkan seropositif-HIV dengan kadar CD4 absolut 547 sel/mm3. Pasien didiagnosis sebagai KA dengan infeksi HIV. Pasien mendapat terapi tutul larutan trichloroacetic acid (TCA) 80%, tablet simetidin, dan antiretroviral therapy (ART). Lesi membaik setelah sesi pengobatan pertama. KA berhubungan dengan HIV dan juga sebaliknya. Lesi KA diterapi TCA 80% yang merupakan agen kaustik sehingga menyebabkan nekrosis dan koagulasi jaringan. Pemberian ART pada pasien KA dengan HIV akan mempercepat penyembuhan lesi. Simetidin merupakan obat golongan antagonis reseptor histamin 2 (AH-2) yang memiliki efek imunomodulator. Efektivitas simetidin sebagai terapi kombinasi KA terjadi melalui peningkatan sistem imun selular host.