cover
Contact Name
Ria Buana
Contact Email
Jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Phone
+628129657508
Journal Mail Official
jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Ebers Papyrus
ISSN : 08548862     EISSN : 27981630     DOI : https://doi.org/10.24912/ep.vxxxx.xxxxx
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ebers Papyrus adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Ebers Papyrus berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli, studi kasus dan tinjauan pustaka. Konten Ebers Papyrus meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 251 Documents
Cover Ebers Papyrus Erick Sidarta
Ebers Papyrus Vol. 28 No. 2 (2022): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TINGKAT AKTIVITAS FISIK DAN STATUS GIZI PADA MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA Setiawan, Yohan; Lontoh, Susy Olivia
Ebers Papyrus Vol. 29 No. 1 (2023): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v29i1.23749

Abstract

Gaya hidup sedentary dan obesitas dapat menjadi masalah serius yang terjadi di kalangan mahasiswa kedokteran dan memiliki konsekuensi negatif terhadap kesehatan mahasiswa. Jadwal kuliah yang padat membuat penurunan aktivitas fisik dikalangan mahasiswa kedokteran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola aktivitas fisik dan status gizi pada mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara. Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif observational dengan disain potong lintang. Responden penelitian adalah responden yang memenuhi kriteria inklusi meliputi mahasiswa/i Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara berumur 18-22 tahun dan bersedia menandatangani informed consent. Pemilihan responden penelitian dilakukan secara consecutive sampling dengan jumlah responden sebanyak 93 mahasiswa/i. Pengambilan data menggunakan kuisioner yang terdiri dari kuisioner dengan karakteristik subjek yaitu usia, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan dan kuesioner mengukur tingkat aktifitas fisik yang digunakan adalah The Godin Shepard Leisure Time Physical Activity Questionnaire. Indeks massa tubuh mahasiswa/i didapatkan berdasarkan rasio antara berat badan (BB) dalam satuan kg dan kuadrat dari tinggi badan (TB) dalam satuan meter. Klasifikasi indeks massa tubuh berdasarkan kriteria dari WHO Asia Pasifik. Hasil penelitian rata-rata usia responden 20,42 ± 1,45 dengan rentang antara 18 -28 tahun. Berdasarkan jenis kelamin perempuan sebanyak 62 orang (66,7%) dan laki-laki sebanyak 31 orang (33,3%). Hasil rata-rata berat badan di dapatkan 62,82±16,64 kg, rata-rata tinggi badan yaitu 162,76± 7,78 cm. Rata-rata indeks massa tubuh adalah 23,58 ±5,31 dengan IMT terendah 16,02 dan tertinggi 41,77. Distribusi mahasiswa dengan status gizi normal adalah sebanyak 57 orang (61,3%) mahasiswa, mahasiswa dengan status gizi overweight adalah sebanyak 10 orang (10,8%) dan mahasiswa dengan status gizi obesitas sebanyak 23 orang (24,7%). Distribusi mahasiswa dengan tingkat aktivitas fisik rendah sebanyak 62 orang (66,7%), mahasiswa dengan tingkat aktivitas fisik sedang sebanyak 22 orang (23,7%) dan mahasiswa dengan tingkat aktivitas fisik tinggi sebanyak 9 mahasiswa (9,7%). Kesimpulan penelitian sebagian besar tingkat aktivitas fisik mahasiswa kedokteran Angkatan 2020 dan 2021 rendah dan status gizi normal. Kata Kunci : aktivitas fisik, status gizi, gaya hidup sedentari
KARAKTERISTIK PENGETAHUAN ORANGTUA TERHADAP KEJADIAN IKUTAN PASCA IMUNISASI DI TK MARDI YUANA CIBADAK 2023: - Felda, Felda; Kunta Adjie, Eko Kristanto
Ebers Papyrus Vol. 29 No. 1 (2023): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v29i1.23946

Abstract

Imunisasi adalah tindakan untuk memberikan paparan antigen dari patogen yang bertujuan menciptakan respon imun terhadap penyakit tertentu. Banyak orangtua yang belum membawa anaknya untuk imunisasi dikarenakan minimnya pengetahuan dan banyaknya hoax tentang Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Data yang dirilis oleh Kementrian Kesehatan pada tanggal 14 Juli 2022 memperlihatkan bahwa persentase Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) yang tercapai hanya 33,4%, dan untuk cakupan imunisasi pada anak di bawah usia dua tahun hanya mencapai 28,4%. Faktor rendahnya angka cakupan imunisasi salah satunya disebabkan oleh kurangnya pemahaman tentang KIPI. Reaksi KIPI didefinisikan sebagai semua peristiwa medis yang berkaitan dengan vaksinasi berupa respon penyuntikan, respon imunisasi, dampak dari obat dan kekeliruan tindakan medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pengetahuan orangtua terhadap Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) pada anak di TK Mardi Yuana Cibadak. Penelitian ini termasuk studi observasional deskriptif potong lintang dan cara pengambilan sampel dengan kuesioner oleh 37 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Diperoleh nilai rata-rata tingkat pengetahuan orangtua tentang KIPI adalah 67,5 dengan nilai tertinggi adalah 85 dan nilai terendah adalah 50. Nilai rata-rata tingkat penanganan KIPI pada anak adalah 78,8 dengan nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 50. Kesimpulan penelitian ini adalah perlu adanya peningkatan pengetahuan dan cara penanganan KIPI secara menyeluruh oleh fasilitas kesehatan terkait kepada orangtua agar lebih tanggap melakukan penanganan KIPI.
PREVALENSI MULTIMORBIDITAS, KEBUTUHAN PERAWATAN DAN KETERBATASAN AKTIVITAS PADA LANSIA DI JAKARTA Rumawas, Marcella Erwina; Bukhori, Imam
Ebers Papyrus Vol. 29 No. 1 (2023): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v29i1.23964

Abstract

Latar Belakang: Multimorbiditas, yaitu didapatkannya dua atau lebih kondisi medis pada individu dalam waktu bersamaan, merupakan masalah kesehatan yang sering ditemukan pada lansia. Adanya multimorbiditas dapat menyebabkan peningkatan kebutuhan perawatan dan membatasi aktivitas sehari-hari. Di Indonesia, informasi mengenai multimorbiditas pada lansia masih sangat minim. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya prevalensi multimorbiditas, kebutuhan perawatan dan keterbatasan aktivitas pada lansia di Jakarta. Metode: Penelitian deskriptif potong lintang meliputi subyek lansia usia ≥60 tahun yang dipilih secara non-random konsekutif dengan menerapkan kriteria seleksi pada anggota komunitas yayasan Al-Madiniyah, Jakarta Barat. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Self–Administered Comorbidity Questionnaire (SCQ), yang terdiri dari 12 kondisi medis tertentu dan maksimal 3 kondisi medis tersering lainnya, disertai informasi mengenai kebutuhan perawatan dan keterbatasan aktivitas untuk setiap kondisi medis. Hasil: Didapatkan prevalensi multimorbiditas sebesar 60% pada 40 subyek lansia (minimal 2 dan maksimal 6 multimorbiditas), terutama pada perempuan (87,5%), usia 60-69 tahun (66,7%), menikah (55%), tidak tamat sekolah dasar/tidak sekolah (58,3%) dan ibu rumah tangga (70,8%). Pada 24 subyek lansia dengan multimorbiditas, kondisi medis tersering adalah penyakit sendi (70,8%), gangguan lambung (62,5%) dan nyeri punggung (58,3%), yang mana 79,8% membutuhkan perawatan dan 20,8% mengalami keterbatasan aktivitas. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan adanya kebutuhan perawatan dan keterbatasan aktivitas pada lansia dengan multimorbiditas.
Hubungan Kualitas Tidur Dengan Obesitas pada Karyawan RSUD Kepahiang Bengkulu Salsabila, Aureliza Syfa; Frisca
Ebers Papyrus Vol. 29 No. 1 (2023): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v29i1.24483

Abstract

Kejadian obesitas mengalami peningkatan yang drastis tiap tahun. Obesitas dapat diartikan sebagai akumulasi lemak berlebih pada tubuh sehingga dapat mengganggu kesehatan serta menambah risiko timbulnya kelainan kardiometabolik. Berikut faktor yang berhubungan dengan obesitas seperti kualitas tidur buruk. Tujuan dari studi ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dan obesitas yang dialami karyawan RSUD Kepahiang Bengkulu. Metodologi penelitian yaitu meggunakan cross-sectional dengan pendekatan studi analitik. Data responden diambil dengan judgemental sampling didapatkan sejumlah 180 orang responden. Data dikumpulkan dengan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) kemudian dilakukan pengukuran antropometri, lalu data tersebut digunakan untuk menghitung indeks massa tubuh agar diketahui status gizi responden. Analisis statistik dengan metode chi-square yang dinyatakan dalam bentuk tabel berukuran 2x2 menghasilkan kesimpulan bahwa sebagian besar responden dengan jenis kelamin perempuan mempunyai rata–rata usia 38 tahun. Mayoritas responden yang berprofesi sebagai perawat sebesar 69 orang (38,3%), 149 orang (82,2%) jarang berolahraga, 45 orang (25%) mempunyai perilaku konsumsi kopi pada malam hari, dan 109 orang (60,6%) mempunyai perilaku makan larut malam. Dalam studi ini diperoleh hasil yaitu kualitas tidur dari 126 orang (70%) termasuk buruk sedangkan 124 orang (68,9%) tergolong obesitas. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat 105 (83,3%) responden dengan kualitas tidur yang buruk mengalami obesitas. Hasil penelitian diperoleh terdapat hubungan yang berarti pada kualitas tidur dan obesitas pada karyawan Rumah Sakit Daerah Kepahiang Bengkulu secara statistik dengan p<0,0001, serta bermakna juga secara epidemiologi dengan angka prevalence ratio sebesar 1,53.
Penurunan Prestasi Akademik akibat Stres selama pandemi COVID-19 Charles, Yulius Charles; Halim, Susilodinata
Ebers Papyrus Vol. 29 No. 1 (2023): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v29i1.24486

Abstract

Pandemi COVID-19 yang bermula pada tahun 2019 menyebabkan berbagai perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari seseorang, akibat perubahan ini banyak faktor stres baru yang bermunculan terutama kepada mahasiswa akibat pembelajaran melalui daring dan adaptasi metode pembelajaran baru yang menyebabkan penurunan prestasi akademik, stres sendiri didefinisikan ketidaksesuaian perasaan seorang individu dengan situasi yang diharapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara stres dengan prestasi akademik pada mahasiswa FK Untar Angkatan 2022. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan data responden menggunakan google form yang berisi kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10) untuk mengukur tingkat stres sedangkan untuk mengukur hasil belajar atau Indeks Prestasi Kumulatif(IPK) mahasiswa diperoleh melalui pengisian google form pada kolom indeks prestasi akademik 3 blok selama semester 1. Uji analisis data menggunakan uji statistik chi-square dengan pendekatan cross-sectional. Hasil: Penelitian ini menunjukkan sebesar 89,7% responden tidak mengalami stres dan sebanyak 10,3% responden mengalami stres. Sebagian besar responden berjumlah 144 atau 87,3% memliki IP >= 2.00, sedangkan yang memiliki IP< 2.00 sebanyak 21 atau 12,7%. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan bermakna antara stres dengan prestasi akademik mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2022 karena P-value= 0.520. Kesimpulan: Penelitian yang dilakukan belum dapat menunjukkan adanya hubungan antara stres dengan prestasi akademik pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2022.
Preeklamsia dengan Faktor Risiko pada RS Hermina Ciputat periode 2017-2021 Elviani, Calista Haniifa Elviani; Herdiman, Julia
Ebers Papyrus Vol. 29 No. 1 (2023): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v29i1.24511

Abstract

Preeklamsia adalah suatu kondisi serius yang bersifat progresif, ditandai dengan meningkatnya tekanan darah ≥140/90 mmHg dan/atau protein dalam urin ≥300mg/24 jam pada kehamilan di atas 20 minggu. Salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas pada ibu hamil di Indonesia adalah preeklamsia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi preeklamsia pada ibu hamil dengan faktor risiko di RS Hermina Ciputat Tangerang Selatan tahun 2017-2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional. Hasil penelitian didapatkan dari rekam medis yang diambil dari RS Hermina Ciputat dengan total kelahiran sebanyak 5.243 ibu pada tahun 2017-2021 dengan yang memenuhi kriteria inklusi preeklamsia sebanyak 134 (3%). Didapatkan ibu hamil yang mengalami preeklamsia memiliki berbagai faktor risiko, diantaranya terdapat 34,3% ibu mengalami berat badan berlebih, 38,1% ibu yang memiliki berat badan berlebih dan riwayat hipertensi, 20,9% ibu mengalami berat badan berlebih dan berusia lebih dari 35 tahun, 3,7% ibu memiliki berat badan berlebih, riwayat hipertensi, dan berusia di atas 35 tahun, serta 3% ibu memiliki memiliki berat badan berlebih, riwayat hipertensi, berusia lebih dari 35 tahun dan riwayat preeklamsia pada kehamilan sebelumnya. Kesimpulan: prevalensi kejadian preeklamsia pada ibu hamil dengan faktor risiko pada tahun 2017-2021 sebesar 3%. Ibu hamil yang memiliki riwayat hipertensi berisiko lebih besar 2,19 kali untuk terkena preeklamsia gejala berat. Obesitas II 2,46 kali lebih berisiko terkena preeklamsia dengan gejala berat dibanding obesitas I.
Hubungan Pendekatan Belajar dengan Prestasi Belajar pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Rabbiyanti, Dila Kurnia; Malik, Rebekah
Ebers Papyrus Vol. 29 No. 1 (2023): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v29i1.24571

Abstract

Prestasi belajar merupakan hasil yang didapatkan daripada aktivitas belajar. Prestasi belajar dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya ialah pendekatan belajar. Pendekatan belajar adalah suatu metode, strategi atau cara yang digunakan seseorang dalam proses belajar untuk meraih tujuan pembelajaran. Pendekatan belajar secara umum dibagi menjadi deep approach dan surface approach. Pendekatan deep approach biasanya bagi orang-orang yang tertarik dan berusaha memahami apa yang tengah dipelajari. Pendekatan surface approach lebih cendrung menghafal supaya lulus ujian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pendekatan belajar dengan hasil belajar. Penelitian ini merupakan penelitian analitik cross- sectional dengan menggunakan kuesioner Revised Study Process Questionnaire 2 Factors (R-SPQ-2F). Data hasil belajar adalah nilai IPK (Indeks Prestasi Komulatif). Sampel penelitian ini adalah 107 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angakatan 2020 . Hasil penelitian didapatkan, sebanyak 94 mahasiswa dengan pendekatan deep approach dan 13 mahasiswa dengan pendekatan surface approach. Hasil uji chi-square didapatkan p value = 0,014 (p<0,05) yang berarti terdapat terdapat hubungan signifikan antara pendekatan belajar dengan hasil belajar pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2020.
STATUS GIZI LANSIA PANTI WERDHA HANA DAN SASANA TRESNA WERDHA RIA PEMBANGUNAN DENGAN MNA DAN IMT Riskyana, claudya dwie; Meilani Kumala
Ebers Papyrus Vol. 29 No. 1 (2023): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v29i1.24632

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO), proporsi populasi dunia di atas 60 tahun akan meningkat hampir dua kali lipat dari 12% menjadi 22% antara tahun 2015 dan 2050. Jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia meningkat diperkirakan 40 juta jiwa (13,8%) pada tahun 2035. Penelitian yang dilakukan di India pada 170 lanjut usia menunjukkan 34,2% prevalensi malnutrisi dan 47,6% berisiko malnutrisi. Seiring meningkatnya populasi lanjut usia (lansia) dunia, prevalensi malnutrisi akan meningkat menjadi 29,1% pada tahun 2080. Penilaian status gizi pada lansia merupakan kegiatan yang perlu dilakukan untuk menghindari penyakit yang dapat terjadi. Berbagai cara dapat dilakukan untuk menilai status gizi lansia. Pada penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menilai status gizi lansia Mini Nutritional Assessment (MNA) dan Indeks Massa Tubuh (IMT). Responden merupakan lansia dari panti werdha hana dan sasana tresna werdha Ria Pembangunan yang bersedia. Sampel diambil dengan teknik non probability sampling dan dianalisis menggunakan deskriptif. Hasil analisis didapatkan status gizi normal berdasarkan MNA 55 responden (59,1%) dan berdasarkan IMT 35 responden (37,6%). Dilakukan analisis berdasarkan usia menunjukkan status gizi normal mayoritas pada lanjut usia (60-74 tahun). Kesimpulan Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar lansia mempunyai status gizi dalam batas normal berdasarkan MNA dan IMT.
GAMBARAN PASIEN BERSALIN DENGAN USIA RISIKO TINGGI BERDASARKAN KRITERIA ROBSON DI RS SUMBER WARAS TAHUN 2020 Fitriani, Gina; Dewi, Andriana Kumala
Ebers Papyrus Vol. 29 No. 1 (2023): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v29i1.24806

Abstract

Kehamilan pada perempuan berusia 35 tahun atau lebih merupakan kehamilan dengan usia ibu lanjut dan berisiko tinggi pada ibu dan janin. Persalinan diatas usia 35 tahun dikaitkan dengan lebih rentan terjadinya komplikasi pada saat persalinan. Besarnya komplikasi yang dapat terjadi pada ibu bersalin dengan usia risiko tinggi diatas 35 tahun rentan membutuhkan pelayanan kesehatan tambahan dan perawatan di rumah sakit lebih lama, akibatnya dapat menimbulkan lebih banyak biaya yang dikeluarkan. Dalam memahami karakteristik pada ibu bersalin diatas 35 tahun, kriteria Robson dapat digunakan sebagai standar global untuk membantu menilai, memantau serta membandingkan berdasarkan kelompok tingkat seksio sesarea dalam fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan prevalensi ibu bersalin dengan usia risiko tinggi yang menjalani seksio sesarea berdasarkan kriteria Robson di Rumah Sakit Sumber Waras Jakarta Barat. Metodologi penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain penelitian potong lintang dengan jumlah sampel sebanyak 54 ibu bersalin dengan usia risiko tinggi yang menjalani seksio sesarea pada tahun 2020 di RS Sumber Waras Jakarta Barat. Hasil dari penelitian ini didapatkan karakteristik ibu bersalin dengan usia risiko tinggi berdasarkan kriteria robson yang tertinggi adalah kelompok 4 dengan 27,8%, sedangkan yang terendah yaitu kelompok 8 dengan 0%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah prevalensi ibu bersalin dengan usia risiko tinggi yang menjalani seksio sesarea di RS Sumber Waras Jakarta Barat adalah 76,05% serta menunjukkan bahwa kelompok 4 pada kriteria robson memiliki jumlah yang paling tinggi.