cover
Contact Name
Ria Buana
Contact Email
Jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Phone
+628129657508
Journal Mail Official
jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Ebers Papyrus
ISSN : 08548862     EISSN : 27981630     DOI : https://doi.org/10.24912/ep.vxxxx.xxxxx
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ebers Papyrus adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Ebers Papyrus berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli, studi kasus dan tinjauan pustaka. Konten Ebers Papyrus meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 278 Documents
GAMBARAN KUANTITAS TIDUR PADA SISWA-SISWI DI SMA KATOLIK YOS SUDARSO BATAM Fidelis Samudra Kadang; Yohanes Firmansyah
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 2 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/zyz6pn17

Abstract

Tidur merupakan komponen vital bagi kesejahteraan dan fungsi fisiologis individu, khususnya pada remaja yang sedang berada dalam fase pertumbuhan aktif. Kuantitas tidur yang tidak mencukupi berpotensi menimbulkan gangguan kognitif, penurunan performa akademik, serta gangguan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kuantitas tidur siswa-siswi SMA Katolik Yos Sudarso Batam dan mengidentifikasi tingkat kecukupannya berdasarkan standar American Academy of Sleep Medicine. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang, yang melibatkan 192 responden dari kelas X dan XI melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner kuantitas tidur berbasis daring yang mencakup parameter waktu mulai tidur, durasi tidur, waktu bangun, serta stabilitas waktu tidur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata durasi tidur siswa adalah 7,24 jam per hari. Sebanyak 90 siswa (46,9%) memiliki kuantitas tidur yang tergolong cukup (>7 jam), 64 siswa (33,3%) berada pada kategori sedang (6–7 jam), dan 38 siswa (19,8%) mengalami kekurangan tidur (<6 jam). Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar siswa memiliki kuantitas tidur yang tergolong cukup, proporsi siswa dengan durasi tidur suboptimal masih cukup signifikan. Oleh karena itu, faktor-faktor penyebab kurangnya kuantitas tidur dikalangan remaja sekolah menengah perlu dieksplorasi lebih lanjut.
STUDI KORELASI KADAR ASAM URAT TERHADAP HIPERTENSI PADA LANJUT USIA DI PUSKEMAS KECAMATAN BANTARBOLANG Wahyu Aden Swamanajaya; Halim, Samuel
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 2 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/d733zw61

Abstract

Hipertensi merupakan suatu kondisi medis yang ditandai dengan tekanan darah sistolik mencapai ≥140 mmHg atau tekanan darah diastolik ≥90 mmHg. Salah satu faktor yang berpotensi berkontribusi terhadap hipertensi adalah kadar asam urat yang tinggi (hiperurisemia). Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara kadar asam urat dan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Kecamatan Bantarbolang. Studi ini menerapkan desain corss-sectional dengan jumlah sampel 182 lansia yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh dari rekam medis pasien yang mencakup hasil pemeriksaan kadar asam urat dan tekanan darah selama periode Januari–Desember 2023. Pengolahan data dilakukan melalui program SPSS dengan menerapkan uji Chi-square sebagai metode analisis. Berdasarkan uji statistik yang dilakukan, kadar asam urat tidak berbeda secara signifikan antar kelompok jenis kelamin (p=0,689). Namun, terdapat hubungan statistik yang signifikan antara variabel kadar asam urat dan status hipertensi (p=0,014), dengan odds ratio sebesar 2,516. Lansia yang mengalami hiperurisemia memiliki risiko hipertensi 2,5 kali lebih tinggi dibandingkan lansia dengan kadar asam urat normal. Temuan ini menunjukkan pentingnya deteksi dini dan pemantauan kadar asam urat sebagai upaya pencegahan hipertensi pada populasi lanjut usia.
PERAN INTERVENSI PENYULUHAN PHBS DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DI SMPN 1 KLARI KARAWANG Wulandari, Nasywa Syahida; Silviana Tirtasari
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 2 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/zpf7q169

Abstract

PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) adalah kebiasaan sehat yang diajarkan di sekolah melalui 8 indikator. Siswa SMP termasuk kelompok rentan karena sering mengabaikan pola hidup sehat seperti kurang memperhatikan makanan bergizi dan malas cuci tangan. Edukasi PHBS sejak dini penting untuk membangun kesadaran kesehatan jangka panjang. Tujuan Penelitian ini menganalisis untuk meningkatkan pengetahuan PHBS pada siswa SMPN 1 Klari sebelum dan setelah edukasi. Metode quasi-eksperimental dengan one group pretest-posttest digunakan pada 64 responden yang dipilihsecaranon-randomconveniencesampling. Datadalampenelitianinidiperolehmelaluihasil pengisian kuesioner dengan 20 item soal pengetahuan terkait PHBS di sekolah. Edukasi diberikan melalui presentasi power point. Data analisis secara statistic menggunakan paired sample t-test, menunjukkan peningkatan signifikan pada rata-rata nilai pengetahuan PHBS dari skor rata-rata 60,08 (pretest) menjadi 94,38 (posttest) dengan perbedaan selisih 34,3 (p-value=0,001) dan (95% CI: 31.933-36.661). Edukasi PHBS secara signifikan terbukti efektif dan meningkatkan pengetahuan siswa sehingga disarankan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan di sekolah.
FLUOR ALBUS PADA REMAJA PUTRI: PERAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU KESEHATAN REPRODUKSI Jasmine Sasikirana Wisnuputri; Mano, Donatila
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 2 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/e0jy8182

Abstract

Tahapan peralihan dari masa kanak-kanak menuju remaja ditandai oleh transformasi fisik, seksual, psikologis, serta sosial yang dapat memicu munculnya berbagai permasalahan kesehatan, termasuk keputihan. Hal ini seringkali disebabkan oleh kurangnya pemahaman remaja putri mengenai kesehatan organ reproduksi. Studi ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi fluor albus di kalangan siswi SMAN X Jakarta serta mengevaluasi hubungan antara pengetahuan serta perilaku dalam menjaga kesehatan reproduksi dengan kejadian fluor albus. Studi ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan poton glinting (cross-sectional). Data dikumpulkan dari 210 siswi berusia 14-19 tahun melalui kuesioner yang mengevaluasi tingkat pengetahuan, perilaku kesehatan reproduksi, serta kejadian fluor albus. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p-value <0,005. Hasil studi menunjukkan bahwa mayoritas responden (73,8%) memiliki pengetahuan yang baik, sementara 54,3% memiliki perilaku kesehatan reproduksi yang memadai. Kejadian fluor albus ditemukan pada 68,1% responden. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dengan kejadian fluor albus (p = 0,012). Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara perilaku kesehatan reproduksi dengan kejadian fluor albus (p = 0,912). Studi ini menyimpulkan bahwa tingkat pengetahuan memiliki pengaruh terhadap kejadian fluor albus, sementara perilaku kesehatan reproduksi tidak memberikan dampak yang signifikan. Oleh karena itu, peningkatan edukasi terkait kesehatan reproduksi menjadi langkah krusial dalam membantu siswi memahami dan menerapkan tindakan pencegahan yang lebih efektif terhadap fluor albus.
DAMPAK STRES AKADEMIK TERHADAP KUALITAS TIDUR: STUDI PADA MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA Yenita Angela; Silviana Tirtasari
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 2 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/cjx47h41

Abstract

ABSTRAK Mahasiswa kedokteran memiliki risiko tinggi mengalami tekanan akademik karena tuntutan studi berat dam jadwal perkuliahan yang padat. Kondisi stres yang tidak terkelola berpotensi mengganggu kesehatan, termasuk menurunkan kualitas tidur. Studi ini bertujuan untuk mengkaji antara tekanan akademik dan kualitas tidur di kalangan mahasiswa angkatan 2022 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan potong lintang dan melibatkan 152 partisipan. Pengukuran variabel menggunakan kuesioner Perception of Academic Stress Scale (PASS) untuk menilai tingkat stres akademik dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk evaluasi kualitas tidur. Analisis statistik dilakukan dengan uji chi-square dilanjutkan uji fisher’s exact. Temuan menunjukkan 140 responden (92,1%) mengalami tingkat stres akademik tinggi dan 113 mahasiswa (74,3%) memiliki kualitas tidur yang buruk. Hasil uji fisher’s exact mengindikasikann tidak ada hubungan bermakna secara statistik antara tingkat stres akademik dan kualitas tidur (p = 0,078). Namun, perhitungan Prevalence Risk Ratio (PRR) mengungkapkan bahwa kelompok dengan stres akademik tinggi berisiko 1,5 kali lebih besar untuk mengalami tidur berkualitas buruk dibandingkan mahasiswa dengan stres akademik rendah (PRR = 1,529). Kesimpulan: Meskipun tidak signifikan secara statistik, kecendrungan peningkatan risiko gangguan tidur pada mahasiswa dengan stres akademik tinggi perlu menjadi perhatian serius sebagai isu kesehatan.
PERBANDINGAN KEKUATAN GENGGAMAN TANGAN ANGGOTA MAPALA DAN MAHASISWA KEDOKTERAN BERDASARKAN JENIS KELAMIN DAN AKTIVITAS FISIK DANIA SAVITRI; Dwi Wahyuni, Octavia
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 2 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/0151px26

Abstract

Kekuatan genggaman tangan (handgrip Strength/HGS) merupakan indikator penting kekuatan otot secara umum dan berkaitan dengan status kesehatan. Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) melakukan aktivitas fisik intensif di alam bebas, sementara mahasiswa kedokteran cenderung memiliki aktivitas fisik yang lebih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan HGS antara anggota Mapala dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Total 162 responden terdiri dari 81 anggota mapala dan 81 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Pengukuran HGS dilakukan menggunakan dinamometer CAMRY EH101. Tingkat aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questioner-Short From (IPAQ-SF). Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney. Terdapat perbedaan signifikan pada rerata HGS tangan kanan antara anggota Mapala ((33,91 ± 6,85 kg) dan mahasiswa FK (26,53 ± 7,30 kg) dengan p < 0,0001. Perbedaan signifikan juga ditemukan pada HGS tangan kiri antara anggota Mapala (31,05 ± 6,99 kg) dan mahasiswa FK (25,09 ± 7,37 kg) dengan p < 0,0001. Perbedaan signifikan tersebut konsisten pada analisis berdasarkan jenis kelamin dan tingkat aktivitas fisik. Anggota Mapala memiliki kekuatan genggaman tangan yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Perbedaan ini disebabkan oleh jenis aktivitas fisik yang melibatkan penggunaan tangan secara spesifik pada kegiatan Mapala.
STUDI KORELASI ANTARA LINGKAR PINGGANG DENGAN HIPERURISEMIA PADA DEWASA USIA PRODUKTIF DI KECAMATAN CENGKARENG JAKARTA BARAT Steven Hizkia Lucius; Alexander Halim Santoso
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 2 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/qym9hj57

Abstract

Hiperurisemia adalah kondisi yang dicirikan oleh tingginya konsentrasi asam urat dalam darah, yang dapat berperan dalam munculnya berbagai penyakit metabolik seperti gout, hipertensi, penyakit ginjal, dan sindrom metabolik. Obesitas sentral merupakan salah satu faktor risiko hiperurisemia yang masih dapat dimodifikasi dan dievaluasi menggunakan parameter lingkar pinggang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara kejadian hiperurisemia dan ukuran lingkar pinggang pada populasi dewasa usia produktif di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat. Studi ini dirancang sebagai penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, diselenggarakan pada bulan April 2025 terhadap 184 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan dipilih melalui metode non-random sampling. Pengumpulan data melalui kuesioner, pengukuran lingkar pinggang, dan alat Point of care testing untuk kadar asam urat. Hasil studi menunjukkan, seluruh responden tercatat memiliki kadar asam urat yang masih berada dalam rentang normal, dengan rata-rata sebesar 4,3 mg/dL pada responden laki-laki dan 3,81 mg/dL pada responden perempuan. Namun, sebanyak 63,04% responden memiliki lingkar pinggang yang tinggi. Analisis statistik menggunakan uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan positif lemah namun signifikan antara lingkar pinggang dan kadar asam urat (r=0,311; p<0,01). Temuan ini mendukung hipotesis peningkatan ukuran lingkar pinggang terkait dengan meningkatnya kadar asam urat meskipun masih dalam batas normal. Kesimpulannya, Lingkar pinggang merupakan salah satu faktor yang berkorelasi dengan hiperurisemia, sehingga pengendalian lingkar pinggang dapat menjadi strategi preventif terhadap risiko gangguan metabolik di masyarakat usia produktif.
KORELASI ASUPAN KALORI DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN ANGKATAN 2023-2024 UNIVERSITAS TARUMANAGARA, Ray Ryan Edmun Besman Simatupang; Kumala, Meilani
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 2 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kzgr0t44

Abstract

Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada kelompok usia remaja dan dewasa muda yang prevalensinya terus meningkat. Salah satu faktor utama yang berperan terhadap terjadinya obesitas adalah ketidakseimbangan antara asupan kalori dan kebutuhan kalori harian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara asupan kalori dengan status obesitas pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2023–2024. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Jumlah subjek yang terlibat adalah 59 responden. Pemilihan subjek dilakukan menggunakan metode non-random consecutive sampling. Proses pengambilan data dilaksanakan di Universitas Tarumanagara pada periode Juli hingga Agustus. Data asupan kalori diperoleh melalui metode food recall selama 3 hari, dan status obesitas ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT). Analisis korelasi digunakan untuk menilai ada tidaknya korelasi antara variabel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi signifikan antara asupan kalori dan status gizi (r = –0,370; p = 0,004). Korelasi negatif ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi IMT responden, semakin rendah asupan kalori yang dilaporkan.
ANALISIS FITOKIMIA DAN KAPASITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN ALPUKAT (PERSEA AMERICANA MILL) DENGAN METODE DPPH Daiva Pattra Yoe; David Limanan; Frans Ferdinal; Eny Yulianti
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 2 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/4js9n196

Abstract

Produksi berlebihan Reactive Oxygen Species (ROS) dapat memicu stres oksidatif yang membuat kerusakan pada biomolekul penting seperti lipid, protein, dan asam nukleat. Daun alpukat (Persea americana Mill.) telah menarik perhatian sebagai sumber potensial antioksidan alami karena kandungan senyawa aktif biologisnya yang melimpah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari tahu kandungan fitokimia dan menilai kinerja antioksidan dari ekstrak daun alpukat menggunakan metode uji DPPH. Analisis kandungan fitokimia menunjukkan bahwa berbagai kelompok metabolit sekunder teridentifikasi, termasuk alkaloid, flavonoid, kardioglikosida, saponin, kumarin, fenolik, kuinon, betasianin, steroid, terpenoid, tanin, antosianin, dan glikosida. Senyawa-senyawa ini diyakini berperan dalam pertahanan antioksidan melalui mekanisme seperti transfer atom hidrogen, stabilisasi radikal bebas, dan pengikatan ion logam. Penilaian aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan teknik uji DPPH (2,2-difenil-1- pikrilhidrazil), yang menunjukkan aktivitas penangkap radikal yang signifikan dari ekstrak, dengan nilai IC₅₀ sebesar 31,563 µg/mL. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menyoroti sifat antioksidan kuat dari daun alpukat dan menunjukkan potensinya sebagai bahan alami dalam pengembangan formulasi antioksidan berbasis herbal.
ANALISIS HUBUNGAN DURASI KERJA DENGAN RISIKO LOW BACK PAIN PADA KARYAWAN PABRIK KERUPUK X DI INDRAMAYU Faida Fitria Zahra
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 2 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pff3e589

Abstract

Low back pain (LBP) merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh pekerja, terutama mereka dengan waktu kerja yangpanjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara durasi kerja dan risiko terjadinya LBP menggunakan desain penelitiancross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup karakteristik responden serta Modified Nordic Low Back PainQuestionnaire. Analisis data dilakukan secara statistik menggunakan perangkat lunak analisis bivariat. Hasil penelitian melibatkan 72 pekerja berusia 20–64 tahun, dengan komposisi 30 pria (41,67%) dan 42 wanita (58,33%). Rata-rata lama kerja pekerja adalah 8,01 tahun. Sebanyak 61 orang (84,7%) memiliki durasi kerja lebih dari 8 jam per hari, sementara 11 orang (15,3%) bekerja kurang dari 8 jam per hari.Berdasarkan hasil uji chi-square, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara durasi kerja dengan risiko LBP (p value > 0,05). Kesimpulannya, tidak terdapat hubungan yang berarti antara durasi kerja yang panjang dan risiko LBP pada karyawan. Kata kunci: Low back pain (LBP), pekerja karyawan, durasi Low back pain (LBP) is one of the health problems often experienced by workers, especially those with long working hours. This studyaimed to evaluate the relationship between work duration and the risk of LBP using a cross-sectional research design. Data were collectedthrough a questionnaire that included respondent characteristics as well as the Modified Nordic Low Back Pain Questionnaire. Data were analyzed statistically using bivariate analysis software. The results of the study involved 72 workers aged 20-64 years, with a composition of30 men (41.67%) and 42 women (58.33%). The average length of employment of workers was 8.01 years. A total of 61 people (84.7%) had a work duration of more than 8 hours per day, while 11 people (15.3%) worked less than 8 hours per day. Based on the results of the chi-square test, there was no significant relationship between work duration and LBP risk (p value > 0.05). In conclusion, there is no significant relationship between long work duration and the risk of LBP in workers. . Keywords: Low back pain (LBP), work duration, factory workers.