cover
Contact Name
Ria Buana
Contact Email
Jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Phone
+628129657508
Journal Mail Official
jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Ebers Papyrus
ISSN : 08548862     EISSN : 27981630     DOI : https://doi.org/10.24912/ep.vxxxx.xxxxx
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ebers Papyrus adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Ebers Papyrus berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli, studi kasus dan tinjauan pustaka. Konten Ebers Papyrus meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 251 Documents
SUPLEMENTASI SENG SEBAGAI TERAPI TAMBAHAN DIARE PADA ANAK Elni S; Wiyarni Pambudi
Ebers Papyrus Vol. 16 No. 3 (2010): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diare merupakan suatu gejala klinis yang sering dijumpai pada anak- anak, di mana sering kali tidak dapat dibedakan secara klinis berdasarkan agen penyebabnya. Diare merupakan penyebab  kematian kedua pada anak usia di bawah lima tahun di negara berkembang. Diperkirakan setiap tahunnya lebih dari 10 juta anak di bawah lima tahun di seluruh dunia dan lebih dari 3 juta di negara berkembang  meninggal  karena diare. Pemberian    larutan rehidrasi oral terbukti sejak lama dapat menurunkan angka kematian sebagai akibat lang­ sung dari dehidrasi,  namun  perlu diketahui  bahwa  penurunan  angka  k r:natian disertai penurunan  episode diare serta kejadian gizi buruk pada anak - anak yang dapat bertahan  hidup.  Penggunaan  seng dalam mengobati  diare diduga  bekerja  pada .sistem kekebalan tubuh, struktur dan fungsi usus, serta proses pemulihan epitel selama diare. Setelah lebih dari 20 tahun dilakukan penelitian yang ekstensif, suplementasi seng ditetap­ kan sebagai terapi tambahan guna untuk mengurangi  berat dan episode diare akut, serta kemungkinan infeksi ulangan dalam waktu 2 - 3 bulan setelah terapi
ANTIBIOTIKA PROFILAKSIS PADA SEKSIO SESAREA Octavia Dwi Wahyuni
Ebers Papyrus Vol. 16 No. 3 (2010): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor resiko yang paling panting dalam terjadinya infeksi maternal adalah persalinan de­ ngan seksio sesarea. Permintaan  untuk seksio  sesarea akhir-akhir  ini meningkat  pesat, bahkan terkadang tanpa indikasi yang tepat dan terencana serta tanpa diimbangi dengan pelayanan  kesehatan  yang memadai.  Seksio  sesarea  rentan terhadap  infeksi yang da­ pat menimbulkan komplikasi-komplikasi. Antibiotika profilaksis untuk seksio sesarea telah menunjukkan pengurangan dalam hal angka kesakitan dari infeksi maternal pasca operasi. Penisilin (ampisislin dengan atau kombinasi dengan Sulbaktam) dan sefalosporin generasi pertama (sefazolin) merupakan  regimen antibiotika yang paling banyak dipakai dalam pe­ nelitian dan dinyatakan paling baik dan aman sampai saat ini sebagai antibiotika profilaksis dalam seksio sesarea. Beberapa penelitian menunjukkan pemberian preoperatif dengan single dose lebih baik dibandingkan multidosis antibiotika profilaksis. Hal tersebut juga se­cara langsung dapat mengurangi lama rawat inap dan secara tidak langsung mengurangi biaya kesehatan yang dikeluarkan.
PERBANDINGAN RESPONS LAJU JANTUNG TEKANAN DARAH TERHADAP UJI BANGKU ANTARA REMAJA BERAT BADAN NORMAL DENGAN REMAJA BERAT BADAN LEBIH Nawanto Agung Prastowo
Ebers Papyrus Vol. 18 No. 1 (2012): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berat badan lebih berkaitan erat dengan kebugaran  fisik yang rendah dan respon kardio­ vaskular yang lebih tinggi untuk aktivitas fisik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mem­ bandingkan V02max  respons laju jantung serta tekanan darah saat uji bangku antara remaja dengan berat badan normal dan berat badan lebih. Sebanyak 32 subyek, mahasiswa laki­ laki dari Universitas  Katolik Atma Jaya, mengikuti  penelitian  ini. Subyek  dibagi menjadi dua kelompok, berat badan lebih (17 subyek) dan berat badan normal (15 subyek) dengan tingkat aktivitas fisik yang sama. V02max diperoleh dengan menggunakan uji bangku Queen Step Test (QCST). Denyut jantung (HR) dicatat pada saat sebelum, sel ma dan setelah (5 detik, 1, 2, 3 menit) Uji QCST, dan tekanan darah (BP) diambil sebelum dan setelah (1, 2, 3, menit) Uji QCST. Uji t berpasangan digunakan untuk menguji perbedaan V02max'  denyut jantung, perubahan denyut jantung (b.HR), dan tekanan darah antara ked­ ua kelompok.  Hasil penelitian  menunjukkan tidak ada perbedaan  yang signifikan  antara V02max pada subyek dengan berat badan normal dan berat badan lebih (56,8 ± 7,4 vs 53,3 ± 11,5 ml I kgbb I menit, P> 0,05). Denyut jantung dan b.HR pada menit pertama latihan lebih tinggi pada remaja berat badan lebih (103,0 ± 9,5 vs 112,0 ± 10,4 denyuUmenit; 24,6 ± 12,2 vs 36,4 ± 16,1 pulsalmenit, P <0,05). Remaja berat badan lebih dan berat badan normal dengan tingkat aktivitas fisik yang sama memiliki tingkat kebugaran kardiovaskuler dan respons kardiovaskuler terhadap beban fisik yang tidak berbeda.
HUBUNGAN PENEBALAN DINDING KANDUNG KEMIH PADA ULTRASONOGRAFI DENGAN LEUKOSIT ESTERASE PADA PENDERITA KLINIS INFEKSI KANDUNG KEMIH (SISTITIS) Lilik Eko Pranantyo; Ana Majdawati
Ebers Papyrus Vol. 18 No. 1 (2012): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

lnfeksi Kandung Kemih (ISK)/sistitis  merupakan keadaan  pertumbuhan dan perkembang­ biakan mikroorganisme dalam kandung kemih dengan jumlah bakteriuria  yang bermakna. Ultrasonografi (USG) merupakan  pemeriksaan yang digunakan sebagai pilihan penunjang diagnostik  pada kasus  yang berhubungan dengan  sistitis akut. Leukosit  esterase  meru­ pakan  pemeriksaan semikuantitatif  untuk ISK. Kadar  leukosit  esterase  positif setara de­ ngan adanya selleukosit di urin (leukosituria). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penebalan dinding kandung kemih pada pemeriksaan USG dengan pemeriksaan dipstik leukosit esterase pada penderita dengan klinis sistitis. Desain penelitian ini adalah observasional dengan studi cross sectional menggunakan data sekunder dari catatan rekam medis pasien RS PKU Muhammadiyah 1-2 Yogyakarta untuk semua kasus sistitis akut periode 1 Juli 2010 sampai 31 Agustus 2011. Data yang digunakan adalah subyek dengan suspek sistitis akut yang mempunyai hasil laborato­ rium urin rutin (lekosit esterase) dan tebal dinding kandung kemih potongan transversal serta longitudinal pada pemeriksaan USG.Hasil: Berdasar nilai p (0,008) < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubun­gan antara penebalan USG kandung kemih dengan hasil pemeriksaan leukosit. Keera­ tan hubungan (Coeficient Correlation)  adalah 0,326 menunjukkan terdapat hubungan antar variabel yang lemah. Dapat disimpulkan terdapat hubungan antara pemeriksaan USG kandung kemih dengan pemeriksaan leukosit esterase dan hubungan antara ked­ uanya tergolong hubungan yang lemah.
PENGARUH CUCI TANGAN DALAM PENURUNAN JUMLAH MIKROBA Dl KULIT TANGAN Linda Budiarso
Ebers Papyrus Vol. 18 No. 1 (2012): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit jari tangan manusia mengandung mikroba, baik yang patogen maupun nonpa­ togen, yang berpotensi menimbulkan penyakit. Menurut data World Bank, dilaporkan adanya kejadian luar biasa diare di 16 provinsi pada tahun 2006. Kasus tifus di Indone­ sia rata-rata mencapai 900.000 kasus pertahun dan 91 persen terjadi pada usia 3-19 tahun. Masih tingginya insidens infeksi kulit maupun diare pada masyarakat di Indone­ sia, salah satu penyebabnya  mungkin karena kurangnya perhatian masyarakat pada kebersihan kulit jari tangan. Salah satu cara pencegahan penyakit tersebut adalah dengan langkah sederhana dan murah seperti mencuci tangan pakai sabun. Penelitian dengan desain observasional deskriptif telah dilakukan pada 100 orang mahasiswa/i Fakultas  Kedokteran  Universitas  Tarumanagara pada waktu ketrampilan  klinis dasar cuci tangan pada bulan Mei 2011, dengan tujuan untuk mengetahui pola mikroba pada kulit jari tangan mahasiswali dan penurunan jumlah mikroba pada kulit jari tangan sete­ lah cuci tangan dengan sabun dan setelah cuci tangan dengan sabun lalu alkohol 70%. Data diuji untuk Staphylococcus  epidermidis  sebelum mencuci tangan dan setelah mencuci tangan dengan sabun, dengan uji statistik Chi-Square untuk tabel 4x4. Data lainnya tidak dapat dilakukan uji statistik karena tidak memenuhi syarat uji Chi-Square dan data hanya dideskripsikan secara tekstular dan disajikan dalam bentuk tabular. Hasil dari perhitungan, diperoleh X2    = 49,59, jadi X2> 16.919 untuk df =9, sehingga p-value < 0,01,  berarti terdapat hubungan yang bermakna antara penurunan jumlah staphylococcus epidermidis sebelum mencuci tangan dan sesudah mencuci tangan dengan sabun. Uji statistik ini hanya menganalisa penurunan kategori jumlah mikroba (mis. dari +3 ke +2, atau +3 ke +1, atau +3 ke 0 dst), bukan jumlah hitungan mikroba yang sesungguhnya.
Program Intervensi dalam Upaya Penurunan Jumlah Balita Gizi Kurang di Puskesmas Kelurahan KU, Kecamatan Kembangan, Kotamadya Jakarta Barat, Provinsi DKIJakarta, 5 Mei - 3 luni 201 Erni Hermijanti; Dewi Novianti; Tri Mulyati; Lupita Wijaya; Maria Marcella; Bill Kartolo
Ebers Papyrus Vol. 20 No. 2 (2014): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi balita gizi kurang di Puskesmas KU pada tahun 2013 sebesar 7,4% dan terjadi peningkatan dari Januari hingga April 2014 yaitu 6,47% mencapai 9%. Di tahun 2013 terdapat 1481balita di wilayah KU dengan 110 balita gizi kurang (7,4%). Oleh karena itu gizi kurang pada balita di daerah ini patut mendapat perhatian dan dilakukan program intervensi untuk memperbaiki kondisi tersebut. Identifikasi masalah dengan paradigma Blum, untuk mengetahui faktor penyebab permasalahan, penentuan prioritas masalah dengan non-scoring technigueDe/beque,dan penentuan alternatif penatalaksanaan dengan Fishbone Diagram. Setelah ditetapkan alternatif penatalaksanaan sebagai intervensiyang akan dilaksanakan, tahap intervensi diawali dengan penetapan target menggunakan Logframe Goals, penyusunanPianning of Action {POA), penetapan indikator keberhasilan dan pengawasan rutin setiap minggunya denganPian-Do-Check-Act(PDCA)cycle. Darihasil analisis penyebab masalah adalah lifestyle berupa kebiasaan makan yang buruk mulai dari frekuensi, porsi dan jenis makanan yang kurang bergizi serta kebiasaan anak dan keluarganya yang sering jajan, tidak mencuci tangan, kurang menjaga kebersihan alat makan dan seringkali malas menyiapkan makanan. Subyek penelitiannya adalah 5 balita dengan gizi kurang.Tujuan penelitian ini adalah memperbaiki permasalahan gizi kurang yang terjadipada balita di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan KU. Intervensi  yang dilakukan berupa perbaikan pola makan dengan memberikan KIE (KomunikasiInformasi dan Edukasi) tentang makanan bergizi, cara cuci tangan yang benar dengan dipraktikkan langsung, kebersihan alat makan dan penimbangan balita gizi kurangnya setiap minggu selama waktu intervensi. Indikator keberhasilan apabila dalam makanan balita terpenuhi 4 komponen gizi sebanyak minimal 3 haritiap 7 hariselama 14 hari periode intervensi dengan harapan kenaikan berat badan minimal 100 gram setiap minggu. Hasilnya dari 5 orangtua balita semuanya memahami pola makan yang baik dan dari 5 balita,3 balita naik berat badannya. Disarankan agar para ibu tetap mempertahankan pemberian pola makan yang sehat dan kebiasaan cuci tangan serta kebersihan alat makan tetap dijaga.
STUDI KASUS SKIZOFRENIA DENGAN PENDEKATAN KEDOKTERAN KELUARGA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KELURAHAN MS KECAMATAN KEMBANGAN, KOTAMADYA JAKARTA BARAT PROVINSI DKI JAKARTA PERIODE 3 AGUSTUS 2013 - 28 AGUSTUS 2013 Ernawati Ernawati; Tri Mulyati; Andri Wanananda; Ronald Wilmar Antonius; Minarni Eka Dewi; Saputri Dwilistanti; Krisma Kristiana
Ebers Papyrus Vol. 20 No. 2 (2014): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus kejiwaan skizofrenia adalah bentuk gangguan mental berat yang mengenai sekitar 7 dari1.000 populasi dewasa,sebagian besar terjadi pada rentang usia 15-35 tahun. Walaupun insiden ini rendah,namun angka prevalensimeningkat karena penyakit ini termasuk kronis. Di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan MS terdapat 10 orang pasien mengalami skizofrenia dari sekitar 30.000 jumlah seluruh penduduk diwilayah tersebut. Penanganan kasus inimemerlukan dukungan yang besar dari keluarga dan lingkungan sekitar secara terus menerus,holistik dan komprehensif. Dengan melakukan pendekatan kedokteran keluarga,akan sangat membantu proses pengendalian kekambuhan pasien dan pengoptimalan terapi sehingga pasien dapat menjalankan fungsi kesehariannya secara optimal.  Studi kasus dilakukan pada Nn. N,usia 28 tahun,tidak bersekolah,tidak bekerja,tidak menikah,menderita skizofrenia sejak 10 tahun yang lalu saat ibunya meninggal dunia dengan status gizi overweightdan  sekarang pasien lebih sering meracau. Faktor-faktor yang menyebabkan Nn.N menderita skizofrenia dan sering kambuh berdasarkan Mandala of health adalah genetik/human biology, family, personal behaviour, psycho-socio-economic  environment  dan culture. Penatalaksanaan holistik komprehensifyang dilakukan dalam penyelesaian inidan hasilnya adalah dengan farmakoterapi, menjelaskan tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan skizofrenia, mengedukasi dan memotivasi keteraturan berobat pada pasien dan keluarga, menganjurkan pasien makan makanan dengan gizi seimbang,olahraga,memotivasi pasien untuk mengabaikan halusinasi visual dan auditoriknya, memotivasi keluarga untuk mendukung pasien dalam pengobatan maupun pengembangan kemampuan dalam bersosialisasi dan mengembangkan bakat dan berkonsultasi dengan dokter ahli jiwa secara teratur.  Hasilnya pasien sudah mau minum obat dan kakaknya sudah lebih fokus memantau pasien minum obat,halusinasi visual dan auditorik pasien sudah berkurang,pasien sudah mau mandi sendiri tetapi masih belum mau bersosialisasi dan kakak pasien belum membawa pasien ke dokter ahli jiwa. Terbukti bahwa penanganan di tingkat layanan primer dengan pendekatan kedokteran keluarga mampu memberikan hasil yang positif. Ini penting untuk diingatkan pada semua layanan tingkat primer menerapkan metode ini dalam penanganan kasus skizofrenia khususnya dan kasus-kasus kesehatan lain pada umumnya.
Upaya Peningkatan Pengetahuan lbu Hamil Mengenai Pentingnya Melakukan Antenatal Care di Desa Pagenjahan, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten Periode 2 Oktober-13 November 2014 Novendy Novendy; Andri Wanananda; Fransisca Pekerti; Alexandro Ivan Cahyadi; Cellen Rei Setiawan
Ebers Papyrus Vol. 20 No. 2 (2014): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antenatal care (ANC) adalah upaya preventif program pelayanan kesehatan obstetri untuk mengoptimalkan kesehatan ibu hamil dan bayi melalui serangkaian kegiatan pemantauan rutin selama kehamilan.Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menyatakan ditahun 2012 terdapat 12 kasus kematian ibu hamil dan meningkat menjadi46 kasus di tahun 2013. Pada tahun 2014 hingga bulan September, tercatat 9 kasus kematian ibu hamil. Terdapat 1.289 ibu hamil selama bulan Januari-Agustus 2014 dan hanya 812 orang (62,99%)  yang melakukan kunjungan 1(K1) ke tenaga kesehatan. Melihat masih kurangnya kunjungan ANC dan tingginya kejadian kasus kematian ibu hamil,mendorong untuk dilakukan suatu upaya untuk meningkatkan partisipasiibu hamil dalam melakukan ANC. Disain yang digunakan adalah quasiekperimental dan sampel dikumpulkan secara purposive non random samplingdengan pendekatan metode diagnosis komunitas. Paradigma BLUM dan diagram fishbonedigunakan untuk mencarimasalah penyebab dan penentuan prioritas masalah dengan metode non scoring Delbecq. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Setelah diketahuimasalah penyebab utamanya adalah kurangnya pengetahuan mengenai pentingnya ANC, maka dilakukan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan tersebut dan diukur melalui pre dan post test. Sebanyak 20 orang ibu hamil berpartisipasi dalam kegiatan ini.Hasil intervensi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil sebesar 45%. Berdasarkan ujistatistik dengan paired t-testdidapatkan p-valuesebesar 0,019 dengan mean difference-nya adalah 22,00. Monitoring dilakukan secara rutin dengan menggunakan Plan-Do-Check-Act{PDCA) cydeuntuk menjaga agar program intervensidapat berjalan dengan baik dan berkesinambungan. Dapat disimpulkan bahwa hasil intervensi yang sudah dilakukan dapat meningkat pengetahuan ibu hamilmengenaipentingnya melakukan ANC selama kehamilan.
UPAYA PENINGKATAN ANGKA BEBAS JENTIK DBD DENGAN PENGGUNAAN METODE MULTI LEVEL JUMATIK (MU) DlRT 06/ RW 01 KELURAHAN S, KECAMATAN KEMBANGAN, PROVINSI DKI JAKARTA, PERIODE 6 AGUSTUS - 22 AGUSTUS 2014 Dewi Novianti; Tom Surjadi; Erni Hermijanti; Rebekah Malik; Corrina Giovani; Tania Dewi; Thedi Darma Wijaya
Ebers Papyrus Vol. 20 No. 2 (2014): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Puskesmas Kelurahan S pada tahun 2013 menempatiurutan pertama di wilayah Kecamatan Kembangan dengan insiden 170 per 100.000 penduduk.DiRT 06/ RW 01Kecamatan Kembangan terdapat kasus DBD terbanyak (6 kasus) dengan kesenjangan dari tolok ukur Angka Bebas Jentik (ABJ) pada tahun yang sama (90% dari target > 96%).Berbagaiupaya untuk memberdayakan masyarakat dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)-DBD sudah dilakukan,tetapihasilnya masih belum optimal. Berdasarkan kenyataan yang ada,perlu diketahui faktor penyebab keadaan iniagar dapat dilakukan upaya perbaikan yang efektif.Diagnosis komunitas dengan menerapkan paradigma BLUM dan Rshbone Diagramtelah dilakukan untuk mencarifaktor penyebab keadaan tersebut. Metode Non-scoring De/beque digunakan untuk menentukan prioritas masalah. Pengambilan sampel dilakukan secara Purposive Sampling dan data dikumpulkan dengan observasi jentik serta wawancara. Penetapan intervensi, Logframe Goals, Planning of Action {POA}dan indikator keberhasilan disusun secara sistematis. Berdasarkan hasil identifikasi masalah didapatkan kurangnya pengetahuan dan partisipasi warga merupakan faktor penyebab keadaan tersebut, maka dilakukan penyuluhan masal dan edukasi Door-to-Doorserta pembentukan program Multi Leve/Jumantik (MLJ). Plan-Do-Check-Act(PDCA) cyc/edigunakan sebagai monitoring rutin. Hasil intervensi yang telah dilakukan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan partisipasi warga dalam kegiatan PSN-DBD sehingga berhasil meningkatkan ABJ diRT 06/ RW 01sebanyak 2.5% dalam kurun waktu 3 minggu intervensi. Disarankan penerapan MLJ dengan memperluas cakupan dan untuk jangka panjang.
Timbangan Buku Community Medicine with Recent Advances Ernawati Ernawati
Ebers Papyrus Vol. 20 No. 2 (2014): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Page 4 of 26 | Total Record : 251