cover
Contact Name
Mohamad Ihsan
Contact Email
mohammad.xzan@gmail.com
Phone
+62816675419
Journal Mail Official
agronomika.uniba@gmail.com
Editorial Address
Jl. Agus Salim No.10, Sondakan, Kec. Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57147
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Agronomika
ISSN : 16930142     EISSN : 25979019     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agronomika, Receive scientific manuscripts of scientists / academics and practitioners in agriculture or related, could be a result of research, case studies, as well as new innovations that have never been published to support agricultural development. This journal contains the results of agricultural research. JURNAL AGRONOMIKA covers research in the following areas: 1. Agrotechnology 2. Pest Management 3. Organic farming 4. Plant Breeding 5. Sustainable agriculture 6. Horticulture 7. Agribusiness 8. Social-economic agricultural issues 9. Agricultural development 10. Agricultural diversification
Articles 106 Documents
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI DUA VARIETAS TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sinensis) DENGAN APLIKASI FERMENTASI AIR BEKAS CUCIAN BERAS: RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI DUA VARIETAS TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sinensis) DENGAN APLIKASI FERMENTASI AIR BEKAS CUCIAN BERAS Afif Trisna Saputra; Tri Rahayu; Libria Widiastut
AGRONOMIKA Vol 21 No 01 (2023): JURNAL AGRONOMIKA
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi dua varietas tanaman kacang panjang dengan aplikasi fermentasi air cucian beras. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan November 2018 sampai januari 2019, di Dukuh Nyaen Rt 02/ Rw 04, Kagokan, Gatak, Sukoharjo dengan ketinggian tempat 104 m dpl. Penelitiaan ini menggunakan metode faktorial dengan pola Split plot disain, terdiri atas dua faktor perlakuan. Adapun kedua faktor perlakuan dengan 6 kombinasi perlakuan masing masing perlakuan diulang (3) kali. Faktor perlakuan pertama, macam varietas tanaman kacang panjang yang ter diri dua varietas (V1= Varietas Kontan Tavi , V2 = Varietas Sabuk Ijo). perlakuan kedua, pemberian dosis fermentasi air cucian beras (B) yang terdiri dari tiga taraf (B1 = tanpa perlakuan, B2 = 0,15 l / 1 l air, B3 = 0,2 l / 1 l air). Penelitianini menunjukkan hasil bahwa varietas tanaman kacang panjang (V) berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah polong, dan panjang polong. Berpengaruh nyata terhadap brangkasan segar, berat polong perlubang tanam dan berat polong per petak. Tetapi tidak berpengaruh nyata pada berat brangkasan kering. Pemberian dosis fermentasi air cucian beras (B) berpengaruh sangat nyata terhadap panjang polong, berat polong per lubang polong dan berat polong per petak. Berpengaruhnyata terhadap brangkasan kering, tetapi tidak berpengaruh terhadap berat brangkasan segar dan jumlah polong. Interaksi antara perlakuan varietas dan aplikasi dosis fermentasi air cucian beras (V X B) berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter. Kombinasi perlakuan V2B3 Memberikan berat polong per petak tertinggi yaitu 3770,46 g. Dan berat polong per petak terendah 3499,15 g, pada kombinasi perlakuan V1B1.Kata Kunci : kacang panjang, dosis, fermentasi, cucian beras
Pengaruh Sistem Tanam pada pertumbuhan dan hasil serta susut bobot Tanaman Kangkung (Ipomoea reptans poir)Multiplikasi tunas temu putih (Curcuma zedoaria) secara in vitro dengan Beberapa Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Thidiazuron Mugayanti; Fenny Dewi Nuroktavianti; Anne Nuraini
AGRONOMIKA Vol 21 No 01 (2023): JURNAL AGRONOMIKA
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Temu putih (Curcuma zedoaria) merupakan tanaman herbal yang memiliki potensi untuk mengobati berbagai penyakit seperti kanker dan tumor. Saat ini hampir 94% bahan baku obat tradisional berasal dari dalam negeri, namun penyediaan bahan baku industri obat tradisional masih terbatas. Teknik kultur jaringan dapat digunakan sebagai alternatif untuk produksi bibit dalam waktu yang singkat dengan jumlah yang banyak. Thidiazuron memiliki potensi memacu pembelahan sel secara cepat pada sel yang bersifat meristematik sehingga dapat meningkatkan multiplikasi tunas. Penggunakan TDZ dengan konsentrasi yang tinggi dapat menyebabkan tunas kerdil dan penghambatan pada pembentukan akar. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh serta memperoleh konsentrasi terbaik TDZ terhadap proliferasi tunas temu putih. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, yang dirancang dengan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan diantaranya Kontrol, 0 ppm; 0.3 ppm; 0.6 ppm dan 0.9 ppm TDZ yang diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan Pemberian zat pengatur tumbuh thidiazuron berpengaruh pada terhadap jumlah tunas, jumlah akar, jumlah daun dan tinggi planlet temu putih. Pemberian 0.6 ppm TDZ menujukkan pengaruh yang baik terhadap multiplikasi tunas temu putih.
PROSES PRODUKSI GULA SEMUT STANDAR EKSPOR DI KOPERASI NIRA KAMUKTEN Qurotu A'yun; Retna Dewi Lestari; Bimoseno Sepfrian
AGRONOMIKA Vol 21 No 02 (2023): JURNAL AGRONOMIKA
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan lahan Kabupaten Banjar negara menurut BPS Kabupaten Banjarnegara (2023) untuk komoditas kelapa sebesar 65% atau setara dengan 12.144,59 Ha dari total luas perkebunan seluas 46.175,03. Jenis kelapa yang dibudidayakan di Kabupaten Banjarnegara adalah Kelapa Deres. Kelapa Deres banyak diminati, karena lebih menghasilkan nira dari jenis kelapa genjah, sehingga menjadi komoditas yang diunggulkan di Banjarnegara. Kelapa deres menjadi komoditas yang utama dimanfaatkan oleh masyarakat. Selama ini masyarakat memanfaatkan nira sebagai mata pencaharian untuk dijadikan gula kelapa. Tujuan penelitian untuk mengetahui alur produksi dan SOP yang diterapkan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah analisis kualitatif, menggunakan data primer dan sekunder, melalui cara memperolehnya dengan observasi, wawancara, pencatatan dan dokumentasi. Hasil penelitan menunjukan setiap produk harus menyesuaikan alur produksi, dari petani hingga produk keluar koperasi. SOP yang diterapkan terdiri dari SOP Produksi dan SOP Sortir
STRATEGI REVITALISASI KOPERASI DALAM PENGEMBANGAN KEMANDIRIAN DAN KESEJAHTERAAN PETANI INDONESIA: LITERATUR REVIEW Laily Muharan; Priestiani; Nur Khasanah
AGRONOMIKA Vol 21 No 02 (2023): JURNAL AGRONOMIKA
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koperasi pertanian mempunyai peran penting dalam meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan petani dalam upaya mewujudkan perekonomian masyarakat yang proposional dan merata dengan meningkatkan kualitas hidup dengan cara menyatukan, membimbing, dan mengembangkan setiap potensi yang dimiliki oleh masyarakat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian literature terkait strategi revitalisasi koperasi dalam pengembangan kemandirian dan kesejahteraan petani. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dengan cara mengkaji hasil penelitian yang sudah dipublikasi dan diperoleh dari hasil penelitian terdahulu. Pengumpulan data dilakukan berdasarkan penyaringan jurnal yang masuk kriteria peneliti seperti; terakreditasi sinta, tahun publikasi maksimal 10 tahun terakhir dan melakukan penilaian jurnal dengan metode critical appraisal. Hasil penelitian disimpulkan bahwa strategi revitalisasi koperasi pertanian melalui pengembangan ekonomi kerakyatan yaitu dengan memupuk nilai kebersamaan atau gotong royong, pengembangan kemitraan atau relasi, peningkatan kualitas SDM, menggali potensi sesuai kemampuan daerah, transparansi, pertanggung jawaban, demokratis, adanya politicalwill birokrasi dan goodwill.
KAJIAN KONSENTRASI POC DAN DOSIS PETRO ZA PLUS TERHADAP CABE RAWIT DI MASARAN SRAGEN Muh Ary Waskito; Pramono Hadi; Libria Widiastuti; Mohamad Ihsan
AGRONOMIKA Vol 21 No 02 (2023): JURNAL AGRONOMIKA
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan metode faktorial yang melibatkan dua faktor yang diulang dalam sebuah rancangan acak lengkap. kajian ini telah dilakukan sebanyak 3 kali. faktor 1 petro ZA plus (Z) terdiri dari 4 level perlakukan yang berbeda. Faktor kedua dalam eksperimen ini adalah konsentrasi pupuk organik cair. terdapat tiga tingkatan konsentrasi yang digunakan.
KAJIAN DOSIS PUPUK MAJEMUK DAN KONSENTRASI POC TERHADAP BAWANG MERAH DI SRAGEN Darno; Pramono Hadi; Libria Widiastuti; Mohamad Ihsan
AGRONOMIKA Vol 21 No 02 (2023): JURNAL AGRONOMIKA
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2022. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 2 faktor yang diulang sebanyak 2 kali. Faktor 1 adalah dosis pupuk majemuk dan Faktor 2 adalah konsentrasi POC. Konsentrasi POC berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, berat brangkasan kering, berat berangkasan segar, dan berat umbi segar.
ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN BERAS DI DESA SOKOBOYO KECAMATAN SLOGOHIMO, KABUPATEN WONOGIRI Dwi Sucahyo; Umi Nur Solikah; Tria Rosana Dewi
AGRONOMIKA Vol 21 No 02 (2023): JURNAL AGRONOMIKA
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beras merupakan komoditas yang memegang posisi strategis, beras juga menjadi industri strategis bagi perekonomian nasional. Sistem pemasaran biasanya berkisar pada kegiatan antara pemasok barang. Proses pemasaran beras/gabah dari petani akan mengalami proses yang panjang dan akan mengalami perubahan harga dari petani ke tangan konsumen melalui lembaga pemasaran yang ada. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis besarnya margin dan efisiensi saluran pemasaran beras. Penelitian dilaksanakan di Desa Sokoboyo Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri pada bulan April 2020 sampai dengan selesai dengan jumlah informan sebanyak 20 orang yang terdiri dari 9 informan petani, 4 informan penggilingan dan 8 informan pedagang pengecer dengan menggunakan metode snow ball sampling. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Wonogiri dan instansi terkait lainnya. Analisis yang digunakan dalam studi ini yaitu analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan rumus margin pemasaran dan efesiensi pemasaran. Hasil studi menunjukkan bahwa terdapat dua jenis saluran pemasaran beras, yaitu; 1) petani-pedagang pengumpul (penggiling)-pedagang pengecer-konsumen, 2) petani-pedagang pengumpul (penggiling)-pedagang besar, dengan margin untuk saluran pertama Rp.3.700 dengan tingkat efisiensi 13,1% dan margin untuk saluran kedua yaitu Rp.2.700 dengan tingkat efisiensi 11,4%. hal ini menunjukkan bahwa kedua saluran pemasaran tersebut telah efisien.
UPAYA MEMPERBESAR BUAH TERONG (Solanum melongena L.) DENGAN PEMANGKASAN TUNASAIR DAN PENJARANGAN BUAH Muhammad Alfiyan Wibisono Putro
AGRONOMIKA Vol 21 No 02 (2023): JURNAL AGRONOMIKA
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemangkasan tunas air dan penjarangan terhadap hasil buah terong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemangkasan tunas air berpengaruh sangat nyata terhadap berat buah pertanaman, berat tiap buah, berat brangkasan basah, berat brangkasan kering dan berpengaruh nyata terhadap panjang buah. Perlakuan penjarangan buah berpengaruh nyata terhadap panjang buah dan berat buah pertanaman, berpengaruh sangat nyata terhadap berat tiap buah, dan berpengaruh tidak nyata terhadap berat brangkasan basah dan berat brangkasan kering. Interaksi antara perlakuan pemangkasan tunas air dan penjarangan buah berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan. Pemangkasan tunas air dapat meningkatkan berat buah pertanaman, berat tiap buah dan berbeda nyata dengan tanpa pemangkasan. Pemangkasan tunas air dapat menurunkan panjang buah, berat brangkasan kering dan berat brangkasan ssegar. Penjarangan buah yang disisakan 3 buah per tanaman dapat meningkatkan berat tiap buah dan panjang buah. Tetapi penjarangan buah dapat menurunkan berat buah per tanaman. Penjarangan buah tidak berpengaruh terhadap berat brangkasan segar dan berat brangkasan kering. Berat buah tertinggi adalah 310,05, diperoleh pada kombinasi perlakuan T1B3 (dengan pemangkasan tunasair dan penjarangan sisa 3 buah). Berat buah terendah 139,51g, diperoleh pada kombinasi perlakuan T2B1 (tanpa pemangkasan tunas air dan tanpa penjarangan buah
EFISIENSI SALURAN PEMASARAN KACANG BUNCIS ( Phaseolus Vulgaris) DI DESA BUBAKAN KECAMATAN GIRIMARTO KABUPATEN WONOGIRI Jumadi; Tria Rosana Dewi; Irma Wardani
AGRONOMIKA Vol 19 No 2 (2021): JURNAL AGRONOMIKA AGUSTUS 2021
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Menganalisis saluran penjualan sayur kacang buncis di Desa Bubakan. (2) Menganalisis margin penjualan sayur kacang bubcis di Dea Bubakan. (3) Menganalisis efesiensi masing-masing saluran penjualan sayur kacang buncis di Desa Bubakan. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode diskriptif analisis dengan pengambilan sampel secara sensus. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis kualitatif dan kuantitatif, dengan menggunakan rumus margin tataniaga. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa saluran pemasaran kacang buncis di Dea Bubakan Kecamatan Girimarto Kabupaten Wonogiri dibagi menjadi tiga saluran pemasaran, yaitu: 1. Saluran I : Petani → Pedagang Pengecer → Konsumen. 2. Saluran II : Petani → Pedagang Pengumpul → Agen. 3. Saluran III : Petani → Pedagang Pengumpul → Pedagang besar → Pedagang Pengecer → Konsumen. Margin keuntungan yang terbesar terdapat pada saluran III sebesar Rp. 2.587/kg dan margin terkecil terdapat pada saluran I dan II masing-masing yaitu Rp. 936/kg dan Rp 921/kg Perbedaan margin keuntungan pada saluran I, II dan III disebabkan perbedaan biaya pemasaran yang dikeluarkan, margin pemasaran, volume pembelian dan adanya lembaga pemasaran yang terlibat dalam saluran. Efesiensi penjualan kacang buncis di Desa Bubakan Kecamatan Girimarto Kabupaten Wonogiri yang paling efisien yaitu pada saluran I yaitu sebesar 1,06%. Hal ini dikarenakan biaya yang dikeluarkan oleh pedagang pengecer untuk memasarkan sawi hijau sebesar Rp. 64 sedangkan nilai total produk yang diterima pedagang pengecer adalah sebesar Rp.5.000.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELEDRI (Apium graveolens L) VARIETAS AMIGO PERLAKUAN ABU SEKAM DAN KOMPOS TANDAN SAWIT
AGRONOMIKA Vol 21 No 02 (2023): JURNAL AGRONOMIKA
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode factorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dua factor perlakuan. Faktor perlakuan pemberian dosis pupuk tandan kosong kelapa sawit T (T₀=tanpa pupuk tandan kosong kelapa sawit, T₁=85 g, T₂=142 gr). Dosis abu sekam S ( S₀ = tanpa abu sekam, S₁=56 g, S₂=71 g). Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam 5% bila berpengaruh nyata maka diteruskan dengan uji DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi perlakuan dosis pupuk tandan kosong kelapa sawit dan abu sekam berbeda nyata terhadap panjang daun dan jumlah daun per helai. Perlakuan berbagai macam dosis pupuk tandan kosong kelapa sawit tidak berbeda nyata terhadap keenam parameter pengamatan dan perlakuan dosis abu sekam tidak berbeda nyata terhadap keenam parameter pengamatan. Panjang daun tertinggi 4,973 cm diperoleh pada kombinasi T₀S₂ (tanpa dosis pupuk tandan kosong kelapa sawit dan abu sekam 71 gram). Panjang daun terendah 2,693 cm diperoleh pada kombinasi perlakuan T₀S₀ (tanpa pupuk tandan kosong kelapa sawit dan tanpa abu sekam). Jumlah daun tanaman tertinggi 58,077 helai diperoleh pada kombinasi T₀S₂ (tanpa dosis pupuk tandan kosong kelapa sawit dan abu sekam 71 gram). Jumlah daun tanaman terendah 25,248 helai diperoleh pada kombinasi T₂S₂ (pemberian pupuk tandan kosong kelapa sawit 142 gram dan abu sekam 71 gram).

Page 10 of 11 | Total Record : 106