Riset Sains dan Teknologi Kelautan
SENSISTEK is a collection of student works in the form of scientific journals from the Department of Marine Engineering, Faculty of Engineering, Hasanuddin University. It aims to answer whether research on marine technology by universities, research institutions and industry can contribute to this issue. This journal is expected to contribute to exchanging information, experiences, and thoughts and strengthen the cooperation network between institutions, institutions and industries nationally. So that scientific communication occurs between students and researchers, industry and education.
Articles
27 Documents
Search results for
, issue
"Volume 2, Nomor 1, Tahun 2019"
:
27 Documents
clear
PREDIKSI SISA UMUR SAMBUNGAN TUBULAR ASIMETRIS MULTI BIDANG MENGGUNAKAN METODE FRACTURE MECHANICS
Assidiq, Fuad Mahfud;
Klara, Syerly
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 2, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62012/sensistek.v2i1.13065
Jenis platform minyak dan gas yang paling banyak beroperasi di perairan Indonesia ialah jenis terpancang (fixedjacket). Jenis struktur ini dalam proses perancangan mempertimbangkan beban kerja salah satunya beban dinamisdimana variasi amplitudo beban terakumulasi selama operasi hingga menyebabkan crack pada material tubular multibidang. Potensi crack akan diselidiki untuk memprediksi sisa umur struktur saat kondisi badai 100 tahunan dengandibandingkan antara metode analitik dan Finite Element Method (FEM). Struktur tersebut akan menerima bebanberasal dari gaya aksial (AX), in plane bending (IPB) dan out plane bending (OPB) hingga diperoleh Unity Check(UC) senilai 0,572 terletak pada brace 3071-3007 dibagian saddle. Perbandingan kedua metode tersebutmendeskripsikan Stress Intensity Factor (SIF) bernilai minim kesalahan dalam memodelkan tegangan diujung crack.Pemodelan crack pun berjenis surface crack dengan kondisi opening mode akibat tegangan normal tarik. Simulasicrack dilakukan untuk menentukan sisa umur berdasarkan fracture mechanics dengan menggunakan hukum ParisErdogan. Sisa umur kelelahan diperoleh berkisar 45,501 tahun dengan metode analitik serta 45,390 tahun denganFEM sehingga struktur memenuhi kriteria kelayakan operasi selama 20 tahun kedepan.
STUDI PERFORMA VERTICAL-AXIS WIND TURBINE (VAWT) SEBAGAI PEMBANGKIT ENERGI LISTRIK PADA FLOATING PLATFORM
Mahmuddin, Faisal;
Klara, Syerly;
Pawara, Muhammad Uswah;
Akhir, Anshar Yaumil
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 2, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62012/sensistek.v2i1.13079
Indonesia memiliki banyak sumber energi alternatif/terbarukan salah satunya adalah energi angin. Energi angin diIndonesia memiliki kecepatan yang rendah sehingga membutuhkan jenis turbin angin yang dapat beroperasi padakecepatan angin rendah yakni turbin vertikal. Turbin vertikal yang digunakan adalah tipe Savonius dan DarrieusSavonius dengan variasi 2 daun dan 4 daun pada kecepatan angin 4 m/s sampai 15 m/s. Hasil yang telah diperolehmenunjukkan bahwa model yang memiliki performa terbaik dari model lainnya yang telah diuji pada penelitian iniyaitu tipe model turbin angin tipe Savonius 2 daun dengan daya maksimum mencapai 6.71 watt dan efisiensitertinggi mencapai 6.32% pada kecepatan angin 4 m/s dan tipe Darrieus-Savonius 4 daun dengan daya maksimummencapai 7.79 watt dan efisiensi tertinggi mencapai 14.84% pada kecepatan angin 4 m/s.
PERANCANGAN ALAT PENGUKUR ARUS AIR SEDERHANA DARI BAHAN DAUR ULANG
Sakinah, Wazirotus;
Palippui, Habibi
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 2, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62012/sensistek.v2i1.13080
Pengukuran arus air memiliki banyak jenis metode dengan berbagai jenis alat. Arus air juga dapat diukur denganmetode sederhana yang dapat dirakit sendiri dari bahan-bahan daur ulang, salah satunya dengan alat ukur arusbersistem pencacah putaran. Sistem pencacah putaran pada alat ukur arus ini memiliki prinsip kerja dengan mencacahjumlah putaran propeller yang kemudian dikonversi menjadi kecepatan arus air. Pembacaan nilai kecepatan arus airdapat dilihat secara digital dengan menggunakan LCD anemometer atau alat ukur kecepatan angin yang tidakdigunakan. Propeller dibuat dengan memanfaatkan baling-baling cooling pad untuk laptop yang sudah tidak terpakai.Pengukuran kecepatan arus dengan menggunakan persamaan v = (p x n) / t, dimana v merupakan kecepatan arusdalam m/s, p adalah panjang lintasan, n merupakan jumlah putaran propeller, dan t adalah waktu dalam satuan sekon.
PENILAIAN RISIKO SISTEM INTALASI PIPA DISTRIBUSI MINYAK BUMI PADA ANJUNGAN LEPAS PANTAI MENGGUNAKAN METODE HAZOP
Hariyanto, Surya;
Klara, Syerly;
Evander, Sakka
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 2, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62012/sensistek.v2i1.13081
Meningkatnya permintaan konsumen terhadap minyak dan gas menyebabkan industri minyak dan gas kianberkembang dengan pesat. Hal ini menyebabkan industri minyak dan gas selalu berusaha meningkatkan kapasitas dankemampuan peralatannya dari hulu ke hilir. Salah satu bagian penting dalam proses produksi minyak bumi adalahsistem instalasi pipa, yang berfungsi mendistribusikan minyak bumi dari anjungan lepas pantai ke kilang minyak.Kegagalan pada sistem instalasi ini dapat menyebabkan risiko ketidakmampuan mendistribusikan minyak bumi,kebakaran maupun ledakan, yang dapat mengakibatkan kerugian material, kerusakan lingkungan dan korban jiwa.Pemeliharaan yang baik terhadap sistem instalasi pipa ini sangat berpengaruh untuk menekan tingkat risiko. Salahsatu metode yang dapat digunakan untuk penilaian risiko adalah HAZOP (Hazard Operability) yang menggunakanteknik analisis bahaya dalam persiapan penetapan keamanan dalam suatu sistem baru atau modifikasi untuk suatukeberadaan potensi bahaya atau masalah operasionalnya. Hasil penelitian yang didapat adalah tingkat risiko ekstrimterdapat pada pompa dan motor listrik. Risiko tinggi terapat pada pipa,sambungan dan katub. Risiko sedang danrendah terdapat pada weir dan bejana pada separator. Nilai persentasi dari pompa dan motor listrik sebasar60%,persentasi pipa,sambungan dan katup sebesar 30% dan untuk weir dan bejana pada separator masing-masingmendapat 5%. Maka dari itu perlukan perhatian khusus kepada pompa dan motor listrik agar risiko-risiko terjadinyakecelakaan dapat dikendalikan
STUDI LABORATORIUM DISIPASI DAN REFLEKSI GELOMBANG PADA SUSUNAN PIPA SEBAGAI PEMECAH GELOMBANG
Karamma, Riswal;
Ashury, Ashury;
Karim, Nenny;
Almunawir, Asrif
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 2, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62012/sensistek.v2i1.13082
Penelitian ini dilakukan dalam skala laboratorium. Pengamatan dilakukan terhadap refleksi gelombang dan disipasigelombang yang terjadi pada model. Model peredam gelombang berupa susunan pipa yang divariasikan dengan tigakekasaran. Variabel yang diamati dan dianalisis adalah tinggi gelombang datang (Hi), tinggi gelombang refleksi(Hr), tinggi gelombang transmisi (Ht), panjang gelombang (L), koefisien refleksi (Kr), koefisien transmisi (Kt), dankoefisien disipasi gelombang (Kd). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa nilai koefisien refleksi (Kr) semakinmembesar dengan meningkatnya kecuraman gelombang (Hi/L) dan meningkatnya tinggi gelombang datang, tetapinilai koefisien disipasi semakin mengecil. Juga semakin besar kekasaran dinding pipa maka koefisien refleksi (Kr)dan koefisien disipasi (Kd) semakin besar.
DESAIN APLIKASI ANDROID UNTUK PERHITUNGAN MUATAN DI ATAS KAPAL TONGKANG
N. S, Rieke;
P. S, A. Rifka;
Palippui, Habibi
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 2, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62012/sensistek.v2i1.13083
Sebagai Negara kepulauan terbesar didunia, Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau dengan 95.181 km panjanggaris pantai. 2/3 dari luas Negara merupakan daerah kelautan. Transportasi laut merupakan unsur vital dalamkehidupan bangsa dalam memupuk kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia sebagai negara kepulauan. Angkutantransportasi laut merupakan moda transportasi yang sarat akan regulas (aturan). Salah satu jenisnya adalah transportasipengangkut muatan. Salah satu jenis kapal pengangkutan muatan adalah kapal penyeberangan tongkang. Namundalam pelaksanaan pelayaran sering kali terjadi kecelakaan dalam berlayar. Tercatat dalam data kecelakaan dariKomite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Dan salah satu penyebabnya adalah kelebihan muatan padakapal. Hal tersebut dapat terjadi karena tidak terorganisirnya muatan yang masuk pada kapal. Salah satu solusi yangterlintas adalah adanya alat yang dapat mengorganisirnya dan lebih mudah jika dapat di pantau sewaktu-waktu. Makadari itu, aplikasi internet berbasis Android ini menjadi salah satu bentuk solusinya.
ALAT DESTILASI AIR LAUT BERBASIS ENERGI SURYA DAN ENERGI ELEKTRIK SEBAGAI ALTERNATIF PENYEDIAAN AIR BERSIH DAN GARAM
Ali, Sulaiman;
Waliden, Kamarul
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 2, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62012/sensistek.v2i1.13196
Air merupakan salah satu komponen terpenting bagi keberlangsungan makhluk hidup terutama manusia, kebutuhan air bersih bagi masyarakat terutama masyarakat pesisir khususnya masyarakat Wilayah Barat Selatan Aceh untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Proses alat destilasi air laut untuk menghasilkan air bersih dan butiran garam menggunakan energi surya dan energi elektrik yang hemat energi untuk kebutuhan masyarakat pesisir. Alat destilasi air laut ini menggunakan kaca dengan tebal 5 mm, panjang 120 cm dan lebar 50 cm dengan bentuk piramid dan plat penyerap absorber dari material tembaga berbentuk gelombang dengan kapasitas air laut 30.000 mL. Metode pengambilan air laut yaitu dengan cara penyaringan dilakukan untuk menghidari pitoplankton dengan menggunakan plankton-net ukuran 25 mikron. Hasil yang didapatkan yaitu alat destilasi air laut yang portable dengan kapasitas air laut 30.000 mL dengan menggunakan energi surya yang dilakukan dari jam 08.00 sampai dengan jam 17.00 WIB menghasilkan 1900 mL air bersih dan 18,2 gram garam sedangkan dengan menggunakan energi elektrik dalam waktu 8 jam di dapatkan air bersih 17.082 mL dan menghasilkan 500 gram garam dengan menggunakan daya sebesar 110 Watt energi elektrik. Losses yang terjadi pada air laut yang hilang yaitu sebesar 12.918 mL pada saat proses pemanasan terjadi losses 43,04% sehingga efisisensi dari alat destilasi air laut ini yaitu 56,96%
ANALISIS PERUBAHAN LAHAN AKIBAT PERUBAHAN GARIS PANTAI DI WILAYAH PESISIR KECAMATAN BIRINGKANAYA
Umar, Hasdinar;
Rachman, Taufiqur;
Sari, Indah Puspita
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 2, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62012/sensistek.v2i1.13197
Permasalahan yang akan diungkap dalam penelitian ini adalah bagaimanana perubahan luas lahan akibat perubahan garis pantai di wilayah pesisir Kecamatan Biringkanaya pada waktu 20 tahun terakhir (2000-2018) dan bagaimanaperubahan penggunaan lahan akibat perubahan garis pantai di wilayah pesisir Kecamatan Biringkanaya pada tahun 2000 dan 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan luas lahan akibat perubahan garis pantai di wilayah Kecamatan Biringkanaya dan mengetahui perubahan penggunaan lahan akibat perubahan garis pantai di wilayah pesisir Kecamatan Biringkanaya pada tahun 2000 dan 2018. Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan mengenai penataan penggunaan lahan, dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah untuk membuat tata ruang perubahan lahan,dapat membantu pemerintah memecahkan permasalahan dalam proses informasi tentang luas lahan akibat perubahan garis pantai dan bermanfaat bagi peneliti itu sendiri. Metode penelitian ini dimulai dari tempat dan waktu penelitian, dimana waktu penelitian ini di laksanakan dengan estimasi waktu 3 bulan di wilayah pesisir Kelurahan Untia Kecamatan Biringkanaya. Berdasarkan fungsi lahan data BPS menunjukkan konsentrasi penduduk di Kecamatan Biringkanaya yang terbesar dari 7 Kelurahan yaitu Kelurahan Untia dengan jumlah penduduk yakni 202.520 jiwa, luas wilayah kecamatan ini 48,22 km2 sehingga kepadatan penduduk berkisar 4.199 jiwa/km2. Adapun teknik pengumpulan data yaitu intepretasi citra, observasi lapangan untuk mengetahui fenomena visual yang ada meliputi perubahan garis pantai, pemanfaatan ruang wilayah pesisir, overlay, dokumentasi dan wawancara serta teknik analisis data, dan pengolahan data pendukung seperti data oseanografi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan garis pantai di kawasan pesisir pantai Kelurahan Untia selama 18 tahun yaitu 2000-2018 menggunakan citra satelit Google Earth secara signifikan yaitu abrasi terbesar 44.729,03 m2, sedangkan akresi terbesar 90.616,53m2. Dimana penggunaan lahan terluas dari tahun 2000-2018 di pesisir pantai Kelurahan Untia digunakan sebagai lahan sawah/tambak seluas 1.154,959,49 m2. Sedangkan penggunaan lahan paling rendah yaitu fasilitas umum seluas 23.264,90 m2.
KAJIAN TEKNOLOGI PENANGANAN KEBOCORAN PIPA PADA BANGUNAN LEPAS PANTAI DI LAUT UTARA KARAWANG
Phady, Adriani;
Rahim, Fitri Ramadani;
Suci, Indah Melati;
Rachman, Taufiqur
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 2, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62012/sensistek.v2i1.13218
Indonesia memiliki luas laut 96.079 km2 dan panjang garis pantai sebesar 99.093 km. Potensi laut yang dimiliki Indonesia tersebut merupakan suatu peluang ekonomi yang dapat dimanfaatkan untuk kemajuan perekonomian Indonesia, serta sebagai tulang punggung pembangunan nasional. Untuk memanfaatkan potensi tersebut di butuhkan teknologi modern untuk mengolahnya, salah satunya teknologi perpipaan yang digunakan pada bangunan lepas pantai. Akan tetapi, sumber utama pencemaran laut adalah berasal dari tumpahan minyak baik dari proses di kapal, pengeboran lepas pantai maupun akibat kecelakaan kapal tanker. Salah satunya adalah mengenai kebocoran pipa pada bangunan lepas pantai, dalam kasus ini pada lepas pantai di laut Utara Karawang. Perlu dilakukan analisis terkait desain pipa sampai dengan pengaruh lingkungan untuk mengetahui ketahanan pipa guna mengantisipasi kebocoran pada pipa. Studi literatur dilakukan untuk mengumpulkan data-data terkait kebocoran pipa sebagai bahan pertimbangan mencari solusi terbaik. Dalam penerapan teknologi dapat ditemukan banyak masalah sehingga diperlukannya penanganan khusus berupa analisis terhadap faktor tegangan, regangan, beban tekanan, beban lingkungan di sekitar Bangunan Lepas Pantai milik PT. Pertamina Hulu Energi daerah Karawang Provinsi Jawa Barat. Pipa yang digunakan pada bangunan lepas pantai akan mengalami freespan, suatu kondisi dimana bentangan pipa dengan panjang tertentu memiliki jarak terhadap seabed, yang dapat di analisis proses perubahan fasenya serta beban yang bekerja pada pipa yang mengalami freespan. Beberapa cara mengatasi kebocoran pipa antara lain, melakukan investigasi terhadap pipa-pipa yang bocor, dan melakukan peenggantian terhadap pipa-pipa yang sudah tua dan rusak atau bocor.
DIGITALISASI SISTEM PELAYANAN PANDU KAPAL MENUJU INTEGRATED PORT NETWORK
Lukijanto, Lukijanto;
Priyatmono, Adi;
A. Y, Ramli
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 2, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62012/sensistek.v2i1.13219
Sesuai aturan International, dalam rangka menjamin keselamatan kapal yang keluar masuk pelabuhan, maka dibutuhkan jasa pemanduan dan penundaaan. Dalam menjalankan amanat tersebut, maka Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah menerbitkan aturan perairan wajib pandu yang dituangkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. 53 Tahun 2011 tentang Pemanduan, untuk kepentingan keselamatan dan keamanan pelayaran sertakelancaran berlalu lintas di pelabuhan. Oleh karena itu hal ini menjadi sangat penting untuk terus meningkatkan kualitas dan kehandalan pelayanan pemanduan kapal (towage dan pilotage) di pelabuhan. Akan tetapi, kondisi saatini ditemukan bahwa pelayanan jasa, dalam proses end to end dalam mulai dari kegiatan planning order, dispatch dan executing pelayanan pemanduan, masih dilakukan secara manual belum ada aplikasi pendukung sehingga ada keterbatasan visibilitas terhadap resources. Sebagai upaya terobosan baru, maka proses bisnis layanan pemanduan kapal dilakukan beralih ke sistem digital secara online, dengan menggunakan SIPANDU (Sistem InformasiPelayananPandu Kapal diPelabuhan), yang sudah terintegrasi dengan INAPORTNET di Kementerian Perhubungan. Pemanfaatan sistem aplikasi ini telah terbukti dapat memberikan nilai tambah pelayanan yang handal baik secara kualitiatif maupun secara kuantitatif.