cover
Contact Name
Hamid
Contact Email
numera@uinsaizu.ac.id
Phone
+628818762897
Journal Mail Official
numera@uinsaizu.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani No. 40 Purwokerto 53126 Jawa Tengah - Indonesia Telp. 0281-635624 Fax. 0281-636553
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Nusantara Raya
ISSN : -     EISSN : 29634970     DOI : 10.24090/jnr
Jurnal Nusantara Raya publishes articles with aim and scope: 1. Language teaching 2. Literature teaching 3. Learning Indonesian Language and Literature 4. Study of Indonesian, Archipelago, and Malay Languages 5. Study of Indonesian literature 6. Comparative Literature Study 7. Comparative Linguistics
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 72 Documents
LOKALITAS KARYA SASTRA, ANTARA REALITAS DAN SEJARAH Suminto A. Sayuti
Jurnal Nusantara Raya Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v1i2.6899

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pentingnya apresiasi terhadap karya sastra dan pemanfaatannya dalam penggalian nilai lokalitas. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik studi pustaka atau kajian literatur. Data diinterpretasi dengan teori analisis tekstual dan konteksutal. Hasilnya adalah keberadaan karya sastra penting mendapat apresiasi. Karya sastra memiliki jalinan makna yang tidak dapat dipisahkan dari realitas sosial. Karya sastra adalah mimesi atau tiruan yang mencermikan peristiwa sosial. Karya sastra terikat dengan nilai-nilai lokal sehingga dapat dimanfaatkan sebagai dokumen peristiwa sosial dan budaya, serta sejarah peradaban.
KONTESTASI SASTRA BACAAN LIAR DENGAN TERBITAN BALAI PUSTAKA DI HINDIA BELANDA 1917-1942 Sulistya Putri; Yuliati, Dewi; Respati Puguh, Dhanang; Nur Utomo, Ilham
Jurnal Nusantara Raya Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v2i1.7936

Abstract

Budaya cetak di Hindia Belanda berkembang pesat seiring dengan program pendidikan pada masa Politik Etis yang menghasilkan masyarakat terdidik. Kebutuhan bahan bacaan masyarakat terdidik tidak hanya dipenuhi oleh penerbit milik pemerintah, namun juga penerbit di luar pemerintah. Perkembangan lembaga penerbitan memicu munculnya kontestasi antara sastra yang diterbitkan di luar pemerintah (bacaan liar) dengan terbitan pemerintah (Balai Pustaka). Kajian ini bertujuan untuk menganalisis kontestasi yang terjadi antara sastra bacaan liar dengan terbitan Balai Pustaka. Metode sejarah kritis dan pendekatan ideologi, politik, serta ekonomi digunakan dalam kajian ini. Kontestasi yang muncul dapat dikelompokkan menjadi tiga aspek yakni, ideologi, politik, dan ekonomi. Narasi dan kebijakan yang dikeluarkan oleh Balai Pustaka banyak terpengaruh oleh ideologi kapitalis, sedangkan bacaan liar dipengaruhi oleh ideologi sosialis dan komunis, dan hal tersebut memicu adanya pertentangan. Sementara itu, pada aspek politik Balai Pustaka lebih berfungsi mempertahankan citra baik Pemerintah Kolonial Belanda, sedangkan bacaan liar memiliki narasi berupa kritik atau pun gagasan untuk memperoleh kemerdekaan. Pada aspek ekonomi, Balai Pustaka sebagai penerbitan pemerintah mendapat subsidi, sehingga memicu banyaknya bacaan murah yang beredar di masyarakat.
TENAGA KERJA ASING DI INDONESIA PADA MASA PANDEMI COVID-19: KAJIAN ANALISIS WACANA KRITIS PADA CNBCINDONESIA.COM DAN BRIN.GO.ID Izhatullaili
Jurnal Nusantara Raya Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v2i1.7937

Abstract

Abstrak: Tenaga Kerja Asing yang masuk ke Indonesia pada masa Pandemi Covid-19 memicu adanya persepsi positif dan negatif dalam dunia ketenagakerjaan. Kedatangan TKA ini dalam rangka alih teknologi atau alih pengetahuan kepada para tenaga kerja Indonesia. Di sisi lain, banyak tenaga kerja Indonesia yang mengalami PHK. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif untuk mendeskripsikan, menginterpretasikan dan memberikan eksplanasi terkait dengan pemberitaan yang ada di media. Data penelitian ini adalah teks yang berasal dari dua media berbeda tentang Tenaga Kerja Asing yang masuk ke Indonesia pada masa pandemi. Penelitian ini menggunakan fokus kajian SFL (systemic functional linguistics) dengan ancangan analisis Fairclough melalui deskripsi teks, interpretasi, dan eksplanasi. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat bukti-bukti tekstual yang menunjukkan adanya perbedaan ideologi dan perbedaan fitur linguistis pada dua teks tersebut.
MAKNA TUAK DALAM ADAT PERNIKAHAN MASYARAKAT DAYAK PESAGUAN DAN NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL Ambrosia Aria Pahlawan; Sunardi, Gatot; Wuryani, Emy
Jurnal Nusantara Raya Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v2i1.7938

Abstract

Tuak adalah salah satu minuman tradisional yang mengandung alkohol terbuat dari beras ketan yang difermentasi. Tuak ini sendiri kerap kali muncul dalam setiap upacara adat Dayak Pesaguan seperti upacara pernikahan, dengan kata lain tuak merupakan sajian wajib. Dalam upacara pernikahan adat terdapat upacara minum tuak yang memiliki makna dan nilai tertentu. Tuak dianggap sakral bagi suku Dayak Pesaguan karena memiliki makna serta nilai-nilai kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan makna serta nilai-nilai kearifan lokal pada tuak menurut pandangan suku Dayak Pesaguan. Metode penelitian menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuak memiliki makna adat bagi masyarakat Dayak Pesaguan yaitu Tuak merupakan simbolik adat, makna serta fungsi tersendiri. Simbolik adat, untuk meminta ijin kepada leluhur, tuak akan ditumpahkan ke tanah sambil diiringi dengan doa. Nilai-nilai kearifan lokal  yang terkandung dalam tradisi minum tuak dalam upacara adat pernikahan adalah nilai kesatuan yakni rasa persaudaraan dan rasa saling membantu, peduli akan keadaan satu sama lain saat sedang mengalami kesulitan dalam rumah tangga, untuk meningkatkan penghayatan terhadap nilai-nilai luhur budaya nasional, dan sarana  untuk meningkatkan penghayatan terhadap nilai-nilai  sejarah  dan  budaya,  sehingga  memunculkan  rasa  kerukunan  dan kebersamaan dalam bermasyarakat.
TRADISI SURAN DAN MAKNANYA BAGI MASYARAKAT DUSUN MULUNGAN (THE SURAN TRADITION AND ITS MEANING FOR THE PEOPLE OF MULUNGAN HAMLET) Maruschka Lathifah Ar-rumi; Wuryani, Emy; Widiarto, Tri
Jurnal Nusantara Raya Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v2i1.7939

Abstract

Tradisi Suran dilaksanakan untuk memperingati awal tahun baru Jawa, bulan Sura pada penanggalan Jawa dengan tanggal 1 Muharram pada kalender Hijriyah. Di Dusun Mulungan, Desa Nogosaren, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang masyarakat menyebut bulan Sura dengan sebutan kawitane taun atau tahun pertama nenurut penanggalan Jawa. Tradisi Suran dilaksanakan untuk meminta tolak bala supaya tanaman berbuah dan hal-hal baik seperti: meminta rezeki yang melimpah, keselamatan dan tidak mengalami musibah. Menurut warga dusun Mulungan pada bulan Sura masyarakat perlu merenungkan, mendekatkan diri dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Permasalahannya adalah apabila masyarakat Mulungan tidak melaksanakan tradisi Suran maka mereka khawatir akan terjadi musibah atau mara bahaya. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan latar belakang masyarakat Mulungan melaksanakan tradisi Suran dan maknanya bagi masyarakat. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan tradisi Suran di dusun Mulungan dilatarbelakangi oleh ajaran Sunan Kalijaga yang disebut methukan (pertemuan). Maksudnya adalah mempertemukan dan mempersatukan umat Islam agar tidak terpecah belah, karena pada saat itu masih banyak masyarakat yang menyembah batu. Adapun makna tradisi Suran adalah dengan masyarakat mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, mereka mendapat keselamatan, selamat di perjalanan, bebas dari mara bahaya baik di rumah maupun saat bekerja
CONTEXTUALIZATION OF PRIMORDIAL MARYAM IN COLLECTIONS OF HANDSOME LOVE POEMS WORKS OF A. MUSTOFA BISRI Nurfiana, Efen
Jurnal Nusantara Raya Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v2i1.7969

Abstract

This study seeks to perceive the concept of mother's love in Rumi's view, namely Maryam Primordial, a mother who takes care of her children through A. Mustofa Bisri's Love Poems of Love. This study utilizes Paul Ricoeur's interpretation through three kinds of text autonomy, namely text, context and contextualization. Based on his interpretation, this study found that A. Mustofa Bisri identifies mother's love in the form of affection by caring for, protecting and providing assurance. As the output of this identification, namely carrying out 'amar ma'ruf nahi munkar, in order to achieve noble ideals, the path to God, namely world jewelry, a pious woman.
REPRESENTASI BUDAYA BATIK DALAM FILM SEKAR KARYA KAMILA ANDINI SERTA IMPLIKASINYA SEBAGAI BAHAN AJAR BIPA Retnoningtyas, Kenroro Arditie Dyah; Aulia, Hanindya Restu; Assomah, Daniel B.
Jurnal Nusantara Raya Vol. 1 No. 3 (2022)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v1i3.8005

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan identifikasi representasi budaya batik dalam film “Sekar”. Budaya yang ada pada film akan dianalisis alat dan bahan, proses pembuatan, dan motif batiknya. Hasil dari analisis tersebut akan diimplikasikan sebagai alternatif bahan ajar BIPA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitiannya adalah film “Sekar” karya Kamila Andini berdurasi 7 menit 51 detik. Sumber data penelitian ini berupa scene dan dialog pada film. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik content analysis. Berdasarkan hasil dan pembahasan, ditemukan bahwa representasi budaya batik dalam film “Sekar” yakni, a) alat dan bahan membatik meliputi canting, kain mori, gawangan, dan lilin/malam, b) Pembuatan batik dalam film tersebut meliputi: nyanting, mopok, nyolet, nyelup, nglorod, dan njemur, dan c) motif-motif batik, seperti motif parang, sekar jagad, dan kawung. Materi ajar ini dapat digunakan sebagai alternatif bahan ajar BIPA atau sebagai pengayaan.
KODE LARIK DAN BAIT PUISI BALADA TELAAH WACANA KRIDALAKSANA ATAS BUKU KUMPULAN PUISI BALADA ORANG-ORANG TERCINTA KARYA W. S. RENDRA Machyuzaar, Nizar; Hidayatullah, M. Irfan
Jurnal Nusantara Raya Vol. 1 No. 3 (2022)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v1i3.8203

Abstract

Artikel ini membahas salah satu tradisi baru dalam penulisan puisi Indonesia sesudah kemerdekaan, yakni puisi balada yang diperkenalkan W.S. Rendra sekira tahun 1960-an. Hal ini berhubungan erat dengan satuan kebahasaan kalimat dan paragraf dalam prosa yang sejajar dengan satuan kebahasaan larik dan bait dalam membangun teks puisi balada. Karena itu, pendekatan wacana digunakan untuk membahas satuan kebahasaan larik dan bait sebagai kode teks puisi balada. Harapannya, karakteristik teks dalam puisi balada dapat ditempatkan dalam wawasan estetika puisi Indonesia baru sesudah kemerdekaan secara dialektis, baik dalam semasa maupun lintas masa.
KAFKAESQUE DALAM ANTOLOGI CERKAK LINTANG KEMUKUS GAGAT RAHINA DAN UPAYA PELESTARIAN BAHASA JAWA DAN PENGUASAAN BAHASA INGGRIS Setiyono, Junaedi
Jurnal Nusantara Raya Vol. 1 No. 3 (2022)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v1i3.8204

Abstract

Meskipun eksistensi bahasa Jawa masih masuk kategori aman, upaya pelestariannya tetap perlu dilakukan. Di Indonesia ada 718 bahasa daerah dan sudah ada 8 bahasa daerah yang dikategorikan punah, 5 bahasa kritis, dan 24 bahasa terancam punah. Tujuan penelahaan ini adalah untuk mendeskripsikan upaya pelestarian bahasa Jawa sebagai bahasa daerah yang dapat dilakukan secara simultan dengan upaya penguasaan bahasa Inggris sebagai bahasa asing dengan memanfaatkan buku antologi cerkak Lintang Kemukus Gagat Rahina. Pendekatan yang digunakan adalah kesusastraan pasca modern dari Bennett dan Royle. Penelahaan ini menghasilkan temuan adanya 3 cerkak dari 19 cerkak (15,8 %) yang ada dalam buku antologi cerkak yang ditelaah yang bergaya Kafkaesque, yaitu perpaduan antara tragic dan comic, serious dan nonserious, dan macabre dan laughable.
MAKNA CINTA DALAM TRILOGI PUISI ABDUL WACHID BS MELALUI HERMENEUTIKA PAUL RICOEUR Anjasari, Riana
Jurnal Nusantara Raya Vol. 1 No. 3 (2022)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v1i3.8205

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna cinta dalam trilogi kumpulan puisi “Yang, Kepayang, dan Hyang” karya Abdul Wachid BS melalui Hermenutika Paul Ricoeur. Jenis penelitian kualitatif interpretatif dengan satuan data berupa kata, baris, dan bait yang terdapat trilogi kumpulan puisi karya Abdul Wachid BS. Sumber data yang digunakan yakni sumber data primer dan sekunder. Adapun sumber data primer yakni lima puisi, sedangkan sumber data sekunder dua puluh lima puisi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan langkah hermeneutik perspektif Paul Ricoeur yakni “to read/to say”, “to understand”, “to explain”, “to translate/to interpret”. Instrumen dalam penelitian ini “human instrument” sehingga untuk mengabsahkan data dilakukan wawancara. Hasil penelitian terdapat temuan makna lima objek cinta perspektif Erich Fromm yakni; (1) cinta sesama dalam puisi “Mbah Marijan”; (2) cinta keibuan dalam puisi “Ibu Yang”: (3) cinta kedirian dalam puisi “Cemburu”; 4) cinta erotik dalam puisi “Ciuman”; (5) cinta ketuhanan dalam puisi “Ya Allah Hyang”.