cover
Contact Name
Hamid
Contact Email
numera@uinsaizu.ac.id
Phone
+628818762897
Journal Mail Official
numera@uinsaizu.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani No. 40 Purwokerto 53126 Jawa Tengah - Indonesia Telp. 0281-635624 Fax. 0281-636553
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Nusantara Raya
ISSN : -     EISSN : 29634970     DOI : 10.24090/jnr
Jurnal Nusantara Raya publishes articles with aim and scope: 1. Language teaching 2. Literature teaching 3. Learning Indonesian Language and Literature 4. Study of Indonesian, Archipelago, and Malay Languages 5. Study of Indonesian literature 6. Comparative Literature Study 7. Comparative Linguistics
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 76 Documents
Implikasi Model Pembelajaran yang Selaras dengan Filsafat Pendidikan Kontemporer Tami Wuryanti, Siwi; Wachid Bambang Suharto, Abdul
Jurnal Nusantara Raya Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v4i2.15564

Abstract

Pendidikan kontemporer menghadapi kesenjangan signifikan antara tujuan ideal untuk menghasilkan lulusan yang bernalar kritis dan kreatif dengan praktik pembelajaran di kelas yang masih terjebak dalam rutinitas konvensional. Paradigma tradisional yang berpusat pada guru (teacher-centered) dinilai tidak lagi memadai untuk membekali siswa menghadapi tantangan abad ke-21. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana model pembelajaran yang selaras dengan filsafat pendidikan kontemporer yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data dikumpulkan dari berbagai sumber pustaka seperti jurnal ilmiah dan buku, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centered) seperti Problem-Based Learning (PBL), Project-Based Learning (PjBL), dan Inquiry Learning memiliki hubungan kuat dengan peningkatan hasil belajar siswa secara holistik dengan mengembangkan keterampilan abad ke-21. Meskipun demikian, implementasinya dihadapkan pada sejumlah tantangan fundamental , meliputi: kesenjangan antara teori dan praktik, kesiapan dan kompetensi guru yang belum merata, kurikulum yang padat, sistem evaluasi yang tidak selaras, keterbatasan sumber daya, serta budaya pendidikan dan harapan orang tua yang belum sepenuhnya mendukung. Kesimpulannya, penyelarasan model pembelajaran dengan filsafat pendidikan kontemporer adalah sebuah keharusan untuk menciptakan pembelajar seumur hidup yang relevan dengan zaman, namun keberhasilannya memerlukan upaya sistematis untuk mengatasi tantangan-tantangan praktis di lapangan.
Integrasi Nilai-Nilai Filosofis dalam Pembelajaran bermakna : Menuju Pendidikan yang Humanis dan Transformatif Auwla Rahma, Annisa
Jurnal Nusantara Raya Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v4i3.15569

Abstract

Pembelajaran bermakna merupakan pendekatan pendidikan yang menekankan keterkaitan antara pengetahuan baru dengan pengalaman atau pengetahuan yang telah dimiliki peserta didik. Dalam perspektif filsafat pendidikan, pembelajaran bermakna tidak hanya dipahami sebagai proses transfer informasi, tetapi sebagai upaya pembentukan pribadi yang utuh dan reflektif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep pembelajaran bermakna melalui pendekatan filsafat pendidikan, khususnya dari aliran pragmatism, konstruktivisme, eksistensialisme, humanism. Metode penelitian dalam artikel ini menggunakan studi Pustaka yaitu metode pengumpulan data dengan cara memahami dan mempelajari teori-teori dari berbagai literatur yang berhubungan dengan penelitian. Ditekankan bahwa proses belajar harus memberikan ruang bagi peserta didik untuk berpikir kritis, membangun makna secara personal, serta mengaitkan pembelajaran dengan konteks kehidupan nyata. Kajian ini menyimpulkan bahwa filsafat pendidikan memberikan fondasi konseptual yang kuat untuk merancang praktik pembelajaran yang holistik dan transformatif.
Analisis Filsafat Pendidikan Islam Teradap Pengembangan Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah Berbasis Karakter Sundari, Dewi; Qodriyatun, Nani
Jurnal Nusantara Raya Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v4i2.15530

Abstract

Penelitian ini menganalisis kontribusi filsafat pendidikan Islam terhadap pengembangan kurikulum Madrasah Ibtidaiyah (MI) berbasis karakter pada era pendidikan modern. Berbagai studi mutakhir menunjukkan bahwa kurikulum MI perlu dirancang tidak hanya untuk pencapaian akademik, tetapi juga untuk penguatan nilai-nilai moral, religiusitas, kedisiplinan, dan integritas peserta didik. Prinsip-prinsip filsafat pendidikan Islam seperti keseimbangan akal, akhlak, dan spiritualitas menjadi fondasi dalam membangun kerangka kurikulum yang menempatkan karakter sebagai orientasi utama (Romli et al., 2023; Fathurohim, 2023). Kajian empiris terbaru menegaskan bahwa guru PAI memiliki peran strategis dalam internalisasi nilai melalui strategi pembelajaran kontekstual, keteladanan, dan pembiasaan (Karwadi & Indrawan, 2023; Hidayat & Hidayat, 2023). Inovasi kurikulum berbasis karakter juga ditunjang oleh integrasi teknologi pendidikan, kurikulum merdeka, serta lingkungan sekolah dan pesantren yang kondusif (Kulsum et al., 2024; Muslimin, 2023; Tibyan & Romli, 2025). Hasil analisis ini menunjukkan bahwa filsafat pendidikan Islam memberikan arah paradigmatik bagi pengembangan kurikulum MI, yaitu dengan menjadikan nilai keislaman sebagai pusat desain, implementasi, dan evaluasi kurikulum. Penguatan karakter religius, moral, dan sosial peserta didik terbukti lebih efektif ketika kurikulum dibangun secara integratif antara dimensi keilmuan, akhlak, dan praktik keseharian (Ghofur et al., 2024; Rosita et al., 2024/2025). Kesimpulannya, pengembangan kurikulum MI berbasis karakter harus berlandaskan epistemologi dan aksiologi pendidikan Islam yang holistik, responsif terhadap perkembangan zaman, serta adaptif terhadap kebutuhan peserta didik dan tuntutan masyarakat. Kata Kunci: filsafat pendidikan Islam, kurikulum MI, pendidikan karakter, kurikulum berbasis karakter, madrasah ibtidaiyah.
Pendekatan Holistik Integratif dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti: Studi Kasus di SMK Tujuh Lima 1 Purwokerto Dewangga Putra Raharja, Wisnu; A. Hermawan, M.
Jurnal Nusantara Raya Vol. 5 No. 1 (2026): In Press
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v5i1.15531

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk mengembangkan model pembelajaran yang menyeluruh dan bermakna di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI BP). Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis penerapan pendekatan holistik integratif dalam pembelajaran PAI BP di SMK Tujuh Lima 1 Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan teknik triangulasi untuk keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI BP di SMK Tujuh Lima 1 Purwokerto menerapkan pendekatan holistik integratif yang mencakup pengembangan aspek kognitif, afektif, psikomotorik, serta integrasi nilai-nilai Islam dengan ilmu pengetahuan umum dan realitas sosial. Guru tidak hanya menyampaikan materi secara teoritis, tetapi juga mengaitkan nilai agama dengan situasi kehidupan sehari-hari siswa dan bidang studi lainnya, sehingga pembelajaran menjadi kontekstual dan bermakna. Selain itu, pembentukan karakter dan spiritualitas siswa terinternalisasi melalui praktik pembiasaan adab, doa, serta kolaborasi antar guru dengan disiplin ilmu lain. Implikasi penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan pendekatan holistik integratif di pendidikan Islam, khususnya dalam konteks sekolah kejuruan, serta manfaat praktis berupa rekomendasi bagi sekolah dan pendidik untuk mengoptimalkan pembelajaran PAI BP yang efektif dalam membentuk karakter Islami dan keterampilan abad ke-21 secara menyeluruh.
Analisis Filsafat Ilmu Pendidikan Al-Qur’an Hadis Dalam Konteks Madrasah Ibtidaiyah Nurjanah, Siti; Mabrur AH, Safwan
Jurnal Nusantara Raya Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v4i3.15571

Abstract

Latar belakang masalah penelitian ini berangkat dari kegelisahan epistemik mengenai kegagalan pendidikan dasar Islam dalam menerjemahkan fondasi normatif Al-Qur’an dan Hadis ke dalam desain pembelajaran yang operasional di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Selama ini, orientasi kelembagaan cenderung berhenti pada transfer pengetahuan agama yang bersifat tekstual fikih, akidah, ibadah tanpa menghasilkan pembentukan kesadaran etik, dialog spiritual, maupun kesalehan sosial. Ketimpangan ini menunjukkan absennya landasan filosofis yang konsisten, baik terkait hakikat manusia sebagai subjek fitrah, prinsip pencarian ilmu, maupun tujuan moral yang hendak dicapai melalui pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan secara sistematis dimensi ontologis (konsepsi manusia menurut wahyu), epistemologis (cara memperoleh dan mewariskan ilmu), dan aksiologis (orientasi nilai dan akhlak) serta menempatkannya sebagai basis penyusunan tujuan, kurikulum, metode, dan evaluasi pembelajaran di MI. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis kajian pustaka dengan pembacaan intertekstual terhadap sumber klasik pendidikan Islam (al-Ghazali, Ibn Khaldun) dan literatur kontemporer mengenai pembelajaran anak usia operasional konkret, pendidikan karakter, dan moderasi beragama. Analisis menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, MI cenderung memposisikan peserta didik sebagai objek pelatihan hafalan, sehingga konsep fitrah kehilangan dimensi kreatif dan dialogis. Kedua, epistemologi wahyu yang menuntut penalaran kritis digantikan pola reproduksi teks, sehingga peserta didik tidak diarahkan menuju pemahaman makna. Ketiga, nilai profetik penyempurnaan akhlak, keadilan, dan kesalehan sosial tidak dilembagakan ke dalam budaya sekolah maupun indikator evaluasi. Implikasinya, pendidikan Islam dasar memerlukan kerangka filosofis operasional yang mengikat nalar wahyu dengan strategi pedagogis. Tanpa transformasi orientasi kurikulum, relasi guru–murid, dan sistem asesmen nilai, pembelajaran agama akan terus melahirkan kepatuhan mekanis tanpa integritas moral.
Revitalisasi Pendidikan Literasi sebagai Upaya Meningkatkan Keterampilan Berbahasa Anak di PAUD Wadas Kelir Purwokerto Selatan Khomsiyatun, Umi; Hamid Samiaji, Mukhamad
Jurnal Nusantara Raya Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v4i3.15923

Abstract

Pendidikan literasi pada anak usia dini memiliki peran strategis dalam membangun keterampilan berbahasa sebagai fondasi perkembangan kognitif, sosial, dan akademik anak. Namun, praktik literasi di banyak lembaga PAUD masih bersifat teknis dan terfragmentasi, sehingga belum sepenuhnya mendukung perkembangan bahasa anak secara fungsional dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses revitalisasi pendidikan literasi serta implikasinya terhadap keterampilan berbahasa anak di PAUD Wadas Kelir Purwokerto Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai praktik literasi dalam konteks pembelajaran alamiah. Subjek penelitian meliputi guru, pengelola, dan anak usia 4–6 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi pendidikan literasi melalui pengayaan cerita bergambar, permainan berbahasa, dialog terbuka, dan integrasi budaya lokal berkontribusi positif terhadap peningkatan keterampilan berbahasa anak, khususnya pada aspek kosakata, struktur wacana lisan, dan kemampuan pragmatik dasar. Namun, peningkatan tersebut tidak berlangsung secara merata antar anak dan dipengaruhi oleh faktor kualitas interaksi guru, diferensiasi pembelajaran, serta keterlibatan keluarga. Temuan juga mengungkap adanya keterbatasan struktural, seperti penilaian yang masih berorientasi pada produk dan keterbatasan waktu literasi dalam kurikulum PAUD. Penelitian ini menegaskan bahwa literasi anak usia dini perlu dipahami sebagai praktik sosial dan pedagogis yang kontekstual, bukan sekadar aktivitas membaca-menulis awal. Dengan demikian, revitalisasi pendidikan literasi menuntut transformasi praktik pembelajaran, evaluasi, dan ekosistem pendukung secara berkelanjutan agar mampu mengembangkan keterampilan berbahasa anak secara utuh dan bermakna.