cover
Contact Name
-
Contact Email
sabuaunsrat@unsrat.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sabuaunsrat@unsrat.ac.id
Editorial Address
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sam Ratulangi Jl. Kampus Unsrat - Manado 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur
ISSN : 20857020     EISSN : 28286324     DOI : 10.35793
Core Subject : Social, Engineering,
SABUA adalah jurnal lingkungan binaan dan arsitektur merupakan media informasi, komunikasi, dan pertukaran informasi mengenail masalah-masalah tentang bidang perencanaan wilayah dan kota, isu lingkungan binaan, interaksi manusia dengan karya-karya arsitektur serta interaksi antara manusia, karya-karya arsitektur dengan lingkungan binaan (kota dan desa).Artikel dapat berupa hasil penelitian, konsep perencanaan dan perancangan, kajian dan analisis kritis yang dapat ditulis dalam bahasa Inggris atau bahasa Indonesia. Jurnal ini diterbitkan setiap enam bulanan (Mei dan November)
Articles 132 Documents
GENIUS LOCI KAMPUNG LOS DI KELURAHAN MALALAYANG I TIMUR MANADO C.S Punuh
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 6 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v6i2.5330

Abstract

PARTISIPASI MASYARAKAT KECAMATAN MADIDIR TERHADAP PROGRAM PENGELOLAAN SAMPAH KOTA BITUNG Stefanus T Tanod; M. M Rengkung; Linda Tondobala
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 6 No. 3 (2014)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v6i3.6051

Abstract

Pertambahan penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat menyebabkan bertambahnya volume, jenis, dan karakteristik sampah yang dihasilkan. Partisipasi Masyarakat dianggap sebagai suatu cara efektif dalam menangani permasalahan sampah karena masyarakat yang merupakan sumber sampah itu sendiri. Kota Bitung yang memiliki penduduk ±214.913 jiwa (Agustus 2012) menghasilkan sampah dengan total ±520 m3/hari, dengan hanya ±376 m3/hari yang dapat terangkut oleh Dinas Kebersihan dan ada ±144 m3/hari yang tidak terangkut. Selisih yang cukup besar membuat penelitian dirasakan perlu dilakukan mengenai tingkat partisipasi masyarakat di Kecamatan Madidir Kota Bitung. Kecamatan Madidir dipilih karena berada di pusat Kota Bitung, dan memiliki karakteristik yang hampir sama dengan kecamatan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat dengan menggunakan 8 (delapan) tangga partisipasi Arnstein; dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan analisis deskriptif. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode skoring dan analisis distribusi frekuensi. Kesimpulan yang diperoleh adalah, tingkat partisipasi masyarakat Kecamatan Madidir terhadap program pengelolaan sampah Kota Bitung berdasarkan tipologi Arnstein berada pada tingkat ketiga yaitu pemberitahuan yang masuk dalam kategori derajat tokenisme/penghargaan. Dari hasil analisis, faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat adalah jenis kelamin, usia, dan sosial-budaya.  
IDENTIFIKASI PEMANFAATAN KAWASAN BANTARAN SUNGAI DAYANAN DI KOTAMOBAGU Budi Mokodongan; Riene Sela; H H Karongkong
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 6 No. 3 (2014)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v6i3.6052

Abstract

Pertambahan penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat menyebabkan bertambahnya volume, jenis, dan karakteristik sampah yang dihasilkan. Partisipasi Masyarakat dianggap sebagai suatu cara efektif dalam menangani permasalahan sampah karena masyarakat yang merupakan sumber sampah itu sendiri. Kota Bitung yang memiliki penduduk ±214.913 jiwa (Agustus 2012) menghasilkan sampah dengan total ±520 m3/hari, dengan hanya ±376 m3/hari yang dapat terangkut oleh Dinas Kebersihan dan ada ±144 m3/hari yang tidak terangkut. Selisih yang cukup besar membuat penelitian dirasakan perlu dilakukan mengenai tingkat partisipasi masyarakat di Kecamatan Madidir Kota Bitung. Kecamatan Madidir dipilih karena berada di pusat Kota Bitung, dan memiliki karakteristik yang hampir sama dengan kecamatan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat dengan menggunakan 8 (delapan) tangga partisipasi Arnstein; dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan analisis deskriptif. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode skoring dan analisis distribusi frekuensi. Kesimpulan yang diperoleh adalah, tingkat partisipasi masyarakat Kecamatan Madidir terhadap program pengelolaan sampah Kota Bitung berdasarkan tipologi Arnstein berada pada tingkat ketiga yaitu pemberitahuan yang masuk dalam kategori derajat tokenisme/penghargaan. Dari hasil analisis, faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat adalah jenis kelamin, usia, dan sosial-budaya.
KEPADATAN BANGUNAN DAN KARAKTERISTIK IKLIM MIKRO KECAMATAN WENANG KOTA MANADO Yermina Iek; Sangkertadi &; Ingerid Moniaga
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 6 No. 3 (2014)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v6i3.6053

Abstract

Pengaruh kawasan yang memiliki padat bangunan yang tinggi biasanya meghasilkan suhu udara yang sangat tinggi, dikarenakan  elemen bangunan yang banyak menyerap sinar matahari secara langsung, sedangkan kawasan yang kepadatan bangunan tidak tinggi biasa menghasilkan suhu udara yang sangat sedikit karena sinar matahari yang di pantulkan pada elemen bangunan sangat sedikit. Kota Manado adalah daerah  perkotaan yang terbesar di Sulawesi utara yang tumbuh dengan berbagai kegiatan kota dengan jangkauan pelayanan regional yang menguntungkan. Sehubungan dengan intensitas kegiatannya, perimbangan yang terjadi adalah menurunnya penanganan lingkungan dan penataan bangunan kota karena laju pertumbuhan makro perkotaan yang kurang terkendali dan dapat memengaruhi iklim mikronya. Kepadatan bangunan yang terjadi, diakibatkan oleh masalah ekonomi yang kurang mendukung, dan bangunan juga mempunyai pengaruh besar terhadap suatu iklim yang biasa disebut iklim mikro. Berbagai aktivitas yang dilakukan masyarakat dapat mengubah atmosfer yang mempunyai dampak terhadap perubahan komponen yang  tercakup dalam iklim mikro. Selain itu , polusi udara yang ada di kawasan  ini dapat menyebabkan perubahan daya serap atmosfer terhadap radiasi matahari. Permasalahan yang ada dalam penelitian ini adalah dalam perencanaan pembangunan pada suatu wilayah yang menjadi faktor penting harus diperhatikan  dengan teliti yaitu iklim. Metode Penelitian yang digunakan adalah data kuantitatif dengan analisis statistik deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian pengukuran iklim mikro  pada kedua kelurahan Calaca dan Wenang Selatan Kecamatan Wenang Kota Manado dengan menggunakan 5(lima) unsur dapat disimpukan bahwa Kelurahan Calaca termasuk dalam area yang berkepadatan bangunan menengah sedang karena memiliki suhu rata-rata 30°C-35°C dan Kelurahan Wenang Selatan termasuk dalam area yang berkepadatan bangunan rendah atau tidak tinggi karena memiliki suhu rata-rata 28°C-31°C.  
PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK DI PERMUKIMAN KUMUH DI KELURAHAN CALACA DAN ISTIQLAL KECAMATAN WENANG Cyntha Tendean; Sonny Tilaar; Hendriek H Karongkong
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 6 No. 3 (2014)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v6i3.6054

Abstract

Persoalan permukiman di pusat kota cukup beragam, salah satunya adalah tata lingkungan yang tidak teratur. Ketidak teraturan permukiman memyebabkan wilayah itu cenderung kumuh. Di kota manado permukiman serta sejumlah persoalannya perlu di kaji, salah satunya yaitu pengelolaan air limbah domestik. Untuk itu wilayah yang menjadi fokus penting yaitu di Kelurahan Calaca dan Kelurahan Istiqlal Kecamatan Wenang. Di Kecamatan Wenang, memiliki lokasi pemukiman kumuh yang berada di daerah bantaran sungai Tondano. Pengelolaan air limbah domestik (Rumah Tangga), seperti  Tinja, Urine, dan buangan kamar mandi serta buangan dapur yang baik dan benar menjadi penting di analisa, karena dilokasi tersebut masyarakat membuang kotoran limbah cair masih dilakukan pada tempat yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk  mendeskripsikancara pembuangan air limbah domestik dan menganalisis sistem pengelolaan air limbah domestik di permukiman kumuh, di Kelurahan Calaca dan Istiqlal Kecamatan Wenang.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Dalam menganalisis dataMetode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif  kualitatif. Data yang diperoleh melalui wawancara/kusioner dan observasi lapangan dianalisis untuk mengetahui prilaku dan cara masyarakat menyalurkan air limbah domestiknya, serta kelembagaan, peraturan, kebijakan pemerintah, pembiayaan serta presepsi dari masyarakat.Berdasarkan hasil analisis menunjukan untuk jenis limbah grey watermereka menyalurkan air limbah domestiknya melalui pipa, drainase dan langsung kesungai, untuk jenis limbah Black Water (Urine dan Tinja), masyarakat menyalurkan melalui pipa langsung ke sungai, menyalurkan melalui kloset langsung mengalir ke sungai dan menggunakan septic tank individu. Untuk Sistem Pengelolaannya,di tinjau dari Sarana dan Prasarana pada kelurahan Calaca dari hasil presentase terbanyak yaitu tidak memenuhi 38% dan yang tersendah dikategorikan memenuhi sebanyak 1%. Pada kelurahan Istiqlal dari hasil presentase terbanyak yaitu memenuhi sebanyak 50% dan terenda di kategorikan tidak memenuhi sebanyak 1%.Ditinjau dari aspek pembiayaan, tidak ada retribusi yang di tanggungkan kepada masyarakat dalam pembangunan IPAL yang berada di kelurahan Istiqlal, pembiayaan murni dari pemerintah. Ditinjau dari aspek kelembagaan, yang mengorganisir pengelolaan air limbah domestik di Kelurahan Calaca dan Istiqlal tidak berperan penuh dalam tupoksinya, serta terjadi tumpang tindih tugas dan fungsi, serta program-program yang ada tidak terlaksana dengan baik.Untuk aspek Kebijkan, ditemukan belum adanya peraturan daerah yang mengatur tentang pengelolaan air limbah domestik, selain itu untuk peraturan dan kebijakan dari pemerintah pusat tidak terlaksana dengan baik.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP KINERJA PELAYANAN PUBLIK PT AIR MANADO Rendy Sudarto; R J Poluan; Esli D Takumansang
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 6 No. 3 (2014)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v6i3.6055

Abstract

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang memiliki fungsi sangat penting bagi kehidupan manusia, serta untuk memajukan kesejahteraan umum dan juga berperan sebagai faktor utama pembangunan. Untuk menghadapi meningkatnya kebutuhan air dan kompetisi penggunaaan air yang semakin ketat maka diperlukan pengelolaan sumberdaya air dan pelayanan publik yang memadai. Salah satu instansi Pemerintah yang menyelenggarakan penyediaan publik adalah PT Air Manado. PT Air  Manado merupakan salah satu instansi publik yang pada hakekatnya adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya bertugas untuk mempersiapkan air bersih dan mendistribusikannya kepada masyarakat sebagai konsumen. Namun dalam perjalanannya sering mendapat keluhan dari masyarakat atau pelanggan.Permasalahan yang ada dalam penelitian ini adalah sejauh mana kinerja pelayanan dan kepuasan pelanggan terhadap kualitas pelayanan publik PT Air Manado. Penelitian ini akan dilaksanakan di wilayah kota Manado yang mencakup wilayah pelayanan dari PT Air Manado  Metode Penelitian yang digunakan adalah dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan analisis deskriptif untuk kemudian diolah agar mendapatkan kesimpulan. Langkah-langkah penyusunan Analisis Tingkat Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan PT Air  Manado menggunakan teknik analisa data secara kuantitatif yang dapat diuraikan sebagai berikut : Tahap Persiapan, Tahap Pelaksanaan Pengumpulan Data, Tahap Pengolahan Data, Perangkat Pengolahan, Pengujian Kualitas Data, Laporan Hasil Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat, dan Tingkat Kesesuaian. Berdasarkan hasil penelitian Pengukuran Tingkat Kinerja Pelayanan Publik melalui Pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang telah dilakukan di PT Air Manado dengan menggunakan 15 (lima belas) unsur atau indikator yang didasarkan pada Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 25 Tahun 2004 dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan publik yang telah dilakukan oleh PT Air Manado adalah kurang Baik. Hal tersebut dapat dilihat dari Nilai Indeks yang diperoleh sebesar 2,484 dan Nilai IKM sebesar 62,1 yang berarti bahwa mutu pelayanan masuk dalam kategori C, sehingga kinerja pelayanannya dapat dikatakan kurang baik.
ANALISIS PENGELOLAAN PERSAMPAHAN DI KELURAHAN SINDULANG SATU KECAMATAN TUMINTING KOTA MANADO Loisa Novany; Veronica Kumurur; Ingerid Moniaga
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 6 No. 3 (2014)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v6i3.6057

Abstract

Kelurahan sindulang Satu sendiri memiliki lokasi yang strategis yakni berada di kawasan pesisir pantai teluk Manado, kawasan bantaran Sungai (DAS Tondano) juga terdapat daerah perbukitan. Serta merupakan salah satu Kelurahan dengan jumlah penduduk terpadat di Kecamatan Tuminting, dan juga sebagai kawasan Boulevard II di kota manado. Mengenai sistem pengelolaan sampah dilokasi tersebut, bila ditinjau langsung kelokasi, masyarakat langsung membuang kotoran khususnya sampah di selokan,halaman rumah dan dibiarkan menggendap serta dibuang langsung ke sungai dan pantai. Saat ini sejumlah permukiman  mengalami permasalahan kebersihan lingkungan dengan kondisi yang kotor. Perbedaan karakteristik lingkungan permukiman diperkirakan menjadi salah satu faktor penentu dalam hal kegagalan pemberlakuan pengelolaan sampah secara seragam oleh pemerintah. Tujuan penelitian adalah mengetahui cara pengelolaan persampahan yang dilakukan oleh masyarakat Kelurahan Sindulang Satu. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Data dianalisis secara statistik deskriptif untuk menguraikan kondisi aktual pengelolaan persampahan berdasarkan karakteristik lingkungan permukiman. Hasil penelitian menunjukan bahwa kebersihan lingkungan permukiman tergantung pada keberadaan kondisi infrastruktur dan status sosial ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan persampahan yang berbeda sesuai karakteristik lingkungan permukiman. Di tiap lokasi permukiman memiliki fasilitas/sarana persampahan yang sangat terbatas khususnya dilingkungan permukiman perbukitan yang kondisi lingkungannya sulit untuk dilalui alat pengumpul sampah, maka pengelolaan persampahan yang ideal adalah sistem  pengelolaan yang menitikberatkan pada peran serta masyarakat.
ANALISIS KEBUTUHAN RUANG PARKIR PADA KAWASAN PUSAT PERDAGANGAN KOTA TOMOHON Prasetiyo .; James Timboeleng; Hanny Poli
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 6 No. 3 (2014)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v6i3.6060

Abstract

Parkir merupakan salah satu elemen penting dalam transportasi perkotaan karena akan berdampak terhadap pemilihan moda serta berpengaruh pada masyarakat dan sistem trasportasi dalam satu kota baik itu secara jangka panjang ataupun pendek.Kawasan pusat perdagangan Kota Tomohon merupakan salah satu kawasan yang padat aktifitas berada pada jalur arteri yang menghubungkan beberapa pusat kegiatan wilayah berada dalam wilayah adminisrasi Kelurahan Matani, kondisi eksisting saat ini pada kawasan pusat perdagangan tidak memiliki areal parkir yang dapat menampung kendaraan pengunjung pusat perdagangan sehingga mobil maupun motor milik pengunjung hanya di parkir pada badan jalan sehingga mengurangi kapasitas jalan yang ada. Pada penelitian ini metode survei yang digunakan adalah pengumpulan data primer terhadap permintaan parkir berupa kendaraan yang datang dan keluar serta pengumpulan data sekunder meliputi RDTR Kota Tomohon 2011-2031 dan Kota Tomohon Dalam Angka 5 tahun terakhir. Kawasan pusat pedagangan sendiri sifatnya linier sepanjang jalan raya Kota Tomohon dengan panjang 200 meter. Hasil analisis dari data yang didapat selama penelitian didapat jumlah rata-rata kendaraan yang masuk area parkir selama kurun waktu seminggu adalah sebanyak 436 unit minibus, 4 unit bus/truck, dan 425 sepeda motor. Dari hasil analisis kebutuhan kapasitas parkir sendiri diperoleh bahwa area parkir on street pada kawasan pusat perdagangan Kota Tomohon sudah tidak lagi mencukupi yakni dengan SRP eksisting untuk mobil 53 unit dengan kebutuhan sebenarnya 56 unit, selain itu pada jam-jam puncak pada pukul 15.00 hingga 18.00 area parkir sudah tidak dapat menampung kendaraan yang datang sehingga sebagian kendaraan sulit untuk mendapatkan lokasi parkir. Dampak yang ditimbulkan oleh lokasi parkir onstrret pada jalan raya tomohon yakni menghambat arus yang akan lewat di jalan tersebut.Berdasarkan hasil survey dan analisis perlu direalisasikan lokasi area parkir baru yang sifatnya bukan onstreet serta masih dapat dijangkau dari pusat perdagangan dengan jalan kaki dalam hal ini kami memberikan alternatif yaitu pada kawasan ex-SPBU Kota Tomohon, selain itu pemanfaatan moda angkutan masal juga perlu di perhitungkan guna mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
ARAHAN PENGEMBANGAN PERMUKIMAN NELAYAN BERBASIS EKOWISATA (Studi Kasus: Pesisir Pantai Malalayang, Kelurahan Malalayang Satu dan Malalayang Satu Timur, Kecamatan Malalayang, Kota Manado) Muhammad Syahri Paputungan; Fella Warouw; Sonny Tilaar
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 6 No. 3 (2014)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v6i3.6061

Abstract

Disepanjang pesisir pantai kota Manado sudah sulit dijumpai permukiman nelayan tradisional hal ini diakibatkan oleh proses pembangunan kota manado yang mengarah kekawasan pesisir pantai kata Manado sehingga reklamsai pantai sering dilakukan. Sehingga permukiaman nelayan yang dahulunya banyak tersebar di pesisir pantai kota Manado namun saat ini sudah sangat sulit dijumpai. Padahal apabila merujuk pada visi kota Manado yaitu Manado Kota model Ekowisata hal ini bertolak belakang dengan sistem pembangunan di kota Manado. Pesisir pantai Malalayang, kelurahan Malalayang Satu dan Malalayang Satu Timur merupakan salah satu tempat permukiman nelayan yang saat ini masih bertahan.Hal ini harus mendapat arahan yang baik agar permukiman nalayan tersebut dapat tetap eksis karena memiliki nilai historikal budaya yang nantinya dapat diarahkan menuju konsep ekowisata.Dalam penelitian ini ada tiga aspek yang coba di teliti guna tercapainya konsep ekowisata yaitu kualitas lingkungan, budaya lokal masyarakat dan ekonomi masyarakat. Dan dalam melakukan survey penelitian menggunakan metode pengumpulan data dengan cara kuesioner yang dibagikan sebanyak 90 kuesioner, saat menganalisis data menggunakan metode analisis likert, analisis citra dan analisis SWOT guna mendapatkan arahan dalam pengembangan permukiman nelayan. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa kualitas lingkungan belum mencapai standar kelayakan dan perlu penambahan prasarana guna tercapainya kualitas lingkungan yang memadai.Budaya lokal masyarakat memiliki nilai jual yang tinggi apabila permukiman nelayan tersebut diarahakan menuju konsep ekowisata.Sedangkan ekonomi masyarakat masih berada pada tataran kelas menengah kebawah terutama pada masyarakat nelayan, perlu dilakukan pembenahan dibidang prasarana dan pelatihan-pelatiahan agar ekonomi masyarakat sekitar bisa berkembang.
ANALISIS SISTEM PERSAMPAHAN DI KOTA TERNATE Akbar .; Michael Rengkung; Fella Warouw
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 6 No. 3 (2014)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v6i3.6062

Abstract

Persoalan sampah tidak henti hentinya untuk dibahas,  karena berkaitan dengan pola hidup serta budaya masyarakat itu sendiri. Kota ternate adalah salah satu kota yang mengalami pertumbuhan penduduk dan ekonomi yang cukup memicu meningkaknya kegiatan jasa, industri, bisnis dan sebagainya di wilayah Ternate sehingga akan memicu meningkatnya produksi limbah buangan atau sampah. Kota Ternate mengalami permasalahan pengelolaan persampahan yakni masalah pengangkutan sampah, berdasarkan data bahwa jumlah ketersediaan prasarana pengangkutan hanya mampu mengngkut timbulan sampah sebesar 214 m³/hari, dinas kebersihan Kota Ternate, (2012) sedangkan berdasarkan hitungan bahwa timbulan sampah tahun 2012 adalah 413 m³/hari didasari pada jumlah penduduk kota Ternate saat ini yakni 172.559 jiwa BPS Ternate dalam angka, (2011) bararti menyisakan 52% sampah tidak terangkut ke TPA. Meningkatnya produksi sampah tanpa sistem persampahan yang tepat diperkirakan menjadi alasan tidak terciptanya lingkungan yang bersih, dikeranakan masih banyak sampah yang berhamburan di jalan dengan tidak adanya tempat fasilitas pembuangan sampah yang memadai, selain itu kebanyakan masyarakat di Kelurahan Bastiong membuang sampah di selokan, mengakibatkan terjadinya banjir ketika hujan turun. Dan pada umumnya masyarakaat yang tinggal di pesisir pantai sering membuang sampah di laut, sehingga mengakibatkan  masalah pencemaran lingkungan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif, menggunakan metode analisis data distribusi frekuensi, yaitu mengolah data dengan berbagai perhitungan statistik sederhana misalnya: jumlah, selisih dan persentase data. Dengan data dan informasi yang didapat, maka dilakukan analisis terhadap sistem pengelolaan persampahan Kelurahan Bastiong Talangame. Hasil penelitian mendapatkan bahwa pengelolaan persampahan di Kota ternate belum cukup baik, sedangkan beberapa faktor yang mempengaruhui sistem pengelolaan sampah di Kelurahan Bastiong masih mengalami permasalahan seperti budaya sikap dan perilaku masyarakat, timbulan dan karakteristik sampah, serta sarana pengumpulan, pengangkutan, pengelolaan dan pembuangan akhir sampah.

Page 2 of 14 | Total Record : 132