cover
Contact Name
Muhammad Syahrul Rizal
Contact Email
sicedu@universitaspahlawan.ac.id
Phone
+6282172464416
Journal Mail Official
syahrul.rizal92@gmail.com
Editorial Address
https://sicedu.org/index.php/sicedu/about/editorialTeam
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Science and Education Journal
ISSN : 2963928X     EISSN : 29629713     DOI : -
Science and Education Journal (SICEDU) menerbitkan artikel penelitian yang membahas tentang pendidikan: pembelajaran di PGSD, di Sekolah Dasar yang membahas kurikulum dan teknologi pembelajaran, manajemen sekolah, kebijakan pendidikan di sekolah, Sosial, humaniora, dll.
Articles 856 Documents
Meningkatkan Hasil Belajar Materi Luas Bangun Datar Gabungan Menggunakan Model PBL Dengan Pendekatan Saintifik Dan TPACK Pada Siswa Kelas V Nanda Aulia Ayuningtias; Sunarno Sunarno; Yogi Prihandoko
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.901

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menggambarkan aktivitas belajar serta hasil belajar yang dicapai oleh siswa kelas V pada materi luas bangun datar dengan mengimplementasikan model PBL yang dipadukan dengan pendekatan saintifik dan TPACK. Penelitian ini dilatarbelakangi dari kondisi hasil belajar siswa yang masih belum mencapai target yang diharapkan pada topik tersebut. Pendekatan kualitatif digunakan dengan menerapkan model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) mengacu pada model Kemmis dan McTaggart serta dilakukan dengan 2 siklus yang menjadi subjek penelitian adalah 13 siswa kelas V, 4 laki-laki dan 9 perempuan. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas siswa dan tes hasil belajar, kemudian dianalisis menggunakan teknik persentase dan ketuntasan klasikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa meningkat dari 46% kategori "cukup aktif" pada Siklus I menjadi 85% kategori "sangat aktif" pada Siklus II. Hasil belajar klasikal pada ranah kognitif meningkat dari 46% menjadi 85%, sedangkan pada ranah psikomotorik meningkat dari 62% menjadi 85%. Hasil yang diperoleh telah memenuhi kriteria keberhasilan penelitian yang ditentukan, yakni mencapai sedikitnya 80%. Dengan demikian, penerapan model PBL yang dipadukan dengan pendekatan saintifik dan TPACK terbukti mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan aktivitas belajar serta pencapaian hasil belajar peserta didik pada materi luas bangun datar gabungan di SDN Kuin Utara 5 Banjarmasin.
Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Materi Mengukur Sudut Pada Bangun Datar Menggunakan Model PBL Dengan Pendekatan Saintifik dan TPACK Siswa Kelas VB SD Gadang 2 Tri Ratna Norsanti; Sunarno Sunarno; Yogi Prihandoko
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.903

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan aktivitas siswa serta hasil belajar matematika pada materi mengukur sudut pada bangun datar melalui penerapan model PBLyang dipadukan dengan pendekatan saintifik dan TPACK pada siswa kelas VB SDN Gadang 2 Banjarmasin. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan melibatkan 23 siswa sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan tes tertulis. Selanjutnya, data dianalisis secara deskriptif melalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif berdasarkan hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa serta capaian hasil belajar pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas siswa secara klasikal dari 48% pada siklus I menjadi 83% pada siklus II. Selain itu, ketuntasan hasil belajar pada ranah kognitif mengalami peningkatan dari 57% menjadi 100%, sedangkan pada ranah psikomotorik meningkat dari 52% menjadi 83%. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model PBL yang dikombinasikan dengan pendekatan saintifik dan TPACK efektif dalam meningkatkan aktivitas siswa serta hasil belajar matematika pada materi mengukur sudut pada bangun datar.
Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Pengukuran Luas Menggunakan Model PBL Dengan Kombinasi Pendekatan Saintifik Dan TPACK Pada Siswa Kelas IV Di SDN Sungai Miai 1 Vina Rodhatul Janah; Sunarno Sunarno; Yogi Prihandoko
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.904

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan aktivitas belajar serta capaian hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang diintegrasikan dengan pendekatan saintifik dan TPACK. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV di SDN Sungai Miai 1 sejumlah 17 orang, dengan pelaksanaan penelitian yang berlangsung dalam dua siklus. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan campuran, yakni kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui tiga teknik, yaitu observasi, wawancara, dan tes tertulis. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan peningkatan yang signifikan baik pada aktivitas siswa maupun hasil belajarnya. Persentase aktivitas siswa naik dari 76% pada kondisi awal menjadi 97% dengan predikat sangat baik; hasil belajar kognitif meningkat dari 53% menjadi 82%; sedangkan hasil belajar psikomotorik bertambah dari 71% menjadi 82%. Kenaikan ini tercermin dari pelaksanaan pembelajaran oleh guru yang semakin optimal, keterlibatan siswa yang kian aktif selama pembelajaran berlangsung, serta jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar yang terus bertambah pada tiap siklus. Dari temuan yang diperoleh, dapat ditarik kesimpulan bahwa penggabungan model PBL dengan pendekatan saintifik dan TPACK terbukti mampu meningkatkan aktivitas belajar serta hasil belajar siswa secara efektif.
Meningkatkan Keterampilan Kolaborasi Siswa Menggunakan Model Numbered Heads Together Pada Mata Pelajaran IPAS Di Kelas 3 SDN Sungai Jingah 5 Banjarmasin Ahda Barori; Tika Puspita Widya Rini
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.929

Abstract

Murid di kelas III mata pelajaran IPAS di SDN Sungai Jingah 5 Banjarmasin tidak dapat bekerja sama. Data peninjauan akhir tahun menunjukkan bahwa hanya 26,67% siswa termasuk dalam kategori terampil untuk kolaborasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah model Numbered Heads Together dapat membantu siswa berkolaborasi lebih baik. Selain itu, penelitian ini akan memberikan penjelasan tentang cara model ini digunakan. Penelitian tindakan kelas digunakan dalam penelitian ini. Dengan 30 siswa kelas III, empat pertemuan dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi melalui lembar keterampilan observasi kolaborasi yang berdasarkan lima indikator utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model NHT dapat meningkatkan kemampuan kerja tim siswa secara signifikan. Indikator kolaborasi termasuk berbagi pengetahuan, berkomitmen pada tujuan kelompok, mengambil tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas dengan kualitas yang tinggi, dan menciptakan lingkungan kerja yang nyaman di mana orang saling membantu satu sama lain untuk mendorong satu sama lain untuk mencapai tujuan. Ketuntasan klasik meningkat dari 26,67% pada pertemuan pertama menjadi 83,33% pada pertemuan keempat, melampaui target keberhasilan sebesar 76%. Model NHT meningkatkan ketergantungan positif dan akuntabilitas individu dengan menggunakan sistem pemanggilan nomor acak. Oleh karena itu, model NHT ini adalah cara yang bagus untuk mengajarkan siswa bagaimana bekerja sama. Ini akan membantu siswa di sekolah dasar meningkatkan kemampuan mereka untuk bekerja sama.
Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Murid Sekolah Dasar Menggunakan Model Problem Based Learning Fatimah Az Zahroh; Tika Puspita Widya Rini
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.930

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan aktivitas guru, menganalisis peningkatan aktivitas murid, keterampilan berpikir kritis murid dalam pembelajaran menggunakan model Problem based learning. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di SDN Bukit Mulia 2 sebanyak tiga kali pertemuan. Subjek penelitian yaitu 17 murid kelas IV  terdiri 6 murid perempuan dan 11 murid laki-laki. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi. Data yang terkumpul diproses melalui pendekatan analisis deskriptif dan analisis kecendrungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru memperoleh kriteria “sangat baik”. Aktivitas murid meningkat dari “Sebagian Besar Murid aktif ” menjadi “hampir seluruh murid sangat aktif”. Keterampilan berpikir kritis meningkat dari “Sangat Sedikit murid Yang Sangat Terampil” menjadi “hampir seluruh murid sangat terampil”. Temuan penelitian ini diharapkan menjadi inovasi yang dapat diimplementasikan dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar guna mengoptimalkan aktivitas dan keterampilan murid.
Pengendalian Risiko K3 Proses Produksi Pasteurisasi Menggunakan Metode Job Safety Analysis (JSA) Dan Hazard Identification Risk Assessment And Risk Control (HIRARC) Pada Industri Minuman Sari Buah Rakay Edhiargo Toyosito; Saepul Saepul; Lifia Citra Ramadhanti; Angga Widyas Swara
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.1032

Abstract

Proses pasteurisasi pada industri minuman memiliki berbagai potensi bahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja, seperti paparan suhu tinggi, tekanan, peralatan mekanis, dan bahan kimia. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, dan menentukan pengendalian risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proses pasteurisasi di PT Amanah Prima Indonesia. Metode yang digunakan adalah Job Safety Analysis (JSA) dan Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai potensi bahaya yang termasuk dalam kategori fisik, kimia, mekanis, listrik, dan ergonomi dengan tingkat risiko yang bervariasi dari rendah hingga tinggi. Pengendalian risiko direkomendasikan berdasarkan Hierarchy of Control melalui eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, pengendalian administratif, dan penggunaan alat pelindung diri. Penerapan JSA dan HIRARC terbukti mampu meningkatkan efektivitas identifikasi bahaya dan pengendalian risiko pada proses pasteurisasi.
Peningkatan Efektivitas Tata Letak Fasilitas Melalui Analisa Activity Relationship Chart (ARC) Dengan Metode Systematic Layout Planning (SLP) Dan Algoritma BLOCPLAN Di Bengkel Bubut Dan Las NN Supriyandi Supriyandi; Mochamad Eko Nugroho; Lifia Citra Ramadhanti
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.1053

Abstract

Tata letak fasilitas memiliki dampak signifikan terhadap efektivitas proses produksi karena perannya yang krusial dalam mengurangi jarak pemindahan material dan mengoptimalkan alur kerja. Penempatan fasilitas yang tidak selaras dengan urutan proses produksi menimbulkan masalah bagi Bengkel Bubut dan Las NN, seperti jarak pemindahan material yang jauh dan aliran material yang tidak efektif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan kedekatan antar fasilitas menggunakan Activity Relationship Chart (ARC), merancang usulan tata letak dengan metode Systematic Layout Planning (SLP) dan algoritma BLOCPLAN, serta menilai efektivitas tata letak berdasarkan pengurangan jarak pemindahan material. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran langsung, wawancara, observasi, dan dokumentasi sebagai bagian dari metode deskriptif kuantitatif. Analisis mencakup penyusunan ARC, perancangan tata letak menggunakan SLP, dan penggunaan algoritma BLOCPLAN untuk menghasilkan berbagai opsi tata letak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ketiga teknik tersebut menghasilkan tata letak yang lebih teratur dan selaras dengan alur proses produksi; hal ini mengurangi jarak pemindahan material, serta meningkatkan efektivitas tata letak dibandingkan kondisi awal. Oleh karena itu, kombinasi ARC, SLP, dan BLOCPLAN terbukti efektif bagi Bengkel Bubut dan Las NN dalam merancang ulang tata letak fasilitas guna meningkatkan efisiensi operasional dan kelancaran proses produksi.
An Integrated Warehouse Redesign Framework For Improving Operational Efficiency Through Systematic Layout Planning, Material Handling Analysis, Risk Assessment, And Error-Proofing Abby Yazid Buystommy; Aditya Budiansyah; Abimanyu Abimanyu
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.1057

Abstract

Warehouse operational efficiency has become increasingly important for manufacturing companies because it directly affects material flow continuity, logistics costs, production responsiveness, and overall supply chain performance. However, inefficient warehouse layouts often result in excessive material handling distances, prolonged transportation time, underutilized storage space, and increased operational risks that reduce warehouse productivity. Although previous studies have demonstrated the effectiveness of facility layout optimization, material handling analysis, risk assessment, and error-proofing techniques, these approaches have largely been applied independently, limiting their ability to simultaneously improve operational efficiency and process reliability. This study proposes, implements, and validates an Integrated Warehouse Redesign Framework for enhancing warehouse operational efficiency through the integration of Systematic Layout Planning (SLP), Material Handling Analysis, Risk Assessment, and Error-Proofing within a unified improvement methodology. In the proposed framework, SLP was employed to redesign the warehouse layout based on activity relationships and space requirements, Material Handling Analysis was used to evaluate transportation performance through distance, time, and handling cost measurements, operational risk assessment was conducted using Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) to identify and prioritize critical failure modes, and error-proofing strategies were developed using Poka-Yoke to prevent recurring operational errors. The framework was validated through an industrial case study in a manufacturing warehouse. The implementation results demonstrated significant operational improvements, including a 32.53% reduction in total material travel distance, a 28.86% reduction in material handling time, a 30.30% reduction in material handling costs, a 66.67% decrease in backtracking movements, and a 72.73% reduction in cross movements. Furthermore, warehouse space utilization increased from 71.5% to 86.9%, while overall material handling efficiency improved from 68.2% to 89.1%, indicating substantial enhancements in warehouse operational performance. The proposed framework extends conventional warehouse layout optimization by integrating facility layout planning, material handling optimization, operational risk assessment, and error-proofing into a systematic decision-making process for warehouse redesign. This study contributes to the Industrial Engineering literature by providing a comprehensive and validated methodological framework for warehouse improvement, while offering manufacturing practitioners a practical guideline for reducing operational waste, improving process reliability, and enhancing warehouse performance without requiring major facility expansion.
Penurunan Pembelian Sparepart Control Burner Dengan Cara Merekondisi Ulang Menggunakan Metode OEE Dan Six Big Losses Di PT. Indah Sukses Tbk Muhammad Najib Asrori; Sita Kurniaty Ratoko; Abimanyu Abimanyu
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.1059

Abstract

Salah satu bagian penting dari sistem pembakaran yang berfungsi untuk mengatur proses pembakaran agar beroperasi secara stabil dan aman adalah kontrol pembakar. Di PT. Indah Sukses Tbk, masalah yang sering muncul meliputi kerusakan kontrol pembakar akibat suhu lingkungan yang tinggi, yang dapat mencapai rata-rata 49°C, dan penurunan kualitas komponen elektronik, khususnya Elco, yang mengakibatkan lebih banyak waktu henti dan penggantian kontrol pembakar yang sering. Dalam upaya meningkatkan keandalan sistem dan menurunkan biaya perawatan dan pembelian yang sangat tinggi yang mencapai Rp 314.612.676 dari Juli hingga November 2025, studi ini akan meneliti penyebab kerusakan control burner control dan menilai efektivitas rekondisi. Efektivitas Peralatan Keseluruhan (Overall Equipment Effectiveness) OEE dihitung menggunakan pendekatan Enam Kerugian. Pengamatan lapangan, pengumpulan data waktu henti, dan analisis sebab akibat (diagram tulang ikan) adalah beberapa di antaranya. Temuan studi menunjukkan bahwa penurunan kinerja komponen elektronik sebagian besar disebabkan oleh suhu tinggi di area burner kontrol. Tindakan rekondisi dilakukan dengan mengganti elco yang mengalami penurunan kapasitas dari 100uf/35 volt 85 ◦C ke 100uf/50 volt 105 ◦C agar umur pakai control burner lebih tahan lama atau awet. Setelah dilakukan rekondisi, downtime mengalami penurunan sebesar 77% dan frekuensi pergantian control burner berkurang secara signifikan. Selain itu, kinerja sistem menjadi lebih stabil sehingga dapat meningkatkan efektivitas operasional dan mengurangi biaya pembelian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa rekondisi control burner merupakan solusi yang efektif untuk meningkatkan keandalan sistem, menurunkan downtime, memperpanjang umur pakai komponen, dan meningkatkan efisiensi biaya maintenance dan menurunkan value pembelian sparepart control burner.
Penerapan Statistical Process Control (SPC), Root Cause Analysis (RCA), Dan Poka-Yoke Berbasis Sensor Otomatis Untuk Mengurangi Reject Inner Permen Pada Proses Packaging Di PT Candy JTK Jojor Taruli; Abby Yazid Bustommy; Abimanyu Abimanyu
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.1093

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mesin C memiliki tingkat reject tertinggi sebesar 4,05% dengan rata-rata reject 53.500 kg per bulan dan kerugian mencapai Rp3.945.000.000 per bulan. Analisis Diagram Pareto mengidentifikasi permen pecah sebagai jenis reject terbesar (53,72%), diikuti sambungan inner (46,28%). Analisis Root Cause Analysis (RCA) menunjukkan bahwa penyebab utama reject adalah penumpukan permen pada jalur produksi akibat sensor yang tidak mampu mendeteksi aliran permen secara optimal saat kecepatan mesin ditingkatkan untuk memenuhi target produksi. Sebagai solusi, diusulkan penerapan Poka-Yoke berbasis otomatisasi melalui pemasangan sensor otomatis, sistem alarm, dan mekanisme automatic stop untuk mencegah penumpukan permen. Implementasi usulan ini diharapkan dapat menurunkan tingkat reject, mengurangi kerugian produksi, meningkatkan kualitas produk, serta meningkatkan efisiensi proses produksi secara berkelanjutan di PT Candy JTK.