cover
Contact Name
I Gst. Putu Sudiarta
Contact Email
gussudiarta@undiksha.ac.id
Phone
+6281226621965
Journal Mail Official
gussudiarta@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jl. Udayana No 11, Kampus Tengah, Singaraja-Bali Kode Pos 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
ISSN : 26157446     EISSN : 26157454     DOI : https://doi.org/10.23887/jppmi
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia publishes original research papers, case reports, and review articles. The publication include the topic abaut Mathematics education
Articles 117 Documents
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL)TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS PESERTA DIDIK PADA MATERI BILANGAN BULAT E.P. Nainggolan; L.P. Pangaribuan; S.P. Gultom
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): Oktober, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v13i2.3422

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan model pembelajaran CTL terhadap pemahaman konsep matematis peserta didik di kelas VII. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi experiment dengan populasi penelitian seluruh siswa di kelas VII SMP Swasta Kristen Pagurawan’T.A.2023/2024. Dengan menggunakan teknik cluster random sampling dan diperoleh sampel penelitian kelas eksperimen di kelas VII A dan kelas kontrol dikelas VII B. Setelah dilakukan penelitian, diperoleh hasil pemahaman konsep matematika peserta didik dari kualitas pembelajaran dengan nilai 0,000 < 0,05, berarti ada perbedaan antara model CTL dengan pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil perhitungan rata-rata N-Gain pada kelas eksperimen diperoleh sebesar 0,20 dan kelas kontrol sebesar 0,19, artinya model CTL lebih efektif dari pada model pembelajaran konvensional. Untuk kesesuaian tingkat pembelajaran dikategorikan baik dengan nilai 4. Dengan ini, waktu dikategorikan baik dengan nilai 4,5. Berdasarkan hasil perhitungan N-Gain, kesesuaian tingkat pembelajaran dan waktu, maka disimpulkan model pembelajaran CTL lebih efektif dari pada pembelajaran konvensional. Dengan demikian maka model pembelajaran CTL efektif terhadap Pemahaman Konsep Matematis Peserta Didik Di kelas VII SMP Swasta Kristen Pagurawan.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR BERDASARKAN PROSEDUR NEWMAN S.A.E. Sartika; I.G.P. Suharta; I.W.P. Astawa
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol. 13 No. 1 (2024): April, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v13i1.3428

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis- jenis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada materi bangun ruang sisi datar berdasarkan prosedur Newman dan penyebabnya. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif kualitatif yang mendeskripsikan data langsung dari subjek yang diteliti menggunakan pedoman soal cerita bangun ruang sisi datar. Subjek yang digunakan adalah seluruh siswa kelas VI SD Bintang Timur berjumlah 16 siswa. Kemudian, dipilih 5 siswa yang akan diwawancara untuk mengetahui penyebab kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes berupa soal cerita dan wawancara. Setiap hasil pekerjaan siswa dianalisis kesalahannya berdasarkan prosedur Newman, kemudian dilakukan wawancara untuk mendeskripsi faktor-faktor penyebab kesalahan siswa. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 5 jenis kesalahan siswa: 1) Kesalahan membaca dan mengetahui arti simbol dan kata kunci pada soal (Reading), yang dilihat dari indikator kesalahan yaitu siswa tidak dapat membaca kata kunci pada soal; 2) kesalahan memahami isi soal (comprehension), sebagian besar siswa tidak menulis hal yang diketahui dan ditanyakan pada soal, salah menulis hal yang diketahui dan ditanyakan pada soal; 3) kesalahan transformasi soal (transformation) dimana siswa tidak menuis rumus yang digunakan dalam menyelesaikan soal cerita. Banyak siswa yang tidak menulis rumus yang harus digunakan; 4) kesalahan proses (process skill) rata-rata pada proses skill, siswa kesulitan dalam menggunakan operasi hitung matematika untuk menyelesaikan soal; dan 5) kesalahan menentukan jawaban akhir (endcoding) meliputi tidak menulis jawaban akhir dengan benar, tidak menyimpulkan jawaban akhir. Kesalahan paling sedikit dilakukan siswa yaitu pada tahap membaca dan mengetahui arti simbol dan kata kunci pada soal (reading) dengan persentasi sebesar 7,5% dan kesalahan paling banyak muncul pada tahap menentukan jawaban akhir (endcoding) dengan persentase sebesar 82%. Faktor-faktor penyebab kesalahan siswa yaitu terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal dimana siswa terburu-buru menyelesaikan soal, minat belajar siswa yang kurang, kemampuan literasi siswa masih rendah,dan kebiasaan siswa yang tidak menulis kesimpulan jawaban akhir. Faktor eksternal kesalahan siswa adalah 1) kurangnya bimbingan orang tua saat proses belajar di rumah; 2) kurangnya kegiatan literasi yang diadakan di sekolah; 3) kelalaian guru yang membiarkan siswa tidak menulis jawaban akhir; dan 4) waktu yang tidak cukup bagi siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika yang membuat siswa terburu-buru dalam mengerjakan soal cerita.
OPTIMALISASI KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA MTs MELALUI PEMBELAJARAN BERMAKNA BERBASIS MASALAH S. Rahmawati; Supratman; P. Lestari
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol. 13 No. 1 (2024): April, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v13i1.3550

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kemampuan berfikir kritis matematis siswa dengan pembelajaran bermakna berbasis masalah yang menggunakan media digital book. Dengan memanfaatkan metode eksperimen Pre-Experimental Designs dengan desain One-Group Pretst-Posttest, penelitian ini menganalisis data dari 25 siswa MTs Negeri 2 Tasikmalaya. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam kemampuan berfikir kritis matematis siswa setelah penerapan model pembelajaran bermakna berbasis masalah, dengan rata-rata nilai pretes 12,32dan postes 19,32. Uji Paired sample t-test menunjukan nilai Sig.(2-talled) sebesar 1,0559 x 10-15, mengindikasikan bahwa peningkatan tersebut signifikan secara statistik. Penggunaan digital book dalam pembelajaran bermakna berbasis malah terbukti efektif dengan effect size sebesar 3,11, yang berada pada kriteria strong effect. Berdasarkan temuan ini, disimpulkan bahwa pembelajaran bermakna berbasis masalah dengan media digital book dapat mengoptimalkan kemampuan berfikir kritis matematis siswa secara signifikan. Saran yang diberikan termasuk pengembangan lebih lanjut media pembelajaran digital dan penerapan model pembelajaran yang serupa di berbagai konteks pendidikan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran.
ANALISIS STRUKTUR BERPIKIR GEOMETRI BERDASARKAN TEORI VAN HIELE DALAM MENYELESAIKAN SOAL OPEN ENDED MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF VISUALIZER Y. Tarlina; Supratman; S.T. Madawistama
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): Oktober, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v13i2.3782

Abstract

Struktur berpikir geometri peserta didik adalah tahapan kemampuan peserta didik dalam memahami konsep-konsep geometri. Salah satu teori yang menjelaskan struktur berpikir geometri peserta didik adalah teori Van Hiele. Teori ini dicetuskan oleh Pierre van Hiele dan Dina van Hiele-Geldof pada tahun 1957. Teori ini mengklasifikasikan struktur berpikir geometri peserta didik ke dalam lima tahapan yaitu: 1) Tahap Pengenalan/Visualisasi, 2) Tahap Analisis, 3) Tahap Abstraksi/deduksi informal (Pengurutan), 4) Tahap Deduksi, dan 5) Tahap Keakuratan/Rigor. Teori ini menyoroti pentingnya struktur berpikir geometri yang mendalam dan berjenjang. Pada hasil pra penelitian yang dilakukan terhadap peserta didik di kelas VIII SMP Islam Trijaya Karangnunggal tahun ajaran 2022-2023, dengan materi bangun ruang sisi datar diketahui bahwa masih terdapat beberapa kesalahan yang dilakukan peserta didik dalam proses penyelesaiannya, hal ini dikarenakan permasalahan geometri yang disajikan hanya dengan penyelesaian tunggal sehingga peserta didik tidak bisa mengembangkan pola pikir matematikanya. Maka dari itu peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan soal open ended yang dirancang sesuai indikator geometri Van Hiele dengan tujuan untuk menganalisis struktur berpikir geometri berdasarkan teori Van Hiele peserta didik dalam menyelesaikan soal open ended ditinjau dari gaya kognitif visualizer. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode eksploratif, yaitu peserta didik diberikan kesempatan secara bergantian untuk menyelesaikan masalah sampai ditemukannya subjek penelitian yang sesuai dengan tujuan penelitian. Teknik pengumpulan data dimulai dari pemberian angket, soal open ended geometri Van Hiele yang telah divalidasi dan dinyatakan layak untuk digunakan, dan melaksanakan wawancara. Peserta didik kelas IX SMP Islam Trijaya Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya merupakan subjek penelitian yang dipilih menggunakan eksplorasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa S1 dengan gaya kognitif visualizer mencapai tahap ke 3 yaitu tahap abstraksi/deduksi informal dalam menyelesaikan soal open ended geometri Van Hiele S1 menyelesaikan soal tersebut dengan strategi dia sendiri, tetapi S1 tidak bisa mencapai tahap ke 4 dan ke 5 dalam tahapan geometri Van Hiele.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH LITERASI NUMERASI DITINJAU DARI DISPOSISI MATEMATIS R.T.C. Ningsih; R.B. Utomo; R. Sukmawati
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): Oktober, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v13i2.3977

Abstract

Literasi numerasi merupakan keterampilan yang sangat penting dalam menggunakan penalaran untuk menilai dan memahami pernyataan, melibatkan aktivitas memanipulasi simbol atau bahasa matematika yang umumnya ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan masalah literasi numerasi ditinjau dari disposisi matematis. Analisis kesalahan siswa dalam literasi numerasi berdasarkan metode nolthing. Sumber data dalam penelitian ini adalah angket, tes tertulis dan wawancara. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan populasi siswa kelas IX A SMP Negeri 20 Tangerang yang berjumlah 32 orang. Subjek penelitian ini terdiri dari 3 siswa, yaitu 1 siswa berdisposisi matematis tinggi, 1 siswa berdisposisi matematis sedang, 1 siswa berdisposisi matematis rendah. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan yaitu, siswa dengan kategori disposisi matematis tinggi dapat menyelesaikan soal kemampuan literasi numerasi dengan baik dan melakukan 1 kesalahan berdasarkan indikator metode nolting yaitu kesalahan penerapan konsep. Siswa dengan kategori disposisi matematis sedang cukup mampu menyelesaikan soal kemampuan literasi numerasi dan melakukan 3 kesalahan berdasarkan indikator metode nolting yaitu kesalahan membaca petunjuk, kesalahan penerapan konsep, kesalahan pada saat melakukan tes. Siswa dengan kategori disposisi matematis rendah belum mampu menyelesaikan soal kemampuan literasi numerasi dan melakukan 4 kesalahan berdasarkan indikator metode nolting yaitu kesalahan membaca petunjuk, kesalahan konsep, kesalahan penerapan konsep, kesalahan pada saat melakukan tes.
PENGARUH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS D.S. Salsabila; Ahmad
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): Oktober, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v13i2.4013

Abstract

Setiap siswa mempunyai kemampuan berpikir kritis yang berbeda, sehingga diperlukan strategi pembelajaran berdiferensiasi yang dapat menyesuaikan kebutuhan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berdiferensiasi dengan model Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis matematis. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Sampel penelitian ini yaitu kelas VII C sebagai kelas eksperimen dan kelas VII F sebagi kelas kontrol yang ditentukan menggunakan simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan dengan uji independent sample t test dengan uji prasyarat normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian menyatakan bahwa pembelajaran berdiferensiasi dengan model Problem Based Learning dapat berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis matematis dengan diperolehnya nilai diperoleh Sig.(2 tailed) pada baris Equal variances not assumed sebesar 0,000 yang berarti kurang dari 0,005 sehingga diterima.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN ETNOMATEMATIKA BATIK TANGERANG DITINJAU DARI KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA D. Febrianingsih; R.B. Utomo; P.W. Subroto
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): Oktober, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v13i2.4037

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran etnomatematika batik Tangerang ditinjau dari kemampuan pemahaman matematis siswa kelas IX. Penelitian ini menggunakan Quasi Eksperimental Design (eksperimen semu), jenis Nonquivalent Control Group Design, metode penelitian true experimental design. Subjek populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik IX SMP Negeri 3 Tangerang, dengan mengambil dua sampel yaitu kelas IX A sebagai kelas eksperimen sebanyak 35 siswa dan kelas IX D sebagai kelas kontrol sebanyak 36 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pretest-posttest. Dari hasil uji prasyarat analisis yang diperoleh data berdistribusi normal dan homogen, kemudian terdapat perbedaan yang signifikan dari hasil belajar siswa mengenai penggunaan pembelajaran etnomatematika batik Tangerang dengan pembelajaran konvensional. Hal ini dapat dilihat melalui hasil uji N-gain Score dimana 0,49 (interpretasi sedang) > 0,7 (interpretasi rendah). Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran etnomatematika batik Tangerang efektif ditinjau dari kemampuan pemahaman matematis siswa kelas IX di SMP Negeri 3 Tangerang.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DENGAN PROJECT BASED LEARNING BERBANTUAN APLIKASI QANDA DALAM PEMECAH MASALAH PESERTA DIDIK D.H. Ambarita; S.M. Panjaitan; S.P. Gultom
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): Oktober, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v13i2.4070

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas pembelajaran dengan Project Based Learning (PjBL) berbantuan aplikasi Qanda dalam pemecahan masalah di kelas X SMA Negeri 1 Pangururan. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan populasi penelitian, yaitu seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Pangururan. Sampel penelitian kelas eksperimen di Kelas X-A dan kelas kontrol di Kelas X-B dengan teknik Cluster Random Sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes berbentuk uraian yang telah dilakukan uji validasi instrumen serta lembar observasi kualitas pembelajaran, kesesuaian tingkat pembelajaran dan waktu. Setelah dilakukan perlakuan yang berbeda, maka berdasarkan hasil perhitungan post-test didapatkan pada kelas eksperimen mempunyai nilai rata-rata 82,79 dan pada kelas kontrol mempunyai nilai rata-rata 61,03. Hasil uji prasyarat data post-test menyatakan sampel berdistribusi normal dan homogen. Selanjutnya dilakukan perhitungan n-gain yang dimana diperoleh pada kelas eksperimen sebesar 0,77 yang berarti terjadi peningkatan pada kategori tinggi dan kelas kontrol sebesar 0,52 yang berarti terjadi peningkatan pada kategori sedang. Berdasarkan hasil perhitungan N-Gain maka dilakukan uji-t dengan hasil nilai Sig.(2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 pada taraf signifikansi 5% yang berarti adanya perbedaan efektivitas antara model Project Based Learning berbantuan aplikasi Qanda dengan pembelajaran biasa. Berdasarkan lembar observasi kesesuaian tingkat pembelajaran diperoleh skor 4,13 yang berarti kesesuaian tingkat pembelajaran sudah baik, dan pencapaian waktu ideal 4,67 yang berarti baik. Berdasarkan perhitungan nilai rata-rata post-test, n-gain, uji-t, lembar observasi kesesuaian tingkat pembelajaran dan waktu dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) berbantuan aplikasi Qanda efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik di Kelas X SMA Negeri 1 Pangururan.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KONEKSI MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL HOTS PADA MATERI TRIGONOMETRI H. Silitonga; A.J.B. Hutauruk; L.R. Pangaribuan; T. Naibaho
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): Oktober, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v13i2.4073

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa pada soal HOTS pada materi trigonometri di kelas X SMA Swasta Free Methodist-1 Medan, untuk mengetahui kemampuan koneksi matematis pada soal HOTS di materi trigonometri kelas X SMA Swasta Free Methodist-1 Medan, untuk mengetahui hubungan kemampuan berpikir kritis dengan koneksi matematis di materi trigonometri kelas X SMA Free Methodist-1 Medan dan untuk mengetahui berapa besar hubungan berpikir ktitis, koneksi matematis, dan kemampuan menyelesaikan soal HOTS pada materi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional dengan instrumen berbentuk uraian. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Swasta Free Methodist-1 Medan yang terdiri dari 5 kelas. Dari populasi tersebut yang menjadi sampel dalam penelitian ialah siswa kelas X-B dan X-C. Analisis data menggunakan uji prasyarat data post-test menyatakan data berdistribusi normal, selanjutnya menggunakan uji-t melihat hubungan signifikan dan kemudian menggunakan uji statistik korelasi sederhana. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa data berdistribusi normal antara kemampuan berpikir kritis dan koneksi matematis dengan menggunakan post-test dengan hasil normalitas post-test normalitas kemampuan berpikir kritis sebesar 0,1133 dan hasil normalitas post-test kemampuan koneksi matematis 0,1129 dan ada hubungan kemampuan berpikir kritis dengan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal HOTS pada materi trigonometri. Besar hubungan kemampuan berpikir kritis dengan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal HOTS adalah sebesar 30,58%. Ada hubungan kemampuan koneksi matematis siswa dalam menyelesaikan soal HOTS pada materi trigonometri. Besar hubungan kemampuan koneksi matematis siswa dalam menyelesaikan soal HOTS adalah sebesar 22,18%. Ada hubungan kemampuan berpikir kritis dan koneksi matematis siswa dalam menyelesaikan soal HOTS pada materi trigonometri. Besar hubungan kemampuan berpikir kritis dan koneksi matematis siswa dalam menyelesaikan soal HOTS adalah sebesar 38,1%. Dan untuk per-indikator kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal HOTS dalam kategori baik, serta untuk per-indikator kemampuan koneksi matematis siswa dalam menyelesaikan soal HOTS dalam kategori baik.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP PEMAHAMAN NUMERASI SISWA Tiara; M. Rudini; M.K. Ummah BK
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): Oktober, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v13i2.4078

Abstract

Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah kurangnya pemahamn numerasi pada indikator materi balok dan kubus siswa SDN Oyom maka untuk menjawab pertanyaan tersebut penulis melakukan penelitian dengan mengunakan model pembelajaran discovery learning dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui gambaran penerapan model discovery learning terhadap pemahaman numerasi siswa SDN Oyom. (2) Untuk meningkatkan pemahaman numerasipada materi bangun ruang sub pokok balok dan kubussiswa SDN Oyom. (3) Untuk mengetahui pengaruh penerapan model discovery learning yang dapat meningkatkan pemahaman numerasi pada materi balok dan kubus siswa kelas IV SDN Oyom. Jenis penelitian yang digunkan adalah penelitian kuantitatif tru-eksperimen desain (pretest-posttest control grup design). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini (1) melakukan ibservasi (2) pemberian pretest (3) pemberian treatmen/perlakuan (4) pemberian post-test. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 134 peserta didik dan pengambilan sampel dalam penelitian ini sistematis random sampling dan maching grup pada peserta didik kelas IVA (kelas eksperimen) dan B (kelas kontrol) SDN Oyom. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antaran nilai rata-rata pretest dan posttest siswa kelas eksperimen yang dimana nilai rata-rata pada pre-test yang diperoleh peserta didik lebih kecil dibanding dengan nilai rata-rata post-test yakni (pre-test 55,87, post-test 82,40). Hasil uji Wilcoxon yang dilakukan peneliti menunjukan nilai Asymp sig.(2-tailed) yaitu untuk kelas eksperimen 0,001 dan kelas kontrol 0,008 lebih kecil dibandingkan 0,05 hal ini menunjukan bahwah penerpan model pembelajaran discovery learning terhadap pemahaman numerasi siswa SDN Oyom berpengaruh. Dikatakan efektif berdasarkan indikator yang telah diterapkan.

Page 10 of 12 | Total Record : 117