cover
Contact Name
I Gst. Putu Sudiarta
Contact Email
gussudiarta@undiksha.ac.id
Phone
+6281226621965
Journal Mail Official
gussudiarta@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jl. Udayana No 11, Kampus Tengah, Singaraja-Bali Kode Pos 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
ISSN : 26157446     EISSN : 26157454     DOI : https://doi.org/10.23887/jppmi
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia publishes original research papers, case reports, and review articles. The publication include the topic abaut Mathematics education
Articles 117 Documents
PENGEMBANGAN E-MODUL BERORIENTASI UNDAGI BALI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP POLA BILANGAN PADA SISWA KELAS VIII SMP N.P. Supawidhiasih; I.G.P. Suharta; I.M. Ardana
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol. 14 No. 1 (2025): April, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v14i1.4106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik e-modul berorientasi Undagi Bali. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model Plomp. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Kuta Utara. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu tes dan angket. Instrumen yang digunakan yaitu lembar validasi, lembar keterlaksanaan, angket respon siswa dan guru dan tes pemahaman konsep. Hasil uji validitas menunjukkan e-modul siswa dan modul petunjuk guru berada pada kategori sangat valid. Analisis kepraktisan e-modul menunjukkan e-modul berada pada kategori praktis. Analisis efektifitas produk menunjukkan e-modul yang dikembangkan efektif. Karakteristik e-modul siswa adalah (1) mengombinasikan model pembelajaran berbasis masalah dan pendekatan saintifik, (2) memanfaatkan etnomatematika Undagi Bali dalam pembelajaran pola bilangan. Karakteristik modul petunjuk guru yaitu (1) memuat tindakan antisipasi untuk meminimalisir masalah, (2) memuat masalah yang mungkin dialami siswa dan cara mengatasinya, (3) menyediakan alternatif penyelesaian masalah yang ada di e-modul siswa.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP Rusdiana; R. Hidayat; A. Dimpudus; Ikmawati
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol. 14 No. 1 (2025): April, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v14i1.4129

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang optimalnya model pembelajaran yang sering digunakan oleh pendidik, yang membuat siswa menjadi pasif, kurang terlibat aktif dalam memahami konsep, dan kurang kreatif dalam menyelesaikan soal, sehingga hasil belajar mereka rendah. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan model pembelajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) terhadap hasil belajar matematika pada materi bangun ruang sisi datar di kelas VIII SMPN 12 PPU. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimental research, di mana kelas eksperimen diajarkan dengan model CPS. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling, kelas VIII-C sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII-A sebagai kelompok kontrol. Rata-rata nilai kelas eksperimen adalah 78,79, sedangkan kelas kontrol 40,46. Hasil uji independent sample T test pada nilai posttest menunjukkan signifikansi < 0,05, mengindikasikan perbedaan signifikan antara hasil belajar siswa yang menggunakan CPS dibandingkan yang tidak menggunakan model ini.
ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA MTs DALAM MENYELESAIKAN MASALAH GEOMETRI BERDASARKAN TINGKATAN BERPIKIR VAN HIELE N. Mutia; Safrina, K. Safrina
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol. 14 No. 1 (2025): April, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v14i1.4213

Abstract

Kemampuan Komunikasi matematis merupakan salah satu elemen yang sangat penting dalam pembelajaran geometri. Namun perlu diketahui setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda-beda ketika mengkomunikasikan masalah dalam pembelajaran geometri. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa yang dicermati berdasarkan tingkatan berpikir Van Hiele. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan komunikasi matematis siswa pada materi kesebangunan berdasarkan tingkatan berpikir Van Hiele di MTsN 3 Banda Aceh dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini yaitu 3 orang siswa yang dipilih berdasarkan hasil tes perkembangan geometri (VHGT). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari lembar tes dan pedoman wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan mereduksi, menyajikan, dan menarik kesimpulan, serta untuk mengecek keabsahan data dilakukan dengan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek level deduksi informal mampu memenuhi indikator menulis, menggambar, dan ekspresi matematika dengan sangat baik. Subjek level analisis mampu memenuhi indikator menulis dan menggambar. Subjek level visualisasi mampu memenuhi indikator menulis. Kemampuan berpikir geometri yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu rata-rata peserta didik berada pada tingkat berpikir level Visualisasi (Pengenalan).
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK PAIR SHARE TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA DITINJAU DARI DISPOSISI MATEMATIS D.A. Puspitarini; I.M. Ardana; I.W.P. Astawa
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol. 14 No. 1 (2025): April, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v14i1.4575

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pembelajaran kooperatif Think Pair Share (TPS) dan disposisi matematika terhadap pemahaman konsep matematika siswa. Penelitian ini menggunakan analisis faktorial 2 x 2. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP/MTs Islam Rayon VII Kota Denpasar sebanyak 233 orang. Sampel penelitian yang digunakan berjumlah 76 orang dengan menggunakan cluster random sampling, untuk kelas eksperimen sejumlah 38 siswa dan kelas kontrol sejumlah 38 siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes pemahaman konsep. Data dianalisis menggunakan analisis anava dua jalur berbantuan SPSS 25.00 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pembelajaran kooperatif Think Pair Share memiliki pengaruh positif terhadap pemahaman konsep siswa 2) Disposisi matematika memiliki pengaruh positif terhadap pemahaman konsep siswa 3)Terdapat interaksi antara pembelajaran kooperatif Think Pair Share dan disposisi matematika dalam mempengaruhi pemahaman konsep siswa.
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN CORE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN EFIKASI DIRI K.A.D. Indrawati; I.M. Ardana; Sariyasa
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol. 14 No. 1 (2025): April, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v14i1.4835

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, validitas, kepraktisan dan efektifitas E-Modul yang dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan efikasi diri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Plomp terdiri dari tahap investigasi awal, pengembangan dan penilaian. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas XI SMKN 4 Mataram. Data dikumpulkan menggunakan tes dan angket. Hasil uji validitas, analisis keefektifan, analisis kepraktisan menunjukan bahwa E-Modul yang dikembangkan berada pada kategori valid, praktis dan efektif. Terdapat beberapa karakteristik E-Modul yaitu E-modul siswa yang dikembangkan memiliki beberapa karakteristik yaitu E-modul siswa menekankan pembelajaran berbasis model CORE pada materi lingkaran, 2) memuat masalah yang berkaitan dengan kehidupan siswa, 3) memberikan kesempatan siswa untuk menuliskan kesimpulan, 4) dilengkapi bimbingan 5) di akhir pertemuan, diberikan apresiasi terhadap usaha siswa selama pembelajaran. E-modul petunjuk guru memiliki karakteristik 1) langkah-langkah yang harus dilakukan guru selama proses pembelajaran disesuaikan model pembelajaran CORE, 2) terdapat alternatif jawaban dari tugas yang dalam E-modul siswa.
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBANTUAN GEOGEBRA DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMP R. Susmawathi; I.G.P. Sudiarta; G. Suweken
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol. 14 No. 1 (2025): April, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v14i1.4874

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik E-Modul berbantuan geogebra dalam meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman konsep matematika. Jenis penelitian ini adalah pengembangan dengan menggunakan model Plom yang terdiri dari; Preliminary Research, Prototyping, dan Assessment. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu tes dan angket. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini untuk mengukur E-Modul digunakan lembar validasi, mengukur kepraktisan E-Modul digunakan lembar keterlaksanaan, angket respon guru dan siswa serta untuk mengukur keefektifan E-Modul digunakan tes pemahaman konsep matematika dan motivasi belajar siswa. Hasil penelitian ini adalah berupa E-Modul berbantuan geogebra yang valid, praktis, dan efektif. Karakteristik yang diperoleh dari E-Modul siswa yaitu: E-Modul membantu siswa belajar mandiri dan dapat membantu mengkonstruksi sendiri pemahaman konsep dengan latihan soal, video dan geogebra, E-Modul siswa memuat permasalahan yang dekat dengan kehidupan siswa, E-Modul memberikan ruang siswa menuliskan kesimpulan dari kegiatan yang dilaksanakan. Karakteristik yang di peroleh dari E-Modul Petunjuk guru yaitu membantu proses pembelajaran dikelas
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS F.D. Khoirunnisa; I. Kusmaryono; N. Ubaidah
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol. 14 No. 1 (2025): April, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v14i1.4936

Abstract

Tujuan penelitian untuk menyelidiki adanya peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik pada pembelajaran berdiferensiasi dengan model Problem Based Learning. Metode penelitian kuantitatif ini menggunakan desain eksperimen one group pretest posttest. Teknik pengambilan data melalui metode tes. Data penelitian dianalisis dengan uji banding rata-rata dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi dengan model Problem Based Learning, guru aktif membimbing peserta didik dan memberi umpan balik yang konstruktif. Sedangkan peserta didik aktif berdiskusi dan berkolaborasi dalam pemecahan masalah. Kemampuan peserta didik dalam pemecahan masalah matematis secara klasikal telah melebihi standar KKM yang ditentukan. Berdasarkan uji statistik menunjukkan adanya perbedaan rata-rata yang signifikan antara kemampuan pemecahan masalah matematis sebelum dan sesudah pembelajaran berdiferensiasi dengan model Problem Based Learning. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi dengan model Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis secara signifikan.
PENGARUH PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKAPADA MATERI SPLDV SISWA KELAS VIII S. Yulianti; A. Hidayat; Astuti
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol. 14 No. 1 (2025): April, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v14i1.5005

Abstract

Penelitian ini terinspirasi dari kurangnya keterampilan pemecahan masalah matematika yang ditunjukkan oleh siswa, seperti yang terlihat dalam prestasi akademik siswa kelas delapan di MTs Syekh Jaafar Pulau Gadang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai sejauh mana metode pendidikan matematika realistis (RME) memengaruhi keterampilan pemecahan masalah dalam matematika siswa kelas delapan di MTs Syekh Jaafar Pulau Gadang. Penelitian ini menggunakan desain Quasi-Eksperimental, dengan menggunakan metode Simple Random Sampling. Populasi penelitian terdiri dari semua siswa kelas delapan di MTs Syekh Jaafar Pulau Gadang, dengan Kelas VIII A sebagai kelompok kontrol dan Kelas VIII B sebagai kelompok eksperimen. Analisis data akan dilakukan dengan menggunakan Uji-T Sampel Independen dan Uji-N Gain, yang difasilitasi oleh SPSS versi 16. Dari analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat dampak yang nyata pada kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa yang terlibat dengan pendekatan pendidikan matematika realistis (RME) dan siswa yang mengambil bagian dalam metode pembelajaran biasa di Kelas VIII MTs Syekh Jaafar Pulau Gadang, khususnya mengenai topik SPLDV.
ANALISIS KEMAMPUAN SPASIAL MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN MATERI GEOMETRI SISWA KELAS IX SMP F. Desi; W. Ellissi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol. 14 No. 2 (2025): Oktober, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v14i2.5645

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan spasial matematis siswa kelas IX SMP Negeri 1 Ngabang dalam menyelesaikan materi geometri, khususnya pada bangun ruang kubus dan balok. Kemampuan spasial matematis merupakan aspek penting dalam pembelajaran matematika meliputi persepsi spasial, visualisasi spasial, rotasi mental, hubungan spasial, dan orentasi spasial. Penelitian ini menggunakan metode tes kemampuan spasial, wawancara dan dokumentasi adalah instrumen yang digunakan untuk memperoleh data mendalam mengenai kesulitan dan potensi siswa dalam memahami konsep geometri ruang. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa siswa mengalami kesulitan terutama pada komponen persepsi spasial, visualisai spasial dan rotasi mental, sedangkan pada komponen hubungan spasial dan orentasi spasial siswa relative lebih mampu. Temuan ini memberi rekomendasi bagi guru untuk mengembangkan strategi pembelajaran dinamis seperti software cabri 3D guna meningkatkan kemampuan spasial matematis siswa. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembangan pembelajaran matematika yang lebih efektif dan mendukung peningkatan prestasi akademik siswa dalam materi geometri.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA I.A. Saragih; M.G. Sembiring; A. Mujib
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol. 14 No. 2 (2025): Oktober, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppmi.v14i2.5697

Abstract

Penelitian ini berupaya menilai sejauh mana model pembelajaran kooperatif Student Team Achievement Divisions (STAD) meningkatkan keterlibatan aktif dan pemahaman topik matematika di kalangan siswa kelas VIII di SMP Swasta Ansvin Batam. Penelitian ini menggunakan metodologi kuasi eksperimen antar kelompok, dengan populasi seluruh siswa kelas VIII yang terdiri dari 16 siswa. Populasi dibagi menjadi 2 kelompok secara random yaitu 8 orang sebagai kelompok eksperimen dan 8 orang sebagai kelompok kontrol berdasarkan uji normalitas (Shapiro-Wilk) dan varians homogenitas karena sampel kecil. Proses pengumpulan data mencakup berbagai strategi, antara lain penyelenggaraan tes, pendistribusian survei, observasi langsung, melakukan eksperimen, dan melengkapi dengan tinjauan pustaka. Data dianalisis secara parametrik dengan independent sample t-test pada hasil posttest menggunakan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa dan memperkuat pemahaman mereka tentang konsep matematika daripada metode pengajaran yang sebelumnya digunakan di kelas VIII di SMP Ansvin Batam.

Page 11 of 12 | Total Record : 117