cover
Contact Name
Tri Rahayu
Contact Email
indexsasi@apji.org
Phone
+6285885852706
Journal Mail Official
indexsasi@apji.org
Editorial Address
Jl. Waru no. 15 Rawamangun Jakarta Timur, Email: mauludiali94@gmail.com (Hp 082135416714), (Hp. 08138408664)
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI (JISI)
Published by CV Alim Publishing
ISSN : 2985315X     EISSN : 29645964     DOI : ttps://doi.org/10.59024/jisi.v1i3.287
JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI (JISI) memuat hasil-hasil penelitian dalam bidang Teknik dan Manajemen Industri, yang belum pernah dipublikasikan atau sedang dikirim pada jurnal lain. lingkup jurnal meliputi : Desain dan Pengukuran Pekerjaan Riset dan Analisis Operasi Analisis Ekonomi Teknik Rekayasa Fasilitas dan Manajemen Energi Teknik Kualitas dan Reliabilitas Faktor Ergonomi dan Manusia Teknik dan Manajemen Operasi Manajemen Suplai Chain Manajemen Teknik Safety Teknik Informasi Desain dan Pengembangan Produk Desain dan Rekayasa Sistem . Jurnal ini terbit 1 tahun 4 kali (Januari, April, Juli dan Oktober)
Articles 75 Documents
ANALISIS PENGGUNAAN LPG TERHADAP PERFORMA DAN EMISI GAS BUANG PADA MOTOR BENSIN 125 CC Triono, Bambang; M.Fansyah Ari
JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI Vol. 2 No. 1 (2024): Januari : Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Inovasi
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jisi.v2i1.1590

Abstract

This study aims to analyze the effect of Liquefied Petroleum Gas (LPG) fuel on the performance (torque and power) and exhaust emissions of a 125 cc Supra X 125 motorcycle (2010 model). An experimental method was applied by testing the engine using two types of fuel, namely gasoline and LPG. The independent variable in this study is the type of fuel, while the dependent variables include torque, power, and exhaust emissions consisting of carbon monoxide (CO), hydrocarbons (HC), and carbon dioxide (CO₂). The tests were conducted at various engine speeds (RPM) using a dynamometer, while emission measurements were analyzed using a gas analyzer.The results show that LPG fuel produces slightly lower torque and power compared to gasoline, especially at low to medium engine speeds. This is attributed to differences in calorific value and air–fuel mixing characteristics. However, at higher engine speeds, LPG shows more stable performance. In terms of emissions, LPG significantly reduces CO and HC emissions, while CO₂ emissions slightly increase, indicating more complete combustion.It can be concluded that LPG has potential as a cleaner alternative fuel, despite a slight reduction in engine performance.
Strategi Optimalisasi Persediaan : Material Requirement Planning di Delyana Hijab Tasya Alfia Salsa Nabila; Somadi Somadi
JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI Vol. 4 No. 2 (2026): April : Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Inovasi
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jisi.v4i2.1596

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya biaya penyimpanan dan meningkatnya stok mati pada Delyana Hijab, yang menunjukkan belum optimalnya pengelolaan persediaan bahan baku. Ketidaksesuaian antara jumlah bahan baku dan kebutuhan produksi menyebabkan pemborosan biaya serta menurunkan efisiensi operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kebutuhan material yang optimal melalui pendekatan forecasting dan Material Requirement Planning (MRP). Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tahapan analisis meliputi peramalan permintaan, penyusunan Master Production Schedule (MPS), Bill of Materials (BOM), perhitungan kebutuhan bersih (MRP), serta penentuan ukuran pemesanan melalui metode lot sizing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode regresi linier menghasilkan tingkat kesalahan peramalan terendah sehingga mampu memproyeksikan kebutuhan produksi dengan lebih akurat. Penerapan MRP menghasilkan perencanaan kebutuhan bahan baku yang lebih terarah dan sesuai dengan jadwal produksi. Pada tahap lot sizing, metode Lot For Lot (LFL) menjadi yang paling efisien dengan total biaya persediaan sebesar Rp108.669.000. Dalam penerapannya, jumlah pemesanan bahan baku mengikuti kebutuhan bersih tiap periode, misalnya kebutuhan kain katun berkisar 5-7 roll per minggu dan dipesan dalam jumlah yang sama tanpa kelebihan stok. Pola ini mampu menekan penumpukan persediaan dan mengurangi risiko stok mati karena bahan baku langsung digunakan sesuai kebutuhan. Dengan demikian, tujuan penelitian untuk menentukan kebutuhan material yang optimal telah terjawab melalui penerapan metode Lot For Lot yang mampu menghasilkan kuantitas pemesanan yang tepat dan efisien.
Metode Cogeneration untuk Efisiensi Gas Turbine Generator 3x108 MW pada PLTGU Blok II PT. PLN Indonesia Power UBP Semarang Firdaus Rizaldi; Muhamad Haddin
JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI Vol. 4 No. 2 (2026): April : Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Inovasi
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jisi.v4i2.1748

Abstract

The low thermal efficiency of Gas Power Plants (PLTG) due to exhaust gas heat loss drives the implementation of cogeneration at PLTGU Block II PT. PLN Indonesia Power UBP Semarang. This study analyzes the performance of the Gas Turbine Generator (GTG), combined cycle efficiency, and Exergy distribution using a 3-3-1 configuration. The research utilizes actual operational data from January 28, 2026, sampled at 10-minute intervals. Results indicate that cogeneration via a Heat Recovery Steam Generator (HRSG) significantly enhances plant efficiency. The GTG output ranged from 273–283 MW with an efficiency of 30.0–30.2%. Following combined cycle integration, system efficiency increased to 43.9–44.4%, a gain of approximately 14%, with a heat rate of 11,916–11,988 kJ/kWh. Exhaust heat of 665–713 MW was recovered to generate an additional 130 MW through the Steam Turbine Generator (STG). Exergy analysis reveals that the largest irreversibility occurs in the GTG combustion process (285 MW), followed by the HRSG (185 MW) and STG (49 MW).
Analisis Kinerja Produksi Untuk Peningkatan Output Menggunakan Theory Of Constraints Di Pt Xyz Rival Andrianto; Erni Puspanantasari Putri
JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI Vol. 4 No. 3 (2026): Juli : Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Inovasi
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jisi.v4i3.1754

Abstract

Abstract. PT XYZ, a wooden furniture manufacturing company, served as the research site for this study which applied the Theory of Constraints (TOC) method to analyze production performance and identify bottlenecks. The company faces capacity imbalances between workstations, resulting in production targets that have not been achieved optimally. Data collection involved direct observation and interviews with related parties in the production area. The analysis was conducted by comparing the required capacity with the available capacity at each production workstation. The findings reveal that solid processing, machining, sanding, assembling, painting, and packing have sufficient available capacities to meet production requirements, thus categorized as non-bottleneck processes. In contrast, the panel processing station is identified as the main bottleneck due to its highest workload among all processes. By implementing the Theory of Constraints, the company can identify major constraints and establish improvement priorities to enhance production flow smoothness. It is expected that improvements in bottleneck processes will increase production efficiency, balance capacity among workstations, and support more optimal achievement of production targets. Keywords: bottleneck; capacity; manufacturing; production performance; theory of constraints Abstrak. PT XYZ sebuah perusahaan manufaktur furnitur kayu, menjadi lokasi penelitian ini yang menggunakan metode Theory of Constraints (TOC) untuk menganalisis kinerja produksi dan mengidentifikasi bottleneck. Perusahaan menghadapi ketidakseimbangan kapasitas antar stasiun kerja yang menyebabkan target produksi belum terdengar secara optimal. Pengumpulan data meliputi observasi langsung dan wawancara dengan pihak terkait di area produksi. Analisis dilaksanakan dengan membandingkan kapasitas yang dibutuhkan terhadap kapasitas yang tersedia pada setiap stasiun kerja produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembahanan solid, machining, sanding, assembling, painting, dan packing memiliki kapasitas yang tersedia yang masih mampu memenuhi kebutuhan produksi, sehingga termasuk kategori non-bottleneck. Sebaliknya, stasiun kerja pembahanan panel diidentifikasi sebagai bottleneck utama karena memiliki tingkat beban kerja tertinggi di antara seluruh proses. Dengan penerapan Theory of Constraints, perusahaan dapat mengidentifikasi kendala utama dan menentukan prioritas perbaikan untuk meningkatkan kelancaran aliran produksi. Diharapkan perbaikan pada proses bottleneck dapat meningkatkan efisiensi produksi, menyeimbangkan kapasitas antar stasiun kerja, serta mendukung pencapaian target output perusahaan secara lebih optimal. Kata kunci: bottleneck; kapasitas; kinerja produksi; manufaktur; theory of constraints
Analisis Pengendalian Cacat Produk pada Proses Assembly Sepatu Kulit Menggunakan Metode DMAIC, FMEA, dan Cost of Quality Davin Danny Ivander; Siti Muhimatul Khiroh
JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI Vol. 4 No. 3 (2026): Juli : Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Inovasi
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jisi.v4i3.1787

Abstract

Ketidaksesuaian kualitas pada proses assembly sepatu kulit kerap memicu siklus rework berulang yang menguras sumber daya waktu maupun biaya produksi secara signifikan. Penelitian ini mengkaji mekanisme pengendalian cacat yang diterapkan pada Product D-01 di Lini C PT XYZ, dengan menggunakan DMAIC sebagai kerangka perbaikan utama serta Pareto, P-Chart, Fishbone Diagram, 5 Whys, Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), dan Cost of Quality (COQ) sebagai alat pendukung. Data primer bersumber dari catatan produksi internal perusahaan, pengamatan lapangan, dan wawancara terstruktur bersama pengawas produksi dan staf quality control. Pengukuran baseline menunjukkan bahwa Lini C menyumbang volume cacat paling tinggi di antara seluruh lini yang ada, dengan Product D-01 mencatat 10.487 pair cacat dari total output 80.387 pair, sehingga menghasilkan defect rate sebesar 13,05%. Distribusi Pareto mengidentifikasi wrinkle, incorrect colour, dan not straight sebagai tiga kategori cacat paling kritis. Penilaian FMEA menetapkan Risk Priority Number tertinggi sebesar 245 pada perilaku operator yang terburu-buru selama proses lasting dan brushing. Tindakan korektif mencakup pemasangan SOP visual, implementasi checklist QC pra-shift, verifikasi kondisi mesin secara rutin, dan penyediaan sampel referensi warna serta bentuk yang terstandar. Pemantauan selama dua periode berikutnya mengkonfirmasi penurunan defect rate secara bertahap menjadi 12,80% dan kemudian 11,65%, disertai penurunan estimasi biaya kegagalan internal dari Rp 2,36 juta menjadi Rp 1,86 juta per periode.
Analisis Keseimbangan Lintasan Produksi Guna Meningkatkan Hasil Kerja Yang Optimal Di Ud. Xyz Muhamad Lukman Arianto; Erni Puspanantasari Putri
JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI Vol. 4 No. 2 (2026): April : Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Inovasi
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jisi.v4i2.1789

Abstract

Penelitian ini dilakukan di UD. XYZ yang bergerak di bidang produksi sandal jepit dengan permasalahan utama berupa ketidakseimbangan lintasan produksi yang menyebabkan terjadinya bottleneck, tingginya waktu menganggur, serta belum tercapainya target produksi perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memperbaiki keseimbangan lintasan produksi menggunakan metode Ranked Positional Weight (RPW) agar efisiensi produksi dapat meningkat. Metode penelitian dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap proses produksi, pengukuran waktu kerja, pengujian keseragaman dan kecukupan data, perhitungan waktu siklus, waktu normal, dan waktu baku, kemudian dilanjutkan dengan analisis keseimbangan lintasan menggunakan metode RPW. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode RPW mampu memperbaiki performansi lintasan produksi dengan mengurangi jumlah stasiun kerja dari 7 menjadi 4 stasiun kerja. Selain itu, nilai line efficiency meningkat dari 46,10% menjadi 80,68%, balance delay menurun dari 53,90% menjadi 19,32%, dan smoothness index menurun dari 15,86 menjadi 4,80. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode RPW mampu menghasilkan pembagian beban kerja yang lebih merata, mengurangi waktu menganggur, serta meningkatkan efisiensi dan kelancaran proses produksi perusahaan
Analisis Efektivitas Penggunaan Mesin Produksi Menggunakan Metode Oee Pada Proses Produksi Tiang Penerangan Jalan Umum Moch Nizar Dava Ramadhan S; Erni Puspanantasari Putri
JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI Vol. 4 No. 3 (2026): Juli : Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Inovasi
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jisi.v4i3.1796

Abstract

Abstract. This research aims to analyze the effectiveness and reliability of production machines in the process of making public street lighting poles (PJU) at PT. XYZ The main problem faced by the company is high machine downtime so that production targets are not achieved. Therefore, a method is needed that is able to measure machine effectiveness as a whole and identify the main causes of production losses. The method applied includes Overall Equipment Effectiveness (OEE) to measure machine effectiveness based on three components, namely availability, performance and quality. The Total Productive Maintenance (TPM) approach is used to identify factors causing low effectiveness through Six Big Losses analysis. Apart from that, Mean Time To Repair (MTTR) and Mean Time Between Failure (MTBF) are calculated to determine the level of machine reliability. The data used includes machine working hours, downtime, operating time, production quantities, defective products, as well as machine damage and repair data. The analysis results are expected to show the level of machine effectiveness and identify the dominant factors causing downtime. Based on these results, improvement proposals are prepared to reduce downtime, increase machine reliability and improve production productivity Keywords: Overall Equipment Effectiveness (OEE), Total Productive Maintenance (TPM), Six Big Losses, Downtime, Efektivitas Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas dan keandalan mesin produksi pada proses pembuatan tiang penerangan jalan umum (PJU) di PT. XYZ Permasalahan utama yang dihadapi perusahaan adalah downtime mesin yang tinggi sehingga target produksi tidak tercapai. Oleh karena itu, diperlukan metode yang mampu mengukur efektivitas mesin secara menyeluruh dan mengidentifikasi penyebab utama kerugian produksi. Metode yang diterapkan meliputi Overall Equipment Effectiveness (OEE) untuk mengukur efektivitas mesin berdasarkan tiga komponen, yaitu availability, performance, dan quality. Pendekatan Total Productive Maintenance (TPM) digunakan untuk mengidentifikasi faktor penyebab rendahnya efektivitas melalui analisis Six Big Losses. Selain itu, dilakukan perhitungan Mean Time To Repair (MTTR) dan Mean Time Between Failure (MTBF) untuk mengetahui tingkat keandalan mesin. Data yang digunakan mencakup jam kerja mesin, downtime, waktu operasi, jumlah produksi, produk cacat, serta data kerusakan dan perbaikan mesin. Hasil analisis diharapkan dapat menunjukkan tingkat efektivitas mesin dan mengidentifikasi faktor dominan penyebab downtime. Berdasarkan hasil tersebut, disusun usulan perbaikan untuk mengurangi downtime, meningkatkan keandalan mesin, dan memperbaiki produktivitas produksi Kata kunci: Overall Equipment Effectiveness (OEE), Total Productive Maintenance (TPM), Six Big Losses, Downtime Mesin, Efektivitas Mesin
Analisis Efektifitas Mesin Stretch Blow Moulding Dengan Penerapan Tpm Menggunakan Metode Oee Dan Fmea Untuk Meminimasi Six Big Losses Previa Syanindita; Erni Puspanantasari Putri
JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI Vol. 4 No. 3 (2026): Juli : Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Inovasi
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jisi.v4i3.1809

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas mesin stretch blow moulding pada proses produksi botol plastik, serta mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kerugian produksi guna meningkatkan performa mesin. Permasalahan yang dihadapi perusahaan berkaitan dengan belum optimalnya pencapaian target produksi akibat tingginya waktu henti mesin (downtime), menurunnya performa operasional mesin, dan munculnya produk cacat selama proses produksi. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini yaitu pendekatan Total Productive Maintenance (TPM) dengan menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) untuk mengukur tingkat efektivitas mesin melalui tiga indikator utama, meliputi availability, performance, dan quality. Selain itu, analisis Six Big Losses digunakan untuk mengidentifikasi sumber-sumber kerugian terbesar yang terjadi pada proses produksi. Selanjutnya, metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dimanfaatkan untuk menganalisis potensi kegagalan, menentukan tingkat prioritas risiko berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN), serta menyusun usulan perbaikan yang sesuai. Hasil penelitian diharapkan mampu memberikan gambaran kondisi aktual efektivitas mesin, mengetahui faktor dominan penyebab kerugian produksi, serta menghasilkan rekomendasi perbaikan yang lebih efektif dan terarah. Penerapan metode OEE, Six Big Losses, dan FMEA dalam kerangka TPM diharapkan dapat mengurangi kerugian produksi, meningkatkan efektivitas kinerja mesin, serta mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas hasil produksi secara berkesinambungan.
Analisis Efisiensi Waktu pada Proyek Konstruksi Baja Menggunakan Metode CPM (Critical Path Method) Samsul Bahri; Hilyatul Nuha
JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI Vol. 4 No. 3 (2026): Juli : Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Inovasi
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jisi.v4i3.1816

Abstract

Proyek konstruksi baja memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi, terutama dalam pengendalian waktu akibat fluktuasi harga material, proses fabrikasi, serta koordinasi pelaksanaan di lapangan, yang berpotensi menyebabkan keterlambatan proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi waktu pada proyek pembangunan gudang baja menggunakan metode Critical Path Method (CPM) serta melakukan percepatan durasi dengan metode Fast Track. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi lapangan dan studi literatur, dengan pengolahan data menggunakan Microsoft Project melalui perhitungan parameter waktu (ES, EF, LS, LF, dan float) untuk menentukan jalur kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi rencana proyek adalah 83 hari, namun realisasi di lapangan mencapai 104 hari, sehingga terjadi keterlambatan sebesar 21 hari akibat kendala pada pekerjaan jalur kritis. Setelah dilakukan percepatan menggunakan metode Fast Track dengan penerapan pekerjaan secara paralel, durasi proyek dapat dipersingkat menjadi 65 hari. Hal ini menunjukkan bahwa metode CPM dan Fast Track efektif dalam meningkatkan efisiensi waktu pelaksanaan proyek konstruksi baja.
Eliminasi Waste pada Produk Pipa Baja Non-American Petroleum Institute (Api) di PT. XYZ dengan Pendekatan Lean Manufacturing Deny Rahma Afifi; Wiwin Widiasih
JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI Vol. 4 No. 3 (2026): Juli : Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Inovasi
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jisi.v4i3.1827

Abstract

PT. XYZ is a manufacturing company engaged in steel pipe production. In the production process of non-American Petroleum Institute (API) steel pipes, the company still experiences various types of waste, resulting in an inefficient production process. The identified wastes include defects, waiting, transportation, and non-value-added activities, which contribute to increased production time and reduced productivity. This study aims to analyze the major wastes occurring in the non-API steel pipe production process and propose improvements using the Lean Manufacturing approach. The methods employed in this study include Value Stream Mapping (VSM), Value Stream Analysis Tools (VALSAT), Process Activity Mapping (PAM), and Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Data were collected through direct observation, interviews, and documentation of the production process. The results indicate that the dominant wastes affecting the production process are defects, waiting, and transportation. PAM analysis shows that non-value-added activities remain relatively high, leading to production time inefficiencies. Based on the FMEA results, the main causes of waste are machine conditions, work methods, and operator skills. Proposed improvements include periodic machine maintenance, production quality control, work method improvement, and the optimization of material flow.