cover
Contact Name
Tri Rahayu
Contact Email
indexsasi@apji.org
Phone
+6285885852706
Journal Mail Official
indexsasi@apji.org
Editorial Address
Jl. Waru no. 15 Rawamangun Jakarta Timur, Email: mauludiali94@gmail.com (Hp 082135416714), (Hp. 08138408664)
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI (JISI)
Published by CV Alim Publishing
ISSN : 2985315X     EISSN : 29645964     DOI : ttps://doi.org/10.59024/jisi.v1i3.287
JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI (JISI) memuat hasil-hasil penelitian dalam bidang Teknik dan Manajemen Industri, yang belum pernah dipublikasikan atau sedang dikirim pada jurnal lain. lingkup jurnal meliputi : Desain dan Pengukuran Pekerjaan Riset dan Analisis Operasi Analisis Ekonomi Teknik Rekayasa Fasilitas dan Manajemen Energi Teknik Kualitas dan Reliabilitas Faktor Ergonomi dan Manusia Teknik dan Manajemen Operasi Manajemen Suplai Chain Manajemen Teknik Safety Teknik Informasi Desain dan Pengembangan Produk Desain dan Rekayasa Sistem . Jurnal ini terbit 1 tahun 4 kali (Januari, April, Juli dan Oktober)
Articles 75 Documents
Optimasi Rute Distribusi Dan Penentuan Jumlah Tenaga Kerja Kurir Di Umkm Kerupuk Mawar Alfian Fitrah Bangun Maulana; Handy Febri Satoto
JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI Vol. 4 No. 3 (2026): Juli : Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Inovasi
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jisi.v4i3.1838

Abstract

This study aims to optimize the distribution routes and determine the ideal number of courier workforces at UMKM Kerupuk Mawar, an MSME facing inefficiencies in product delivery. The existing delivery system operates without structural planning, leading to long travel distances, high fuel consumption, and uneven driver workloads. To address these challenges, this research integrates the Saving Matrix method to optimize vehicle routing and the Full-Time Equivalent (FTE) method to evaluate and determine the optimal courier capacity based on actual workloads. Data were collected through direct observation, measuring delivery times, activities, and geographical coordinates of 25 customer locations. The results from the Saving Matrix analysis successfully reshaped the distribution network into optimal circular routes (ritase), reducing the total travel distance by 29.58% and decreasing monthly fuel costs by IDR 1,181,700. Concurrently, the FTE analysis revealed that the existing couriers experienced underload conditions due to unorganized scheduling. By restructuring the workforce based on FTE index projections, the company can operate efficiently with 5 optimized couriers, balancing workload distribution and minimizing idle time. In conclusion, combining routing optimization and workload-based workforce planning provides significant cost efficiency and operational balance for small and medium enterprises.
Analisis Beban Kerja Dan Pengaruhnya Terhadap Kelelahan Dan Pencapaian Target Produksi Ari Febrian Widjatmiko; Sajiyo Sajiyo
JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI Vol. 4 No. 3 (2026): Juli : Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Inovasi
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jisi.v4i3.1842

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis beban kerja yang diterima pekerja di PT XYZ serta pengaruhnya terhadap tingkat kelelahan dan pencapaian target produksi perusahaan. Beban kerja yang tinggi pada operator produksi menyebabkan munculnya kelelahan fisik maupun mental yang berdampak pada penurunan produktivitas dan belum tercapainya target produksi yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat beban kerja operator, mengukur tingkat kelelahan kerja, menganalisis pengaruh kelelahan terhadap pencapaian target produksi, serta menentukan kebutuhan tenaga kerja yang optimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pengukuran waktu kerja menggunakan stopwatch untuk memperoleh waktu standar dan output standar pada setiap stasiun kerja. Pengukuran kelelahan fisik dilakukan menggunakan metode Cardiovascular Load (%CVL) berdasarkan data denyut nadi istirahat dan denyut nadi kerja operator. Sementara itu, pengukuran beban kerja mental dilakukan menggunakan metode NASA-TLX (National Aeronautics and Space Administration Task Load Index) yang terdiri dari enam dimensi, yaitu kebutuhan mental, kebutuhan fisik, kebutuhan waktu, performansi, usaha, dan tingkat frustrasi. Selain itu, penentuan jumlah tenaga kerja optimal dilakukan menggunakan metode Workload Analysis (WLA).
Analisis Dan Sistem Pengendalian Persediaan Bahan Baku Dalam Meningkatkan Efisiensi Biaya Favian Jiwani; Sajiyo Sajiyo
JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI Vol. 4 No. 3 (2026): Juli : Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Inovasi
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jisi.v4i3.1844

Abstract

This study aims to analyze and propose improvements to the raw material inventory control system in a public street lighting pole manufacturing company. The problem faced by the company is that the inventory control system is still managed in a simple and non-integrated manner, resulting in delays in raw material procurement, discrepancies in inventory quantities, and increased operational costs that disrupt the smooth production process. This research uses the Material Requirement Planning (MRP) method as the main approach in planning raw material requirements. The research stages include collecting data on product demand, production data, raw material usage, inventory levels, ordering costs, holding costs, and procurement lead times. Demand data are analyzed using forecasting methods to estimate future production requirements, followed by material requirement calculations based on the Bill of Materials (BOM) and production planning. Furthermore, MRP analysis is conducted along with the implementation of lot sizing methods such as Lot for Lot (LFL), Economic Order Quantity (EOQ), and Period Order Quantity (POQ) to determine the optimal order quantity. The results of this study are expected to produce a more planned, effective, and efficient raw material inventory control system, enabling the company to minimize the risk of shortages and excess inventory, reduce inventory costs, improve the smoothness of the production process, and enhance the company’s ability to fulfill customer demand on time. Keywords: Cost Efficiency; Inventory Control; Material Requirement Planning (MRP); Production Planning; Raw Materials. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta memberikan usulan perbaikan terhadap sistem pengendalian persediaan bahan baku pada perusahaan manufaktur tiang Penerangan Jalan Umum. Permasalahan yang dihadapi perusahaan adalah sistem pengendalian persediaan yang masih dilakukan secara sederhana dan belum terintegrasi, sehingga sering terjadi keterlambatan pengadaan bahan baku, ketidaksesuaian jumlah persediaan, serta meningkatnya biaya operasional yang berdampak pada terganggunya kelancaran proses produksi. Penelitian ini menggunakan metode Material Requirement Planning (MRP) sebagai pendekatan utama dalam perencanaan kebutuhan bahan baku. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data permintaan produk, data produksi, penggunaan bahan baku, persediaan, biaya pemesanan, biaya penyimpanan, serta lead time pengadaan. Data permintaan dianalisis menggunakan metode peramalan untuk menentukan estimasi kebutuhan produksi di masa mendatang, kemudian dilakukan perhitungan kebutuhan material berdasarkan Bill of Materials (BOM) dan perencanaan produksi. Selanjutnya dilakukan analisis MRP serta penerapan metode lot sizing Lot for Lot (LFL), Economic Order Quantity (EOQ), dan Period Order Quantity (POQ) untuk menentukan jumlah pemesanan yang optimal. Hasil penelitian diharapkan mampu menghasilkan sistem pengendalian persediaan bahan baku yang lebih terencana, efektif, dan efisien, sehingga perusahaan dapat meminimalkan risiko kekurangan maupun kelebihan persediaan, menekan biaya persediaan, serta meningkatkan kelancaran proses produksi dan kemampuan perusahaan dalam memenuhi permintaan pelanggan secara tepat waktu. Kata kunci: Bahan Baku; Efisiensi Biaya; Material Requirement Planning (MRP); Pengendalian Persediaan; Perencanaan Produksi.
Analisis Efektivitas Pengendalian Temperatur Ruang Produksi menggunakan Pendekatan Kaizen dengan Siklus PDCA Perdian Syah; Agus Suwarno; Annisa Syahliantina
JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI Vol. 4 No. 3 (2026): Juli : Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Inovasi
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jisi.v4i3.1904

Abstract

The physical work environment in the Aerosol Production Department of PT XYZ experienced problems related to excessive room temperatures reaching 37.3°C and chemical odor pollution caused by vapor recirculation from the coating oven process. These conditions potentially reduced operator comfort and concentration. This study aimed to analyze the effectiveness of the Kaizen approach through the Plan-Do-Check-Act (PDCA) cycle in controlling production room temperature and improving air quality. A quantitative descriptive method with an Action Research approach was employed. Problem identification and root cause analysis were conducted using the 7 QC Tools, particularly the Pareto Diagram and Fishbone Diagram. Improvement actions included the installation of turbine ventilators, aluminum foil roof insulation, and a 3-meter vertical exhaust ducting system. The results showed that the average room temperature decreased from 34.6°C to 27.4°C, representing a reduction of 7.2°C, while the peak daytime temperature decreased by 8.7°C and met the established threshold limit value. In addition, chemical odor pollution was completely eliminated. Therefore, the Kaizen-PDCA approach proved effective in improving the physical work environment sustainably.
Sustainable Transportation Management and Cyclist Safety Protection within the Normative Framework of Green Transportation Policy Rahayu Mardikaningsih; Muhammad Waliid Afif
JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI Vol. 4 No. 2 (2026): April : Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Inovasi
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jisi.v4i2.1905

Abstract

Green transportation policy has increasingly been regarded as a cornerstone of urban mobility reform worldwide, yet its explicit orientation toward cyclist safety remains insufficiently developed. This paper examines how sustainable transportation management policies can be normatively designed to advance cyclist safety as a primary policy objective, not a secondary concern. Drawing on a qualitative literature review, the study explores the structural relationship between green transportation frameworks and the protection of cyclists within urban road systems. The discussion covers key policy dimensions including physical infrastructure standards, speed regulation, legal frameworks, public education, technological support systems, and inter-agency coordination. The study argues that a coherent policy architecture is essential for ensuring that the promotion of cycling as a low-emission mode is accompanied by robust safety provisions. Without this coherence, green transportation policy risks generating a structural contradiction between its environmental aspirations and its duty of care toward vulnerable road users. The findings affirm that cyclist safety and environmental sustainability are mutually reinforcing values that must be embedded together within any credible urban transportation governance framework.
Studi Pengaruh Variasi Tinggi Balok I-Joist Dari Kombinasi Blockboard Lokal Dan Kayu Mahoni Terhadap Kekuatan Lentur Yudhi Arnandha; Muhammad Ilham Hafidhuddin; Julian Putra Rukmana; Anis Rakhmawati; Lalu Samsul Aswadi
JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI Vol. 4 No. 3 (2026): Juli : Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Inovasi
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jisi.v4i3.1926

Abstract

Pemanfaatan blockboard untuk plat lantai di Indonesia masih terbatas, padahal Magelang memiliki potensi produksi yang baik. Penelitian ini mengevaluasi pemanfaatan blockboard sebagai web dan kayu mahoni sebagai flens pada balok penyangga plat lantai kayu berbentuk I-Joist dan untuk mengetahui nilai Modulus of Rupture (MoR) dan Modulus of Elasticity (MoE) pada balok I-Joist .Metodologi menggunakan pengujian eksperimental berdasarkan ASTM D198-2015 dengan panjang balok I-Joist 200 cm, variasi tinggi 22, 24, 26, 28, dan 30 cm, dan setiap variasi terdiri dari dua benda uji. Fabrikasi dilakukan di SMK N 1 Magelang dan pengujian di Laboratorium Teknik Sipil Universitas Tidar.Hasil menunjukkan peningkatan tinggi tidak selalu berbanding lurus dengan kekuatan lentur. Nilai MoR: 22 cm (5,9333 MPa), 24 cm (7,2786 MPa), 26 cm (6,3287 MPa), 28 cm (6,0426 MPa), 30 cm (6,2524 MPa). Nilai MoE: 22 cm (1.545 MPa), 24 cm (1.098 MPa), 26 cm (1.140 MPa), 28 cm (1.335 MPa), 30 cm (940 MPa). Balok tinggi 24 cm menunjukkan MoR tertinggi (6,70 MPa).Secara keseluruhan, variasi tinggi 24 cm memberikan performa terbaik dengan kekuatan lentur optimal. Kombinasi blockboard-mahoni menunjukkan potensi sebagai alternatif material konstruksi ekonomis.
Analisis Laju Korosi Baja Tahan Karat SS304 dan SS316 dalam Larutan Natrium Hidroksida pada Berbagai Kondisi Temperatur dan Kecepatan Pengadukan Mohammad Iqbal Faza Masyrofi; Lisa Puspita Ariyanto; Meryanalinda Meryanalinda
JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI Vol. 4 No. 2 (2026): April : Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Inovasi
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jisi.v4i2.1942

Abstract

Korosi pada material stainless steel dalam lingkungan basa dan temperatur tinggi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi umur pakai peralatan pada sistem netralisasi minyak sawit. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh temperatur dan kecepatan pengadukan terhadap laju korosi serta membandingkan ketahanan korosi baja tahan karat SS304 dan SS316 dalam larutan NaOH 1 M. Pengujian dilakukan menggunakan metode weight loss berdasarkan standar ASTM G31–72 selama 49 hari dengan variasi temperatur 70°C, 90°C, dan 110°C serta kecepatan pengadukan 100 rpm, 200 rpm, dan 300 rpm. Laju korosi dihitung berdasarkan kehilangan massa spesimen dan dianalisis menggunakan klasifikasi ketahanan korosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan temperatur dan kecepatan pengadukan menyebabkan peningkatan laju korosi pada kedua material. Nilai laju korosi tertinggi diperoleh pada SS304 sebesar 0,0247 mm/tahun pada kondisi 110°C dan 300 rpm, sedangkan nilai terendah diperoleh pada SS316 sebesar 0,0124 mm/tahun pada kondisi 70°C dan 100 rpm. Secara umum, SS316 menunjukkan ketahanan korosi yang lebih baik dibandingkan SS304 karena kemampuan mempertahankan lapisan pasif yang lebih tinggi. Berdasarkan klasifikasi ketahanan korosi, sebagian besar kondisi pengujian berada pada kategori sangat baik sehingga kedua material masih layak digunakan pada sistem netralisasi minyak sawit, dengan SS316 lebih direkomendasikan untuk kondisi operasi yang lebih agresif.
Analisis Perbandingan Tingkat Kebisingan Kabin Pada Mitsubishi Destinator Varian Sunroof dan Non-Sunroof Menggunakan Sound Level Meter Faiz Arkan Yulianto; Yusep Sukrawan; Ridwan Adam M Noor; Tatang Permana; Gilang Ciptadi Mahatkarsa
JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI Vol. 4 No. 3 (2026): Juli : Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Inovasi
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jisi.v4i3.1971

Abstract

This study aims to analyze and compare the cabin noise levels of the Mitsubishi Destinator Ultimate variant (sunroof) and Exceed variant (non-sunroof) under various driving speed conditions. Measurements were conducted using a Sound Level Meter inside the cabin at idle, 10, 30, 50, 70, 90, and 100 km/h. Results indicate that the Ultimate (sunroof) variant consistently produces higher noise levels than the Exceed (non-sunroof) variant across all speed variations. The largest noise difference was recorded at 100 km/h at 6.50 dB, while the smallest occurred at idle at 0.05 dB. Noise levels in both variants increased significantly with increasing speed, with the sunroof variant reaching 70.00 dB and the non-sunroof variant reaching 63.50 dB at 100 km/h. This difference is attributed to gaps and seals in the sunroof panel, which allow greater noise penetration from the external environment.
Pengaruh Jenis Laminasi terhadap Kuat Tarik dan Perubahan Warna pada Pressure sensitive label PE White Miko Dwi Saputra; Vika Rizkia; Sahiba Sahila
JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI Vol. 4 No. 3 (2026): Juli : Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Inovasi
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jisi.v4i3.1981

Abstract

Pressure sensitive labels (PSLs) made of polyethylene (PE) white are widely used in the packaging industry due to their flexibility, moisture resistance, and ease of application on various substrates. This study aimed to examine the effect of glossy and matte lamination on the tensile strength and color difference (ΔE) of PE white PSLs. An experimental method was employed, with tensile testing conducted using a universal testing machine (UTM) in accordance with ASTM standards and color measurement performed using a spectrodensitometer based on the CIE Lab system. The samples were divided into three treatment groups, namely no lamination, glossy lamination, and matte lamination, with ink coverage controlled at two design conditions, full ink and minim ink. The results indicated that lamination type significantly affected both the mechanical and visual characteristics of the labels. In the tensile strength test, the highest mean value was obtained by one treatment group, indicating superior resistance to tensile loading. In terms of color stability, higher ΔE values indicated greater color change and lower lightfastness, whereas lower ΔE values reflected better color retention. Overall, the findings show that the combination of lamination type and ink coverage influences the performance of PE white PSLs in both mechanical strength and color stability.
Analisis Kinerja Termal Sistem Pemanas Air Tenaga Surya Menggunakan Reflektor Cermin Datar dan Pipa Tembaga ؽ Inch pada Kapasitas Air 25 Liter Eko Cahyono; Lisa Puspita Ariyanto; Dedy Rachman
JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI Vol. 4 No. 2 (2026): April : Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Inovasi
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jisi.v4i2.1986

Abstract

Pemanfaatan energi surya sebagai sumber energi terbarukan menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan meningkatkan efisiensi energi pada sektor domestik. Salah satu aplikasi yang berpotensi dikembangkan adalah sistem pemanas air tenaga surya yang memanfaatkan kolektor termal dengan optimasi penyerapan radiasi. Penelitian ini bertujuan merancang dan menganalisis kinerja sistem pemanas air tenaga surya berbasis reflektor cermin datar dan pipa tembaga ؽ inch dengan media penyimpanan Solar Cube berkapasitas 25 liter, serta mengevaluasi pengaruh variasi sudut reflektor terhadap temperatur air, energi panas, dan efisiensi kolektor. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian rekayasa dengan pendekatan eksperimental. Sistem diuji menggunakan variasi sudut reflektor 20°, 30°, dan 40° pada kondisi cuaca cerah dan mendung. Pengukuran dilakukan setiap 30 menit pada rentang waktu 08.00–16.00 WIB dengan parameter meliputi temperatur air, kenaikan temperatur (ΔT), energi panas yang dihasilkan, dan efisiensi kolektor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dirancang mampu beroperasi dengan baik dan memanfaatkan energi radiasi matahari sebagai sumber panas utama. Secara deskriptif, sudut reflektor 30° memberikan performa terbaik dengan temperatur maksimum sebesar 50,5°C dan kenaikan temperatur 21,4°C pada cuaca cerah, serta temperatur maksimum 40,8°C dan kenaikan temperatur 11,8°C pada cuaca mendung. Energi panas tertinggi mencapai 2.239.510 J dengan efisiensi kolektor sebesar 40,66% pada cuaca cerah dan 38,11% pada cuaca mendung. Namun, hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan bahwa perbedaan antar variasi sudut reflektor belum signifikan secara statistik (p>0,05). Sistem ini berpotensi diterapkan sebagai alternatif pemanas air hemat energi dan ramah lingkungan untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha skala kecil.