cover
Contact Name
Fadli Kurnia
Contact Email
fadli.kurnia@univpancasila.ac.id
Phone
+6221-7864730
Journal Mail Official
Jurnal.artesis@univpancasila.ac.id
Editorial Address
Department of Civil Engineering 3rd Floor at Faculty of Engineering Building Lenteng Agung Raya St, Srengseng Sawah, Jagakarsa, South Jakarta, DKI Jakarta 12640
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Artesis
Published by Universitas Pancasila
ISSN : 28096231     EISSN : 28094441     DOI : https://doi.org/10.35814/artesis
Artesis Journal is scientific journal published periodically every 6 (six) months (in May and November) by Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering - Universitas Pancasila. It contains papers related to student or student-lecturer research activities. Artesis Journal has an area of expertise consisting of Structural Engineering, Construction Engineering & Management, Geotechnical Engineering, Water Resources Engineering, and Transportation Engineering.
Articles 183 Documents
ANALISIS PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR (FLEXIBLE PAVEMENT) DENGAN MENGGUNAKAN MANUAL DESAIN PERKERASAN JALAN (MDPJ) BINA MARGA 2017 Fiky Adi Pratama; Imam Hagni Puspito
Jurnal ARTESIS Vol 4 No 2 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i2.7857

Abstract

Penelitian mengenai kondisi permukaan jalan sangat diperlukan untuk mengetahui kondisi serta perkembangan permukaan jalan yang mengalami kerusakan. Salah satunya jalan kolektor di Kabupaten Agam yaitu Jalan Sei. Landia Ruas Manggopoh – Padang Luar. Namun peningkatan jumlah kendaraan, tingginya mobilisasi kendaraan berat, dan meningkatnya curah hujan di daerah Sumatera Barat menyebabkan terjadinya kerusakan di beberapa titik di ruas tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis tebal lapis perkerasan lentur (flexible pavement) di Jalan Sei. Landia Ruas Manggopoh – Padang Luar Kab. Agam KM 160+100 dan KM 160+950. Penelitian ini menggunakan metode Manual Desain Perkerasan Jalan (MDPJ) Bina Marga 2017 yaitu metode yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Kementerian Bina Marga untuk perhitungan manual perkerasan jalan sebagai acuan mendapatkan tebal rencana yang sesuai dengan data di lapangan. Hasil penelitian analisis tebal perkerasan lentur yang dihitung menggunakan MDPJ 2017 pada ruas KM 160+100 dan KM 160+950 didapat perbedaan desain pada tebal lapisan perkerasan yang telah direncanakan oleh Dinas Bina Marga Provinsi Sumatera Barat dengan perhitungan perencanaan yang telah dilakukan. Perbedaan hasil perhitungan nilai CESA yang didapatkan mempengaruhi tebal dan susunan perkerasan yang digunakan. Perbedaan tersebut terdapat pada lapisan pondasi bawah dan pondasi atas serta tebal lapisan tanah dasar. Pemilihan penggunaan lapis permukaan AC – WC dinilai lebih ekonomis, fleksibel dalam pemakaian, dan bahan yang mudah untuk didapatkan.
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO YANG BERPENGARUH TERHADAP WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN Setyo Adi Nugroho; Akhmad Dofir; Imam Hagni Puspito
Jurnal ARTESIS Vol 4 No 2 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i2.7858

Abstract

Penyelesaian proyek bangunan yang tepat waktu dijamin akan menguntungkan semua pihak yang berkepentingan. Gedung Haryono Data Center merupakan salah satu pusat data yang melayani berbagai kebutuhan penyimpanan dan pengolahan data, proyek ini diharapkan dapat selesai tepat waktu agar dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko yang mempengaruhi waktu pelaksanaan pembangunan Gedung Haryono Data Center, untuk selanjutnya diberikan respons risiko berupa mitigasi risiko terhadap risiko paling dominan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode studi kasus. Berdasarkan analisis risiko dengan metode severity index, dari 24 daftar risiko yang diidentifikasi, ditemukan 11 risiko tinggi (dominan) yang berpotensi menyebabkan keterlambatan proyek Gedung Haryono Data Center. Risiko tinggi (dominan) tersebut meliputi ketidaktepatan estimasi biaya, tidak memperhatikan biaya tidak terduga, desain yang salah atau tidak lengkap, perubahan tipe dan spesifikasi material, pemilihan metode konstruksi yang tidak tepat, kurang tersedianya jumlah tenaga kerja di lapangan, kemampuan/skill tenaga kerja yang kurang, kurangnya pengalaman manajer proyek, kecelakaan kerja dalam pelaksanaan konstruksi, kurangnya koordinasi dan komunikasi antara kontraktor, konsultan, dan pemilik proyek, dan keterlambatan pembayaran pada kontraktor, yang kemudian akan diberikan rekomendasi mitigasi untuk mengatasi risiko-risiko tersebut, sehingga diharapkan dapat membantu perencanaan proyek yang lebih efektif dan tepat waktu.
ANALISIS PERBANDINGAN RUMUS PERHITUNGAN QUANTITY TAKE OFF MENGGUNAKAN METODE BIM DAN KONVENSIONAL PADA PEKERJAAN STRUKTUR Dhiva Aurelia Putri; Ayu Herzanita; Irfan Ihsani
Jurnal ARTESIS Vol 4 No 2 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i2.7859

Abstract

Percepatan Pembangunan semakin meningkat dan menuntut penyedia jasa konstruksi untuk lebih efektif dan produktif dalam menangani proyek. Maka dari itu, kini penggunaan Building Information Modelling (BIM ) sedang sangat digencarkan, terutama pada lingkup Pemerintahan terutama dengan kriteria dengan kriteria luas diatas 2000 m2 dan diatas dua lantai. Pada penelitian ini akan menganalisis penggunaan BIM (Autodesk Revit) pada tahap quantity take-off dibandingkankan dengan metode Konvensional. Metode yang digunakan untuk mendapatkan hasil tersebut dengan melakukan quantity take-off pada studi kasus Pembangunan Unit Sekolah X dengan metode konvensional dengan cara menghitung manual dan metode BIM dengan cara membuat permodelan pada Aplikasi Autodesk Revit. Tujuan lain dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perbedaan rumus perhitungan kedua metode. Perhitungan volume dibatasi pada pekerjaan struktur atas yaitu kolom, balok dan plat lantai. Alat yang akan dipakai menggunakan software Autodesk Revit 2024 untuk metode BIM dan Microsoft Excel untuk metode konvensional. Dari kedua metode tersebut, perbedaan hasil perhitungan beton pada elemen kolom berada di angka 2.70%, pada elemen balok berada di angka 22.98% dan pada elemen plat lantai ada di angka 0.61%. Untuk pekerjaan bekisting tidak memiliki perbedaan karena memiliki rumus perhitungan yang sama. Kemudian pada perbandingan rumus perhitungan, didapatkan Kesimpulan bahwa pada pekerjaan beton elemen kolom, perbedaan rumus perhitungan ada pada pengurangan akibat volume plat tersinggung. Pada elemen balok, ada pada pengurangan akibat volume kolom tersinggung dan volume plat tersinggung. Sementara untuk elemen plat lantai tidak ada perbedaan perhitungan. Dan dapat disimpulkan bahwa pada Aplikasi Revit, prioritas perhitungan volume pekerjaan beton adalah dari elemen plat lantai, kemudian kolom dan yang terakhir adalah elemen balok.
ANALISIS RISIKO PEKERJAAN PRESERVASI JALAN DAN JEMBATAN Tasya Nabilla; Azaria Andreas
Jurnal ARTESIS Vol 4 No 2 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i2.7860

Abstract

Untuk dapat mencegah dan mengurangi adanya potensi kecelakaan kerja pada konstruksi perlu dilakukan identifikasi, analisis risiko keselamatan dalam konstruksi sebagai bentuk pertimbangan pada tahap pra-konstruksi. Sistem manajemen keselamatan konstruksi merupakan kondisi yang diadakan bagi pekerja atau perusahaan yang berguna sebagai bentuk pencegahan atas munculnya kecelakaan kerja yang diakibatkan oleh pekerjaan yang ada pada lingkungan kerja. Keselamatan Kerja merupakan faktor penting dalam melaksanaan proyek konstruksi yang mempengaruhi terjadinya tingkat kecelakaan. Penelitian ini betujuan untuk dapat mengidentifikasi risiko, melakukan penilaian terhadap risiko, melakukan alokasi risiko, dan melakukan perumusan strategi mitigasi risiko pada proyek preservasi jalan dan jembatan. Dalam penelitian ini menggunakan dua metode yaitu metode kualitatif dengan menggunakan kuisioner yang bertujuan untuk dapat menemukan variabel risiko konstruksi pada proyek preservasi jalan dan jembatan, dan metode kuantitatif untuk menganalisis dan melakukan penilaian terhadap risiko. Analisis penelitian akan berfokus pada variabel penyebab terjadinya risiko yang ada proyek preservasi jalan dan jembatan dan menentukan penilain terhadap risiko, serta alokasi dan strategi mitigasi yang sesuai terhadap risiko tersebut. Hasil penelitian dari identifikasi risiko terdapat 29 variabel risiko yang berkaitan dengan pekerjaan preservasi jalan dan jembatan pada ruas jalan nasional, analisis risiko dilakukan dengan cara melakukan penilaian terhadap risiko, merangking risiko dari tingkat yang terbesar hingga terkecil. Dimana tingkat variabel risiko terbesar yaitu kurangnya ketersediaan bahan dan tingkat risiko terkecil yaitu kebakaran, melakukan alokasi atau membebankan risiko kepada pihak yang terlibat didalam proyek, dimana owner menanggung 2 varibel risiko, kontraktor menanggung 12 varibel risiko, dan yang ditanggung bersama antara owner dan kontraktor sebanyakan 8 varibel risiko, pada tingkat varibel risiko yang tertinggi yaitu kurangnya ketersediaan bahan, dilakukan strategi mitigasi dengan cara mengidentifikasi bahan yang diperlukan dan jadwal pengadaan yang realistis sejak awal, melakukan pemantauan kondisi pasar untuk bahan tertentu agar dapat mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga atau kelangkaan, mencari alternatif jika terjadi kekurangan bahan.
ANALISIS KINERJA SIMPANG TIDAK BERSINYAL Tiffany Anasya Putri; Nuryani Tinumbia
Jurnal ARTESIS Vol 4 No 2 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i2.7861

Abstract

Persimpangan sebagai tempat bertemunya arus lalu lintas dari dua atau lebih ruas jalan banyak menimbulkan konflik lalu lintas seperti kemacetan. Kemacetan sering terjadi karena arus yang melewati ruas jalan melampaui kapasitas dari jalan tersebut. Kinerja suatu simpang merupakan faktor utama dalam menentukan penanganan tepat untuk mengoptimalkan fungsi simpang. Pada kota Tangerang Selatan masih terdapat beberapa simpang tidak bersinyal seperti simpang empat Viktor yang memiliki 4 lengan jalan yaitu Jalan Ps. Jengkol – Jalan Raya Puspitek – Jalan Buaran Raya yang masih sering terjadi kemacetan terutama pada sore hari. Beberapa upaya telah dilakukan oleh pemerintah Kota Tangerang Selatan seperti sistem One Way pada pagi hari pukul 06.00 – 09.00. Maka dari itu perlu dikaji untuk dapat meningkatkan kinerja simpang Viktor. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kinerja simpang tidak bersinyal simpang empat Viktor dengan menggunakan metode PKJI 2023 dan simulasi model lalu lintas menggunakan aplikasi PTV Vissim. Berdasarkan perhitungan menggunakan PKJI tahun 2023 didapatkan nilai derajat kejenuhan sebesar 1,19 dengan tingkat pelayanan F. Penanganan simpang empat Viktor kemudian dibuat dalam 2 (dua) skenario penanganan. Skenario dengan penerapan APILL 3 fase memberikan hasil yang lebih baik oleh karena memberikan nilai derajat kejenuhan di bawah 0,85 untuk setiap lengannya.
ANALISIS KINERJA OPERASIONAL BUS RAPID TRANSIT TRANSJAKARTA KORIDOR 9C (PINANG RANTI – BUNDARAN SENAYAN) Andri Tio Sitorus; Wita Meutia; Keumala Anggraini
Jurnal ARTESIS Vol 4 No 2 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i2.7863

Abstract

Transjakarta Koridor 9C memiliki rute yang melewati berbagai pusat perbelanjaan, perkantoran, hiburan, LRT, MRT, KRL dimana itu semua membuat minat dan antusias masyarakat untuk menaiki koridor 9C sangat tinggi. Seperti Halte Makasar terdapat Mall Tamini Square, kemudian Halte Cawang Sentral yang dekat dengan tempat Pendidikan dan Rumah Sakit UKI, dan Halte BNN LRT dimana tempat transit yang langsung terhubung dengan Stasiun LRT. Tujuan dari penelitian ini ini yaitu menganalisis kinerja operasional Bus Rapid Transit Transjakarta koridor 9C. Metode yang digunakan pada penelitian ini berupa survei statis dan dinamis. Berdasarkan Hasil analisis data survei dinamis dan statis, diperoleh rata-rata load factor saat weekday yaitu nilainya sebesar 43% dan saat weekend 39%, Untuk nilai headway diperoleh nilai rata-rata saat weekday yaitu 9 menit dan rata-rata weekend yaitu 8 menit, frekuensi kendaraan koridor 9C saat weekday yaitu 7 kend/jam dan saat weekend 7 kend/jam, waktu perjalanan pada waktu weekday yaitu 3,40 menit/km dan weekend 2,77 menit/km, kecepatan perjalan pada waktu weekday yaitu 18,33 km/jam dan weekend 21,35 km/jam, dan ketersedian armada pada saat weekday dan weekend yaitu sebesar 100%. Berdasarkan hasil analisis, kinerja operasional pada Bus Rapid Transit Transjakarta Koridor 9C sudah memenuhi standar pelayanan minimum yang baik.
PENGARUH PENGGUNAAN FLY ASH TERHADAP SIFAT MEKANIK BETON HIGH DENSITTY POLYETHYLENE (HDPE) Rayinda Aulia Massigidi; Fadli Kurnia
Jurnal ARTESIS Vol 4 No 2 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i2.7864

Abstract

Penggunaan fly ash sebagai substitusi semen dalam campuran beton high density polyethylene (HDPE) telah menarik perhatian dalam industri industri konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan fly ash terhadap beton campuran High Density Polyethylene (HDPE) dengan kadar 5%. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimental yang melibatkan pembuatan rangkaian campuran beton HDPE dengan variasi kadar fly ash 22%, 25%, dan 27%. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh penambahan HDPE kadar 5% dengan variasi fly ash 22%, 25%, dan 27% terhadap kuat tekan beton. Hasil eksperimen menunjukkan peningkatan kuat tekan dari 7 hari hingga 28 hari. Pada hari ke-14, beton normal (BN) memiliki kuat tekan tertinggi sebesar 24,90 MPa, sementara variasi BPF 25% mengalami penurunan karena perbedaan metode pencampuran. Pada hari ke-28, penambahan fly ash 27% pada beton dengan HDPE 5% memberikan hasil terbaik sebesar 21,13 MPa, melebihi target perencanaan (18,6 MPa). Variasi BPF 25% dan BPF 27% menunjukkan performa lebih baik dibandingkan beton normal, dengan BPF 27% mencapai hasil di atas target. Proporsi kuat tarik terhadap kuat tekan berkisar antara 12,40% hingga 15,61%, dengan BPF 27% menunjukkan proporsi tertinggi. Optimalisasi proporsi bahan tambahan seperti HDPE dan fly ash terbukti meningkatkan sifat mekanis beton, terutama dalam hal kuat tarik.
ANALISIS KINERJA RUAS JALAN TERHADAP HAMBATAN SAMPING Avif Farullah; A.R. Indra Tjahjani
Jurnal ARTESIS Vol 4 No 2 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i2.7865

Abstract

Ruas jalan di Jalan Jendral Sudirman sering kali mengalami kemacetan yang luar biasa, apalagi di waktu hari kerja dan pulang dimana volume kendaraan sangat meningkat dengan segala macam kendala. Jalur Jendral Sudirman ini merupakan jalan penghubung utama bagi pemotor dari Jendral Sudirman ke Jakarta Timur atau Bekasi. Karena ada pembangunan beragam jalur alternatif dibuat guna mengurai kemacetan. Hal itu disebabkan dari tingginya volume kendaraan yang melintas di atasnya. Akibatnya, tak sedikit pengendara mengalami gangguan lalu lintas yang banyak dan tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey lapangan dengan menghitung jumlah volume kendaraan di Jalan Jendral Sudirman . di pertigaan yang berdekatan dengan Grand Mall Bekasi . ditempat itu akan ditempatkan seorang pensurvey untuk mencatat kapan waktu tiba dari setiap jenis kendaraan yang melintas ke arah Kota Bekasi dan melewati pertigaan Perumnas 1. Data ini merupakan data primer. Dari hasil penelitian di wilayah studi menunjukkan bahwa jumlah kejadian hambatan samping sangat tinggi hal ini menyebabkan buruknya Tingkat pelayanan jalan (LOS E). Oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan terhadap hambatan samping yang semula memiliki faktor koreksi (FCSF) 0,88, jika diperbaiki agar faktor – faktor penyesuaian diperbaiki menjadi (FCSF) 1 maka kapasitas semula sebesar 5503 smp/jam maka berubah menjadi DS 0,67 maka memberikan (LOS D) Untuk mengurangi tingkat hambatan samping yang sangat tinggi diharapkan agar pihak setempat melakukan perbaikan jalan dan sosialisasi terhadap pengguna jalan serta perawatan trotoar pada sekitar ruas Jalan Jendral Sudirman, agar pejalan kaki merasa nyaman dan aman ketika berjalan,serta juga pengguna kendaraan tidak memberhentikan kendaraan sembarangan sebagai bentuk nyata akibat kemacetan yang terjadi.
ANALISIS PERCEPATAN PEKERJAAN PEMBANGUNAN DENGAN CRITICAL PATH METHOD Saiful Huda; Diyanti
Jurnal ARTESIS Vol 4 No 2 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i2.7866

Abstract

Pelaksanaan pekerjaan Pembangunan Perumahan Mulyahurip Anugrah Persada Kota Sumedang mengalami keterlambatan pekerjaan. Keterlambatan tersebut terjadi pada tahap pekerjaan di lintas kritis yang dipengaruhi oleh faktor cuaca, suplai material yang terlambat dan kesalahan pekerjaan. Keterlambatan tersebut terjadi pada pekan ke 4 dengan total 21 hari. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi pekerjaan yang masuk ke dalam lintasan kritis dengan menggunakan Microsoft project, dan mendapatkan total biaya dan waktu setelah dilakukan percepatan. Metode jalur kritis (Critical Path Method) dapat memberikan alternatif kepada perencana proyek untuk dapat menyusun yang terbaik sehingga dapat mengoptimalkan waktu dan biaya dalam menyelesaikan suatu proyek. Berdasarkan hasil pengolahan data serta hasil analisis biaya dan waktu pelaksanaannya pembangunan maka diperoleh, hasil dari identifikasi pekerjaan yang masuk ke dalam lintasan kritis pada Pembangunan Perumahan Mulyahurip Anugrah Persada Kota Sumedang terdapat 15 item pekerjaan berdasarkan identifikasi dengan menggunakan Ms. Project diantara lainnya yaitu, ada pekerjaan tanah dan pondasi ada 5 item pekerjaan, pekerjaan struktur beton ada 4 item pekerjaan, pekerjaan dinding ada 4 item pekerjaan, dan pekerjaan lain-lain 2 item pekerjaan. Selanjutnya, skenario pemilihan pada pekerjaan kritis yang paling optimum yaitu pada penambahan 1 jam lembur yang mengakibatkan kenaikan biaya sebesar Rp. 36.901.777 dan efisiensi waktu 29 hari dari 285 hari aktual di lapangan dengan biaya pekerjaan semula Rp. 475.310.000 bertambah menjadi Rp. 512.211.777, sehingga pembangunan dapat diselesaikan dengan tepat waktu bahkan lebih cepat dari rencana yaitu 356 hari dari durasi rencana 364 hari.
ANALISIS PENGARUH VARIATION ORDER TERHADAP PEKERJAAN ARSITEKTUR DARI ASPEK BIAYA DAN WAKTU PADA PROYEK KONSTRUKSI Afifah Rahma Azzahra; Azaria Andreas
Jurnal ARTESIS Vol 4 No 2 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i2.7867

Abstract

Pelaksanaan konstruksi pada Proyek Hotel ABX ditemukan pengajuan pekerjaan Variation Order terhadap paket pekerjaan arsitektur. Variation Order merujuk pada perubahan-perubahan yang terjadi dalam spesifikasi, lingkup, atau permintaan pemilik proyek yang dapat mempengaruhi pelaksanaan proyek secara keseluruhan. Kasus lain ditemukan pekerjaan Variation Order dilakukan atas instruksi konsultan pengawas. Kemudian dikeluarkan surat perintah atau Site Instruction terhadap pekerjaan Variation Order yang berisikan informasi item pekerjaan yang terkena pengaruh Variation Order. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor dan akibat pekerjaan Variation Order terhadap kinerja biaya dan durasi pelaksanaan pada Proyek Hotel ABX. Pengumpulan data primer diperoleh dari penyebaran kuesioner dengan pihak yang terlibat dalam proyek yang kemudian diolah menggunakan software SPSS versi 26.0. Selanjutnya, data sekunder diambil dari perusahaan yang terlibat pada proyek pembangunan Hotel ABX yang kemudian dianalisis pekerjaan Variation Order terhadap biaya dan durasi pekerjaan. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa faktor penyebab Variation Order adalah perubahan metode pekerjaan, masalah keuangan pemilik/owner yang dapat mempengaruhi kemajuan proyek, faktor pertimbangan kerja dan keamanan dilapangan, kurangnya pengetahuan tentang karakter material, dan juga bisa disebabkan oleh kondisi alam. Hasil analisis Variation Order proyek pembangunan Hotel ABX untuk paket pekerjaan Arsitektur didaptkan nilai pekerjaan menjadi senilai Rp. . 249.487.685.700 dengan nilai deviasi dari pekerjaan sebelum dan sesudah terjadinya Variation order sebesar 0.196%. Pekerjaan Variation Order menyebabkan penambahan durasi pelaksanaan selama 161 hari. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi dan strategi manajemen yang efektif dalam menghadapi dan mengelola Variation Order, sehingga dapat meminimalkan dampak negatif pada biaya dan waktu pelaksanaan proyek konstruksi di masa depan.