cover
Contact Name
Fadli Kurnia
Contact Email
fadli.kurnia@univpancasila.ac.id
Phone
+6221-7864730
Journal Mail Official
Jurnal.artesis@univpancasila.ac.id
Editorial Address
Department of Civil Engineering 3rd Floor at Faculty of Engineering Building Lenteng Agung Raya St, Srengseng Sawah, Jagakarsa, South Jakarta, DKI Jakarta 12640
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Artesis
Published by Universitas Pancasila
ISSN : 28096231     EISSN : 28094441     DOI : https://doi.org/10.35814/artesis
Artesis Journal is scientific journal published periodically every 6 (six) months (in May and November) by Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering - Universitas Pancasila. It contains papers related to student or student-lecturer research activities. Artesis Journal has an area of expertise consisting of Structural Engineering, Construction Engineering & Management, Geotechnical Engineering, Water Resources Engineering, and Transportation Engineering.
Articles 183 Documents
ANALISIS KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL (AC-WC) DENGAN LIMBAH PLASTIK LOW DENSITY POLYETHYLENE Pranata Siregar, Yoga; Osly, Prima Jiwa
Jurnal ARTESIS Vol. 3 No. 2 (2023): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v3i2.5932

Abstract

Seiring perkembangan dalam campuran aspal beberapa penelitian telah mengembangkan penggunaan limbah plastik sebagai upaya mengurangi sampah plastik yang sulit didaur ulang. Penggunaan plastik sebagai bahan campuran dapat mengoptimalkan karakteristik aspal dengan memperoleh sifat–sifat plastik yang diinginkan. Dalam upaya untuk meningkatkan kualitas perkerasan dan memanfaatkan limbah plastik, maka penulis ingin melakukan penelitian dengan tujuan menganalisis kadar optimum campuran beraspal AC-WC tanpa dan dengan tambahan limbah Low Density Poly Ethylene (LDPE), serta mendapatkan pengaruh dari kombinasi jenis aspal tersebut. Terdapat 15 benda uji tanpa penambahan LDPE dan 15 benda uji dengan penambahan LDPE 7%. Benda uji tersebut selanjutnya dilakukan pengujian menggunakan alat marshall untuk mengetahui nilai parameter-parameter aspal dan bisa menghasilkan nilai kadar aspal optimum. Dari hasil pengujian aspal menggunakan alat tes Marshall didapat nilai MQ campuran aspal plastik cenderung mengalami peningkatan pada campuran aspal dengan penambahan limbah plastik LDPE. Hal ini berarti nilai kekakuan campuran dengan penambahan limbah plastik LDPE semakin tinggi dan lebih getas. Berdasarkan hasil pengecekan di atas, nilai kadar aspal optimum pada campuran tanpa penambahan limbah plastik LDPE yaitu 6,5% dan pada campuran dengan penambahan limbah plastik LDPE 7% yaitu 6,8%.
ANALISIS HAMBATAN SAMPING TERHADAP KINERJA JALAN PADA RUAS JALAN CIAWI - PUNCAK Rayvaldy; Tinumbia, Nuryani
Jurnal ARTESIS Vol. 3 No. 2 (2023): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v3i2.5933

Abstract

Jalan Ciawi-Puncak termasuk kedalam kategori jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Cianjur, Pada Jalan Ciawi-Puncak ini terkenal dengan banyaknya wisata yang menjadi destinasi andalan bagi masyarakat jabodetabek selain itu jalur ini setiap tahunnya menjadi jalur mudik lebaran, sehingga jalur ini merupakan jalur yang cukup padat serta sering terjadi kemacetan lalu lintas. Peyebab yang turut memperburuk kondisi lalu lintas salah satunya adalah masalah hambatan samping. Hambatan samping merupakan dampak dari kinerja lalu lintas akibat aktifitas samping segmen jalan seperti kendaraan parkir/kendaraan berhenti di bahu jalan, pejalan kaki menyebrang/pejalan kaki yang tidak berjalan pada trotoar, kendaraan keluar masuk dari sisi jalan/menlintas, dan kendaraan lambat seperti sepeda atau becak. Penelitian ini dilakukan di Jalan Ciawi-Puncak dimana ruas jalan ini memiliki tipe jalan 2/2 UD. Menurut analisa hasil perhitungan dengan metode MKJI 1997 nilai volume lalu lintas maksimum yang didapatkan untuk kedua arah yaitu senilai 3592,4 smp/jam dengan kapasitas jalan senilai 2714,4 smp/jam. Maka kedua arah lalu lintas mempunyai nilai derajat kejenuhan senilai 1,323. Melainkan, ruas ini memiliki tingkat pelayanan F. Analisis hambatan samping yang dilakukan memperoleh hasil hambatan samping tertinggi sebesar 576 dengan nilai kelas hambatan samping High (H). Solusi penangan yang dapat dilakukan untuk mengurangi hambatan samping di ruas jalan tersebut yaitu dengan penambahan rambu lalu lintas dilarang berhenti, membuat trotoar untuk aktivitas pejalan kaki, dan menambah tempat khusus naik turunya penumpang angkutan.
ANALISIS PERCEPATAN PEKERJAAN PEMBANGUNAN ASTON CILOTO HOTEL DAN RESORTS DENGAN CRITICAL PATH METHOD Diyanti; Yayuk Supomo, Fani; Rizky Amirulloh, Muhamad
Jurnal ARTESIS Vol. 3 No. 2 (2023): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v3i2.5939

Abstract

Pembangunan Aston Ciloto Hotel dan Resorts berlokasi di Jalan Raya Puncak No. 54 Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Perencanaan proyek konstruksi yang baik dari segi waktu, biaya, dan lingkup proyek merupakan hal penting dalam menyelesaikan suatu pembangunan proyek konstruksi. Pada pelaksanaan proyek konstruksi secara nyata, sering terjadi keterlambatan pelaksanaan dari waktu yang telah direncanakan. Keterlambatan proyek dapat terjadi akibat adanya perbedaan kondisi lokasi, perubahan desain, pengaruh cuaca, penggunaan metode yang tidak tepat, dan kesalahan dalam perencanaan. Alternatif mengatasi keterlambatan proyek dengan melakukan percepatan waktu pengerjaan ataupun biaya. Pertambahan biaya yang dikeluarkan harus dapat seminimum mungkin. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pekerjaan yang masuk kedalam lintasan kritis, mendapatkan total durasi dan biaya setelah dilakukan percepatan dan mendapatkan biaya optimal dari skenario percepatan yang direncanakan sebagai upaya untuk melakukan percepatan dengan menggunakan critical path method yang mengalami keterlambatan dari waktu perencanaan awal. Alternatif yang akan digunakan untuk percepatan proyek ini dengan penambahan jam kerja selama 2 jam dan 3 jam yang akan berpengaruh pada biaya total proyek dan durasi pelaksanaan proyek. hasil analisis crashing pada perhitungan waktu dan biaya, diperoleh biaya dan waktu setelah dipercepat dengan kerja lembur 2 jam yaitu total biaya Rp. 31.250.538.769 dengan durasi 554 hari, kemudian penambahan kerja lembur 3 jam yaitu Rp. 31.445.884.117 dengan durasi 516 hari.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN UNTUK PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM: Studi Kasus: SPAM Sukabumi Farhan, Rahmatul; Zeta Rahman, Herawati
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 1 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i1.6767

Abstract

Air minum merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia dan sangat diperlukan dalam meningkatkan kualitas hidup manusia dan pertumbuhan ekonomi tanah. Kota Sukabumi selama. Sementara pada tahun 2020, jumlah penduduk kota Sukabumi sebanyak 346,325 ribu jiwa. Ketersediaan air minum merupakan salah satu penentu tingkat kesejahteraan masyarakat, diharapkan dapat meningkatkan kesehatan masyarakat dan mendorong produktivitas masyarakat, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kepuasan Masyarakat terhadap ketersediaan air minum di kota Sukabumi.Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui Tingkat kepuasan pengguna SPAM terhadap kualitas pelayanan dan Untuk mengetahui tingkat kesesuaian pelayanan terhadap pengguna SPAM di Sukabumi Pengumpulan data di dapat dari data primer yaitu observasi kawasan dan penyebaran kuesioner dan data sekunder yang di dapat dari peta lokasi, studi pustaka, dan keputusan direksi perusahaan daerah air minum kota Denpasar No. 63 A/PDAM/KPTS/2011 tentang ketentuan Standar Pelayanan Minimum. Metode analisis yang digunakan adalah metode Importance Performance Analysis (IPA) yaitu membandingkan skor kenyataan dengan harapan dengan batas pengambilan keputusan sesuai dengan nilai yang telah dihitung sebesar 91.84% dan metode Customer Satisfaction Index (CSI) untuk mendapatkan nilai kepuasan pelanggan SPAM untuk pengembangan SPAM di Sukabumi yaitu sebesar 86,87% yang menunjukkan bahwa pelanggan merasa “Sangat Puas” terhadap kinerja Perumda Air Minum Tirta Bumi Wibawa Kota Sukabumi
DESAIN JARINGAN PERPIPAAN PADA SISTEM PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK PULAU PAYUNG: Studi Kasus: Pulau Payung, Kelurahan Pulau Pari, Kep. Seribu Edru Aprilio, Raden Muhammad; Plamonia, Nicco
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 1 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i1.6768

Abstract

Dalam suatu daerah, pembuangan air limbah sangat tidak diperhatikan oleh masyarakat. Hal ini berpengaruh terhadap lingkungan sehingga menyebabkan penurunan kualitas air bersih di daerah tersebut. Pulau Payung mengalami penurunan air bersih. Kondisi tersebut diperlukan sistem pengolahan air limbah untuk mengurangi dampak dari pencemaran tanah di pulau payung. Tujuan dari tugas akhir ini adalah mendesain jaringan perpipaan pada sistem pengolahan air limbah domestik (SPALD) di pulau payung. Metode penelitian yang digunakan pada tugas akhir ini adalah deskriptif analitik. Dalam metode penelitian ini mendeskripsikan dilanjutkan dengan menganalisa. Pengumpulan data didapatkan dari hasil pengamatan dan dianalisa berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI). Hasil yang didapatkan dari pengamatan dan analisa akan menjadi tahapan dalam mendesain jaringan perpipaan pada sistem pengolahan air limbah domestik (SPALD) yang berada di pulau payung.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PADA PROYEK PEMBANGUNAN KERETA API: Studi Kasus: Kereta Api Regional Balikpapan Ryanata, Muhammad Razif; Zeta Rahman, Herawati
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 1 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i1.6769

Abstract

Kota Balikpapan adalah sebuah kota di Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Kota ini terletak di pantai timur Pulau Kalimantan. Transportasi adalah perpindahan manusia atau barang dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan kendaraan yang digerakkan oleh mesin atau manusia. Transportasi kereta api memiliki beberapa keuntungan dan manfaat yang penting, diantaranya dalam hal efisiensi dan kecepatan yaitu dapat mengangkut banyak penumpang atau barang sekaligus, sehingga lebih efisien dibandingkan dengan transportasi individual seperti mobil atau sepeda motor. Tujuan penelitian ini adalah Mendapatkan hasil dari metode Life Cycle Costing (LCC) untuk jangka waktu perencanaan 50 tahun serta Mengetahui LCC pada proyek pembangunan kereta api regional Balikpapan. Pengumpulan data yaitu data sekunder yang didapat dari peta lokasi, studi pustaka, serta dari Direktorat Jenderal Kereta Api. Metode analisis yang digunakan adalah metode Net Present Value (NPV), Internal Rate Of Return (IRR), dan Payback Period (PP) dengan menggunakan 3 skenario yaitu skenrio optimis (75% dari MAT), Moderat (50% dari MAT), dan Pesimis (25% dari MAT). Hasil dari Analisa ini untuk skenario optimis (75% dari MAT) mendapatkan nilai NPV > 0, nilai IRR > MARR, dan untuk PP terjadi pada tahun ke-18. Skenario moderat (50% dari MAT) mendapatkan nilai NPV < 0 , IRR < MARR , dan PP untuk PP belum terjadi sampai tahun ke-50. Skenario pesimis (25% dari MAT) mendapatkan nilai NPV < 0, IRR < MARR, dan untuk PP belum terjadi sampai tahun ke-50.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN DAN PERCEPATAN PROYEK MENGGUNAKAN METODE FAST TRACK, CRASH PROGRAM DAN PENAMBAHAN SHIFT KERJA: Studi Kasus: Proyek EPC Sumbawa Yohanes Ruff, Yosafat; Andreas, Azaria
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 1 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i1.6770

Abstract

Dalam menanggapi keterlambatan, metode Fast Track, Crash Program, dan penambahan Shift kerja terbukti mampu memberikan solusi yang signifikan. Fast Track dan Crash Program efektif untuk mengurangi waktu pelaksanaan proyek, sedangkan penambahan Shift kerja dapat meningkatkan produktivitas. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah bahwa praktisi proyek dapat mempertimbangkan penerapan metode Fast Track, Crash Program, dan penambahan Shift kerja untuk mengelola proyek dengan lebih efisien, mengurangi keterlambatan, dan meningkatkan tingkat keberhasilan proyek. Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab keterlambatan dan percepatan proyek pada proyek EPC di Sumbawa serta menganalisis dan mengevaluasi efektivitas metode Fast Track, Crash Program, dan penambahan Shift kerja dalam mengatasi tantangan tersebut. Metode penelitian melibatkan analisis dokumentasi proyek, wawancara dengan pihak terkait, dan pengumpulan data lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejumlah faktor seperti kurangnya perencanaan yang matang, perubahan desain, dan kendala sumber daya merupakan penyebab umum keterlambatan proyek. Berdasarkan data sekunder dan primer yang peneliti dapatkan dari sumber menyatakan bahwa proyek tersebut mengalami keterlambatan sebesar 9.61% pada minggu ke 66 yang menyebabkan Completion of Project mengalami keterlambatan dari 07 Oktober 2024 menjadi 15 November 2024 dikarenakan adanya beberapa faktor dari sisi internal maupun eksternal, sehingga proyek tersebut mengalami keterlambatan sebesar 39 hari. Hasil analisis Keterlambatan dan Percepatan proyek memperlihatkan bahwa metode Fast Track lebih tepat digunakan dikarenakan tidak adanya penambahan Manpower, Cost serta dapat mengurangi durasi dari 221 hari menjadi 195 hari (26 hari atau 11.76%) dalam menggunakan metode tersebut sehingga Completion of Project bisa dicapai sesuai dengan Baseline Schedule yang telah disepakati antara kedua belah pihak yaitu Kontraktor dan Owner.
EVALUASI KINERJA OPERASIONAL ANGKUTAN KOTA MIKROTRANS JAK LINGKO: Studi Kasus: Trayek JAK 03 Andara – Lebak Bulus Saleh, Younga; Meutia, Wita; Anggraini, Keumala
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 1 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i1.6771

Abstract

Angkutan umum memiliki peran penting dalam kegiatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi suatu wilayah. Mikrotrans Jaklingko 03 dengan rute Andara–Lebak Bulus dengan panjang rute 19,1 km merupakan bagian dari Sistem Angkutan Umum di Kota Jakarta. Kepadatan lalu lintas di rute Mikrotrans Jaklingko Jak 03 mempengaruhi kinerja operasionalnya, termasuk waktu perjalanan, waktu antara, dan kecepatan perjalanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja operasional Mikrotrans JakLingko 03 terhadap Standar Pelayanan Minimal (SPM) dengan regulasi Dirjen Perhubungan Darat No.687 Tahun 2002. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, survei dilaksanakan pada hari kerja dan pada hari libur di Jl. Andara Raya – Jl. Lebak Bulus Raya. Berdasarkan hasil, maka dapat disimpulkan hasil rata-rata analisis faktor muat pada hari kerja sebesar 37,2% dan hari libur sebesar 23,8%. Jumlah penumpang pada hari kerja sebanyak 240 penumpang kend/hari dan hari libur sebanyak 190 penumpang kend/hari. Waktu perjalanan pada hari kerja sebesar 2,44 menit/km dan pada hari libur sebesar 2,35 menit/km. Waktu pelayanan pada hari kerja sebesar 17 jam dan pada hari libur sebesar 17 jam. Kecepatan perjalanan pada hari kerja sebesar 31,93 km/jam dan hari libur sebesar 33,13 km/jam. Frekuensi kendaraan pada hari kerja sebesar 15 kend/jam dan pada hari libur sebesar 15 kend/jam. Waktu antara pada hari kerja sebesar 4,12 menit dan pada hari libur 4,08 menit. Ketersediaan angkutan pada hari kerja sebesar 100% dan pada hari libur sebesar 100%. Berdasarkan hasil evaluasi analisis kinerja operasional angkutan kota Mikrotrans Jak Lingko jika dibandingkan dengan Standar Pelayanan Minimal, kondisi eksistingnya adalah Baik.
ESTIMASI BIAYA PEKERJAAN ARSITEKTUR BANGUNAN MENGGUNAKAN BIM (BUILDING INFORMATION MODELLING): Studi Kasus: Proyek Pembangunan Gedung XYZ Ramadhan, Rifky Naufal; Herzanita, Ayu
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 1 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i1.6774

Abstract

Dunia konstruksi mengalami perkembangan yang cukup pesat. Penyedia jasa konstruksi dan pemangku kepentingan lainnya harus mampu menemukan solusi untuk menyelesaikan proyek konstruksi dengan cepat, efisien dan efektif. Building Information Modelling (BIM) adalah kombinasi dari berbagai teknologi, proses, dan kebijakan yang bekerja sama untuk menyelesaikan seluruh proses dalam model digital. Salah satu software BIM yaitu Autodesk Revit dapat digunakan untuk memodelkan dan merencanakan estimasi biaya konstruksi. Estimasi Biaya konstruksi gedung dengan dua lantai atau lebih biasanya memiliki tingkat kompleksitas yang lebih tinggi. Jika proyek pembangunan tidak direncanakan dengan teliti, sering kali terjadi waste material atau menghasilkan material sisa atau material yang tidak digunakan yang menjadi sampah bangunan. Oleh karena itu penelitian ini ditujukan untuk mengetahui peran BIM terkait estimasi biaya yang dikhususkan pada pekerjaan arsitektur dengan studi kasus pembangunan gedung 10 lantai di wilayah Jakarta Timur. Metode penelitian yang dilakukan untuk penelitian ini yaitu membuat pemodelan 3D serta estimasi biaya Building Information Modelling (BIM) menggunakan software Autodesk Revit untuk pekerjaan arsitektur khususnya pekerjaan dinding, pekerjaan pintu dan jendela, dan pekerjaan plafon berdasarkan gambar DED yang didapatkan dari kontraktor. Hasil dari penelitian ini yaitu adanya perbedaan biaya dari metode BIM dengan metode konvensional serta dikhususkan pada pekerjaan dinding, pekerjaan pintu dan jendela, dan pekerjaan plafon pada proyek XYZ yang dijadikan studi kasus, di mana untuk rata-rata deviasi volume pemodelan 3D pekerjaan arsitektur dari hasil metode BIM dan metode konvensional, didapatkan rata-rata deviasi sebesar 5,86%, dan untuk estimasi biaya menggunakan metode BIM dengan software Autodesk Revit mendapatkan hasil estimasi biaya yang lebih rendah dengan selisih yaitu Rp563.115.303 atau sekitar 7,19% dari estimasi biaya konvensional. Estimasi biaya BIM didapatkan hasil estimasi biaya sebesar Rp7.265.919.250. sementara untuk perhitungan estimasi biaya konvensional yang didapatkan dari kontraktor yaitu sebesar Rp7.829.034.553.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN PENGGUNA JASA MODA TRANSPORTASI COMMUTER LINE STASIUN BOGOR: Studi Kasus: Commuter Line Rute Bogor-Manggarai Andika, Tigra Cahya; Osly, Prima Jiwa
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 1 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i1.6775

Abstract

Pentingnya transportasi tersebut dapat dilihat dari peningkatan permintaan angkutan untuk mobilitas manusia dan barang sebagai akibat dari pertumbuhan penduduk dan perkembangan permukiman di kota-kota, terutama Jabodetabek. Peningkatan jumlah penumpang, keterbatasan cakupan layanan transportasi massal, serta kurangnya integrasi antarmoda mengakibatkan kendaraan pribadi tetap menjadi pilihan utama, yang pada gilirannya menyebabkan kemacetan yang parah, terutama pada jam sibuk. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kualitas layanan sebagai upaya untuk memenuhi kepuasan pengguna transportasi, dengan usaha yang berkelanjutan dan fokus pada perbaikan demi mencapai kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja dan tingkat pelayanan Commuter Line rute Bogor-Manggarai berdasarkan pengguna dan Masyarakat dan untuk menilai tingkat kepuasan pelanggan yang menggunakan layanan commuter line rute Bogor-Manggarai. Dari analisis penelitian ini terdapat tingkat kepuasan pengguna jasa, dimana pengguna jasa merasa puas secara khusus terutama pada kinerja nomor 24 (Ketersediaan tempat duduk yang diprioritaskan untuk lansia, disabilitas, ibu hamil, dan ibu membawa balita di stasiun) dengan memperoleh persentase kenyataan dan harapan sebesar 99,291%. Sebaliknya, tingkat kepuasan paling rendah terjadi pada kinerja 10, yaitu (Kedatangan kereta commuter line tepat waktu), dengan memperoleh persentase sebesar 82,696%.