cover
Contact Name
Fadli Kurnia
Contact Email
fadli.kurnia@univpancasila.ac.id
Phone
+6221-7864730
Journal Mail Official
Jurnal.artesis@univpancasila.ac.id
Editorial Address
Department of Civil Engineering 3rd Floor at Faculty of Engineering Building Lenteng Agung Raya St, Srengseng Sawah, Jagakarsa, South Jakarta, DKI Jakarta 12640
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Artesis
Published by Universitas Pancasila
ISSN : 28096231     EISSN : 28094441     DOI : https://doi.org/10.35814/artesis
Artesis Journal is scientific journal published periodically every 6 (six) months (in May and November) by Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering - Universitas Pancasila. It contains papers related to student or student-lecturer research activities. Artesis Journal has an area of expertise consisting of Structural Engineering, Construction Engineering & Management, Geotechnical Engineering, Water Resources Engineering, and Transportation Engineering.
Articles 183 Documents
ANALISIS TEGANGAN REGANGAN PADA DINDING BANGUNAN WATER TANK YANG DIPENGARUHI AIR LIMBAH Tawakhal, Rival; Nur Arini, Resti
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 1 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i1.6776

Abstract

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau Waste Water Treatment Plant adalah fasilitas untuk mengolah limbah air sebelum dibuang. Dalam prosesnya, diperlukan tangki air sebagai tempat penyimpanan limbah. Berbagai jenis tangki memiliki kegunaan yang berbeda, seperti untuk persiapan makanan, penyimpanan air di rumah tangga, pertanian, dan industri. Dalam proyek Waste Water Treatment Plant analisis tegangan pada dinding water tank menjadi aspek krusial. Analisis ini diperlukan untuk memahami dampak beban hidrostatis, yang merepresentasikan tekanan fluida dari air limbah yang diolah. Waterproofing integral menggunakan beton yang tahan terhadap penetrasi air. Beban hidrostatis pada dinding tangki bervariasi berdasarkan tinggi fluida, dengan dinding paling bawah menerima beban paling besar. Tegangan pada dinding bangunan water tank saat menerima tekanan air limbah memiliki perilaku yang berbeda sesuai dengan kedalaman air. Tegangan maksimal pada kedalaman 5,5 meter yaitu sebesar 10,533 MPa, kedalaman 5 meter sebesar 8,0066 MPa, kedalaman 4 meter sebesar 4,3643 MPa, kedalaman 3 meter sebesar 1,9813 MPa, kedalaman 2 meter sebesar 0,64107 MPa, dan kedalaman 1 meter yaitu sebesar 0,088979 MPa. Tegangan pada dinding bangunan water tank yang diakibatkan respon spektrum didapatkan tegangan sebesar 0,0011752 Mpa. Faktor keamanan sebesar 2,757. Hal ini menunjukan struktur tersebut mampu menahan beban yang bekerja karena nilai faktor keamanan lebih dari 1.
ANALISIS PENINGKATAN KAPASITAS JALAN: Studi Kasus: Jalan Narogong KM 26 Kabupaten Bekasi Purwanti, Desy Ayu; Tjahjani, A.R. Indra
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 1 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i1.6777

Abstract

Jalan Narogong KM 26 Kabupaten bogor merupakan jalan provinsi dengan kelas jalan kolektor primer II. Tipe jalan tersebut merupakan 2/2 UD dengan lebar badan jalan adalah 7 meter dengan mayoritas kendaraan yang melintas adalah truk trailer dan tronton. Pada Keputusan Walikota Bekasi tahun 2016, jalan Narogong seharusnya memiliki lebar jalan 10 meter. Kondisi ketidaksesuaian antara peraturan Keputusan Walikota dan hasil dilapangan ini perlu dilakukannya peningkatan kinerja jalan pada ruas jalan Narogong KM 26 supaya mampu mendukung dan menampung aktivitas Masyarakat sekitarnya. Metode yang digunakan dalam analisis peningkatan jalan ini yaitu menggunakan PKJI 2023. Survey kecepatan dan volume kendaraan dilakukan selama 3 hari yaitu 2 hari jam kerja dan 1 hari jam libur kerja. Hasil yang didapat adalah MP rata-rata adalah 12,82 km/jam ketika dalam kondisi jam puncak. Menurut perhitungan kecepatan JLK 2/2-TT kecepatan normal untuk kendaraan MP adalah 65 km/jam sehingga kecepatan rata-rata saat ini jauh dari layak. Derajat kejenuhan yang didapat adalah 0,982 sedangkan menurut PKJI nilai derajat kejenuhan harus ≤0,85. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, maka peningkatan jalan yang direncanakan adalah sebesar 10 meter 2/2-TT. Sehingga didapat hasil nilai derajat kejenuhan adalah 0,72 dimana nilai tersebut dibawah 0,85.
ANALISIS DAMPAK LALU LINTAS AKIBAT OPERASIONAL GEDUNG “X” TERHADAP KINERJA RUAS JALAN MEDAN MERDEKA SELATAN JAKARTA PUSAT Pradana, Muhammad Damesha; Tjahjani, A.R. Indra
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 1 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i1.6778

Abstract

Jalan Medan Merdeka Selatan termasuk golongan jalan dengan jenis kolektor, pada jalan ini terdapat lingkungan perkantoran dan pemerintahan dengan tipe 4 lajur 1 arah tidak terbagi (Arah T-B) dan 3 lajur 1 arah tidak terbagi (Arah B- T). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kinerja ruas Jalan Medan Merdeka Selatan terhadap arus lalu lintas akibat adanya Operasional Gedung “X” Jakarta Pusat, mengetahui dampak lalu lintas yang ditimbulkan akibat Operasional Gedung “X” Jakarta Pusat dan menetapkan jenis penanganan terhadap dampak lalu lintas yang terjadi pada ruas Jalan Medan Merdeka Selatan. Penelitian ini menggunakan perhitungan berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2023 (PKJI 2023). Dari hasil analisis disimpulkan nilai volume kendaraan di Jl. Medan Merdeka Selatan dari arah Timur menuju ke Barat tertinggi sebesar 4095 skr/jam dan total volume kendaraan tertinggi di Jl. Medan Merdeka Selatan dari arah Barat menuju ke Timur sebesar 3355 skr/jam. Nilai perhitungan hambatan samping tertinggi yang terjadi dari arah Timur menuju ke Arah Barat sebesar 1151 dan hambatan samping yang terjadi dari arah Barat menuju ke Timur sebesar 1027. Kecepatan arus bebas sebesar 54,9 km/jam untuk sepeda motor dan 69,78 km/jam untuk mobil penumpang. Kapasitas ruas jalan sebesar 4826 skr/jam (B-T) dan 6435 skr/jam (Pada T-B). Derajat kejenuhan tertinggi dari arah Timur menuju ke arah Barat sebesar 0,64 skr/jam dan derajat kejenuhan tertinggi dari arah Barat menuju kearah Timur sebesar 0,70 skr/jam dan Jalan Medan Merdeka Selatan keseluruhan memiliki tingkat pelayanan kelas C. Oleh karena itu perlunya dilakukannya penanganan lalu lintas untuk dapat meningkatkan kinerja ruas jalan tersebut. Hal ini ditunjukkan batas lingkup nilai derajat kejenuhannya 0,45-0,74, dengan kecepatan atau gerak kendaraan dikendalikan dan pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan.
ANALISIS PENURUNAN DAN STABILITAS TIMBUNAN JALAN JALUR GANDA KERETA API DI MOJOKERTO : Studi Kasus: Jalur Kereta Km 36+900 - Km 37+100 Riyasyul Huda, Ahmad; Purnama Putra, Paksitya; Wicaksono, Luthfi Amri; Trisno Lestari, Rini
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 1 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i1.6779

Abstract

Pembangunan Jalur Ganda Sepanjang - Mojokerto menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan penggunaan kereta api sebagai moda transportasi penumpang maupun barang. Lokasi pembangunan double track kereta api KM36+900 - KM 37+100 berada di Kabupaten Sidoarjo merupakan daerah yang terbentuk akibat proses sedimentasi yang termasuk didalam formasi alluvium (Qa). Tanah aluvial merupakan salah satu jenis lapisan tanah dari proses endapan, dibentuk dari lumpur dan pasir halus yang mengalami erosi tanah karena aliran sungai. Tanah aluvial atau tanah berpasir lainnya memiliki daya dukung rendah yang memungkinkan terjadinya penurunan tanah dan mempengaruhi kestabilan timbunan. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metode analisa terhadap besar penurunan konsolidasi, waktu konsolidasi, dan stabilitas timbunan, untuk mendapatkan kestabilan tanah yang sesuai dengan angka safety factor (SF) diperlukan perbaikan terhadap tanah dasar dan timbunan. Preloading merupakan salah satu metode untuk meningkatkan daya dukung terdapap tanah dasar dan geotextile sebagai perkutan timbunan untuk mencapai angka keamanan SF > 1,5. Sedangkan untuk mengatasi lama waktu penurunan karena konsolidasi dapat menggunakan Prefabicated Vertical Drains (PVD).
ANALISIS BIAYA DAN WAKTU PEMBANGUNAN JEMBATAN BENTANG MENENGAH DENGAN METODE TIME COST TRADE OFF Auzan Fadilah, Lutfy; Diyanti; Yayuk Supomo, Fani
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 1 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i1.6782

Abstract

Proyek pembangunan Jembatan Kali Keruh, Desa Plompong memiliki Panjang 80 meter dengan lebar 5.5 meter merupakan jembatan bentang menengah yang dalam proses pengerjaannya mengalami keterlambatan. Proyek ini direncanakan berdurasi 186 hari kalender, namun terjadi keterlambatan akibat faktor cuaca yaitu naiknya volume air Sungai sehingga membuat tanah menjadi lembab. Keterlambatan ini berdampak pada waktu pelaksanaan proyek menjadi 203 hari atau terlambat 17 hari dari waktu rencana. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi perkiraan biaya dan durasi optimum akibat skenario penambahan jam lembur. Data yang digunakan pada penelitian yaitu data sekunder yang terdiri atas data RAB rencana, RAB realisasi, harga satuan upah pekerja, dan time schedule. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode time cost trade-off dengan penentuan jalur kritis pada pekerjaan yang terjadi keterlambatan. Analisis pekerjaan kritis dilakukan dengan software microsoft project 2021. Skenario penambahan jam lembur dilakukan dengan penambahan 1 jam, 2 jam, 3 jam, dan 4 jam, kemudian dibandingkan terhadap biaya yang dikeluarkan. Hasil penelitian didapatkan penambahan waktu lembur yang sesuai yaitu 2 jam dengan crash cost sebesar Rp 327.732.031,25 sehingga membuat biaya total menjadi Rp 10.416.191.961,18 dari biaya awal sebesar Rp 10.088.459.929,93 dan memangkas durasi sebesar 17 hari.
ANALISIS OPTIMASI WAKTU DAN BIAYA PROYEK KONSTRUKSI MENGGUNAKAN METODE TIME COST TRADE OFF: Studi Kasus: Proyek Pembangunan Gedung Kantor XYZ, Jakarta Lina Ewinda, Ita Wahyu; Dofir, Akhmad
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 1 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i1.6783

Abstract

Proyek Pembangunan Gedung Kantor XYZ yang berlokasi di Kedoya, Jakarta Barat mengalami keterlambatan pekerjaan dengan deviasi keterlambatan pekerjaan pada minggu ke 12 mencapai –20.13%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis optimasi biaya dan waktu. Identifikasi faktor keterlambatan dilakukan dengan metode Fault Tree Analysis (FTA) dan untuk pengendalian keterlambatan pekerjaan akan dilakukan crashing (percepatan) dengan menggunakan metode Time Cost Trade Off (TCTO). Kegiatan crashing yang dilakukan berupa penambahan jam kerja (lembur) atau penambahan tenaga kerja. Hasil penelitian ini, terdapat 3 intermediate event utama sebagai faktor penyebab keterlambatan diantaranya oleh Owner, oleh Kontraktor dan oleh kondisi lingkungan dan sekitar dengan nilai probabilitas 0.699. Waktu percepatan kegiatan crashing sebanyak 15 hari. Biaya percepatan untuk penambahan jam kerja sebesar Rp. 5.386.610.968,00 dan biaya percepatan untuk penambahan tenaga kerja sebesar Rp. 5.281.875.288,00.
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG 10 LANTAI DENGAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS: Studi Kasus: Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta Richardo, Dunand; Kurnia, Fadli
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 1 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i1.6784

Abstract

Perkembangan urbanisasi di Jakarta Selatan menuntut adanya infrastruktur yang berkualitas, termasuk gedung-gedung bertingkat sebagai bentuk penyesuaian terhadap kebutuhan ruang. Penelitian ini bertujuan untuk merancang struktur gedung 10 lantai dengan memanfaatkan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus sebagai pendekatan utama. Metode penelitian yang digunakan melibatkan analisis literatur terkini mengenai sistem struktur gedung dan peraturan perencanaan struktur bangunan tinggi. Selanjutnya, dilakukan perhitungan dan analisis struktural menggunakan perangkat lunak simulasi untuk memvalidasi keandalan sistem yang diusulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus dapat memberikan stabilitas struktural yang memadai untuk gedung 10 lantai di wilayah Jakarta Selatan. Faktor-faktor seperti beban gravitasi, beban hidup, dan beban angin telah dipertimbangkan secara detail dalam proses perencanaan. Diharapkan bahwa rancangan struktur gedung ini dapat menjadi kontribusi positif dalam pengembangan teknik perencanaan bangunan tinggi. Implementasi Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus diharapkan dapat meningkatkan ketahanan dan kinerja struktur gedung dalam menghadapi beban lateral, terutama dalam situasi darurat.
Analisis Kinerja Operasional Angkutan Kota di Kota Bekasi: Studi Kasus: Trayek 02 Rute Terminal Bekasi – Pondok Gede Fahira, Dinda; Tinumbia, Nuryani
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 1 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i1.6785

Abstract

Angkutan umum merupakan transportasi darat yang digunakan untuk masyarakat dalam memberikan pelayanan dengan kenyamanan, lebih mudah dan aman untuk pengguna transportasi umum saat melakukan operasi perjalanan. Banyak permasalahan angkutan kota di Kota Bekasi antara lain peningkatannya jumlah kendaraan pribadi dan banyaknya kendaraan penumpang yang melebihi kapasitas yang menyebabkan angkutan kota tidak lagi pilihan utama untuk melakukan kegiatan perpindahan transportasi. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi kinerja angkutan kota trayek 02 dan mengetahui rencana pengembangan pada trayek 02 rute Terminal Bekasi – Pondok Gede. Penelitian ini dimulai dengan melakukan observasi dan mengumpulkan data di lapangan seperti load factor dinamis dan statis, frekuensi, headway, waktu perjalanan, waktu pelayanan, kecepatan Perjalanan, ketersediaan angkutan dan jumlah penumpang. Berdasarkan hasil analisis dibandingkan dengan menggunakan Keputusan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat No.687/AJ.206/DRJD/2002 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Angkutan Penumpang Umum di Wilayah Perkotaan dalam Trayek Tetap dan Teratur. Hasil analisis kinerja angkutan kota trayek 02 rute Terminal Bekasi – Pondok Gede berdasarkan mendapatkan rata-rata faktor muat dinamis sebesar 40,83%, jumlah penumpang hanya 160 penumpang dalam 1 hari, waktu perjalanan sebesar 5.4 menit/km, waktu pelayanan pada trayek 02 masih kurang yaitu sebesar 9 jam 35 menit, pada kecepatan perjalanan sebesar 13.66 km/jam, faktor muat statis sebesar 13.06%, frekuensi kendaraan per jam sebesar 17 kend/jam, headway kendaraan sebesar 3.64 menit dan ketersediaan angkutan pada 1 hari sebesar 57.18%. Hal ini masih perlu di tingkatkan kinerja angkutan kota trayek 02 rute Terminal Bekasi – Pondok Gede.
ANALISIS EFEKTIVITAS DAN KEPUASAN PENGGUNA JEMBATAN PENYEBERANGAN ORANG: Studi Kasus: Jembatan Penyeberangan Orang di Stasiun Tanjung Barat Dwi Meviana, Adella; Osly, Prima Jiwa
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 2 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i2.7852

Abstract

Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang akan ditinjau dari segi efektivitas dan kepuasan pengguna berada di Stasiun Tanjung Barat dikarenakan daerah tersebut lalu lintas pejalan kaki yang menggunakan fasilitas tersebut cukup tinggi. Pejalan kaki memiliki peran penting dalam aktivitas dan perancangan pembangunan kota. Oleh karena itu, desain ruang kota harus mempertimbangkan kebutuhan dan keselamatan pejalan kaki. Data primer yang dikumpulkan terdiri dari volume penyeberang orang, data geometrik JPO, dan data kuesioner. Sedangkan untuk mengetahui informasi mengenai kepuasan pengguna JPO, diperlukan data karakteristik yaitu meliputi jenis kelamin, usia, pekerjaan, dan frekuensi penggunaan JPO per minggu. Sedangkan variabel pertanyaan dalam kuesioner yang digunakan yaitu aspek keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan kelengkapan. Kuesioner yang telah dikumpulkan kemudian diuji validitas dan reliabilitasnya. Pengujian validitas terhadap variabel kepuasan dan kinerja menghasilkan nilai r hitung > r tabel sehingga dapat disimpulkan bahwa instrumen tersebut memiliki validitas yang baik. Menurut hasil uji reliabilitas, variabel kepuasan dan variabel kepentingan masing-masing memiliki nilai cronbach’s alpha sebesar 0,836 dan 0,921. Dari kuesioner yang telah diuji dilakukan analisis kepuasan menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA). Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas penggunaan JPO sangat tinggi baik pada hari kerja maupun hari libur. Tingkat kepatuhan pengguna dalam memanfaatkan JPO mencapai 99,85% yang menunjukkan bahwa JPO sangat efektif dalam meningkatkan keselamatan penyeberang jalan. Hasil analisis menggunakan metode IPA yaitu sebagian besar pengguna merasa puas dengan fasilitas JPO dengan tingkat kepuasan sebesar 88%, namun ada beberapa hal yang perlu perbaikan yaitu, JPO aman dari aksi kejahatan, nyaman saat menaiki anak tangga, dan tersedianya ramp di sisi tengah.
ESTIMASI BIAYA DAN PENJADWALAN PEMBANGUNAN PROTOTIPE RUANG MODULAR OPERATING THEATRE Ramahwati, Aulia; Osly, Prima Jiwa
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 2 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i2.7853

Abstract

Pembangunan rumah sakit khususnya ruang operasi dibangun dengan spesifikasi khusus yang sesuai dengan peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. maka dari itu dilakukan perencanaan pekerjaan ruang operasi ini menggunakan sistem Modular Operating Theatre (MOT). Perencanaan pekerjaan ruang MOT bertujuan untuk menghasilkan estimasi biaya dan penjadwalan pembangunan ruang MOT. Dengan material ruang MOT yang akan ditinjau yaitu dari material dinding yang terbuat dari sandwich panel dan stainless steel, yang selanjutnya akan dilakukan analisa terkait material tersebut. Penelitian ini menggunakan data denah PERMENKES RI No 40 tahun 2022, AHS dari PERMEN PUPR No 1 tahun 2022, dan DHS dari PERGUB DKI Jakarta No 1 tahun 2020. Setelah data didapatkan dilakukan Perencanaan terkait estimasi biaya dan penjadwalan ruang MOT sandwich panel dan ruang MOT stainless steel, modelling menggunakan aplikasi revit dengan pendekatan BIM, selanjutnya hasil modelling akan mengeluarkan volume pekerjaan. Selanjutnya menyusun Bill of Quantity (BOQ). BOQ ini nantinya akan dihitung biaya per meter persegi dalam rekapitulasi harga. Perencanaan jadwal dengan kurva s dan Precedence Diagramming Method (PDM) dengan bantuan Microsoft Excel dan Microsoft Project dengan membuat WBS, menghitung produktivitas, lalu menghitung durasi pekerjaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa estimasi biaya yang dilakukan dengan pendekatan BIM melalui Revit untuk ruang MOT sandwich panel sebesar Rp. 177.474.090,47 dan untuk ruang MOT stainless steel sebesar Rp. 173.290.235,24. Dan untuk estimasi waktu pekerjaan ruang MOT sandwich panel sebesar 7 hari, sedangkan untuk pelaksanaan pekerjaan ruang MOT stainless steel sebesar 14 hari. Hasil analisa perbandingan dindingnya yang mempunyai kelebihan, pada dinding sandwich panel kemudahan pada proses instalasi dan kelebihan properti isolasi termal. Sedangkan dinding stainless steel mempunyai kelebihan anti korosi dan kemudahan pada pemeliharaan material konstruksinya.