cover
Contact Name
Fadli Kurnia
Contact Email
fadli.kurnia@univpancasila.ac.id
Phone
+6221-7864730
Journal Mail Official
Jurnal.artesis@univpancasila.ac.id
Editorial Address
Department of Civil Engineering 3rd Floor at Faculty of Engineering Building Lenteng Agung Raya St, Srengseng Sawah, Jagakarsa, South Jakarta, DKI Jakarta 12640
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Artesis
Published by Universitas Pancasila
ISSN : 28096231     EISSN : 28094441     DOI : https://doi.org/10.35814/artesis
Artesis Journal is scientific journal published periodically every 6 (six) months (in May and November) by Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering - Universitas Pancasila. It contains papers related to student or student-lecturer research activities. Artesis Journal has an area of expertise consisting of Structural Engineering, Construction Engineering & Management, Geotechnical Engineering, Water Resources Engineering, and Transportation Engineering.
Articles 183 Documents
EVALUASI PERENCANAAN PERSEDIAAN MATERIAL MENGGUNAKAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLAN (MRP) Affan Harytsyah; Ayu Herzanita
Jurnal ARTESIS Vol 1 No 2 (2021): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v1i2.3220

Abstract

Bahan material adalah faktor utama konstruksi merupakan salah satu bagian dari input yang memerlukan manajemen secara khusus. Manajemen material dilakukan untuk mendapatkan ketepatan saat konstruksi dilakukan, yaitu ketepatan waktu, ketepatan jumlah, serta ketepatan biaya. Secara umum penelitian ini bermaksud untuk mengetahui perencanaan persediaan material dengan metode material requirement plan dengan tujuan untuk menentukan teknik yang paling tepat dalam menentukan ukuran pemesanan (lot size) serta untuk mendapatkan total biaya persediaan material yang paling optimum. Biaya persediaan yang dihitung meliputi biaya pembelian, biaya pemesanan, dan biaya penyimpanan material. Pada proyek pembangunan KCU BCA Panakukkang – Makassar dalam menentukan total biaya persediaan yang paling optimum menggunakan tiga teknik MRP yaitu teknik Lot For Lot, teknik Economic Order Quantity, teknik Fixed Period Requirement. Dari ketiga teknik tersebut, teknik Lot for Lot yang merupakan teknik paling efektif dan efisien ditinjau dari segi biaya dengan total biaya persedian material beton yaitu sebesar Rp. 3.987.750.142, total biaya persediaan material besi yaitu sebesar Rp. 6.479.930.144, dan total biaya persediaan material bekisting yaitu sebesar Rp. 1.625.674.290. dan juga teknik penentuan ukuran pemesanan (lot size) yang sesuai dengan jumlah kebutuhan di lapangan sehingga menyebakan jumlah material tidak mengalami sisa. Penerapan teknik ini memerlukan kontrol atas penggunaan material yang sangat baik.
PENGARUH PENGGUNAAN STYRENE BUTADIENE RUBBER TERHADAP SIFAT MEKANIS BETON Glann Millen Simbolon; Jonbi
Jurnal ARTESIS Vol 1 No 2 (2021): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v1i2.3221

Abstract

Dalam pengembangan teknologi konkret yang beroprasi dengan persyratan kebutuhan darat, salah satu permintaan ini adalah bagaimana meningkatkan sifat konkret yang rapuh, dalam perkembangannya, namun beton sudah mulai menggunakan bahan subtitusi untuk mengurangi sifat rapuh beton. Bahan subtitusi adalah bahan yang dapat menggantikan bahan beton dengan kumpulan halus, agregat kasar dan semen dengan bahan lainnya. Selain menjadi salah satu bahan penting pada dunia industri, karet alam juga merupakan salah satu bahan tambah pilihan dalam pembuatan campuran beton, hal ini disebabkan karena sifatnya yang fleksibel sehingga dapat meningkatkan daktilitas beton. Penggunaan bahan tambah Styrene Butadiene Rubber ini diharapkan dapat meningkatkan sifat mekanis beton (kuat tekan, kuat tarik, dan kuat lentur). Selain itu, akan berguna untuk memberikan nilai tambah bagi komoditas karet yang belum dimanfaatkan secara optimal khususnya sebagai bahan bangunan. Dalam penelitian ini melakukan pembuatan beton dengan penambahan Styrene Butadiene Rubber dengan variasi tambahan 0%, 25%, 30%, 35%, dan 40% dari jumlah air yang digunakan. Metode yang digunakan dalam pembuatan beton berbentuk silinder ukuran 10x20 cm untuk masing-masing pengujian kuat tekan dan kuat tarik dan balok ukuran 60x15x15 cm untuk pengujian kuat lentur. Mutu beton yang akan direncanakan adalah 25 Mpa dan akan mengalami pengujian pada umur 7, 14 dan 28 hari. Pemakaian Styrene Butadiene Rubber sebesar 25% menaikkan nilai kuat tekan menjadi 411.51 kg/cm2 pada umur 28 hari.
PENGGUNAAN FILLER ABU SERBUK KAYU KELAPA PADA ASPAL BETON AC-WC Laurensius M. Da Gomez; Wita Meutia
Jurnal ARTESIS Vol 1 No 2 (2021): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v1i2.3222

Abstract

Jalan adalah salah satu prasarana transportasi yang sangat penting pada kemajuan dan pembangunan untuk kehidupan masyrakat. Struktur perkerasan jalan mempunyai peran penting dalam memberi pelayanan yang optimal agar masyrakat dapat menikmati jalan dengan nyaman dan cepat agar sampai dengan tempat tujuan agar dapat tercipta pemerataan pembangunan. Pada spefikasi ini adalah adalah lapisan aspal beton (laston) atau asphalt concrete (AC). Lapisan Asphalt Concrete –Wearing Course (AC-WC) adalah lapisan paling atas yang terdiri dari strukutur pekerasan jalan raya yang berhubungan langsung dengan kendaraan dan mempunyai strutur paling halus. Bahan utama penyusun pekerasan jalan adalah agregat kasar, agregat halus, aspal dan bahan pengisi atau filler. Pemakaian bahan filler dengan berat jenis yang lebih kecil dibandingkan dengan berat jenis agregat kasar dan agregat halus dapat menyebabkan campuran menjadi kurang aspal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kadar Aspal Optimal penggunaan abu serbuk kayu sebagai bahan pengganti filler di dalam campuran aspal AC-WC. Dalam penelitian ini direncanakan campuran serbuk abu kelapa sebagai penambah bahan filler dengan masing masing campuran sebesar 50% dan 80% abu serbuk kelapa. Dari hasil penelitian diperoleh nilai kinerja campuran aspal pada kadar aspal optimum (KAO) ditinjau dari keenam nilai karakteristik marshall, yaitu nilai VIM, VMA, VFB, Stabilitas, Flow dan Marshall Quotient, Filler 50% abu serbuk kayu kelapa memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan campuran filler 80% abu serbuk kayu kelapa.
ANALISIS DAMPAK VARIATION ORDER TERHADAP RENCANA ANGGARAN BIAYA PROYEK Rudi Dwi Septian; Ayu Herzanita
Jurnal ARTESIS Vol 1 No 2 (2021): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v1i2.3223

Abstract

Variation order dalam proyek konstruksi bisa berupa penambahan atau pengurangan yang berdampak pada volume pekerjaan dalam kontrak, penambahan atau pengurangan jenis pekerjaan, dan perubahan spesifikasi sesuai kebutuhan dilapangan. Perubahan-perubahan ini berpengaruh pada nilai akhir proyek. Oleh karena itu tujuan penelitian ini untuk mengetahui penyebab, dampak dan solusi terhadap kinerja biaya Variation Order pada proyek Holland Village Jakarta Paket Pekerjaan MEP Services – Apartment 2. Metode yang dilakukan dengan mengumpulkan data primer dari kuisioner dengan stakeholder proyek tersebut dan data sekunder dari PT. Lantera Sejahtra Indonesia untuk di olah menjadi sebuah variation order yang mempengaruhi kinerja biaya proyek. Dari hasil analisis variation order paket pekerjaan MEP Services didapat total variation order proyek Holland Village Jakarta paket pekerjaan MEP Services – Apartment 2 sebesar Rp 619,803,100.- dan berpengaruh terhadap nilai keseluruhan proyek Holland Village Jakarta paket pekerjaan MEP Services – Apartment 2 sebesar 1.107% dari nilai awal atau Rp 56.619.803.100.- dengan kontrak awalnya adalah Rp 56.000.000.000.-
ANALISIS STRUKTUR ATAS PADA SKY HOUSE APARTMENT ALAM SUTERA BERDASARKAN SNI 2847-2019 DAN SNI 1726-2019 Riani Sudono; Fadli Kurnia
Jurnal ARTESIS Vol 1 No 2 (2021): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v1i2.3225

Abstract

Pembangunan hunian apartemen mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dikarenakan tingginya minat masyarakat di bidang investasi hunian, serta properti menjadi salah satu latar belakang dibangunnya Sky House Apartment, Alam Sutera Tangerang dengan total lantai sebanyak 39 lantai terdiri dari 1 lantai basement + 38 lantai dan roof. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dimensi serta penulangan dari struktur bangunan Sky House Apartment Alam Sutera serta untuk melakukan perhitungan beban gempa dengan menggunakan analisa beban gempa SNI 1726-2019. Dalam analisa struktur bangunan apartemen dibantu dengan menggunakan software SAP 2000 v22 untuk mencari gaya dalam. Dari analisis yang telah dilakukan, analisa respon spektrum di peroleh nilai geser static ekivalen V = 8.397.008.48 kN. Didapatkan nilai gaya geser dasar arah X dan gaya geser dasar arah Y yang dihasilkan SAP 2000 sudah sesuai yakni Fx pada Ex kondisi Max sama dengan Fy pada Ey Kondisi Max = 839700.48 kN. Dimensi struktur pelat diperoleh sebesar 12cm untuk tebal pelat lantai basement hingga lantai 38, serta pelat lantai dengan tebal 15cm untuk pelat lantai atap apartemen. Pada kedua jenis pelat diperoleh tulangan arah x-x dan arah y-y tulangan Ø22 – 250mm dengan fy tulangan 420 Mpa. Dimensi struktur balok diperoleh ukuran 600x900 mm dengan tulangan longitudinal 3D32 untuk arah lapangan dan tumpuan serta tulangan transversal D25-150mm untuk lapangan dan tumpuan. Dimensi struktur kolom diperoleh ukuran 600x1200 mm dengan tulangan longitudinal D32 untuk arah lapangan dan tumpuan serta tulangan transversal D25- 200mm untuk lapangan dan tumpuan.
ANALISIS BIAYA DAN WAKTU PROYEK DALAM PROSES KINERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE EARNED VALUE Wiby Iyan Pamungkas; Azaria Andreas
Jurnal ARTESIS Vol 1 No 2 (2021): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v1i2.3226

Abstract

Proyek Proyek Rancang Bangun Rumah Susun Stasiun Pondok Cina dijadwalkan harus selesai dalam kurun waktu 172 minggu dengan nilai kontrak Rp. 434.000.000.000,-. Dengan adanya batasan waktu dan biaya diperlukan pengendalian yang baik dan matang. Akan tetapi sebelum dilakukan pengendalian perlu diketahui terlebih dahulu kinerja proyek yang telah berlangsung. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Hasil pengukuran kinerja pada pelaksanaan proyek serta faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan atau kemajuan proyek. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Earned Value yang didalamnya memadukan unsur biaya dan waktu serta prestasi fisik pekerjaan. Data yang didapat dari proyek antara lain Time Schedule proyek, Rencana Anggaran Biaya (RAB), laporan mingguan proyek dan biaya aktual, kemudian dilakukan analisa biaya, jadwal, varians dan indeks performansi dengan memaparkan masalah-masalah yang muncul pada saat penelitian. Dari hasil analisa diketahui bahwa biaya yang dikeluarkan sesuai dari biaya yang dianggarkan ditunjukkan dengan nilai CPI = 1 dan waktu pelaksanaan lebih lambat dari jadwal rencana ditunjukkan dengan nilai SPI = 0,4650 . Hasil perhitungan perkiraan biaya akhir proyek sebesar Rp.434.000.026.765 menunjukkan bahwa proyek mengalami keterlambatan lebih dari 172 minggu yang direncanakan.
ANALISA TEGANGAN REGANGAN PADA BALOK DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE ABAQUS CAE V6.14 Resti Nur Arini; Reflangga Pradana
Jurnal ARTESIS Vol 1 No 2 (2021): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v1i2.3227

Abstract

Beton bertulang ialah gabungan dari dua tipe bahan, yaitu beton polos yang mempunyai kuat tekan yang besar akan tetapi kuatan tariknya rendah, serta batang baja yang ditanamkan didalam beton yang bisa membagikan kekuatan Tarik yang dibutuhkan. Misalnya tulangan baja yang diletakan pada wilayah tarik di struktur balok. Pada umumnya balok untuk menahan beban mati dan beban hidup suatu bangunan harus memiliki struktur yang baik untuk menerima beban yang bekerja. Oleh karena itu balok sebagai penyalur beban mati dan beban hidup bangunan ke kolom harus dibuat dengan perhitungan yang baik. Besarnya tegangan pada sebuah beton adalah perbandingan antara gaya tarik yang berkerja pada beton terhadap luas penampang beton tersebut. Sedangkan regangan merupakan perubahan relative ukuran beton yang mengalami tegangan. Regangan dapat didefinisikan sebagai perbandingan antara pertambahan panjang beton saat mula-mula. Analisa tegangan regangan dilaukan menggunakan program aplikasi Finite Element Analysis. Program yang akan digunakan dalam analisa ini adalah ABAQUS CAE V6.14. Hasil oenelitian ini didapat nilai tegangan maksimum balok beton sebesar 0.352748 Kn/m2, nilai regangan maksimum balok beton sebesar 0.00000352074, dan nilai displacement yang terjadi pada balok beton sebesar 0,003492 m. Sedangkan nilai tegangan maksimum H beam sebesar 0.74088 Kn/m2, regangan maksimum yang terjadi adalah 0.00000814532, dan displacement yang terjadi pada H beam sebesar 0,001596 m.
IDENTIFIKASI POTENSI PENGEMBANGAN KONSEP MIXED USE PADA RENCANA TERMINAL TIPE A SINGKAWANG Mansur Oktayasa; Herawati Zetha
Jurnal ARTESIS Vol 1 No 2 (2021): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v1i2.3228

Abstract

Di Indonesia terdapat banyak sekali terminal tipe A yang telah dibangun dan memiliki fasilitas yang memumpuni, tetapi terdapat juga beberapa faktor yang menyebabkan terminal belum bisa menjadi pilihan utama masyarakat. Salah satunya dikarenakan akses penunjang menuju ke terminal tersebut dan lokasi terminal yang terlalu jauh dari pusat kota. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengidentifikasi isu dan potensi apa saja yang dapat diterapkan pada rencana Terminal Tipe A Singkawang dan mengidentifikasi penerapan konsep mixed use building yang dapat diterapkan pada rencana Terminal Tipe A Singkawang yang nantinya akan mampu meningkatkan minat masyarakat menggunakan terminal tersebut. Data yang diperoleh pada penelitian ini adalah data primer yang didapat dari wawancara terstruktur bersama BPTD IV Pontianak dan Dinas Perhubungan Kota Singkawang, dan data sekunder meliputi letak geografis, eksisting lokasi penelitian, data ATTN 2011, serta beberapa faktor lainnya yang harus diperhatikan dalam penelitian ini. Adapun metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Furness dan metode analisi SWOT. Metode Furness digunakan untuk menghitung proyeksi pergerakan penumpang dimasa yang akan datang, sedang kan metode analisis SWOT digunakan untuk mengolah hasil dari wawancara tersebut yang dibagi menjadi empat faktor, yaitu kekuatan dan kelemahan yang terdapat di lokasi studi serta peluang dan ancaman yang berpengaruh terhadap lokasi studi. Hasil dari penelitian ini berupa isu dan potensi yang dapat diterapkan pada Terminal Tipe A Singkawang dan rekomendasi konsep mixed use building yang dapat diterapkan pada rencana terminal Tipe A Singkawang yang nantinya akan mampu meningkatkan minat masyarakat menggunakan terminal tersebut
ANALISIS PENYEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU PADA KAWASAN PADAT PENDUDUK DI KOTA BOGOR KECAMATAN BOGOR TENGAH Dwi Putri Ananda; Irfan Ihsani
Jurnal ARTESIS Vol 1 No 2 (2021): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v1i2.3229

Abstract

Kota Bogor terdiri dari lima Kecamatan termasuk Kecamatan Bogor Tengah. Kecamatan Bogor Tengah merupakan kawasan terpusat dari lima Kecamatan lainya dengan pusat transpotasi utama. Kepadatan penduduk menjadi latar belakang penelitian ini dengan membandingkan kebutuhan dan ketersedian RTH di kawasan tersebut, juga mendukung program Pemerintah Kota yaitu Bogor Green City. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantatif dengan menggambarkan suatu keadaan wilayah berdasarkan data survey interpretasi citra 2021 didukung dengan Dokumentasi lapangan sesuai dengan jenis, luas, dan sebaran potensi RTH serta metode perhitungan. Analisis kebutuhan RTH berdasarkan luas wilayah, jumlah dan kepadatan penduduk dengan kebutuhan oksigenya (O2). masing-masing kebutuhan RTH dihitung berdasarkan UU No.26 Tahun 2007 untuk luas wilayah, PERMEN PU No.05/PRT/m/2008 untuk kebutuhan RTH seluas 20 m2/jiwa untuk kebutuhan dan kepadatan penduduk, dan metode Gerakis (2003) untuk menghitung kebutuhan luas RTH berdasarkan kebutuhan oksigen (O2) dibantu dengan apliksi software ArcGis 10.2.2. Hasil temuan penelitian ini, yaitu : 1) Kebutuhan RTH di Kecamatan Bogor Tengah berdasarkan luas wilayah sebesar 234,4 Ha atau 30% dari kebutuhan luas RTH, 2) Kebutuhan RTH berdasarkan jumlah dan kepadatan penduduk sebesar 237.95 Ha dalam sepuluh tahun kedepan (2030), 3) Kebutuhan RTH berdasarkan oksigen (O2) pada sepuluh tahun kedepan (2030) sebesar 92.559,9 kg/hari (jumlah penduduk), 1.565 kg/hari (hewan ternak), dan 5.001.109,5 kg/hari (jumlah dan jenis kendaraan). Keseluruhan hasil analisis penelitian membuktikan bahwa kebutuhan RTH berdasarkan kebutuhan O2 sudah tercukupi, bahkan sisa kebutuhan luasan eksiisting dapat lebih dimanfaatkan, namun untuk kebutuhan RTH berdasarkan luas wiayah hampir tercukupi perlu penambahan 2% dari total luas wilayah RTH 30% sebesar 11,49 Ha.
IDENTIFIKASI PENYEBAB COST OVERRUNS PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG PADA KONTRAKTOR SWASTA Alya Rahmadanty Jaya; Akhmad Dofir
Jurnal ARTESIS Vol 1 No 2 (2021): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v1i2.3230

Abstract

Proyek konstruksi di kota besar pernah mengalami terjadinya cost overruns pada saat pembangunan konstruksi, banyak hal yang dapat menyebabkan cost overruns tersebut mulai dari biaya, pelaksanaan dan hubungan kerja, mengenai aspek dokumen proyek, material, tenaga kerja, peralatan, keuangan proyek, waktu pelaksanaan proyek, dan lingkungan alam proyek. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis hasil identifikasi penyebab cost overruns proyek konstruksi gedung pada kontraktor swasta berupa faktor dominan yang terjadi. Metode yang digunakan adalah dengan skala likert dan kuisioner. Hasil penelitian kemudian dianalisis secara analisa deskriptif. Dari hasil penelitian teridentifikasi bahwa terdapat 5 (lima) aspek yang paling dominan penyebab cost overruns yaitu : estimasi biaya proyek, pelaksanaan dan hubungan kerja di proyek, aspek dokumen-dokumen proyek, aspek keuangan proyek, dan waktu pelaksanaan proyek. Yang menjadi peringkat tertinggi dari faktor penyebab berdasarkan penelitian adalah tidak memperhitungkan biaya yang tidak terduga dengan mean 4,10 dan persentase sebesar 2,33%; ketidaktepatan estimasi biaya dengan mean 4,00 dan persentase sebesar 2,28%; terjadi banyak pengulangan pekerjaan dikarenakan mutu yang kurang bagus dengan mean 4,00 dan persentase sebesar 2,28%; penjadwalan yang kurang baik/tidak teratur dengan mean 4,00 dan persentase sebesar 2,28%; kontrol dan kualitas pada aspek-aspek dokumen dengan mean 3,90 dan persentase sebesar 2,22%; pembayaran tidak tepat waktu dengan mean 3,90 dan persentase sebesar 2,22%.

Page 3 of 19 | Total Record : 183