cover
Contact Name
Fadli Kurnia
Contact Email
fadli.kurnia@univpancasila.ac.id
Phone
+6221-7864730
Journal Mail Official
Jurnal.artesis@univpancasila.ac.id
Editorial Address
Department of Civil Engineering 3rd Floor at Faculty of Engineering Building Lenteng Agung Raya St, Srengseng Sawah, Jagakarsa, South Jakarta, DKI Jakarta 12640
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Artesis
Published by Universitas Pancasila
ISSN : 28096231     EISSN : 28094441     DOI : https://doi.org/10.35814/artesis
Artesis Journal is scientific journal published periodically every 6 (six) months (in May and November) by Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering - Universitas Pancasila. It contains papers related to student or student-lecturer research activities. Artesis Journal has an area of expertise consisting of Structural Engineering, Construction Engineering & Management, Geotechnical Engineering, Water Resources Engineering, and Transportation Engineering.
Articles 183 Documents
ANALISIS STRUKTUR BERDASARKAN PENERAPAN SNI 1726-2019 DAN SNI 2847-2019 PADA BANGUNAN FEMALE APARTEMENT UNIVERSITAS ISLAM INTERNASIONAL INDONESIA Aditya Indra Surya Pratama; Jonbi
Jurnal ARTESIS Vol 2 No 1 (2022): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v2i1.3754

Abstract

Negara kepulauan Indonesia merupakan wilayah yang diapit oleh lempeng samudera dan lempeng darat yang menyebabkan kedua lempeng bumi tersebut seringkali bertumbukan. Tumbukan tersebut selain menyebabkan negara Indonesia menjadi wilayah yang rawan gempa namun juga menyebabkan banyak adanya gunung api di wilayah negara Indonesia. Penelitian terkait kegempaan yang ada di Indonesia terus berkembang. Hal tersebut menghasilkan beberapa point seperti peta bahaya gempa yang baru dan juga beberapa peraturan terbaru terkait perencanaan bangunan tahan gempa. Hal ini menyebabkan proses perencanaan bangunan gedung harus mengikuti peraturan terbaru yang berlaku. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan SNI yang akan diterapkan, menganalisis kebutuhan dimensi struktur, menganalisis kebutuhan penulangan struktur, serta menganalisis perkuatan struktur yang diperlukan akibat penerapan SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019 pada suatu bangunan. Metode penelitian yang digunakan yaitu penulis melakukan studi literatur perubahan SNI 1726:2012 dan SNI 2847:2013 menjadi SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019 yang akan digunakan dalam anasilisis struktur, kemudian penulis melakukan perencanaan struktur dengan dua versi SNI yang berbeda hingga diperoleh penulangan sturktur dan menganalisis perkuatan strukturnya. Hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu menunjukkan bahwa adanya beberapa perbedaan peta gempa yang digunakan pada SNI 1726:2012 dan SNI 1726:2019, adanya perbedaan parameter – parameter dalam SNI 1726:2012 dan SNI 1726:2019 yang menyebabkan adanya peningkatan gaya yang bekerja pada struktur yang kemudian mempengaruhi kebutuhan penulangan pada struktur. Perencanaan struktur harus dilakukan dengan mengikuti SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019, untuk bangunan eksisting yang telah dibangun berdasarkan SNI 1726:2012 dan SNI 2847:2013 maka perlu dilakukan pengkajian kembali atau assessment untuk mengetahui kondisi bangunan eksisting terhadap perkembangan kegempaan di Indonesia.
PENGARUH AKSESIBILITAS TERHADAP PENGGUNA TRANSPORTASI KERETA COMMUTER LINE, STASIUN SUDIMARA Nahda Nadia Al Aulia; A.R. Indra Tjahjani
Jurnal ARTESIS Vol 2 No 1 (2022): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v2i1.3755

Abstract

Kota Tangerang Selatan yang merupakan wilayah penyangga ibukota negara memiliki 3 pintu masuk utama yaitu jalan tol BSD - Pondok Indah, Tol JORR 2 Cinere - Kunciran dan kereta commuter line. Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor baik kendaraan pribadi dan terutama kendaraan umum dengan daya angkut kecil, serta pertumbuhan ruas jalan yang terbatas menyebabkan terjadinya kemacetan. Dengan peningkatan jumlah kendaraan yang sangat cepat, maka perlu upaya untuk mengurangi lalu lintas di jalan, dengan cara menyediakan fasilitas transportasi massal salah satunya kereta commuter line, namun minat masyarakat masih kurang dalam menggunakan angkutan umum khususnya kereta commuter line. Salah satu aspek penting yang memengaruhi minat penumpang terhadap keseluruhan perjalanan menggunakan kereta commuter line adalah aksesibilitas stasiun. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kepuasan, atribut aksesibilitas dan frekunesi pengalaman negatif pengguna terhadap aksesibilitas kereta commuter line di Stasiun Sudimara dengan bantuan aplikasi SPSS 22. Sedangkan metode untuk menganalisa menggunakan metode importance performance analysis (IPA) dan regresi ordinal logit. Dari hasil analisa, faktor yang harus diperhatikan dan diperbaiki bagi pengguna kendaraan yaitu tempat naik dan turun penumpang dan jalur untuk pengguna kendaraan sedangkan untuk faktor yang harus diperbaiki dan diperhatikan bagi pejalan kaki yaitu fasilitas untuk pejalan kaki, dan pencahayaan di tempat naik dan turun penumpang. untuk hasil analisa, faktor yang harus diperhatikan dan diperbaiki terhadap atribut aksesibilitas yaitu papan informasi, petunjuk arah dan pencahayaan di tempat naik dan turun penumpang. sedangkan untuk hasil analisa frekuensi pengalaman negatif dalam perjalanan menuju Stasiun Sudimara atribut yang berpengaruh yaitu jarak dan waktu tempuh.
ESTIMASI BIAYA STRUKTUR BANGUNAN MENGGUNAKAN BIM (BUILDING INFORMATION MODELLING) Refina Putri Anggraini; Ayu Herzanita
Jurnal ARTESIS Vol 2 No 1 (2022): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v2i1.3756

Abstract

Penggunaan BIM sebagai bagian dari inovasi pada proses pelaksanaan proyek diharapakan dapat membantu meminimalisir terjadinya penyebab cost overrun dalam pelaksanaan proyek konstruksi bangunan gedung khusunya di Indonesia, terutama pada pekerjaan struktur. Penggunaan BIM di Indonesia pada estimasi biaya konstruksi hanya terbatas untuk menghitung volume item pekerjaan. Salah satu aplikasi BIM yang digunakan untuk menghitung estimasi biaya pekerjaan struktur bangunan gedung yaitu menggunakan software Revit. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung estimasi biaya pekerjaan struktur bangunan gedung menggunakan BIM dengan memasukkan parameter baru ke dalam software BIM. Metode yang digunakan dalam penelitian terdiri dari input parameter, permodelan BIM dan perhitungan estimasi biaya pekerjaan struktur. Struktur yang dianalisis adalah struktur atas yang terdiri atas kolom, shear wall, balok dan pelat lantai. Pekerjaan struktur tersebut dimulai dari pekerjaan bekisting, penulangan dan pembetonan. Parameter input BIM akan memudahkan dalam menghitung volume dan estimasi biaya pekerjaan struktur dengan memasukkan analisa harga satuan pada setiap pekerjaan. Dari hasil perhitungan menggunakan BIM Total biaya yang dibutuhkan yaitu Rp 58,209,865,868,-.
ANALISIS KONDISI KERUSAKAN PERMUKAAN JALAN PADA PERKERASAN LENTUR DENGAN METODE PCI (PAVEMENT CONDITION INDEX) Muhamad Aldinnur Biriansyah; Achmad Hermanto Dardak
Jurnal ARTESIS Vol 2 No 1 (2022): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v2i1.3757

Abstract

Jalan merupakan prasarana darat penunjang untuk memudahkan transportasi guna mencapai peningkatan ekonomi, politik, informasi, dan sosial serta budaya pada satu wilayah ke wilayah lain. Jalan dalam pengelolaan serta penggunaannya dibagi ke beberapa jenis, fungsi dan kelas. Pada kondisi sekarang laju peningkatan volume kendaraan sudah sangat pesat sehingga penurunan kualitas jalan tidak dapat terhindari. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan kecelakaan dan menghambat laju distribusi barang maupun jasa disuatu daerah. Ruas Jalan Pasteur – Dr Djundjunan dipilih sebagai objek penelitian dengan panjang 2,77 Km karena merupakan jalan nasional dengan kelas arteri primer yang secara desain mampu menahan MST 10 Ton, dan juga merupakan jalan utama dari dan ke Jakarta – Bandung karena terintegrasi dengan Jalan Tol Cipularang. Untuk mengetahui kondisi jalan diperlukan adanya survei, salah satunya yaitu menggunakan metode visual terhadap jenis dan tingkat kerusakan dengan metode PCI (Pavement Condition Index) hingga nantinya diketahui rating kondisi suatu ruas jalan sehingga dapat mengetahui treatment yang sesuai. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa rata-rata nilai indeks kondisi perkerasan Ruas Jalan Pasteur – Dr Djundjunan mendapat rating kondisi nilai PCI 86,40 dengan kategori Sempurna (Excellent). Penelitian dilakukan dengan sampel per 200 m yang terbagi masing-masing jalur (normal dan opposite) dari STA 0+000 – STA 2+830 dan didapatkan hasil jenis kerusakan yaitu retak buaya, retak memanjang/ melintang, lubang, tambalan, dan pelepasan butir sepanjang ruas. Kerusakan pada umumnya yang terjadi adalah jenis pelepasan butir sebanyak 21,72% dari luasan total ruas. Rekomendasi penanganan untuk kerusakan yang terjadi bermacam-macam sesuai dengan tabel per segmen yang ditinjau, namun secara garis besar dapat dilakukan treatment dengan cara melakukan perawatan lapis permukaan, penutupan retakan, serta perataan pada jalan.
ANALISIS EFEKTIVITAS PENGGUNAAN SANDWICH PANEL DAN BATA RINGAN TERHADAP PROYEK PENANGANAN COVID-19 Esa Putera Wibawa; Akhmad Dofir
Jurnal ARTESIS Vol 2 No 1 (2022): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v2i1.3758

Abstract

Efektivitas dalam pemilihan material pada proyek konstruksi mempunyai dampak yang besar terhadap penggunaan biaya yang dikeluarkan selama masa konstruksi. Mutu yang dipakai harus sesuai dengan standar berdasarkan fungsi bangunan dan mempunyai kualitas yang berstandar nasional. Waktu pelaksanaan pada proyek konstruksi proyek tanggap darurat yang mengharuskan pekerjaan cepat selesai sesuai dengan yang diharapkan yang tercantum dalam kontrak harus dirancang dan direncanakan dengan matang. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan memilih penggunaan material yang efektif untuk proyek tanggap darurat. Metode yang dilakukan adalah dengan menganalisa pemilihan dua material berbeda ditinjau dari segi biaya, mutu dan waktu. Dengan ketiga metode tersebut yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan data primer yang didapat melalui proyek studi kasus ini yaitu Ged.Kiara Lantai 8,9, dan 10 RS. Cipto Mangunkusumo – Jakarta. Selain data primer yang kita dapat dan diolah kembali, ada data sekunder yang kita harus dapatkan untuk dokumen pendukung penelitian. Analisa yang sudah dilakukan didapatkan biaya yang harus dikeluarkan menggunakan dua material, apabila menggunakan material sandwich panel membutuhkan biaya sebesar Rp. 53.784.547.484,092, sedangkan menggunakan material bata ringan membutuhkan biaya sebesar Rp.72.791.592.342,360. Ditinjau dari segi mutu material sandwich sesuai dengan fungsi bangunan, mempunyai kualitas, dan keawetan yang lebih dari penggunaan material bata ringan, namun tidak menutup kemungkinan material bata ringan itu digunakan untuk proyek tanggap darurat ini dengan menyesuaikan biaya yang tersedia. Ditinjau dari segi waktu dengan metode kurva s dan predance diagram methode didapatkan apabila menggunakan material sandwich panel membutuhkan waktu 47 hari kalender, sedangkan menggunakan material bata ringan membutuhkan waktu 91 hari kalender.
ANALISIS KINERJA RUAS JALAN PERKOTAAN MENGGUNAKAN MKJI 1997 Irena Faradila; Imam Hagni Puspito
Jurnal ARTESIS Vol 2 No 1 (2022): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v2i1.3759

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar kinerja jalan tersebut pada tahun 2020, apakah fungsi jalan tersebut sudah memenuhi syarat baik ditinjau dari volume kendaraan, kapasitas, dan kecepatan. Diperlukan data volume kendaraan, dan kecepatan yang akan digunakan dalam analisis data. Untuk mendapatkan data tersebut dilakukan survei lapangan langsung selama tiga hari (senin, rabu, sabtu) dan dilakukan pada jam puncak yaitu jam 07.00 – 09.00, jam 17.00 – 19.00, serta 11.00 – 13.00 khusus hari minggu. Dari data survei pada jalan tersebut oleh Dinas Perhubungan pada tahun 2019 didapat volume kendaraan sebesar 4275 kendaraan/jam dan DS 0,941 sedangkan dari hasil survei lapangan langsung pada tahun 2020 didapat volume kendaraan sebesar 4430 kendaraan/jam dan DS 0,93. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis mengenai solusi untuk meningkatkan kinerja jalan tersebut, seperti pengelolaan hambatan samping, pelebaran bahu jalan, hingga pelebaran ruas jalan. Dari hasil beberapa solusi untuk jalan Raya Sawangan 2 mengalami kenaikan khususnya dari segi kapasitas yang semula 2321 smp/jam dapat mencapai 2929 smp/jam dengan nilai DS 0,62 dan dengan cara menggunakan analisis regresi linier untuk pertumbuhan lalu lintas maka solusi tersebut akan dapat bertahan dengan nilai DS ≤ 0,75 selama 8 tahun
ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA MUTU DAN WAKTU ANTARA METODE PRECAST DAN CAST IN SITU PADA PEKERJAAN SALURAN Simon Refor; Azaria Andreas; Nuryani Tinumbia
Jurnal ARTESIS Vol 2 No 1 (2022): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v2i1.3760

Abstract

Drainase merupakan hal yang penting pada suatu bangunan konstruksi karena berfungsi untuk mengalirkan air permukaan ke badan air dan atau bangunan resapan sehingga tidak terjadi genangan pada bangunan konstruksi. Pada pekerjaan saluran terdapat dua metode yang biasa digunakan pada proyek konstruksi yaitu metode precast dan cast in situ. Proyek konstruksi sudah terbiasa dengan metode precast karena keuntungan yang diberikan berupa waktu pekerjaannya tidak lama. Beberapa proyek konstruksi menggunakan metode cast in situ pada pekerjaan saluran karena biaya yang di keluarkan cukup murah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbandingan metode precast dan cast in situ pada pekerjaan saluran dari segi biaya waktu dan mutu serta memberikan saran metode yang efektif untuk diterapkan pada pekerjaan saluran. Data primer berupa informasi dari pekerja di proyek dan data sekunder berupa denah saluran serta schedule proyek. Dari data tersebut dilakukan analisis untuk mendapatkan jumlah biaya, durasi pekerjaan serta pengendalian mutu terhadap dua metode tersebut. Dari hasil analisis didapatkan bahwa pekerjaan saluran menggunakan metode cast in situ biaya yang dikeluarkan adalah Rp. 392.035.000 dengan durasi pekerjaan 480 hari dan perlunya pengawasan lebih dalam pengendalian mutu karena proses setiap pekerjaan dilakukan di proyek. Sedangkan hasil analisis pekerjaan saluran menggunakan metode precast biaya yang dikeluarkan Rp. 796.152.000 dengan durasi pekerjaan 140 hari dan pengendalian mutu yang lebih sederhana karena proses fabrikasi dilakukan di pabrik.
IDENTIFIKASI PARAMETER INPUT ESTIMASI BIAYA PADA BIM (BUILDING INFORMATION MODELING) Adam Malik Alam Putra; Ayu Herzanita
Jurnal ARTESIS Vol 2 No 1 (2022): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v2i1.3761

Abstract

BIM merupakan salah satu teknologi di bidang AEC (Architecture, Engineering and Construction) yang mampu mensimulasikan informasi berupa representasi digital dari karakteristik fisik dan fungsional dari suatu bangunan yang di dalamnya terkandung semua Informasi mengenai elemen-elemen bangunan tersebut yang digunakan sebagai basis pengambilan keputusan dalam kurun waktu siklus umur mulai dari konsep hingga demolisi. Salah satu kegunaan BIM adalah untuk memudahkan dalam perhitungan estimasi biaya. Sehingga pada penelitian ini akan mengindentifikasi parameter yang akan digunakan sebagai input pada BIM untuk menghitung estimasi biaya, dengan studi kasus pada pekerjaan struktur dan arsitektur Proyek Urban Home Residensial Tower B. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, mengidentifikasi parameter estimasi biaya pada BIM (Building Information Modelling). Berdasarkan hasil kajian literatur, pada pekerjaan arsitektur input paramater yang dibutuhkan adalah Analisa Harga Satuan (AHS), sedangkan pada pekerjaan struktur input paramater yang dibutuhkan adalah Analisa Harga Satuan (AHS), Massa jenis (untuk menghitung berat tulangan), Luas area bekisting (untuk pekerjaan pemasangan bekisting).
ANALISIS VARIASI TINGGI PEMADATAN TIMBUNAN PADA TANAH LUNAK DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE PLAXIS Rini Trisno Lestari; Fadli Kurnia
Jurnal ARTESIS Vol 2 No 1 (2022): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v2i1.3762

Abstract

Tanah timbunan merupakan salah satu metode perbaikan tanah lunak dalam konstruksi. Hal ini digunakan untuk meningkatkan daya dukung tanah dan menghilangkan settlement tanah dasarnya. Penggunaan ketinggian lapisan timbunan pada proses pemadatan mempunyai peranan yang signifikan. Pada analisis ini digunakan perhitungan dengan menggunakan Software Plaxis, dimana 2 skema analisis (Skema A dan Skema B) digunakan untuk mendapatkan nilai Safety Factor (SF) dan Displacement dari masing-masing skema. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan nilai Safety Factor (SF) untuk skema A sebesar 1,3808 dan skema B 1,3798. Sedangkan nilai displacement untuk tahap konstruksi awal skema A sebesar 4,21.10-3 m dan skema B sebesar 65,16.10-3 m. Untuk tahap konsolidasi akhir skema A sebesar 6,69.10-3 m dan skema B sebesar 470,90.10-3 m.
ANALISIS KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU BERDASARKAN KEBUTUHAN OKSIGEN DI KOTA BOGOR Prima Jiwa Osly; Indah Mardiana; Nuryani Tinumbia; Irfan Ihsani
Jurnal ARTESIS Vol 2 No 1 (2022): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v2i1.3763

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk di Kota Bogor menyebabkan kebutuhan ruang terbangun dari tahun ke tahun semakin meningkat, sehingga hal ini berimbas pada penurunan luas ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Bogor setiap tahunnya. Proporsi penyediaan RTH sesuai UU No 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang pada wilayah perkotaan yaitu 30% dari luas wilayah kota. Kota Bogor memiliki luas wilayah ± 11.850 ha sehingga dibutuhkan 3.555 ha yang terdiri dari 20 % RTH publik ± 2.370 ha dan 10 % RTH privat yaitu ±1.185 ha. Pada tahun mendatang, untuk menghindari perubahan dari ruang terbuka hijau menjadi ruang terbangun yang semakin meningkat, dibutuhkan luasan RTH yang diprioritaskan untuk dipertahankan dengan pemenuhan RTH berdasarkan kebutuhan lainnya. Perhitungan ku6i jebutuhan RTH berdasarkan kebutuhan oksigen dilakukan dengan menggunakan metode Gerarkis 1974 yang dikembangkan oleh Wisesa pada tahun1988 dan dikembangkan kembali oleh Wijayanti pada tahun 2003. Metode analytical hierarchy process (AHP) digunakan sebagai penilaian preferensi masyarakat dalam pertimbangan pengembangan RTH di Kota Bogor, dan alat bantuan analisis yang digunakan yaitu software ArcGIS dan expert choice V.11. Proyeksi jumlah penduduk Kota Bogor pada tahun 2031 adalah 1.178.795 jiwa dan proyeksi kebutuhan RTH-nya seluas 12.809 ha. Dengan luas ruang terbuka hijau eksisting sebesar 2,031 ha, untuk memenuhi syarat minimum 30% ruang terbuka hijau di perkotaan Kota Bogor memerlukan sekitar 1,523 ha atau sekitar 12,86% penambahan ruang terbuka hijau.

Page 4 of 19 | Total Record : 183