cover
Contact Name
Tirsa Neyatri Bandrang
Contact Email
tneyatri.poltes@gmail.com
Phone
+6281394423356
Journal Mail Official
up2mpoltes@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ahmad Yani, Kuala Pembuang, Kab. Seruyan, Prov. Kalimantan Tengah, Indonesia
Location
Kab. seruyan,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal penelitian jalan dan Jembatan
Published by Politeknik Seruyan
ISSN : -     EISSN : 2809543X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Penelitian Jalan dan Jembatan merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi Teknologi Rekayasa Jalan dan Jembatan yang diterbitkan secara regulerpada bulan Juni dan September. Jurnal ini menghimpun para peneliti, dosen, mahasiswa dan praktisi untuk berkontribusi dalam penelitian ilmiah pada kompetensi jalan dan Jembatan. Jurnal ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi para peneliti dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Semua artikel ilmiah yang diterbitkan melalui jurnal Penelitian Jalan dan Jembatan dapat diakses untuk pembaca.
Articles 40 Documents
EVALUASI DAN DESAIN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR PENGALIRAN DRAINASE DI WILAYAH NGAGEL TIRTO KOTA SURABAYA Dermawan Zebua; Panji Prayoga; Petrus Candra Foera Era Waruwu
Jurnal Penelitian Jalan dan Jembatan Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Penelitian Jalan dan Jembatan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UP2M) Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/ptrkjj.v3i1.134

Abstract

Fasilitas dasar yang penting dalam perencanaan kota dan memenuhi kebutuhan masyarakat yaitu Drainase jalan. Namun, Kelurahan Ngagel Tirto di Kota Surabaya dengan luas wilayah 0,86 km2 dan kepadatan penduduk 15.727 jiwa/km2 mengalami genangan air setinggi 18 cm setiap tahunnya, dengan lama genangan mencapai 57 menit. Banjir menjadi masalah yang sering terjadi di daerah ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab banjir di Kelurahan Ngagel Tirto serta menyajikan solusi berdasarkan analisis yang dilakukan. Hasil analisis data hidrologi menunjukkan bahwa curah hujan di Kota Surabaya merata sepanjang tahun. Namun, saluran drainase yang ada tidak mampu menampung seluruh air hujan dengan kapasitas yang memadai ketika terjadi curah hujan tinggi. Untuk mengatasi hal ini, perluasan saluran drainase sudah ada menjadi solusi yang diperlukan agar dapat menangani volume air hujan yang lebih besar. Renovasi perlu dilakukan pada beberapa saluran drainase, antara lain: Saluran Bratang Lapangan dengan perluasan lebar (b) dari 0.73 m menjadi 0.9 m dan tinggi (h) dari 0.75 m menjadi 1 m, Saluran Ngagel Tirtosari dengan perluasan lebar (b) dari 0.61 m menjadi 0.9 m dan tinggi (h) dari 0.6 m menjadi 1 m, Saluran Ngagel Tirto IV dan Bratang Satu dengan perluasan lebar (b) dari 0.28 m menjadi 0.9 m dan tinggi (h) dari 0.37 m menjadi 1 m, serta Saluran Quarter 2 (Penjernihan) dengan perluasan lebar (b) dari 0.6 m menjadi 0.9 m dan tinggi (h) dari 0.63 m menjadi 1 m. Selain perluasan saluran drainase, pengerukan rutin perlu dilakukan oleh pemerintah untuk saluran yang dangkal guna menjaga aliran air yang lancar dan mengurangi risiko banjir. Kesadaran masyarakat dalam tidak membuang sampah sembarangan juga penting agar saluran drainase tidak tersumbat. Terakhir, perbaikan dan pengerukan di Daerah Aliran Sungai (DAS) perlu dilakukan untuk meningkatkan kinerja sistem drainase secara keseluruhan.Kata kunci: DAS, Drainase, Hujan, Banjir, Surabaya
ANALISIS PENERAPAN MANAJEMEN WAKTU DAN BIAYA (STUDI KASUS REKONSTRUKSI JALAN RUAS KOTA GORONTALO-BILUHU BARAT) Pratiwi Tuty Alawiyah Karim; Arfan Utiarahman; Mohamad Yusuf Tuloli
Jurnal Penelitian Jalan dan Jembatan Vol 2, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Jalan dan Jembatan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UP2M) Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/ptrkjj.v2i2.83

Abstract

Proses perencanaan hingga pengendalian proyek selama pekerjaan konstruksi merupakan kegiatan penting dari suatu proyek. Mencapai tujuan dari sebuah proyek diperlukan manajemen waktu yang mengusahakan peningkatan efisiensi dan efektivitas pengelolaan proyek agar mencapai hasil yang maksimal. Metode PDM atau Precedence Diagram Method digunakan untuk mengatur waktu penyelesaian proyek, percepatan durasi dilakukan pada pekerjaan yang berada di lintasan kritis. Berdasarkan hasil penelitian waktu yang diperlukan oleh perusahaan dalam menyelesaikan proyek rekonstruksi jalan ruas Kota Gorontalo-Biluhu Barat sebesar 266 hari, setelah penambahan 1 jam kerja lembur didapaktan durasi crashing 247 hari dengan efisiensi waktu selama 19 hari atau 7,14%, untuk penambahan 2 jam kerja lembur didapatkan durasi crashing 231 hari dengan efisiensi waktu 35 hari atau 13,16% dan penambahan 3 jam kerja lembur didapatkan durasi crashing 220 hari dengan efisiensi waktu 17,29% atau 46 hari. Total biaya yang telah dikeluarkan oleh perusahaan sebesar Rp19.523.800.939,96, sedangkan dari hasil penelitian menggunakan network planning menggunakan metode PDM dengan percepatan waktu penambahan lembur 1 jam didapatkan total biaya sebesar Rp19.465.074.450 dengan efisiensi biaya 0,3%, untuk penambahan lembur 2 jam didapatkan total biaya sebesar Rp19.416.953.893 efisiensi biaya sebesar 0,55% dan penambahan lembur 3 jam didapatkan total biaya sebesar Rp19.393.902.515 efisiensi waktu sebesar 0,67%.
MASTER PLAN KAMPUS POLITEKNIK SERUYAN Budi Tjahjono S.Si, MT.; Rafli Yono
Jurnal Penelitian Jalan dan Jembatan Vol 1, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Jalan dan Jembatan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UP2M) Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/ptrkjj.v1i1.29

Abstract

Kampus Politeknik Seruyan adalah kampus yang akan dibangun di kota Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan. Dimana akan didirikan di atas lahan seluas 1.84 Ha. Agar ketika awal pelaksanaan pembangunan kampus dan juga untuk pembangunan selanjutnya dapat terarah, maka dari itu diperlukanlah sebuah master plan. Master plan merupakan sebuah kerangka dari semua rencana pembangunan gedung serta infrastruktur yang sudah terencana secara menyeluruh sehingga hal tersebut dapat mempermudah dalam pelaksanaan pembangunan serta pengembangan kawasan kampus selanjutnya. Dalam penelitian ini akan diteliti mengenai apakah Master Plan Kampus Politeknik Seruyan yang pernah dibuat sudah memenuhi ketentuan standar, baik untuk luas bangunan serta kebutuhan akan ruangan. Dan apakah untuk 10 tahun kedepan lahan seluas 1.84 Ha masih mencukupi untuk kebutuhan lahan, jika kemungkinan nantinya ada peningkatan sarana dan prasarana. Dari hasil penelitian Master Plan Kampus Politeknik Seruyan diketahui bahwa adanya desain yang masih belum menyeluruh, sehingga hal tersebut belum diketahui arah pembangunannya. Dan hasil dari pengembangan rancangan Master Plan Kampus Politeknik Seruyan untuk 10 tahun kedepan, dengan luas lahan 1.84 Ha tidak mencukupi untuk kebutuhan lahan apabila adanya peningkatan sarana dan prasaranan. Hal tersebut dikarenakan dalam rencana program fasilitas untuk tiga program studi sudah mengacu pada syarat ketentuan dalam rencana pembangunan sarana dan prasarana perguruan tinggi.
PENGARUH SIMPANGAN LATERAL TERHADAP PENGUNAAN HUNCH PADA GEDUNG BETON BERTULANG AKIBAT BEBAN GEMPA Budi Tjahjono
Jurnal Penelitian Jalan dan Jembatan Vol 2, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Jalan dan Jembatan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UP2M) Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/ptrkjj.v2i2.88

Abstract

Pada Suatu planning struktur gedung beton bertulang, gaya-gaya lateral sangat penting untuk diperhitungkan dalam perencanaan. Hal ini bertujuan agar bangunan tersebut dapat menahan gaya lateral yang bekerja pada gedung tersebut baik gaya akibat angin, maupun gaya gempa. Maka dalam prakteknya dituntut dalam membangun suatu gedung sebaiknya mengikuti prosedur SNI yang berlaku sehingga bangunan tersebut dan bermanfaat dengan baik dan secara cost mengungari biaya pemeliharan. Dalam penelitian ini haunch digunakan sebagai pembantu kekuatan struktur akibat beban gempat terhadap simpangan lateral gedung. Hasil yang dapat bahwa simpangan later terkecil baik untuk gedung 5 lantai dimulai dari gedung BH3 dengan nilai x=1.85 mm dan y=1.87 mm, diikuti gedung BH2 dengan nilai x=1.99 mm dan 2.53 mm serta gedung B1 dengan nilai x=3.42 mm dan y=3.61 mm.
ANALISIS FUNGSI MANAJEMEN KONSTRUKSI DALAM PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG SAT INTELKAM POLRES SERUYAN Teras, Deni; Tjahjono, Budi; Islamy, Muhammad Rafli
Jurnal Penelitian Jalan dan Jembatan Vol 4, No 2 (2024): Jurnal Penelitian Jalan dan Jembatan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UP2M) Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/ptrkjj.v4i2.211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi manajemen konstruksi dalam proyek pembangunan Gedung Sat Intelkam Polres Seruyan dan bagaimana pengaruhnya terhadap kelancaran proyek. Fokus kajian meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian proyek oleh manajemen konstruksi untuk mencapai efisiensi dan efektivitas proyek. Cara penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang mencakup analisis data deskriptif serta regresi linier berganda. Data dikumpulkan melalui kegiatan lapangan dan dianalisis dengan aplikasi SPSS. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan hubungan linear moderat antara variabel-variabel independen (perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan) dan kelancaran proyek dengan nilai R sebesar 0.571. Nilai R Square sebesar 0.326 memperlihatkan bahwasanya sekitar 32.6% variasi dalam kelancaran proyek mampu dijelaskan variabel-variabel tersebut, sedangkan Adjusted R Square sebesar 0.146 menunjukkan model regresi ini hanya dapat menjelaskan sekitar 14.6% variasi kelancaran proyek. Uji T (parsial) menunjukkan bahwa tidak terdapat variabel manajemen yang memiliki pengaruh berarti penting bagi kelancaran proyek pada tingkat signifikansi 0.05. Uji F (simultan) mengindikasikan bahwa model regresi tidak signifikan secara statistik ketika menjelaskan dampak variabel-variabel manajemen pada kelancaran proyek dengan p-value 0.179.Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kelancaran proyek secara individual maupun kolektif. Untuk riset berikutnya, diharapkan supaya memperluas jumlah sampel dan variabel yang diteliti guna memperoleh hasil yang lebih representatif dan komprehensif mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan proyek konstruksi.
ANALISIS PENGUKURAN LONGITUDINAL SECTION PADA JALAN MULYOSARI MENGGUNAKAN WATERPASS *, Ridwan; Zebua, Dermawan; *, solihin
Jurnal Penelitian Jalan dan Jembatan Vol 3, No 2 (2023): Jurnal Penelitian Jalan dan Jembatan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UP2M) Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/ptrkjj.v3i2.169

Abstract

Pengukuran tanah telah menjadi seni tertua dan penting dalam sejarah manusia sejak zaman purbakala, di mana kebutuhan untuk menandai batas-batas dan memetakan tanah telah dirasakan secara mendalam. Penelitian ini merupakan sebuah studi kasus yang difokuskan pada jalan raya, dengan pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan lapangan menggunakan waterpass. Data primer diperoleh melalui pengamatan langsung di lapangan, sedangkan data sekunder diperoleh dari jurnal ilmiah. Penelitian ini mengungkapkan bahwa jarak pengukuran adalah 1,375 km, dan penggunaan waterpass dalam pengukuran longitudinal section pada jalan Mulyosari memberikan hasil yang memuaskan dengan catatan penggunaan yang tepat dan teknik pembacaan yang akurat. Pada analisis mendalam juga mengungkap beberapa kesalahan yang sering terjadi selama pengukuran lapangan. Kesalahan tersebut meliputi kurangnya perlindungan terhadap waterpass dari sinar matahari yang mengakibatkan kesalahan pembacaan benang, serta kesalahan dalam pembacaan benang tengah di beberapa titik yang menyebabkan perbedaan signifikan pada jarak optis dari hasil perhitungan dengan keadaan sebenarnya di lapangan. Kesimpulannya, sementara penggunaan waterpass dalam pengukuran longitudinal section jalan raya Mulyosari memberikan hasil yang memuaskan, perlunya perhatian ekstra terhadap faktor-faktor yang dapat menyebabkan kesalahan penting untuk memastikan akurasi yang optimal dalam pengukuran tanah.
ANALISIS KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL DI KOTA SAMPIT (STUDI KASUS : JALAN M.T HARYONO – JALAN M.T HARYONO BARAT - JALAN KAPTEN MOELYONO) Aulia, Faujiatul; Leihitu, Donny Dwy Judianto; *, Budi
Jurnal Penelitian Jalan dan Jembatan Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Penelitian Jalan dan Jembatan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UP2M) Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/ptrkjj.v4i1.207

Abstract

Kota Sampit merupakan daerah yang mengalami perkembangan pesat dalam sektor transportasi, terutama aktivitas ekonomi, sosial, distribusi, dan pemerintahan yang terus meningkat. Pertumbuhan jumlah penduduk setiap tahun dan berkembangnya faktor-faktor tersebut dapat menyebabkan masalah lalu lintas. Salah satu simpang yang sering mengalami kemacetan adalah simpang lengan 4 di Jalan M.T Haryono - Jalan M.T Haryono Barat - Jalan Kapten Moelyono. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja simpang tak bersinyal dengan metode yang digunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) tahun 2023. Hasilnya menunjukkan bahwa kapasitas dasar tertinggi tercatat pada hari Senin, 1 Juli 2024 dengan kapasitas jalan (C) adalah 3164 smp/jam, Derajat Kejenuhan (DJ) sebesar 0,78, nilai Tundaan (T) 14,21 sebesar det/smp, dan nilai Peluang Antrian (Pa) berkisar antara 24,57 % hingga 48,70%, dengan tingkat pelayanan yang diperoleh dari nilai Derajat Kejenuhan (DJ) adalah tingkat pelayanan masuk dalam kategori D dengan Arus tidak stabil kecepatan menurun.
ANALISIS KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL DI KOTA SAMPIT (STUDI KASUS : JALAN M.T HARYONO – JALAN M.T HARYONO BARAT - JALAN KAPTEN MOELYONO) Aulia, Faujiatul; Judianto Leihitu, Donny Dwy; Tjahjono, Budi
Jurnal Penelitian Jalan dan Jembatan Vol 4, No 2 (2024): Jurnal Penelitian Jalan dan Jembatan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UP2M) Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/ptrkjj.v4i2.212

Abstract

Kota Sampit merupakan daerah yang mengalami perkembangan pesat dalam sektor transportasi, terutama aktivitas ekonomi, sosial, distribusi, dan pemerintahan yang terus meningkat. Pertumbuhan jumlah penduduk setiap tahun dan berkembangnya faktor-faktor tersebut dapat menyebabkan masalah lalu lintas. Salah satu simpang yang sering mengalami kemacetan adalah simpang lengan 4 di Jalan M.T Haryono - Jalan M.T Haryono Barat - Jalan Kapten Moelyono. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja simpang tak bersinyal dengan metode yang digunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) tahun 2023. Hasilnya menunjukkan bahwa kapasitas dasar tertinggi tercatat pada hari Senin, 1 Juli 2024 dengan kapasitas jalan (C) adalah 3164 smp/jam, Derajat Kejenuhan (DJ) sebesar 0,78, nilai Tundaan (T) 14,21 sebesar det/smp, dan nilai Peluang Antrian (Pa) berkisar antara 24,57 % hingga 48,70%, dengan tingkat pelayanan yang diperoleh dari nilai Derajat Kejenuhan (DJ) adalah tingkat pelayanan masuk dalam kategori D dengan Arus tidak stabil kecepatan menurun.
PROSES PENAPISAN TERKAIT AMDAL PADA PEMBANGUNAN JALAN DI DESA BANGUN HARJA Teras, Deni; Zebua, Dermawan; *, Fiya
Jurnal Penelitian Jalan dan Jembatan Vol 3, No 2 (2023): Jurnal Penelitian Jalan dan Jembatan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UP2M) Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/ptrkjj.v3i2.170

Abstract

Pembangunan infrastruktur jalan di Desa Bangun Harja merupakan langkah penting dalam upaya meningkatkan aksesibilitas dan pembangunan wilayah tersebut. Pada penelitian yang dilakukan ini mengkaji proses penapisan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) pada pembangunan jalan di Desa Bangun Harja. Dampak pembangunan infrastruktur jalan terhadap lingkungan dan masyarakat setempat merupakan perhatian utama. Dengan menggunakan pendekatan studi deskriptif, data dikumpulkan melalui survei lapangan dan wawancara dengan pemangku kepentingan. Hasil menunjukkan bahwa pembangunan jalan dapat berdampak signifikan terhadap ekosistem, kualitas udara dan air, serta kesejahteraan sosial. Proses AMDAL dianggap penting untuk mengidentifikasi dan mengelola dampak-dampak tersebut. Langkah-langkah mitigasi, seperti pemilihan rute jalan yang ramah lingkungan dan penggunaan teknologi konstruksi yang berkelanjutan, diusulkan untuk mengurangi dampak negatif. Kesimpulannya, proses AMDAL merupakan instrumen penting dalam memastikan pembangunan jalan berlangsung secara berkelanjutan dan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan. Prospek pengembangan meliputi pemantauan implementasi mitigasi dan penelitian lebih lanjut mengenai dampak jangka panjang pembangunan jalan.
ANALISIS KAPASITAS PENAMPANG BOX CULVERT PADA PROYEK LAND DEVELOPMENT SUB-WP 1C DI KECAMATAN SEPAKU KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA Leihitu, Donny Dwy Judianto; *, Budi; Prasetyo, Anton
Jurnal Penelitian Jalan dan Jembatan Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Penelitian Jalan dan Jembatan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UP2M) Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/ptrkjj.v4i1.208

Abstract

Tingkat curah hujan yang tinggi dalam wilayah Land Development Sub-Wp 1c menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan drainase. tujuan penelitian ini apakah dimensi gorong-gorong kotak beton bertulang dengan ukuran 200 cm x 200 cm saat ini sudah sesuai serta berapakah dimensi gorong-gorong yang ideal dengan mempertimbangkan curah hujan yang ada di area Land Development Sub-Wp 1c.Data Primer diperoleh dari survey lapangan dan data sekunder di peroleh dari badan statistik untuk rata-rata curah hujan kecamatan sepaku serta data pendukung lainya.Tahapan peneilitan ini menggunakan analisis hidrologi dan analisis hidrolika.Hasil perhitungan debit banjir rencana dan kapasitas gorong-gorong digunakan untuk menentukan kesesuaian dimensi gorong-gorong serta rekomendasi dimensi yang ideal. Diketahui bahwa dimensi gorong-gorong yang di gunakan saat ini telah memadai untuk menampung debit air, terutama saat puncak hujan yang dapat mencapai debit banjir rencana sebesar 66,4 m³/detik dan total debit semua gorong-gorong 68 m³/s. Berdasarkan perhitungan di atas, dimensi gorong gorong kotak beton bertulang saat telah memenuhi kapasitas yang diperlukan untuk menangani debit banjir rencana di area Land Development Sub-WP 1C

Page 3 of 4 | Total Record : 40