cover
Contact Name
Apdila Safitri
Contact Email
apdilasafitri@faperta.unmul.ac.id
Phone
+6281298329999
Journal Mail Official
jpltrop@unmul.ac.id
Editorial Address
Jln. Paser Balengkong Kampus Gunung Kelua, Samarinda, Kalimantan Timur - 75123
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : -     EISSN : 26542501     DOI : 10.30872/jpltrop
Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis (JPLTrop), adalah peer-reviewed jurnal yang di publish oleh Program Studi Peternakan, Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman, Kalimantan Timur. Publikasi dilaksanakan secara berkala Maret dan September, artikel yang di publikasikan dalam jurnal JPLTrop meliputi keilmuan Animal Livestock Production, Nutrition and Feed, Technology of Animal Product, Socio Economics of Animal Livestock, Reproduction and Breeding, Animal Livestock Environment, Animal Livestock Health, Animal Food Safety and Security.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2023)" : 6 Documents clear
Profil Produksi Hijauan Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) di Universitas Jember Kampus Bondowoso Anggraini, Mei; Yulianto, Roni
Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jpltrop.v6i2.11714

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil produksi rumput gajah pada umur pemotongan berbeda, produktivitas rumput gajah dan daya tampung hijauan ternak di Universitas Jember Kampus Bondowoso. Penelitian ini dilaksanakan pada bula Februari – Mei 2023 di lahan Program Studi Peternakan, Universitas Jember Kampus Bondowoso. Penelitian ini menggunakan metode RAL, dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan untuk masing-masing perlakuan umur pemotongan 40 hari, 50 hari dan 60 hari. Analisis menggunakan keragaman ANOVA, dilakukan uji lanjut menggunakan DMRT. Parameter yang diamati yaitu profil karakteristik (tinggi tanaman, jumlah daun, tinggi daun, lebar daun, jumlah anakan dan produksi berat segar), produksi segar pada musim hujan dan kapasitas tampung ternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur pemotongan berbeda pada umur 60 hari mendapatkan hasil terbaik yaitu tinggi tanaman 425,90 cm, jumlah daun 16,65 cm, panjang daun 117,25 cm, lebar daun 4,70 cm, dan jumlah anakan 2,60 cm.. Produksi rumput gajah pada lahan prodi peternakan pada musim hujan pada umur 40 hari sebesar 8,38 ton/ha, umur 50 hari sebesar 13,81 ton/ha dan umur 60 hari sebesar 14,58 ton/ha dan populasi ternak adalah 17,025 ST.
Analisis Kesejahteraan Hewan (Animal Welfare) Ternak Sapi Bali (Bos sondaicus) pada Proses Transportasi dari Kota Kupang Menuju Kota Samarinda Pantur, Arianus; Wibowo, Ari; Suhardi, Suhardi; H, Nurul Fajrih
Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jpltrop.v6i2.12387

Abstract

Kesejahteraan hewan merupakan suatu kepedulian yang dilakukan oleh manusia dengan tujuan untuk memberikan kenyamanan kehidupan bagi hewan. Proses transportasi hewan harus dilakukan dengan baik dan benar agar memenuhi aspek kesejahteraan hewan. Sarana dan pra sarana dalam proses transportasi ternak harus memadai agar ternak terhindar dari stress yang akan memengaruhi tingkat laku ternak seperti mengeluarkan suara dan performa ternak seperti memar dan penyusutan bobot badan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase ternak mengeluarkan suara selama proses transportasi, memar dan penyusutan bobot badan ternak. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan april 2022 hingga mei 2022 di kota Kupang (Nusa Tenggara Timur) dan di kota Samarinda (Kalimantan Timur). Data yang telah diperoleh dianalisis statistik deskriptif dan dihitung dalam bentuk persentase (%). Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan menunjukkan persentase sebanyak 12 % atau 6 ekor sapi mengeluarkan suara, persentase memar sebanyak 16 % atau 8 ekor dan persentase penyusutan bobot badan sebanyak 16,3 % atau 35,32 kg. Disimpulkan bahwa proses transportasi ternak dari Kota Kupang menuju Kota Samarinda karena persentase mengeluarkan suara ternak, memar pada ternak dan penyusutan bobot badan yang melebihi standar.
Pemanfaatan Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocereuspolyrizus) sebagai Pewarna pada Sosis Daging Ayam Ismanto, Arif; Lejab, Petrus Muda; Manullang, Julinda Romauli
Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jpltrop.v6i2.13474

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) sebagai pewarna alami pada sosis daging ayam. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor pada penelitian ini adalah waktu pembuatan ekstraksi (jam) terdiridari 4 perlakuan yaitu 8 jam (P1), 9 jam (P2), 10 jam (P3) dan 11 jam (P) dandiulang sebanyak 4 kali. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa tidak terdapat pengaruh nyata terhadap waktu ekstrasi buah naga dengan warna, aroma dan rasa sosis ayam namun terdapat pengaruh terhadap tingkat kekenyalan sosis ayam dan semakin lama waktu pembuatan ekstraksi maka terjadi penurunan derajat putih karena waktu ekstraksi atau perendaman dalam etanol sangat berpengaruh dalam menghasilkan ekstrak pigmen antosianin yang terkandung dalam kulit buah naga. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa penambahan ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) sebagai pewarna alami pada sosis daging ayam memiliki nilai intensitas warna merah berkisar 4,78-6,82, dengan nilai intensitas warna merah sosis kontrol 4,46. Hal ini membuktikan bahwa perlakuan penambahan ekstrak kulit buah naga merah meningkatkan intensitas warna merah sosis daging ayam yang dihasilkan.
Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Sapi dan Jarak Tanam yang Berbeda terhadap Pertumbuhan Rumput Gajah Varietas Pakchong (Pennisetum purpureum cv. pakchong) Stefanus, Stefanus; Purwokusumaning Daru, Taufan; Ibrahim, Ibrahim
Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jpltrop.v6i2.8976

Abstract

Rumput gajah pakchong (Pennisetum purpureum cv. pakchong) merupakan hijauan pakan ternak yang saat ini banyak diusahakan secara intensif dalam usaha peternakan sapi, penggemukan dan pembibitan sehingga memiliki potensi untuk dikembangkan. Peningkatan produksi Rumput gajah pakchong dapat dilakukan dengan pemberian pupuk kandang dengan perlakuan pemupukandan jarak tanam yang tepat. Penelitian dilaksanakanbulan Juli 2021 – September 2021di lahan sekolah SMKSPPNegeriSamarinda. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 4 Perlakuan dan 3 ulangan. Parameter yang diamati Tinggi Tanaman, Lebar Daun, Jumlah Daun, Panjang Daun, Imbangan Berat Kering Daun dan Batang. Pemberian pupuk kandang feses sapi dengan dosis72 kg petak1 memiliki pengaruh yang lebih baik, Jarak tanam yang lebih baik yaitu 80 x 150 cm/perlakuan Terjadi interaksi antara pemberian pupuk kandang feses sapi dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan produksi Pennisetum purpureum cv. Pakchong. Pemberian pupuk 72 kg petak-1 dan jarak tanam 80 x 150 cm memberikan hasil terbaik.
Tingkat Pengetahuan Peternak dan Persepsi Masyarakat terhadap Jarak Kandang dengan Pemukiman di Peternakan Aufa Wijaya Farm Anindyasari, Dinar; Muzaqi, Khoirul
Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jpltrop.v6i2.11212

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan peternak terkait manajemen perkandangan khususnya jarak antar kandang dengan pemukiman dengan kriteria responden memiliki ternak minimal 10 sekor dan mengetahui bagaimana persepsi masyarakat yang bermukim di areal peternakan tersebut dengan radius maksimal sejauh 250 meter . Penelitian ini dilakukan di Aufa Wijaya Farm, Jalan Rejo Mulyo, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, Provinsi Kalimantan Timur pada September 2022. Hasil penelitian ini diketahui bahwa tingkat pengetahuan peternak Aufa Wijaya Farm terhadap jarak kandang dengan pemukiman adalah terindikasi tinggi dinilai dari pengetahuan dan pemahaman peternak (jarak minimum kandang dengan pemukiman), pembangunan kandang, dan peternak memahami dampak apa saja yang dapat ditimbulkan akibat adanya peternakan (limbah peternakan). Kemudian berdasarkan hasil penelitian ini menjelaskan bahwa persepsi masyarakat yang bermukim di areal peternakan Aufa Wijaya Farm adalah tidak terlalu merasa terganggu. Hal ini disebabkan karena keberadaan peternakan Aufa Wijaya Farm memberikan peran positif baik dari aspek ekonomi seperti terbukanya lapangan pekerjaan. Kemudian melalui aspek sosial juga memberikan peran positif, dimana setiap hari raya idhul adha peternakan Aufa Wijaya Farm melakukan qurban hewan ternak dan membagikan secara merata untuk masyarakat sekitar.
Kadar Lemak dan Organoleptik Rendang dengan Penggunaan Serat Krim sebagai Substitusi Santan Wiwiwinanda, Wiwiwinanda; Haris, Muhammad Ichsan; Anindyasari, Dinar; Wibowo, Ari
Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jpltrop.v6i2.13248

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan fibercreme sebagai substitusi santan dengan konsentrasi yang berbeda terhadap analisis kadar lemak dan daya terima organoleptik rendang. Percobaan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan dan lima kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis mengunakan sidik ragam (ANOVA) untuk mengetahui perbedaan antara perlakuan dan dianalisis lanjut menggunakan Duncan's Multiple Range Test (DMRT). Penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan penggunaan fibercreme sebagai substitusi santan dengan konsentrasi yang berbeda pada rendang tidak berpengaruh nyata terhadap uji warna nilai kecerahan L*, berpengaruh nyata pada kemerahan a*, dan tidak berpengaruh nyata pada nilai kekuningan b*. Hasil penelitian penggunaan fibercreme sebagai substitusi santan dengan konsentrasi yang berbeda menunjukan bahwa organoleptik berbeda nyata (P<0,05) terhadap skala hedonik warna dan rasa, dan tidak berbeda nyata pada aroma dan tekstur sedangkan pada mutu hedonik berbeda nyata pada warna dan tekstur, dan tidak berbeda nyata pada aroma dan rasa. Pada uji kadar lemak dengan menggunakan ekstraksi soxhlet menunjukkan hasil berbeda nyata. Kandungan tertinggi kadar lemak terdapat pada P3 penggunaan fibercreme 30%. Sedangkan kadar lemak yang terendah terdapat pada P1 dengan penggunaan fibercreme 10%.

Page 1 of 1 | Total Record : 6