cover
Contact Name
Safni Elivia
Contact Email
safni@iphorr.com
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Karet, Sumber Rejo, Kec. Kemiling, Kota Bandar Lampung, Lampung 35155
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports
ISSN : 28079094     EISSN : 28078489     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Jurnal penelitian kualitatif di bidang kesehatan berkaitan dengan penjelasan narasi atau cerita di balik suatu fakta atau kejadian. Disamping itu memuat laporan kegiatan penerapan asuhan keperawatan dibidang kesehatan meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia. Terbit 2 kali dalam satu tahun bulan Juli dan Desember
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2026): February Edition 2026" : 30 Documents clear
Efektivitas terapi seft dan back massage terhadap kelelahan dan spiritualitas pada pasien non-hodgkin’s lymphoma diffuse large b-cell cavum nasi dextra: Studi kasus Wulandari, Sri; Prasestiyo, Hamudi
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 2 (2026): February Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i2.2073

Abstract

Background: Diffuse Large B-Cell Lymphoma (DLBCL) is the most common and aggressive subtype of Non-Hodgkin's Lymphoma, with nasal cavity involvement being very rare. Non-pharmacological approaches such as Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) and back massage have been shown to reduce fatigue and improve spiritual well-being, but combination therapy has not been widely studied. Purpose: To determine the effectiveness of the combination of SEFT and back massage on fatigue and spirituality in patients with nasal DLBCL through a case study approach. Method: The research design used a quantitative descriptive pre-post case study. The subject was a 65-year-old male patient diagnosed with right nasal cavity DLBCL. The intervention was administered over three consecutive days, consisting of a combination of SEFT (15–20 minutes) and slow-stroke back massage (20–25 minutes). The instruments used were the Fatigue Assessment Scale (FAS) and the Spiritual Well-Being Scale (SWBS). Results: There was a decrease in the FAS score from 40 to 32 and an increase in the SWBS score from 69 to 98. Although both interventions were still in the severe and moderate categories, the decrease and increase in post-test scores showed a positive trend after three intervention sessions. Conclusion: The combination of SEFT and back massage effectively reduced fatigue and increased spirituality in patients with nasal cavity DLBCL. This intervention is safe, applicable, and supports a holistic nursing approach. Keywords: Back Massage; DLBCL; Fatigue; SEFT; Spirituality. Pendahuluan: Diffuse Large B-Cell Lymphoma (DLBCL) merupakan subtipe paling umum dan agresif dari Limfoma Non-Hodgkin, dengan keterlibatan kavum nasi yang sangat jarang. Pendekatan non farmakologis seperti Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) dan back massage telah terbukti dapat menurunkan kelelahan dan meningkatkan kesejahteraan spiritual, tetapi belum banyak diteliti dalam pemberian kombinasi. Tujuan: Mengetahui efektivitas kombinasi SEFT dan back massage terhadap kelelahan dan spiritualitas pada pasien DLBCL cavum nasi melalui pendekatan studi kasus. Metode: Desain penelitian studi kasus pre–post deskriptif kuantitatif. Subjek adalah pasien laki-laki, 65 tahun, dengan diagnosa DLBCL cavum nasi dextra. Intervensi diberikan selama tiga hari berturut-turut berupa kombinasi SEFT (15–20 menit) dan back massage slow-stroke (20–25 menit). Instrumen yang digunakan yaitu Fatigue Assessment Scale (FAS) dan Spiritual Well-Being Scale (SWBS). Hasil: Terjadi penurunan skor FAS dari 40 menjadi 32 dan peningkatan skor SWBS dari 69 menjadi 98. Meskipun kedua intervensi ini masih dalam kategori berat dan sedang tetapi penurunan dan peningkatan dalam skor post-test menunjukan arah yang positif setelah tiga sesi intervensi. Simpulan: Kombinasi SEFT dan back massage efektif dapat menurunkan kelelahan dan meningkatkan spiritualitas pada pasien DLBCL kavum nasi. Intervensi ini aman, aplikatif, dan mendukung pendekatan keperawatan yang holistik. Kata Kunci: Back Massage; DLBCL; Fatigue; SEFT; Spiritualitas.      
Gambaran perilaku pencegahan penyakit tidak menular pada masyarakat di Indonesia: Literature review Putri, Fadila Ananda; Nasruddin, Hermiaty; Hawaidah, Hawaidah; Syamsu, Rachmat Faisal; Susanto, Ham Fransiskus
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 2 (2026): February Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i2.2094

Abstract

Background: Non-communicable diseases (NCDs), such as hypertension, diabetes mellitus, cardiovascular disease, and cancer, remain the leading causes of illness and death in Indonesia. Purpose: To describe how Indonesians perceive and practice NCD prevention and to identify key factors influencing their preventive behavior. Method: A narrative literature review was conducted using articles published between 2019 and 2024 from PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar. Studies focusing on lifestyle modification, health screening, or health promotion were analyzed descriptively. Results: Most studies indicate that preventive behavior remains inconsistent and is strongly influenced by education level, socioeconomic status, and health literacy. Urban populations generally demonstrate higher awareness and participation than rural populations. Digital and community-based health programs have been effective in increasing knowledge and promoting healthier lifestyles, although disparities remain in areas with limited resources. Conclusion: Strengthening community participation, integrating culturally appropriate education, and promoting digital-based health literacy are crucial for improving NCD preventive behavior in Indonesia. Sustainable health promotion and multisectoral collaboration are needed to build a sustainable culture of prevention.   Keywords: Health Literacy; Health Promotion; Indonesia; Non-Communicable Diseases; Preventive Behavior.   Pendahuluan: Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit kardiovaskular, dan kanker, masih menjadi penyebab utama penyakit dan kematian di Indonesia. Tujuan: Untuk menggambarkan bagaimana masyarakat Indonesia memandang dan mempraktikkan pencegahan PTM dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor utama yang memengaruhi perilaku pencegahan mereka. Metode: Penelitian narrative literature review dengan menggunakan artikel yang diterbitkan antara tahun 2019-2024 dari data PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar. Studi yang berfokus pada modifikasi gaya hidup, skrining kesehatan, atau promosi kesehatan yang dianalisis secara deskriptif. Hasil: Sebagian besar studi menunjukkan bahwa perilaku preventif masih belum konsisten dan sangat dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, status sosial ekonomi, dan literasi kesehatan. Penduduk perkotaan umumnya menunjukkan kesadaran dan partisipasi yang lebih tinggi dibandingkan masyarakat pedesaan. Program kesehatan digital dan berbasis masyarakat telah efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan mendorong gaya hidup yang lebih sehat, meskipun masih terdapat kesenjangan di daerah dengan sumber daya yang terbatas. Simpulan: Penguatan partisipasi masyarakat, integrasi pendidikan yang sesuai budaya, dan promosi literasi kesehatan berbasis digital sangat penting untuk meningkatkan perilaku preventif PTM di Indonesia. Promosi kesehatan berkelanjutan dan kolaborasi multisektoral diperlukan untuk membangun budaya pencegahan yang berkelanjutan.   Kata Kunci: Indonesia; Literasi Kesehatan; Penyakit Tidak Menular; Perilaku Preventif; Promosi Kesehatan.
The relationship between sleep quality and learning concentration among junior high school students Hasanul, Fikri; Nurhusna, Nurhusna; Sari, Putri Irwanti; Sari, Yulia Indah Permata; Oktarina, Yosi
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 2 (2026): February Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i2.2108

Abstract

Background: Learning concentration is a crucial ability for students to achieve optimal academic performance. Good sleep quality plays a vital role in influencing students' learning concentration. Purpose: To analyze the relationship between nighttime sleep quality and learning concentration among students in grades VII, VIII, and IX. Method: This study employed a cross-sectional design with a correlational approach. A sample of 100 respondents was selected using stratified sampling technique from students in grades VII, VIII, and IX. Data collection was conducted using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) instrument to measure sleep quality and the Mindful Attention Awareness Scale-Adolescent (MAAS-A) to measure learning concentration. Data analysis utilized Spearman Rank correlation test with a significance level of α = 0.05. Results: Spearman correlation test results showed a strong and significant negative relationship between sleep quality and learning concentration (r = -0.770; p < 0.001). Conclusion: There is a significant negative relationship between nighttime sleep quality and learning concentration among students.   Keywords: Adolescents; Junior High School Students; Learning Concentration; MAAS-A; PSQI; Sleep Quality.
Analisis faktor risiko diabetes mellitus pada remaja Masdaf, Agino Saputra; Nurhusna, Nurhusna; Sari, Putri Irwanti; Oktarina, Yosi; Sari, Yulia Indah Permata
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 2 (2026): February Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i2.2110

Abstract

Background: Diabetes mellitus in adolescents continues to increase due to modern lifestyles characterized by unhealthy diets, low physical activity, and obesity. Purpose: To analyze the relationship between physical activity, diet, and obesity (BMI) and the risk of diabetes mellitus in adolescents. Method: A quantitative, cross-sectional analytical study of 101 eleventh-grade respondents was conducted using purposive sampling. Instruments included the Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), Food Frequency Questionnaire (FFQ), anthropometric measurements, and the Finnish Diabetes Risk Score (FINDRISC). Data analysis used frequency distribution and the Gamma test with α = 0.05. Results: The majority of respondents were aged 16-18 years (86.1%), female (59.4%), reported light physical activity (43.6%), had poor diet (50.5%), had a normal BMI (34.7%), and had a low risk of diabetes mellitus (84.2%). The Gamma test results showed a significant association between physical activity (p = 0.002; OR = 0.690), diet (p = 0.005; OR = 2.105), and BMI (p = 0.011; OR = 13.778) and the risk of diabetes mellitus. Conclusion: There is a significant association between physical activity, diet, and BMI and the risk of diabetes mellitus in adolescents.   Keywords: Adolescents; Body Mass Index; Diabetes Mellitus; Eating Patterns; Physical Activity.   Pendahuluan: Diabetes mellitus pada remaja terus meningkat akibat gaya hidup modern yang ditandai oleh pola makan yang tidak sehat, rendahnya aktivitas fisik, dan obesitas. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara Aktivitas fisik, pola makan, dan obesitas (IMT) dengan risiko Diabetes Mellitus pada remaja. Metode: Penelitian kuantitatif analitik cross-sectional pada 101 responden kelas XI dengan purposive sampling. Instrumen meliputi Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), Food Frequency Questionnaire (FFQ), pengukuran antropometri, dan Finnish Diabetes Risk Score (FINDRISC). Analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan uji Gamma dengan α = 0,05 Hasil: Mayoritas responden berusia 16-18 tahun (86.1%), perempuan (59.4%), aktivitas fisik ringan (43.6%), pola makan kurang baik (50.5%), IMT normal (34.7%), dan risiko diabetes melitus rendah (84.2%). Hasil uji Gamma menunjukkan hubungan signifikan antara aktivitas fisik (p = 0.002; OR = 0.690), pola makan (p = 0.005; OR = 2.105), dan BMI (p = 0.011; OR = 13.778) dengan risiko diabetes melitus Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik, pola makan, dan IMT dengan risiko diabetes mellitus pada remaja.   Kata Kunci: Aktivitas Fisik; Diabetes Mellitus; Indeks Massa Tubuh; Pola Makan; Remaja.
Gambaran faktor resiko preeklampsia dan eklampsia pada ibu hamil di Indonesia: Literature review Fadli, Alfian; Fujiko, Masita; Hasir, Julia
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 2 (2026): February Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i2.2142

Abstract

Background: Preeclampsia and eclampsia remain serious maternal health problems in Indonesia, contributing significantly to maternal and infant morbidity and mortality. Several studies in Indonesia have examined the factors contributing to the development of preeclampsia and eclampsia, but the results are scattered and varied, necessitating a systematic summary. Purpose: To describe the risk factors for preeclampsia and eclampsia in pregnant women in Indonesia based on studies published in the past five years. Method: A literature review was conducted by searching for research articles from relevant national and international journals. Selected articles were published between 2020 and 2025 and discussed risk factors for preeclampsia and eclampsia in pregnant women in Indonesia. Articles meeting the inclusion criteria were analyzed narratively to identify the most frequently reported risk factor patterns. Results: The risk factors most commonly associated with the incidence of preeclampsia and eclampsia include maternal age at risk, primigravida, a history of chronic hypertension, a history of preeclampsia in a previous pregnancy, obesity, diabetes mellitus or gestational diabetes, too close a spacing of pregnancies, and anemia. Conclusion: Preeclampsia and eclampsia in pregnant women in Indonesia are influenced by various interrelated factors, including maternal characteristics, pregnancy history, and comorbid health conditions.   Keywords: Preeclampsia; eclampsia; Risk Factors; Pregnant Women; Indonesian.   Pendahuluan: Preeklampsia dan eklampsia masih menjadi masalah kesehatan ibu yang serius di Indonesia karena berkontribusi besar terhadap angka kesakitan dan kematian ibu serta bayi. Berbagai penelitian di Indonesia telah mengkaji faktor-faktor yang berperan dalam terjadinya preeklampsia dan eklampsia, namun hasilnya tersebar dan bervariasi sehingga perlu dirangkum secara sistematis. Tujuan: Untuk menggambarkan faktor risiko preeklampsia dan eklampsia pada ibu hamil di Indonesia berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir. Metode: Penelitian literature review dengan menelusuri artikel penelitian dari jurnal nasional dan internasional yang relevan. Artikel yang dipilih merupakan penelitian yang diterbitkan pada periode 2020–2025 dan membahas faktor risiko preeklampsia maupun eklampsia pada ibu hamil di Indonesia. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara naratif untuk mengidentifikasi pola faktor risiko yang paling sering dilaporkan. Hasil: Faktor risiko yang paling banyak dikaitkan dengan kejadian preeklampsia dan eklampsia meliputi usia ibu berisiko, primigravida, riwayat hipertensi kronik, riwayat preeklampsia pada kehamilan sebelumnya, obesitas, diabetes mellitus atau diabetes gestasional, jarak kehamilan yang terlalu dekat, serta anemia. Simpulan: Preeklampsia dan eklampsia pada ibu hamil di Indonesia dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, baik dari aspek karakteristik ibu, riwayat kehamilan, maupun kondisi kesehatan penyerta.   Kata Kunci  Eklampsia; Faktor Risiko; Ibu Hamil; Indonesia; Preeklampsia.
Hubungan lama menderita hipertensi dengan kejadian stroke Aprilia, Helen; Triswanti, Nia; Pratama, Sandhy Arya; Suryawan, Boby
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 2 (2026): February Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i2.2164

Abstract

Background: Hypertension is a major risk factor for stroke, a condition caused by impaired cerebral blood flow due to vascular occlusion or hemorrhage. Prolonged hypertension results in progressive vascular damage, including atherosclerosis and vascular remodeling, which cumulatively increases the risk of stroke. Purpose: To determine the correlation between the duration of hypertension and stroke incidence. Method: This study used a quantitative analytical cross-sectional design. Based on inclusion and exclusion criteria, a sample of 211 individuals was obtained. Data analysis was performed using the chi-square statistical test. Results: Among the respondents, 151 (71.6%) had hypertension for ≥ 5 years, and 37 (17.5%) had experienced a stroke. There was a significant association between the duration of hypertension and stroke incidence (P-value = 0.005). Conclusion: There was a significant association between the duration of hypertension and stroke incidence.   Keywords: Duration of Hypertension; Hypertension; Stroke.   Pendahuluan: Hipertensi merupakan faktor risiko utama stroke, suatu kondisi yang disebabkan oleh gangguan aliran darah otak akibat oklusi vaskular atau perdarahan. Durasi hipertensi yang berkepanjangan mengakibatkan kerusakan vaskular progresif, termasuk aterosklerosis dan remodeling vaskular, yang secara kumulatif meningkatkan risiko stroke. Tujuan: Untuk mengetahui korelasi antara Durasi Hipertensi dan Insidensi Stroke Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh sampel sebanyak 211 orang. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik chi-square. Hasil: Ditemukan bahwa di antara responden, 151 (71.6%) memiliki durasi hipertensi ≥ 5 tahun dan 37 (17.5%) pernah mengalami stroke. Terdapat hubungan yang signifikan antara durasi hipertensi dan kejadian stroke (nilai P = 0,005). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara durasi hipertensi dan kejadian stroke.   Kata Kunci: Hipertensi; Lama menderita; Stroke.
Gambaran status gizi pada diabetes melitus Syamsu, Rachmat Faisal; Amrin, Alisa Febriana; Saad, Lucky Amelia
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 2 (2026): February Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i2.2186

Abstract

Background: Type 2 diabetes mellitus is a public health problem with a steadily increasing prevalence and is closely related to nutritional status. Nutritional imbalances, both undernutrition and overnutrition, impact glycemic control and the risk of complications. Purpose: To determine the nutritional status of type 2 diabetes mellitus patients based on Body Mass Index (BMI). Method: This is a descriptive study using a secondary data approach. Samples were taken using a total sampling technique from all type 2 diabetes mellitus patients registered in the medical records of the Maccini Sawah Community Health Center during the period October–November 2025. Nutritional status data was determined based on BMI calculations and classified according to WHO criteria. Results: A total of 37 type 2 diabetes mellitus patients were studied, the majority of whom had normal nutritional status (35.14%). Overweight patients accounted for 27.03%, class I obesity for 24.32%, and class II obesity for 5.41%. Meanwhile, 8.11% of patients were underweight. Conclusion: The description of the nutritional status of type 2 diabetes mellitus patients shows that more than half of the patients are overweight and obese.   Keywords: Body Mass Index; Nutritional Status; Primary Health Care; Type 2 Diabetes Mellitus.   Pendahuluan: Diabetes melitus tipe 2 merupakan masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi yang terus meningkat dan sangat berkaitan dengan status gizi. Ketidakseimbangan status gizi, baik gizi kurang maupun gizi lebih, berpengaruh terhadap kontrol glikemik dan risiko komplikasi. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran status gizi pasien diabetes melitus tipe 2 berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan data sekunder. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling terhadap seluruh pasien diabetes melitus tipe 2 yang tercatat dalam rekam medis Puskesmas Maccini Sawah pada periode Oktober–November 2025. Data status gizi ditentukan berdasarkan perhitungan IMT dan diklasifikasikan menurut kriteria WHO.  Hasil: Sebanyak 37 pasien diabetes melitus tipe 2 yang diteliti, sebagian besar memiliki status gizi normal (35.14%). Pasien dengan status overweight ditemukan sebesar 27.03%, obesitas kelas I sebesar 24.32%, dan obesitas kelas II sebesar 5.41%. Sementara itu, 8.11% pasien berada dalam kategori underweight. Simpulan: Gambaran status gizi pasien diabetes melitus tipe 2 menunjukkan bahwa lebih dari separuh pasien mengalami kelebihan berat badan dan obesitas.   Kata Kunci: Diabetes Melitus Tipe 2; Indeks Massa Tubuh; Puskesmas; Status Gizi.
Efektifitas intervensi slow stroke back massage terhadap pasien stroke hemoragik Nusyaibah, Fathunnisa Imarah; Lengga, Vivop Marti
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 2 (2026): February Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i2.2211

Abstract

Background: Hemorrhagic stroke is a stroke that occurs due to bleeding in the brain due to blood vessel damage. Hypertension is the main risk factor for hemorrhagic stroke. The nursing diagnosis that emerged was "Decreased intracranial adaptive capacity related to hypertension," characterized by high blood pressure, dizziness and persistent headaches, and weakness of the right upper and lower extremities. Purpose: To describe nursing care for decreased intracranial adaptive capacity in hemorrhagic stroke patients, including nursing assessment and evaluation, with the provision of Slow Stroke Back Massage Therapy interventions. Method: This research used a descriptive method with a case study technique and was conducted in March 2023 in the Umar Bin Khatab II Ward of Al-Ihsan Regional Hospital, West Java Province. Results: The assessment phase for a patient managed for a nursing diagnosis of decreased intracranial adaptive capacity revealed uncontrolled hypertension leading to hemorrhagic stroke. Nursing planning was based on the Indonesian Nursing Outcome Standards and interventions based on Evidence-Based Practice. This intervention was administered according to the guidelines, with the primary intervention being Slow Stroke Back Massage (SSBM). Conclusion: The intervention demonstrated a decrease in blood pressure. Slow Stroke Back Massage (SSBM) has been shown to reduce blood pressure, a risk factor for the nursing diagnosis of decreased intracranial adaptive capacity.   Keywords: Hemorrhagic Stroke; Nursing Care; Slow Stroke Back Massage.   Pendahuluan: Stroke hemoragik merupakan stroke yang terjadi karena adanya perdarahan di otak karena kerusakan pembuluh darah. Hipertensi merupakan faktor risiko utama pencetus stroke hemoragik. Diagnosis keperawatan yang muncul yaitu Penurunan kapasitas adaptif intrakranial berhubungan dengan hipertensi ditandai dengan tekanan darah tinggi, pusing dan nyeri kepala terus menerus, ekstremitas kanan atas dan bawah mengalami kelemahan. Tujuan: Untuk mendeskripsikan asuhan keperawatan penurunan kapasitas adaptif intrakranial pada pasien stroke hemoragik meliputi pengkajian keperawatan hingga evaluasi keperawatan dengan pemberian intervensi Terapi Slow Stroke Back Massage. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik studi kasus yang dilaksanakan pada Maret 2023 di Ruang Umar Bin Khatab II RSUD Al-Ihsan Provinsi Jawa Barat. Hasil: Tahapan pengkajian didapatkan pada pasien kelolaan masalah keperawatan penurunan kapasitas adaptif intrakranial didapatkan pasien mengalami hipertensi tidak dikontrol yang menyebabkan stroke hemoragik. Perencanaan keperawatan disusun berdasarkan acuan dari Standar Luaran Keperawatan Indonesia dan intervensi berdasarkan Evidance Based Practice. Intervensi ini diberikan sesuai pedoman yaitu intervensi utama pemberian Terapi Slow Stroke Back Massage(SSBM). Simpulan: Pemberian intervensi menunjukkan hasil evaluasi adanya penurunan tekanan darah. Pemberian intervensi Slow Stroke Back Massage (SSBM) terbukti dalam menurunkan tekanan darah yang merupakan faktor risiko dari diagnosa keperawatan penurunan kapasitas adaptif intrakranial.   Kata Kunci : Asuhan Keperawatan; Slow Stroke Back Massage; Stroke Hemoragik.
Pengaruh demonstrasi bantuan hidup dasar (BHD) terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa SMA: Literatur review Ndruru, Anita; Mendrofa, Deskriman Stefan; Sitindaon, Sry Rumondang; Gulo, Barce Inel Crevis
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 2 (2026): February Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i2.2249

Abstract

Background: The community, as the primary target, is expected to provide rapid and appropriate treatment, with a high potential for encountering cardiac arrest victims in their immediate surroundings beyond the reach of healthcare workers. Therefore, community-based rescue is expected. Purpose: To analyze the effect of Basic Life Support (BLS) demonstrations on improving the knowledge and skills of high school students. Method: A systematic literature review was conducted. The search began with references from Google Scholar and Science Direct, including articles published between 2020 and 2025 related to BLS, skills, knowledge, and high school students. Results: A total of 150 articles were included in the identification process, of which 10 met the inclusion criteria, consisting of journals published between 2020 and 2025, and journals with national and international accreditation (ISSN, ISBN, DOI). Conclusion: Based on the search results, 10 journals reviewed were related to the effect of BLS demonstrations on improving the knowledge and skills of high school students. One of the factors causing lay people to fail in performing first aid is inadequate knowledge and skills regarding first aid for cardiac arrest victims.   Keywords: Basic Life Support (BLS); High School Students; Knowledge; Skills.   Pendahuluan: Penanganan yang cepat dan tepat akan diwujudkan oleh masyarakat sebagai sasaran utama yang berpotensi tinggi menemukan korban henti jantung di lingkungan sekitar diluar jangkauan dari petugas kesehatan, sehingga diharapkan penyelamatan bantuan hidup dasar dari masyarakat. Tujuan: Untuk menganalisis Pengaruh Demonstrasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa SMA. Metode: Penelitian Systematic Literature Review. Pencarian diawali dengan menemukan referensi dari database google scholar dan Sciencedirect, artikel yang diterbitkan antara tahun 2020-2025 terkait database Bantuan hidup dasar (BHD), keterampilan, pengetahuan, dan siswa SMA. Hasil: Sebanyak 150 artikel yang masuk dalam proses identifikasi, 10 artikel diantaranya sesuai dengan kriteria inklusi yang terdiri dari jurnal yang dipublikasikan dalam kurun waktu 2020-2025, jurnal yang telah terakreditasi nasional dan internasional (ISSN, ISBN, DOI). Simpulan: Berdasarkan hasil penelusuran, 10 jurnal yang telah ditelaah terkait dengan pengaruh demonstrasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa SMA. Salah satu faktor penyebab masyarakat awam gagal dalam melakukan penyelamatan pertama disebabkan oleh pengetahuan dan kemampuan yang kurang memadai terkait pertolongan pertama korban henti jantung.    Kata Kunci: Bantuan Hidup Dasar (BHD); Keterampilan; Pengetahuan; Siswa SMA.
Hubungan kadar hemoglobin ibu trimester ketiga dengan risiko kelahiran prematur: Literatur review Lausiri, Satharia; Dewi, Anna Sari; Emilda, Andi
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 2 (2026): February Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i2.2261

Abstract

Background: Anemia in pregnancy is one of the most common maternal health problems globally and often occurs in the third trimester when maternal and fetal physiological needs increase. Low hemoglobin levels have the potential to cause placental hypoxia and increase the risk of obstetric complications, including preterm birth. Purpose: To determine the association between maternal hemoglobin levels in the third trimester and the risk of preterm birth based on the latest scientific evidence from national and international journals. Method: A systematic literature review was conducted based on the PRISMA 2020 guidelines. Twenty-two articles met the inclusion criteria, which included a population of pregnant women in the third trimester, observational study designs or meta-analyses, and reports of preterm birth outcomes. Results: The majority of the 22 articles showed a significant association between low hemoglobin levels (Hb <11 g/dL) and an increased risk of preterm birth and adverse neonatal outcomes such as low birth weight (LBW) and high-birth-weight (SGA). Conclusion: Low hemoglobin levels in the third trimester are significantly associated with the risk of preterm birth. Routine Hb testing prior to delivery and adequate anemia management are needed as strategies to prevent obstetric complications and improve maternal-infant safety.   Keywords: Hemoglobin; Pregnancy Anemia; Premature Birth; Perinatal Outcome; Third Trimester.   Pendahuluan: Anemia pada kehamilan merupakan salah satu masalah kesehatan maternal paling umum secara global dan sering terjadi pada trimester ketiga ketika kebutuhan fisiologis ibu dan janin meningkat. Kadar hemoglobin yang rendah berpotensi menyebabkan hipoksia plasenta dan meningkatkan risiko komplikasi obstetri, termasuk kelahiran prematur. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kadar hemoglobin ibu trimester ketiga dengan risiko kelahiran prematur berdasarkan bukti ilmiah terkini dari jurnal nasional dan internasional. Metode: Systematic Literature Review dilakukan berdasarkan pedoman PRISMA 2020. Sebanyak 22 diantaranya memenuhi kriteria inklusi yang meliputi populasi ibu hamil trimester ketiga, desain penelitian observasional, atau meta-analisis, dan laporan hasil kelahiran prematur. Hasil: Mayoritas dari 22 artikel menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kadar hemoglobin rendah (Hb < 11 g/dL) dan peningkatan risiko kelahiran prematur serta outcome neonatal buruk seperti BBLR dan SGA. Simpulan: Kadar hemoglobin rendah pada trimester ketiga berhubungan signifikan dengan risiko kelahiran prematur. Pemeriksaan Hb rutin menjelang persalinan dan penanganan anemia yang adekuat diperlukan sebagai strategi pencegahan komplikasi obstetri dan peningkatan keselamatan ibu-bayi.   Kata Kunci: Anemia Kehamilan; Hemoglobin; Kelahiran Prematur; Outcome Perinatal; Trimester Ketiga.

Page 1 of 3 | Total Record : 30