cover
Contact Name
Yunardi Kristian Zega
Contact Email
yunardichristian@gmail.com
Phone
+6281213076611
Journal Mail Official
yunardikzega@sttrealbatam.ac.id
Editorial Address
Jl. Ahmad Yani, Komplek House of Glory Belakang Ruko Eden Park, Taman Baloi, Batam Kota, Batam City, 29432 Kec. Batam Kota, Kotamadaya Batam, Kepulauan Riau. (Kampus STT Real Batam)
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : -     EISSN : 29632935     DOI : -
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini dikelola oleh Program Studi Pendidikan Kristen Anak Usia Dini, Sekolah Tinggi Teologi (STT) Real Batam dengan ISSN: 2963-2935 (online). Jurnal Real Kiddos bermaksudkan untuk mempublikasikan karya-karya penelitian dosen, mahasiswa, dan alumni baik yang berada di lingkungan STT Real Batam maupun para pendidik anak usia dini yang berada di luar STT Real Batam. Jurnal ini memuat artikel-artikel penelitian yang berfokus pada pengembangan ilmu dan praktik pendidikan anak usia dini. Fokus Jurnal Real Kiddos adalah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sedangkan cakupannya adalah Desain Program PAUD, Strategi Pembelajaran PAUD, Kurikulum PAUD, Psikologi PAUD, Evaluasi PAUD, Manajemen PAUD, PAUD Berbasis Budaya Lokal dan Anak Berkebutuhan Khusus.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2: March 2026" : 7 Documents clear
From Bethlehem to the Classroom: An Incarnational Paradigm for Christian Early Childhood Education Gunawan; Pertiwi, Sri
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2: March 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/grkdde11

Abstract

This article develops an incarnational pedagogical paradigm for Christian early childhood education, grounded in the biblical narrative of the Incarnation as presented in Luke 2:1-20 and John 1:14. Employing a constructive theological method, the study integrates exegetical analysis of the selected biblical texts with contemporary educational theory and developmental psychology to formulate a holistic framework for children aged 0-6. Four interconnected dimensions are proposed: pedagogy as hospitality, curriculum as narrative participation, assessment as gift and growth, and community as the primary site of formation. The study argues that the Incarnation, understood as God's embodied presence in Jesus Christ, fundamentally reorders the logic of Christian education by displacing cognitive-centered and performance-driven models in favor of a framework centered on embodiment, relational presence, and prevenient grace. Children are affirmed as imago Dei, possessing intrinsic dignity and spiritual capacity prior to any academic achievement. The study concludes that when incarnational theology fully inhabits educational practice, the Christian classroom becomes a modern Bethlehem, a sacred space where divine love is made concretely real in the lives of young children and where the church reclaims its formative role in holistic child development. Keywords: incarnational theology; Christian early childhood education; embodied pedagogy; imago Dei; spiritual formation Abstrak Artikel ini mengembangkan paradigma pedagogis inkarnasional untuk pendidikan anak usia dini Kristen, yang berlandaskan pada narasi Alkitab tentang Inkarnasi sebagaimana tertuang dalam Lukas 2:1-20 dan Yohanes 1:14. Dengan menggunakan metode teologi konstruktif, penelitian ini mengintegrasikan analisis eksegesis teks Alkitab yang dipilih dengan teori pendidikan kontemporer dan psikologi perkembangan untuk merumuskan kerangka holistik bagi anak usia 0-6 tahun. Empat dimensi yang saling terhubung diusulkan, yakni pedagogi sebagai keramahtamahan, kurikulum sebagai partisipasi naratif, penilaian sebagai anugerah dan pertumbuhan, serta komunitas sebagai ruang pembentukan utama. Penelitian ini berargumen bahwa Inkarnasi, yang dipahami sebagai kehadiran Allah yang menjelma dalam diri Yesus Kristus, secara fundamental menyusun ulang logika pendidikan Kristen dengan menggeser model yang berpusat pada kognisi dan berorientasi kinerja, menuju kerangka yang berpusat pada penjelmaan, kehadiran relasional, dan anugerah yang mendahului. Anak-anak diteguhkan sebagai imago Dei, yang memiliki martabat intrinsik dan kapasitas spiritual sebelum pencapaian akademis apa pun. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketika teologi inkarnasional sepenuhnya menghuni praktik pendidikan, ruang kelas Kristen menjadi Betlehem modern, yakni ruang sakral di mana kasih ilahi diwujudkan secara nyata dalam kehidupan anak-anak usia dini, dan di mana gereja kembali mengemban perannya dalam pengembangan anak secara holistik. Kata Kunci: teologi inkarnasional; pendidikan anak usia dini Kristen; pedagogi terwujud; imago Dei; pembentukan spiritual
Mendidik Si Kecil dan Teologi: Analisis Filsafat Pendidikan Klasik Perennialisme, Esensialisme dan Rekonstruksionisme Pasaribu, Jabes; Lo, Ervi Johan; Simanjuntak, Tiurma Basa Marina
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2: March 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/ce0gnd24

Abstract

Pendidikan anak usia dini merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter, iman dan intelektualitas seorang anak. Dalam konteks kekristenan, upaya mendidik Si Kecil tidak hanya menyangkut aspek kognitif dan afektif, melainkan juga dimensi spiritualitas yang berakar pada panggilan Imago Dei. Penelitian ini mengkaji pendidikan anak usia dini dalam gugus filsafat pendidikan klasik Perennialisme, Esensialisme, dan Rekonstruksionisme serta menimbang relevansinya dalam perspektif Teologi Pendidikan Kristen. Metode yang digunakan adalah studi literatur kritis-filosofis dengan pendekatan interdisipliner antara filsafat pendidikan dan teologi Kristen. Hasil kajian menunjukkan bahwa Perennialisme menekankan nilai-nilai universal yang sejalan dengan pengajaran iman Kristen, Esensialisme menegaskan pentingnya pewarisan kebenaran dan disiplin iman, sedangkan Rekonstruksionisme membuka ruang bagi transformasi sosial yang berlandaskan pada Injil. Kontribusi penelitian ini terletak pada tawaran paradigma integratif bagi Pendidikan Kristen anak usia dini, yakni suatu model yang menggabungkan kekuatan filsafat klasik dengan misi pendidikan iman, sehingga mendidik Si Kecil tidak sekadar membentuk pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan spiritualitas, karakter, dan keterlibatan sosial dalam terang Kristus. Kata Kunci: anak usia dini; perennialisme; esensialisme; rekonstruksionisme; teologi pendidikan
Integrating Indigenous Knowledge into Early Childhood Education Curricula in Nigeria: Implications for Learning and Cultural Sustainability Kolade, Oluwasegun Samuel
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2: March 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/jebzdk41

Abstract

Early Childhood Education (ECE) in Nigeria has historically been rooted in indigenous knowledge systems transmitted through oral traditions, storytelling, songs, proverbs, and communal play. Despite policy recognition of cultural relevance, classroom practice continues to prioritize standardized, Western-oriented curricula, creating a disconnect between children's cultural environments and their formal learning experiences. This study examines how indigenous knowledge and cultural practices are integrated into early childhood education curricula in Nigeria, with a focus on classroom practices, teacher perceptions, and pedagogical implications. Grounded in Vygotsky's socio-cultural learning theory and the culturally responsive pedagogy frameworks of Ladson-Billings and Gay, the study adopts a qualitative design. Data were collected through classroom observations, semi-structured interviews with early childhood educators, and analysis of curriculum documents, and analyzed thematically. Findings reveal that while teachers occasionally incorporate indigenous stories, songs, games, and proverbs into classroom activities, such integration remains inconsistent and largely dependent on individual teacher initiative rather than systematic curriculum design. Children demonstrated markedly higher engagement and participation during culturally grounded activities. Key constraints include inadequate professional development in culturally responsive pedagogy, limited availability of culturally relevant instructional materials, and rigid adherence to standardized curricula. The study concludes that sustainable integration of indigenous knowledge into ECE requires systematic curriculum reform, targeted teacher training, and stronger home–school collaboration to support both learning outcomes and cultural continuity. Keywords: cultural sustainability; culturally responsive pedagogy; curriculum integration Nigeria; early childhood education; indigenous knowledge Abstrak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Nigeria secara historis berakar pada sistem pengetahuan lokal yang diwariskan melalui tradisi lisan, bercerita, nyanyian, peribahasa, dan permainan komunal. Meskipun relevansi budaya telah diakui dalam kebijakan pendidikan, praktik di kelas masih cenderung mengutamakan kurikulum terstandarisasi yang berorientasi Barat, sehingga menciptakan kesenjangan antara lingkungan budaya anak dan pengalaman belajar formal mereka. Studi ini mengkaji bagaimana pengetahuan lokal dan praktik budaya diintegrasikan ke dalam kurikulum PAUD di Nigeria, dengan fokus pada praktik pembelajaran di kelas, persepsi guru, dan implikasi pedagogis. Berlandaskan teori pembelajaran sosio-kultural Vygotsky serta kerangka pedagogi responsif budaya dari Ladson-Billings dan Gay, penelitian ini menggunakan desain kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara semi-terstruktur dengan pendidik PAUD, dan analisis dokumen kurikulum, kemudian dianalisis secara tematik. Temuan menunjukkan bahwa meskipun guru sesekali memasukkan cerita, lagu, permainan, dan peribahasa lokal ke dalam kegiatan kelas, integrasi tersebut masih bersifat tidak konsisten dan sangat bergantung pada inisiatif individu guru, bukan pada rancangan kurikulum yang sistematis. Anak-anak menunjukkan keterlibatan dan partisipasi yang jauh lebih tinggi selama kegiatan yang berbasis budaya. Kendala utama meliputi kurangnya pengembangan profesional dalam pedagogi responsif budaya, terbatasnya ketersediaan bahan ajar yang relevan secara budaya, dan dominasi kurikulum terstandarisasi yang kaku. Studi ini menyimpulkan bahwa integrasi pengetahuan lokal yang berkelanjutan dalam PAUD memerlukan reformasi kurikulum yang sistematis, pelatihan guru yang terarah, serta kolaborasi yang lebih kuat antara sekolah dan keluarga guna mendukung hasil belajar sekaligus keberlangsungan budaya. Kata Kunci: integrasi kurikulum Nigeria; keberlanjutan budaya;pedagogi responsif budaya; pendidikan anak usia dini; pengetahuan lokal
FORMASI SPIRITUAL DAN PERKEMBANGAN EMOSI ANAK USIA DINI DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI KRISTEN Boiliu, Fredik Melkias
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2: March 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/tvefr543

Abstract

Early childhood emotional development is inseparable from the spiritual formation process that shapes the way children interpret themselves, relationships, and the surrounding environment. However, in the practice of early childhood education in Indonesia, the spiritual dimension is often reduced to ritual activities, without a deep connection to the development of children's emotions. This article aims to examine the relationship between spiritual formation and early childhood emotional development from a Christian psychological perspective. This study uses a literature study method by analyzing the literature on developmental psychology, Christian psychology, and theology of children's education. The results of the study show that spiritual formations that are relational, contextual, and consistent contribute significantly to emotional regulation, security, empathy, and emotional resilience in early childhood. The discussion affirms that in Christian psychology, emotions are understood as the initial space of the child's experience of faith, where love, acceptance, and secure attachment become the foundation of spirituality. The implications of this study show that early childhood Christian education in Indonesia needs to integrate emotional mentoring and spiritual formation holistically, by involving the active role of teachers and parents as value mediators and role models of faith in daily life.
Hospitalitas sebagai Imajinasi Etis: Kontribusi Perjanjian Lama bagi Filsafat Pendidikan Anak Usia Dini Setyo Utomo, Bimo; Bimo Setyo Utomo
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2: March 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/9w05qv41

Abstract

Pendidikan anak usia dini menghadapi tantangan etis seiring meningkatnya kecenderungan instrumentalisme yang menempatkan capaian akademik di atas relasi kemanusiaan. Situasi ini menuntut kerangka filosofis yang mampu mengembalikan pendidikan pada dimensi relasionalnya. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi hospitalitas sebagai imajinasi etis dalam Perjanjian Lama serta menelaah kontribusinya bagi filsafat pendidikan anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hospitalitas dalam Perjanjian Lama bukan sekadar kebajikan sosial, melainkan orientasi moral yang membentuk relasi manusia. Rekonstruksi filosofis menegaskan bahwa hospitalitas dapat dipahami sebagai landasan konstitutif pendidikan, di mana tindakan pedagogis dimulai dari penerimaan terhadap anak sebagai subjek alteritas. Perspektif ini menempatkan relasionalitas sebagai fondasi pedagogis dan memaknai pendidikan sebagai praktik menyambut kehidupan yang hadir dalam diri setiap anak.
Spiritualitas Anak Usia Dini dalam Perspektif Yesus: Analisis Eksegetis Markus 10:13–16 Sanjaya, Yudhy; Ditakristi, Agiana Her Visnhu; Silaen, Upa
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2: March 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/prg7sr63

Abstract

Perkembangan pedagogi Pendidikan Agama Kristen (PAK) anak usia dini kerap berfokus pada transmisi kognitif doktrin, sementara dimensi spiritualitas anak sebagai subjek teologis belum digarap secara mendalam melalui kajian eksegetis Injil. Markus 10:13–16 menghadirkan Yesus yang tidak hanya menerima anak-anak, tetapi juga menempatkan mereka sebagai paradigma bagi partisipasi dalam Kerajaan Allah. Artikel ini merumuskan pertanyaan penelitian: bagaimana Injil Markus mengonstruksi spiritualitas anak usia dini, dan bagaimana relevansinya bagi pedagogi PAK kontemporer? Penelitian bertujuan mengembangkan fondasi biblika bagi pendidikan iman anak melalui analisis teks Markus 10:13–16. Kebaruan (novelty) studi ini terletak pada integrasi analisis naratif-eksegetis dengan refleksi pedagogis PAK anak usia dini dalam konteks gereja masa kini. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis naratif dan leksikal serta studi pustaka terhadap literatur biblika dan teologi pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas anak dalam perspektif Yesus berciri reseptivitas terhadap anugerah, relasional-inkarnasional, dan berfungsi paradigmatik bagi kehidupan murid, yang kemudian diterjemahkan ke dalam prinsip pedagogis inklusif, afektif, dan berorientasi komunitas lintas generasi dalam PAK anak usia dini.
Pedagogi Tubuh dan Etika Kristen Inkarnasional: Refleksi Nilai Tou Limak dalam Budaya Rote Pada Anak Usia Dini Messakh, Merling
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2: March 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/yyyfwv39

Abstract

Pendidikan karakter pada anak usia dini seringkali terjebak pada pendekatan instruktif yakni pengajaran nilai yang bersifat hafalan dan verbal, sehingga kurang menyentuh dimensi pengalaman hidup anak. Penelitian ini bertujuan untuk merefleksikan praktik Tou Limak dalam budaya Rote melalui lensa etika Kristen inkarnasional dan konsep pedagogi tubuh di lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Dengan menggunakan metode kualitatif fenomenologis, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan pendidik, orang tua dan tokoh adat di Rote, Nusa Tenggara Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tou Limak yang secara harfiah adalah memegang tangan / memegang manusia, bukan sekadar ritual budaya, melainkan sebuah pedagogi tubuh yang menanamkan nilai – nilai etis melalui gestur fisik yang konkret.  Dimensi fisik seperti posisi tubuh yang sejajar, kontak mata dan jabat tangan serta bergandengan tangan menjadi medium inkarnasi nilai kasih (agape), kerendahan hati (kenosis), dan pengakuan martabat manusia (imago Dei). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pedagogi tubuh berbasis kearifan lokal efektif dalam membentuk karakter relasional anak yang inklusif dan empatik.  Implikasi penelitian ini mendorong para pendidik PAUD Kristen untuk mengintegrasikan gestur budaya sebagai sarana dialog profetik dalam pembentukan moral anak di era digital.

Page 1 of 1 | Total Record : 7