cover
Contact Name
Safni Elivia
Contact Email
safni@iphorr.com
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Karet, Sumber Rejo, Kec. Kemiling, Kota Bandar Lampung, Lampung 35155
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JOURNAL OF Mother and Child Health Concerns
ISSN : 27984095     EISSN : 27984192     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, khususnya di bidang kesehatan ibu dan anak yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Terbit 2 kali dalam satu tahun bulan Juni dan Desember
Articles 147 Documents
Pendidikan kesehatan tentang toilet training melalui audio visual terhadap pengetahuan ibu Marliyana, Marliyana; Putri, Dian Mentari; Suharti , Sri
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i2.451

Abstract

Background: According to the national household health survey (SKRT), there are 75 million children in the toddler to preschool age who have difficulty controlling defecation and urination. One way to increase knowledge and change behavior is health education. Toilet training is an important part of child development, parents can teach children to control urination and defecation. Mothers should know how to do toilet training correctly so that their children can do it well. Audio visuals are used to provide information that is easier to receive. Purpose: To determine the application of audio visual health education on maternal knowledge. Method: This type of scientific paper is descriptive. The subjects used were 30 mothers who had children aged 1-3 years at Posyandu Mawar I Bandar Lampung. Results: Before being given health education, the level of maternal knowledge was 17 subjects (56.67%), the level of good knowledge was 13 subjects (43.33%). After being given health education, the level of maternal knowledge was good as many as 26 subjects (86.67%), the level of knowledge was sufficient as many as 4 subjects (13.33%). Conclusion: From the results of the study there was an increase in the percentage of knowledge categories from 43.33% to 86.67%. Keywords: Health Education; Knowledge; Toilet Training. Pendahuluan: Menurut survei kesehatan rumah tangga (SKRT) nasional, ada 75 juta anak di usia toddler hingga prasekolah yang mengalami kesulitan mengontrol BAB dan BAK. Salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan dan mengubah perilaku masyarakat adalah pendidikan kesehatan. Toilet training merupakan hal penting perkembangan anak, orang tua dapat mengajarkan anak-anak mengendalikan buang air kecil dan buang air besar. Ibu harus tahu bagaimana melakukan pelatihan toilet dengan benar agar anak-anaknya mampu melakukannya dengan baik. Audio visual digunakan untuk menyediakan informasi yang lebih mudah diterima. Tujuan: Untuk mengetahui penerapan pendidikan kesehatan audio visual terhadap pengetahuan ibu. Metode: Jenis karya tulis ilmiah ini adalah deskriptif. Subjek yang digunakan adalah 30 ibu yang mempunyai anak usia 1-3 tahun di Posyandu Mawar I Bandar Lampung. Hasil: Sebelum diberikan pendidikan kesehatan tingkat pengetahuan ibu cukup terdapat 17 subjek (56.67%), tingkat pengetahuan baik sebanyak 13 subjek (43.33%). Setelah diberikan pendidikan kesehatan tingkat pengetahuan ibu baik sebanyak 26 subjek (86.67%), tingkat pengetahuan cukup sebanyak 4 subjek (13.33%). Simpulan: Dari hasil penelitian terjadi peningkatan presentase kategori pengetahuan dari 43.33% menjadi 86.67%. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan; Pengetahuan; Toilet Training.
Efektivitas teknik relaksasi progresif terhadap nyeri luka episiotomi pada ibu post partum Aliun, Fatimah Wahab; Yunitasari, Eva; Fitri, Feni Elda
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): June Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i1.456

Abstract

Background: Every woman experiences different levels of postpartum pain, with different pain thresholds. The results of an episiotomy, which is performed to prevent spontaneous perineal tears and accelerate labor, can cause postpartum pain. Purpose: To determine how progressive relaxation techniques affect maternal pain after an episiotomy at the Barokah Medika Clinic. Method: This study was conducted experimentally using a pre-experimental research method. The Barokah Medika Clinic received 56 respondents with episiotomy wounds. Total sampling was used, so the sample consisted of 56 people who answered. In this study, the instrument used was the MC Gill observation sheet used to transmit the pain response shown by mothers who experienced episiotomy wounds. Results: Data processing of the analysis test using the Wilcoxone Test, which produced a p value of 0.000 indicating that there was a difference in the pain scale between the pre-test and post-test. Conclusion: The progressive relaxation method successfully reduced pain levels and had a positive impact on multidimensional quality of life, including increased sleep quantity and quality, reduced physical restlessness, the mother's ability to be more independent in activities, social relationships, and sexual life in accordance with the postpartum phase.   Keywords: Episiotomy Pain; Post Partum; Progressive Relaxation.   Pendahuluan: Setiap wanita mengalami nyeri pasca persalinan yang berbeda tingkatnya, dengan rentang ambang nyeri yang berbeda. Hasil dari episiotomi, yang dilakukan untuk mencegah robekan spontan perineum dan mempercepat kelahiran, dapat menyebabkan nyeri postpartum. Tujuan: Untuk mengetahui bagaimana teknik relaksasi progresif berdampak pada nyeri ibu pasca episiotomi di Klinik Barokah Medika. Metode: Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan metode penelitian pre-eksperimenal. Klinik Barokah Medika menerima 56 responden dengan luka episiotomi. Sampling total digunakan, jadi sampelnya terdiri dari 56 orang yang menjawab. Dalam penelitian ini, instrumen yang digunakan menggunakan lembar observasi MC Gill digunakan untuk mengevaluasi respons nyeri yang ditunjukkan oleh ibu yang mengalami luka episiotomi. Hasil: Pengolahan data uji analisis menggunakan Uji Wilcoxone, yang menghasilkan nilai p 0.000 menunjukkan bahwa ada perbedaan dalam skala nyeri antara tes sebelum dan setelah tes. Simpulan: Metode relakasi progresif berhasil mengurangi tingkat nyeri dan berdampak positif pada kualitas hidup muldimensi, yang mencakup peningkatan kuantitas dan kualitas tidur, pengurangan pembatasan fisik, kemampuan ibu untuk lebih mandiri dalam aktivitas, hubungan sosial, dan kehidupan seksual yang sesuai dengan fase masa nifas.   Kata Kunci: Episiotomy Pain; Post Partum; Progressive Relaxation.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan penyembuhan luka post sectio caesarea Yunitasari, Eva; Fitri, Feni Elda
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): June Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i1.460

Abstract

Background:  Post-cesarean section patients usually require hospitalization for around 3-5 days after surgery. Complications after surgery can also prolong the length of treatment and recovery in the hospital and one of the factors in the wound healing process in post-cesarean section patients can be influenced by nutrition, mobilization and personal hygiene. Purpose: To determine the factors related to the wound healing process in post-cesarean section patients at Bhayangkara Hospital Bandarlampung. Method: This type of research is quantitative with a cross-sectional design. The population in this study were post-cesarean section patients at Bhayangkara Hospital Bandarlampung, with an average of 62 mothers per month. The number of samples taken was fifty people. The chi-square test was used to test the bivariate. Results: Of the three factors that influence wound healing after CS at Bhayangkara Hospital Bandarlampung, these three factors have the greatest influence on wound healing. Nutrition has a significant correlation (p=0.018), mobility has a significant correlation (p=0.000), and personal hygiene has a significant correlation (p=0.000). Conclusion: There is a significant relationship between nutritional factors, mobilization, and personal hygiene with wound healing.   Keywords: Mobilization; Nutrition; Post Sectio Caesarea wound healing; Personal Hygiene.   Pendahuluan: Pasien post sectio caesarea biasanya membutuhkan waktu rawat inap sekitar 3-5 hari setelah operasi. Komplikasi setelah tindakan pembedahan, juga dapat memperpanjang lama perawatan dan pemulihan dirumah sakit dan salah satu faktor proses penyembuhan luka pada pasien post sectio caesarea dapat dipengaruhi oleh nutrisi, mobilisasi dan personal hygiene. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan proses penyembuhan luka pada pasien post sectio caesarea di Rumah Sakit Bhayangkara Bandarlampung. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien post Sectio Caesarea di Rumah Sakit Bhayangkara Bandarlampung terhitung dengan rata-rata perbulan 62 ibu. Jumlah sampel yang diambil adalah lima puluh orang. Uji chi square digunakan untuk menguji bivariat. Hasil: Dari tiga faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka setelah SC di Rumah Sakit Bhayangkara Bandarlampung, ketiga faktor tersebut paling banyak mempengaruhi penyembuhan luka. Nutrisi memiliki korelasi signifikan (p=0.018), mobilitas memiliki korelasi signifikan (p=0.000), dan kebersihan pribadi memiliki korelasi signifikan (p=0.000). Simpulan: Ada hubungan yang bermakna antara faktor nutrisi, mobilisasi, dan personal hygine dengan penyembuhan luka.   Kata Kunci: Mobilisasi; Nutrisi; Penyembuhan luka Post Sectio Caesarea; Personal Hygiene.
Hubungan pengetahuan ibu tentang diare dengan kejadian dehidrasi Pada pasien anak dengan diare Kurniawati, Desi; Christiawati, Devi; Yusnita, Yusnita
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i2.483

Abstract

Background: In Indonesia, diarrhea with complications of dehydration is still a cause of death in toddlers. In South Lampung Regency, diarrhea cases are included in the 10 largest diagnoses in seventh place. One of the factor's causing diarrhea is parental knowledge. Purpose: To determine the relationship between maternal knowledge about diarrhea and the incidence of dehydration in children with diarrhea. Method: Correlation design with crossetional approach. The population of this study were all mothers who had toddlers who experienced diarrhea at Natar Medika Hospital. Based on the monthly report of Natar Medika Hospital from July 2023 to September 2023, the population size of pediatric patients with diarrhea was 44 cases with a non-probability sampling technique, namely purposive sampling of 39 people. Results: get maternal knowledge about diarrhea good results 27 people (70%) children have diarrhea without dehydration 34 people (90%). Based on bivariate analysis obtained p-value 0.029. Conclusion: There is a relationship between maternal knowledge about diarrhea and the incidence of dehydration in Natar Medika Hospital in 2023, namely in mothers with good knowledge their children do not experience dehydration. Keywords: Dehydration; Diarrhea; Mother Knowledge. Pendahuluan: Di Indonesia diare dengan komplikasi dehidrasi masih menjadi penyebab kematian pada balita, Di Kabupaten Lampung Selatan kasus diare masuk dalam 10 diagnosa terbesar di urutan ke tujuh. Faktor penyebab diare salah satunya adalah pengetahuan orang tua. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang diare dengan kejadian dehidrasi pada pasien anak diare. Metode: Desain korelasi dengan pendekatan crossetional. Populasi penelitian ini seluruh ibu yang mempunyai balita yang mengalami diare di RS Natar medika. Berdasarkan laporan bulanan RS Natar Medika dari Juli 2023 sampai dengan September 2023, didapatkan besaran populasi pasien anak dengan diare sebanyak 44 kasus dengan dengan tehnik sampling non probability sampling yaitu purposive sampling sebanyak 39 orang. Hasil: dapatkan pengetahuan ibu tentang diare hasil baik 27 orang (70%) anak mengalami diare tanpa dehidrasi 34 orang (90%). Berdasarkan analisa bivariat didapat p-value 0.029. Simpulan: Ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang diare dengan kejadian dehidrasi di RS Natar Medika tahun 2023, yaitu pada ibu dengan pengetahuan yang baik anaknya tidak mengalami dehidrasi. Kata Kunci: Dehidrasi; Diare; Pengetahuan Ibu.
Hubungan pengetahuan guru tentang tumbuh kembang anak dengan implementasi pendidikan karakter anak usia 60-72 bulan. Yusnita, Yusnita; Setianingrum, Kusuma Ayu; Septiasari, Yeti
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i2.485

Abstract

Background: Teachers' knowledge of child development will influence their role in implementing character education in children. Teachers who understand that children aged 60-72 years should be trained to go to the bathroom by themselves, will implement this in their students so that independent character will grow in children. Purpose: This study aims to determine the relationship between teacher knowledge about child development and the implementation of character education for children aged 60-72 months at Aisyiyah Bustanul Athfal Kindergarten, Pringsewu District. Method: Cross-sectional research with a quantitative approach. The study sample consisted of 36 teachers selected by total sampling technique. Data were collected using a questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis involved univariate and bivariate analysis. Results: The study showed that most teachers have a good level of knowledge about child development. Character education of preschool children, especially in the aspects of independence, honesty, creativity, and self-confidence, is in the good category. The results of the analysis showed a significant relationship between teachers' knowledge of child development and character education of preschool children (p<0.05). Teachers' knowledge of child development has a close relationship with the quality of character education. Conclusion: Teachers with better knowledge are able to implement character education more effectively. Suggestion: Based on the results of the study, it is expected that the school will hold regular training for teachers related to child development and the implementation of character education so that the quality of learning can continue to be improved. Keywords: Teachers' knowledge, child development, character education Pendahuluan: Pengetahuan guru tentang tumbuh kembang anak akan mempengaruhi perannya dalam mengimplementasikan pendidikan karakter pada anak. Guru yang memahami bahwa anak usia 60-72 tahun harus dilatih untuk ke kamar mandi sendiri, akan mengimplementasikan ini pada anak didiknya sehingga akan tumbuh karakter mandiri pada anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan guru tentang tumbuh kembang anak dengan implementasi pendidikan karakter anak usia 60-72 bulan di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Kecamatan Pringsewu. Metode: Penelitian cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari 36 guru yang dipilih dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data melibatkan analisis univariat dan bivariat. Hasil: Penelitian menunjukan bahwa Sebagian besar guru memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang tumbuh kembang anak. Pendidikan karakter anak usia prasekolah, terutama dalam aspek kemandirian, kejujuran, kreativitas, dan percaya diri, berada pada kategori baik. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan guru tentang tumbuh kembang dengan pendidikan karakter anak usia prasekolah (p<0.05). Pengetahuan guru tentang tumbuh kembang anak memiliki hubungan yang erat dengan kualitas pendidikan karakter. Simpulan: Guru yang memiliki pengetahuan lebih baik mampu menerapkan pendidikan karakter dengan lebih efektif. Saran: Berdasarkan hasil penelitian diharapkan pihak sekolah untuk mengadakan pelatihan rutin bagi guru terkait tumbuh kembang anak dan penerapan pendidikan karakter agar kualitas pembelajaran dapat terus ditingkatkan. Kata Kunci: Pendidikan Karakter; Pengetahuan Guru; Tumbuh Kembang Anak.
Hubungan skor time up and go test dengan risiko jatuh pada wanita diabetes tipe 2 Raminda, Santri; Fadhail, Maulana Ahsan; Kurniawan, Ryanda Masri; Ni`mah, Anisah Khanin; Zulfikar, Zulfikar
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): June Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i1.486

Abstract

AbstractBackground: Diabetes mellitus is a metabolic disease involving increased blood glucose levels caused by impaired insulin secretion or insulin production performance.Purpose: To see the relationship between time up and go test scores and the risk of falling in women with type 2 diabetes.Method: Observational study with correlation method. The sample of this study was 15 women with type 2 diabetes mellitus at the Siger Physio Bandar Lampung clinic. The type of data used in this study is primary data, data obtained directly from respondents and is the result of observations and interviews with respondents through the Morse Fall Scale form and after conducting a balance test with the time up and go test.Results: Based on the gamma & somers'd test, a significance value of 0.02 was obtained (p <0.05) which means that there is a significant relationship between the time up and go test score and the risk of falling in women with type 2 diabetes.Conclusion: There is a significant relationship between balance and the risk of falling in women with type 2 diabetes mellitus for 60 minutes within 4 weeks at the Siger Physio Bandar Lampung clinic. Keywords: Fall Risk; Morse Fall Scale Shape; Time Out and Test; Type 2 Diabetes. Pendahuluan: Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang melibatkan peningkatan kadar glukosa darah yang disebabkan oleh gangguan pada sekresi insulin atau kinerja produksi insulin.Tujuan: Untuk melihat hubungan skor time up and go test, terhadap resiko jatuh pada wanita diabetes tipe 2.Metode: Penelitian observasional dengan metode korelasi. Sampel penelitian ini adalah 15 wanita dengan diabetes militus tipe 2 di klinik Siger Fisio Bandar Lampung. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah data primer, data didapat langsung dari responden dan merupakan hasil observasi serta wawancara dari responden melalui form morse fall scale dan dan setelah melakukan tes keseimbangan dengan time up and go testHasil: Berdasarkan uji gamma & somers’d didapatkan nilai signifikansi sebesar 0.02 (p<0.05) yang berarti adanya hubungan yang signifikan antara skor time up and go test dengan resiko jatuh pada wanita diabetes tipe 2.Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara keseimbangan dengan risiko jatuh yang signifikan pada wanita diabetes melitus tipe 2 selama 60 menit dalam waktu 4 minggu di klinik Siger Fisio Bandar Lampung. Kata Kunci: Diabetes Tipe 2; Form Morse Fall Scale; Resiko Jatuh; Time Up and Go test.
Hubungan Skor Sensory Neuropathy Dengan Lamanya Menderita Diabetes Militus Tipe 2 Pada Wanita Raminda, Santri; Kurniawan, Ryanda Masri; Ando, Dimas Ning Pangesti; Zulfikar, Zulfikar; Fadhail, Maulana Ahsan
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): June Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i1.487

Abstract

AbstractBackground: Diabetes mellitus is one of the most common metabolic disorders, caused by a combination of two main factors impaired insulin secretion by pancreatic β-cells and the inability of insulin-sensitive tissues to respond appropriately to insulin.Purpose: To see the relationship between sensory neuropathy score and duration of type 2 diabetes mellitus in women.Method: Observational study with correlation method, with a sample of 35 women grouped by age 45-74 years, measured using a questionnaire for the duration of having type 2 diabetes mellitus and the Ipswich Touch Test for 15 minutes within 12 weeks.Results: Based on chi square, a significance value of 0.004 (p<0.05) was obtained, which means that there is a relationship between the sensory neuropathy score and the duration of having type 2 diabetes mellitus in women.Conclusion: There is a significant relationship between sensory neuropathy score and duration of type 2 diabetes mellitus in women for 25 minutes within 12 weeks.Suggestion: Further research is expected to develop this research with a larger number of samples so that the research can be analyzed optimally and get better results. Keywords: Ipswich Touch Test; Sensory Neuropathy; Type 2 Diabetes Mellitus. Pendahuluan: Diabetes Mellitus Tipe salah satu kelainan metabolik yang paling umum, disebabkan oleh kombinasi dua faktor utama gangguan sekresi insulin oleh sel β pankreas dan ketidakmampuan jaringan sensitif insulin untuk merespons insulin secara tepat.Tujuan: Untuk melihat hubungan hubungan skor sensory neuropathy dengan lamanya menderita diabetes militus tipe 2 pada wanita.Metode: Penelitian observasional dengan metode korelasi, dengan sampel 35 wanita dikelompokkan berdasarkan umur 45-74 tahun, diukur menggunakan kuisioner durasi mengidap diabetes militus tipe 2 dan Ipswich Touch Test selama 15 menit dalam waktu 12 minggu.Hasil: Berdasarkan chi square didapatkan nilai signifikansi sebesar 0.004 (p<0.05) yang berarti ada hubungan skor sensory neuropathy dengan lamanya menderita diabetes militus tipe 2 pada wanita.Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan yaitu ada hubungan skor sensory neuropathy dengan lamanya menderita diabetes militus tipe 2 pada wanita selama 25 menit dalam waktu 12 minggu.Saran: Penelitian lanjutan diharapkan dapat mengembangakn penelitian ini dengan jumlah sample lebih banyak lagi agar penelitian bisa di analisis dengan maksimal dan mendapatkan hasil yang lebih baik.Kata Kunci: Diabetes Militus Tipe 2; Ipswich Touch Test; Sensory Neuropathy.
Faktor yang berhubungan dengan persalinan sectio caesaria Fatimah, Siti; Oktaviana, Linda Febri
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i2.506

Abstract

Background: According to the World Health Organization (WHO) Sectio Caesarean deliveries are increasing globally, and 1 in 5 (21%) of all births. This number is expected to continue to rise over the next decade, with nearly one-third (29%) of all births likely to be by cesarean delivery by 2030. Purpose: To analyze factors associated with sectio caesarean delivery. Methods: This study used a quantitative design using Analytical survey method through Cross Sectional approach. The population in this study was 2,142 people and a sample of 96 people sampled using the Systematic Random Sampling method. Results: The study showed that the factors associated with sectio caesarean delivery were premature rupture of membranes (KPD) from the statistical test results p-value = 0.001, preeclampsia from the statistical test results p-value = 0.025 and history of sectio caesarean from the statistical test results p-value = 0.017. Conclusion: That there is a relationship between KPD, Preeclampsia and SC History with Sectio Caesaria delivery at RSU Muhammadiyah Siti Aminah Bumiayu. Suggestion: This study is expected to be an input in providing maximum service, especially for prevention and to overcome the risk factors for Sectio Caesarean delivery in laboring mothers and can improve Antenatal Care (ANC) services.   Keywords: History of Sectio Caesarea; Preeclampsia; Premature rupture of membranes (CKD); Sectio Caesa.   Pendahuluan: Menurut World Health Organization (WHO) persalinan Sectio Caesarea terus meningkat secara global, Dan 1 dari 5 (21%) dari seluruh kelahiran. Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat pada decade mendatang, dengan hampir sepertiga (29%) dari seluruh kelahiran kemungkinan akan melalui persalinan Sectio Caesarea pada tahun 2030. Tujuan: Untuk menganalisa Faktor yang Berhubungan Dengan Persalinan Sectio Caesaria Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan menggunakan metode survey Analitik melalui pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 2.142 orang dan sampel sebanyak 96 orang sampel diambil menggunakan metode Systematic Random Sampling. Hasil: Penelitian menunjukan bahwa faktor yang berhubungan dengan persalinan Sectio Caesaria adalah Ketuban Pecah Dini (KPD) dari hasil uji statistik p-value = 0.001, Preeklamsi dari hasil uji statistik p-value = 0.025 dan Riwayat Sectio Caesaria dari hasil uji statisti p-value = 0.017. Simpulan: Bahwa terdapat hubungan antara KPD, Preeklamsi dan Riwayat SC dengan persalinan Sectio Caesaria di RSU Muhammadiyah Siti Aminah Bumiayu. Saran : Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan di dalam memberikan pelayanan yang maksimal khususnya untuk pencegahan dan untuk mengatasi faktor resiko persalinan Sectio Caesaria pada ibu bersalin dan dapat meningkatkan pelayanan Antenatal Care (ANC).   Kata Kunci: Ketuban Pecah Dini (KPD); Preeklamsi; Riwayat Sectio Caesarea; Sectio Caesarea
Multigravida hamil 35 minggu dengan partus prematurus imminens janin tunggal hidup letak lintang Shariff, Fonda Octarianingsih; Murtado, Ahmad
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): June Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i1.568

Abstract

Abstract A 35-year-old multigravida patient, 35 weeks pregnant, presented to the Emergency Room of RSBAH Bandar Lampung with complaints of leaking amniotic fluid and bloody mucus from the birth canal since 14:00 WIB. The complaints were accompanied by cramps (+). Blood pressure was 120/80 mmHg, pulse 82 beats per minute, respiratory rate 22 breaths per minute, temperature 36.7°C, and oxygen saturation 99%. Hematology findings revealed a decrease in rod leukocytes (1%), an increase in segmented leukocytes (73%), and a decrease in platelets (122.000/μL). Ultrasonography (USG) findings showed a single fetus with a gestational age of 35 weeks and 5 days. The estimated delivery date is November 26, 2024, with an abdominal circumference (AC) of 30.7 cm. The diagnosis in this case is a 35-week pregnant multigravida with imminent premature labor and a single live fetus in transverse lie. The management for this patient includes observation of the general condition, regular TTV checks, and hospitalization with the following treatments: observation of TTV and GCS, advising the mother to rest, IVFD RL + 1-amp Proterin xx tpm, Inj. Dexamethasone 2×2 amps, and Inj. Cefazolin 2×1 g IV. The prognosis in this patient is Dubia ad bonam Keywords: Imminent Preterm Labor; Living Fetus in Lie; Pregnancy. Pasien usia 35 tahun Multigravida hamil 35 minggu datang ke IGD RSBAH Bandar Lampung dengan keluhan keluar air ketuban dan lendir darah dari jalan lahir sejak 14.00 wib. Keluhan disertai mulas (+). Tekanan Darah 120/80 mmHg, Denyut Nadi 82 x/menit, Laju Pernapasan 22 x/menit, Suhu 36,7°C, Saturasi Oksigen 99%. Pada pemeriksaan penunjang hematologi didapatkan Penurunan jenis leukosit batang (1%), peningkatan jenis leukosit segmen (73%), penurunan trombosit (122.000 ul). Pada pemeriksaan penunjang Ultrasonografi (USG) didapatkan kesan Tampak janin tunggal dengan usia kehamilan 35 minggu 5 hari. Perkiraan persalinan pada tanggal 26 November 2024. Abdominal Circumferential (AC) 30,7 cm. Diagnosis pada kasus ini yaitu multigravida hamil 35 minggu dengan Partus Prematurus Imminens Janin Tunggal Hidup Letak Lintang. Tatalaksana yang didapat oleh pasien yaitu observasi keadaan umum, cek TTV secara berkala, indikasi rawat inap dengan pengobatan: Observasi TTV dan GCS, anjurkan ibu untuk bedrest, IVFD RL + 1-amp Proterin xx tpm, Inj. Dexamethasone 2x2 amp, Inj. Cefazoline 2x1 gr/iv. Prognosis pada pasien ini yaitu dubia ad bonam. Kata Kunci: Hamil; Letak Lintang; Partus Prematurus Imminens.
G4P3A0 Hamil 37 Minggu Dengan Preeklamsia Berat Egiestine, Dea Putri; Shariff, Fonda Octarianingsih
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): June Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i1.569

Abstract

Abstract  A 30-year-old patient G4P3AO, 37 weeks pregnant, came to the Emergency Room of RSBAH ​​Bandar Lampung with complaints of shortness of breath since 02.00 WIB, complaints accompanied by dizziness, nausea, blurred vision and swelling in the legs since 1 month ago. The patient said she had only been diagnosed with hypertension since the current pregnancy. In the patient's family there is a history of hypertension in the father and a history of diabetes mellitus in the patient's mother. Blood Pressure 190/100 mmHg, Pulse Rate 81x/minute, Respiratory Rate 22x/minute, Temperature 36.6°C, Oxygen Saturation 97%. In the hematology supporting examination, a decrease in Hemoglobin (11.8 g/dl), an increase in Leukocytes (18,200 ul), a decrease in Hematocrit (32%) was found. In the USG supporting examination on 10-28-2024, a single fetus was seen with a gestational age of 36 weeks 5 days, Estimated Fetal Weight 1976 grams, in Abdominal Circumferential (AC) / estimated abdominal circumference size in the fetus 28.36 cm, in Femur Length (FL) / estimated length of the fetal thigh bone 5.96 cm and estimated delivery on December 2, 2024. The management received by the patient is observation of general condition, regular TTV checks, indications for cesarean section surgery are given IVFD RL xx tpm therapy, Nifedipine 2x1 tab, Inbion 2x1 tab, Cefadroxil 2x1. The prognosis in this patient is dubia ad bonam. Keywords: High Blood Pressure; Pregnancy; Severe Preeclamsia.   Pasien usia 30 tahun G4P3AO hamil 37 minggu datang ke IGD RSBAH Bandar Lampung dengan keluhan sesak napas sejak pukul 02.00 WIB keluhan di sertai pusing,mual,pandangan berkunang kunang dan bengkak pada tungkai sejak 1 bulan yang lalu. Pasien mengatakan baru terkena penyakit hipertensi semenjak kehamilan sekarang.Pada keluarga pasien terdapat riwayat penyakit hipertensi pada ayah dan riwayat diabetes melitus pada ibu pasien. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah 190/100 mmHg, denyut nadi 81x/menit, laju pernapasan 22x/menit, suhu 36,6°C, saturasi oksigen 97%. Pada pemeriksaan penunjang hematologi didapatkan penurunan hemoglobin (11,8 g/dl), peningkatan leukosit (18.200 ul), penurunan hematokrit (32%).Pada pemeriksaan penunjang USG pada tanggal 28-10-2024 didapatkan tampak janin tunggal dengan usia kehamilan 36 minggu 5 hari , perkiraan berat janin 1976 gram, pada Abdominal Circumferential (AC)/ perkiraan ukuran lingkar perut pada janin 28,36 cm, pada Femur Length (FL)/ perkiraan panjang tulang paha janin 5,96 cm dan perkiraan persalinan pada tanggal 2 Desember 2024. Tatalaksana yang didapat oleh pasien yaitu observasi keadaan umum, cek TTV secara berkala, indikasi operasi sectio caesarea diberikan terapi IVFD RL xx tpm, Nifedipine 2x1 tab,Inbion 2x1 tab ,Cefadroxil 2x1.Prognosis pada pasien ini yaitu dubia ad bonam. Kata Kunci: Hamil; Preeklamsia Berat; Tekanan Darah Tinggi.

Page 7 of 15 | Total Record : 147