cover
Contact Name
Safni Elivia
Contact Email
safni@iphorr.com
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Karet, Sumber Rejo, Kec. Kemiling, Kota Bandar Lampung, Lampung 35155
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JOURNAL OF Mother and Child Health Concerns
ISSN : 27984095     EISSN : 27984192     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, khususnya di bidang kesehatan ibu dan anak yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Terbit 2 kali dalam satu tahun bulan Juni dan Desember
Articles 147 Documents
Primigravida Dengan Hiperemesis Gravidarum Susanto, Febi; Shariff, Fonda Octarianingsih
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): June Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i1.571

Abstract

Abstract The patient came to the Obgyn Polyclinic at Bintang Amin Hospital with G1P0A0 7 weeks pregnant with complaints of vomiting more than 10 times per day accompanied by nausea, weakness and sometimes dizziness. But the patient said the weight increased drastically during pregnancy. First menstruation at the age of 14 years, menstruation lasted 7 days, the patient changed sanitary napkins twice a day. On physical examination, vital signs were found including blood pressure 90/80 mmHg, pulse 72x/minute, respiratory rate 20x/minute, temperature 36.7 °C, oxygen saturation 98%. The internal vaginal examination was not carried out. On hematology supporting examination, it was found that the leukocytes were increased to 11,100 ul, the hematocrit decreased by 35%. On ultrasound examination, it was found that A: Crown Rump Lengh (CRL): 1.87 cm, B: Crown Rump Lengh (CRL): 1.63 cm. The diagnosis in this case is primigravida with hyperemesis gravidarum. The treatment received by the patient was IVFD RL + 1-amp neurobion gtt 20 tpm, ondansetron inj 3x1amp, antacid syr 3x1c/oral. The prognosis for this patient is dubia ad bonam. Keywords: HEG; Pregnant; Vomiting. Pasien datang ke Poliklinik Obgyn Rumah Sakit Bintang Amin dengan G1P0A0 hamil 7 minggu dengan keluahan muntah sudah lebih dari 10 kali perhari disertai mual, lemas dan terkadang pusing. Tetapi os mengatakan berat badan meningkat secara drastis saat hamil.Haid pertama pada umur 14 tahun, haid selama 7 hari, pasien ganti pembalut sebanyak 2x sehari. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda-tanda vital diantaranya tekanan darah 90/80 mmHg, denyut nadi 72 x/menit, laju pernapasan 20x/menit, suhu 36.7 °C, saturasi oksigen 98%. Pada Pemeriksaan dalam vaginal tocher tidak dilakukan. Pada pemeriksaan penunjang hematologi didapatkan peningkatan leukosit 11.100 ul, penurunan hematokrit 35 %. Pada pemeriksaan USG didapatkan A: Crown Rump Lengh (CRL): 1.87 cm, B: Crown Rump Lengh (CRL): 1.63 cm. Diagnosis pada kasus ini yaitu primigravida dengan hiperemesis gravidarum. Tatalaksana yang didapat oleh pasien yaitu IVFD RL + 1-amp neurobion gtt 20 tpm, inj ondansetron 3x1amp, antasida syr 3x1c/oral. Prognosis pada pasien ini yaitu dubia ad bonam. Kata Kunci: Hamil; HEG; muntah.
Primigravida dengan twin to twin transfusion syndrome Ar Rahmah, Balqist; Shariff, Fonda Octarianingsih
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i2.572

Abstract

The patient came to the emergency department at Bintang Amin Hospital with G1P0A0, 33 weeks pregnant with tight abdominal pain since 1 week ago. The patient said she felt nauseous and that the patient was pregnant with twins. Blood mucus (-), water-water (-). First menstruation at the age of 12 years, menstruation lasts 4-5 days, patient changes sanitary napkins 3 times a day. On physical examination, vital signs were found including blood pressure 110/60 mmHg, pulse 126 x/minute, respiratory rate 20 x/minute, temperature 36.5 °C, oxygen saturation 99%. On external examination DJJ: A. 155x/minute, B: 157x/minute, TFU: 40cm, HIS: 2x10'20'', internal examination of vaginal tocher no opening. On hematological investigations, a decrease in hemoglobin was found to be 11.4 g/dl, a decrease in hematocrit of 34%, a decrease in MCV of 74 fl and MCH of 25 pg. On ultrasound examination, A: BPD: 8.42 cm, HC: 27.90 cm, AC: 29.33 cm, FL: 6.69cm, EFW1: 2288g, B: BPD: 7.22 cm, HC: 27.52 cm, AC: 29.60 cm, FL: 4.73 cm, EFW2: 1598 g. The diagnosis in this case is primigravida with twin-to-twin transfusion syndrome. The treatment received by the patient was IVFD RL 20 tpm + protein drip 1 amp/8 hours, dexamethasone 2x2amp, cefazolin 2x1gr/iv, pronalges supp 2 extra. The prognosis in this patient is dubia. Keywords: Gemelli; Pregnant; TTTS. Pasien datang ke UGD Rumah Sakit Bintang Amin dengan G1P0A0 hamil 33 minggu dengan keluahan perut terasa kencang sejak 1 minggu yang lalu. Pasien mengatakan terasa mual dan pasien hamil kembar. Lendir darah (-), air-air (-). Haid pertama pada umur 12 tahun, haid selama 4-5 hari, pasien ganti pembalut sebanyak 3x sehari. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda-tanda vital diantaranya tekanan darah 110/60 mmHg, denyut nadi 126 x/menit, laju pernapasan 20x/menit, suhu 36,5 °C, saturasi oksigen 99%. Pada Pemeriksaan luar DJJ: A. 155x/menit, B: 157x/menit, TFU: 40cm, HIS: 2x10’20’’, pemeriksaan dalam vaginal tocher belum ada pembukaan. Pada pemeriksaan penunjang hematologi didapatkan penurunan hemoglobin dengan 11,4 g/dl, penurunan hematokrit 34 %, penurunan MCV 74 fl dan MCH 25 pg. Pada pemeriksaan USG didapatkan A: BPD: 8.42 cm, HC: 27.90 cm, AC: 29.33 cm, FL: 6.69cm, EFW1: 2288g, B: BPD: 7.22 cm, HC: 27.52 cm, AC: 29.60 cm, FL: 4.73 cm, EFW2: 1598 g. Diagnosis pada kasus ini yaitu primigravida dengan twin to twin transfusion syndrome. Tatalaksana yang didapat oleh pasien yaitu IVFD RL 20 tpm + proterin drip 1 amp/8jam, dexametason 2x2amp, cefazolin 2x1gr/iv, pronalges supp 2 extra. Prognosis pada pasien ini yaitu dubia. Kata Kunci: Gemelli; Hamil; TTTS.
Multigravida Dengan Hiperemesis Gravidarum Andayani, Heny Tri; Shariff, Fonda Octarianingsih
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i2.573

Abstract

Multigravida with Hyperemesis Gravidarum (HEG). The patient came to the Emergency Room of Bintang Amin Hospital with G3P2A0 pregnancy 11 weeks with complaints of vomiting more than 5 times since morning accompanied by nausea. The patient said her body felt weak, dizzy, and had pain in the stomach. On physical examination, vital signs were obtained including blood pressure 95/27 mmHg, pulse 105 x / minute, respiratory rate 21x / minute, temperature 36.9°C, oxygen saturation 97%. On external examination, it was found that the abdomen was slightly convex, surgical scars (-), abnormalities (-) and palpation of the uterine fundus was not palpable, tenderness (-), mass (-). External examination was not performed. On hematology supporting examination, it was found that Hemoglobin and Leukocytes were within normal limits, while there was a decrease in erythrocytes of 4.1 ul and an increase in MCH 32 pg. Complete urine examination found leukocytes +++/(500), protein +/(50), and ketones ++++/(150). The diagnosis in this case is multigravida with Hyperemesis Gravidarum (HEG). Management in this patient is IVFD RL + 1amp neurobion 20 tpm, ondansetron 3x1 amp/iv, antacid syr 3x1c, Amoxicillin 3x1 tab. Keywords: First Trimester Complaints; Hiperemesis Gravidarum. Pasien datang ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Bintang Amin dengan G3P2A0 hamil 11 minggu dengan keluhan muntah lebih dari 5x sejak pagi disertai mual. Pasien mengatakan badan terasa lemas, pusing, dan nyeri pada bagian perut. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda-tanda vital diantaranya tekanan darah 95/27 mmHg, denyut nadi 105 x/menit, laju pernapasan 21x/menit, suhu 36,9°C, saturasi oksigen 97%. Pada pemeriksaan luar didapatkan inspeksi perut agak cembung, luka bekas operasi (-), kelainan (-) dan palpasi fundus uteri tidak teraba, nyeri tekan (-), massa (-). Pada pemeriksaan luar tidak dilakukan. Pada pemeriksaan penunjang hematologi didapatkan untuk Hemoglobin dan Leukosit dalam batas normal sedangkan terjadi penurunan pada eritrosit 4,1 ul dan peningkatan pada MCH 32 pg. Pada pemeriksaan urin lengkap didapatkan leukosit +++/ (500), protein +/ (50), dan keton ++++/ (150). Diagnosis pada kasus ini yaitu multigravida dengan Hiperemesis Gravidarum (HEG). Penatalaksanaan pada pasien ini adalah IVFD RL + 1amp neurobion 20 tpm, ondansentron 3x1 amp/iv, antasid syr 3x1c, Amoxicillin 3x1 tab. Kata Kunci: Hiperemesis Gravidarum; Keluhan Trimester Pertama.
Hubungan pemberian asi eksklusif terhadap kejadian diare Pada bayi usia 0-24 bulan Noprida, Dayana; Rostika, Silma; Kurniawati, Desi; Fatimah, Wahyu Dwi
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 3 (2025): February Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i3.682

Abstract

Background: Diarrhea is the leading cause of infant mortality and morbidity in developing countries. Diarrhea can be triggered by various factors, one of which is not exclusive breastfeeding. Infants who are exclusively breastfed until 6 months of age have fewer gastrointestinal disorders and growth disorders. Purpose: To determine the relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of diarrhea in infants aged 0-24 months. Method: Quantitative research with cross-sectional research design. The population in this study were all children aged 0-24 months in the Gisting Health Center Working Area, with a sample of 66 respondents using the total sampling technique. Data collection using questionnaire. Univariate and bivariate analysis (chi square test). Results: It was found that 35 (53.0%) respondents practiced exclusive breastfeeding. and 52 (78.8%) respondents did not experience diarrhea. Conclusion: There is a relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of diarrhea in infants aged 0-24 months at the Gisting Health Center in 2024 (p-value = 0. 003). Suggestion: Health workers can increase health promotion, especially regarding exclusive breastfeeding as an effort to prevent diarrhea in infants and provide education to mothers and families regarding additional food for babies.   Keywords: Diarrhea incidence; Exclusive breastfeeding; Infants aged 0-24 months.   Pendahuluan: Diare merupakan penyebab utama terjadinya mortalitas dan morbiditas pada bayi di negara berkembang. Diare dapat dipicu oleh berbagai faktor salah satunya ialah tidak dilakukannya pemberian ASI eksklusif. Bayi yang diberikan ASI eksklusif sampai usia 6 bulan lebih sedikit mengalami gangguan gastrointestinal dan gangguan pertumbuhan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif terhadap kejadian diare pada bayi usia 0-24 bulan. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak usia 0-24 bulan Wilayah Kerja Puskesmas Gisting, dengan sampel yang digunakan sebanyak 66 responden menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar keusioner. Analisis secara univariat dan bivariat (uji chi squre). Hasil: Diketahui sebanyak 35 (53.0%) responden melakukan pemberian ASI eksklusif. dan sebanyak 52 (78.8%) responden tidak mengalami kejadian diare. Simpulan: Ada hubungan pemberian ASI eksklusif terhadap kejadian diare pada bayi usia 0-24 bulan di Puskesmas Gisting tahun 2024 (p-value =0. 003). Saran: Bagi tenaga kesehatan dapat meningkatkan promosi kesehatan terutama mengenai pemberian ASI eksklusif sebagai upaya preventif diare pada bayi dan pemberian edukasi pada ibu dan keluarga mengenai makanan tambahan untuk bayi.
G3p2a0 38 Minggu Inpartu Gawat Janin Dengan Riwayat Pengobatan Tuberkulosis (TB) Annisa, Maria; Shariff, Fonda Octarianingsih
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 3 (2025): February Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i3.750

Abstract

Abstract Patient Mrs. S, aged 31 years old, came to the Emergency Room of Pertamina Bintang Amin Hospital on December 26, 2024 at 20.50 WIB with complaints of fluid coming out of the birth canal since 7 days before entering the hospital. The patient said that the cramps and lower abdominal pain felt intermittent. The patient said that the fluid had an unpleasant odor and blood mucus. Previously, the patient had a history of TB and had undergone TB treatment (OAT) for 5 months. The patient's family had no history of tuberculosis. From the physical examination, the vital signs were within normal limits. On the internal Gynecological examination, the inspection found a cloudy fluid mixed with a little blood. On the physical examination, the vital signs were obtained including Blood Pressure 125/80 mmHg, Pulse 87 x / minute, Respiratory Rate 20 x / minute, Temperature 36.5 ° C, Oxygen Saturation 99%. On examination of DJJ found 160x/minute, TFU 30 cm and His 2x10 minutes 10 seconds. On examination of the genitals found Inspection Abnormalities (-), Vaginal Touche examination 2 cm, and Amniotic (+). The diagnosis in this case is G3P2A0 Pregnant 38 weeks Inpartu Kala 1 active phase JTH Preskep with a history of Tuberculosis. The management received by the patient is observation of general condition, check TTV regularly, indication of hospitalization with treatment: Observation of TTV and GCS, advise the mother to bed rest, IVFD RL xx tpm, Inj. Ceftriaxone 2x1 gr/iv. The prognosis in this patient is dubia ad bonam. Keywords: Fetal Distress; Pregnant; Tuberculosis.  Pasien Ny.S, usia 31 tahun datang ke IGD RS Pertamina Bintang Amin pada tanggal 26 Desember 2024 pukul 20.50 WIB dengan keluhan keluar cairan dari jalan lahir sejak 7 hr sebelum masuk Rumah Sakit.Pasien mengatakan mules-mules dan nyeri perut bagian bawah terasa hilang timbu. Pasien mengatakan cairan sempat berbau tidak enak dan keluar lendir darah Sebelumnya Pasien memiliki riwayat penyakit TB dan sudah mengikuti pengobatan TB (OAT) selama 5 bulan. keluarga pasien tidak ada riwayat tuberculosis Dari pemeriksaan fisik didapatkan Tanda-tanda vital dalam dalam batas normal. Pada pemeriksaan Ginekologi bagian dalam didapatkan inspeksi adanya keluar cairan berwarna keruh dan bercampur sedikit darah Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda-tanda vital diantaranya Tekanan Darah 125/80 mmHg, Denyut Nadi 87 x/menit, Laju Pernapasan 20 x/menit, Suhu 36,5 °C, Saturasi Oksigen 99%. Pada pemeriksaan DJJ didapatkan 160x/ menit, TFU 30 cm dan His 2x10 menit 10 detik. Pada pemeriksaan dalam genital didapatkan Inspeksi Kelainan (-), pemeriksaan Vaginal Touche 2 cm, dan Ketuban (+). Diagnosis pada kasus ini yaitu G3P2A0 Hamil 38 minggu Inpartu Kala 1 fase aktif JTH Preskep dengan riwayat Tuberkulosis. Tatalaksana yang didapat oleh pasien yaitu observasi keadaan umum, cek TTV secara berkala, indikasi rawat inap dengan pengobatan: Observasi TTV dan GCS, anjurkan ibu untuk bedrest, IVFD RL xx tpm, Inj. Ceftriaxone 2x1 gr/iv. Prognosis pada pasien ini yaitu dubia ad bonam. Kata Kunci: Gawat Janin; Hamil; Tuberkulosis.  
Hubungan perilaku penggunaan media sosial dan tingkat pengetahuan gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri Ahsana, Nur Fauzun; Jayadi, Ajib; Hervidea, Radella
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 3 (2025): February Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i3.755

Abstract

  Abstract Background: Anemia is a health problem worldwide, especially in developing countries where an estimated 30% of the world's population suffers from anemia. Anemia is common in society, especially in adolescents and pregnant women. Adolescents use gadgets/cellphones in various activities, one of which is social media which is currently trending among adolescents. Teenagers interacting too often with gadgets often make them late or even forget to eat, which can have an impact on their hemoglobin levels. Purpose: To determine the relationship between Social Media Usage Behavior and Nutrition Knowledge Level with the Incidence of Anemia in Adolescent Girls. Method: Quantitative research with a cross-sectional design, on June 14, 2022 in the classroom of SMP Negeri 1 Kotabumi, North Lampung. Respondents who participated in this study were 40 female students. The instruments used were questionnaires on social media usage behavior, knowledge, and hemoglobin (HB) level examinations. Results: Based on the results of the bivariate analysis study conducted with the Chi-square statistical test, the results obtained were p <0.05 (0.021) on social media usage behavior. While 0.006 (p <0.05) at the level of nutritional knowledge. Conclusion: There is a relationship between social media usage behavior and the incidence of anemia, and there is a relationship between the level of nutritional knowledge and the incidence of anemia. Suggestion: It is expected that schools can carry out activities of the School Health Unit (UKS), Youth Red Cross (PMR), and Youth Reproductive Health (KRR) to improve the health of students, especially adolescent girls, as well as Health Service Counseling for Adolescents. Keywords: Anemia; Adolescents; Hemoglobin Levels. Pendahuluan: Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan di seluruh dunia terutama negara berkembang dimana diperkirakan 30% penduduk dunia menderita anemia. Anemia banyak terjadi di masyarakat terutama pada remaja dan ibu hamil. Para remaja menggunakan gadget/handphone dalam berbagai aktivitas salah satunya adalah media sosial yang sedang menjadi tren di kalangan remaja. Terlalu seringnya remaja berinteraksi dengan gadget membuat dirinya sering terlambat bahkan lupa makan yang dapat berdampak pada kadar hemoglobinnya. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan Perilaku Penggunaan Media Sosial dan Tingkat Pengetahuan Gizi dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional, pada tanggal 14 Juni 2022 di ruang kelas SMP Negeri 1 Kotabumi, Lampung Utara. Responden yang menjadi peserta dalam penelitian ini sebanyak 40 siswi. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner perilaku penggunaan media sosial, pengetahuan, dan pemeriksaan kadar hemoglobin (HB). Hasil: Berdasarkan hasil penelitian analisis bivariat yang dilakukan dengan uji statistik Chi-square diperoleh hasil p < 0.05 (0.021) pada perilaku penggunaan media sosial. Sedangkan 0.006 (p < 0.05) pada tingkat pengetahuan gizi. Simpulan: Ada hubungan antara perilaku penggunaan media sosial dengan kejadian anemia, dan ada hubungan antara tingkat pengetahuan gizi dengan kejadian anemia. Saran: Diharapkan pihak sekolah dapat melaksanakan kegiatan Unit Kesehatan Sekolah (UKS), Palang Merah Remaja (PMR), dan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) untuk meningkatkan kesehatan siswa khususnya remaja putri, serta Penyuluhan Pelayanan Kesehatan Bagi Remaja.  Kata Kunci: Anemia; Kadar Hemoglobin; Remaja.
Hubungan Riwayat Kekurangan Energi Kronis (KEK) Ibu Hamil dengan Kejadian Stunting Balita Marlina, Marlina; Dasi, Putu Rangga Dewi; Trianingsih, Indah; Sari, Adinda Juwita
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 3 (2025): February Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i3.804

Abstract

Background: Cases of pregnant women experiencing SEZ, which increases the risk of low birth weight and stunting, are still found in East Lampung District. Purpose: To determine the relationship between the history of chronic energy deficiency (CED) in pregnant women and the incidence of stunting in children under five. Method: Correlation analytic study with cross-sectional design. The population in this study were all mothers who had toddlers aged 0-59 months in 2023 totaling 1030 recorded in medical records (secondary data) with a research sample of 100 respondents. The independent variable in this study is the history of maternal SEZ when pregnant and the independent variable is stunitng in toddlers aged 0-59 months. The sampling technique used was proportional random sampling technique. Data collection tools in the form of a checklist. Data analysis used univariate with percentage, bivariate with Chi Square. Results: The study showed that toddlers who were stunted were 21% and mothers who had a history of SEZ were 26%. Conclusion: The results of statistical tests can be concluded that there is a highly significant relationship between the history of SEZ in pregnant women and the incidence of stunting in toddlers with a p-value of 0.000 with an OR of 22,080. Suggestion: Researchers suggest conducting more in-depth longitudinal studies to evaluate the effectiveness of long-term nutrition interventions and examining other factors such as socioeconomics, access to health services, and environmental factors that influence SEZ and stunting. The development of new intervention models that are more effective in accordance with local conditions is also needed to address nutrition problems more comprehensively. Keywords: Community Health Center; Health Center; Nutrition Problem. Pendahuluan: Kasus ibu hamil yang mengalami KEK, yang meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat rendah dan stunting masih ditemukan di Kabupaten Lampung Timur. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara riwayat kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil dengan kejadian stunting pada balita. Metode: Penelitian analitik korelasi dengan rancangan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 0-59 bulan tahun 2023 berjumlah 1030 yang tercatat dalam rekam medik (data sekunder) dengan sampel penelitian ada 100 responden. Variabel independen dalam penelitian ini riwayat KEK ibu ketika hamil dan variabel independennya stunitng pada balita usia 0-59 bulan . Teknik sampling yang digunakan adalah teknik porposional random sampling. Alat pengumpulan data berupa ceklist. Analisis data yang digunakan univariat dengan persentase, bivariat dengan Chi Square. Hasil: Penelitian terlihat bahwa balita yang mengalami stunting sebanyak 21% dan ibu yang mengalami Riwayat KEK sebanyak 26%. Simpulan: Hasil uji statistik dapat disimpulkan adanya hubungan yang sangat signifikan antara hubungan Riwayat KEK pada ibu hamil dengan kejadian stunting pada balita dengan p-value 0.000 dengan OR 22.080. Saran: Peneliti menyarankan untuk melakukan studi longitudinal yang lebih mendalam untuk mengevaluasi efektivitas intervensi gizi jangka panjang dan meneliti faktor-faktor lain seperti sosioekonomi, akses layanan kesehatan, dan faktor lingkungan yang mempengaruhi KEK dan stunting. Pengembangan model intervensi baru yang lebih efektif sesuai dengan kondisi lokal juga diperlukan untuk menangani masalah gizi secara lebih komprehensif.
Primigravida dengan hiperemesis gravidarum + kista ovari Haerulloh, Diar Muhammad; Shariff, Fonda Octarianingsih
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 3 (2025): February Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i3.813

Abstract

A 28-year-old patient came to the emergency room of Bintang Amin Hospital with complaints of vomiting approximately 6 times since noon accompanied by nausea. The patient said that abdominal pain was like cramps from 2 hours of SMRS and lately had no appetite due to nausea. Blood pressure 110/75 mmHg, pulse rate 94 x/min, respiratory rate 20x/min, temperature 36.2 °C, oxygen saturation 99%. In the abdominal palpation examination, suprapubic (+) pressure pain was obtained. In the hematological support examination, a decrease in hemoglobin was obtained by 11.1 g/dl, a decrease in hematocrit by 31%, a decrease in MCV of 79 fl, an increase in leukocytes of 23,000 ul and in a complete urine examination, leukocytes H+/(75), Protein H+/(50), ketones HH++++/(150), urobilinogen +/(2) were obtained. Ultrasound examination was obtained D:9.50, D:4.68, GS: not yet visible. The diagnosis in this case is primigravida with hyperemesis gravidarum + ovarian cyst. The management obtained by the patient is observation of complaints, IVFD RL + 1amp neurobion gtt 20 3, pronalges supp, inj ondansetron 2x1 amp, paracetamol 3x500mg. The prognosis in this patient is dubia ad bonam. Keywords: HEG; Ovarian Cysts; Vomiting. Pasien usia 28 tahun datang ke IGD Rumah Sakit Bintang Amin dengan keluhan muntah kurang lebih 6x sejak siang disertai mual. Pasien mengatakan nyeri perut seperti keram dari 2 jam SMRS dan akhir akhir ini tidak nafsu makan karna mual. Tekanan darah 110/75 mmHg, denyut nadi 94 x/menit, laju pernapasan 20x/menit, suhu 36,2 °C, saturasi oksigen 99%. Pada pemeriksaan abdomen palpasi didapatkan nyeri tekan (+) suprapubik. Pada pemeriksaan penunjang hematologi didapatkan penurunan hemoglobin dengan 11,1 g/dl, penurunan hematokrit 31 %, penurunan MCV 79 fl, peningkatan leukosit 23.000 ul dan pada pemeriksaan urin lengkap didapatkan leukosit H+/(75), Protein H+/(50), keton HH++++/(150), urobilinogen +/(2). Pemeriksaan USG didapatkan D:9.50, D:4.68, GS:belum tampak. Diagnosis pada kasus ini yaitu primigravida dengan hiperemesis gravidarum+kista ovari. Tatalaksana yang didapat oleh pasien yaitu observasi keluhan, IVFD RL + 1amp neurobion gtt 20 3, pronalges supp, inj ondansetron 2x1 amp, paracetamol 3x500mg. Prognosis pada pasien ini yaitu dubia ad bonam. Kata Kunci: HEG; Muntah; Kista Ovari.
Manajemen perawatan luka pada klien post sectio caesarea di rsud kota bandung Tambunan, Irisanna; Ulfah, Diana; Marlina, Yani; Oktaviani, Rani Ismi; Khoerunisa, Alfi
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 4 (2025): April Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i4.474

Abstract

 Background: Cesarean section is a surgical procedure that is often performed to deliver a baby, especially when normal delivery is not possible. Cesarean section delivery is high risk for the mother and fetus, both during labor and the postpartum period, especially the risk of infection in the postoperative wound. Postoperative wound care, especially in patients who undergo caesarean section (CS), is an important aspect of recovery. Purpose: To get an overview of the application of wound management in patients with post-cesarean section. Method: Descriptive method with case study approach. The object of the research is three post sectio caesarea clients at Bandung City Hospital. Data collection used in this case study is interviews, observation and documentation using several research instruments as support in data collection. Results: Good wound healing on the seventh day after standard wound care. Factors that affect wound healing include education, age, and mobilization. One client who was 38 years old (high risk) and had just started mobilizing on the third day, experienced slower healing than the other two patients who had mobilized faster. Conclusion: Proper wound care management and a positive client attitude can accelerate wound healing, reduce pain, and increase mobility. Suggestion: improve the quality of wound care and provide health education to create a positive attitude in patients, which will support the wound healing process. Keywords: Management; Nursing Care; SC (Section Caesarea); Wound.  Pendahuluan: Sectio caesarea adalah prosedur bedah yang sering dilakukan untuk melahirkan bayi, terutama ketika persalinan normal tidak memungkinkan. Persalinan sectio caesarea berisiko tinggi bagi ibu dan janin, baik selama persalinan maupun masa nifas, terutama risiko infeksi pada luka pasca operasi. Perawatan luka pasca operasi, khususnya pada pasien yang menjalani sectio caesarea (SC), merupakan aspek penting dalam pemulihan. Tujuan: Untuk mendapatkan gambaran penerapan manajemen luka pada pasien dengan post sectio caesarea. Metode: Metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Objek penelitian tiga orang klien post sectio caesarea di RSUD Kota Bandung. pengumpulan data yang digunakan dalam studi kasus ini yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi dengan menggunakan beberapa instrument penelitian sebagai pendukung dalam pengambilan data. Hasil: Penyembuhan luka yang baik pada hari ketujuh setelah perawatan luka sesuai standar. Faktor-faktor yang memengaruhi penyembuhan luka antara lain pendidikan, usia, dan mobilisasi. Salah satu klienyang berusia 38 tahun (risiko tinggi) dan baru mulai mobilisasi pada hari ketiga, mengalami penyembuhan lebih lambat dibandingkan dua pasien lainnya yang lebih cepat melakukan mobilisasi. Simpulan: Manajemen perawatan luka yang tepat dan sikap positif klien dapat mempercepat penyembuhan luka, mengurangi nyeri, dan meningkatkan mobilitas. Saran: Meningkatkan kualitas perawatan luka dan memberikan penyuluhan kesehatan untuk menciptakan sikap positif pada pasien, yang akan mendukung proses penyembuhan luka. Kata Kunci: Luka; Manajemen; Perawatan; SC (Sectio Caesarea).
Abortus Infeksiosa hermawati, diana; Shariff, Fonda Octarianingsih
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 4 (2025): April Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i4.856

Abstract

A 24-year-old patient came to the Bintang Amin Hospital Emergency Room with a complaint of pelvic pain 2 days ago. Pasiem said a little blood came out of the birth canal and weakness, fever, lower abdominal pain, headache, if BAK hurts. Sometimes os feels the heart pounding. The history of abortion 5 days ago. On the physical examination, vital signs were found, including blood pressure 122/67 mmHg, pulse rate 120 x/minute, respiratory rate 22x/minute, temperature 38.5 °C, oxygen saturation 99%. Head to toe physical examination found that there was pressure pain (+) suprasymphysis on palpation. On examination in the inspection of the presence of blood coming out of the birth canal and no vaginal inspeculo. In the haematological support examination, a decrease in haemoglobin was obtained, 11.4 g/dl, an increase in leucocytes by 12,100 ul, a decrease in MCH of 26 pg, a decrease in MCHC of 32 g/dl. In a complete urine test, an increase in leucocytes was found +++/(500), an increase in urobilinogen +/(2), an increase in faint blood +++/(300), an increase in leucocyte sediment 13-15, an increase in erythrocyte sediment 12-13, a lot of epithelial sediment, a little bacterial sediment. On ultrasound examination obtained D 3.55 cm, D 0.62 cm. The diagnosis in this case is an infectious abortion. The treatment obtained by the patient is IVFD RL 20 tpm, mipros/Misoprostol 2 vaginal tabs 6 hours before curettage, 2x1 curettage, 3x1 treatment, curettage plan. Pasien usia 24 tahun datang ke UGD Rumah Sakit Bintang Amin dengan keluhan nyeri panggul sudah 2 hari yang lalu. Pasiem mengatakan keluar darah sedikit dari jalan lahir dan lemas, demam, nyeri perut bagian bawah, nyeri kepala, jika BAK nyeri terkadang os merasakan jantung berdebar. Riwayat abortus 5 hari yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda-tanda vital diantaranya tekanan darah 122/67 mmHg, denyut nadi 120 x/menit, laju pernapasan 22x/menit, suhu 38,5 °C, saturasi oksigen 99%. Pemeriksaan fisik head to toe didapatkan adanya nyeri tekan (+) suprasimfisis pada palpasi. Pada Pemeriksaan dalam inspeksi adanya keluar darah dari jalan lahir dan tidak dilakukan inspekulo vagina. Pada pemeriksaan penunjang hematologi didapatkan p enurunan hemoglobin 11,4 g/dl, peningkatan leukosit 12.100 ul, penurunan MCH 26 pg, penurunan MCHC 32 g/dl. Pada pemeriksaan urin lengkap didapatkan peningkatan leukosit +++/(500), peningkatan urobilinogen +/(2), peningkatan darah samar +++/(300), peningkatan sedimen leukosit 13-15, peningkatan sedimen eritrosit 12-13, banyak sedimen epitel, sedikit sedimen bakteri. Pada pemeriksaan USG didapatkan D 3.55 cm, D 0.62 cm. Diagnosis pada kasus ini yaitu abortus infeksiosa. Tatalaksana yang didapat oleh pasien yaitu IVFD RL 20 tpm, mipros/Misoprostol 2tab pervaginam 6 jam sebelum kuret, cefat 2x1, lapistan 3x1, rencana kuret.  

Page 8 of 15 | Total Record : 147