ARKANA: Jurnal Komunikasi dan Media
ARKANA Jurnal Komunikasi dan Media merupakan Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Sains Al Quran Jawa Tengah di Wonosobo. Terbit pertama kali pada tahun 2022, Jurnal ini menerima artikel yang membahas tentang Ilmu Komunikasi Kontemporer, Media dan Jurnalisme, Komunikasi Pemasaran, Komunikasi Organisasi, Komunikasi Dakwah, Sosiologi Komunikasi, Broadcasting, Public Relation, Kebijakan Media dan Komunikasi Politik dalam lingkup nasional. Redaksi mengundang para ahli, peneliti, dan segenap civitas akademika untuk menulis artikel sesuai dengan topik jurnal. ARKANA Jurnal Komunikasi dan Media merupakan sebuah jurnal blind peer review yang didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian dan berperan aktif dalam mengembangkan bidang Ilmu Komunikasi dan Penyiaran. ARKANA terbit setiap bulan Juni dan Desember.
Articles
53 Documents
Implikasi Konvergensi Media Terhadap Konsepsi Dan Peran Khalayak
Dimas Prasetya;
Arditya Prayogi
ARKANA: Jurnal Komunikasi dan Media Vol 1 No 02 (2022): Media dan Komunikasi Indonesia
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Sains Al-Qur'an Jawa Tengah di Wonosobo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62022/arkana.v1i02.3468
The development of communications and internet technology has led to significant changes in the way communication and information flow are spread. In addition to changes in communications technology, the shift of mass communication era to media convergence era has also given implications for the role of audiences. This study shows that in the era of media convergence, the audience is no longer positioned passively but actively instead. The audience has the freedom in selecting various types of media from the existing options, they have the freedom to determine which information will be accessed and trusted. In addition, the audience is not only positioned as a consumer but has also turned into a producer. Audience has been enabled to participate in making and processing various informations or media content as well as disseminating them.
Komunikasi Interpersonal dalam Peningkatan Kinerja ASN BKPSDM Kabupaten Banyumas
Anggit Pamungkas;
Khusnul Khotimah
ARKANA: Jurnal Komunikasi dan Media Vol 1 No 02 (2022): Media dan Komunikasi Indonesia
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Sains Al-Qur'an Jawa Tengah di Wonosobo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62022/arkana.v1i02.3627
The existence of human resources plays a very important role in an agency. Employees as motivated human resources will carry out an activity or task as well as possible so as to provide maximum work results. In an organization or agency communication activities is one very important activity. Communication that exists between individuals in an organization is interpersonal communication. Interpersonal communication as the most basic form of communication in an organization, if its intensity is maintained, will have a positive impact on the organization, especially superiors and subordinates. The method in this research is qualitative with a descriptive approach. Interpersonal communication at BKPSDM Banyumas Regency creates good relationships between one BKPSDM employee and another. This relationship has an impact on the emergence of an attitude of openness and trust obtained from interpersonal relations in the BKPSDM work environment. The performance of an employee will increase if there is a suitability of high work ability. Interpersonal communication is a very practical art, useful in establishing relationships with business partners, colleagues, including at the managerial level that requires interpersonal communication. In practice, good interpersonal communication will also create good employee performance because the work environment is able to support optimal work
Analisis Proses Produksi Program Acara Dakwah Shihab & Shihab di Narasi TV
Yolandha Rakatiwi;
Dr. Umi Halwati
ARKANA: Jurnal Komunikasi dan Media Vol 2 No 01 (2023): Media dan Komunikasi Indonesia
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Sains Al-Qur'an Jawa Tengah di Wonosobo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62022/arkana.v2i01.3941
Narasi TV merupakan media yang hadir sebagai ruang bagi kaum muda untuk bertukar ide dan beradu gagasan melalui program-programnya di kanal media social Youtobe, Facebook, Instagram, twitter dan website. Narasi.tv menghadirkan program mulai dari perbincangan, reportase, kemasan dokumenter, opini, dakwah dan ruang interaksi. Salah satu program yang menarik untuk dijadikan penelitian yaitu program Shihab & Shihab di Narasi.tv. Suatu program perlu mengemas tayangan dengan kreatif agar dapat menarik perhatian. Dalam pelaksanaan proses produksi memerlukan proses yang panjang untuk menciptakan program-program acara yang berkualitas dan kreatif. Berdasarkan latar belakang ini, peneliti bermaksud melakukan penelitian dengan judul “Analisis Proses Produksi Program Shihab & Shihab di Narasi.tv”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriftif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi dari Youtube, Facebook, Instagram dan Website serta menggunakan kajian terdahulu yang diperoleh dari buku literatur, internet dan jurnal. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyimpulkan proses produksi program acara Shihab & Shihab dilakukan dalam beberapa tahap yaitu pra produksi yang meliputi rapat perencanaan produksi, pembuatan TOR, pembuatan rundown, dan menempatkan penempatan kamera. Untuk tahap proses produksi, produser bersama tim merekam gambar di studio dan memantau rekaman gambar yang sedang berlangsung di dalam ruang master control room. Dan terakhir pascaproduksi editing yang dilakukan adalah pengecekan terhadap gambar yang telah diambil oleh kameramen serta memberikan tanda pada bagian gambar yang nantinya harus dihilangkan atau tidak.
Peran Penyuluh Agama Dalam Membentuk Keluarga Sakinah di Desa Kebumen
Nani Wahyuni;
Khusnul Khotimah
ARKANA: Jurnal Komunikasi dan Media Vol 2 No 01 (2023): Media dan Komunikasi Indonesia
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Sains Al-Qur'an Jawa Tengah di Wonosobo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62022/arkana.v2i01.3946
Sebuah keluarga di mana semua orang rukun, di mana suami dapat membahagiakan istrinya dan istri dapat membahagiakan suaminya, dan di mana mereka berdua dapat membesarkan anak-anak mereka menjadi anggota yang beriman, komunitas, dan negara mereka. Kementerian Agama Indonesia menjalankan program yang disebut Program Bina Keluarga Sakinah untuk membantu keluarga Muslim di tanah air menjadi lebih berorientasi pada sakinah. Aturan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor 3 Tahun 1999 tentang Kemajuan Gerakan Keluarga Sakinah. Penyuluh Keagamaan adalah Pegawai Negeri Sipil yang bekerja pada Kementerian Agama yang bertugas memberikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan dalam konteks keagamaan dengan menggunakan bahasa dan sumber agama. Tugas utamanya adalah menemukan dan membudayakan kegiatan penyuluhan dan pengembangan agama dengan menggunakan bahasa agama. Jadi, selain peran konsultatif dan advokasi, lembaga ini juga memberikan informasi dan edukasi. Dengan demikian, mereka yang mengajar agama berada dalam posisi khusus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Penyuluh Pendidikan Agama Islam di KUA Desa Kebumen memberikan nasehat dan arahan kepada masyarakat luas melalui penyebaran publikasi yang ditujukan untuk keluarga dan perbaikan kehidupan rumah tangga. Baik calon suami maupun istri akan membutuhkan sumber daya emosional dan finansial untuk memulai sebuah keluarga. Kesiapan menikah didasarkan pada besarnya pengetahuan dan modal mental/kesadaran yang dimiliki pasangan. Tokoh agama dalam komunitas Islam memainkan peran penting dalam hal ini. Keberhasilan upaya pasangan membangun dan memelihara keluarga menjadi tolok ukur efektifitas konseling yang mereka terima.
Tantangan Dakwah Melalui Media Sosial di Era Media Baru
Anggit Pamungkas;
Umi Halwati
ARKANA: Jurnal Komunikasi dan Media Vol 2 No 01 (2023): Media dan Komunikasi Indonesia
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Sains Al-Qur'an Jawa Tengah di Wonosobo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62022/arkana.v2i01.4036
The Islamic values that are communicated through da'wah are values that can intersect with the times, and one of these times is the digital era. Entering the digital age is like diving into the roar of a flood of information; it can be disorienting and make it hard to make sense of the world around you. In today's digital age, da'wah needs to be flexible enough to meet the needs of a population increasingly interested in "mass culture." In light of this, "renewable" and humane preaching strategies and methods must be implemented. Renewable "da'wah" involves spreading one's message via the Internet. Preachers, as a result, need to hone their people skills and become proficient with technology to ensure that the da'wah they spread is cutting edge and applicable. This study employs a qualitative, descriptive methodology. Preachers, dais, and ustadz now have the option of using social media platforms like Twitter, Facebook, and Instagram to spread their message of da'wah in this modern era. The internet is instrumental in the da'wah process, and its use in a variety of new media platforms is evidence of this. As a result of this rapid development in science and technology, there is a great window of opportunity for preaching. Dakwah on the web will be a useful resource for uplifting, recalibrating, and reorienting people's lives.
Digitalisasi Penyiaran Radio di Mitra FM Purwokerto
Pamungkas, Anggit;
Halwati, Umi
ARKANA: Jurnal Komunikasi dan Media Vol 2 No 02 (2023): Media dan Komunikasi Indonesia
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Sains Al-Qur'an Jawa Tengah di Wonosobo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62022/arkana.v2i02.4794
Broadcast digitization is the technical term for making the transition from analog to digital media formats. The digitization of broadcasting is critical because modern life's demands for perfection, brevity, and speed have rendered analog obsolete. The rise of digital television is predicted to provide a larger audience for broadcasting institutions. The principle of independent production and ownership is emphasized in this digital radio. Due to the explosive growth of the internet, competition among radio stations is fierce. Managers in the broadcast radio industry need to be more resourceful and original if they want to increase the size of their audience. Because if you can't compete, radio will die because you can't compete with the reach of online news outlets. Radio needs flexibility to develop with other media, especially the internet. Without competition, the radio industry would stagnate. Radio station management needs to be continuously improved so that radio broadcasts can survive facing competition from other social media. The method in this research is qualitative. Data collection methods namely Observation, Interview, and Documentation. Mitra FM Purwokerto does the same to maintain and increase their audience. Mitra FM Purwokerto is fully committed to making the most of all available social media platforms. Purwokerto Mitra FM radio station makes extensive use of platforms such as Facebook, Instagram and YouTube. Live streaming on social media platforms such as Instagram and Facebook facilitates communication from Mitra FM Purwokerto to listeners.
Prinsip dan Etika Komunikasi Dakwah
Yudi, Diah Titi Nawang;
Mukhroji, Mukhroji
ARKANA: Jurnal Komunikasi dan Media Vol 2 No 02 (2023): Media dan Komunikasi Indonesia
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Sains Al-Qur'an Jawa Tengah di Wonosobo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62022/arkana.v2i02.4967
Etika menjadi dasar pijakan berkomunikasi antara individu dan kelompok. Etika memberikan landasan moral dalam membangun tata susila terhadap semua sikap dan perilaku individu atau kelompok dalam komunikasi. Prinsip dan dasar pijakan etika komunikasi dakwah adalah etika komunikasi dibangun berdasarkan petunjuk Al-Qur’an, Islam mengajarkan berkomunikasi itu dengan penuh adab, penuh penghormatan, penghargaan terhadap orang yang diajak bicara, dan sebagainya. Ketika berbicara dengan orang lain, Islam memberikan landasan yang jelas tentang tata cara berbicara yaitu: qaulan sadidan artinya perkataan yang benar terdapat pada Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 9 dan Al-Ahzab ayat 70, qaulan balighan artinya perkataan yang mengena terdapat pada surat An-Nisa ayat 63, qaulan maysuran artinya perkataan yang mudah terdapat pada Al-Qur’an surat Al-Isra ayat 28, qaulan layyinan artinya perkataan yang lembut terdapat pada Al-Qur’an surat Luqman ayat 44, qaulan kariman artinya perkataan yang mulia terdapat pada Al-Qur’an surat Al-Isra ayat 23 dan qaulan ma’rufan artinya perkataan yang pantas terdapat pada Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 5.
Penyebaran Isu Perempuan Melalui New Media (Konten Video TikTok @mubadalah.id)
Asya'roni, Reny Atika
ARKANA: Jurnal Komunikasi dan Media Vol 2 No 02 (2023): Media dan Komunikasi Indonesia
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Sains Al-Qur'an Jawa Tengah di Wonosobo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62022/arkana.v2i02.5602
Isu terkait perempuan adalah pembahasan yang amat menarik. Permasalah kesetaraan gender, marginalisasi, subordinasi, kekerasan seksual menjadi perjuangan terhadap sejarah gerakan perempuan. Kemajuan tegnologi informasi dan ditambah hadirnya New Media semakin membuat gerakan perempuan menjadi semakin pesat. Seperti Media perempuan, contohnya Mubadalah.id yang sebelumnya hanya mempunyai websait. Namun saat ini sudah mengepakkan sayapnya ke salah satu New Media yaitu tiktok. Didalam penelitian ini mempunyai tujuan agar dapat mengetahui terkait bagaimana media Mubadalah memanfaatkan konten vidio Tiktok dalam menyebarkan isu perempaun. Metode yang sesuai dengan penilitian ini dengan menggunakan metode kualitatif serta studi kepustakaan. Analisis data dilakukan dengan teknik tinjauan sistematik literatur review dimana penelitian menginterprestasikan kajian yang berkaitan dengan peran new media dalam fenomena penyebaran isu perempuan di Indonesia. Hasil dari penelitiaan ini menunjukkan bahwa Mubadalah.id memanfaat kan New Media (Tiktok) dalam menyebarkan isu perempuan dan dikemas secara menarik sehingga bisa dinikmati oleh semua kalangan bukan hanya yang suka membaca.
Komunikasi Simbolik Habib Ja’far Al-Hadar di Media Sosial
Lestari, Mugi
ARKANA: Jurnal Komunikasi dan Media Vol 2 No 02 (2023): Media dan Komunikasi Indonesia
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Sains Al-Qur'an Jawa Tengah di Wonosobo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62022/arkana.v2i02.5647
Dakwah tidak bisa dilepaskan dari simbol-simbol yang melekat pada diri da’i termasuk dakwah yang dilakukan oleh Habib Ja’far Al-Hadar pada ruang digital. Simbol-simbol yang melekat seperti gaya pakaian, bahasa, seting tempat memiliki pengaruh terhadap persepsi mengenai dakwah dan penerimaan pesan dakwah terutama pada generasi muda. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode kualitatif dengan menganalisis konten dakwah pada akun media sosial milik @husein_hadar. Analisis konten dakwah dilakukan dengan mengamati secara langsung aktifitas dakwah yang dilakukan oleh Habib Ja’far Al-Hadar pada akun tersebut. Penelitian ini menggunakan teori semiotika Charles Sanders Pierce untuk mengkaji tentang tanda, yang mana ia menggambarkan model tanda dengan teori Triadik. Tanda merupakan konsep utama yang dikaji, dan dianalisis, dimana dalam tiap-tiap tanda memiliki makna pesan yang dimaksud. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menemukan makna simbol-simbol yang melekat pada diri Habib Ja’far Al-Hadar dalam aktifitas dakwah dan untuk menemukan pengaruh simbol-simbol tersebut pada penerimaan pesan dakwah yang disampaikan oleh Habib Ja’far Al-Hadar. Penelitian ini menemukan bahwa simbol yang ada dalam konten dakwah Habib Ja’far Al-Hadar merupakan bentuk dari komunikasi simbolik, yang memiliki makna pesan yang penting untuk disampaikan kepada khalayak. Makna simbol-simbol itu memberikan pengertian bahwa Islam merupakan agama rahmatan lil alamin. Lebih dari itu simbol memberikan pengertian bahwa dakwah lebih penting melihat substansi isi.
Media Sosial Sebagai Saluran Komunikasi Digital Kewargaan: Studi Etnografi Digital
Arianto, Bambang;
Handayani, Bekti
ARKANA: Jurnal Komunikasi dan Media Vol 2 No 02 (2023): Media dan Komunikasi Indonesia
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Sains Al-Qur'an Jawa Tengah di Wonosobo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62022/arkana.v2i02.5813
Penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi peran media sosial sebagai saluran komunikasi digital kewargaan. Kehadiran media sosial telah membuat pola komunikasi kewargaan bertransformasi dari pola konvensional menjadi berbasis digital. Hal itu disebabkan meningkatnya penggunaan media sosial yang kemudian dapat mempengaruhi semua sendi kehidupan kewargaan. Media sosial telah menjadi saluran utama komunikasi digital kewargaan dalam berbagai aktivitas baik kepada rekan kerja, keluarga, maupun publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi digital dengan teknik wawancara mendalam dan observasi partisipatif secara digital kepada para generasi internet di Kabupaten Pandeglang, Banten. Hasil penelitian menemukan bahwa media sosial berperan penting menciptakan pola komunikasi dua arah yang demokratis, interaktif, dan partisipatif. Penelitian ini juga menemukan bahwa platform media sosial Whatsapp dan Facebook telah menjadi saluran utama komunikasi digital dalam aktivitas keseharian kewargaan.