cover
Contact Name
Kuntang Winangun
Contact Email
jtm@umpo.ac.id
Phone
+6282333966484
Journal Mail Official
jtm@umpo.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Ponorogo Jl. Budi Utomo No. 10 Ponorogo
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : 28099397     DOI : https://doi.org/10.24269/jtm
AutoMech : Jurnal Teknik Teknik is a peer-reviewed academic journal published by Universitas Muhammadiyah Ponorogo to accommodate research in mechanical engineering. The main themes are energy, mechanics, materials, manufacturing and automotive, and other relevant themes. Manuscript submissions include original research, simulation/computation, and literature review.
Articles 112 Documents
STUDI EKSPERIMENTAL VARIASI BENTUK SUDU DAN SUDUT TERHADAP KINERJA TURBIN PELTON Pratama, Putra Aji; Malyadi, Muhammad; Wicaksono, Yoga Arob
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol 1, No 01 (2021): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v1i01.4254

Abstract

Turbin Pelton menjadi pilihan terbaik untuk memanfaatkan sumber energi air dengan memiliki luas aliran yang sempit dan kecepatan aliran yang tinggi. Turbin air yang digunakan dengan tipe variasi Sudu Semi-Circle, Sudu Elliptic 1, Sudu Elliptic 2. Hasil pengujian dan analisis data dapat disimpulkan bahwa kecepatan putaran terbaik pada beban 300 gram diperoleh pada jenis sudu Semi-Circle dengan hasil sebesar 555,8 Rpm. Pada beban 600 gram diperoleh Rpm tertinggi pada jenis sudu Elliptic 1 dengan hasil 318,8 rpm. Efisiensi terbaik pada beban 300 gram diperoleh pada jenis sudu Semi-Circle dengan hasil sebesar 62 %. Pada beban 600 gram diperoleh efisiensi tertinggi pada jenis Elliptic 1 dengan hasil 68,5 %. Torsi terbaik pada beban 300 gram diperoleh pada jenis sudu Elliptic 1 dengan hasil sebesar 1,0166 N.m. Pada beban 600 gram diperoleh torsi tertinggi pada jenis Elliptic 1 dengan hasil 1,4313 N.m. Daya terbaik pada beban 300 gram diperoleh pada jenis sudu Semi-Circle dengan hasil sebesar 61,9 watt. Pada beban 600 gram diperoleh daya tertinggi pada jenis Elliptic 1 dengan hasil 68,4 watt. Hasil pengujian di atas, bentuk sudu yang terdapat pembelah tekanan airnya bekerja dengan baik, dimana bentuk tersebut terdapat di sudu Elliptic 1 yang mempunyai sudut 108° dan Elliptic 2 yang mempunyai sudut 85°. Dan bentuk sudu yang menghasilkan secara maksimal adalah bentuk sudu Elliptic 1 dengan sudut 108° dimana saat diberi beban 600 gram mampu menghasilan Rpm tertinggi sebesar 383,2 Rpm, hasil tersebut disebabkan laju aliran fluida di sudu IN 0,467 m/s dan OUT 1,203 m/s.
Perancangan Algoritma Optimasi Menggunakan Particle Swarm Optimization (PSO) Untuk Model Wind Turbine Farm Habiby, Jawwad Sulthon; Triwiyatno, Aris; Andromeda, Trias
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol 1, No 01 (2021): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v1i01.4123

Abstract

Di Indonesia dengan tuntutan energi listrik yang terus meningkat, produksi bahan bakar yang berupa batu bara dan minyak bumi mungkin akan mencapai batasnya dalam beberapa dasawarsa, disertai peningkatan sejumlah kasus cuaca ekstrim dan pemanasan global. Oleh karena itu, perlu dicari semacam solusi terhadap pemenuhan listrik dengan pemanfaatan energi alternative terbarukan yang cukup berpotensi di Indonesia. Salah satu energi alternatif terbarukan yang saat ini adalah penggunaan teknologi turbin angin dimana energi angin yang diperoleh bebas dari alam, akan diubah sedemikian rupa hingga menjadi energi listrik. Dalam tesis ini dipelajari tentang efek dari penggunaan turbin angin dengan jarak hub yang berbeda di sebuah wilayah produksi pembangkitan listrik tenaga angin, untuk mencari jarak dan jumlah turbin terbaik yang digunakan. Disajikan sebuah formulasi matematis dalam membangun sistem multi-turbin. Mengingat turbin angin dengan jarak dan jumlah turbin yang bervariasi maka model tersebut diselesaikan menggunakan metode Algoritma Particle Swarm Optimization (PSO). Dengan hasil konfigurasi turbin yang terbaik akan diperoleh biaya yang minimum dan  pembangkitan daya yang maksimum.
Pengaruh perubahan remapping ecu terhadap torsi dan daya pada sepeda motor honda cb 150 r Widianto, Ary; Winardi, Yoyok; Malyadi, Muh.
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 02 (2022): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v2i02.5721

Abstract

ABSTRAKPerkembangan teknologi yang semakin pesat khususnya dibidang transportasi darat memicu para enginers berlomba lomba menemukan cara yang efektif dan efisien agar kendaraan tersebut khusunya kendaraan roda 2 berbasis EFI lebih bertenaga tanpa harus merubah komponen mesin yaitu dengan cara reset ulang ECU. Penelitian ini ditujukan untuk menyelidiki pengaruh remapping ECU pada sepeda motor Honda CB 150 R terhadap perubahan torsi dan daya. Variabel yang diteliti yaitu remapping RPM 11500 12000 12500. Pengujian torsi dan daya dilakukan menggunakan dynamometer dengan menggunakan bahan bakar pertalite pada percepatan gigi 4. Hasil dari penelitian yang telah dilakukanmenunjukan bahwa sepeda motor Honda CB 150 R menggunakan ECU standar menghasilkan daya tertinggi 14,7 HP pada putaran mesin 9500 RPMdan torsi tertinggi 13,21 NM pada putaran mesin 7000 RPM. Setelah ECU di remapping daya tertinggi 15,3 HP pada RPM 9500 dan torsi tertinggi 13,65 NM pada 7000 RPM pada variabel perubahan 1 yaitu 11500 RPM. Ada perbedaan kenaikan daya sebesar 0,6 HP dan torsi 0,41NM. Dapat disimpulkan dari penelitian remapping ECU Honda CB 150 R mengalami kenaikan dan berpengaruh pada torsi dan daya.
CONTROL OF EGG HATCHER TEMPERATURE AND HUMIDITY WITH AIR AS A MATLAB-BASED CONTROL mukhtar, agus
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 01 (2022): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v2i01.5351

Abstract

AbstractEgg incubator on the market consists of three systems, namely manual, semi-automatic and automatic. The three egg hatching systems use water as a medium to control temperature and humidity in the hatchery. The use of water in the hatchery is very troublesome because it must always monitor the availability of water due to evaporation. In addition, the presence of water in the hatchery can invite mosquitoes to nest. For this reason, the author uses air as a medium to control temperature and humidity in the hatchery so that these things do not happen. In this study, analysis and simulation was carried out using Matlab software to find the best rise time value for the distance between the heating element and the egg rack so that the temperature on the egg rack was 38oC. In addition, an analysis of heat propagation from the heat source (heating element) to the egg rack was carried out using Solidworks software. Furthermore, an analysis of the air flow rate in the hatchery was carried out in the ventilation holes below and above the hatchery using solidworks software. After all the simulation data is obtained, a prototype is made to test the hatch percentage value on the egg incubator made. From the simulation results of the Matlab software, the distance between the heater and the egg rack is 11 cm, which has the best rise time value of 2.8 minutes. The simulation results from the Matlab software then simulated heat propagation using the Solidworks software on the egg rack to obtain a temperature of around 50oC. The simulation results of several air ventilation holes in the hatchery against the air flow rate obtained an even air flow rate in the hatchery. From the observation of the egg incubator prototype, the temperature was 38oC and the humidity was between 56% - 72% and the average hatching percentage was 28%. Keywords: Temperature, Humidity, Egg Incubator, MATLAB
ANALISIS SEM (SCANNING ELECTRON MICROSCOPE) DAN FOTO MIKRO PADA MATERIAL KOMPOSIT SERAT TANGKAI JAGUNG DENGAN MATRIKS PLASTIK POLIPROPILEN Hariyanto, Agus
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 01 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v3i01.6889

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis Scanning Electron Microscope (SEM) pada material serat serbuk tangkai jagung dengan matrik plastik polipropilen serta penggambaran  struktur mikro dan karakteristik dari komposit biodegradable. Pencemaran lingkungan merupakan suatu permasalahan yang harus ditanggapi secara serius oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya pencemaran yang diakibatkan oleh pembebanan sampah plastik. Jumlah sampah plastik yang dihasilkan rata-rata sekitar 10% dari total volume sampah, dimana kurang dari 1% plastik dapat dihancurkan karena sampah plastik berbahan dasar polimer sintetik dan sulit diuraikan oleh bakteri pengurai. Guna mengatasi masalah lingkungan ini, salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu mengembangkan bahan biodegradable plastik (bioplastik) yaitu plastik yang mudah diurai oleh mikroorganisme menjadi senyawa sederhana yang ramah lingkungan. Pada metode pengujian yang dilakukan pada komposit ini ialah SEM (Scanning Electron Microscope) dan foto mikro, Objek yang difoto penampang melintang serat pada spesimen, Untuk komposit yang digunakan pada penelitian ini menggunakan matrik plastik polipropilen dengan serat serbuk tangkai jagung dengan variasi komposisi sebesar 95% plastik polipropilen, 5% serbuk tangkai jagung, komposisi sebesar 90% plastik polipropilen, 10% serbuk tangkai jagung dan komposisi sebesar 85% plastik polipropilen, 15% serbuk tangkai jagung. Hasil pengujian SEM menunjukan variasi 85:15% lebih merekat antara plastik dan polipropilen dapat memberi dampak yang lebih signifikan terhadap sifat mekanik komposit, hal ini dapat dibuktikan dengan foto hasil Scanning Electron Microscopy dimana permukaan serat terlihat lebih baik.
DESAIN & ANALISIS VARIASI KETEBALAN PEGAS DAUN PARABOLIC PADA MINI BUS Hamdi, Fadlil
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 01 (2022): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v2i01.4962

Abstract

Dijaman yang modern ini moda transportasi Indonesia sudah sangat pesat perkembangannya baik secara system atau pun nonsystem. Tetapi ada yang menjadi bagian penting dalam dunia transportasi salah satunya pegas. Disini penulis ingin mengetahui desain dan permodelan pada pegas daun serta pengaruh variasi pada kekuatan pegas daun terhadap uji tekan yang diperoleh setelah melalui uji finite of element analisys. Dalam studi ini akan dilakukan analisa pembebanan menggunakan FEA pada pegas daun yang hasilnya akan dibandingkan dengan pegas daun original. Pada prosesnya pegas daun akan diberi kekuatan tekan sebesar 2350 N. Hasil dari penelitian ini menunjukkan nilai di angka 15 tentu aman terhadap beban 2350 N. Sedangkan Von Misses  ada diangka 38.515 tentu aman karena masih jauh di bawah angka 710.000.000.
PENGARUH JENIS BUSI TERHADAP EMISI GAS BUANG DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA MOBIL DAIHATSU ZEBRA 1.3 Nurdin, Edi; Putra, Wawan Trisnadi; Winangun, Kuntang
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol 1, No 01 (2021): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v1i01.4090

Abstract

Emisi gas buang kendaraan bermotor merupakan penyumbang terbesar terjadinya pencemaran udara.Setiap jenis busi memiliki karakteristik percikan dan warna bunga api yang berbeda, begitu juga dengan nilai Emisi gas buang dan Konsumsi Bahan Bakar. Untuk membuktikannya dilakukan penelitian menggunakan variasi 3 jenis busi, Busi NGK Standar, Busi NGK Platinum, dan Busi NGK Iridium IX dengan bahan bakar premium yang dicampur dengan bioethanol. Kendaraan yang digunakan pada penelitian ini 1 unit Daihatsu zebra dengan kapasitas mesin 1300 cc. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai gas buang dan konsumsi bahan bakar yang dihasilkan, dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental. Teknik pengambilan data yaitu pada masing –masing busi diuji berdasarkan prosedur antara busi standar, busi platinum, dan busi iridium terhadap emisi gas buang. Putaran mesin yang digunakan 2000 rpm, 3000 rpm dan 4000 rpm selama 1 menit. Penggunaan jenis busi Iridium (BKR6EIX) pada kendaraan mobil Daihatsu Zebra 1.3 menghasilkan emisi gas buang CO, HC, dan Lambda paling rendah jika dibandingkan dengan jenis busi standart dan jenis busi platinum. Untuk emisi CO yang dihasilkan sebesar 0,33 % vol, untuk emisi HC sebesar 187,2 ppm vol, dan untuk emisi lambda sebesar 1,027 % vol. Dari hasil penelitian konsumsi bahan bakar penggunaan jenis busi Iridium (BKR6EIX) pada kendaraan mobil Daihatsu Zebra 1.3 dapat menghemat konsumsi bahan bakar sebesar 1,31% dari jenis busi Standart dan pada penggunaan jenis busi Platinum menghemat konsumsi bahan bakar sebesar 1,2% jika dibandingkan dengan jenis busi Standart. Dari hasil penelitian bisa disimpulkan bahwa pemakaian jenis busi Iridium (BKR6EIX) untuk kendaraan mobil Daihatsu zebra 1.3 lebih ramah lingkungan dan hemat bahan bakar
Effect of Friction Stir Welding Process Parameters on Depth of Surface Defect on Aluminum Material AA6061-T651 Ardhiansyah, Mohammad; Mulyadi, Mulyadi; Iswanto, Iswanto
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 02 (2022): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v2i02.5782

Abstract

Aluminum is widely used in the industrial world, usually, the connection of aluminum often uses the rivet method and Tungsten Inert Gas (TIG) welding. Many welding methods can be used for joining aluminum, but the Friction Stir Welding method is the most recommended method because the process is simple and does not pose a health hazard. This research was conducted to determine the contribution of the Friction Stir Welding (FSW) process parameter to the depth of surface defects using a hexagonal pin geometric tool. Welding material uses AA6061-T651 aluminum and uses 4 parameters: tool speed, welding speed, concave shoulder angle, and tool tilt angle. In this process, the Taguchi method is used to study the effect of parameters with a predetermined process variation. From the results of ANOVA with signal to noise, more minor is better, we get a significant factor in the depth of surface defects. The results obtained are surface defects close to 0 mm or parallel to the specimen surface, in specimen 16 with a tool slope parameter of 2°, a tool rotation speed of 3022 rpm, welding speed of 60 mm/m, and a concave shoulder angle of 11°.
Pengaruh Variasi Waktu Celup Hot Dip Galvanizing pada Rockbolt (Baja SS540) terhadap Ketebalan Lapisan dan Laju Korosi Sariffudin, Mochammad; Winardi, Yoyok; Winangun, Kuntang; Sudarno, Sudarno; Putra, Wawan Trisnadi
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2023): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v3i02.7676

Abstract

ABSTRAKPenggunaan baja di industri pertambangan salah satunya pada rockbolt. Namun sering kali karena pengaruh lingkungan, baja tersebut mengalami penurunan kualitas dan menyebabkan berkurangnya umur pakai dikarenakan terjadi korosi. Salah satu upaya untuk mencegah hal tersebut maka baja perlu dilapisi dengan material lain yang anti korosi. Penelitian ini menyelidiki pengaruh waktu perendaman pada proses hot dip galvanizing terhadap ketebalan lapisan dan laju korosi baja SS540. Proses hot dip galvanizing dilakukan dengan cara mencelupkan spesimen baja SS540 kedalam cairan zinc (Zn) pada temperatur 4500C. Waktu pencelupan divariasikan selama 30 detik, 60 detik dan 90 detik. Setelah proses hot dip galvanizing spesimen baja SS540 diuji ketebalan lapisan dan laju korosi. Ketebalan lapisan memiliki nilai Standart ISO 1461: 2009 yaitu 70 μm. Hasil uji ketebalan menunjukkan bahwa semakin lama waktu perendaman maka ketebalan lapisan pada spesimen semakin meningkat. Hasil pengujian ketebalan pada variasi waktu 30 detik sebesar 79,3 μm, meningkat sebesar 96,0 μm pada 60 detik. Sedangkan pada 90 detik meningkat menjadi 126,9 μm. Tebal tipisnya lapisan zinc pada spesimen uji juga berpengaruh terhadap laju korosi. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa semakin tebal lapisan zinc, laju korosinya semakin rendah. Terbukti pada hasil uji laju korosi nilai terendah didapat ketika ketebalan lapisan senilai 126,9 μm dengan laju korosi 0,4924 mm/y. Sehingga lama waktu perendaman hot dip galvanizing berpengaruh terhadap ketebalan dan laju korosi. Semakin lama waktu perendaman maka semakin rendah nilai laju korosi.Kata kunci : Hot dip galvanizing, ketebalan, laju korosi ABSTRACTThe use of steel in the mining industry is one of them in rockbolt. But often due to environmental influences, the steel has decreased quality and causes reduced service life due to corrosion. One effort to prevent this is that steel needs to be coated with other materials that are anti-corrosion. This study investigated the effect of soaking time in the hot dip galvanizing process on the coating thickness and corrosion rate of SS540 steel. The hot dip galvanizing process is carried out by dipping SS540 steel specimens into zinc (Zn) liquid at a temperature of 4500C. The immersion time is varied for 30 seconds, 60 seconds and 90 seconds. After hot dip galvanizing process, SS540 steel specimens are tested for layer thickness and corrosion rate. The layer thickness has a Standard ISO 1461: 2009 value of 70 μm. The thickness test results show that the longer the soaking time, the layer thickness on the specimen increases. The thickness test results at a 30-second time variation of 79.3 μm, increasing by 96.0 μm at 60 seconds. While at 90 seconds it increases to 126.9 μm. The thickness of the zinc layer on the test specimen also affects the corrosion rate. The results showed that the thicker the zinc layer, the lower the corrosion rate. It is proven in the corrosion rate test results that the lowest value is obtained when the layer thickness is 126.9 μm with a corrosion rate of 0.4924 mm / y. So that the length of soaking time of hot dip galvanizing affects the thickness and corrosion rate. The longer the soaking time, the lower the corrosion rate value. Keywords : Hot dip galvanizing, thickness, corrosion rate
Pengaruh Perubahan Durasi Injeksi terhadap Kinerja Mesin Sepeda Motor Beat FI 110 cc Debry, Debry; Winardi, Yoyok; Munaji, Munaji; Winangun, Kuntang
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2023): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v3i02.7687

Abstract

Kemajuan pesat sedang dibuat di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan industri otomotif, khususnya sepeda motor electric fuel injection (EFI). Untuk memaksimalkan performa mesin pada sepeda motor injeksi maka perlu pengoptimalan injeksi bahan bakar ke ruang bakar. Cara yang dapat dilakukan adalah merubah durasi injeksi bahan bakar menggunakan ECU programmable aftermarket. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan tersebut. Jenis penelitian berupa pengaruh perubahan durasi injeksi terhadap kinerja mesin sepeda motor beat FI 110cc dengan variasi pengubahan durasi injeksi +5%, +10%, +15%, -5%, -10%, -15% dengan parameter yang dicari adalah torsi, daya dan konsumsi bahan bakar spesifik. Daya, torsi dan konsumsi bahan bakar spesifik berbahan bakar pertamax. Hasil pengujian variasi durasi injeksi -5% menghasilkan nilai daya terbesar 7,5 HP diputaran 4122 rpm. Hasil pengujian variasi durasi injeksi +5% menghasilkan nilai torsi sebesar 18,94 Nm diputaran 2468 rpm. Hasil pengujian variasi durasi injeksi menghasilkan nilai konsumsi bahan bakar spesifik terendah dengan nilai 0,018 kg/kWh diputaran 4000 rpm pada durasi injeksi -15% dan nilai tertinggi konsumsi bahan bakar spesifik  0,119 kg/kWh diputaran 8000 rpm pada durasi injeksi +15%.Kata Kunci: durasi injeksi, daya, torsi, konsumsi bahan bakar spesifik

Page 3 of 12 | Total Record : 112