cover
Contact Name
Kuntang Winangun
Contact Email
jtm@umpo.ac.id
Phone
+6282333966484
Journal Mail Official
jtm@umpo.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Ponorogo Jl. Budi Utomo No. 10 Ponorogo
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : 28099397     DOI : https://doi.org/10.24269/jtm
AutoMech : Jurnal Teknik Teknik is a peer-reviewed academic journal published by Universitas Muhammadiyah Ponorogo to accommodate research in mechanical engineering. The main themes are energy, mechanics, materials, manufacturing and automotive, and other relevant themes. Manuscript submissions include original research, simulation/computation, and literature review.
Articles 112 Documents
Simulasi Pemodelan Mobil Listrik Warok V.1 Dan Analisis Metode Berkendara Guna Memprediksi Konsumsi Energi Menggunakan Matlab/Simulink Erlangga, Banyu Sevo; Winangun, Kuntang; Winardi, Yoyok
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 01 (2024): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v4i01.9018

Abstract

Dalam merancang dan membuat mobil listrik perlu menganalisis tingkat konsumsi energi. Pemodelan dinamika dan simulasi kendaraan mobil listrik Warok V.1 menggunakan MATLAB/Simulink dan menganalisis metode mengemudi diharapkan bisa memperoleh hasil penggunaan energi yang minimal. Pemodelan dinamika dan simulasi telah di validasi dengan pengujian secara langsung dimana memiliki error kurang dari 5%. Pada analisis metode berkendara/1dilakukan dengan dua metode yaitu konstan dan stop and go dengan tiga variasi kecepatan yakni 32 km/jam, 21 km/jam, dan 18 km/jam. Konsumsi energi minimal di dapat dengan metode stop and go variasi ketiga dengan capaian 66,6 km/kwh. Pada metode stop and go kecepatan puncak dan kecepatan minimal perlu diperhatikan agar waktu tempuh tidak melebihi batas yang telah ditentukan dan mengakibatkan DNF (Do Not Finish).
Analisis Pengaruh Penambahan Magnesium (Mg) & Mangan (Mn) Pada Aluminium (Al) 6061 Terhadap Kekuatan Mekanik Yusuf, Farid; Winardi, Yoyok; Fadelan, Fadelan; Sudarno, Sudarno; Arifin, Rizal
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 01 (2024): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v4i01.7685

Abstract

ABSTRAKPengecoran logam merupakan kegiatan manufaktur yang menggunakan logam dan kemudian dicairkan dengan tungku.Sedangkan pengecoran aluminium merupakan aktifitas teknik dengan cara mencampurkan beberapa unsur kimia  yang berfungsi untuk melihat komposisi yang pas guna meningkatkan kekuatan mekanik aluminium tersebut. Penelitian ini menggunakan cetakan pasir. Dengan hasil pada variasi  Mn 10% Mg 5% mendapatkan nilai uji tarik sebesar 128,15 MPa dengan nilai kekerasan brinell sebesar 21,81 BHN. Pada variasi Mn 15% Mg 7% mendapatkan nilai uji Tarik sebesar 99,62 MPa dengan nilai kekerasan brinell sebesar 19,65 BHN. Dan pada variasi Mn 20% Mg 10% mendapatkan nilai uji Tarik sebesar 116,47 MPa dengan nilai kekerasan brinell sebesar 19,90 BHN. Penurunan tersebut dapat disebabkan karena ketidakmampuan logam paduan untuk menyebar kesemua struktur mikro dan menghasilkan ruang kosong pada aluminium.Kata Kunci: Pengecoran, Aluminium, Uji Tarik, Uji Kekerasan
Analisis Hasil Coran Dengan Penambahan Tembaga Pada Pengecoran Aluminium Limbah Rumah Tangga Terhadap Uji Tarik Dan Struktur Mikro Ardika, Rizki Dwi; Laksono, Deddy Dwisetia; Fadelan, Fadelan; Winardi, Yoyok; Munaji, Munaji; Akhmad, Nanang Suffiadi
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2025): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v5i01.11674

Abstract

Aluminium merupakan material untuk membuat sebuah produk yang banyak digunakan oleh masyarakat, namun karena sering menjadi limbah ketika sudah mengalami kerusakan, maka limbah dari aluminium akan mengalami penumpukan yang akan merugikan, karena limbah aluminium tidak mudah terurai maka diperlukan penangan. Pengecoran ulang bisa menjadi upaya alternatif untuk mengurangi limbah. Dalam penelitian ini, digunakan aluminium dari panci dan wajan yang tidak terpakai dan tembaga serbuk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pembuatan spesimen dengan variasi Al 500 gr Cu 0 gr, Al 500 gr Cu 10 gr, dan Al 500 gr Cu 15 gr. Proses pengecoran menggunakan cetakan pasir, serta pengujian tarik dan pengujian struktur mikro. Kekuatan tarik menurun seiring dengan penambahan tembaga, di mana spesimen dengan varasi Al 97% Cu 3% memperoleh nilai terendah dengan nilai rata-rata 78,328 Mpa, dan kekuatan tarik tertinggi diperoleh spesimen dengan variasi Al 100% Cu 0% dengan nilai rata-rata 100,769 Mpa. Analisis struktur mikro menunjukkan perubahan struktur butir pada setiap spesimen, dimana aluminium yang belum dipadukan dengan tembaga memiliki butir yang lebih rapat daripada aluminium yang sudah dipadukan dengan tembaga. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penambahan tembaga berpengaruh pada pengecoran ulang aluminium limbah rumah tangga karena dapat menurunkan hasil pada coran, dari segi kekuatan tarik pada pengujian tarik, dan berpengaruh terhadap struktur butir pada pengujian struktur mikro.
Analisis Pengaruh Variasi Sudut Jari-jari terhadap Ketahanan Struktur Pelek Ring 17 Menggunakan Ansys. Fikri, Agus; Yongkimandalan, Nicky; Surahto, Aep; Ardika, Rizki Dwi; Ariyansah, Riyan; Avorizano, Arry; Mujirudin, Mujirudin; Bintoro, Sefrian Rizki
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2025): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v%vi%i.11835

Abstract

Kemampuan pelek untuk mengatasi tantangan eksternal seperti beban jalan yang tidak merata atau dampak tabrakan, serta mampu menopang beban kendaraan, menjadi sangat penting agar tidak terjadi kegagalan struktural yang dapat menyebabkan kecelakaan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kekuatan struktural dan ketahanan deformasi dari masing-masing desain variasi modifikasi sudut pelek ring 17. Metode yang digunakan adalah pendekatan simulasi uji impak menggunakan perangkat lunak ANSYS dengan menerapkan metode explicit dynamics analysis. Dengan menerapkan variasi besar radius sudut spoke pelek yaitu 5o, 34o dan 48o. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tegangan tertinggi terjadi pada pelek ring 17 dengan modifikasi R5 yaitu sebesar 379,72 MPa. Sedangkan, tegangan terendah terjadi pelek ring 17 dengan modifikasi R34 yaitu sebesar 344,65 MPa. Selain itu, diketahui juga nilai regangan ekuivalen maksimum pada sudut pelek R5 sebesar 0,0052116 mm/mm. Jadi modifikasi sudut spoke R34 dan R48 pada pelek dengan tegangan dan regangan yang lebih rendah cenderung memiliki performa struktural yang lebih baik dan lebih dapat diandalkan menahan beban impak. Kata Kunci: Pelek Ring 17, Sudut spoke, Uji Impack, ANSYS.
PENGARUH LAMA CURING MATERIAL KOMPOSIT SERAT KARBON TERHADAP KEKUATAN MEKANIK DENGAN METODE PEMBUATAN KOMBINASI HAND LAY-UP DAN VACUUM BAGGING Yudha, Noval Fitra; Hastuti, Sri; Listyanda, R Faiz
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2025): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v5i01.11808

Abstract

Permasalahan pada sektor transportasi seperti kecelakaan lalu lintas menjadi perhatian penting, salah satunya disebabkan oleh kondisi kendaraan yang kurang optimal dalam menyerap energi benturan. Oleh karena itu, dibutuhkan material alternatif yang ringan namun memiliki kekuatan mekanik tinggi, salah satunya yaitu komposit serat karbon untuk aplikasi bodi kendaraan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi lama waktu curing terhadap kekuatan tarik dan impak material komposit berbahan serat karbon. Material komposit menggunakan serat karbon 3K Twill 220 gsm dan resin epoksi dengan perbandingan resin : hardener (2:1). Proses pembuatan komposit dilakukan dengan kombinasi metode Hand Lay-Up dan Vacuum Bagging, serta variasi lama waktu curing 30 menit, 45 menit, dan 60 menit pada suhu 100°C. Pengujian kekuatan tarik mengacu pada standar ASTM D3039 dan pengujian impak Charpy mengacu pada ASTM E23. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai tegangan tarik tertinggi diperoleh pada spesimen dengan waktu curing 60 menit sebesar 190,86 MPa. Pada uji impak, energi serap dan ketangguhan impak tertinggi diperoleh pada waktu curing 30 menit dengan nilai masing-masing 1,339 J dan 0,253 J/mm². Dengan demikian, waktu curing 60 menit memberikan kekuatan tarik maksimal, sementara waktu curing 30 menit unggul dalam ketangguhan impak. Penentuan lama waktu curing optimal perlu disesuaikan dengan kebutuhan karakteristik yang lebih spesifik. Kata Kunci: Komposit serat karbon, curing, hand lay-up, vacuum bagging.ABSTRACTIssues in the transportation sector, such as traffic accidents, are partly caused by vehicles' poor ability to absorb impact energy. This highlights the need for lightweight materials with high mechanical strength, such as carbon fiber composites, for energy-efficient vehicle body applications. This study investigates the effect of curing time variations on the tensile and impact strength of carbon fiber composites made from 3K Twill 220 gsm carbon fiber and epoxy resin (resin:hardener ratio of 2:1). The composites were fabricated using Hand Lay-Up and Vacuum Bagging methods, with curing times of 30, 45, and 60 minutes at 100°C. Tensile tests followed ASTM D3039 and impact tests followed ASTM E23. The highest tensile strength 190,86 MPa was achieved at 60 minutes, For the impact test, the highest absorbed energy and impact toughness were achieved at 30 minutes of curing, with values of 1.339 J and 0.253 J/mm². Therefore, a curing time of 60 minutes provides maximum tensile strength, while a curing time of 30 minutes excels in impact toughness. The determination of the optimal curing time needs to be adjusted to the specific characteristic requirements.Keywords: carbon fiber composite, curing, hand lay-up, vacuum bagging
Studi Eksperimental Variasi Konsentrasi Perekat dan Bentuk Biobriket Limbah Baglog Jamur Tiram dengan Perekat Kanji Zuljian, Bima; Dewi, Rany Puspita; Hayati, Nur
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2025): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v5i01.11862

Abstract

Peningkatan pemakaian energi yang digunakan untuk tujuan industri, transportasi, dan rumah tangga mengakibatkan peningkatan kebutuhan akan minyak bumi meningkat. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah telah menerapkan kebijakan diversifikasi energi. Energi alternatif dapat menjadi upaya untuk menekan angka ketergantungan terhadap gas dan minyak bumi, salah satunya adalah biobriket. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh konsentrasi perekat dan bentuk biobriket terhadap sifat fisis biobriket, yaitu nilai kalor, kadar air, kadar abu, kadar volatile matter, kadar fixed carbon, dan laju pembakaran. Pada penelitian ini menggunakan limbah dari baglog jamur tiramyang didapat dari petani setempat. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Pengujian nilai kalor mengacu pada standar ASTM D-5865, pengujian kadar air mengacu pada standar ASTM D-3173, pengujian kadar abu mengacu pada standar ASTM D-3174, pengujian kadar volatile matter mengacu pada standar ASTM D-3175, pengujian kadar fixed carbon mengacu pada standar ASTM D-3172, dan pengujian laju pembakaran mengacu pada SNI 01-6235-2000. Hasil pengujian menunjukkan bahwa konsentrasi perekat mempengaruhi tiap-tiap sifat fisis biobriket, semakin tinggi perekat, maka nilai kadar air, kadar abu, kadar volatile matter cenderung meningkat. Maka, nilai kalor menjadi semakin turun dan laju pembakaran semakin baik. Hasil pengujian juga menunjukkan bahwa bentuk biobriket secara tidak langsung mempengaruhi sifat fisis biobriket. Diperoleh bentuk prisma segienam lebih memiliki laju pembakaran yang lebih baik dibanding prisma segitiga karena memiliki distribusi panas yang lebih baik. Kata Kunci : biobriket, baglog jamur tiram, perekat kanji, biomassa
PENGARUH PENDINGINAN UDARA BEBAS, AIR, OLI, DAN AIR GARAM TERHADAP MATERIAL BAJA SUP 9 DENGAN PERLAKUAN PANAS Kulsum, Umi Kulsum,; Lostari, Aini; Sugiono, Didik; Hartono, R. Yudi
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2025): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v5i01.11820

Abstract

Perlakuan panas (heat treatment) didefinisikan sebagai kombinasi operasi pemanasan dan pendinginan yang terkontrol dalam keadaan padat untuk mendapatkan sifat - sifat tertentu pada baja/logam atau paduan. Salah satu metode perlakuan panas tersebut dengan proses quenching, dan normalizing. Proses ini dilakukan pada temperatur austenite (8500C) dan dilanjutkan holding time selama 120 menit kemudian didinginkan dengan air, air garam, oli dan udara bebas. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa nilai kekerasan optimum adalah 501-528 BHN setelah quenching pada media pendingin air garam dan air, membentuk struktur mikro diantaranya ferrit, martensite, simentit, pearlite dan bainite. Dan struktur yang banyak terbentuk dari nilai kekerasan paling optimum adalah martensite. Perubahan struktur mikro yang terjadi dari autensite ke martensite.Dari penelitian ini disimpulkan bahwa proses quenching dan normalizing dapat merubah nilai kekerasan. Sementara perubahan struktur mikro terjadi karena proses holding time selama 120 menit, dan perubahan nilai kekerasan yang signifikan terjadi adalah dengan quenching air dan air garam.
RANCANG BANGUN CEROBONG PADA ALAT INSINERATOR Ibnu Maliq, Muhamad Noa; Mujiarto, Sigit; Suyitno, Suyitno
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2025): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v5i01.11884

Abstract

Masalah pengelolaan sampah yang semakin kompleks di Indonesia mendorong perlunya inovasi dalam pengolahan limbah domestik. Salah satu solusi yang efektif adalah penggunaan alat insinerator yang dilengkapi dengan sistem cerobong asap untuk mengurangi polusi udara. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun cerobong pada alat insinerator guna menyaring serta mengarahkan asap hasil pembakaran agar tidak menyebar ke lingkungan sekitar. Proses perancangan dilakukan menggunakan perangkat lunak AutoCAD dan SketchUp, kemudian dilanjutkan dengan proses fabrikasi menggunakan material seperti galvalum dan besi balok. Cerobong dirancang memiliki beberapa sekat penyaring untuk memperlambat dan mengurangi emisi asap. Uji coba dilakukan dengan tiga jenis variasi sampah organik: kering, basah, dan campuran. Hasil menunjukkan bahwa cerobong mampu menurunkan intensitas asap hitam yang dihasilkan, dengan temperatur pembakaran maksimum mencapai 60°C. Penelitian ini menyimpulkan bahwa cerobong yang dirancang efektif dalam menyaring asap dan layak diterapkan sebagai bagian dari sistem insinerator skala kecil di lingkungan masyarakat.
PENGARUH WAKTU PENGINJEKSIAN TERHADAP UNJUK KERJA MOTOR DIESEL 1 SILINDER DENGAN BAHAN BAKAR CAMPURAN BIODIESEL DAN ETANOL Winangun, Kuntang; Al Hakim, Faris Helmi; Arifin, Rizal; Putra, Wawan Trisnadi; Sudarno, Sudarno
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2025): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v5i01.10028

Abstract

Motor diesel merupakan mesin pembakaran dalam dimana proses pembakaran bahan bakar dilakukan dengan memanfaatkan temperatur tinggi hasil udara yang dikompresi didalam ruang silinder. Untuk mendapatkan unjuk kerja motor yang optimal, motor diesel dipengaruhi beberapa aspek operasional. Diantaranya : Perbandingan campuran udara dengan bahan bakar (Air Fuel Ratio), waktu penginjeksian bahan bakar (Timing Injevtion) dan jumlah oksigen yang terkandung dalam udara kering disekitar (Ambien). Tujuan dari penelitian ini untuk mempelajari karakteristik unjuk kerja pada motor diesel yaitu : Daya, Torsi, Efesiensi Termal, Pengggunaan Bahan Bakar Spesifik dan Emisi Gas Buang yang dihasilkan pada variasi waktu penginjeksian 15°BDC, 25°BDC, 30°BDC dan 35°BDC dengan waktu penginjeksian standar mesin diesel 20°BDC. Penelitian dilakukan dengan uji eksperimental pada sebuah mesin diesel 1 silinder dengan pembebanan elektrik (lampu pijar) dari 500 Watt sampai 3000 Watt dengan interval 500 Watt pada putaran mesin stasioner (1500 rpm) menggunakan bahan bakar campuran biodiesel 80 % dan etanol 20 %. Hasil dari pengujian kinerja mesin menunjukkan adanya kenaikan daya dan torsi mesin pada waktu penginjeksian 30°BDC, daya sebesar 2,52 kW atau 2520 Watt dan torsi sebesar 16,07 Nm. Efisiensi termal menunjukkan hasil paling tinggi pada waktu penginjeksian 30°BDC sebesar 23,19 %. Kemudian hasil dari konsumsi bahan bakar mendapat nilai terendah pada waktu penginjeksian 30°BDC yaitu sebesar 367,19 gr/kWh. Sedangkan hasil pengujian emisi gas buang menghasilkan nilai paling rendah pada waktu penginjeksian 30°BDC sebesar 34,2%. Variasi waktu penginjeksian 30°BDC adalah variasi waktu penginjeksian terbaik untuk mesin diesel dongfeng R185 dengan bahan bakar campuran B80 dan E20.
PERBANDINGAN PENGEREMAN PENGUJIAN REM STATIS DAN PENGUJIAN REM JALAN PADA KENDARAAN PICK UP L300 Nurlina, Ika Tyas; Kosjoko, Kosjoko; Mufarida, Nely Ana
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol. 1 No. 01 (2021): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v1i01.4088

Abstract

Keselamatan adalah unsur utama dalam pelayanan jasa transportasi. Pemerintah berkewajiban memastikan bahwa kendaraan bermotor yang beroperasi di jalan memenuhi syarat teknis dan laik jalan. Terpenuhinya ambang batas minimal efisiensi pengereman, merupakan salah satu persyaratan teknis yang harus dipenuhi agar kendaraan dapat beroperasi di jalan. Pengujian efisiensi pengereman dapat  dilakukan  dengan  dua  cara  yaitu  Static  Brake  Test  dan  Road  Test.  Hasil  pelaksanaan kedua  pengujian tersebut menunjukkan adanya  perbedaan  hasil yang  diperoleh  yaitu untuk Pengujian Rem Statis menghasilkan efisiensi pengereman sebesar 64,8% sedangkan untuk Pengujian Rem Jalan menghasilkan efisiensi pengereman sebesar 53% dan  hal  ini  dapat menimbulkan  hasil  yang  berbeda  terhadap  pemenuhan  syarat  teknis dan laik jalan kendaraan.

Page 5 of 12 | Total Record : 112