cover
Contact Name
Achmad Afandi
Contact Email
Triwikrama325@gmail.com
Phone
+628123230129
Journal Mail Official
triwikrama325@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tutut Arjowinangun No 5 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Published by CV. SW Anugerah
ISSN : 29881986     EISSN : 29881986     DOI : -
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Triwikrama Journal uses a license CC-BY-SA or an equivalent license as the optimal license for the publication, distribution, use, and reuse of scholarly works. This license permits anyone to compose, repair, and make derivative creation even for commercial purposes, as long as appropriate credit and proper acknowledgment to the original publication from Journal Sospol is made to allow users to trace back to the original manuscript and author. Readers are also granted full access to read and download the published manuscripts, reprint, and distribute the manuscript in any medium or format
Articles 1,311 Documents
PERAN KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI JAWA TIMUR DALAM SISTEM KONTROL KAMPANYE PADA PEMILIHAN UMUM GUBERNUR JAWA TIMUR 2024 Muhammad Rangga Diva Ananta Rois’am; Ihsan Dwi Hartanto; Rizkya Dwijayanti
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v5i6.6966

Abstract

The purpose of this research is to analyze the effectiveness of the implementation of the duties of the General Election Commission ( KPU ) as the organizer of the general elections in accordance with the applicable regulations of Law Number. 7 of 2017 concerning General Elections and various factors that influence them. The type of research used is empirical research conducted at the General Election Commission ( KPU ) of East Java Province.The results of this research conclude that the function of the General Election Commission in creating democratic elections in 2024 is less effective. Even though the level of public participation reached 82%, at the same time invalid ballots reached 8%. There are various factors that influence the effectiveness of the functions of the East Java Province General Election Commission, namely external and internal factors from several locations that are difficult to reach directly and indirectly, quality human resources from General Election Commission of East Java Provincial and public knowledge of elections in general. The recommendation from this research is that the KPU of East Java Provincial should continue to increase synergy between various parties, further improve the quality of human resources, facilities and infrastructure which are still constrained, socialization and voter education so that the General Election Commission of East Java Provincial is able to realize democratic elections. Keywords: Function; General Election Commission Of East Java Provincial; Democratic
ANALISIS STRATEGI PDIP PADA MEDIA SOSIAL UNTUK KAMPANYE PEMILU Rahma Syakira Ayu; Ananda Dewi; Nayla Febrina; Ragilia Dwi Pradita; Silvana Putri Priageng; Muhammad Prakoso Aji
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v5i6.6985

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial dalam strategi PDI-P untuk membangun citra politik pada kampanye Pemilu 2024. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan studi literatur dan pengumpulan data dari media sosial sebagai teknik pengumpulan data utama. Fokus penelitian adalah untuk memahami bagaimana media sosial digunakan PDI-P dalam menyampaikan kampanye dalam membentuk citra positif di hadapan publik pada pemilu 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PDI-P secara efektif menggunakan platform seperti Instagram, TikTok, dan X untuk berinteraksi dengan pemilih, memperkenalkan kandidat, serta menyebarluaskan narasi politik yang mendukung citra partai. Konten-konten yang disesuaikan dengan kelompok pemilih, seperti kampanye lingkungan dan kesetaraan gender, berhasil menarik perhatian generasi muda. Selain itu, interaksi langsung dengan publik melalui media sosial memberikan efek positif dalam membangun citra PDI-P dan calon presidennya. Kesimpulannya, media sosial memainkan peran penting dalam strategi kampanye PDI-P untuk membangun citra positif pada politik politik, namun metode kampanye tradisional tetap penting untuk menjangkau pemilih yang lebih konservatif.
ANIMASI STORYTELLING SEBAGAI STRATEGI EDUKASI KESEHATAN: SCRIPTWRITING DENGAN TEKNIK STORYTELLING DALAM PRODUKSI VIDEO ANIMASI “SEMBARANGAN BELI OBAT? WASPADALAH!” Asyam, Muhamad; Karimah, Kismiyati El; Saputra, Sandi Jaya
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v5i6.7030

Abstract

Bahaya pembelian obat secara sembarangan tanpa informasi lengkap menyebabkan kesalahan dalam suatu pengobatan sendiri atau swamedikasi di masyarakat yang dapat membahayakan tubuh. Tujuan dibuatnya video animasi edukasi ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya membeli obat di tempat yang memiliki izin seperti apotek agar masyarakat mendapat informasi yang tepat dari apoteker. Pembuatan video animasi ini dimulai dengan proses penciptaan dari beberapa tahapan, mulai dari riset, pengembangan konsep, hingga pra produksi sampai pasca produksi animasi. Proses penulisan naskah animasi menggunakan teknik storytelling untuk membangun narasi yang menarik, menyampaikan pesan edukasi melalui karakter, alur cerita, dan visual yang efektif. Kendala pembuatan video animasi edukasi ini terletak pada keselarasan antara naskah dan visual dimana informasi sebagai edukasi yang perlu disampaikan sangat padat dengan waktu terbatas, namun harus informatif. Melalui pendekatan storytelling, diharapkan animasi dapat menjadi media edukasi yang efektif dan mudah dipahami oleh masyarakat luas.Kata kunci: Animasi, Edukasi, Storytelling, Scriptwriting, Kesehatan
PENATAAN VISUAL TERHADAP PENCIPTAAN POINT OF INTEREST VIDEO ANIMASI 2D “SEMBARANGAN BELI OBAT? WASPADALAH!” Afif, Ali Rozi; Karimah, Kismiyati El; Saputra, Sandi Jaya
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v5i6.7032

Abstract

Sebagai bentuk pelayanan kefarmasian, kegiatan konseling diberikan oleh apoteker kepada pasien untuk meningkatkan efektifitas proses pemulihan. Kegiatan konseling dibutuhkan oleh pasien yang hendak melakukan pengobatan sendiri atau swamedikasi. Kehadiran apoteker pada tempat penjualan obat yang berizin dapat menghindari misinformasi seputar obat maupun terhadap keluhan penyakit pasien. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mendapatkan obat pada tempat berizin apotek agar menerima informasi serta obat yang sesuai melalui konseling dengan apoteker, maka media audio-visual berupa animasi ini diciptakan. Proses penciptaan karya animasi dilakukan oleh seorang animator dengan tujuan menghasilkan visualisasi berdasarkan konsep yang telah dikembangkan. Animator menciptakan elemen visual dengan tata letak yang mengarahkan fokus sehingga menghasilkan point of interest pada setiap adegan. Tata letak elemen visual yang strategis merupakan hasil dari implementasi teknik staging yang menyelaraskan antara urutan aksi, penataan waktu, serta peletakkan kamera. Melalui teknik staging, alur cerita yang berisi pesan terhadap pentingnya kehadiran apoteker pada karya animasi dapat tersampaikan dengan tata letak elemen visual yang mengarahkan fokus pada aksi utama setiap adegan. Hasil karya animasi yang diciptakan dengan menerapkan teknik staging dapat merefleksikan pentingnya kehadiran apoteker terhadap efektivitas pengobatan pasien melalui tata letak elemen visual yang berpengaruh terhadap alur penceritaan.Kata kunci: Teknik Staging, Point Of Interest, Visual, Animasi, Animator
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KRIMINALITAS DI PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2023 MENGGUNAKAN ANALISIS FAKTOR Arindah Maharani Saputri; Insania Firdausy; Sri Pingit Wulandari
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v5i6.7048

Abstract

Kriminalitas adalah tindakan kejahatan melanggar hukum dan mengganggu keseimbangan sosial dalam masyarakat yang dapat dipengaruh oleh berbagai faktor, seperti demografi, sosial ekonomi, dan pendidikan. Kriminalitas dapat terjadi di manapun dan kapanpun, termasuk di Provinsi Jawa Timur. Banyakya jumlah penduduk di Jawa Timur dengan kepadatan penduduk mencapai 857 jiwa/km2 serta beberapa faktor lain menjadi pendorong sebagian masyarakat melakukan tindakan kejahatan demi kesejahteraan hidup. Berdasarkan data BPS, Jawa Timur merupakan provinsi di Indonesia yang paling banyak terjadi kriminalitas di tahun 2022. Berdasarkan kondisi yang ada, mengindikasikan bahwa terdapat banyak faktor yang memengaruhi seseorang melakukan tindakan kriminalitas. Luasnya cakupan faktor-faktor tindakan kriminalitas membuat perlu dilakukan reduksi data sehingga diperoleh komponen utama yang dapa tmenjelaskan sebagian besar variasi data. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh melalui laman resmi BPS di mana data akan diolah dan dianalisis menggunakan software SPSS. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini yaitu analisis faktor. Sebelum itu, dilakukan analisis karakteristik dan uji asumsi yang terdiri dari uji asumsi distribusi normal multivariat, pemeriksaan nilai KMO, uji independensi, dan anti-image-correlation. Hasil analisis uji asumsi menunjukkan bahwa data berdistribusi normal multivariat, data cukup untuk difaktorkan, korelasi antar variabel dependen, serta terdapat 9 variabel yang dapat diprediksi dan dianalisis lebih lanjut. Sedangkan, hasil analisis faktor terbentuk 2 faktor yang dapat menjelaskan variabel asal yaitu faktor ketimpangan sosial ekonomi serta ketenagakerjaan dan produktivitas.
STATUS PEKERJAAN UTAMA MENURUT PENDIDIKAN TERTINGGI YANG DITAMATKAN DI JAWA TIMUR TAHUN 2023 MENGGUNAKAN ANALISIS KORESPONDENSI Anindya Putri Noliza; Hikmah Deviani; Sri Pingit Wulandari
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v5i6.7075

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki penduduk terbanyak ke-4 di dunia dengan total penduduk mencapai 279 juta jiwa. Disamping itu, pembahasan mengenai topik sektor industri sangat marak pada saat ini. Banyak faktor yang mempengaruhi kemajuan industri sangat banyak, salah satunya adalah ketenagakerjaan. Status pekerjaan utama juga dipengaruhi oleh tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan. Total tenaga kerja berdasarka provinsi di Indonesia yang paling tinggi adalah provinsi Jawa Barat dan disusul oleh provinnsi Jawa Timur di urutan kedua. Analisis yang tepat untuk menganalisis hubungan antara status pekerjaan utama dengan pendidikan tertinggi yang ditamatkan di provinsi Jawa Timur adalah analisis korespondensi. Kesimpulan dari ppenelitian ini adalah mayoritas penduduk Jawa Timur memiliki pekerjaan utama sebagai buruh/karyawan/pegawai dengan pendidikan tertinggi SMP, terdapat hubungan antara status pekerjaan utama dengan pendidikan tertinggi yang ditamatkan di Jawa Timur tahun 2023, kecenderungan penduduk dengan pendidikan tertinggi SMP dengan status pekerjaan utama sebagai pekerja keluarga/tidak dibayar, berusaha sendiri, pekerja bebas, dan berusaha dibantu buruh tidak tetap/buruh tidak dibayar. Serta hasil dari analisis korespondensi diperoleh 3 dimensi maka keragaman data yang dapat dijelaskan dan dipetakan adalah sebesar 100%.
KEBIJAKAN KONSERVASI LAUT DI WAKATOBI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP STATUS CAGAR BIOSFER UNESCO Dinanti, Marissa Safira; Marzaman, Atika Puspita
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v5i6.7078

Abstract

This study examines the gap between marine conservation policies and their implementation concerning the UNESCO Biosphere Reserve status in Wakatobi, as well as the role of local community involvement in the success of marine conservation. Utilizing the sustainable development theory and global governance theory, this research explores how marine conservation are applied at the local level and the impact of community involvement on the sustainability of marine ecosystems. Data were obtained through a qualitative literature review method by examining various sources related to conservation policies and area management. The findings indicate that although the ineffectiveness of marine conservation policy implementation in Wakatobi does not immediately revoke UNESCO status, ecosystem degradation and lack of community support can reduce the management quality to a point that may no longer meet UNESCO standards. This could potentially put Wakatobi's Biosphere Reserve status at risk if improvements in coordination, law enforcement, and community involvement are not implemented promptly. This study highlights the importance of collaborative governance between the government, international organizations, and the community to maintain conservation effectiveness and uphold Wakatobi's Biosphere Reserve status. Penelitian ini mengkaji kesenjangan antara kebijakan konservasi laut dan implementasinya terhadap status Cagar Biosfer UNESCO di Wakatobi, serta peran keterlibatan masyarakat lokal dalam keberhasilan konservasi laut. Dengan pendekatan teori pembangunan berkelanjutan dan tata kelola global, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana kebijakan konservasi laut diterapkan di tingkat lokal dan dampak keterlibatan masyarakat terhadap keberlanjutan ekosistem laut. Data diperoleh melalui metode kualitatif berbasis kajian pustaka, dengan menelaah berbagai sumber literatur terkait kebijakan konservasi dan manajemen kawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ketidakefektifan implementasi kebijakan konservasi laut di Wakatobi tidak serta-merta mencabut status UNESCO, kerusakan ekosistem dan kurangnya dukungan masyarakat dapat menurunkan kualitas manajemen kawasan hingga tidak lagi memenuhi standar UNESCO. Hal ini berpotensi menempatkan status Cagar Biosfer Wakatobi dalam risiko jika tidak segera diperbaiki melalui penguatan koordinasi, penegakan hukum, dan keterlibatan masyarakat yang lebih baik. Penelitian ini menyoroti pentingnya tata kelola yang kolaboratif antara pemerintah, lembaga internasional, dan masyarakat untuk menjaga efektivitas konservasi dan mempertahankan status Cagar Biosfer Wakatobi.
PENCEGAHAN KORUPSI TERHADAP EKONOMI DI LINGKUNGAN MASYARAKAT Ronald Jay Suprayogi
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v5i6.7080

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak korupsi terhadap ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, dengan fokus pada praktik korupsi yang terjadi di area parkir Mall Boemi Kedaton, Lampung. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan tukang parkir dan pengunjung mall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik korupsi, seperti pungutan liar yang dilakukan oleh oknum tertentu, mengakibatkan penurunan pendapatan tukang parkir dan menciptakan ketidakpastian biaya bagi pengunjung. Dampak negatif ini berdampak pada frekuensi kunjungan ke mall, sehingga mengganggu perekonomian lokal dan menurunkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi bagaimana korupsi berkontribusi pada meningkatnya harga barang dan kesulitan akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan. Ditemukan bahwa langkah-langkah pemberantasan korupsi yang lebih efektif diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih transparan dan adil, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan rekomendasi bagi pemerintah dan masyarakat dalam upaya pemberantasan korupsi.
MEMBANGUN PEMAHAMAN KONSEP GEOGRAFI MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN PETA DALAM IPAS Natasya Anggraini; Khilmatun Nafis; Siti Nely Istiqomah Wati
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v5i6.7082

Abstract

Pembelajaran dalam peta ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) adalah salah satu pendekatan efektif untuk membangun pemahaman konsep geografi dalam mata pelajaran yang diajarkan di sekolah dasar. IPAS memuat pembelajaran tentang sains dan sosial, yang meliputi kajian tentang alam, teknologi, lingkungan, geografi, sejarah, dan kebudayaan. Ada beberapa teori pembelajaran yang relevan dengan pembelajaran IPAS, yaitu teori konstruktivisme, teori pembelajaran kooperatif, dan teori pembelajaran berbasis proyek. Dalam pembelajaran IPAS, peserta didik akan mempelajari tentang ilmu pengetahuan alam dan sosial, seperti fisika, biologi, kimia, sejarah, dan geografi. Pembelajaran IPAS bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik tentang dunia dan lingkungan sekitarnya serta memberikan pengetahuan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Oleh itu, diperlukan teori-teori psikologi belajar yang relevan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran IPAS. Ilmu pengetahuan dapat dibagi menjadi dua yaitu Natural Science dan Social Science. Natural Science dan Social Science dikenal dengan kata Sains atau ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
PERAN KOMUNIKASI ANTARBUDAYA DALAM MENINGKATKAN TOLERANSI DI ERA GLOBALISASI: TANTANGAN DAN STRATEGI Widiyanarti, Tantry; Rachmaeny, Nur Afni; Yunialsih, Novita Permatasari; Ningrum, Dwi Handayany Puspa; Azzahra, Nadira Jasmine; Umam, Haerul
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v5i6.7121

Abstract

Penelitian ini membahas peran penting komunikasi antarbudaya dalam menumbuhkan sikap toleransi di masyarakat global yang semakin beragam. Tantangan utama dalam komunikasi antarbudaya mencakup prasangka yang terbentuk sebelumnya, etnosentrisme, esensialisme, dan hambatan linguistik, yang dapat menghalangi pemahaman dan interaksi yang efektif. Penelitian ini menyoroti pentingnya strategi komunikasi yang inklusif untuk menjembatani kesenjangan budaya, mengurangi stereotip, serta mempromosikan kohesi sosial. Globalisasi semakin memperkuat kompleksitas komunikasi antarbudaya dengan menawarkan peluang untuk meningkatkan kecerdasan budaya sekaligus menimbulkan potensi ketegangan. Melalui pendekatan pendidikan yang berfokus pada kompetensi lintas budaya, dialog terbuka, serta strategi komunikasi yang responsif secara budaya, masyarakat dapat membangun lingkungan yang lebih toleran, inklusif, dan harmonis.Kata Kunci: Komunikasi Antarbudaya, Toleransi, Globalisasi, Stereotip, Kohesi Sosial

Page 81 of 132 | Total Record : 1311


Filter by Year

2021 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 12 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 11 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 10 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 12 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 11 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 10 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 1 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 9 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 8 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 7 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 6 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 5 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 4 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 1 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 9 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 8 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 7 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 9 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 9 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 9 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 12 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 11 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 10 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 9 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 8 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 7 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 6 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 5 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 4 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 3 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 2 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 1 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 8 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 7 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 6 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 5 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 4 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 3 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 2 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 1 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 9 (2021): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial More Issue