cover
Contact Name
Siska Amelia
Contact Email
planokrisna.unkris@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
planokrisna.unkris@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kampus UNKRIS Jatiwaringin, Jakarta 13077 Gedung G (Fakultas Teknik) Lantai 2 Ruang Sekretariat Prodi Teknik PWK
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Plano Krisna
ISSN : 23029307     EISSN : 26226189     DOI : -
Jurnal Ilmiah Plano Krisna (P-ISSN: 2032-9307 dan E-ISSN: 2622-6189 ) merupakan jurnal akses terbuka yang berfokus pada karya ilmiah yang ditujukan untuk kajian permasalahan pembangunan wilayah/kota dan pengelolaan lingkungan hidup. Jurnal ini menerbitkan penelitian empiris dan teoritis untuk memajukan dan menyebarkan pengetahuan terkait pembangunan wilayah/kota dan pengelolaan lingkungan. Jurnal ini menekankan pada isu keberlanjutan dalam dimensi ekonomi, sosial, lingkungan, dan kelembagaan mengenai pembangunan regional dan perkotaan di Indonesia dan dunia. Semua manuskrip termasuk penelitian asli, catatan penelitian, dan resensi buku diterima dalam Bahasa Indonesia.
Articles 116 Documents
ANALISIS KEMACETAN LALU LINTAS DI JALAN ARTERI SEKUNDER STUDI KASUS KORIDOR JALAN RAYA PEKAYON KOTA BEKASI Begawat Sari , Fauziyah; Abdul Majid, Muhamad
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 15 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.15 No.2 | Desember 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai salah satu kota besar di Kawasan Jabodetabek serta berbatasan langsung dengan Ibukota Jakarta, Kota Bekasi memiliki potensi, peluang serta tangangan dalam pembangunan terutama terkait isu permasalahan pembangunan daerah. Selain itu, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 6 Tahun 2017 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, Kota Bekasi dijadikan sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN) serta Pusat Kegiatan Strategis Nasional. Kota Bekasi adalah sebagai pintu gerbang dan pengimbang (counter magnet) ibukota negara (jakarta) merupakan titik simpul untuk distribusi, memiliki peran dan fungsi yang besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dalam hal ini tuntutan penyediaan terhadap peningkatan aktivitas kota semakin meningkat. Dari analisis, didapatkan dalam kurun waktu tahun 2004 sampai dengan tahun 2019 Terjadinya Perubahan Guna Lahan yang sebelumnya lahan tersebut adalah Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau lahan tak terbangun menjadi kawasan perdagangan dan Jasa serta kawasan permukiman, serta pergerakan lalu lintas di jalan Raya Pekayon untuk di segmen 1 Bahwa dari nilai VCR di segmen ini nilai tertinggi terjadi dari arah Mall Revo Town (A) menuju Jalan Raya Jatiasih (B) sebesar 1,22 pada pukul 16.00 - 17.00 yang berarti tingkat pelayanan jalan di segmen 1 diberi nilai E yang artinya kondisi pelayanan buruk lalu untuk di segmen 2 Bahwa dari nilai VCR di segmen ini nilai tertinggi terjadi dari arah Mall Revo Town (A) menuju Jalan Raya Jatiasih (B) sebesar 1,10 pada pukul 17.00 - 18.00 00 yang berarti tingkat pelayanan jalan di segmen 2 diberi nilai E Untuk di segmen 3 Bahwa dari nilai VCR di segmen ini nilai tertinggi terjadi dari arah Jalan Raya Jatiasih (B) menuju Mall Revo Town (A) sebesar 1,19 pada pukul 07.00 – 08.00 yang berarti tingkat pelayanan jalan di segmen 3 diberi nilai E, Dari analisis, manajemen lalu lintas di ruas jalan Raya Pekayon banyak jalan masuk menuju jalan lokal yang menghubungkan permukiman serta kawasan komersil yang menimbulkan tundaan lalu lintas yang disebabkan persimpangan-persimpangan jalan yang ada.
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN KRL COMMUTER LINE DI STASIUN BEKASI Zefri; Jundillah Maharani, Mutiara
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 15 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.15 No.2 | Desember 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai salah satu kota besar di kawasan Jabodetabek serta berhubungan dengan ibukota Jakarta, Kota Bekasi memiliki potensi dalam pembangunan dan perkembangan kota. berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No. 54 Tahun 2013, arah pengembangan sistem transportasi di Kawasan Jabodetabek lebih ditekankan pada sistem pengembangan transportasi massal dan mampu menampung penumpang dalam jumlah banyak. . Kereta api/KRL Commuter Line dinilai dapat berperan sebagai moda transportasi strategis yang mampu mengurangi kemacetan di perkotaan. Judul penelitian ini adalah Analisis Kualitas Pelayanan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui kualitas apa sajakah yang dianggap penting oleh konsumen KRL Commuter Line dalam menentukan kepuasan pengguna dan juga untuk mengetahui kinerja KRL Commuter Line terhadapt kualitas pelayanan, serta mengetahui strategi untuk meningkatkan kualitas pelayanannya. Metode penelitian yang digunakan untuk pengumpulan data meliputi studi pustaka dan studi lapangan dengan cara observasi dan wawancara menggunakan kuesioner. Sampel pengumpulan ini dikumpulkan dari 100 responden yang berada di Stasiun Bekasi. Lalu di Analisis menggunakan teknik analisis Importance Performance Analysis (IPA) yaitu untuk mendapatkan informasi tentang tingkat kepuasan pelanggan terhadap suatu pelayanan dengan cara mengukur tingkat kepentingan dan tingkat pelaksanaan atau kinerjanya. Dari hasil analisis, didapatkan bahwa ada lima atribut yang dinyatakan penting namun kinerjanya masih rendah meliputi : Ketepatan jadwal perjalanan KA dengan skor 315, Kecepatanan dan ketepatan dalam memberikan informasi yang dibutuhkan dengan skor 312, Keramahan dan kesopanan petugas dalam melayani pelanggan dengan skor 318, Harga tiket yang ditawarkan dengan skor 313, dan kebersihan di dalam kereta dengan skor 307.
ANALISIS PENILAIAN PRIORITAS KAWASAN TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT (TOD) LIGHT RAIL TRANSIT (LRT) DI KOTA BEKASI Sutaryo; Dwisaraswati , Gabriela
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 15 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.15 No.2 | Desember 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bekasi telah mengembangkan transportasi massal berupa rencana pembangunan LRT (light rail transit) Cawang-Bekasi Timur yang merupakan lintas pelayanan 3 LRT Jabodebek yaitu Stasiun Jatibening Baru, Stasiun Cikunir 1, Stasiun Cikunir 2, Stasiun Bekasi Barat, dan Stasiun Bekasi Timur. Namun, perencanaan konsep TOD di Kota Bekasi dalam pelaksanaannya tidak dapat dicapai hanya dengan melihat peran titik transit sebagai tempat naik dan turun penumpang. Sehingga diperlukan prioritas dalam pelaksanaan pengembangan di kawasan transit stasiun Light Rail Transit (LRT) Bekasi dengan konsep TOD yang sesuai dengan fungsi daya dukung lingkungan wilayahnya agar dapat terstruktur dan terintegrasi dengan baik. Berangkat dari permasalahan yang ada, penelitian ini bertujuan untuk melakukan penilaian prioritas rencana pengembangan kawasan dengan konsep TOD yang ada di Kota Bekasi. Penulisan ini bersifat analisis kuantitatif yaitu analisis penilaian prioritas kawasan TOD di Kota Bekasi menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan perhitungan pembobotan skoring. Hasil penelitian dari keseluruhan proses analisa diperoleh diperoleh tipologi kelas sebagai penetapan rencana pengembangan kawasan TOD berdasarkan tingkatan prioritas yang dibagi menjadi 3 sub kategori yaitu: 1) Prioritas 1 yaitu TOD Bekasi Barat dan TOD Bekasi Timur diarahkan sebagai TOD Kota; 2) Prioritas 2 yaitu TOD Cikunir 2 diarahkan sebagai TOD Sub Kota; dan 3) Prioritas 3 yaitu TOD Jaticempaka/Jatibening Baru diarahkan sebagai TOD Sub Kota dan TOD Cikunir 1 sebagai TOD Lingkungan.
AUDIT PEMANFAATAN RUANG DI PERUMAHAN PESONA KALISARI Savitri , Renny; Fahrul , Ahmad
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 15 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.15 No.2 | Desember 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana Longsor yang terjadi pada bulan November tahun 2018 di perumahan Pesona Kalisari sempat menjadi perhatian. Pasalnya jarang sekali terjadi kasus longsor di daerah DKI Jakarta. Setelah ditelusuri, ditemukan indikasi pelanggaran yang terjadi di perumahan tersebut. Penelitian dengan judul “Audit Pemanfaatan Ruang Di Perumahan Pesona Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timu)” memiliki rumusan masalah seberapa besar tingkat kesesuaian peruntukkan lahan berdasarkan peta zonasi RDTR DKI Jakarta Tahun 2014 dengan kondisi eksisting perumahan, besar dan bentuk indikasi pelanggaran perizinan yang terjadi, dan dampak serta kerugian terjadinya longsor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesesuaian peruntukkan lahan pada perumahan Pesona Kalisari, identifikasi bentuk pelanggaran izin pada bangunan rumah serta mengetahui dampak dan kerugian atas berdirinya perumahan ini. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan spasial. Dengan teknik analisis overlay menggunakan SIG untuk menemukan besar indikasi pelanggaran. Data primer didapatkan dari wawancara dan pengamatan serta pengukuran langsung di lapangan. Data sekunder dari RDTR DKI Jakarta Tahun 2014 dan Permen ATR/BPN No 17 Tahun 2017 tentang pedoman audit tata ruang yang banyak digunakan sebagai parameter dalam analisis di penelitian ini. Berdasarkan analisa data yang dilakukan, ditemukan besaran indikasi pelanggaran di perumahan ini. 292 dari 335 rumah bangunan terindikasi beridiri di atas zona taman/kota lingkungan, zona yang tidak memperbolehkan jenis kegiatan hunian berdiri di atasnya. Sedangkan 43 dari 335 rumah berdiri di atas zona rumah KDB rendah dengan tingkat kesesuaian lahan dengan ketentuan izin pemanfaatan ruang berkisar 25%-75%. Nilai risiko bencana di perumahan ini masuk ke dalam kategori menengah.
KAJIAN TINGKAT PELAYANAN PRASARANA BERDASARKAN PERSPEKTIF KEPUASAN PENGHUNI: STUDI KASUS RUSUNAWA JATINEGARA BARAT Sutar; Eka Maiyora, Tri
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 15 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.15 No.2 | Desember 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Kajian Tingkat Pelayanan Berdasarkan Perspektif Kepuasan Penghuni” di rumah susun Jatinegara Barat. Program pembangunan rumah susun dalam memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat berpenghasilan menegah ke bawah di kota hasilnya sering tidak memberikan dampak kepuasan bagi penyewa. Beberapa kasus ketidakpuasan tinggal pada beberapa rusun akibat satu atau beberapa atribut rusun yang tidak lengkap atau tidak memenuhi kebutuhan penghuni. Secara indikatif ketidakpuasan tersebut disebabkan oleh berbagai hal, seperti jalan, sistem saluran drainase dan utilitas dasar yang ada dalam kawasan perumahan. Pendekatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif. Informasi yang diperlukan dalam menganalisis terhadap sasaran yang ada yaitu melalui proses wawancara mendalam terhadap para penghuni rusunawa Jatinegara Barat, terutama penghuni yang lebih berkompeten dalam menyampaikan informasi yang diperlukan. Selain wawancara informasi dapat diperoleh dengan cara observasi lapangan berupa dokumentasi gambar. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penghuni rusunawa Jatinegara Barat memiliki pendapat tentang tingkat pelayanan rusunawa. Terdapat 3 pendapat penghuni mengenai tingkat pelayanan rusunawa yakni Baik (61%), Cukup (31%) dan Kurang Baik (8%). Dari masing-masing pendapat penghuni mempunyai persepsi masing-masing, seperti beberapa fasilitas prasarana yang tersedia sudah mampu melayani penghuni, ada beberapa fasilitas yang pelayanan hanya terbilang cukup, dan juga ada fasilitas prasarana yang tersedia belum mampu melayani penghuni rusunawa. Keterbatasan tingkat pelayanan dari beberapa faktor yang mempengaruhi kepuasan penghuni akan menjadi saran dan rekomendasi untuk pihak terkait agar terwujudnya kenyamanan penghuni untuk tinggal.
ANALISIS KEBUTUHAN POS PEMADAM KEBAKARAN DI KABUPATEN BEKASI Begawat Sari , Fauziya; Ayuningtyas , Ella
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 16 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.16 No.1 | Juni 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan berbagai infrastruktur dan pesatnya pembangunan di wilayah Kabupaten Bekasi, maka kerawanan terhadap kebakaran akan semakin besar. Namun jumlah sarana dan prasarana kebakaran kurang sesuai dengan standar waktu tanggap bencana. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sebaran lokasi sektor dan pos pemadam kebakaran di wilayah Kabupaten Bekasi. Jangkauan pelayanan pemadam kebakaran tidak sesuai karena wilayah Kabupaten Bekasi hanya memiliki 6 sektor Pemadam Kebakaran untuk mengcover 23 kecamatan. Oleh karena itu diperlukan analisis kependudukan dan kerentanan kebakaran, adanya pengembangan untuk pembangunan pos pemadam kebakaran di wilayah tersebut agar mengurangi tingkat kerugian masyarakat secara materil dan diperlukan menerapkan konsep lingkungan yang aman terhadap kebakaran serta menerapkan managemen penanggulangan kebakaran di lingkungan setempat.
ANALISIS KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK DI KOTA TEGAL Zefri; Susilo , Djoko
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 16 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.16 No.1 | Juni 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Tegal memiliki luas ruang terbuka hijau (RTH) publik eksisting seluas 460,00 ha (11,59%) dari luas wilayah kota. RTH publik di Kota Tegal memenuhi ketentuan standar Permen PU No. 05/PRT/M/2008. Penelitian dengan judul “Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau Publik di Kota Tegal” memiliki rumusan masalah bagaimana kebutuhan RTH publik dan dimana areal prioritas untuk penambahan kebutuhan RTH publik di Kota Tegal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kebutuhan, potensi dan arahan rencana pengembangan kebutuhan ruang terbuka hijau publik di Kota Tegal. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif deskriptif dan spasial. Dengan teknik analisis overlay menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk melihat lahan potensial yang dapat dikembangkan menjadi RTH publik. Data primer didapatkan dari pengamatan serta dokumentasi langsung di lapangan. Data sekunder didapatkan dari instansi pemerintah maupun instansi terkait lainnya. Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan, bahwa kebutuhan RTH publik di Kota Tegal seluas 793,60 ha (20,00%) dari luas wilayah kota, sehingga masih kurang 336,00 ha (8,41%) dari luas wilayah kota sesuai ketentuan minimal ruang terbuka hijau publik sebesar 20% dari luas wilayah kota. Hasil pemetaan menunjukan bahwa terdapat 4 jenis areal prioritas yang dapat dikembangkan menjadi RTH publik di Kota Tegal. Areal prioritas 1 dengan luas 1085,15 ha, areal prioritas 2 dengan luas 210,29 ha, areal prioritas 3 dengan luas 150,36 ha dan areal prioritas 4 dengan luas 105,25 ha.
ANALISIS KORIDOR JALUR PEJALAN KAKI DI JALAN KH. MAS MANSYUR DARI STASIUN KARET SAMPAI CITYWALK SUDIRMAN JAKARTA PUSAT BERDASARKAN PERSEPSI PENGGUNA Th Salean, Semmuel; Jonatan Sinaga, Amri
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 16 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.16 No.1 | Juni 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan KH. Mas Mansyur (dari Stasiun Karet sampai Citywalk Sudirman) Jakarta Pusat memiliki peran yang sangat penting dalam mengintegrasikan berbagai berbagai pusat-pusat kegiatan yang ada disekitarnya, seperti: Kawasan perkantoran, permukiman, pendidikan, perdagangan dan jasa. Dengan panjang jalan yang tidak begitu panjang, akses antar fungsi bangunan yang berada di sepanjang Jalan KH. Mas Mansyur (dari Stasiun Karet sampai Citywalk Sudirman) Jakarta Pusat dapat ditempuh dengan berjalan kaki 5-15 menit. Namun pada kenyataannya, jalan dikoridor ini tidak memiliki kualitas trotoar yang memadai bagi pejalan kaki. Trotoar disepanjang Jalan KH. Mas Mansyur (dari Stasiun Karet sampai Citywalk Sudirman) Jakarta pusat ada yang terputus dengan berbagai gangguan bagi pejalan kaki dengan berbagai permasalahan yang ada. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah melihat bagaimana kondisi fisik jalur pejalan kaki di koridor tersebut, bagaimana karakteristik pengguna jalur pejalan kaki, dan persepsi pejalan kaki terhadap kualitas kondisi fisik trotoar di koridor ini berdasarkan studi walkability.
ANALISIS PENENTUAN RUANG TERBUKA BIRU DI WILAYAH KECAMATAN CIPAYUNG Savitri , Reny; Ar Rachman, Bayu
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 16 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.16 No.1 | Juni 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penentuan lokasi Ruang Terbuka Biru merupakan kegiatan pemanfaatan ruang sebagai ruang/badan air yang berfungsi sebagai tempat penampungan air dalam skala besar yang berfungsi untuk menapung hujan lokal serta menampung debit air dari seluran saluran yang terhubung ke Ruang Terbuka Biru. Penelitian ini bertujuan untuk membuat alternatif penanganan masalah genangan dan benjir di Wilayah Kecamatan Cipayung. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini termasuk dalam jenis analisis kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa permasalahan genangan dan banjir akibat adanya hujan lokal dengan itensitas tinggi serta saluran-saluran yang tidak mampu menampung debit air dari hujan lokal itu sendiri. Kesimpulan dari penelitian ini adalah alternatif penanganan masalah genangan banjir di Wilayah Kecamatan Cipayung menggunakan pendekatan dengan peta berbasis ArcGIS, dengan menentukan kemiringan lereng di Wilayah Kecamatan Cipayung. Lokasi tersebut dipilih berdasarkan beberapa pertimbangan seperti memiliki lokasi yang strategis dan cukup luas untuk menentukan Ruang Terbuka Biru.
ANALISIS SEBARAN KEBUTUHAN FASILITAS KESEHATAN GUNA MENINGKATKAN PELAYANAN DI KOTA DEPOK PROVINSI JAWA BARAT Sutaryo; Satria Nugroho, Aditya
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 16 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.16 No.1 | Juni 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya pertumbuhan dan perkembangan Kota Depok yang tidak diimbangi dengan sebaran kebutuhan fasilitas kesehatan dan prasarana sebagai konektivitas memadai menyebabkan jumlah angka kematian terus meningkat. Ketersediaan dan sebaran lokasi pelayanan fasilitas kesehatan serta penilaian kinerja pelayanan merupakan kunci keberhasilan fasilitas yang merata. Oleh karena itu, diperlukan penilaian tersebut guna meningkatkan pelayanan kesehatan di Kota Depok. Penelitian ini bertujuan mengetahui kinerja pelayanan atas ketersediaan dan sebaran lokasi pelayanan fasilitas kesehatan secara spasial dengan disertakan konsep dan strategi penanganannya. Penelitian ini menggunakan metode analisis spasial atas standar SNI untuk menilai ketersediaan dan sebaran lokasi fasilitas kesehatan. Jenis penelitian deskriptif yang bersifat observasi. Pengumpulan data menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Sehingga menghasilkan jumlah fasilitas kesehatan Kota Depok sebanyak 498 unit, standar SNI 603 unit. Radius jangkauan pencapaian sebesar 83.32% dari total luas Kota Depok, 63.65% persentase kinerja pelayanan berdasarkan pencapaian area terbangun, dan 66.97% persentase aksesibilitas pelayanan berdasarkan indeks supply dan indeks barrier. Kemudian peneliti membuat konsep dan penanganan penentuan lokasi fasilitas di 6 titik wilayah dengan pendekatan dokumen RTRW Kota Depok dan hasil penyebaran kuesioner. Dengan demikian, ada 32 kelurahan belum mampu melayani diatas rata – rata radius jangkauan dan 40 kelurahan bisa menjadi arahan prioritas pembangunana fasilitas kesehatan. Hanya 18 kelurahan yang memiliki kinerja pelayanan diatas rata – rata persentase pelayanan berdasarkan radius pencapaian area terbangun dan 4 kecamatan memiliki aksesibilitas pelayanan kesehatan diatas rata – rata berdasarkan indeks supply dan indeks demand Kota Depok. Penentuan 6 titik lokasi fasilitas terletak di kelurahan Cilangkap, Kalimulya, Cipayung, Lewinanggung, Limo, dan Gandul.

Page 10 of 12 | Total Record : 116