Jurnal Ilmiah Plano Krisna
Jurnal Ilmiah Plano Krisna (P-ISSN: 2032-9307 dan E-ISSN: 2622-6189 ) merupakan jurnal akses terbuka yang berfokus pada karya ilmiah yang ditujukan untuk kajian permasalahan pembangunan wilayah/kota dan pengelolaan lingkungan hidup. Jurnal ini menerbitkan penelitian empiris dan teoritis untuk memajukan dan menyebarkan pengetahuan terkait pembangunan wilayah/kota dan pengelolaan lingkungan. Jurnal ini menekankan pada isu keberlanjutan dalam dimensi ekonomi, sosial, lingkungan, dan kelembagaan mengenai pembangunan regional dan perkotaan di Indonesia dan dunia. Semua manuskrip termasuk penelitian asli, catatan penelitian, dan resensi buku diterima dalam Bahasa Indonesia.
Articles
116 Documents
ANALISIS PEMANFAATAN RUANG DI DALAM KAWASAN RISIKO BENCANA BANJIR KECAMATAN JATIASIH KOTA BEKASI
Zefri;
Joseptian , Gilbert
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.14 No.2 | Desember 2018
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Peran perencanaan tata ruang dalam pengurangan risiko bencana telah banyak diusulkan dalam praktik perencanaan di negara-negara maju maupun negara berkembang. Peran perencanaan tata ruang adalah untuk pembatasan pembangunan di daerah-daerah yang rawan terhadap bahaya yang terkait dengan alam. Kecamatan Jatiasih merupakan salah satu kecamatan di Kota Bekasi yang setiap tahunnya selalu mengalami bencana banjir yang diakibatkan oleh tingginya curah hujan,banjir kiriman dari Bogor dan penumpukan sampah pada aliran sungai dan drainase. Dalam penelitian ini digunakan analisis risiko bencana dan teknik overlay peta. Hasil penelitian ini menunjukan tingkat risiko yang tinggi pada 4 kelurahan yaitu Jatiasih, Jatimekar, Jatikramat dan Jatirasa. Untuk meminamalisir risiko bencana banjir dilakukan 2 metode yaitu struktur dan non-struktur, dengan metode struktur yaitu pembangunan tanggul,bangunan air, normalisasi sungai dan integrasi sistem drainase pengendali banjir dan sistem peringatan dini, untuk metode non-struktur disarankan untuk melakukan pengendalian dan pengawasan terhadap pemanfaatan ruang pada kawasan risiko bencana banjir tinggi dan sedang, membangun kesadaran masyarakat dengan penyuluhan dan sosialisasi agar dapat mempersiapkan diri akan terjadinya bencana banjir.
ANALISIS KESESUAIAN PEMANFAATAN RUANG DI SEKITAR STASIUN KLENDER BARU KELURAHAN PONDOK KOPI KECAMATAN DUREN SAWIT KOTA JAKARTA TIMUR
Begawatsari , Fauziyah;
Oktafia , Kiki
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.15 No.1 | Juni 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Albert Guttenberg (1959) mengatakan bahwa penggunaan lahan adalah istilah kunci dalam bahasa perencanaan kota. Umumnya, politik yurisdiksi akan melakukan perencanaan penggunaan lahan dan mengatur penggunaan lahan dalam upaya untuk menghindari konflik penggunaan lahan. Tanah rencana penggunaan diimplementasikan melalui divisi tanah dan tata cara penggunaan dan regulasi, seperti peraturan zonasi. Konsultasi manajemen perusahaan dan organisasi non-pemerintah sering akan berusaha untuk mempengaruhi peraturan ini sebelum dikodifikasikan. Dalam pelaksanaannya terdapat isu-isu terkait dengan penggunaan lahan. Isu-isu tersebut dapat berasal dari berbagai aspek. Aspek tersebut adalah aspek perilaku masyarakat dan pihak-pihak pengawas kebijakan yang berlaku. Yang dimaksud aspek perilaku masyarakat disini adalah bagaimana masyarakat menggunakan infrastruktur. Sedangkan dari aspek pihak pemerintah yaitu kurangnya pengawasan atau kurang tegasnya sanksi yang diberikan sehingga tidak menimbulkan efek jera kepada masyarakat yang melanggar aturan penggunaan infrastruktur maupun fasilitas sebuah kawasan atau lahan.
ANALISIS KESESUAIAN PEMANFAATAN RUANG PADA SEMPADAN SUNGAI SARIO DI KOTA MANADO
Amelia , Siska;
Dwisaraswati , Gabriela
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.15 No.1 | Juni 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Permasalahan pembangunan perkotaan semakin komplek. Salah satu masalah yang muncul adalah kebutuhan ruang tidak sebanding dengan ketersediaan ruang. Hal tersebut menyebabkan terjadinya konversi penggunaan lahan yang tidak sejalan dengan rencana tata ruang. Perkembangan penduduk yang cukup pesat serta adanya konversi lahan di wilayah Sungai Sario Kota Manado mengakibatkan intensitas penggunaan lahan yang semakin tinggi dan penyempitan aliran sungai di beberapa tempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian antara penggunaan lahan saat ini dengan ketentuan pemanfaatan ruang sempadan Sungai Sario yang ditetapkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Manado, maka perlu dilakukannya identifikasi letak bangunan dan karekteristik penggunaan lahan eksisting, serta menganalisis kesesuaian antara ketentuan pemanfaatan ruang sempadan sungai dengan kondisi letak bangunan dan penggunaan lahan eksisting. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan metode analisis sistem informasi geografi dan pengindraan jauh menggunakan bantuan perangkat lunak ESRI ArcGis. Dari hasil analisis berdasarkan kondisi eksisting diperoleh jumlah bangunan yang terdapat pada daerah sempadan Sungai Sario dengan lebar 5 meter adalah sebanyak 419 unit bangunan, sedangkan jumlah bangunan pada daerah sempadan dengan jarak 15 meter adalah sebanyak 724 unit. Adapun kesesuaian bangunan dan penggunaan lahan pada daerah sempadan Sungai Sario untuk jarak sempadan 5 meter di dominasi penggunaan lahan yang tidak sesuai yaitu 41597,33 m2 (68%) dengan 417 unit bangunan, dan penggunaan lahan yang sesuai sebesar 19234,05 m2 (32%) dengan 2 unit bangunan. Sedangkan sempadan 15 meter didominasi penggunaan lahan yang tidak sesuai yaitu sebesar 126998,01 m2 (69%), dengan 724 unit bangunan dan penggunaan lahan yang sesuai sebesar 58030,94 m2 (31%).
ANALISIS KETERSEDIAAN LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN PERUMAHAN DI KECAMATAN CIPUTAT TIMUR KOTA TANGERANG SELATAN
Zefri;
Muchifudin
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.15 No.1 | Juni 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kecamatan Ciputat Timur merupakan bagian dari Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten, sehingga dalam konteks regional Kecamatan Ciputat Timur harus mampu mendukung program pembangunan Wilayahnya. Implikasinya permintaan sektor permukiman menjadi sangat tinggi di Kecamatan Ciputat Timur karena Berada pada wilayah yang strategis menjadikan Kecamatan Ciputat Timur sebagai wilayah yang tepat untuk tempat tinggal bagi masyarakat, hal tersebut menyebabkan perkembangan penduduk tidak terkendali oleh karena tidak dapat mengimbangi kebutuhan akan pembangunan fisik seperti perumahan, perkantoran, kegiatan komersial, dan lain lain. Kecamatan Ciputat Timur memiliki jumlah penduduk sebesar 193.484 jiwa pada tahun 2013 dan mengalami kenaikan ditahun 2017 menjadi jiwa 211.003 jiwa hanya dalam kurun waktu 5 tahun dengan laju pertumbuhan penduduk Kecamatan Ciputat Timur mengalami peningkatan sebesar 2,08% pertahun (Badan Pusat Statistik tahun 2013-2017) dengan kepadatan penduduk 137 jiwa/Ha.Oleh karena itu, agar sampai pada tujuan tersebut, maka sasaran yang akan dicapai dalam studi ini yaitu diketahuinya perkembangan penduduk di Kecamatan Ciputat Timur, diketahuinya angka luasan ketersediaan lahan potensial untuk dikembangkan sebagai kawasan perumahan serta memberikan arahan pengembangan kedepannya di Kecamatan Ciputat Timur. Pendekatan studi yang dilakukan yaitu pendekatan terhadap kondisi fisik penggunaan lahan dan kependudukan. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini bahwa pesatnya perkembangan penduduk di Kecamatan Ciputat Timur untuk 20 tahun mendatang menyebabkan kebutuhan lahan perumahan akan mengalami “Over Capacity” pada tahun 2031. Upaya rekomendasi dari penelitian ini yaitu di arahkan untuk menggunakan alternatif pengembangan konsep rusun dengan memanfaatkan kesesuaian lahan potensial yang ada.
ANALISIS KOMODITAS UNGGULAN SEKTOR PERTANIAN DALAM PENGEMBANGAN WILAYAH DI KABUPATEN KEPAHIANG
Savitri, Renny;
Tafonao , Waterson
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.15 No.1 | Juni 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kabupaten Kepahiang merupakan daerah yang sedang berkembang, dalam rangka mengejar ketertinggalan atau mempercepat laju pembangunan wilayah. Potensi perekonomian di Kabupaten Kepahiang didominasi oleh sektor pertanian, berdasarkan Kabupaten Kepahiang Dalam Angka selama 5 (lima) tahun terakhir yaitu Tahun 2013,2014,2015,2016 dan Tahun 2017, peranan dan kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB 43,5% memberikan implikasi bahwa sektor pertanian merupakan sektor yang menjadi tulang punggung dan mempunyai pengaruh besar terhadap kemajuan atau kemunduran perekonomian di Kabapaten Kepahiang, baik itu pada tingkat sektoral maupun sub-sektoral. Tujuan studi ini adalah melakukan identifikasi komoditas unggulan sektor pertanian di Kabupaten Kepahiang, melakukan identifikasi potensi dan masalah dalam pengembangan komoditas unggulan sektor pertanian di Kabupaten Kepahiang dan merumuskan Kebijakan dan strategi dalam pengembangan komoditas unggulan sektor pertanian di Kabupaten Kepahiang. Metode analisa yang digunakan dalam studi ini adalah metode analisis Location Quotient (LQ) dan Shift-share untuk mengetahui komoditas unggulan sektor pertanian di Kabupaten Kepahiang, Kemudian metode analisis SWOT digunakan untuk mengetahui potensi dan masalah dalam pengembangan komoditas unggulan sektor pertanian dengan tujuan untuk merumuskan kebijakan dan strategi dalam pengembangan komoditas unggulan sektor pertanian di Kabupaten Kepahiang. Hasil studi ini adalah analisis komoditas unggulan sektor pertanian dalam pengembangan wilayah di Kabupaten Kepahiang yaitu: sektor pertanian dan perkebunan dengan komoditi tanaman pangan (ubi jalar), komoditi tanaman sayuran (kentang), komoditi tanaman buah-buahan (durian), dan sektor perkebunan komoditi lada.
ANALISIS SEBARAN LOKASI POS PEMADAM KEBAKARAN DI KECAMATAN GAMBIR JAKARTA PUSAT
Sutaryo;
Suryadi , Dedi
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.15 No.1 | Juni 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Berbagai infrastuktur pemadam kebakaran yang ada di wilayah Kecamatan Gambir Jakarta Pusat telah dibangun, namun jumlah kejadian kebakaran kurang sesuai dengan standar waktu tanggap bencana. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sebaran lokasi pos pemadam kebakaran di Kecamatan Gambir Jakarta Pusat. Dalam penelitian ini menganalisis overlay ArcGIS pada peta potensi risiko rawan kebakaran di Kecamatan Gambir Jakarta Pusat dengan peta jangkauan pelayanan pos pemadam kebakaran di Kecamatan Gambir Jakarta Pusat untuk mengetahui area yang belum terjangkau pelayanan pos pemadam kebakaran dan memiliki potensi risiko tinggi akan bencana kebakaran Kecamatan Gambir. Selanjutnya menentukan faktor dan kriteria penentuan lokasi pos pemadam kebakaran berdasarkan studi kebijakan dan kondisi eksisting. Arahan sebaran lokasi pos pemadam kebakaran dihasilkan berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditentukan pada kawasan potensi risiko kebakaran yang ada di Kecamatan Gambir. Hasil penelitian menjelaskan bahwa sebaran pos pemadam pada tahun tahun 2018 jumlah kantor pos pemadam sebanyak 4 pos pemadam (2 pos pemadam khusus dan 2 pos pemadam umum). Sedangkan 1 kantor sektor yang sekarang masih satu gedung dengan Kantor Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat. Jumlah kebutuhan kantor pos pemadam di Kecamatan Gambir, untuk melayani 100.072 jiwa penduduknya, maka jumlah maksimum Pos Pemadam Kebakaran yang dibutuhkan adalah 5 Pos dan 1 Kantor Sektor. Dari jumlah 5 pos itu terbagi menjadi 3 pos pemadam umum dan 2 pos pemadam khusus, yang tersebar di tiap-tiap kelurahan di Kecamatan Gambir. Luas lahan pos pemadam kebakaran minimal 200 m2, lebar jalan lingkungan 3,5 m, jangkauan pelayanan 2,5 Km, terletak dalam jangkauan 61 meter dari potensi sumber air, dan diharuskan mampu menjangkau kawasan yang nilai tingkat bahaya kebakarannya tinggi.
PEMANFAATAN RUANG TERBUKA HIJAU DI RUMAH SUSUN STUDI KASUS : RUMAH SUSUN BENDUNGAN HILIR I
Budiyono, S;
Retnita , Sharah
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.15 No.1 | Juni 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Salah satu solusi bagi pemenuhan kebutuhan perumahan yang layak huni bagi masyarakat khususnya masyarakat menengah ke bawah adalah hunian vertikal atau rumah susun, hal ini membuat permintaan akan ketersediaan hunian ini semakin meningkat. Dalam proses pembangunan hunian vertikal sebaiknya tidak hanya terbatas pada penyediaan aspek fisik bangunannya saja tetapi juga harus memperhatikan ketersediaan fasilitas ruang terbuka hijau, dimana berdasarkan Undang-Undang RI no. 26 tahun 2007 mengenai Penataan Ruang. Penyediaan ruang terbuka pada rumah susun merupakan bagian dari lingkungan rumah susun yang sangat penting, karena ruang terbuka hijau selain menjadi wadah untuk bersosialisasi, dapat juga berfungsi secara ekologis yaitu sebagai daerah resapan air. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara pengguna dan aktivitas yang dilakukan dalam pemanfaatan ruang terbuka hijau di lingkungan rumah susun. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif untuk memberikan gambaran keterlibatan pengguna dan aktivitas yang dilakukan dalam memanfaatkan ruang terbuka hijau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan ruang terbuka hijau cenderung banyak digunakan oleh ibu rumah tangga dan anak-anak dalam kurun waktu pagi dan sore hari, dengan aktivitas yang dilakukan adalah berinteraksi sosial, bermain, duduk-duduk dan berolah raga.
STRATEGI PENGENDALIAN PEMANFAATAN LAHAN SEKITAR KAWASAN KALIMALANG KOTA BEKASI SECARA BERKELANJUTAN
Sukmarini , Herlin;
Mufidah, Nida
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.15 No.1 | Juni 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sejalan dengan perkembangan penduduk suatu kota, akan meningaktkan kebutuhan lahan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, diantaranya adalah untuk kebutuhan permukiman, pengembangan kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat. Di sisi lain ketersediaan lahan yang ada tetap, sehingga hal ini mengakibatkan banyak terjadi ali fungsi peruntukan lahan. Demikian juga halnya yang terjadi di Kawasan Kalimalang Kota Bekasi. Kawasan Kalimalang Kota Bekasi yang terdapat di tengah-tengah Kota Bekasi memupunyai fungsi sebagai kawasan yang berfungsi lindung. Pada kenyataannya pada saat ini, kawasan Kalimalang secara sporadis dimanfaatkan oleh masyarakat untuk permukiman, perdagangan serta penggunaan jasa lainnya seerti seperti jasa bengkel. Semua kegiatan sosial ekonomi masyarakat yang terdapat di Kawasan kalimalang, membuang limbahnya ke Kalimalang. Hal ini mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas air sungai Kalimalang yang merupakan salah satu sumber air baku untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kota Bekasi. Berdasarkan Kalimalang Bekasi dimanfaatkan sebagai sumber air baku di Kota Bekasi ialah Kalimalang. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian untuk mengendalikan pemanfaatan lahan di sekitar Kawasan Kalimalang Kota Bekasi agar dapat mewujudkan kondisi lingkungan yang lestari sesuai rencana tata ruang. Tujuan yang diharapkan dari studi ini (1) identifikasi karakteristik masyarakat yang tinggal di kawasan studi; (2) identifikasi faktor yang mengalami penyimpangan penggunaan lahan; dan (3) identifikasi faktor yang mempengaruhi penggunaan lahan. Metode aanalisis yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah metode super impose antara pemanfaatan lahan eksisting dengan rencana tata ruang dana analisis kesesuaian peruntukan lahan; analisis korelasi kontingensi untuk melihat hubungan antara pemanfaatan lahan dengan kondisi masyarakat, serta analisis deskriptif untuk memberikan gambaran tentang kebijakan tata ruang Kota Bekasi. Dengan menggunakan analisis tersebut, diperoleh hasil bahwa pemanfaatan lahan di Kawasan Kalimalang mengalami pergeseran peruntukan sebesar 65,80 % dari luas lahan kawasan yaitu 123.938 ha. Hal ini disebabkan karena rendahnya tingkat pendapatan masyarakat dan tingginya aksesibiltas dari kawasan ini menuju ke tempat kerja masyarakat. Untuk mengatasi kondisi tersebut, kawasan kalimalang harus dikendalikan pemanfaatannya dengan mengembalikan fungsi kawasan sebagai kawasan yang berfungsi lindung. Oleh karena itu langkah yang dilakukan adalah dengan merelokasi masyarakat yang tinggal di kawasan studi dan menata ulang Kawasan kalimalang sesuai dengan daya dukung dan daya tampung kawasan. Hal ini dilakukan untuk dapat mewujudkan pemanfaatan lahan berkelanjutan di Kawasan Kalimalang.
ANALISIS KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH DI KELURAHAN MEDAN KOTA BEKASI
Amelia , Siska;
Mufidah , Nida
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 15 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.15 No.2 | Desember 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perkembangan penduduk di kota Bekasi memberikan indikasi adanya masalah perkotaan yang serius, diantaranya tumbuh kawasan permukiman kumuh. Berdasarkan aspek sosial, permukiman kumuh ditandai dengan pertambahan penduduk yang tinggi, tingkat pendapatan dan kesehatan yang rendah. Kota Bekasi menjadi salah satu yang terpengaruh oleh pertumbuhan populasi (manusia) akibat urbanisasi, terutama para pendatang yang akhirnya menetap. Pertumbuhan di semua sektor pembangunan lingkungan perkotaan adalah akibat gelombang urbanisasi. Berdasarkan hasil kajian yang ada, Penetapan Lokasi Lingkungan Permukiman kumuh di Kelurahan Medan Satria khususnya di bantaran sungai irigasi gempol menjadi salah satu yang termasuk kawasan kumuh . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis Deskriptif kualitatif, dan deskriptif kuantitatif (menggunakan tabulasi skoring) dengan melihat karakterristik permukiman kumuh, faktor-faktor yang mempengaruhi kawasan kumuh, dan tingkat kekumuhan, serta perumusan penanganan. Hasil dari penelitian ini adalah sebagian lokasi permukiman di Kelurahan Medan Satria memiliki tingkat kekumuhan tinggi,sedang, dan rendah, dengan model penanganan yang akan dilakukan dengan permukiman kembali (relokasi). hal ini disebabkan karena pada lokasi tersebut terdapat tanah yang memiliki status illegal atau milik negara karena berada di bantaran sungai.
ANALISIS KEMACETAN LALU LINTAS DI KORIDOR JALAN RAYA BEKASI KECAMATAN CAKUNG – JAKARTA TIMUR
Sukmarini , Herlin;
Sriyanto , Juan
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 15 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.15 No.2 | Desember 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kemacetan Jakarta telah menjadi permasalahan yang lumrah namun belum terpecahkan hingga kini. Berbagai aspek telah terkena imbasnya sehingga menyebabkan pemborosan dan penggunaan energy secara tidak efisien. Akibatnya pembangunan dan mobilitas masyarakat terganggu yang berdampak pada menurunnya produktivitas dalam berbagai bidang pekerjaan. Tidak hanya masyarakat Jakarta saja yang kewalahan, masyarakat luar Jakarta seperti Kota Bekasi yang bermata pencaharian di Ibu Kota pun ikut menjadi korban dari permasalahan kemacetan Jakata . Khusus perjalanan antar kota, tepatnya di Jalan Raya Bekasi yang menghubungkan DKI Jakarta dengan Kota Bekasi (Jawa Barat), perjalanan terbanyak umumnya terjadi di pagi sore hari dimana banyak orang melakukan pergerakan serentak di waktu yang sama dan menyebabkan kemacetan Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah. Untuk menganalisis perubahan guna lahan dan peruntukan lahan akibat pertumbuhan dan perkembangan dikawasan studi serta pengaruhnya terhadap kapasitas ruas Jalan Raya Bekasi di kecamatan Cakung. Sebagai simpul perindustrian, perdagangan dan jasa, dan permukiman yang meliputi Volume lalu lintas, kapasitas jalan, dan hambatan samping. Metode analisis yang digunakan dalam peneltitian ini adalah dengan menggunakan analisis Super Impose guna menghitung perubaan penggunaan lahan dan analisis tingkat pelayanan untuk mengetahui tingkat kemacetan yang terjadi dan memberikan solusi untuk mengatasinya, serta mengidentifikasi kemacetannya dengan mencari kapasitas, tingkat pelayanan, hambatan samping dan tundaan pada simpang. Oleh karena itu peraturan lalu lintas oleh dinas terkait sangat penting demi menciptakan keteraturan lalu lintas yaitu suatu penataan jalur lalu lintas seperti Koridor jalan yang diharapkan mampu mengatasi masalah kemacetan.