cover
Contact Name
Siska Amelia
Contact Email
planokrisna.unkris@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
planokrisna.unkris@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kampus UNKRIS Jatiwaringin, Jakarta 13077 Gedung G (Fakultas Teknik) Lantai 2 Ruang Sekretariat Prodi Teknik PWK
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Plano Krisna
ISSN : 23029307     EISSN : 26226189     DOI : -
Jurnal Ilmiah Plano Krisna (P-ISSN: 2032-9307 dan E-ISSN: 2622-6189 ) merupakan jurnal akses terbuka yang berfokus pada karya ilmiah yang ditujukan untuk kajian permasalahan pembangunan wilayah/kota dan pengelolaan lingkungan hidup. Jurnal ini menerbitkan penelitian empiris dan teoritis untuk memajukan dan menyebarkan pengetahuan terkait pembangunan wilayah/kota dan pengelolaan lingkungan. Jurnal ini menekankan pada isu keberlanjutan dalam dimensi ekonomi, sosial, lingkungan, dan kelembagaan mengenai pembangunan regional dan perkotaan di Indonesia dan dunia. Semua manuskrip termasuk penelitian asli, catatan penelitian, dan resensi buku diterima dalam Bahasa Indonesia.
Articles 116 Documents
IDENTIFIKASI KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG PEDAGANG KAKI LIMA DI KAWASAN JALAN JATIWARINGIN RAYA KECAMATAN PONDOK GEDE KOTA BEKASI Savitri, Reny; Cristomi
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 14 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.14 No.1 | Juni 2018
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perkembangan ruas Jalan Jatiwaringin Raya Kecamatan Podok Gede, Kota Bekasi Provinsi Jawa Barat semakin tumbuh dan berkembang dengan pesat dalam pemanfaatan ruang bidang perdagangan dan jasa, dengan banyaknya bangunan-bangunan baru seperti pertokoan, restoran, pusat reparasi dan sebagainya. Namun sekarang ini makin didominasi oleh restoran atau tempat kuliner mulai dari yang sederhana, sampai dengan franchise lokal dan internasional sehingga Jalan Jatiwaringin Raya ini dapat dikatakan menjadi kawasan kuliner masa kini. Seiring dengan pertumbuhan perdagangan dan jasa di koridor Jalan Jatiwaringin Raya tersebut muncul beberapa pengaruh negatif dengan pemanfaatan ruang pedagang kaki lima yang dapat menurunkan kualitas lingkungan pekotaan akibat kurang terencananya koridor Jalan Jatiwaringin Raya. Pedagang kaki lima selama ini pemanfaatan ruang di wilayah perkotaan menjadikan permasalahan secara umum memanfaatkan ruang yang tidak sesuai dengan pruntukannya (menempati ruang terbuka hijau, pejalan kaki, di sekitar pusat-pusat perdagangan dan jasa, sekitar stasiun kereta api dan lain-lain) dan memberikan dapak terhadap perubahan fungsi serta dampak kemacetan lalu lintas, disisi lain pedagang kaki lima ini menjadi peluang besar terhadap penyerapan tenaga kerja dan pendapatan asli daerah. Keterkaitan pemanfaatan ruang pedagang kaki lima menjadi lokus dalam penelitian ini khususnya identifikasi di sepanjang kawasan jalan Jatiwaringin Kecamatan Pondok Gede Kota Bekasi dengan mensandingkan dengan ketentuan dalam kebijakan tata ruang yang telah ada baik rencana tata ruang wilayah Kota Bekasi maupun rencana detail tata ruang Kota Bekasi.
IDENTIFIKASI PEMANFAATAN RUANG TERBUKA HIJAU DI RW 08 KELURAHAN LENTENG AGUNG JAKARTA SELATAN Rahardi Utomo, Yunianto; Dwisaraswati, Gabriela
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 14 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.14 No.1 | Juni 2018
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang terbuka hijau di wilayah perkotaan memiliki sesungguhnya memiliki fungsi social, ekonomi dan ekologi, sehingga kebutuhan ruang terbuka ditetapkan dalam Undang – Undang 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang, sebesar 30 % yang terdiri atas 20 % RTH public dan 10 % RTH privat. Kendala permasalahan pemenuhan kebutuhan RTH di wilayah perkotaan adalah lahan terbatas, harga lahan mahal, alih fungsi, pengelolaan RTH belum optimal, desakan kebutuhan pembangunan, pemanfaatan ruang belum optimal. Pemerintah Daerah DKI Jakarta telah menerapkan beberapa kebijakan melalui regulasi yang terkait dengan optimalisasi ruang terbuka hijau diantaranyan integrasi ruang terbuka hijau dengan program Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). Kegiatan penelitian identifikasi pemanfaatan ruang terbuka hijau di RW 08 Kelurahan Lenteng Agung Provinsi DKI Jakarta dimaksudkan untuk bisa diperoleh gambaran terkait profil pemanfaatan ruang terbuka hijau khususnya di sempadan sungai, sempadan rel kereta api dan jalur hijau sepanjang jalan. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian melalui pengamatan langsung lapangan, kajian literature, dan pengolahan data dan informasi bersifat deskrif kualitatif. Dari hasil identifikasi terhadap pemanfaatan ruang RTH diwilayah RW 08 Kelurahan Lenteng Agung akan diperoleh gambaran pemanfaatan ruang sehingga menjadi masukan bagi pihak – pihak terkait dalam pengendalian pemanfaatan ruang terhadap RTH.
PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DALAM ANALISIS PENENTUAN TITIK-TITIK KEMACETAN LALU LINTAS DI JALAN PERJUANGAN KOTA BEKASI Th. Salean, Semmuel; Basuki, Ilham
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 14 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.14 No.1 | Juni 2018
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bekasi sebagai salah satu kota penyangga DKI Jakarta tidak lepas dari masalah kemacetan lalu-lintas. Salah satu ruas jalan yang kerap terjadi kemacetan adalah Jalan Perjuangan, sebuah jalan kolektor sekunder yang menghubungkan wilayah utara Kota Bekasi ke pusat kota. Kemacetan umumnya terjadi pada pagi hari dan sore hari disebabkan oleh banyak faktor, sehingga dilakukan segmentasi jalan untuk mendapatkan tingkat pelayanan jalan masing-masing segmen jalan. Tujuan penelitian ini adalah menemukan titik-titik kemacetan dengan memanfaatkan sistem informasi geografis dalam proses analisis, manajemen data dan penyajian data. Dalam penelitian ini dihitung besaran kecepatan arus bebas, kapasitas, derajat kejenuhan, dan tingkat pelayanan masing-masing segmen jalan. Sistem informasi geografis disini berperan dalam memproses data-data yang didapatkan dari survei primer dan hasil analisis untuk menentukan titik-titik kemacetan dan prioritas penanganan kemacetan di masing-masing titik kemacetan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 7 (tujuh) segmen yang ditentukan berdasarkan aturan MKJI, terdapat 4 titik kemacetan lalu lintas yang tersebar di 4 segmen jalan, sehingga tidak semua segmen memiliki titik kemacetan. Dengan karakteristik tiap segmen dan titik kemacetan yang berbeda, diperlukan penanganan yang berbeda pula.
PERENCANAAN SENTRA KELAUTAN DAN PERIKANAN TERPADU (SKPT) KABUPATEN ROTE NDAO Begawat Sari, Fauziyah
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 14 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.14 No.1 | Juni 2018
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Kelautan dan Perikanan Terintegrasi adalah konsep pembangunan kelautan dan perikanan berbasis wilayah dengan pendekatan dan sistem manajemen kawasan dengan prinsip : integrasi, efisiensi, kualitas dan akselerasi tinggi. Tujuan Pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) adalah : meningkatkan produksi, produktivitas, dan kualitas produk kelautan dan perikanan; meningkatkan pendapatan nelayan, pembudidaya, pengolah ikan dan masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil; serta mengembangkan kawasan ekonomi kelautan dan perikanan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di daerah dan sentra-sentra produksi sebagai penggerak ekonomi rakyat. Untuk itu Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan berupaya untuk segera merealisasikan rencana tersebut. Langkah awal yang dilakukan yaitu dengan menyusun masterplan dan bisnispalan SKPT Pulau-pulau kecil memiliki potensi sebagai penyedia sumber daya alam yang produktif untuk dapat dikembangkan mislanya terumbu karang, padang lamun, (sea grass), hutan mangrove, perikanan, dan kawasan konservasi serta menjadi factor penting dalam menggerakkan pariwisata bahari. Dan pulau-pulau terluar merupakan sumber kekayaan sekaligus garda depan ketahanan dan keamanan Negara.nBegitupun dengan Kabupaten Rote Ndao , merupakan daerah perbatasan memiliki nilai strategis bagi suatu Negara dalam mendukung keberhasilan pembangunan, karena kawasan perbatasan merupakan representative nilai kedaulatan suatu Negara, bermula dari kawasan perbatasan akan mendorong perkembangan akan mendorong perkembangan ekonomi, sosial budaya dan kegiatan masyarakat lainnya yang akan saling mempengaruhi antara Negara, sehingga berdampak pada strategi keamanan dan pertahanan Negara. Kawasan perbatasan suatu Negara merupakan manifestasi utama kedaulatan wilayah Negara. Secara garis besar terdapat tiga isu utama dalam pengelolaan kawasan perbatasan antar Negara, yaitu: (a) penetapan garis batas baik di darat maupun laut; (b) pengamanan kawasan perbatasan; dan (c) pengembangan kawasan perbatasan,
IDENTIFIKASI PENERAPAN KONSEP TOD DI KECAMATAN BEKASI TIMUR (STUDI KASUS TOD EASTERN GREEN LRT CITY) Amelia, Siska; Oetomo, Hars
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.14 No.2 | Desember 2018
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini di Indonesia banyak yang menerapkan konsep TOD tak terkecuali kota bekasi yang mayoritas penduduknya kaum commuter, Kota Bekasi mewujudkan kawasan transit intermoda di daerah Bekasi Timur. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui terkait penerapan TOD ditinjau dari pedoman TOD dan juga teori mengenai TOD, dan daya dukung sekitar kawasan. Penulisan ini bersifat deskriptif dengan analisis keseuaian rencana pengembangan kawasan TOD dengan pedoman atau teori dan daya dukung kawasan, analisis menggunakan tools GIS sebagai analisis buffer area. Hasil penelitian di peroleh adalah sudah terkeseuaian rencana pengembangan kawasan TOD dengan pedoman atau teori TOD walau masih ada beberapa aspek yang belum teranalisis sebab kawasan dalam tahap pembangunan dan daya dukung sekitar kawasan TOD.
IDENTIFIKASI PEDESTRIAN JALAN RAYA PAJAJARAN KOTA BOGOR Rahadi, Yunianto
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.14 No.2 | Desember 2018
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan antara keadaan eksisting di pedestrian Jalan Raya Pajajaran dengan standar pedestrian, agar menjadi pedestrian perkotaan yang baik. Analisis data menggunakan analisis kualitatif yang digunakan untuk menjelaskan hasil survey yang dilakukan di Jl. Raya Pajajaran Bogor dengan hasil tinjauan pustaka tentang jalur pedestrian. Di dalam penulisan ini bermaksud mengidentifikasi pedestrian yang ada di Jl. Raya Pajajaran Bogor, dilihat dari segi kenyamanan, keamanan, dan estetika bagi pengguna jalur pedestrian (pejalan kaki). Secara umum penulisan ini dimaksudkan agar pemerintah lebih memperhatikan kebutuhan pengguna jalan tidak hanya pengguna jalan bermotor melainkan juga untuk pejalan kaki, baik secara sarana maupun prasarananya sesuai dengan standar dan kebutuhan masyarakat menggunakan variabel penelitian, agar dapat terlihat sarana dan prasarana apa yang dibutuhkan bagi pedestrian di Jl. Raya Pajajaran Bogor.
ARAH PENGEMBANGAN OBJEK PARIWISATA GEOPARK CILETUH DI KECAMATAN CIEMAS KABUPATEN SUKABUMI Savitri, Reny; Herdiana , Asep
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.14 No.2 | Desember 2018
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Geopark Ciletuh-Palabuhanratu yang terletak di selatan Kabupaten Sukabumi merupakan tempat wisata yang memiliki konsep konservasi dan perlindungan alam yang melibatkan elemen masyarakat yang ada di sekitar tempat wisata. Bermula ditetapkan sebagai Geopark Nasional melalui Surat Keputusan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO pada tanggal 21 Juni 2016 dan baru di sahkan dalam sidang Executive Board Unesco ke 204 oleh Komisi Programme and External Relations pada Kamis tanggal 12 April 2018 di Paris, Perancis. Dengan demikian Geopark Ciletuh-Palabuhanratu secara resmi merupakan bagian dari UNESCO Geopark Global (UGG) sejajar dengan Geopark yang lain yang ada di Dunia. Geopark Ciletuh-Palabuhanratu mencakup 8 (delapan) kecamatan di wilayah Kabupaten Sukabumi, yaitu Kecamatan Cisolok, Cikakak, Palabuhanratu, Simpenan, Ciemas, Waluran, Ciracap, dan Surade, dengan luas wilayah 126 ribu ha atau 30,3% dari luas wilayah Kabupaten Sukabumi. Namun dalam hal ini, penulis membatasi lokasi studi hanya di lingkup Kecamatan Ciemas saja dengan alasan Kecamatan Ciemas ini paling lengkap keanekaragaman Objek Pariwisatanya dari Mulai keanekaragaman hayati, keanekaragaman flora dan fauna, bentang alam seperti Curug / air terjun, Pulau-pulau Kecil, pantai, batuan unik Purba serta budaya masyarakat setempat yang masih memegang teguh adat istiadat. Arah Pengembangan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu tidak hanya ditujukan untuk memberikan perlindungan terhadap keragaman geologi, keanekaragaman hayati, dan keragaman budaya, tetapi juga bertujuan meningkatkan perekonomian dan tarap hidup masyarakat yang ada disekitar Geopak Ciletuh, Kabupaten Sukabumi, serta meningkatkan pengetahuan wisatawan dan masyarakat terhadap kekayaan alam dan keunikan budaya yang dimiliki. Untuk dapat mewujudkan hal tersebut, pengembangan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu harus direncanakan secara komprehensif, terpadu, terencana dan berjangka panjang. Sehingga objek Pariwisata Geopark Ciletuh-Palabuhanratu ini menjadi Destinasi Pariwisata Unggulan Nasioanal Kabupaten Sukabumi yang mampu bersaing di kancah Dunia.
ANALISIS PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG MELALUI PERIZINAN DI KELURAHAN KEMBANGAN UTARA Sukmarini, Herlin; Ali Akbar , Ilham
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.14 No.2 | Desember 2018
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji implementasi penerbitan dokumen perizinan terutama IMB, mengkaji permasalahan pemanfaatan ruang yang terjadi dan menganalisis faktor penghambat peran serta masyarakat terkait kepemilikan dokumen perizinan serta menyusun upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan peran serta masyarakat untuk memiliki dokumen perizinan. Dalam peneltian ini digunakan metode angket/kuisioner untuk mengetahui persepsi tentang perizinan guna menilai pengetahuan dan respon masyarakat terhadap keharusan memiliki dokumen perizinan sesuai dengan aturan yang berlaku.
ANALISIS KEBUTUHAN SARANA DAN PRASARANA UNTUK PENGEMBANGAN BANDARA JENDERAL BESAR SOEDIRMAN DI KABUPATEN PURBALINGGA Begawat Sari, Fauziyah; Uswah Hasan, M
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.14 No.2 | Desember 2018
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah Kabupaten Purbalingga pada saat ini terus berupaya untuk mengembangkan setiap potensi yang ada di Karena Target yang diinginkan pemerintah yaitu 200.000 – 300.0000 penumpang pertahun pada Bandara JB Soedirman maaka pada tahun 2019 proyeksi penumpang yang terjadi sejumlah 26.784 jiwa dan pada tahun 2039 sebesar 157.720 jiwa. Jadi untuk 20 tahun masih memenuhi kebutuhan penumpang. Luasan minimal yang dibutuhkan adalah 882,30 m2 dimana didalamnya terdapat berbagai macam fasilitas seperti contohnya hall kedatangan, keberangkatan, ruang check in, imigrasi, ruang sekuriti, kerb, mushala, dan toilet. Pada saat ini rencana Terminal direncanakan memiliki luas sebesar 3.000 m2 akan membutuhkan minimal sebesar 882,30 m2 dan fasilitas penunjang lainnya sebesar 9,29 m2 pada tahun 2039. Luas parkir yang akan membutuhkan luas area sebesar 999,375 m2. Luas lahan untuk sisi darat cukup untuk menapung perkembangan penumpang jika ditinjau dari kapasitas perencanaan bandar udara.
ANALISIS PELANGGARAN INTENSITAS PEMANFAATAN RUANG PADA KORIDOR JALAN JATIWARINGIN Sutaryo; Nasrudin , Benny
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.14 No.2 | Desember 2018
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan dan pertumbuhan kegiatan di sepanjang koridor jalan Jatiwaringin tidak diimbangi dengan luas lahan yang sesuai dengan jumlah penduduk yang ikut bertambah. Hal ini menjadi faktor utama penyebab terjadinya pelanggaran intensitas pemanfaatan ruang pada koridor tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pelanggaran intensitas pemanfaatan ruang disepanjang koridor jalan Jatiwaringin khususnya pada pelanggaran Koefisien Dasar Bangunan (KDB), Ketinggian Bangunan (KB), dan Garis Sempadan Bangunan (GSB). Metode analisis yang digunakan pertama menggunakan teknik analisis komparatif (membandingkan kebijakan dengan penerapan dilapangan), sedangkan yang kedua menggunakan teknik overlay dengan pendekatan GIS untuk menganalisis kesesuaian pemanfaatan ruang di sepanjang koridor. Temuan studi yang diperoleh dari penelitian dilapangan adalah terjadi pelanggaran intensitas pemanfaatan ruang yang disebabkan karena ketidaksesuaian penerapan peraturan dilapangan, kurangnya perhatian petugas/dinas dalam pengendalian pemanfaatan ruang, ketidaktahuan masyarakat tentang KDB, KB, maupun GSB.

Page 8 of 12 | Total Record : 116