Articles
837 Documents
Sosialisasi Upaya Penanggulangan Dengan Tindak Pidana Pencurian yang Dilakukan Secara Bersama Sama Dalam Modus Memecahkan Kaca Mobil
Karina, Ica;
Siahaan, Ade Yuliany;
F, Fitriani
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 10 (2024): Januari
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5281/zenodo.10573168
The purpose of this study was to find out the modus operandi of the perpetrators of the crime of theft which were carried out jointly by breaking the windshield and countermeasures against the crime of theft which were carried out jointly by breaking the windshield. This research is descriptive in nature. The data used in this research are primary data and secondary data. Secondary data is data that uses information or supports the completeness of primary data. Secondary data was obtained by studying documents by reading, studying and analyzing literature in the form of laws and regulations, books and other sources related to this research. The results of the study show that the modus operandi of the perpetrators of the crime of theft which are carried out jointly with the modus operandi of breaking car windows is by breaking the keyhole, breaking the glass, making fake keys, or in other more neat ways. It is the duty of the police to study the new modes that are carried out by the perpetrators of theft with the mode of breaking the windshield in order to complete the disclosure of cases or maybe even be able to anticipate a crime in the future and efforts to overcome the conspiracy of criminal acts of theft with the mode of breaking the glass of the car are carried out various efforts such as Pre-Emtive efforts, namely by making banners or billboards in public places that require CCTV to be made so that if a crime occurs it can help the police conduct investigations, as well as carry out Preventive efforts, namely carrying out scheduled and continuing operations or mobile raids and carrying o ut cooperation between parties police with an institution or agency and appealed to the public to be more vigilant and not leave valuables in the car.
Pelatihan Penggunaan Kosakata Deskriptif untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris Siswa SMP di Teluk Tomini
Umar, Irmawaty;
Ali, Sri Widyarti
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 4 (2024): Juli
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5281/zenodo.12682906
Penguasaan keterampilan berkomunikasi dalam bahasa Inggris menjadi semakin penting di era globalisasi saat ini. Namun, banyak siswa di Indonesia, khususnya di kawasan Teluk Tomini, masih mengalami kesulitan dalam mengembangkan keterampilan berbahasa Inggris yang efektif, terutama dalam hal penggunaan kosakata deskriptif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan keterampilan berkomunikasi bahasa Inggris siswa SMP di kawasan Teluk Tomini melalui pelatihan penggunaan kosakata deskriptif dengan pendekatan visual interaktif. Pelatihan ini melibatkan penggunaan media visual seperti gambar, video, dan animasi yang menarik untuk membantu siswa memahami dan menginternalisasi makna kosakata deskriptif. Selain itu, pelatihan juga menggunakan aktivitas interaktif seperti diskusi kelompok, permainan bahasa, dan latihan praktik untuk melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Hasil dari kegiatan pelatihan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan siswa menggunakan kosakata deskriptif dalam komunikasi sehari-hari. Selain itu, para siswa juga menunjukkan antusiasme yang tinggi dan partisipasi aktif selama pelatihan berlangsung. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam metode pengajaran bahasa Inggris yang lebih efektif dan menyenangkan, serta berkontribusi pada peningkatan keterampilan berkomunikasi bahasa Inggris siswa di kawasan Teluk Tomini.
Pengembangan Keterampilan Berbahasa Inggris melalui Caption Teks Deskriptif untuk Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Anak SMP di Pesisir Teluk Tomini
Muziatun, Muziatun;
Hasanuddin, Hasanuddin
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 6 (2024): September
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5281/zenodo.13844620
Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan mengembangkan keterampilan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris melalui pembuatan caption teks deskriptif guna meningkatkan kesadaran lingkungan pada anak SMP di Kawasan Pesisir Teluk Tomini. Kegiatan ini telah memperkuat pemahaman lingkungan anak-anak melalui aktivitas berbahasa Inggris yang kreatif dan interaktif. Dengan memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran, anak-anak menjadi lebih peka terhadap isu-isu lingkungan di sekitar mereka. Metode pengajaran yang digunakan melibatkan pembuatan caption teks deskriptif sebagai sarana untuk mengasah kemampuan berbahasa Inggris sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif dalam meningkatkan keterampilan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris dan kesadaran lingkungan pada siswa SMP. Siswa mampu menghasilkan caption teks deskriptif yang baik dan relevan dengan isu-isu lingkungan di kawasan pesisir mereka, serta menunjukkan peningkatan pemahaman dan kepedulian terhadap lingkungan. Kesimpulannya, pendekatan pengajaran ini berhasil mencapai tujuannya.
Inovasi Papan Informasi Penggunaan dan Perawatan APAR dan Hydrant di Lapas Kelas IIA Gunung Sindur
Setiawan, Helmi Budi
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 11 (2024): February
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5281/zenodo.10718116
A correctional institution is a place to carry out punishment for convicts who have been sentenced. One of the non-natural disasters that occurs quite frequently in correctional institutions is fire. Fire is a disaster that is detrimental to many parties, which can result in significant material losses and potential for death, so it requires attention to the safety of employees and also correctional inmates in the Gunung Sindur Class IIA Special Prison. The aim of community service is to provide solutions related to anticipating fires with APAR and Hydrants in Class IIA Gunung Sindur Prison. The implementation of the method in community guidance practice is using a community best correction method and organizational development or community development where this method is used for cadets to carry out practicum as an effort to help improve the function of the implementation of prisoner guidance both inside and outside the institution. The final result of program implementation is that the Gunung Sindur Class IIA Special Correctional Institution already has adequate facilities, means and infrastructure both in the areas of coaching, security and service. This is no exception to tools that can deal with fire disasters such as light fire extinguishers (APAR) and hydrants. The existence of these tools must of course also be accompanied by knowledge about how to use and care for these tools. This is an important thing because if something undesirable happens, the tool can function as it should and both officers and inmates in the block can operate it so that a fire disaster does not cause significant losses.
Pengenalan Kosakata Bahasa Inggris pada Siswa Sekolah Dasar melalui Spelling Game
Malabar, Fahria
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 4 (2024): Juli
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5281/zenodo.13140745
Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kosakata bahasa Inggris siswa sekolah dasar melalui permainan Spelling Game. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan permainan ejaan yang interaktif dan menyenangkan, sehingga anak-anak dapat belajar kata-kata baru dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami. Kegiatan ini dilaksanakan secara langsung di sekolah dasar dan siswa sebagai peserta. Hasil kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa, serta meningkatkan minat belajar mereka dalam belajar bahasa Inggris. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, permainan Spelling Game dirancang untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa dengan cara yang interaktif dan menyenangkan. Permainan ini tidak hanya membantu siswa memahami ejaan kata-kata bahasa Inggris, tetapi juga dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam melafalkan kosakata dalam bahasa Inggris. Dengan demikian, melalui kegiatan pengabdian ini, siswa dapat melatih ejaan serta pelafalan kosakata bahasa Inggris yang kemudian diharapkan dapat diterapkan dalam pembelajaran mereka.
Peningkatan Penguasaan Kosakata Bahasa Inggris Siswa Sekolah Dasar Melalui Penggunaan Kamus Bergambar
Mamu, Rahmawaty;
Husain, Nurlaila
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 1 (2024): April
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5281/zenodo.11120513
This community service aims to improve the English vocabulary mastery of elementary school students at Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) in Gorontalo City through the use of pictorial dictionaries. The implementation method consists of several stages, including needs analysis, pictorial dictionary compilation, implementation in learning, and evaluation. The results of this service show a significant increase in students' vocabulary mastery after using the pictorial dictionary. Observations and interviews with teachers also show an increase in students' motivation and enthusiasm in learning. This success is due to the use of images that help students understand vocabulary in a meaningful context and active student involvement in learning. The impact of this service is not only limited to increasing vocabulary mastery but also in developing innovative learning media. The compiled pictorial dictionary can become a reference for other schools, and the methods used can inspire improving the quality of English language education and other fields.
Pelatihan Pembuatan Tempe Dari Beberapa Jenis Bahan Baku Kacang-Kacangan Kepada Mahasiswa Universitas Patompo Untuk Pengembangan Wirausaha
H, Herlina;
Purnamasari, Andi Bida;
Agung, Eka Adnan;
Nur, Sri Mukminati
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 5 (2024): Agustus
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5281/zenodo.13307900
Tempe adalah salah satu makanan khas tradisional Indonesia dan diproduksi secara turun temurun. Sampai saat ini, produksi tempe sudah menyebar ke seluruh dunia karena kandungan gizinya yang baik untuk kesehatan manusia. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan pelatihan kepada mahasiswa tentang pembuatan tempe bukan hanya dari bahan baku kedelai saja akan tetapi bahan baku kacang-kacangan lain yang kaya nutrisi dan dapat menjadi sumber alternatif pengganti kedelai untuk pengembangan wirausaha mereka kedepannya. Metode pelatihan pembuatan tempe ini dilakukan dengan praktik. Kegiatan ini melibatkan dosen dengan berbagi tugas sebagai fasilitator, pembimbing praktik dan pelatihan serta kepanitiaan. Pelatihan pembuatan tempe dari bahan baku kacang-kacangan ini sebagai alternatif pengganti bahan baku kedelai, adapun bahan baku kacang-kacangan yang digunakan yakni kacang kedelai, kacang hijau, kacang tanah dan kacang merah yang dibungkus dengan menggunakan plastik. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan kapang sangat baik hal ini terlihat dari penampakan warna dari kacang-kacangan tersebut yakni putih kapas, memadat dan menghasilkan aroma khas seperti kacang. Adapun luaran yang diharapkan dapat dicapai adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam membuat tempe dari berbagai bahan kacang-kacangan serta publikasi artikel ilmiah pengabdian di jurnal nasional tidak terakreditasi.
Revitalisasi Desa Gemas Ceting (Gerakan Masyarakat Sadar Cegah Stunting) di Desa Lumihe Kecamatan Tabongo Kabupaten Gorontalo
Gobel, Hafni Van;
Ariani, Gusti Ayu Putri;
Apriana, Rista;
Rasyid, Puspita Sukmawati;
Ali, Samin M
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 9 (2023): Desember
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5281/zenodo.10257545
Lumihe is one of the villages in the working area of the Tabongo Community Health Center, Tangongo District, Gorontalo Regency and is one of the villages that is a priority for preventing and reducing stunting. In 2021, Tabongo Community Health Center states that most children have participated in the Posyandu program and received complete immunization, but public knowledge and awareness about stunting is still weak. Untreated stunting can cause various health problems such as degenerative diseases, diabetes and ARI so that efforts are needed to resolve these problems, one of which is through community empowerment consisting of mothers who have stunted toddlers, Family Health Empowerment (PKK) and health cadres. Through the revitalization of the GEMAS CETING village (Aware Community Movement to Prevent Stunting) in Lumihe, it is hoped that the community can see, recognize and overcome existing problems and have solutions to problems related to stunting.
Problematika dan Solusi Pada Permasalahan Kemampuan Membaca Siswa Kelas Tinggi di SDN 105326 Bangun Rejo
Pane, Dian Ade Putri;
Purba, Jesika Nonida;
Purba, Kesia Meylani;
Chaniago, Rafiqah Azizah;
Zahra, Rawiyah Fatimatuz
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 2 (2024): May
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5281/zenodo.11480394
The reading ability of students in Indonesia still shows a worrying condition. In the modern era enriched with technology, improving reading skills as a dynamic source of knowledge has not been achieved. In the field, it was found that there were differences in reading abilities between students; Some students can read fluently without any problems, while others are not able to read well. This research aims to explain the problems that occur in students who are not proficient in reading in high grades and the solutions provided. This research uses descriptive qualitative methods to analyze students' reading skills. Research subjects included 56 class 5 students from SDN 105326 Bangun Rejo, consisting of 20 class 5A students, 18 class 5B students, and 18 class 5C students, as well as teachers who taught in these classes. Primary data was collected through interviews with teachers and students as well as observing learning activities at school. Secondary data was obtained from documentation collected to strengthen the validity of the data. The research results show that optimizing classroom and school management which enables good learning facilities, creating a conducive learning environment, as well as the role of parents and the surrounding environment can increase students' awareness in maximizing their reading skills.
Upaya Pencegahan Penyakit Stunting Pada Balita di Desa Tenan Melalui Sosialisasi dan Pembagian Makanan Bergizi
Noviasari, Henni;
Z, Searly Luvianti;
Alwina, Febri;
Ikhsan, Fairuz;
Aufa, M. Zulkhoiri;
Nugrah, Ummu;
Sagala, Shuizella BR;
Trisnawati, Eva Dwi Nur;
Azra, Nadella;
Prayoga, Agus;
Zatra, Vini Siti
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 6 (2024): September
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5281/zenodo.13729845
Kondisi yang dikenal sebagai stunting yang merupakan hasil dari kekurangan gizi kronis anak sejak lahir menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia dan memengaruhi orang di seluruh dunia. Stunting adalah masalah serius yang dapat diatasi dengan mengurangi faktor penyebabnya. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan melakukan penyuluhan atau sosialisasi kepada masyarakat umum tentang stunting. Pengabdian yang dilakukan oleh tim KKN UNRI 2024 yang bekerja sama dengan bidan desa di Desa Tenan. Desa Tenan memiliki angka stunting yang cukup tinggi. Maka dari itu kami Tim KKN UNRI melakukan kegiatan berupa sosialisasi dan pembagian makanan bergizi. Kegiatan diawali tim KKN UNRI 2024 dengan melakukan pendataan untuk memperoleh informasi terbaru mengenai jumlah ibu hamil di desa tersebut, dan ditemukan 11 ibu hamil data ini diperoleh dari bidan desa. Data menunjukkan bahwa stunting masih terjadi dan pengetahuan akan kesadaran masyarakt masih rendah. Setelah pendataan, tim menyusun materi, melaksanakan sosialisasi, dan melakukan evaluasi, serta memberikan makanan bergizi kepada balita dan ibu hamil. Hasil sosialisasi menunjukkan peningkatan pemahaman dan kewaspadaan ibu hamil terhadap bahaya stunting, serta upaya pencegahan yang lebih baik dari masyarakat itu sendiri.