cover
Contact Name
Karimah Dwika Gustandra
Contact Email
jurnal.keperawatangsh@gmail.com
Phone
+62273-322610
Journal Mail Official
jurnal.keperawatangsh@gmail.com
Editorial Address
Kampus Akper Giri Satria Husada Jalan Menur RT 04 RW IV Joho Lor Giriwono Wonogiri KP 57613
Location
Kab. wonogiri,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan GSH
ISSN : 20882734     EISSN : 2964156X     DOI : https://doi.org/10.56840/jkgsh.v12i2.92
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Keperawatan GSH adalah jurnal keperawatan untuk perawat, akademisi, dan praktisi. Jurnal Keperawatan GSH ini menerima artikel penelitian asli dan relevan di bidang keperawatan, serta studi literatur dan laporan kasus khususnya keperawatan atau kesehatan. Fokus dan scope jurnal ini adalah Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Anak, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Komunitas, Keperawatan Dasar, Keperawatan Komplementer, Keperawatan Paliatif, Kesehatan, Reproduksi, Kebidanan, HIV/AIDS, Tuberculosis dan masalah kesehatan lainnya. Jurnal ini diterbitkan secara berkala pada bulan Januari dan Juli setiap tahun.
Articles 128 Documents
TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PERILAKU SEKS BEBAS Sri Handayani; Sunyahni
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 7 No. 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak – anak ke dewasa secara fisik dan psikologis. Rasa ingin tahu terhadap masalah seksual sangat penting dalam pembentukan hubungan baru yang lebih matang dengan lawan jenis. Banyak remaja mengenal seks pertama kali bukan dari sumber yang tepat. Pengetahuan remaja tentang seksualitas yang sehat dapat mencegah terjadinya dampak negatif dari perilaku seksual bebas yang tidak diinginkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja tentang seks bebas. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Subyek penelitian adalah remaja usia 14 – 16 tahun. Instrumen pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan remaja tentang seks bebas sebanyak 40 % responden dengan tingkat pengetahuan baik, sebanyak 27 responden dengan tingkat pengetahuan cukup dan sebanyak 33 % responden dengan tingkat pengetahuan kurang.
EFEKTIVITAS MANAJEMEN NYERI DENGAN GUIDED IMAGERY RELAXATION PADA PASIEN CEDERA KEPALA DI RSUD DR. SOEDIRAN MANGUN SUMARSO WONOGIRI Nugroho Priyo Handono; Arviah Sulistyaningsih; Joko Priyatno
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 7 No. 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan Cedera kepala masih menjadi masalah yang global, dimaa menjadi penyebab utama kematian dsabilitas pada usia muda . cedera kepala menyebakan respon nyeri pada penderitanya. Nyeri disebabkan karena peningkatan asam laktat dan tekanan intrakranial . Untuk mengatasi nyeri maka dapat dilakukan guided imagery relaxation dengan prosedur yang benar dan tepat , dan prosedur tersebut dapat di dukung dengan peralatan musik yan menghasilkan suara lembut dan menenangkan. Prosedur ini memberikan potensi skala nyeri yang dirasakan penderita dapat berkurang bahkan hilang.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana efektivitas manajemen nyeri dengan guided imagery relaxation pada pasien cedera kepala. Metode penelitian yang digunakan menggunakan jenis penelitian studi kasus (case study). Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien cedera kepala di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri.Kesimpulan penelitian ini adalahSetelah dilakukan tindakan guide imagery relaxation dengan menggunakan musik ,dan membimbing untuk berimajinasi selama kurang lebih 15-30 menit didapatkan bahwa TN.E dengan cedera kepala ringan dari skala nyeri 8 menjadi skala nyeri 6, NY.S dengan cedera kepala sedang dari skala nyeri 9 menjadi skala nyeri 5 , TN.S dengan cedera kepala ringan dari skala nyeri 4 menjadi skala nyeri 2,NY.B dengan cedera kepala ringan dari skala nyeri 6 menjadi skala nyeri 2, dan NY.K dari skala nyeri 7 menjadi 3 .Maka terjadi selisih penurunan skala nyeri pada kelima responden yang ada
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN KELUARGA MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN HIPERTENSI Previa Dyah Widyaningrum; Nita Yunianti Ratnasari
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 7 No. 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi masalah di bidang kesehatan. Terdapat 9,4 juta orang dari 1 milyar orang di dunia meninggal akibat gangguan kardiovaskular. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penatalaksanaan asuhan keperawatan pada pasien dengan Hipertensi. Metode penelitian ini adalah penelitian Study Kasus, dengan jumlah responden sebanyak 3 orang penderita Hipertensi. Dengan kriteria inklusi yaitu responden dengan penderita Hipertensi berusia 55 sampai 65 dan bersedia menjadi responden peneliti. Hasil penelitian adanya perbedaan tingkat pengetahuan antara keluarga sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan. Instrumen penelitian adalah dengan menggunakan kuesioner. Kesimpulan bahwa pendidikan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan keluarga tentang Hipertensi.
EFEKTIFITAS RANGE OF MOTION (ROM) AKTIF TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT PADA PENDERITA STROKE Susana Nurtanti; Widya Ningrum
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 7 No. 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background stroke is a sudden loss of brain function, caused by impaired blood flow to the brain (ischemic stroke) or rupture of blood vessels in the brain (hemorrhagic stroke). Active range of motion (rom) is a joint motion exercise that allows contraction and movement of muscles, where the client moves each of the joints according to normal movement either actively or passively. In kedunggupit village there are 2 respondents who have muscle stiffness. To overcome muscle weakness given nonfarmakologi treatment with active rom exerises. The Purpose of this study is to know how to reduce muscle weakness with active rom exercrises.MethodsThis type of research is a qualitative research with a descriptive case study approach. The Populationin this research is all community of kedunggupit village that experience weakness of member of motion with 2 responden.The research instrumentof this study using standard surgical procedures (SOP) measurement of muscle strength and observation sheet. Test data analysisreview data interview and observation. Resultsthere are 2 respondents who experienced muscle stiffness. To overcome the problem of muscle stiffness respondent given active rom exercises. Active ROM was done every morning and evening with time every exercise 20 minutes for 1 month. All respondents were increased in muscle streng from 2 untile 3 scale.Conclusionthe active ROM was effectiveed to increased of muscle strength in stroke patients. Latar BelakangStroke merupakan kehilangan fungsi otak secara tiba-tiba, yang disebabkan oleh gangguan aliran darah ke otak (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah di otak (stroke hemoragik). Range of Motion (ROM) aktif adalah latihan gerak sendi yang memungkinkan terjadinya kontraksi dan pergerakan otot, dimana klien menggerakkan masing-masing persendiaannya sesuai gerakan normal baik secara aktif ataupun pasif. Di Dusun Jaten Kedunggupit Sidoharjo terdapat 2 responden yang mengalami kekakuan otot. Untuk mengatasi kelemahan otot diberikan pengobatan nonfarmakologi dengan latihan ROM aktif. Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui efektifitas ROM aktif terhadap peningkatan kekuatan otot.Metode Penelitianjenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus deskriptif. Populasidalam penelitian ini adalah semua masyarakat Dusun Jaten Kedunggupit yang mengalami kelemahan anggota gerak dengan jumlah 2 responden. Instrumen penelitianini menggunakan standar operasional prosedur (SOP) pengukuran kekuatan otot dan lembar observasi. Uji analisa datamenelaah data hasil wawancara dan observasi. Hasil Penelitianterdapat 2 responden yang mengalami kekakuan otot pada penderita stroke. Untuk mengatasi masalah kekakauan otot responden diberikan latihan ROM aktif. ROM aktif dilakukan setiap pagi dan sore hari dengan waktu setiap latihan 20 menit selama 1 bulan. Semua responden mengalami kenaikan kekuatan otot dari skala 2 yaitu mampu menggerakkan otot atau bagian yang lemah sesuai perintah menjadi skala 3 yaitu mampu menggerakkan otot dengan tahanan minimal.Kesimpulan ROM aktif efektif terhadap peningkatan kekuatan otot pada penderita stroke.
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS TIDUR BAYI USIA 3-12 BULAN DENGAN TERAPI PIJAT Rizki Indah Nughraheni; Retno Ambarwati; Marni
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 7 No. 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa bayi merupakan masa emas untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Salah satu faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang bayi adalah tidur. Tidur merupakan prioritas utama bayi, karena pada saat inilah terjadi repair neuro-brain dan kurang lebih 75% hormon pertumbuhan diproduksi, maka kualitas tidur bayi harus dijaga. Kualitas tidur yang buruk dapat mengakibatkan gangguan pada bayi meliputi rasa lelah, rewel, tidak konsentrasi dan merasa kantuk berlebihan. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menjaga kualitas tidur adalah dengan pijatan. Bayi yang dipijat akan tenang dan tidur lebih nyenyak.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terapi pijat dapat meningkatkan kualitas tidur bayi usia 3-12 bulan di Desa Purwosari Kecamatan Wonogiri Kabupaten Wonogiri. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian Pre Experimental design dengan rancangan one grup pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua bayi usia 3-12 bulan di Desa Puwosari Kecamatan Wonogiri Kabupaten Wonogiri. Teknik sampling yang digunakan Nonprobability Purposive Sampling dengan jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi 21 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner PSQI (The Pittsburgh Sleep Quality Index). Uji analisa data menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan 16 responden mengalami peningkatan kualitas tidur setelah dipijat sedangkan 5 responden tidak mengalami peningkatan kualitas tidur. Berdasarkan Uji Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh nilai p=0,00 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terapi pijat dapat meningkatkan kualitas tidur bayi usia 3-12 bulan di Desa Purwosari Kecamatan Wonogiri KabupatenWonogiri.
PENGARUH TERAPI BERMAIN MEWARNAI TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN PADA ANAK USIA PRASEKOLAH Marni; Retno Ambarwati; Fitria Nindya Hapsari
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 7 No. 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan merupakan keadaan atau perasaan mengenai ketegangan mental yang paling sering dialami oleh anak karena adanya rasa tidak nyaman. Salah satu upaya untuk menurunkan kecemasan dilakukannya terapi bermain yaitu mewarnai. Terapi bermain mewarnai adalah terapi yang dapat memberikan efek rileks pada anak yang mengalami kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terapi bermain mewarnai dapat menurunkan kecemasan pada anak usia prasekolah di TK Negeri Pembina Sidoharjo, Wonogiri. Metode penelitian ini menggunakan, Quasy Experimental Design, dengan rancangan One Group Pre-Post Test. Pengambilan sampel dengan teknik NonprobabilityPurposive Sampling, dengan menetapkan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesionerHamilton Rating Scale for Anxiety (HARS). Analisa data dengan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat kecemasan tingkat kecemasan sebelum terapi bermain mewarnai yaitu berat sekali sebanyak 1 responden (3%), berat sebanyak 15 responden (50%), sedang sebanyak 13 responden (43%), ringan sebanyak 1 responden (3%), dengan nilai rata-rata 28,66667. Sedangkan setelah dilakukan terapi bermain kategori cemas berat sebanyak 1 responden (3%), sedang sebanyak 10 responden (33%), ringan sebanyak 18 responden (60%), tidak mengalami kecemasan sebanyak 1 responden (3%), dengan nilai rata-rata 20,1. Dari hasil analisa Uji Wilcoxon menunjukkan bahwa nilai p value = 0,000 (<0,05) artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat penurunan kecemasan dengan terapi bermain mewarnai di TK Negeri Pembina Sidoharjo.
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN KEPUTIHAN DITINJAU DARI KEBIASAAN VULVA HYGIENE PADA IBU PETANI DI DESA NGANCAR KECAMATAN GIRIWOYO KABUPATEN WONOGIRI Tatik Trisnowati; Siti Nur Solikah
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 7 No. 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background In Ngancar Village, Giriwoyo has a population of different ages, levels of education, and different economic and occupational status. Ngancar Village, Giriwoyo is divided into 8 (eight) dukuh. When conducted preliminary study with question and answer between researchers with mothers of farmers of 50 mothers, 20 of them experienced abnormal vaginal discharge and never did the treatment of his feminine area.The purpose To know factors which influence deceived events from hygiene vulva habits on farmers 'mothers in ngancar village giriwoyo district, Wonogiri district. The subjects The population of farming mothers in Ngancar village, Giriwoyo is 200 people.Sampling technique used in this research is Purposive Sampling and sample of 50 farmer mothers.Methods This research type of descriptive research with design that used for this research is cross sectional that is research conducted one time observation only. Population in this research is all farmer mother in Ngancar village, Giriwoyo. It was found that most of respondent factor factors influencing vulva hygiene with incidence of leucorrhea at the mother of farmer in villagengancar have bigger influence to the respondent earning <Rp 500.000 per month counted 30 person or 60%, while the respondent earning <Rp 500.000 and ≥ Rp 1,000 As many as 5 people or 10%. Based on age level most respondents aged 46 - 50 years are 35 or 70%, while respondents aged <45 years as many as 5 people or 10%, while respondents aged> 51 years as many as 10 people or 20%. Based on education 60% or 30 people with elementary education, 15 people or 30% of junior high school, 5 people or 10% high school and based on 40% knowledge level.The conclusion It can be concluded that factors affecting the vulva hygiene with the incidence of leucorrhea in the mother of farmers in Ngancar, Giriwoyo, Wonogiri regency in 2017 ie economic factors per month <Rp 500,000 of 60%., Age factor at the age of 46-50 years of 70%, Factor education in elementary education by 60%. Knowledge factor at knowledge level is big enough 40%.
Pendidikan Kesehatan Dengan Simulasi Senam Kaki Pada Penyakit Diabetes Melitus Sunaryo Joko Waluyo
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 7 No. 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut data Riskesdas, 2013, Prevelansi penderita Diabetes Melitus di Propinsi Jawa Tengah pada tahun 2011 sebanyak 509.319 orang dan pada tahun 2013 menjadi 722.329 orang, peningkatan ini terjadi dengan bertambahnya umur, namun mulai umur lebih dari 65 tahun cenderung menurun(Zukhri, 2015). Menurut Dinas kesehatan RI (2009) DM tipe II menempati lebih dari 90% kasus di negara maju sedangkan di negara berkembang hampir seluruh pendeita DM tergolong sebagai DM tipe II, dimana 40% diantaranya berasal dari kelompok masyarakat yang mengubah gaya hidup tradisional menjadi modern. Hasil pengamatan dan wawancara yang dilakukan pada warga desa gentan Diabetes Mellitus/ penyakit gula adalah kumpulan gejala penyakit yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat penurunan sekresi insulin yang dapat dilatar belakangi oleh kerusakan sel beta pankreas dan resistensi insulin). DM tipe II merupakan DM terbanyak di Indonesia yang biasanya terjadi pada orang dewasa, tapi juga terjadi pada anak-anak dan remaja. Pada DM tipe II, tubuh mampu memproduksi insulin tapi insulin ini tidak cukup atau tubuh tidak mampu untuk merespon efek insulin (dikenal sebagai resistensi insulin) yang menyebabkan penumpukan glukosa dalam darah.Banyak orang dengan DM tipe IItidak menyadari bahwa mereka menderita DM karena gejala baru muncul setelah bertahun-tahun. Penderita biasanya didiagnosis setelah ada komplikasi dari DM.. Salah satu komplikasi yang sering terjadi pada pasien diabetes melitus adalah masalah kaki. Misalnya luka pada kaki yang tidak kunjung sembuh, infeksi bakteri atau jamur, dan yang paling parah adalah pembusukan jaringan sehingga perlu dilakukan amputasi. Perawatan Kaki pada Penyakit Diabetes Melitus (DM). Pemberian Pendidikan kesehatan melalui Simulasi Senam Kaki pada penderita diabetes melitus bermanfaat untuk mencegah komplikasi. Teknik pelaksanaan melalui pendidikan kesehatan dengan metode Simulasi Senam Kaki pada penderita penyakit diabetes melitus. Tempat pelaksanaan dilakukan di desa Gentan kecematan Baki kabupaten Sukoharjo, dilaksanakan pada tanggal 20 Juli 2017. Hasil dari pendidikan kesehatan 90% peserta mampu memperagakan cara perawatan kaki pada penderita diabetes melitus secara benar . Based on data from Riskesdas, 2013, the prevalence of Diabetes Mellitus in Central Java Province in 2011 was 509,319 people and in 2013 to 722,329 people, this increase occurred with age, but more than 65 years of visual decline (Zukhri, 2015). According to the Health Service of Indonesia (2009) DM type II occupies more than 90% of cases in developing countries while all DM patients are classified as type II DM, where 40% of the community groups that change traditional lifestyles become modern. The results of observations and interviews conducted on Diabetes Mellitus patients / Sick Diseases is a collection of symptoms that occur in a person caused by emotions that can cause localized by insulin and insulin insulin. DM type II is the largest DM in Indonesia that usually occurs in adults, but also occurs in children and adolescents. In type II DM, the body is capable of producing insulin but this insulin is insufficient or unusable to respond to the effects of insulin (known as insulin resistance) that causes the buildup of glucose in the blood. Many people with type II DM do not know that they are having DM after year-year. Patients are usually diagnosed after there are complications of DM .. One of the problems that often occur in patients with diabetes mellitus is a foot problem. It's just that, no problems, bacterial or fungal infections, and the most severe is the decay of tissue that needs to be done amputation. Foot Care on Diabetes Mellitus Disease (DM). Provision of health education through Foot Gymnastics Simulation in diabetic patients is useful to prevent complications. Technique of execution of education by Foot Gym Simulation method in diabetes mellitus. The place of execution was carried out in Gentan village of Baki kecamatan of Sukoharjo district, conducted on July 20, 2017. The result of health education 90% of the participants were able to demonstrate the proper way of foot care in diabetes mellitus..
Pelatihan Pijat Bayi Sri Lestari
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 7 No. 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pijat bayi telah lama dikenal oleh masyarakat, tetapi mereka belum tahu manfaat dan cara memijat yang benar . Masyarakat di Dusun Pondok Desa Tugu Kecamatan Jumantono Karanganyar, merupakan masyarakat yang mayoritas ibu-ibunya sebagai ibu rumahtangga yang mempunyai lebih banyak waktu untuk tinggal dirumah dan merawat anak, hal ini mendorong Akademi Keperawatan Insan Husada Surakarta untuk memberikan pelatihan pijat bayi bagi kader kesehatan dan ibu-ibu di di Dusun Pondok Desa Tugu Kecamatan Jumantono Karanganyar. Kegiatan ini bertujuan untuk mengabdi kepada masyarakat di bidang kesehatan guna meningkatkan ketrampilan melakukan pijat bayi pada kader posyandu. Metode yang digunakan adalah ceramah dan demonstarsi, hasil dari kegiatan ini adalah 5 kader kesehatan dan 22 ibu-ibu peserta posyandu dapat melakukan demostrasi pijat bayi dengan benar.Baby massages have long been recognized by the public, but they do not yet know the benefits and how to massage properly The community in Dusun Pondok Desa Tugu, Jumantono Karanganyar Subdistrict, is the majority of mother-mother community ashousewife who have more time to stay at home and care for children, his encourages Nursing Academy Insan Husada Surakarta to provide baby massage training for health cadres and mothers in Dusun Pondok Desa Tugu Kecamatan Jumantono Karanganyar. This activity aims to serve the public in the field of health in order to improve the skills of doing infant massage on posyandu cadres. The method used is lecture and demonstarsi, the result of this activity is 5 health cadres and 22 mothers of posyandu participant can do infant massage demonstration properly.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA ANAK DI PUSKESMAS TIRTOMOYO I WONOGIRI Retno Ambarwati; Nita Yunianti Ratnasari; Kristiana Puji Purwandari
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 7 No. 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of this research are to describe knowledge level and mothers response within diarrhea case in child at Tirtomoyo Community Health Center I Wonogiri regency 2018. Diarrhea is loss of body fluids in 24 hours with the frequency of defecation more than 3 times a day. These symptoms are manifestations of gastrointestinal system infections that can be caused by various types of bacteria, viruses and parasites. This infection can spread through contaminated food or drink or direct infection between humans. The impact of diarrheal disease on children is very influential in the hope of growth and development of children due to frequent loss of fluids and disruption of the process of absorption of food and nutrients needed by children for growth can even lead to death in children. The research is used is descriptive metode with so member of population are 30 people with choosing sampel “purposive sampling” and use queestionare to collec the data. In this study, information needed through primary data namely data obtained by means of visits to the location of the study and distributing questionnaires to be filled by the respondents themselves. The population in this study were all mothers who had children and came for treatment at the Tirtomoyo I Community Health Center Wonogiri regency.. The samples in the study were a number of mothers who came to seek treatment at the Tirtomoyo I. Health Center. The reseach results of the Knowledge study were 18 of respondents (22%) with good knowledge, 26 of respondent (32%)with sufficient knowledge, and 36 respondent (45%) with less knowledge. The Result of attitude were 29 of respondent (36%) have good attitudes, 33 of respondent (41%) have sufficient attitudes, and 18 of respondent (22%)have less knowledge. The refor knowledge and mother’s respond within diarrhea case in child is very important to decrease and minimize rate of diarrhea case.Morbility and mortality on child. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap ibu terhadap kejadian diare pada anak di Puskesmas Tirtomoyo 1 Wonogiri tahun 2018. Diare adalah buang air besar encer/cair dengan frekuensi lebih dari 3 kali dalam sehari . Diare yang berlangsung lebih dari 3 kali dalam 24 jam dapat menyebabkan kehilangan cairan tubuh atau dehodrasi. Gejala ini manifestasi dari infeksi system gastrointestinal yang dapat disebabkan berbagai jenis bakteri, virus dan parasit. Infeksi ini dapat menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi maupun infeksi langsung antar manusia. Dampak akibat penyakit diare pada anak sangat berpengaruh terharap pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kehilangan cairan yang sering serta terganggunya proses absorsi makanan dan zat nutrient yang dibutuhkan anak untuk pertumbuhan bahkan bisa mengakibatkan kematian pada anak. Penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan jumlah Sampel 80 orang ibu yang dipilih secara “purposive sampling” serta pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil distribusi frekuensi Pengetahuan Ibu terhadap kejadian diare didapatkan bahwa sebanyak 18 responden (22%) dengan pengetahuan baik, 26 responden (32%) dengan pengetahuan cukup, dan 36 responden (45%) dengan pengetahuan kurang. 36% responden memiliki sikap yang baik, 41% responden memiliki sikap yang cukup, dan 22% responden yang memiliki pengetahuan kurang. Hasil distribusi frekuensi Sikap ibu terhadap kejadian diare menunjukkan bahwa 29 responden (36%) yang memiliki sikap baik, sedangkan 33 responden (41%) yang memiliki sikap yang cukup, 18 responden (22%) yang memiliki sikap yang kurang. Pengetahuan dan sikap ibu tentang diare sangat penting dalam penatalaksanaan awal anak yang menderita diare. Penanganan yang cepat dan tepat terhadap diare dapat mengurangi resiko kematian pada anak akibat kehilangan cairan yang berlebihan.

Page 6 of 13 | Total Record : 128