cover
Contact Name
Ratno Susanto
Contact Email
apuro9494@gmail.com
Phone
+628589095762
Journal Mail Official
apuro9494@gmail.com
Editorial Address
http://ejournal.warunayama.org/index.php/argopuro/about/editorialTeam
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Published by CV. SW Anugerah
ISSN : 29886309     EISSN : 29886309     DOI : -
Core Subject : Education,
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh CV SWA Anugrah dan di terbitkan 6 kali dalam setahun yaitu Januari, Maret, Mei, Juli, September, November. Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa sebagai sebuah jurnal ilmiah diharapkan dapat menunjukkan kepada masyarakat luas akan kekayaan khazanah keilmuan melingkupi berbagai dimensi kehidupan. Ruang lingkup dan fokus terkait dengan penelitian dengan pendekatan Multidisipliner, yang meliputi: Ilmu Bahasa Indonesia dan Pengajarannya, Ilmu Bahasa Inggris dan Pengajarannya, Ilmu Bahasa Arab dan Pengajarannya, dan lain sebagainya
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 453 Documents
KEBIMBANGAN IDENTITAS : SASTRA MUSLIM TURKI DAN SASTRA MUSLIM IMIGRAN DI EROPA DAN AMERIKA Rahma Aulia; Reva Nur Alfiany; Ridwan Arief Rianaldi; Nurholis
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 4 No. 6 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v4i6.8400

Abstract

ABSTRACT This research explores the theme of identity ambiguity in literary works produced by Muslim writers from Turkey and Muslim immigrants in Europe and America, focusing on Muhammad Asad (“Road to Mecca”), Imamu Amiri Baraka (“Some Poems of Imamu Amiri Baraka”), and Abdulrazak Gurnah. These three authors describe their struggles in reconciling their Islamic identity with the different Western cultural environment. Asad through his narrative shows a complex spiritual transformation, attempting to find new meaning in Islam amidst a Western identity crisis. Baraka articulates African-American Muslim identity experiences in the context of political and social struggles, while Gurnah writes about diasporic experiences and postcolonial identity tensions. Important differences emerge when compared to non-Muslim works such as Washington Irving (“Alhambra”) who presents a romanticized narrative of Islam in the past, without internal identity struggles. Similarly, Annemarie Schimmel (“I am the Wind, You are the Fire”) focuses more on the mysticism and spirituality dimensions of Islam without centering on modern identity conflicts. This study concludes that the vacillation between two identities-Islam and the West-is a central theme in the works of Muslim writers, who present diverse approaches to spiritual, social and cultural issues in the modern world. Keywords: Literature, Identity, Muslim Literature, Balance. ABSTRAK Penelitian ini mengeksplorasi tema kebimbangan identitas dalam karya sastra yang dihasilkan oleh para penulis Muslim dari Turki dan imigran Muslim di Eropa dan Amerika, dengan fokus pada Muhammad Asad ("Road to Mecca"), Imamu Amiri Baraka ("Some Poems of Imamu Amiri Baraka"), dan Abdulrazak Gurnah. Ketiga penulis ini menggambarkan perjuangan mereka dalam mendamaikan identitas keislaman dengan lingkungan budaya Barat yang berbeda. Asad melalui narasinya menunjukkan transformasi spiritual yang kompleks, berupaya menemukan makna baru dalam Islam di tengah krisis identitas Barat. Baraka mengartikulasikan pengalaman identitas Muslim Afrika-Amerika dalam konteks perjuangan politik dan sosial, sedangkan Gurnah menulis tentang pengalaman diaspora dan ketegangan identitas postkolonial. Perbedaan penting muncul ketika dibandingkan dengan karya non- Muslim seperti Washington Irving ("Alhambra") yang menyajikan narasi romantisme tentang Islam di masa lalu, tanpa pergulatan identitas internal. Begitu pula, Annemarie Schimmel ("Akulah Angin, Engkaulah Api") lebih fokus pada dimensi mistisisme dan spiritualitas Islam tanpa memusatkan pada konflik identitas modern. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebimbangan antara dua identitas Islam dan Barat menjadi tema sentral dalam karya penulis Muslim, yang menampilkan beragam pendekatan terhadap persoalan spiritual, sosial, dan budaya di dunia modern. Kata Kunci : Karya Sastra, Identitas, Sastra Muslim, Keseimbangan.
REPRESENTASI IDENTITAS SOSIAL DAN DISKRIMINASI (STUDI KASUS NOVEL “PARA PRIYAYI” KARYA OMAR KHAYYAM DAN “TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK” KARYA BUYA HAMKA) Rizky Abid Taufik; Sindi Pebriani; Nurholis
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 5 No. 1 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v5i1.8408

Abstract

Abstract This paper addresses the issues and narrative patterns of Muslim literature in Malaysia and Indonesia through a comparative analysis of two important novels, Para Priyayi, by Omar Khayyam, and Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, by Buya Hamka. These two stories take us into the dynamic world of tradition and modernity, social status, and religious identity in Southeast Asian Muslim societies. On the one hand, Para Priyayi, depicts the complex Javanese elite Muslim mind and its colonial life, while on the other hand, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, highlights social status, love, and the conflict between Minangkabau customs and Islamic departure. Through the analysis of the novels, we seek to prove how the narratives of both stories not only represent the development of conflicting images of Muslim identity within their cultural contexts, but also meld harmoniously within the broader tradition of Islamic literary narratives. Keywords: Narrative Patterns, Social Issues, Para Priyayi, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Abstrak Makalah ini membahas isu dan pola narasi sastra Muslim di Malaysia dan Indonesia melalui analisis komparatif dua novel penting, Para Priyayi, karya Omar Khayyam, dan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, karya Buya Hamka. Dua cerita ini membawa kita ke dunia dinamika tradisi dan modernitas, status sosial, dan identitas keagamaan di masyarakat Muslim Asia Tenggara. Di satu sisi, Para Priyayi, menggambarkan pikiran Muslim elit Jawa yang kompleks dan kehidupan kolonialnya, sementara di sisi lain, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, menyoroti status sosial, cinta, dan pertentangan antara adat Minangkabau dan keberangkatan Islam. Melalui analisis novel, kami berusaha membuktikan bagaimana narasi dari kedua cerita tersebut tidak hanya mewakili perkembangan gambaran identitas Muslim yang saling bertentangan dalam konteks budaya mereka, tetapi juga melebur dengan harmoni dalam tradisi narasi sastra Islam yang lebih luas. Kata Kunci: Pola Narasi, Isu Sosial, Para Priyayi, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck
ANALYSIS OF THE USE OF ALLEGORY IN GEORGE ORWELL’S “ANIMAL FARM” Rodhiatammardiyah, Bella; Rabbani, Beril; Putra, Muhammad Dzaky Maulana; Nurholis, Nurholis
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 5 No. 1 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v5i1.8412

Abstract

George Orwell's Animal Farm is a highly satirical allegory of the Russian Revolution and the rise of the totalitarianism under Joseph Stalin. Through the revolt of farm animals against their owner, Mr. Jones, Orwell criticizes the corruption of revolutionary ideals, illustrating how a noble intention can turn into an oppressive regime. The characters in the novel symbolize key figures in history, such as Napoleon as Stalin and Snowball as Trotsky, allowing readers to explore the power dynamics and betrayal. The analysis uses formalist and a sociological method to examine how allegorical elements, propaganda, and character portrayals reflect broader social and political themes. In the end, Animal Farm emphasizes the dangers of absolute power and the importance of accountability in leadership.
POWER AND CONSEQUENCES SYMBOLISM IN FRANKENSTEIN Perdiansyah, Rifky Ali; Afghani, Muhammad Al; Taufik, Elza Salsabillah Arriyaha Lawaqih; Nurholis, Nurholis
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 5 No. 1 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v5i1.8445

Abstract

This paper discusses the use of symbolism in Mary Shelley’s Frankenstein, illustrates how Shelley uses various symbols as a form of social criticism of the moral degradation when scientific exploration is separated from ethical considerations. Through several symbols, the novel highlighting the dangers of ambition uncontrolled by moral limitations. The symbol that show on the monster, represent dangerous consequences of uncontrolled scientific ambition. Victor Frankenstein, as the creator, crosses moral and ethical boundaries by creating life without considering his responsibilities. Also, the nature elements that Shelley uses is shown as an example how the quest for knowledge can lead to disaster, warning readers of the moral responsibility that comes with science. This study explores how the novel uses symbols to reflects concept of man and the responsibility of the creator emphasize how important it is to consider the moral and social implications of every action.
EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN BAHASA PRANCIS NIVEAU A1 BERBASIS DIGITAL WEB FLUENTU DI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Nurjaeni; Essa Agnesia; Angkat, Selviana; Franty Veronika; Manullang, Vera Monica Br.; Efraim Sinukaban; Zulherman
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 5 No. 1 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v5i1.8502

Abstract

Penelitian ini membahas berbagai pendekatan dalam penilaian efektivitas program, termasuk pendekatan eksperimental, berorientasi pada tujuan, berfokus pada keputusan, berorientasi pada pemakai, dan responsif. Selain itu, dijelaskan tentang pembelajaran berbasis web dan platform FluentU yang digunakan untuk belajar bahasa melalui konten video autentik. Penelitian ini juga menyoroti keterampilan menyimak dalam bahasa Prancis dan pentingnya penilaian untuk mengukur kemampuan tersebut. Hipotesis penelitian menyatakan bahwa penggunaan FluentU berpengaruh signifikan terhadap peningkatan keterampilan mendengarkan bahasa Prancis. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain pre-test dan post-test pada satu kelompok mahasiswa di Universitas Negeri Medan. Penelitian ini membahas penggunaan website FluentU untuk meningkatkan keterampilan mendengar mahasiswa Pendidikan Bahasa Prancis di Universitas Negeri Medan, dengan dua variabel penelitian yaitu variabel independen (X) yang merupakan penggunaan website FluentU dan variabel dependen (Y) yang adalah peningkatan kemampuan mendengar mahasiswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan FluentU terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan mendengar bahasa Prancis mahasiswa. Penelitian ini juga menekankan pentingnya motivasi belajar dan pengembangan metode pembelajaran bahasa asing berbasis digital di Indonesia. Saran untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran termasuk integrasi FluentU dalam kurikulum, pengembangan materi yang sesuai, dan pelatihan bagi pengajar.
ANALISIS PENGGUNAAN BAHASA GAUL PADA INSTAGRAM DI KALANGAN REMAJA PEREMPUAN USIA 18-20 TAHUN Mafiroh, Zulfaani Rizqi Putri; Azzahra, Nabila; Fauziah, Adelia Dita Nur; Meilina, Nanda Ariska; Putra, Andi Pratama
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 5 No. 1 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v5i1.8520

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menjelaskan penggunaan bahasa gaul di platform media sosial Instagram, khususnya di kalangan remaja perempuan berusia 18-20 tahun. Metodologi yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan kuesioner. Data yang diteliti mencakup kata-kata, frasa, dan klausa yang mengandung istilah bahasa gaul dalam interaksi di Instagram. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa bahasa gaul terus berkembang seiring dengan kemajuan zaman. Perkembangan ini terlihat sangat pesat di berbagai platform media sosial, terutama Instagram. Penggunaan bahasa gaul dapat diamati melalui status, komentar, serta caption pada unggahan pengguna. Namun, fenomena ini dinilai kurang mencerminkan kecintaan terhadap bahasa Indonesia yang baik dan benar. Penggunaan bahasa gaul yang semakin meluas berpotensi mengikis penggunaan bahasa Indonesia yang tepat, khususnya di kalangan remaja perempuan usia 18-20 tahun. Situasi ini diperparah dengan maraknya penggunaan bahasa gaul oleh para selebritas di media massa, yang semakin mendorong remaja untuk mengadopsinya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kelestarian dan kualitas penggunaan bahasa Indonesia di masa depan, terutama di kalangan generasi muda.
ANALISIS PENGGUNAAN KOSAKATA SLANG PADA AKUN X @CURSEDKIDD Parus, Kamillo Patijari; Zusanani , Ajeng Vanesa; Yasmin, Malika May Tuhfah; Patayang , Gavrila Vanianca Lambe; Pertiwi, Adinda Salsabila Putri; Anggraeni, Natalia Desy
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 5 No. 1 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v5i1.8523

Abstract

Bahasa merupakan hal terpenting dalam berkomunikasi kita sehari-hari. Dengan adanya perkembangan zaman yang semakin maju, penggunaan bahasa tentunya juga mengalami perkembangan. Tidak hanya bahasa saja yang semakin berkembang, namun teknologi semakin pula berkembang dan semakin banyak penggunanya, terutama sosial media. Fenomena yang menarik penulis untuk melakukan penelitian ini adalah analisis penggunaan kosakata slang dalam media sosial X, terkhusus pada akun X @cursedkidd karena pada akun tersebut banyak sekali penggunaan kosakata slang yang bersifat informal dan variatif sehingga memudahkan kita dalam berkomunikasi sehari-hari. Metode penelitian menggunakan teknik penelitian deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data berdasarkan faktor yang menjadi objek penelitian, kemudian menganalisis faktor tersebut untuk dicari peranannya. Hasil penelitian menunjukkan (1) Kosakata slang terbentuk karena bentuk kata yang dibalik, pemendekkan, menyingkat atau akronim, bentuk kata plesetan, bentuk kata alfanumerik dan bentuk kata penggalan, (2) Kosakata slang terbentuk dari kata baru dan plesetan yang dibentuk melalui proses morfologi, yaitu abreviasi.
THE BLACK ARIEL: CULTURAL CRITICISM AND THE EVOLUTION OF REPRESENTATION IN DISNEY'S THE LITTLE MERMAID (2024) LIVE-ACTION ADAPTATION Michael Alberth Latupeirissa; Erfani Wahida; Varelina Aulia Firmansyah; Nisrina Khansa Adhira; Shalma Ramadhani Kusuma; Irma Adini R.; Noora Haidar Bawazier; Rina Saraswati, M.Hum.; Pujo Sakti Nur Cahyo, M.Hum.
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 5 No. 1 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v5i1.8532

Abstract

This mini-article explores the live-action adaptation of Disney’s The Little Mermaid (2023) through cultural criticism, focusing on Ariel's portrayal. It highlights her significance as a black-skinned character portrayed by actress Halle Bailey within a historically white narrative and argues that this adaptation critiques dominant cultural narratives that marginalize Black experiences. By reimagining Ariel, the film empowers Black representation in mainstream media and encourages audiences to engage with the complexities of identity and freedom, ultimately challenging perceptions of race in storytelling.
ANALYZING TOTALITARIANISM IN GEORGE ORWELL’S ‘1984’: PROPAGANDA, SURVEILLANCE, CONTROL, HISTORY, FEAR, AND SUPPRESSION Putri, Apsari Eka; Nabila, Najwa Zayra; Faturrahman, Yanwar; Nurholis, Nurholis
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 5 No. 1 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v5i1.8542

Abstract

George Orwell's 1984 is a dystopian novel that depicts a bleak future, incorporating elements of political totalitarianism. Where the society is fully controlled by the ruling regime. This is a fairly extreme political school, where a state fully controls all the personal lives of its citizens. This analysis focuses on the society in 1984. Propaganda carried out by the ruling party tries to shape the government according to its will and tries to erase the freedom of thought of its people. Surveillance of the people, starting from the content of thoughts, is under the control of the ruling regime. The manipulation of information and language is aimed at silencing the people from resisting the party. The violent terror portrayed in the novel is to enforce submission. George Orwell succeeded in illustrating how the politics of totaliarism, namely the bad consequences that will occur if this kind of political system is followed.
SYMBOL OF WEALTHY IN THE GREAT GATSBY NOVEL Lutfi Ahmad; Nadhira Azwa Irfani; Siti Alma; Vicko Destrada; Nurholis
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 5 No. 1 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v5i1.8543

Abstract

The Great Gatsby is one of F. Scott Fitzgerald's most notable works, inspired by his personal experiences with wealth, love, and ambition, particularly reflecting his life on Long Island and his relationship with Zelda Sayre. The novel shows the Jazz Age, an era of extravagance in 1920s America, and analysed into the disillusionment of the American Dream, symbolized by Jay Gatsby’s story and journey. Gatsby's transformation from James Gatz and his lavish lifestyle are depicted as efforts to win Daisy Buchanan's love, but in the end reveal the emptiness of materialism. The novel also explores themes of identity, deception, and the moral decay of society, emphasizing the gap between old and new wealth. Symbolism plays a key role, with settings like East Egg and West Egg representing social class divisions, and Gatsby’s mansion symbolizing his hollow success. Through these symbols and themes, Fitzgerald critiques the pursuit of wealth as a path to happiness and illustrates the failure of the American Dream. Fitzgerald also uses colour symbols such as gold, silver, white, and yellow to show power and wealth in the novel.

Filter by Year

2004 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 3 (2025): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 8 No. 2 (2025): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 8 No. 1 (2025): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 7 No. 6 (2025): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 7 No. 5 (2025): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 7 No. 4 (2025): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 7 No. 3 (2025): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 7 No. 2 (2025): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 7 No. 1 (2025): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 6 No. 6 (2025): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 6 No. 5 (2025): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 6 No. 4 (2025): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 6 No. 3 (2025): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 6 No. 2 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 6 No. 1 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 5 No. 6 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 5 No. 5 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 5 No. 4 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 5 No. 3 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 5 No. 2 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 5 No. 1 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 4 No. 6 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 4 No. 5 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 4 No. 4 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 4 No. 3 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 4 No. 2 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 4 No. 1 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 6 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 5 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 4 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 3 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 2 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 1 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 2 No. 6 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 2 No. 5 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 2 No. 4 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 2 No. 2 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 2 No. 1 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 1 No. 6 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 1 No. 5 (2023): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 1 No. 4 (2023): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 1 No. 3 (2023): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 1 No. 2 (2023): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 1 No. 1 (2023): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 2 No. 3 (2004): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa More Issue