cover
Contact Name
Adi Hadianto
Contact Email
adihadianto@apps.ipb.ac.id
Phone
+62251-8621834
Journal Mail Official
ijaree@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor Jalan Agatis Kampus IPB Darmaga Gd. Fakultas Ekonomi dan Manajemen W3 L2 Darmaga Bogor 16680
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Journal of Agricultural, Resource and Environmental Economics
ISSN : -     EISSN : 29622328     DOI : https://doi.org/10.29244/ijaree.v1i1
Jurnal IJAREE (Indonesian Journal of Agricultural, Resource and Environmental Economics) sesuai dengan namanya fokus dalam publikasi karya ilmiah di bidang ekonomi pertanian, sumberdaya dan lingkungan. Beberapa tema tulisan yang diterbitkan di Jurnal JAREE diantaranya terkait dengan; 1. Analisis kebijakan pembangunan pertanian, 2. Analisis kebijakan pengelolaan sumberdaya dan lingkungan, 3. Analisis kelayakan ekonomi, 4. Ekonomi produksi, 5. Ekonomi rumah tangga 6. Perdagangan pertanian, 7. Bioekonomi, 8. Analisis keberlanjutan, 9. Ekonomi Perilaku, 10. Ekonomi Kelembagaan, 11. Valuasi ekonomi sumberdaya alam dan lingkungan, 12. Ekonomi wisata, serta topik lainnya yang terkait
Articles 47 Documents
Kontribusi Tenaga Kerja Perempuan Terhadap Pendapatan dan Pengelolaan Usaha Ternak Sapi Perah Anggota KPSBU (Studi Kasus: TPK Cilumber, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat): The Contribution of Women's Labor to the Income and Management of Dairy Cattle Farming by KPSBU Members (Case Study: TPK Cilumber, Lembang District, West Bandung Regency) Andini, Latifah Sri; Karima, Osmaleli; Hadianto, Adi; Amanda, Dea
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/cmd18455

Abstract

Perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung keberlangsungan usaha ternak sapi perah melalui keterlibatannya dalam berbagai kegiatan produktif budidaya ternak. Namun, kontribusi tersebut belum tercermin dengan tingkat pendapatan dan pengakuan yang diterima. Kondisi ini menyebabkan kontribusi perempuan masih kurang diakui secara ekonomi. Berdasarkan hal tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah 1) menganalisis peran dan curahan waktu kerja perempuan dalam usaha ternak sapi perah, 2) menganalisis rata-rata kontribusi pendapatan perempuan terhadap pendapatan usaha ternak sapi perah, dan 3) menganalisis pengambilan keputusan dalam pengelolaan usaha ternak sapi perah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis data kuantitatif, analisis pendapatan dan kontribusi pendapatan perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) rata-rata jumlah curahan waktu kerja peternak perempuan mencapai 129,91 HOK/tahun lebih besar dibandingkan curahan waktu kerja istri peternak sebesar 113,08 HOK/tahun, 2) kontribusi pendapatan tunai peternak perempuan sebesar Rp17.618.870/tahun lebih besar dibandingkan dengan pendapatan tunai istri peternak sebesar Rp13.667.244/tahun, dan 3) pengambilan keputusan dalam pengelolaan usaha ternak sapi perah sebagian besar disepakati bersama oleh laki-laki dan perempuan. Keputusan pengelolaan dan pengalokasian pendapatan dari usaha ternak mayoritas diambil secara dominan oleh perempuan.
KEBERLANJUTAN PERDAGANGAN KARET ALAM INDONESIA KE PASAR STRATEGIS: PERBANDINGAN OLS DAN PPML DALAM REGRESI DATA PANEL: The Sustainability of Indonesian Natural Rubber Trade in Strategic Markets: A Comparison of OLS and PPML in Panel Data Regression Ni Ketut Dela Yanti; Daffa Ibra Danendra; Dina Roffida Haqqi Daqianus; Titin Suhatini Koswara; Dini Mulia Sari; Muhamad Alfin Hisam; Novindra
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jgesms61

Abstract

This study analyzes the determinants of Indonesian natural rubber exports to strategic global markets using Ordinary Least Squares (OLS) and Poisson Pseudo Maximum Likelihood (PPML) on panel data from 2013-2022. The dependent variable is the export value of natural rubber (HS 4001), while the independent variables include real GDP of Indonesia and partner countries, geographical distance, real exchange rates, economic freedom indicators (Government Integrity, Business Freedom, Trade Freedom, Financial Freedom), and infrastructure quality (Container Port Traffic). OLS estimation using the Fixed Effects Model (FEM) reveals that the real GDP of trading partner countries, geographical distance, real exchange rates, and all economic freedom indicators, as well as Container Port Traffic, significantly influence Indonesian rubber exports, with the model explaining 62.48% of the variation in exports. In contrast, PPML only shows the real GDP of trading partner countries as significant, but with a negative coefficient, which is theoretically contradictory. This difference is attributed to PPML's sensitivity to data distribution, particularly the absence of zero trade flows in the export data, leading to an underestimation. Therefore, OLS proves to be more informative in capturing the sensitivity of factors determining Indonesian rubber exports in this data context. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor penentu ekspor karet alam Indonesia ke pasar strategis global menggunakan Ordinary Least Squares (OLS) dan Poisson Pseudo Maximum Likelihood (PPML) pada data panel tahun 2013-2022. Variabel dependen adalah nilai ekspor karet alam (HS 4001), sementara variabel independen meliputi PDB riil Indonesia dan negara mitra, jarak geografis, nilai tukar riil, indikator kebebasan ekonomi (Government Integrity, Business Freedom, Trade Freedom, Financial Freedom), dan kualitas infrastruktur (Container Port Traffic). Hasil estimasi OLS dengan Fixed Effect Model (FEM) menunjukkan bahwa PDB riil negara mitra, jarak geografis, nilai tukar riil, serta semua indikator kebebasan ekonomi dan Container Port Traffic secara signifikan memengaruhi ekspor karet Indonesia, dengan model menjelaskan 62,48% variasi ekspor. Sebaliknya, PPML hanya menunjukkan PDB riil negara mitra yang signifikan, namun dengan koefisien negatif yang kontradiktif secara teori. Perbedaan ini disebabkan sensitivitas PPML terhadap distribusi data, khususnya ketiadaan observasi nol (zero trade flows) dalam data ekspor, menyebabkan underestimation. Oleh karena itu, OLS terbukti lebih informatif dalam menangkap sensitivitas faktor-faktor penentu ekspor karet Indonesia dalam konteks data ini.
Analisis Dampak Sosial-Ekonomi Industri Pertambangan Nikel terhadap Masyarakat Sekitar Kawasan PT Z: Socio-Economic Impact Analysis of the Nickel Mining Industry on the Community Surrounding PT Z Wa Ode Munzila; A Faroby Falatehan; Nia Kurniawati Hidayat
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/y6fk0w49

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak sosial dan ekonomi dari keberadaan industri pertambangan nikel terhadap masyarakat di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, khususnya di sekitar kawasan industri PT Z. Pesatnya perkembangan industri pertambangan nikel telah membawa perubahan signifikan terhadap struktur mata pencaharian, kondisi sosial, serta dinamika ekonomi masyarakat lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kombinasi kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan survei terhadap masyarakat serta tenaga kerja perusahaan. Analisis dampak sosial dilakukan secara deskriptif, sedangkan dampak ekonomi dianalisis menggunakan pendekatan Multiplier Effect dengan metode Keynesian Local Income Multiplier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara sosial, keberadaan industri pertambangan nikel mendorong terjadinya pergeseran pekerjaan masyarakat dari sektor pertanian dan perikanan ke sektor pertambangan dan usaha penunjang, konflik lahan yang relatif telah teratasi melalui mediasi pemerintah desa, peningkatan infrastruktur wilayah, serta tumbuhnya berbagai usaha masyarakat. Dari sisi ekonomi, aktivitas pertambangan nikel memberikan dampak ekonomi total sebesar Rp10.926.705.536.000/tahun yang terdiri dari dampak langsung, tidak langsung, dan dampak imbas. Nilai multiplier effect sebesar 1,15 menunjukkan bahwa setiap peningkatan pengeluaran perusahaan sebesar Rp1.000.000 mampu meningkatkan pendapatan masyarakat lokal sebesar Rp1.150.000. Temuan ini menegaskan bahwa industri pertambangan nikel berperan signifikan dalam mendorong perekonomian lokal, meskipun tetap memerlukan pengelolaan yang berkelanjutan agar manfaat yang dihasilkan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.
Potensi Ekonomi Pemanfaatan Dan Pengelolaan Sekam Padi Sebagai Bioenergi: Studi Kasus Agro-Energi Kabupaten Cianjur: Economic Potential and Management of Rice Husks Utilization as Agro-Energy in Cianjur Regency Panca Sandika; Akhmad Fauzi; Meilanie Buitenzorgy
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/0214pg24

Abstract

Indonesia faces dual challenges in energy security and agricultural waste management. Rice husk offers significant bioenergy potential, yet its utilization is constrained by economic, social, and policy uncertainties. This study aims to analyze the economic potential of utilizing rice husks as bioenergy, analyze stakeholder perspectives, positions, and power regarding the potential use of rice husk bioenergy to map potential conflicts and align strategies. and estimate the probability of future policy scenarios regarding the implementation of rice husk use as agricultural bioenergy in Cianjur Regency to formulate priority recommendations. A three-stage integrated framework of research method was employed: Extended Cost-Benefit Analysis (eCBA), Stakeholder Analysis (MACTOR), and Probabilistic Scenario Planning (SMIC-PROB). The eCBA results indicate quite high such as feasible in economics, with a Net Present Value (NPV) of IDR 965,2 billion and a Benefit-Cost Ratio of 2,04, driven by energy substitution and the circular value of ash fertilizer. MACTOR analysis identifies a strong coalition between the government and rice millers but highlights friction with investment agencies regarding licensing. Furthermore, SMIC-PROB analysis reveals that "Infrastructure Development" is the prime mover policy essential for success. The study concludes that rice husk bioenergy is a socio-economically viable circular investment, contingent upon prioritizing rural logistics infrastructure to unlock technological adoption Indonesia menghadapi tantangan ganda dalam ketahanan energi dan pengelolaan limbah pertanian. Sekam padi menawarkan potensi bioenergi yang signifikan, namun pemanfaatannya terkendala oleh ketidakpastian ekonomi, sosial, dan kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi ekonomi pemanfaatan sekam padi sebagai bioenergi; menganalisis pandangan, posisi, dan kekuatan pemangku kepentingan dalam melihat potensi penggunaan bioenergi sekam padi untuk memetakan potensi konflik dan koalisi strategis; dan mengestimasi probabilitas skenario kebijakan masa depan tentang implementasi penggunaan sekam padi sebagai bioenergi untuk merumuskan rekomendasi prioritas di Kabupaten CIanjur. Kerangka kerja terintegrasi tiga tahap metode penelitian yang digunakan: Extended Cost-Benefit Analysis (eCBA), Stakeholder Analysis (MACTOR), dan Probabilistic Scenario Planning (SMIC-PROB). Hasil eCBA menunjukkan kelayakan ekonomi yang cukup tinggi, dengan Net Present Value (NPV) sebesar Rp 965,2 miliar dan Benefit-Cost Ratio 2,04, yang didorong oleh substitusi energi dan nilai ekonomi sirkular dari pupuk abu. Analisis MACTOR mengidentifikasi koalisi kuat antara pemerintah dan penggilingan padi, namun menyoroti adanya hambatan dengan lembaga investasi terkait perizinan. Selanjutnya, analisis SMIC-PROB mengungkapkan bahwa "Pembangunan Infrastruktur" merupakan kebijakan penggerak utama yang esensial bagi keberhasilan program. Studi ini menyimpulkan bahwa bioenergi sekam padi merupakan investasi ekonomi sirkular yang layak secara sosio-ekonomi, namun keberhasilannya bergantung pada prioritas pembangunan infrastruktur logistik pedesaan untuk mendukung adopsi teknologi.
Perbandingan Pendapatan dan Efisiensi Produksi Usaha Ternak Sapi Perah Terintegrasi dan Konvensional di Bogor: Analysis of Income and Production Efficiency of Integrated and Conventional Dairy Farming Businesses in Bogor Siti Anggi; Rizal Bahtiar; Fitria Dewi Raswatie
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/yspdae42

Abstract

Dairy farming plays a strategic role in supporting the national supply of fresh milk and improving farmers' welfare. However, the industry still faces several challenges, including suboptimal production efficiency, limited feed availability, and high operational costs. One approach to addressing these challenges is the implementation of an integrated dairy farming system, which integrates livestock production with resource utilization and waste management to improve production efficiency. This study was conducted on dairy farms implementing an integrated farming system in the Livestock Farming Area (KUNAK) of Pamijahan and Cibungbulang, as well as conventional dairy farms in Kebon Pedes Village. Differences in management practices between the integrated and conventional farming systems were presumed to affect milk production, farm income, and the efficiency of dairy farming. This study aimed to analyze the factors affecting milk production as well as to analyze farm income and the levels of technical, allocative, and economic efficiency in integrated and conventional dairy farming systems. The analytical methods included production factor analysis using Maximum Likelihood Estimation (MLE), income analysis using the Revenue-Cost (R/C) Ratio, and Stochastic Frontier Analysis (SFA) to measure technical, allocative, and economic efficiency. The results showed that forage, concentrate feed, tofu by-product, and labor had a positive and significant effect on milk production. Dairy farms implementing the integrated farming system generated higher income than those adopting the conventional system. Furthermore, both farming systems achieved technical and allocative efficiency (≥0.70). Economically, the integrated farming system achieved economic efficiency (≥0.70), whereas the conventional farming system had not yet achieved economic efficiency (<0.70). Usaha peternakan sapi perah memiliki peran strategis dalam mendukung produksi susu segar nasional dan peningkatan kesejahteraan peternak. Namun, usaha ini masih menghadapi kendala seperti efisiensi produksi yang belum optimal, ketersediaan pakan, dan tingginya biaya operasional. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah penerapan sistem peternakan terintegrasi, yaitu sistem yang mengintegrasikan usaha ternak dengan pemanfaatan sumber daya dan pengelolaan limbah untuk meningkatkan efisiensi produksi. Penelitian ini dilakukan pada peternakan sapi perah dengan sistem terintegrasi di Kawasan Usaha Peternakan (KUNAK) Pamijahan dan Cibungbulang serta sistem konvensional di Kelurahan Kebon Pedes. Perbedaan sistem pengelolaan antara sistem terintegrasi dan sistem konvensional diduga memengaruhi produksi, pendapatan, dan efisiensi usaha ternak sapi perah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi produksi susu serta menganalisis pendapatan dan tingkat efisiensi teknis, alokatif, dan ekonomi pada usaha ternak sapi perah dengan sistem terintegrasi dan konvensional. Metode analisis yang digunakan meliputi analisis faktor produksi dengan menggunakan Maximum Likelihood Estimation (MLE), analisis pendapatan dengan menggunakan R/C ratio, serta Stochastic Frontier Analysis (SFA) untuk mengukur efisiensi teknis, alokatif, dan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan hijauan, pakan konsentrat, pakan ampas tahu, dan tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi susu. Usaha ternak sapi perah dengan sistem terintegrasi menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan sistem konvensional. Selain itu, kedua sistem telah efisien secara teknis dan alokatif (≥0,70). Secara ekonomi, sistem peternakan terintegrasi telah mencapai efisiensi ekonomi (≥0,70), sedangkan sistem konvensional masih belum efisien secara ekonomi (<0,70).
FENOMENA LIVE STREAMER TIKTOK JOGET SADBOR SEBAGAI NAFKAH ALTERNATIF PETANI PADA MASYARAKAT DESA BOJONGKEMBAR: Tiktok Live Streaming As An Alternative Livelihood For Farmers: A Study of The "Sadbor" Dance in Bojongkembar Village n; Muhammad Daffa Haikal Zamry; Faidzul Anwar Zumar Widodo; Cameliya Ulya Hidayah; Nasywa Lira Ramasari; Muhamad Fauzan Akbar Maryadi
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/1ee95w41

Abstract

Petani di Indonesia menghadapi tekanan ekonomi akibat rendahnya pendapatan di sektor pertanian. Kondisi ini mendorong para petani untuk mencari alternatif profesi. Pada era digital, fenomena Joget Sadbor menjadi alternatif, yaitu petani di Desa Bojongkembar berprofesi ganda sebagai live streamer TikTok untuk memperoleh penghasilan tambahan. Riset ini bertujuan mengidentifikasi persepsi masyarakat, menganalisis faktor sosial ekonomi yang memengaruhi perubahan nilai kerja, dan merumuskan rekomendasi kebijakan. Riset menggunakan pendekatan mixed methods dengan sequential exploratory design menggunakan thematic analysis, Wilcoxon test, binary logistic regression, dan stakeholder analysis. Hasil riset menunjukkan Joget Sadbor dipandang sebagai solusi dalam aspek sosial dan ekonomi. Variabel yang paling signifikan pengaruhnya terhadap nilai kerja profesi petani adalah Jenis kelamin yaitu bagi pria peluangnya 7,4 kali lebih besar, sedangkan kepemilikan lahan paling signifikan dalam memengaruhi nilai kerja live streamer TikTok dengan peluang 0,1 kali. Riset ini merekomendasikan strategi kebijakan untuk mengoptimalkan potensi ekonomi live streaming tanpa mengorbankan keberlanjutan sektor pertanian.
Revitalisasi Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (Krpl) Berbasis Masyarakat di Nagari Panti Selatan Kabupaten Pasaman: Revitalization of the Community-Based Sustainable Food House Area Program (KRPL) in Nagari Panti Selatan, Pasaman Regency Didi Al Amin; Melinda Noer; Devi Analia
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/cd3tw764

Abstract

The Sustainable Food House Area (KRPL) program is one of the government's strategies to strengthen household food security through sustainable and community-based utilization of home yards. However, its implementation in various regions still faces challenges, particularly in terms of sustainability and community participation after program support declines. This study aims to evaluate the implementation of the KRPL program in Nagari Panti Selatan, Pasaman Regency, and to formulate a community-based revitalization model to enhance its sustainability. This research employs a descriptive qualitative approach using the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model and Logical Framework Analysis (LFA). Data were collected through in-depth interviews, observations, Focus Group Discussions (FGD), and document analysis. The results indicate that the implementation of the KRPL program has not been optimal, as reflected in the low level of group independence, declining community participation, and suboptimal utilization of program support facilities. Stakeholder analysis reveals an imbalance in roles and influence among actors, with the Women Farmer Groups (KWT) as the main implementers having high interest but limited influence in program decision-making. Based on the LFA, the root causes are dependency on external assistance, weak institutional capacity, and insufficient integration of the program into village development policies. Program revitalization is necessary through strengthening group institutions, increasing the intensity of assistance, implementing continuous monitoring and evaluation, integrating the program into village development, and developing economic-oriented activities from yard utilization. The proposed community-based revitalization model emphasizes the importance of stakeholder synergy in improving the effectiveness and sustainability of the program. This study contributes to the development of community empowerment models to support sustainable household food security. Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) merupakan salah satu strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan rumah tangga melalui pemanfaatan pekarangan secara berkelanjutan dan berbasis masyarakat. Implementasi program di berbagai daerah masih menghadapi tantangan, terutama terkait keberlanjutan dan partisipasi masyarakat setelah dukungan program berkurang. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pelaksanaan program KRPL di Nagari Panti Selatan, serta merumuskan model revitalisasi berbasis masyarakat yang dapat mendukung keberlanjutan program. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode evaluasi program melalui pendekatan CIPP (Context, Input, Process, Product) dan Logical Framework Analysis (LFA). Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, Focus Group Discussion (FGD), dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan KRPL belum optimal, ditandai dengan rendahnya kemandirian kelompok, menurunnya partisipasi masyarakat, serta belum optimalnya pemanfaatan sarana pendukung program. Analisis stakeholder menunjukkan adanya ketimpangan peran dan pengaruh antar aktor, dengan KWT sebagai pelaksana utama yang memiliki kepentingan tinggi namun pengaruh terbatas dalam pengambilan keputusan program. Berdasarkan analisis LFA, akar permasalahan utama adalah ketergantungan terhadap bantuan eksternal, lemahnya kapasitas kelembagaan, dan kurangnya integrasi program dalam kebijakan pembangunan nagari. Revitalisasi program diperlukan melalui penguatan kelembagaan kelompok, peningkatan intensitas pendampingan, pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan, integrasi program dengan pembangunan nagari, serta pengembangan orientasi ekonomi dari pemanfaatan pekarangan. Model revitalisasi berbasis masyarakat yang dihasilkan menekankan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan dalam meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan program. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan model pemberdayaan masyarakat untuk mendukung ketahanan pangan rumah tangga secara berkelanjutan.