cover
Contact Name
Megan Asri Humaira
Contact Email
megan.asri@unida.ac.id
Phone
+6281314039779
Journal Mail Official
karimah.tauhid@unida.ac.id
Editorial Address
Universitas Djuanda cc. Badan Pengembangan Keilmuan Jl Tol Ciawi No 1, Bogor, Jawa Barat, Indonesia email: karimah.tauhid@unida.ac.id
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Karimah Tauhid
ISSN : -     EISSN : 2963590X     DOI : https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v2i5
Karya Ilmiah yang diterbitkan merupakan hasil penelitian maupun pengabdian yang mencakup semua bidang ilmu baik dalam bidang sosial maupun eksakta.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,358 Documents
Pengaruh Substitusi Tepung Sorgum (Fermentasi dan Non-Fermentasi) terhadap Roti Tawar Yanti, Rima; Spirulina, Syifa Dwi; Fitria, Ratu Destri; Jumiono, Aji
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 12 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i12.22228

Abstract

Ketergantungan pada gandum impor mendorong urgensi diversifikasi pangan melalui pemanfaatan sorgum (Sorghum bicolor L. Moench), serealia lokal yang kaya nutrisi dan bebas gluten (Almayda Andriana Firmansyah, 2023). Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kualitas produk pangan (misalnya, roti tawar atau mi) melalui substitusi tepung sorgum dengan penambahan bahan fungsional tertentu, sehingga mengatasi masalah mutu produk akibat ketiadaan gluten (Mariera Lucy et al., 2017). Metode yang digunakan adalah Eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial, menguji kombinasi proporsi tepung sorgum (misalnya 84:16) dan aditif (misalnya konsentrasi ragi instan dan karagenan) (Baiq Candra Puspitasari et al., 2023). Parameter yang diamati meliputi sifat reologi adonan, volume spesifik, serta kandungan kimia (protein, serat, dan zat besi) dan sensoris. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan rasio tepung sorgum menurunkan volume spesifik, namun perlakuan enzim atau karagenan dapat memperbaiki sifat fisik dan reologi (Agus Sutriyono et al., 2016). Substitusi tepung sorgum signifikan meningkatkan kandungan serat kasar dan potensi zat besi, menjadikannya produk fungsional (Kartika Dewi Sukmawati et al., 2024). Formulasi optimal diperoleh pada perlakuan X, yang menghasilkan produk dengan tingkat penerimaan sensoris yang baik. Penelitian ini mengonfirmasi potensi sorgum sebagai pilar ketahanan pangan nusantara yang sehat.
Potensi Tepung Ubi Jalar Ungu sebagai Alternatif Pewarna dan Pemanis Alami dalam Pembuatan Dodol Tradisional Danias , Desti Isna; Handayani, Dhiva Dwi; Angin, Rasya Monika Br Perangin; Jumiono , Aji
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 1 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i1.22229

Abstract

Dodol tradisional merupakan salah satu pangan khas Indonesia yang digemari masyarakat karena cita rasanya yang manis dan teksturnya kenyal. Namun, penggunaan pewarna dan pemanis sintetis dalam proses pembuatannya berpotensi menimbulkan efek negatif bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi tepung ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) sebagai alternatif pewarna dan pemanis alami dalam pembuatan dodol tradisional. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan deskriptif kualitatif berdasarkan jurnal ilmiah sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa tepung ubi jalar ungu mengandung pigmen antosianin yang stabil pada suhu 70–80°C dan pH 5–6,8, sehingga mampu memberikan warna alami yang menarik tanpa bahan sintetis. Selain itu, kandungan gula alaminya menghasilkan rasa manis lembut dengan indeks glikemik rendah. Substitusi tepung ubi jalar pada dodol terbukti meningkatkan kualitas warna, cita rasa, dan nilai gizi produk. Temuan ini menegaskan bahwa tepung ubi jalar ungu memiliki potensi besar sebagai bahan alami inovatif dalam pengembangan dodol tradisional yang lebih sehat dan bernilai ekonomi tinggi.
Pengembangan Produk Tempe Inovatif Non-Kedelai Studi Pemanfaatan Biji Nangka (Artocarpus heterophyllus) sebagai Upaya Upcycling Limbah Pangan Safitri, Desi Agustina; Maulida, Dinar Siti; Badroen, Miftah Matlaul; Jumiono, Aji
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 12 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i12.22231

Abstract

Ketergantungan terhadap kedelai impor sebagai bahan baku utama tempe mendorong pencarian alternatif dari sumber daya lokal yang lebih berkelanjutan. Biji nangka (Artocarpus heterophyllus), yang selama ini menjadi limbah pangan, memiliki kandungan karbohidrat (38,4 g), protein (6,6 g), dan lemak (0,4 g) per 100 g bahan, serta serat pangan dan senyawa bioaktif yang mendukung proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi biji nangka sebagai bahan baku tempe non-kedelai melalui studi literatur sistematis terhadap publikasi ilmiah dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa tempe berbasis biji nangka memiliki tekstur padat, aroma khas, dan rasa yang dapat diterima oleh konsumen, dengan kadar protein meningkat setelah fermentasi menjadi sekitar 9,35%, serta kadar serat pangan mencapai 1,23%. Produk ini juga menunjukkan potensi sebagai pangan fungsional karena mengandung senyawa antioksidan alami. Pemanfaatan biji nangka mendukung diversifikasi pangan, pengurangan limbah organik, dan pemberdayaan komoditas lokal melalui pendekatan upcycling. Untuk mencapai kualitas produk yang optimal, diperlukan penelitian lanjutan terkait formulasi, teknik fermentasi, dan evaluasi mutu dalam skala produksi yang lebih luas.
Pemanfaatan Sukun (Artocarpus Altilis) dan Jamur Tiram (Pleurotus Ostreatus) dalam Pembuatan Nugget Nabati Hastuti, Arti; Febriyani, Syifa Fauziyah; Danias , Desti Isna; Azzahra, Rizela; Putra, Sheva Fadhillahi
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 1 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i1.22232

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi pangan lokal berupa nugget sukun dengan penambahan jamur tiram sebagai alternatif produk olahan nabati yang lebih bergizi dan mudah diterima konsumen. Sukun dipilih sebagai sumber karbohidrat lokal, sedangkan jamur tiram digunakan sebagai penambah protein, serat, aroma, dan tekstur. Proses pembuatan nugget meliputi pengolahan bahan, pembentukan adonan, pengukusan, pelapisan, dan penggorengan. Evaluasi mutu dilakukan melalui uji hedonik dan uji sensorik yang melibatkan 30 panelis untuk menilai warna, aroma, rasa, tekstur, after taste, dan keseluruhan penerimaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk nugget sukun dengan tambahan jamur tiram memperoleh tingkat kesukaan yang tinggi pada hampir seluruh parameter sensori. Panelis memberikan penilaian dominan pada kategori “suka” hingga “sangat suka”, terutama pada aspek rasa dan tekstur yang dinilai gurih, lembut, dan seimbang. Selain itu, penambahan jamur tiram tidak hanya meningkatkan kualitas sensorik, tetapi juga berpotensi memperkaya nilai gizi produk. Temuan ini menunjukkan bahwa nugget sukun jamur tiram dapat dijadikan alternatif pangan olahan nabati dengan prospek pengembangan yang baik untuk konsumsi sehari-hari maupun peluang usaha. Penelitian lanjutan dianjurkan untuk mengkaji nilai gizi, umur simpan, dan potensi komersialisasinya.
Peran Fermentasi Ubi Jalar Ungu oleh Lactobacillus sp terhadap Kesehatan Saluran Percernaan Arivianti, Anisyah; Nursafa, Alsya; Sabila, Putri Nur; Jumiono, Aji
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 1 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i1.22234

Abstract

Fermentasi pangan berbasis umbi lokal seperti ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) berpotensi mendukung kesehatan saluran pencernaan melalui peningkatan aktivitas probiotik dan bioaktivitas senyawa fungsional. Kajian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh fermentasi ubi jalar ungu oleh Lactobacillus sp. terhadap komposisi gizi dan fungsi fisiologisnya bagi saluran cerna. Metode yang digunakan berupa telaah literatur deskriptif-kualitatif terhadap 25 artikel ilmiah dari tahun 2015–2025, diperoleh melalui Google Scholar, ScienceDirect, dan ResearchGate. Hasil menunjukkan bahwa fermentasi meningkatkan populasi Lactobacillus hingga 1–2 log CFU/mL, menurunkan pH produk dari 6,5 menjadi ±4,2, serta meningkatkan aktivitas antioksidan sebesar 30–50%. Proses ini juga menghasilkan metabolit seperti asam laktat dan senyawa antimikroba yang mendukung keseimbangan mikrobiota usus, fungsi imun lokal, serta menurunkan risiko gangguan pencernaan. Selain itu, fermentasi meningkatkan ketersediaan senyawa bioaktif, memperbaiki karakteristik sensorik, dan memperpanjang umur simpan produk. Dengan demikian, fermentasi ubi jalar ungu menggunakan Lactobacillus sp. merupakan pendekatan strategis dalam pengembangan pangan fungsional berbasis lokal yang sehat dan berkelanjutan.
Karakterisasi Fisikokimia dan Viabilitas Lactobacillus Casei pada Es Krim Probiotik dengan Substitusi Tepung Kulit Pisang Kepok Azkia, Mila; Sumirat, Weni; Putra, Sheva Fadillahi; Jumiono, Aji
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 1 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i1.22240

Abstract

Pengembangan es krim probiotik berbasis bahan lokal berpotensi meningkatkan nilai gizi dan keberlanjutan pangan fungsional. Tepung kulit pisang kepok mengandung serat pangan dan pati resisten yang bermanfaat sebagai prebiotik alami. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik fisikokimia dan viabilitas Lactobacillus casei pada es krim probiotik dengan substitusi tepung kulit pisang. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap publikasi ilmiah nasional dan internasional dalam rentang tahun 2010–2024. Hasil telaah menunjukkan bahwa substitusi 4% tepung kulit pisang dapat meningkatkan kadar serat pangan hingga 7% dan menurunkan kadar lemak sebesar 10%. Viabilitas L. casei tetap terjaga dengan kisaran 8,84–9,23 log CFU/mL, memenuhi standar minimum probiotik sebesar 6 log CFU/mL. Selain itu, peningkatan serat berkorelasi positif dengan jumlah koloni L. casei (R² = 0,87), meskipun penambahan melebihi 6% dapat menurunkan viabilitas akibat kerapatan matriks yang menghambat difusi nutrien. Dengan demikian, tepung kulit pisang kepok berpotensi sebagai bahan fungsional dalam formulasi es krim probiotik, dengan manfaat gizi, kestabilan mikrobiologis, dan nilai keberlanjutan yang tinggi.
Pengembangan Sorbet Campolay (Pouteria campechiana) sebagai Produk Pangan Fungsional Lokal Sutisna, Noviyanti; Anisa, Siti; Nurlitasari, Desi; Bilbina, Naura Nadzhifatul; Hastuti, Arti
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 1 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i1.22255

Abstract

Buah campolay (Pouteria campechiana) merupakan komoditas lokal Indonesia yang kaya karotenoid, serat pangan, dan senyawa bioaktif, namun pemanfaatannya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sorbet campolay sebagai produk pangan fungsional dengan menilai penerimaan konsumen melalui uji hedonik dan uji sensori. Dua formulasi digunakan: (1) sorbet campolay tanpa jeruk nipis dan (2) sorbet dengan tambahan perasan jeruk nipis. Uji organoleptik dilakukan oleh 32 panelis menggunakan skala hedonik 1–5 dan sensori deskriptif. Data dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, regresi linear sederhana, uji-t, dan ANOVA. Hasil menunjukkan bahwa atribut aroma (mean 4,84) dan warna (4,75) menjadi faktor paling disukai panelis, sedangkan aftertaste mendapat nilai terendah (3,06) akibat rasa pahit alami campolay. Instrumen sensori dinyatakan valid (r-hitung 0,47–0,61) dan reliabel (α = 0,81). Regresi menunjukkan mutu sensori berpengaruh signifikan terhadap tingkat kesukaan (R² = 0,52; t-hitung 6,01 > t-tabel 2,04). Uji F mengonfirmasi adanya perbedaan signifikan antar atribut (F-hitung 42,8). Secara keseluruhan, sorbet campolay diterima baik oleh panelis dan berpotensi dikembangkan sebagai produk pangan fungsional lokal. Pengembangan lanjutan dapat difokuskan pada perbaikan aftertaste dan stabilitas tekstur.
Pemahaman Konseptual Siswa tentang Perubahan Wujud Benda melalui Percobaan Sederhana pada Pembelajaran IPAS Kelas IV Sudrajat, Anjani; Adri, Helmia Tasti
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 1 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i1.22256

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman konseptual siswa kelas IV mengenai perubahan wujud benda melalui penerapan percobaan sederhana dalam pembelajaran IPAS. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mampu memahami konsep meleleh, menguap, dan menyublim secara lebih jelas setelah mengikuti percobaan. Observasi memperlihatkan tingginya partisipasi, ketelitian mengamati, serta kemampuan siswa dalam menghubungkan perubahan wujud dengan pengaruh panas. Wawancara mengungkapkan adanya miskonsepsi awal seperti anggapan bahwa semua benda padat dapat meleleh atau kapur barus meleleh sebelum menghilang. Namun setelah percobaan, terjadi conceptual change yang signifikan karena siswa memperoleh pengalaman konkret yang memperkuat pemahaman mereka.
Tantangan Guru dalam Implementasi Pembelajaran Inklusif bagi Peserta didik Tunawicara di Kelas I SDN Cijedil Pratiwi, Riska; Adri, Helmia Tasti
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 1 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i1.22277

Abstract

Pembelajaran inklusif di SDN Cijedil menghadapi tantangan ketika guru harus menangani seorang peserta didik tunawicara tanpa dukungan fasilitas dan perencanaan khusus. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tantangan guru serta strategi yang digunakan dalam melaksanakan pembelajaran inklusif. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap satu guru kelas I dan satu peserta didik tunawicara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menyesuaikan pembelajaran melalui komunikasi nonverbal, penggunaan gambar, serta pendekatan individual, namun belum memiliki RPP khusus dan masih mengandalkan improvisasi. Kendala terbesar meliputi keterbatasan media, kurangnya pelatihan guru, serta perilaku tantrum peserta didik yang memerlukan keterlibatan orang tua. Penelitian menyimpulkan bahwa meskipun guru telah berupaya menerapkan pembelajaran inklusif, implementasinya masih perlu dukungan sarana, pelatihan, dan program pembelajaran yang lebih terstruktur.
Analisis Penggunaan Media Konkret dalam Upaya Peningkatan Pemahaman Konsep Matematika Kelas I SDN Ciwaru Elsani, Dede Rima Siti; Humaira, Megan Asri
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 1 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i1.22317

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan media konkret dalam meningkatkan pemahaman konsep penjumlahan pada siswa kelas I SDN Ciwaru. Fokus kajian berangkat dari permasalahan bahwa sebagian besar siswa pada tahap awal pembelajaran belum mampu menghubungkan simbol matematika dengan makna kuantitatif, sehingga terjadi miskonsepsi dan rendahnya kemampuan memahami konsep penjumlahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 28 siswa kelas I. Data dikumpulkan melalui observasi proses pembelajaran, wawancara dengan guru dan siswa, serta dokumentasi berupa catatan lapangan, foto kegiatan, dan hasil LKPD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media konkret secara konsisten mampu meningkatkan keterlibatan, fokus, dan pemahaman konseptual siswa. Pada fase awal, sebagian besar siswa belum dapat menjelaskan makna operasi penjumlahan secara simbolik. Namun, melalui aktivitas manipulatif menggunakan permen, stik es krim, kartu angka, serta tugas visual-motorik lainnya, siswa dapat membangun representasi mental yang lebih jelas mengenai proses menggabungkan dua himpunan objek. Pada minggu ketiga, asesmen melalui LKPD menunjukkan peningkatan signifikan pada ketepatan dan kepercayaan diri siswa dalam menyelesaikan soal penjumlahan baik secara konkret maupun simbolik. Penelitian ini menegaskan bahwa media konkret berperan penting sebagai jembatan antara pengalaman nyata dan konsep abstrak dalam pembelajaran matematika kelas rendah. Penggunaan media konkret yang dipadukan dengan pertanyaan pemantik, video pembelajaran, dan asesmen terstruktur terbukti efektif dalam memperkuat pemahaman konsep penjumlahan siswa kelas I.