cover
Contact Name
Taufik Ampera
Contact Email
taufik.ampeera@gmail.com
Phone
+6282320798484
Journal Mail Official
ejournalmidang@gmail.com
Editorial Address
https://jurnal.unpad.ac.id/midang/about/editorialTeam
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Midang
ISSN : -     EISSN : 2986657X     DOI : https://10.24198/midang
Midang adalah jurnal yang mencakup kajian pengembangan dan penerapan IPTEKS, maka jurnal ini ditujukan untuk mempublikasikan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, yang mencakup konsep, model dan implementasinya sebagai upaya peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 120 Documents
PELATIHAN KARINDING UNTUK REMAJA DESA HEGARMANAH: MENJAGA TRADISI DAN MEMBANGUN KESADARAN BUDAYA SEJAK DINI Prameswari, Vaneza Atalia Gusti
Midang Vol 3, No 1 (2025): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Februari 2025
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v3i1.58724

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan pentingnya pelatihan alat musik tradisional Karinding dalam melestarikan budaya lokal dan membangun identitas budaya remaja di Desa Hegarmanah. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi lapangan terhadap perkembangan keterampilan peserta, serta dokumentasi setiap sesi pelatihan. Selain itu, keterlibatan masyarakat juga di analisis sebagai bagian penting dalam mendukung pelestarian budaya lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan ini efektif dalam membangun kesadaran budaya, memperkuat rasa identitas, serta meningkatkan rasa bangga terhadap warisan budaya di kalangan remaja. Kesimpulannya, pelatihan Karinding tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga membentuk ekosistem budaya yang didukung oleh komunitas, yang berperan dalam keberlanjutan warisan budaya lokal.
EDUKASI NILAI-NILAI ISLAM PADA DISIPLIN HIDUP MASYARAKAT KASEPUHAN SINAR RESMI KECAMATAN CISOLOK KABUPATEN SUKABUMI Firmansyah, Eka Kurnia; Indrayani, Lia Maulia
Midang Vol 3, No 1 (2025): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Februari 2025
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v3i1.61545

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan oleh tim dilatarbelakangi oleh minimnya pemahaman agama dan budaya lain pada disiplin hidup di lingkungan Kasepuhan. Masyarakat Kasepuhan Sinar Resmi masih berpegang teguh kepada adat istiadat warisan leluhurnya, namun dalam hal ini bukan berarti mereka tetutup terhadap kemajuan teknologi, tetapi ada tradisi-tradisi tertentu yang masih mereka pertahankan. Masyarakat ini pada intinya melestarikan warisan tradisi leluhur baik yang berkaitan dengan cara bertani yang khas, seperti bersawah ataupun berladang (ngahuma) serta tradisi-tradisi lainnya yang masih dipertahankan. Walaupun demikian, sebagaimana sifat dari kebudayaan bahwa kebudayaan akan selalu berkembang dan berubah (dinamis). Solusi yang ditawarkan dari kegiatan ini adalah peningkatan kompetensi para pemuda dan ibu-ibu sebagai incu putu di Kasepuhan dalam bentuk edukasi dengan materi yang mencakup perbandingan budaya Kasepuhan dengan budaya Jepang serta nilai-nilai religi dalam mempertahankan budaya dan adat istiadat.Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah dengan mengadakan pelatihan, ceramah dan diskusi interaktif dengan pemuda dan ibu-ibu Kasepuhan Sinar Resmi. Selama 3 bulan berjalannya kegiatan, tim PPM di Desa Sirna Resmi Kecamatan Cisolok telah melaksanakan 3 agenda utama, yaitu: 1) observasi lapangan sebagai identifikasi awal untuk menggali informasi tentang kebutuhan primer para incu putu tersebut; 2) menginventarisir kosakata budaya yang digunakan di Kasepuhan; 3) Pelatihan Sesi Pertama bagi para pemuda dan ibu-ibu pengajian.Hasil kegiatan yang dilakukan adalah kemampuan dan pemahaman agama para penyuluh agama/ guru agama sebagai fasilitator dalam kegiatan beragama di Kasepuhan, anak-anak dan ibu-ibu pengajian terhadap ritual dan adat istiadat yang dilaksanakan.  
PENINGKATAN KECERDASAN INTERPERSONAL MELALUI KEGIATAN PELATIHAN SENI SONGAH PADA SISWA SEKOLAH BUDAYA DESA CITENGAH, SUMEDANG SELATAN Ampera, Taufik; Mumuh Muhsin Zakaria, Mumuh; Yohana Risa Garniwa, Yuyu; Abdul Malik, M. Zulfi
Midang Vol 3, No 1 (2025): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Februari 2025
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v3i1.61543

Abstract

Kecerdasan interpersonal merupakan aspek penting dalam perkembangan sosial dan emosional siswa, terutama dalam lingkungan pendidikan berbasis budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kecerdasan interpersonal melalui kegiatan pelatihan seni Songah pada siswa Sekolah Budaya di Desa Citengah, Sumedang Selatan. Seni Songah, sebagai salah satu bentuk kesenian tradisional khas daerah, tidak hanya mengajarkan keterampilan artistik tetapi juga menumbuhkan kemampuan komunikasi, kerja sama, dan empati antarindividu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap siswa yang mengikuti pelatihan seni Songah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan siswa dalam kegiatan seni ini berkontribusi positif terhadap peningkatan kecerdasan interpersonal mereka, terutama dalam hal interaksi sosial, pemecahan konflik, serta kerja sama dalam kelompok. Dengan demikian, kegiatan seni berbasis budaya seperti Songah dapat menjadi strategi efektif dalam pengembangan kecerdasan interpersonal siswa, sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya lokal.
PEMBERDAYAAN SEBAGAI ALTERNATIF PENDEKATAN DALAM PELAKSANAAN PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Kosasih, Ade; Sofianto, Kunto; Nugrahanto, Widyo; Septiani, Ayu
Midang Vol 3, No 1 (2025): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Februari 2025
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v3i1.61446

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat adalah tanggung jawab para akademisi. Dalam pelaksanaannya, pengabdian yang ideal adalah berupa  pemberdayaan (empowering), sehingga masyarakat akan memiliki kekuatan setelah tidak didampingi lagi oleh akademisi. Dalam pemberdayaan, upaya yang harus dibangkitkan adalah partisipasi, masyarakat menjadi pusat kegiatan, serta menciptakan kemandirian. Artikel ini bertujuan mengungkapkan pandangan konseptual tentang pemberdayaan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat agar tidak terjadi pelaksanaan pengabdian yang tidak tepat konsep dan pelaksanaannya.  Pengungkapan  maksud tersebut dilakukan dengan cara memaparkan konsep dasar dalam pemberdayaan yang bercirikan tiga hal tersebut, yaitu partisipasi, berbasis masyarakat, dan mewujudkan kemandirian. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan cara menggali secara cermat berbagai pandangan tentang pemberdayaan dalam berbagai publikasi ilmiah. Untuk mewujudkan masyarakat yang harmonis, pemberdayaanlah yang tepat karena masyarakat itu sendiri banyak terlibat dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi. Pelaksana pengabdian hanya berperan sebagai fasilitator yang menghindari kecenderungan melakukan intervensi. Partisipasi merupakan bentuk peran serta khalayak secara sukarela tanpa mobilisasi dan tekanan. Berbasis masyarakat berarti seluruh tindakan harus disesuaikan dengan kondisi dan situasi karena setiap masyarakat mempunyai potensi dan masalah yang berbeda-beda. Kemandirian merupakan wujud bahwa masyarakat memiliki kemampuan untuk melaksanakan harapan dan cita-citanya tanpa terus didampingi oleh fasilitator.
PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG EFEKTIF BAGI DIVISI HUKUM GRUP SUMMARECON Hidayatullah, Mochamad Irfan; Tiswaya, Waway; Suryana, Nana
Midang Vol 3, No 1 (2025): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Februari 2025
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v3i1.61413

Abstract

Penggunaan bahasa Indonesia yang efektif tidaklah dimiliki oleh setiap orang, termasuk para anggota Divisi Hukum Grup Summarecon. Keterampilan penggunaan bahasa itu harus dilatihkan dan dibiasakan oleh mereka. Kegiatan pelatihan dilakukan oleh tim yang terdiri atas seorang ketua dengan dua orang anggota. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia yang efektif bagi divisi hukum grup Summarecon Tbk.. Pelaksanaan acara ini dilakukan pada sebuah café di kompleks Summarecon Bandung setelah sebelumnya dilakukan penjajagan dan penyesuaian program dengan perusahaan tersebut. Tindak lanjut dari kegiatan ini adalah berupa konsultasi tingkat lanjut bagi divisi hukum Suamrecon dalam hal pemakaian bahasa Indonesia yang efektif, terutama bahasa ragam hukum.Kata kunci: penggunaan, bahasa, efektif, hukum
SOSIALISASI BUDAYA HARMONI (WA) JEPANG TERHADAP SANTRI PESANTREN KILAT DI MESJID AL-ANSHOR MARGAHAYU RAYA KOTA BANDUNG Sunarni, Nani
Midang Vol 3, No 1 (2025): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Februari 2025
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v3i1.58835

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat khususnya kepada para santri pesantren kilat di Mesjid Al Anshor ini difokuskan pada sosialisasi pengenalan budaya harmoni (Wa) dengan lingkungan alam. Dalam pendidikan pesantren tidak hanya disajikan muatan lokal berbasis agama Islam saja, namun dalam era globalisasi, pemahaman budaya harmoni (Wa) perlu diperkenalkan. Keharmonian antara manusia dengan lingkungan perlu diwujudkan. Sebagai upaya dalam mewujudkan keharmonian antara manusia demngan alam lingkungannya perlu disampaikan melalui penanaman pendidikan  kesadaran terhadap alam dan lingkungan yang disajikan dalam kurikulum pesantren. Kesadaran keharmonian manusia dengan lingkungan alam tercantum pula pada Al Qur’an. Manusia seharusnya memelihara dan menjauhi perusakan alam. Namun, di Indonesia khususnya di kalangan para santri pun masih kurangnya kesadaran yang disebabkan oleh idealisme manusia. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, menjadikan para santri pesantren kilat di Mesjid Al Anshor ini termotivasi untuk lebih dapat meningkatkan dan mengimplementasikan nilai-nilai Islam khususnya harmoni dengan lingkungan dalam kehidupan sehari-harinya.
PENGUATAN LITERASI KEBENCANAAN MELALUI PROGRAM SIPANDAI PADA SISWA SEKOLAH DASAR Rizki, Diyah Pitaloka; Yuliani, Rostika
Midang Vol 4 No 2 (2026): Midang, Juni 2026
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v4i2.64039

Abstract

Disaster literacy among elementary school students is a crucial component of disaster risk reduction efforts, particularly in Indonesia, which is highly vulnerable to earthquakes. However, students’ understanding of disaster risks, mitigation measures, and self-protection procedures remains limited and requires systematic and sustainable educational interventions. This community service program aimed to enhance disaster literacy and preparedness among students through the Students for Disaster Awareness and Response in Indonesia (SIPANDAI) Program. The program was implemented at Rancakasumba Private Elementary School in Bandung, involving 28 fourth-grade students. A combination of community education and training methods was employed using a participatory approach. Activities included needs assessment, development of educational materials, interactive awareness sessions, introduction to emergency preparedness kits, earthquake response simulations, and evaluation through observation and activity documentation. The results indicated that students gained a better understanding of the causes and impacts of earthquakes, recognized appropriate mitigation measures, and demonstrated proper self-protection actions during simulation exercises. Active participation in discussions, quizzes, and simulations also reflected increased awareness of the importance of disaster preparedness from an early age. In addition to benefiting students, the program strengthened the role of higher education institutions in promoting community-based disaster education. Therefore, the SIPANDAI Program proved to be an effective educational medium for improving disaster literacy and preparedness among elementary school students as part of broader disaster risk reduction efforts.
OPTIMALISASI MEDIA DIGITAL UNTUK PEMASARAN UMKM: PENGALAMAN PENDAMPINGAN PPM–KKNM INTEGRATIF DI DESA MARGAMEKAR, SUMEDANG Hasanah, Ferli; Gumilar, Trisna; Subekti, Mega; Septriani, Hilda
Midang Vol 4 No 2 (2026): Midang, Juni 2026
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v4i2.64069

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in the national economy yet continue to face significant challenges in adopting digital technology for marketing, particularly in non-urban areas. This article reports on a community service program (PPM) conducted under the Integrated PPM–KKNM scheme of Universitas Padjadjaran, aimed at optimizing the use of digital media for MSME marketing in Margamekar Village, South Sumedang District, Sumedang Regency, West Java. The implementation method was participatory and comprised four stages: needs assessment, practice-based training (learning by doing), individual consultation, and technology transfer. Four culinary MSMEs participated as partners: Wening's Catering, Keripik Nufaraz, Kue Basah Bu Neni, and Bakso Margacinta. Results indicate a tangible improvement in partners' digital literacy, evidenced by the establishment of WhatsApp Business accounts, Instagram profiles, and Shopee marketplace stores, as well as the creation of promotional media including business profile videos, product promotion videos, and digital catalogs. The mentoring not only improved marketing communication quality but also expanded market access. These findings affirm that the Integrated PPM–KKNM model, which positions students as field facilitators, is effective in promoting sustainable, locally responsive digital transformation among MSMEs. Keywords: digital literacy, digital media, MSME marketing, Integrated PPM–KKNM, community empowerment
INISIASI PEMBERDAYAAN EKONOMI KREATIF BERBASIS DAUR ULANG PLASTIK DI DESA CIJAMBU Januarsyah, Gilang; Rahayu, Lina Meilinawati; Priyatna, Aquarini; Prabasmoro, Tisna; Adji, Muhamad; Purwaramdhona, Ananda Bintang
Midang Vol 4 No 2 (2026): Midang, Juni 2026
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v4i2.64070

Abstract

Household plastic waste remains an environmental challenge in many rural areas, including Cijambu Village, Tanjungsari District, Sumedang Regency. Used plastic bags, commonly regarded as waste, have the potential to be transformed into creative products with functional and economic value. This article aims to describe the initiation of a creative economy empowerment program based on plastic recycling through collaboration among the community service team of Faculty of Cultural Sciences Universitas Padjadjaran, village authorities, and BIYA Project as a creative industry partner. The method employed was a participatory approach consisting of coordination, preliminary observation, partnership development, and preparation for training activities involving women’s community groups in Cijambu Village. The program engaged Keni Kurniasari Soeriaatmadja from BIYA Project as a plastic recycling practitioner who provided assistance in developing creative products made from used plastic materials. The initial results indicate strong support from the village government, reflected in the issuance of activity permits and the involvement of village officials in the preparation process. In addition, a training program on transforming used plastic bags into practical products has been scheduled for July 2026. This article highlighted the collaboration between universities and village governments, and BIYA Project represents an important initial step in developing a community empowerment model based on circular economy principles and sustainable waste management.
PEMETAAN POTENSI DAN UPAYA PELESTARIAN KERAJINAN ANYAMAN BAMBU KHAS DESA SAMARANG KECAMATAN SAMARANG KABUPATEN GARUT Dewi, Anggraeni Purnama; Rachmat, Ani; Citraresmana, Elvi; Rijati Wardiani, Sri; Sundasari Som, Witakania
Midang Vol 4 No 2 (2026): Midang, Juni 2026
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v4i2.64075

Abstract

This article is based on a Community Service conducted in Samarang Village, Samarang District, Garut Regency in June 2026. This village is known as one of the center of traditional bamboo weaving, a craft that has been preserved to the present day, featuring signature products such as boboko (rice baskets), tolombong (deep baskets), nyiru (winnowing trays), aseupan (steaming cones), as well as other household and agricultural tools. This activity aims to document the cultural and economic potential of the weaving craft, identify the challenges faced by artisans in the field, and formulate practical recommendations that can be implemented collaboratively. The methods employed include direct observation of the production process, in-depth interviews, and participatory discussions. The results indicate that while Samarang Village's bamboo crafts possess high quality and cultural value, they face threats from declining demand due to competition from modern products, limited product innovation and marketing capacity, and a lack of interest among the younger generation to continue the tradition. This activity is expected to serve as a foundation for artisans and relevant stakeholders in developing strategic measures for cultural preservation and local economic empowerment. Keywords: Resource Potential; Cultural Preservation; Bamboo Craft; Samarang Garut Village; Local Economy.

Page 6 of 12 | Total Record : 120